16
May
08

Kok suka Fast Food sih?

Gak sehat

Pertama, harus dibedain antara yang namanya fast food dan junk food. Menurut situs wikipedia.com, fast food adalah makanan yang disiapkan dan dihidangkan dengan sangat cepat. Sedangkan junk food adalah makanan yang tidak sehat dan/atau tidak mengandung nutrisi yang cukup. Junk food ini mengandung banyak kandungan lemak, garam, atau gula, dan pengawet makanan seperti monosodium glutamt dan tartrazine. Udah gitu, kandungan protein, vitamin, dan seratnya sedikit banget, kalah dengan kandungan yang gak sehatnya. So, menurut gw, fast food itu adalah junk food. Udah jelas lah, contohnya fast food tuh macem KFC, Texas Fried Chicken, McDonald, dan Burger King. Masih banyak contoh lainnya.

Ada yang gw heran nih ampe sekarang… kenapa kok di negara2 yang sedang berkembang, di asia maupun di afrika, macem Indonesia, filipina, thailand, dan bangkok, yang namanya KFC, McDonald, dan segala macem fast food lainnya laku berat. Padahal jelas2 bahwa makanan jenis ini tuh gak sehat banget, berlemak tinggi dan kandungan kolesterol-nya pun juga amat tinggi. Di Amerika, McD itu makanan termurah yang bisa dibeli sama buruh dan karyawan. Ga cuman di Amerika aja, di negara2 eropa juga gitu, pokoknya di negara maju lah. Makanan kayak gitu tuh udah terbilang untuk makanan orang miskin di sana, karena harganya yang murah dan kualitasnya itu.

Anehnya, begitu masuk ke negara2 berkembang, makanan fast food ini malah semakin berkembang, gak kayak negara yang dimasukinya yang gak berkembang-berkembang. Gw pernah baca dan denger dari sumber yang kompeten (ya elaah….) bahwa ini adalah strategi mereka. Si produsen itu tahu bahwa tingkat pendidikan di negara2 berkembang masih rendah, dan mungkin mereka pikir bahwa warga negaranya ‘bisa dibodohi’. Dan hasilnya, bisa dilihat sendiri, alih-alih menjadi makanan sampah seperti di negara asalnya, di sini malah menjadi makanan yang ‘wah’ alias mewah. Cukup dilihat dari harga jualnya yang mahal, di atas 10 ribu-an, yang menurut gw mahal banget untuk ukuran makanan sampah yang mengkibatkan segala macam penyakit. Yang parah, kayaknya makan makanan kayak KFC dan McD udah menjadi gaya hidup anak muda di Indonesia ini. Gak tau ya kalo di negara berkembang lainnya, tapi inilah kenyataan di Indonesia. Tiap hari pasti gerai makanan cepat saji ini SELALU rame akan anak muda. Justru kelihatannya para orang tua yang sadar akan bahayanya fast food ini. Padahal seharusnya kita golongan muda inilah yang lebih tahu, lebih pintar akan efek dari fast food ini.

Ada juga yang bilang, pembukaan gerai2 makanan cepat saji ini merupakan strategi negara barat untuk merusak generasi muda negara2 asia, supaya negara2 di asia dan afrika tidak bisa mengejar adidaya negara2 barat. Apakah ini benar? Yeah…who knows?

Advertisements

14 Responses to “Kok suka Fast Food sih?”


  1. 1 bobubaca
    17 June 2008 at 05:48

    makanan kayak gini nih yang bikin lingkar pinggang tambah melebar, so resiko jantung koroner juga tambah tinggi n kantong menipis. Enakan pecel beras merah ples saus wijen…murah, sedaaap hehehe

  2. 18 June 2008 at 10:53

    Benar!

    Kandungan lemaknya tinggi banget!

    Harganya MAHAL banget!

    Beli seporsi kombo aja di atas 10rb! Dibuat makan di kampus udah kenyang, banyak lagi!

  3. 18 June 2008 at 10:54

    Waudauh……..pecel beras merah? Saus wijen?

    SLURRP……

    Kayaknya enak tuh…. 🙂

  4. 4 aira
    28 July 2008 at 16:14

    kyna ga semua fastfood masuk dalam kategori junk food
    contohna hokben: chicken katsunya? tepung tipis daging banyak
    hokben tergolong fastfood tp bukankah kandungan protein nya juga tinggi? >__<”

    kl misalnya kita makan ayam KFC yang dada mentok lalu kita makan dagingnya saja tanpa kulitnya bukannya juga itu bukan tergolong junk food?

    huehueh tp mCd di amrik hampir bisa ditemukan selang 1km saja, makanya orang2 negara sono ga dikit yang gemukna ga karu2an

    CMIIW

  5. 6 November 2008 at 15:31

    maaf interup sedikit. bukan hanya di negara2 berkembang saja dimana gerai fast food terutama yang junk food ngetop bvanget. di amerika sini, tempat2 semacam itu juga masih tetap laku keras, that’s why ada penelitian yang mengatakan bahwa banyak amerika gemuk ya karena makanan kayak gini.well sebenarnya sih ya, boleh2 aja sih kita konsumsi itu. makanan fast food itu menjadi junk food kalau kita memakannya dengan benar, maksud aku jika kita tetap bisa memasukkan unsur sayuran di dalamnya. sayang nya para pemilik resto tersebut kurang begitu sadar dan melenyapkan menu sayuran dalam draft makanannya. walaupun ada sayuran, tapi kuantitasnya dikit banget, nggak mencukupi untuk menetralisir makanan junk itu menjadi tidak junk lagi. perkembangan jaman juga sih yang menuntut semua serba cepat. jadi fast food terutama junk food itu selalu menjadi pilihan utama karena alasan cepat dan efisien. sementara di indonesia mengapa makanan seperti ini lebih populer? ya karena life style juga, mereka umumnya menganggap semua produk luar negeri itu keren, ngetren dan harus diikuti biar nggak dikatain udik. mereka seharusnya dikirim tuh ke luar negeri biar bisa merasakan betapa berharganya makanan khas indonesia, dan aku yakin setelah itu mereka akan lebih menghargai dan mencintai makanan sendiri dibanding junk food dan kawan2 nya.

  6. 6 Na
    10 December 2008 at 04:49

    Ya, kan emang sudah budayanya. Fast food seolah sudah jadi gaya hidup bagi para remaja. Ini mungkin karena mereka piawai dalam mengemas strategi pemasaran dan membidik target pasar yang tepat, === anak2 dan remaja….
    Denang membidik anak2, orang tua pasti ikut makankan… ga mungkin lah ortu membiarkan anak2 makan sendiri di resto tsb.
    Nah,….dalam hal ini remaja dan anak-anak adalah konsumen masa depan, jika sejak dini target ini sudah terbiasa mengkonsumsi fast food dengan dengan bahan pangan yang berasal dari asing pula, kebiasaan ini akan terbentuk hingga dewasa. Akibatnya, tidak mustahil kalau konsumen ini akan menggemari dan mengkonsumsi fast food ketika dewasa.
    Truuusss…. memang fast food memiliki keunggulan dan berikut kelemahannya sebagai junk food, tetapi mampu mengemas keunggulan dan kelemahan tersebut dalam menghadapi peluang dan ancaman dari luar. Dengan demikian, dapat diterima oleh konsumen di luar negerinya dengan baik. Apalagi hal ini didukung oleh kondisi konsumen global berikut perilakunya. Tau kan perilaku manusia pada umumnya gimana … he..he..he…

  7. 7 hahahihi
    24 April 2009 at 08:57

    sodara sodara skalian,,saya bru makan junk food jenis cheeseburger…enak bgt..sampe2 saya addiksi..T_T
    gimana yach cara menghentikannya?
    any solution?
    thanx

  8. 8 pintar
    6 March 2011 at 10:36

    menurut saya makan standar “bawah” indonesia sangat jauh lebih tidak sehat dibanding makanan fastfood barat
    liat aja pecel ayam pinggir jalan, minyaknya seharian gak ganti-ganti
    makanan padang, kolesterolnya ampun dah.
    sate madura ??? lo liat tu arang nemplok ama dagingnya, KARBON CUY ???
    warteg ??? ayammnya udah dari minggu kemaren
    nasi goreng, mecinnya gak nahan
    belum lagi ayam goreng jadi2 an, dan jajanan anak sd.

    gak usah propaganda anti barat deh, kalo standar kita aja masih jauh di mereka. merasa dah lebih bagus makanan indonesia ??? di tes juga gak akan ada yang lulus…

    • 7 March 2011 at 17:45

      Ah udahlah, bukannya saya anti-barat, hanya saja, kalau bisa hidup tanpa makanan “sampah” macam itu, mengapa tidak? 😀
      Cukup makan slow food aja lah, makanan biasa. Makanan buatan rumah lebih terjamin. 😉
      Makanan cepat saji dari barat seperti itu gak sehat. 😀

  9. 6 March 2013 at 03:07

    Bagus banget ini posting masbrowrowrow, katakanlah kita adalah orang bodoh yang tinggal dinegara bodoh seperti yang masbrororow katakan. Kalau kita mau pikir pikir sampai akar, pasti kalian akan menemukan “pemerintah” sebagai biang kerok ini semua, coba bayangkan jika ada undang” untuk masalah konsumsi yang benar ditegakan, pengelola mall ngga slah menurut gw, otak mereka cuma untung duit untung doeit, mau lo penyakitan sehat ga sehat ga ada perkaranya sama untung dia, hahahahaha… Tapi sehat ga sehat lo, si biang kerok jelas harus perduli menyangkut jabatannya menyangkut gelarnya .

    • 7 August 2013 at 00:47

      Yah, sudahlah. 😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 976 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: