08
May
09

Bahasa Indonesia asli Atau Serapan? #2

Wow, saya senang sekali waktu membaca koran KOMPAS edisi hari ini, Jumat (8/5). Di halaman 15, ada artikel mengenai tata bahasa oleh Kurnia JR. Beliau menulis mengenai kata “Syok“. Tentu kata ini diambil dari kata bahasa Inggris, Shock. Seberapa mendesak sih, kata rekaan syok harus ada? Di artikel itu dijelaskan bahwa kata ini diambil dari to be shocked, dipakai secara sporadis untuk menerangkan keadaan jiwa terpukul ato terguncang.

Beliau menjelaskan bahwa di antara mereka yang suka menggunakan kata ini, tidak semua mengerti dan memahami bahwa yang dipakai bukanlah kata dasarnya, melainkan bentuk pasif dari kata kerja shock, yaitu to be shocked. Di artikel ini ada contoh kalimat yang menggunakan kata shock, dan ada yang menggunakan kata shocked. Well, saya pikir kedua kata itu gak ada yang bener. Selain aneh dilihat dan dibaca, setelah melihat penjelasan Kurnia JR ini, masuk akal juga. :D

Dalam artikel dijelaskan, shock bermakna kejutan/guncangan (kata benda) dan mengejutkan/terkejut (kata kerja). Nah, bahasa kita, bahasa Indonesia punya padanan untuk kata itu, yang mengena, pas, dan jitu untuk menerangkan kondisi ini, yaitu “terguncang” dan “terpukul”. Seperti contohnya yang ada di dalam artikel: “Caleg itu terguncang setelah tahu tidak terpilih dalam pemilu”.

Kurnia JR menulis bahwa kata “terguncang” dan “terpukul” ini sangat kuat maknanya yang mengarah pada aspek kejiwaan yang tingkatnya lebih dari sekedar kaget, terkejut, terperanjat, dan terpana. Bener juga kata beliau, sayang banget kalo dua kata itu diabaikan dengan mereka-reka kata baru semacam syok. Kata beliau, kata ini tidak memperkaya khazanah leksikon (kosakata) bahawa Indonesia. Kata beliau juga, kita tidak membutuhkan kata pinjaman shock/shocked sampe harus mereka-reka kata syok.

Saya bener2 setuju ama beliau ini, bertambah deh wawasan saya tentang bahasa Indonesia… ^^

Tuh kan, jadi tidak semua kata yang diambil dari bahasa asing itu berguna…. :mrgreen:

*perihal mengenai mangrove dan bakau pernah dibahas gak yah?*


11 Responses to “Bahasa Indonesia asli Atau Serapan? #2”


  1. 8 May 2009 at 11:24 am

    wah jadi pertama gw..
    hhe..

    hmmmm gitu toh.. untunng di UN g keluar…
    hhehhehhe..
    thx informnya brouw!!

  2. 8 May 2009 at 12:50 pm

    Ga ada istilah pertamax di sini…. ^^

  3. 8 May 2009 at 12:51 pm

    Makanya rajin2 lah baca koran, kamu bisa dapet ilmu yang tak terduga di sana.. kadang wawasan yg kamu kira ga bisa didapat di koran muncul di koran…

  4. 8 May 2009 at 2:24 pm

    Saya juba baca artikel ini di Kompas. Tapi saya ndak terlalu mempermasalahkan keberadaan kata syok dalam percakapan sehari-hari. Beda kalau ternyata kata itu dipakai di dalam tulisan resmi. Lagipula, kata syok ndak akan menghilangkan kata terguncang atau terpukul dalam perbendaharaan bahasa Indonesia.

  5. 8 May 2009 at 3:39 pm

    jujur saya syok kata syok bisa jadi polemik
    hahahaha

  6. 8 May 2009 at 7:36 pm

    Ayo bahas mangrove nya :D
    Saya sih baca koran sering cuma bagian gosipnya :mrgreen:

  7. 9 May 2009 at 12:03 am

    @ pushandaka

    Emang syok gak bakal menghilangkan, tapi semakin lama orang menggunakan dan terbiasa dengan “syok”, bukan ga mungkin kata “terguncang” dan “terpukul” akan terlupakan, meskipun di dalam kamus tetep ada…

    @ Deady

    Ini bukan polemik, ini kan hanya bahasan kecil aja…

    @ Takodok

    Udah kan di postingan sebelumnya… ^^

  8. 9 May 2009 at 9:58 am

    Rasanya memang kata “terguncang” atau “terpukul” tak akan dipilih dalam pembicaraan yang tidak formal. Lebih mudah menggunakan “syok”, lebih ringan.. dan jujur, tak akan ditertawakan :)

    Beda bila digunakan dalam bahasa tulis, justru “terguncang” atau “terpukul” itulah yang semestinya digunakan.

  9. 9 May 2009 at 10:56 am

    Well, bener kata Muzda… :)

    Tapi hal itu terjadi karena kita udah kebiasaan dari dulu memakai kata “syok”.

  10. 9 May 2009 at 11:30 am

    lek di pmr,, syok itu t’jadinya gangguan keseimbangan dalam sirkulasi darah, shg menyebabkan kurangnya aliran darah untk mensuplai oksigen ke organ vital

    *loh,gak nyambung ya,,**dipenthung*

  11. 9 May 2009 at 3:51 pm

    Ya…, Anda juga sepertinya syok ganteng.
    :mrgreen:


Leave a Reply




Komunitas Pengguna Apple Macintosh Indonesia

Penyejuk Hati

“Manusia itu boleh berbohong dalam tiga hal saja. Pertama, suami berbohong kepada istrinya untuk menyenangkan hatinya. Kedua, berbohong dalam peperangan. Ketiga, untuk mendamaikan dua pihak yang berselisih.” -HR Thabrani dan Haitsami- Rasulullah bersabda, "Wahai manusia, barangsiapa yang menyakiti pamanku, berarti ia menyakiti ayahku. Sungguh, (kedudukan) paman seseorang itu sama dengan ayahnya." -HR Tarmizi-

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Caranya, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Facebook!

Febriasyraf Charifa's Facebook profile

Anime Quotation

From Fullmetal Alchemist Chap 78:
*
*
Van Hohenheim: "People have seven sins. Lust, Greed, Sloth, Gluttony, Envy, Wrath, and finally Pride."

Movie Quotation

"War is young man dying, and old man talking" -- "Perang adalah pria muda yang sekarat dan pria tua yang bicara" -- From Troy
Indonesian Muslim Blogger

 

May 2009
M T W T F S S
« Apr   Jun »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031
Love Tree

Subscribe in Bloglines

Powered by FeedBurner

rumahblogger.com, rumahnya blogger indonesia!