Bahasa Indonesia Asli atau Serapan?

Saya akhir2 ini makin gemes ama banyaknya kata2 yang saya baca di berbagai media, entah itu koran, majalah, tabloid, sampe berita di TV, yang sering sekali (dan banyak) menggunakan kata2 serapan (bener gak nih istilahnya?). Kata2 itu SANGAT mirip sekali dengan bahasa Inggris, padahal sebenarnya bisa dengan bahasa Indonesia.

Saya ga bisa ngasih contoh banyak2, karena saya lupa mencatatnya, dan sekarang saya lagi cepet2 posting gara2 ada urusan lain yg lebih penting. Contohnya:

Mangrove = Ini kan artinya bakau. Coba liat di koran2 dan di TV, semuanya menggunakan kata MANGROVE ketimbang dengan BAKAU!! Ya elah… saya ga habis pikir, kenapa sih??

Imaturitas = Bahasa Inggrisnya immaturity. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “maturitas” emang ada, tapi kenapa harus ditambahai I- didepannya? Saya cari Imaturitas di KBBI, ga ada tuh…. Kenapa kok ga pake kata “ketidakdewasaan“? Terlalu panjang dan rumit menulisnya? Kurang keren? Ayolah, emang inilah bahasa kita, gunakanlah meskipun jelek kata itu….

Kustomisasi = Ini aneh. Ada yang pernah baca kata ini? Kalo ada yang belum pernah, gapapa, emang ini cuman ada di majalah game berinisial Z. Saya kaget juga waktu baca kata ini. Loh? Sekarang warga negara bisa bikin bahasa sendiri yah? Kata ini dari kata customization. Lebih baik buat saya menggunakan kata bahasa Inggris tapi katanya dimiringkan karena bahasa/istilah  asing.

Introduksi = Saya cari di KBBI, emang ada kata ini. Artinya ya perkenalan, dari kata introduction. Yang saya heran, kenapa kok tidak memakai kata “perkenalan” saja? Kenapa harus menyerap bahasa asing? ck ck ck….

Tolong, kalo ada yang bisa menambahkan kata2 serapan yang aneh, yang sebenarnya bisa menggunakan bahasa Indonesia, beri tahu saya. Kalo ada yang bisa memberikan penjelasan atas hal ini, saya bersyukur sekali… 🙂

41 Comments

  1. Iya ya.. aneh2 aja..

    Tapi kalo basaha inggris kayak download, install, dll.. mending g usah di bahasa indonesia-in, jelek banget..

    Download = Unduh
    Install = Pasang

    Reply

    1. Ya, memang. Saya mengerti.

      Dasar orang kritis :d

      Yang saya pelajari selama ini, kalau ada kata asing yang terdengar aneh, pedomannya adalah KBBI!!

      Memang yang paling menjadi pedoman tata bahasa sekarang adalah KBBI!! Jadi kata “introduksi” tak ada salahnya dipakai, karena itu sudah baku dan sudah merupakan bahasa Indonesia,

      Hanya perlu diingat, bahwa kata-kata dalam bahasa Indonesia itu terus bertambah. Jadi kalau dari kamus yang saya lihat, yang merupakan KBBI lama, kata seperti “Mangrove, Kustomisasi, Imaturitas” tidak ada di situ. Tapi mungkin di KBBI terbaru, kata itu sudah ada.

      Kalau masalah perubahan kata ari bahasa asing seperti kustomisasi tadi, mungkin merupakan kebiasaan dari kita yang belajar bahwa kata “-ization” menjadi “-isasi”. Dan huruf “c” jadi “k”.

      Terima kasih

      Reply

    2. Ya, memang. Saya mengerti.

      Dasar orang kritis :d

      Yang saya pelajari selama ini, kalau ada kata asing yang terdengar aneh, pedomannya adalah KBBI!!

      Memang yang paling menjadi pedoman tata bahasa sekarang adalah KBBI!! Jadi kata “introduksi” tak ada salahnya dipakai, karena itu sudah baku dan sudah merupakan bahasa Indonesia,

      Hanya perlu diingat, bahwa kata-kata dalam bahasa Indonesia itu terus bertambah. Jadi kalau dari kamus yang saya lihat, yang merupakan KBBI lama, kata seperti “Mangrove, Kustomisasi, Imaturitas” tidak ada di situ. Tapi mungkin di KBBI terbaru, kata itu sudah ada.

      Kalau masalah perubahan kata ari bahasa asing seperti kustomisasi tadi, mungkin merupakan kebiasaan dari kita yang belajar bahwa kata “-ization” menjadi “-isasi”. Dan huruf “c” jadi “k”.

      Terima kasih

      Reply

  2. bahasa memang akan mengalami pertumbuhan… seiring dengan perubahan jaman. KAlo ada sesuatu yg baru memang biasanya agak aneh dengarnya tp ntar jg keliatan wajar.

    Reply

  3. @ Deady

    Duh, masa’ alasannya hanya karena meng-kota?
    Di mana hati kita sebagai bangsa Indonesia (gileee bahasanya ^^)? Di mana janji sewaktu sumpah pemuda? Bahasa kita satu, bahasa Indonesia….

    @ Ardi

    Mending pake unduh ama tetikus (mouse), Di… kita ngerasa aneh dengan kata2 itu karena kita udah terbiasa dengan bahasa inggris. Lama2 jga bakal terbiasa kalo pake bahasa indo asli….

    @ mrpall

    Duh, menurut saya ga masuk akal kalo alasannya karena lebih meng-kota….. >.<

    @ Mas Zefka

    Duh, artinya kita harus tunduk pada perubahan zaman dan membiarkan istilah2 asing mengubah bahasa kita??

    Reply

  4. ya… jujur aq si lebih bisa d bahasa inggris dari pada d bahasa indonesia…
    uji coba UNAS yg pertama ajah indonesiaku 5,80 sedangkan inggrisku 9,00

    doakan UNAS lancar! oke!

    Reply

  5. ck..ck..ck.. saya amaze… sempet2nya ngecek KBBI buat liat makna2nya…
    *memiringkan kata asing supaya gak dikomplen Asop,, haiyaaah!*

    Reply

  6. jahaha,, kok nanya balik sih sop.. coba tanya diri kita ndirii dhee,, jujur aku biasanya buat nekanin suatu bahasa yang kurang layak memang sengaja pake bhsa lainya yang lebih terlihat dewasa attau bisa kita sebut sog kerenn.. hanya saja sperti bakau tadi memang sudah klweatann sih.. hhe…

    ayoo bangga dengan negeri kita,, hip hip..

    Reply

  7. wah, bahasan menarik nich mas asyraf ^atoasopajakaliya^ . . .
    hmm, nisa kog gak peka ya, gak pnah ngamatin yg ky gt, *duwh nis. . .*

    yg disayangkan jg itu boso jowo mas. . . aq pengen baca majalah panjebar semangat . . . ^^

    kangen pelajaran BD, ho no co ro ko *hayah nis,*

    Reply

  8. wah sebagwai warga negara indonesia menggunakan bahasa indonesia dengan baik dan benar kapan bahasa saya masih campur gado2

    Reply

  9. Ugh, tak bisa komentar banyak. Saya termasuk orang yang suka pakai bahasa ngasal 😛 *dijitak guru Bahasa Indonesia*

    Reply

  10. @ Qarii

    Bagus, tolong tanyain yah.. 😀

    @ NIsa

    Yup, pake Asop aja. Btw, kok tahu kalo nama panggilan saya juga Asyraf?

    @ Masnoe

    Hmmmm… bhasa gado2 sih menurut saya monggo2 aja, yg penting tahu waktu dan tempatnya. Jangan sampe di keadaan formal banget seperti presentasi dan rapat kita tidak menggunakan bhs indonesia yang baik da benar dan tidak menggunakan EYD. Saya suka kesal ama orang seperti itu…. >.<

    @ Sukma

    Bahaya nih Sukma…. :mrgreen:

    Reply

  11. Kalau memang harus menggunakan bahasa asing, sekalian saja bahasa asing. Bukan introduksi. Sekalian saja introduction. Kalau tidak ya harus bahasa indonesia, yaitu perkenalan. Kalau itu sih nanggung. Indonesia enggak, asing juga enggak. Tapi kalau mau secara bijak menyikapi hal ini, mungkin alasan dibalik itu semua antara lain biar media yang bersangkuta mempunyai ciri khas.

    Reply

  12. AFAIK, kata2 dalam bahasa Indonesia itu 80%nya merupakan kata serapan, entah itu bahasa luar negeri maupun dari bahasa daerah negeri sendiri. Ini dengan mengacu kalo bahasa Indonesia berasal dari bahasa Melayu. Bahkan Alif Danya Munsi alias Remy Sylado pernah membahas kata2 di bahasa Indonesia yg berasal dari bahasa lain, dalam bukunya yg berjudul “9dari 10 Kata Bahasa Indonesia adalah Asing” 😉
    hal ini wajar, mengingat kepulauan Indonesia terdiri dari berbagai suku dan bahasa daerah, tetapi sudah mengenal bahasa Melayu sebagai lingua franca, dan merupakan persilangan perdagangan laut antara China/Jepang dan India/Afrika/Arab. ditambah lagi dengan masuknya bangsa Eropa di masa kolonial, yg sedikit banyak memperkaya kosa kata dalam bahasa Indonesia sekarang ini 🙂
    contoh, “gratis” itu berasal dari bahasa Spanyol, dengan arti sama. kalo bahasa melayu-nya setau saya “percuma”, tapi kata “percuma” lebih tepat digunakan untuk “sia-sia” dalam bahasa Indonesia 😉 *inget lagu “naik kereta api” 😛 *
    contoh lagi, “cinta” berasal dari bahasa Spanyol juga, yg artinya “pita”. mungkin inlander2 jaman dulu melihat Spaniard yg saling mengikatkan pita sebagai tanda saling mencintai 😛

    Jadi sepertinya wajar saja kalau mengikuti perkembangan jaman orang2, terutama yg berkutat di dunia media, mulai memasukkan kata2 asing lainnya dalam tulisan-tulisan mereka. mungkin karena memang tidak menemukan padanannya di bahasa Indonesia, atau supaya lebih mudah dijelaskan karena butuh beberapa kata atau satu kalimat untuk menjelaskan kata asing dalam bahasa Indonesia, maka digunakanlah metode adaptasi yg merubah kata asing tersebut sesuai dengan pelafalan Indonesia.
    kalo untuk kata yg ada padanannya di bahasa Indonesia tapi tetep digunakan proses adaptasi, mungkin si pengguna merasa kurang sreg menggunakan kata asli, atau seperti komentar bung Iis Kusaeri di atas supaya media yg bersangkutan memiliki ciri khas 🙂

    Reply

  13. Hmmmm…. gitu toh, saya baru tahu kalo ternyata bahasa kita itu dari bahasa asing…

    Tapi, saya rasa untuk kata2 di atas di postingan saya ini, rasanya keterlaluan kalo tetap menggunakannya. Rasanya seperti kita ga punya jati diri, ga punya bahasa sendiri. Menyedihkan…. Masa’ ngomong bakau aja mangrove?

    Reply

  14. asing di sini maksud saya non-Melayu 🙂 bisa Jawa, Sunda, Menado, Ambon, Belanda, Spanyol, China, Inggris, dan banyak lagi 😉
    dan proses penyerapan kata2 asing sendiri (terutama di bidang teknologi) sepertinya tetap berlangsung seiring dengan kemajuan jaman. hal ini tidak hanya terjadi di Indonesia, bisa dilihat Jepang yg banyak memasukkan kata2 asing juga dalam bahasa mereka (yg ditulis make katakana sesuai pelafalan mereka, contoh “terebi” untuk television, “pasokon” untuk personal computer, dll)

    mengenai kata2 yg mas Asop sebut di atas, IMO kata “mangrove” lebih memiliki efek berkesan ilmiah ketimbang “bakau”, sehingga mungkin si pengguna lebih memilih menggunakan kata2 itu agar tulisannya lebih mendapat perhatian. kata “mangrove” sendiri merupakan kata adopsi, tidak melalui perubahan bentuk dan diambil mentah2 tulisan dan pelafalannya.
    mengenai kata2 lainnya, mungkin si pengguna merasa lebih formal menggunakan kata2 serapan tersebut, dan efeknya memang lebih diperhatikan (dipandang tinggi) ketimbang menggunakan padanannya di bahasa Indonesia. dan untuk kata “kustomisasi”, bukankah malah sudah bagus dengan dipilih menggunakan kata serapannya, yg sudah menjadi kata dalam bahasa Indonesia? kebetulan setahu saya kata itu tidak ada padanannya (padanan = sinonim kan 😛 ) yg benar2 tepat untuk kata “customization”. 🙂

    lagipula IMHO, toh inti dari suatu bahasa sebagai alat komunikasi adalah pihak2 yg saling berkomunikasi dapat mengerti maksud yg ingin disampaikan satu sama lain 😉

    just my Rp 2,- 😉

    Reply

  15. @ Arm

    Kalo jepang sih emang saya tau (tapi ga tau banyak apa ga), ada kata2 yang bener dari bahasa asing, macem “purezento” dari kata “present”.

    Duh, saya tetap ga bisa menerima alasan orang2 yang memakai “mangrove” ketimbang bakau. Nama ilmiah bakau itu bukan “mangrove”….. >.<

    @ Nisa

    Kabar baik…. ^^

    @ konohanasakuya

    Asik… ambil ah….

    @ Titin

    Iya ‘kan? 😦

    Reply

  16. Nama ilmiah bakau itu bukan “mangrove”….. >.<

    iya ngerti, mangrove itu cuma nama sebutan umum.. kalo jenisnya banyak, ada Avicenna, Rhizopora, dll..
    makanya saya bilang cuma berkesan ilmiah aja. segala sesuatu yg “berbau asing” biasanya dianggap masyarakat awam berbau ilmiah 😉
    padahal tu mangrove bakau cuma ada di daerah tropis lho.. 😛

    Reply

  17. Nah, pendapat bahwa “segala sesuatu yang ‘berbau asing'” itulah yang sulit saya pahami mengapa dan sulit saya terima…. -_-‘

    Reply

  18. Mangrove berasal dari kata mangue/mangal (Portugish) dan grove (English).
    […]
    Hutan mangrove di Indonesia sering juga disebut hutan bakau. Tetapi istilah ini sebenarnya kurang tepat karena bakau (rhizophora) adalah salah satu family tumbuhan yang sering ditemukan dalam ekosistem hutan mangrove.

    ~dikopi dari sini. CMIIW 😛

    Reply

  19. halo…gabung yah. sy sendiri lagi punya masalah sama kata serapan neh…atasan sy minta semua istilah laboratorium diterjemahin dalam bahasa indo. jadi kayak centrifuge jadi pemusing, peripheral jadi tepi, gitu deh…disposable = sepabu (sekali pakai buang)…mulai gak masuk di akal. skrg sy lg kelabakan nyari terjemahan. ada yang merasa tertantang mengindonesiakan kata2 asing g?

    Reply

    1. Wow, repot juga yah… saya turut berduka… 😦

      tapi menurut saya, kalo untuk istilah laboratorium, itu gak harus diterjemahin. Bakal sulit juga yah kalo menerjemahkan semua istilah lab itu…. 😦

      Untuk ini saya angkat tangan… Tapi saya tetap mendukung Anda.. moga semangat terus! 🙂

      Reply

  20. Tulisan ini sudah dimuat lama sekali, tahun 2009 itu saya masih SMP hehe. Saat mencari perbedaan mangrove dan bakau, saya menemukan artikel di blog ini. Semoga masih ada yg membaca dan berpemikiran terbuka terhadap komentar saya. Sebenarnya yg disoroti di artikel ini adalah “kenapa kita lebih suka memakai kata asing dibandingkan kata indonesia?”. Saya hanya ingin mengoreksi, MANGROVE itu tidak ada di KBBI, sedangkan yg ada di KBBI adalah BAKAU. Sementara MANGROVE dan BAKAU itu berbeda. MANGROVE merujuk pada ekosistem masih terkena pasang surut air laut, jadi istilah mangrove ini bersifat umum, diperuntukkan untuk segala tumbuhan yg masih terkena pasang surut air laut. Sedangkan BAKAU adalah sebutan untuk Rhizopora sp., salah satu spesies tumbuhan yg membentuk ekosistem MANGROVE ini. Karena jumlahnya yg banyak, makanya ada penyebutan “hutan BAKAU”, karena kebanyakan yg tumbuh adalah spesies ini. Jadi Bakau ini lebih spesifik pada satu spesies. Sekian, terimakasih.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s