Sedikit Solusi Untuk Pemanfaatan Jumlah Penduduk

Langsung kepikiran ini nih, habis pulang kuliah Pengembangan Komunitas, terbersit ide ini. Gw ga tau ide ini orisinil ato nggak, mungkin udah ada negara lain yang memberlakukan peraturan ini. 

Jadi tadi tuh sempet diomongin pas kuliah, semenjak rezim Pak Harto, program KB (Keluarga Berencana) udah ga berhasil lagi, bisa dibilang udah “berhenti”, stagnan. Banyak keluarga saat ini yang punya anak lebih dari dua. Nah, gw jadi punya cara supaya sumber daya manusia yang lahir ini tidak “sia-sia”. Negara kita ini kan negara dengan jumlah penduduk yg sangat besar, 200 juta lebih jiwa. Tapi ironisnya, dengan jumlah penduduk segitu banyak, jumlah tentara kita menurut sumber yg gw baca cuman sekitar 316.000 tentara aktif. Padahal, jumlah ideal tentara itu adalah 0,4 % dari jumlah total penduduk, ato sekitar 800.000 tentara. Begitu juga dengan jumlah polisi kita, tercatat jumlah polisi di seluruh Indonesia berjumlah 363.000 personil. Kalo dihitung rasionya terhadap jumlah penduduk total, rasionya 1:1500. Ini artinya setiap seorang polisi mengawasi 1500 penduduk. Padahal standar PBB rasionya 1:400 atau 1:300.

Nah, gimana kalo gini. Buat aja peraturan yang mewajibkan anak ke-3 masuk militer, dan anak ke-4 masuk dinas kepolisian. Gimana untuk anak selanjutnya, ke-5 dan seterusnya? ……… Belom ada ide.. ^^

Jadi, sumber daya manusia Indonesia ini bisa dimanfaatkan, terutama yang di desa-desa. Anak-anak muda dari pada ga ada kerjaan, nganggur jadi beban orang tua, apalagi anak ke-3 dan seterusnya, mending masuk militer dan kepolisian. Mungkin bisa juga diberi kemudahan dalam proses pendaftaran masuknya, mungkin formulirnya gratis, ato tidak ditarik biaya seragam ato baju. Semacam itu lah… 

Ada gak ya negara yang udah mencanangkan aturan ini? 

10 Comments

  1. boleh juga tuh ide-nya…
    ntar pada rame2 2 anak cukup 😉
    nah, kalo anak ke-3 kebetulan (maaf) terlahir cacat, itu baru bermasalah 😕

    Reply

  2. Lah, makanya itu, mau gak mau HARUS masuk militer. Kan ga harus jadi yang bertugas di lapangan, mungkin bisa jadi bagian administrasinya, ato jadi dokter militer. Begitupun dengan kepolisian.

    Kalo misalnya cacat… nah itu baru ada pengecualian… boleh2 aja menolak.. KECUALI kalo si anak ngotot pengen masuk militer ato kepolisian.

    Reply

  3. Haduuu..langsung aja dicanangkan WamiL kaya USA gitu… Biar semua warga terjunjung hatinya untuk membela negaranya …hahaaaa… salam kenal sob..

    Reply

  4. @ drizzletrouble

    Udah aku kerjain PR-nya… Monggo dilihat… ^^

    @ Itmam

    Kalo anak pertama ama kedua, ga wajib masuk kemiliteran ato polisi, tapi kalo emang mau, monggo, ga dilarang… ^^

    @Rezart

    Bener itu.. Tapi ini tujuan utama yg terpikirkan cuman untuk memenuhi kuota jumlah tentara ama polisi itu aja… Hehehe… Kalo udah memenuhi? ……. Belom terpikirkan….

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s