Menggambar Rencana Tapak Perumahan, Asik Juga!

auw…. gw mulai merasakan nikmatnya kuliah di Planologi. Yap, mungkin karena dasarnya gw emang suka gambar, makanya gw ngerasa cukup betah di sini. Asal tau aja, gw awalnya dari SMA udah bertekad pengen masuk ke Arsitektur. Cuman entah kenapa, sesaat sebelum ngisi formulir USM, gw berubah pikiran mendadak banget, langsung melupakan Arsi, malah milih Plano. Gile ya gw….

Nikmat juga ngerjain tapak ini, kita bisa mendesain perumahan sesuka kita. “Sesuka kita” disini bukan berarti tanpa aturan dan ketetapan loh, justru aturan2nya banyak banget yang harus kita perhatikan untuk membuat sebuah perumahan yang apik dan teratur. Aturannya sesuai teori textbook sih, lumayan sulit juga membuat desain yang bagus tapi tetap mengacu pada struktur awal dan konsep kita. Justru di situlah asiknya, di mana kita harus berulang-ulang asistensi sama dosen, yang salah menurut dosen diganti, terus kita diberi tips gini-gitu, kemudian kita memikirkan kembali desain kita, apa yang salah, dan seperti apa yang benar.

Kelompok gw kebetulan dapet perumahan kecil. Perumahan kecil nih tapaknya kecil banget, cuman 8 hektar, kecil kalo dibandingin ama tapak perumahan sedang dan besar. Rumah di perumahan kecil ini dibagi ke dalam tiga tipe, tipe 1, 2, dan 3. Tipe 1 luas kavlingnya (jangan bilang ga tau kavling, lahan maksudnya..) 150 m2, tipe 2 luasnya 96 m2, dan tipe 3 luasnya 60 m2. Rumah tipe 3 itu rumah deret, dengan deret maksimal 6 deret. Rumah tipe 2 rumah kopel, dan rumah tipe 1 rumah tunggal. Kenapa rumah deret ga boleh panjang2? Ya jelas supaya kalo misalnya kebakaran, ga semua rumah terkena dampaknya. Kalo hangus yang hangus cuman sederet itu aja, deretan lain nggak. Patut diketahui, ga cuman perumahan kecil aja yang dibagi ke dalam tiga tipe ini, tapi juga perumahan sedang dan besar.

Perumahan kecil ini relatif mudah, karena fasilitas yang dibutuhkan di sana ga terlalu banyak dan selengkap perumahan sedang/besar, dan juga pola jalan perumahan kecil ga boleh macem2, cukup pola grid aja. Pola grid ini seperti pola kotak-kotak, bayangin aja kayak pola sarung gitu.. (kok contohnya sarung sih??)

But, kita juga harus memperhatikan jumlah rumah yang dibangun. Sebenernya sasaran kami membangun 500 rumah. Usahakan ga boleh kurang dari itu, tapi lebih boleh. Jumlah unit rumah total harus di antara 450 sampai 550 unit. Ini juga yang menarik, bagaimana membuat desain yang efisien, supaya jumlah rumah sesuai dan bisa juga dapet untung.

Overall, menarik juga lah nih mata kuliah. Bagi yang suka ngelihat maket2 bangunan, rumah-rumah kayak di pameran perumahan, di Planologi lah tempatnya kalo pengen mempelajarinya. Heee… 😀

Laptop tergusur, internet tetep jalan terus

5 Comments

  1. Oooo jadi tapak yang lo maksud menyengsarakan di SP tuh ini??

    Kok sekarang lo bilang “menyenangkan”, padahal dulu lo bilang “menggilakan”…:D

    Reply

  2. kebetulan kak saya skr lg ngerjain studio tapak.. kalo ada pertanyaan apakah boleh berdiskusi ya kak..? makasi..

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s