Saya alami suatu kejadian yang membuat saya sadar bahwa saya harus memanfaatkan badan yang sehat ini untuk berbuat sebaik-baiknya dan sebanyak-banyaknya.
Seminggu sebelum puasa, tepatnya tak berapa lama setelah saya tiba di Bandung, saya merasa tubuh bagian atas saya sakiiiiiiiit sekali. Sungguh, sakit banget, bagian dada ke atas, termasuk kedua lengan atas dan leher sakit banget, kadang waktu narik nafas juga sakit. Entah bagaimana saya harus menjabarkan rasa sakit itu. Sakiiiit sekali. Cukup dengan huruf “i” yang banyak…
Saya tidak tahu apa penyebabnya. Awalnya saya pikir karena badan saya yang baru tiba dari Surabaya panas, secara tiba2 dimandikan air Bandung yang dingin. Mungkinkah? Atau karena makanan? Semalam sebelumnya saya tidak makan yang aneh2. Biasa kok. Gak pedas dan gak aneh.
Untung ada keluarga saya di sini, ayah dan ibu saya yang lagi menjenguk adik. Jadi, ayah saya mengolesi badan saya dengan minyak kayu putih. Sayangnya, ini tidak berpengaruh. Malamnya, rasa sakitnya masih ada, bagian lengan atas dan di tengkuk. Dada juga sakit. Saking sakitnya saya gak bisa tidur. Bolak-balik terbangun karena setiap kali berbaring, sakitnya pindah ke dada. Kalo duduk sakitnya hilang. Tapi pas ditidurkan lagi, sakitnya muncul lagi. Aneh, pikir saya. Tersiksa banget. Selama sakit ini saya gak bisa apa2. Lumpuh di kasur. Mau gerak rasanya ga mau, sakiiiiiit sekali nih tangan. Sangat tersiksa.
Apakah ini penyakit jantung, tanya saya. Tapi, kalopun iya, di keluarga besar saya sama sekali tidak ada riwayat penyakit jantung. Nenek, kakek, buyut, tidak ada yang sakit jantung. Aneh. Tidak tahan lagi dengan sakitnya, akhirnya saya ke dokter, dan kata dokternya ini perut kembung.
Saya bersyukur sekali ini “hanya” perut kembung. Senang sekaligus takut dan heran. Perut kembung yang diakibatkan gas berlebih ternyata bisa menyebabkan rasa sakit yang luar biasa seperti ini. Bagaimana dengan penyakit lain yang lebih ganas seperti kanker dan penyakit lainnya?
Saya takut saya tidak memanfaatkan hidup saya yang sehat ini dengan baik. Saya takut ketika badan saya sehat walafiat malah tidak dimanfaatkan dengan baik. Saya jadi teringat bahwa hidup ini tak bisa ditebak. Kita tidak tahu kapan kita jatuh sakit. Kita mau menjaga tubuh sebaik apapun, tetapi kalo Tuhan berkehendak sakit, maka sakit lah. Sedih saya membayangkan kalau di saat saya sehat, saya malah berbuat perbuatan yang dilarang oleh-Nya…
*jadi teringat pula dengan iklan Master Card, yang katanya ada barang priceless yang bisa dibeli oleh Master Card. Huh, mana mungkin kesehatan bisa dibeli dengan uang? Tak ternilai, Bung!!











Recent Comments