Aku memang “Naif”

Naif. Saya memang naif. Maksud saya, saya memang suka band naif. Lagu2nya enak didenger, dan liriknya benar2 mencerminkan kehidupan saya (jiaahh..). Eh, ralat, kehidupan cinta saya. 🙂

Overall, saya suka semua albumnya, tapi, saya paling suka album Retropolis. Saya akui, lirik2nya pas dengan pengalaman saya. Sayang sekali, saya hanya punya mp3 bajakannya. Saya udah memburu CD Retropolis ke Aquarius, ke Disc Tarra (yang mana jelas mustahil untuk mencari CD lama), sampe ke beberapa toko CD baru tapi bekas. Hasilnya nihil. Gimana ya cara dapetin CD-nya yang asli? Kualitas mp3 yang saya punya ini bener2 jelek banget… >.<‘

Lagu: Benci untuk Mencinta

Oh, betapa ku saat ini
Ku cinta untuk membenci… membencimu…
Oh, betapa ku saat ini
Ku benci untuk mencinta… Mencintaimu…
Aku tak tau apa yang terjadi
Antara aku dan kau
Yang ku tau pasti…
Ku benci untuk mencintaimu…

——————————————————————————————————–

Mungkin tafsiran saya atas lirik ini beda dengan orang lain, tapi memang ini yang terbersit saat saya mendengar liriknya. Lagu ini mengingatkan saya waktu awal kuliah. Saya masih pacaran, dan kami pacaran jarak jauh. Yah, namanya juga anak SMA, baru umur segitu, mana tahan jauh2an dari si pacar? Lama2 perasaan kami meluntur, dan entah mengapa menjadi benci. Benci untuk mencintainya, tapi juga cinta untuk membencinya. Apalagi waktu saya denger dari temen pacar saya, baru tiga bulan saya di Bandung, pacar saya itu langsung deket ama cowok lain. Jelas sudah, ‘kan?

*

Lagu: Pujaan Hati

Oh kasihku nan rupawan, pujaan hatiku
Hanya engkau yang kutawan, dambaan selalu
Sumpah mati, aku kasih padamu
Sungguh sayang sekali
Betapa rindu hatiku, ingin jumpa selalu
Setiap pagi ku bernyanyi, dendangkan senyummu
Setiap malam kubersimpuh. berdoa pada Tuhan
Smoga direstui…

—————————————————————————————————————–

Yang ini jelas, begitu saya mendengar lagu ini dulu, saya langsung teringat pacar saya (yang sekarang udah putus juga). Pacar saya yang ini juga jauh, di Surabaya. Anehnya, kok saya mau aja pacaran long distance lagi. Kalo liat lirik baris terakhir, kok kayaknya mau minta restu mau nikah ya? 😀

*

Lagu: Takkan Pernah Melupakanmu

Betapa aku menyukaimu
Tidakkah kau sadari itu?
Ku di depan matamu, kau tak melihatku
Betapa ku sangat menyukaimu

Ku berkhayal kau jadi milikku
Setiap hari kuingat s‘lalu
‘Kan kukejar dirimu tak terbatas waktu
dan kutakkan pernah melupakanmu

Andaikan hatimu terbuka untukku
Alangkah senang hatiku
Apa yang terjadi, kau anggap diriku
hanya bagai angin lalu

—————————————————————————————————————–

Yang saya baca di Naifband.com, tepatnya di sini, lagu ini mengenai seorang pecundang dalam bercinta. Selalu tak digubris oleh tambatan hatinya. Dalam hati saya, ini kok mirip keadaan saya waktu SMA ya? Waktu itu saya pernah naksir ama seorang cewek, satu SMA. Saya pernah berkhayal, seandainya dia jadi milik saya… seandainya saya pacaran sama dia… seandainya… seandainya… Serba seandainya lah. Bener2 menyedihkan dulu saya waktu SMA. >.<‘

*

Lagu: Senyum yang Hilang

Tersadar dari renungku akan indahnya senyummu
Masa indah yang kurindu selalu, canda tawamu padaku

Tersadar dari lamunku akan sepinya hatimu
Semua duka dan laramu, kasihku… semua dosaku padamu

Adakah caranya ‘tuk kembalikan semua senyum dan tawa yang hilang?
Dan bila ada ‘kan kuletakkan di wajahmu seorang
Dan ‘kan kuhabiskan waktuku untuknya, melihat semua yang pernah hilang
Senyummu yang telah kuletakkan di wajahmu seorang

Ada kala khilaf datang menjemput walau kutenang
Demi kau ‘kan ku berjuang, oh sayang… Kuberjuang untuk menang!

—————————————————————————————————————–

Kalo untuk lagu ini, terjadi sekitar tahun 2009, pertengahan. Status saya waktu itu (sampe sekarang juga) masih jomblo. Waktu itu saya lagi deket ama seseorang, temen saya sekampus. Apa ya istilahnya, HTS (hubungan tanpa status), mungkin? Atau TTM (temen tapi mesra)? Ah, tauk ah…. Pokoknya, saya waktu itu lupa, dia ada masalah apa. Yang pasti beberapa hari dia murung terus. Nah, denger lagu ini saya jadi inget, betapa berusahanya saya mengembalikan keceriaannya waktu itu. Senyumnya begitu manis, siapa yang ga mau ngeliat dia senyum kembali? 🙂 Perihal kenapa kok saya masih jomblo, itu cerita lain…

*

Inilah beberapa lagu Naif yang mencerminkan saya dan yang sempet saya tulis untuk sekarang. Mungkin lain kali saya bakalan cerita pengalaman yang sesuai dengan lagu band lain. Ah, jadi pengen beli CD musik artist Indonesia…. 🙂

————————————————————————————————————————————————————

Sumber gambar: http://www.naifband.com/new/wh/cover05.jpg

Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

71 Comments

  1. Saya juga suka naif. Kadang liriknya ada juga yang sesuai dengan hidup saya namun yang saya sukai, musik mereka ber-karakter, unik. Itu pertanda jenius untuk pemusik. Lagipula, lirik mereka kebanyakan memang menyentuh kehidupan kebanyakan orang. Biasanya lirik yang seperti itu berpeluang bikin band/penyanyi melegenda, misalnya seperti Rhoma Irama, Iwan Fals dan Slank.

    Reply

    1. Kalo saya sih, dari pada dengerin lagu band jepang (misalnya) mending coba untuk dengerin band lokal. Liriknya bisa dimengerti. Itu aja alasan saya dengerin lagu lokal, terkecuali persoalan lagu indonesia yang mendayu-dayu… 😦

      HIDUP JUGA!!! ^_^

      Reply

  2. sy suka naif, tapi biasa aja, pada dasarnya sy suka band lokal. tar kalo nemu album yg km cari disini, sy beli deh bt km 😉

    Reply

  3. ini album lama kan ya?…naif emang salah satu band yg berani tampil beda dan punya kualitas tersendiri…
    udah pernah nyari di internet atau kaskus? siapa tahu ada yg punya CD aslinya

    Reply

  4. wah.. klo lg naif su kurang begitu suka.. tp harus diakui kata2 dalam lagu itu sangat beda dan memiliki khas tersendiri dari yg lain… ciri khas yg unik dan kreatif. kakak aq dan om aq suka lagu itu tp kok aq rada2 kurang suka.. tp yg terpenting suka band lokal kek slank.. 😀

    Reply

    1. Huahahahaha!! :D:D:D
      Bener itu Mas… tapi cinta menyusahkan kalo dosisnya ga tepat. Kalo tepat bisa menyembuhkan lho… 🙂

      Reply

  5. Naif…. ❓ yang ku ingat cuman “bila kau mati, mati sendiri” 😆 aku juga sika koq terutama karena vokalisnya yang suka bercanda sewaktu di panggung. terus bajunya loh yang mengambarkan zaman ke emasan bapak ku dulu. btw, sudah nyari cd / kaset nya di jalan semarang (depan stasiun Ps Turi) ?? disana kan biasanya ada yang jual barang loakan. salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Reply

  6. saya juga senang, untaian liriknya sederhana naman mengena…

    saya juga senang beberapa lagunya…

    selamat eberakhir pekan

    Reply

  7. Lagu bissa mengekspresikan jiwa kita ya.. (sambil mikir lagu apa yg sesuai dengan ceritaku hihihh )…
    Naif emang band yg beda….
    Hidup asep.. hidup Indonesia… 😛

    Reply

  8. waaaah….saya kurang begitu suka naif… 😀 cuma tau “bilaku mati” itu doank.. 😀 selain itu ga ada lgi,soo ga suka yang naif-naifan 😀

    salam adem ayem

    Reply

  9. huehehhehe.. kayaknya judul amlbumnya bisa diganti jd Kisah Kasih Asop yg Retropolis *halah, maksa, keliatan kurang ide :mrgreen: *

    Reply

  10. 🙂 tanya kenapa..??? Asop masih menjomblo .. hehehe

    aku baru ngeh , klo cowok juga suka berkhayal , tentang wanita yg disukainya itu .., berkhayal bisa memilikinya dan bisa dijadikan pacarnya ..

    umurmu masih muda, masih banyak wanita baik di sekelilingmu, tinggal bagaimana cara kamu mendapatkan cinta salah satu dari mereka..

    jadilah lelaki yg baik dan sopan, niscaya, banyak yg kesemsem dech sama kamu Sop heheheheh 😛

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s