[Foto] Kesalahan Ejaan

Bahasa itu unik. Kenapa? Karena bahasa ada penulisannya. Mungkin memang mudah mengucapkan, tapi sulit untuk menuliskannya. Berikut dua foto (klik untuk memperbesar) yang saya sendiri malah bingung, apakah benar seperti itu penulisannya?

Kios phone. Kenapa bahasa indonesia dan bahasa inggris digabung? Aneh… Lagipula, benarkah ada bentuk kata “kiospon“? Dulu waktu saya masih kecil, pernah juga melihat ada tulisan “kiospon”. Lalu, apa beda kiospon dengan wartel? 😀

Vaviliun dan dikontrakan. Kalo saya lihat dari KBBI online, gak ada yang namanya “vaviliun”. Yang ada adalah “paviliun”. Paviliun adalah:

pa·vi·li·un n rumah (bangunan) tambahan di samping rumah induk

Selanjutnya adalah “dikontrakan”. Apakah ini maksudnya “kontra“? Kalau penulisannya “dikontrakan” dengan satu “k”, maka benar yang dimaksud adalah “kontra“. Menurut KBBI online, kontra adalah:

kon·tra 1 a dl keadaan tidak setuju; dl keadaan menentang; 2 v menentang (pendapat dsb);
revolusi perlawanan terorganisasi thd gerakan politik revolusioner, dilakukan oleh orang yg menginginkan terjaganya kestabilan; — revolusioner Pol bertentangan dng atau menyimpang dr revolusi

Sebenarnya, jadi rancu juga kalo ditambah akhiran -kan…. 😐

Jadi, siapakah gerangan yang sedang dikontra (baca: ditentang) oleh paviliun tersebut? 😆  😆   *ngakak guling-guling*

*

Foto yang satu lagi ini membuat saya dan adik saya terbahak-bahak (bukan termehek-mehek). Foto saya dapatkan di jalan Setiabudi. Silahkan lihat fotonya (klik untuk memperbesar):

Pertanyaannya, siapa atau apa yang lagi ada di kontrakan? 😆     Ya ‘kan? Hebat juga, gak ada yang minta, tahu-tahu seseorang memberitahu bahwa ada di kontrakan jalan Setiabudi.

Penulisan yang benar, tentu “di”-nya digabung, dan dengan dobel “k”. Dikontrakkan.

*

Bahasa memang unik ya. Menarik juga tentunya. Salah ejaan sedikit, bisa membuat ngakak. Hehe…. :mrgreen:

—————————————————————————————————————————————————

Semua foto hasil jepretan sendiri.

190 Comments

  1. yeah! fotografer beraksi 😀 kadang sering gemes kalo liat tulisan yg salah di pinggir jalan, tapi maklum juga krn EYD kan ngga terlalu ditekankan sejak kecil, apalagi bahasa Ind banyak menyerap bahasa asing.. plus bahasa lokal yang 700 lebih itu

    Reply

    1. Ha ha ha …
      Anda sendiri tidak menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar mas …?!
      Ada ya bahasa ‘indo’ ? maksudnya ‘bahasa Indonesia’ barangkali ???

      Reply

      1. Istilah Indo juga kerap kali digunakan untuk menyebut “orang keturunan campuran yang blasteran”. Padahal menurut saya itu gak tepat. :mrgreen:
        Kalo blasteran ya bilang aja blasteran, ga usah “indo”. 😆
        Saya malah mikir penggunaan “indo” harusnya untuk orang indonesia asli. 😀

        Reply

    1. Kalau yang seperti itu dalam bahasa Jawa namanya ‘rura basa’ mas. Frase yang salah kaprah, tapi karena penggunaanya sudah meluas, maka dianggap tetap berlaku dan sah. Yang seperti ini bukan kesalahan bahasa mas, itu adalah bagian dari kekayaan bahasa itu sendiri.
      Hal ini berbeda dengan kesalahan yang ditulis Bang Asop yang merupakan kasus kesalahan menggunakan bahasa. 😀

      Reply

    2. Yang betul “air putih” itu bahasa yang sudah dibakukan ke dalam bahasa Indonesia. dan lebih tepat lagi disebut “air mineral” mas.. bukan “air bening” (itu malah salah kaprah).
      Sebelum mengoreksi kesalahan orang lain, koreksi diri sendiri terlebih dahulu.

      Reply

      1. jadi namanya sudah diubah lagi ke kandungan airnya?
        mkasudnya sekarang bernama air mineral = air yang mengandung mineral. aku dulu beranggapan dari warnanya. dia tidak berwarna jadi bening. jadi aku beri nama air bening. sumbernya pak Jayasuprana di kelirumologi intisari tahun 2000 -an. kalau sekarang udah ganti ya itu namanya kebenaran sudah berubah.

        Reply

  2. he..he.. saya saja sebagai orang bahasa juga belum bisa menerapkan EYD yang benar… :shy:

    Reply

  3. bener kang asop… di kota saya juga banyak kesalahan penulisan/ejaan yg terlihat konyol.. misal : juwal bengsin,serfis sepiyon dll … tapi klw dipikir lumayan lah buat hiburan di jalan 😀

    Reply

  4. 😆
    jadi inget ada salah satu toko jualan gas elpiji, ada tulisan gini “SEDIA ELFIJI” gede banget dipampang didepan 😆
    mungkin biar dikira fasih ngucapin huruf “F” 😆 😆

    Reply

  5. betul sekali, sering kita menemukan ‘kesalahan-kesalahan’ ejaan seperti ini, entahlah apakah ini sebab sang penulis yang kurang paham dengan EYD, ataukah sang pembaca yang terlalu ‘cerdas’ atau keduanya sama-sama nda sadar akan kesalahan ejaannya. Barangkali yang dikejar adalah yang penting sama mudengnya.

    Reply

    1. Kalo sama mudengnya, saya rasa gak berlaku untuk orang yang berilmu bahasa. 🙂
      Jelas sekali kesalahan penulisan, seperti yang saya sebutkan di atas, bisa membuat ahli bahasa tertawa terpingkal-pingkal. 😀

      Reply

  6. hahaa..kesalahan ejaan bisa berakibat fatal lho..banyak sekali yg saya temui,khusunya dibidang kerja saya… 😀

    Reply

    1. ‘dikontrakan’ sama siapa mas/mba ? memangnya pohon ada pro kontra-nya ya ? 😀
      ‘dikontrakkan’ kali ?

      Reply

  7. kalau kita memang berpedoman kepada KBBI makan banyak betul yang keliru…dan bikin ngakak. 😆

    itulah susahnya bahasa dan sastra Indonesia. :mrgreen:

    Reply

  8. sebenarnya penggabungan bahasa adalah suatu hal yang wajar, dan apabila digabungkan bisa menjadi nama yang unik dan label yang mudah diterima oleh telinga

    Reply

  9. 😆 siapa bilang pelajaran bahasa indonesia tidak penting? ini buktinya! :mrgreen:

    curiga kalau dirimu di tulis sama yang nulis vaviliun jadi ASOV hahaha …

    Reply

  10. sering sekali melihat gambar seperti ini. jadi tambah salut dengan jepang yang tetap kukuh dengan bahasanya sendiri, walaupun mulai dikomentarin oleh orang-orang asing karena orang jepang begitu ‘pelit’ menggunakan bahasa asing lain, meski itu adalah bahasa inggris. pokoknya kita orang asing yang dipaksa bisa menggunakan bahasa mereka. pyuhhh.

    Reply

  11. JIakakaaaa
    kalao yang begituan emang banyak mas dan selalu bikin ketawa atau senyum orang yang baru melihatnya…

    Reply

  12. Emang sih, menurut aku juga menyalahi, tapi yang menyadari akan kesalahan itu kan hanya sebagian, yang lbh parah lagi sudah tau salah masih aja digunakan bahasa tsb.
    Heeh.. Itu lah Indonesia
    salam kenal

    Reply

  13. huahakhahakhkahka,,,, ngakak QK bacanya… 😆

    itu yg di kontrakan pasti pohonnya sop… wkkwkwkw

    padahal cuma kurang “K”

    hasilnya dah gag keru”an.. ehehehhe….

    HIDUP!!! ^_^

    Reply

    1. Kalo itu benar, karena sebuah kata kerja diberi akhiran -an akan menjadi kata benda. Itu benar.
      Yang salah adalah ketika sebuah kata kerja diberi imbuhan untuk kalimat pasif, yang benar imbuhan di-kan, bukan di-an. 😀

      Reply

    1. Pokoknya dari setiabudi yang ada belokan menuju Budisari, dari situ aja turunin terus, nah di sebelah kiri sebelum hoka2 bento, nanti ada di situ. 😆

      Reply

  14. sebenarnya banyak penulisan yang salah kaprah
    seperti sekedar (seharusnya sekadar), merubah (seharusnya mengubah), dll
    nggak hanya oleh orang “biasa-biasa”, tapi juga oleh orang yang dianggap pintar dan terpandang.
    dan sepertinya sepuluh tahun ke depan bakal lebih parah, setelah bangsa 4l4y menguasai indonesia tercinta 😆

    Reply

  15. yg aneh kesalahan bhs inggris di spanduk sekolah
    bgmn ortu mau masukin anaknya ke sekolah spt itu, … atau cuma krn nggak mau rugi ganti spanduk?

    Reply

  16. ‘salah kaprah’ sangat wajar di negeri ini,
    saking banyaknya nyerap kata asing jadi bahasa indonesia
    jadi banyak yang terlihat rancu…tapi jadi lucu,,

    Reply

  17. banyak orang yang asal nulis tanpa tahu kaidah yang benar malah aa juga sahabat narabloger yang sering update dan sering juga salah nulis. seperti aku ini 😆
    salam hangat serta jabat erat selalu dari tabanan

    Reply

  18. salam kunjugan kembali dari saya 🙂

    Kali ini saya mau ber-iklan ria, Mas. hehehhe
    saya mau kasi tahu aja nih, Bos! Di bulan oktober yang akan datang akan diadakan acara di FISIP UI, krimOgraphy, festival/kompetisi filem dan fotography tentang Anak dalam perspektif kriminologi. Untuk lebih jelasnya, silakan lihat di sini http://krimography.wordpress.com/ atau di blog saya.
    silakan ikut berpartisipasi!

    Terimakasih! Hidup Bolgger!
    🙂

    Reply

  19. Vaviliun?

    mungkin yg nulis tuh orang dari suku tertentu. You know… kan ada suku di Jabar sana yg terkenal dengan inability-nya untuk melafalkan huruf P. paviliun jadi vaviliun deh, hehehe…

    Reply

  20. Di kontrakan.. gleghhh…
    sempet nelen ludah juga baca papan iklan itu… bingung bin gak abis ngerti… maksudnya gimana?? ada yang ngumpet di kontrakan kalee hehee… yah..masih saja banyak dari kita yg nulis kata-kata.. gak ngeri apa yg ditulisnya… kok bisa.. padahal sejak SD kan sudah diajarin nulis??

    Reply

  21. Wah, kalau ingin menggunakan bahasa yang baik dan benar jangan suka mencampuradukkan antara bahasa indonesia dan bahasa inggris. Kalau ingin menggunakan bahasa indonesia ya bahasa indonesia saja. Tapi kalau ingin menggunakan bahasa inggris ya bahasa inggris saja. Itu akan lebih baik dan akan memperjelas makna dan artinya

    Reply

  22. kalau pada kasus Kios Phone
    kurasa itu lebih kepada fungsi untuk menarik dan pembuatan istilah yang lebih memperhatikan aspek pemasaran agar lain dr yang lain bos..
    dan kurasa itu pas serta tepat.
    krn memang bukan dalam kajian bahasa Indonesia dia memaksudkan tulisannya itu tetapi untuk pemasaran..

    ini [mungkin] seperti konsep bahasa merek Anak Mas, Mie Goreng (benarkah Mie nulisnya Mie pakai huruf e sih? tolong dikonfirmasikan ya Sop :D), Handphone, Toko Handphone (gabungan Indo-Inggris), dst

    Reply

    1. Wah kalo kayak gini berarti semua orang bisa bikin istilah sendiri dong… 😦
      Saya juga masih bingung… kalo ada kiospon, kenapa ada wartel? Begitu juga sebaliknya, kalo ada wartel, kenapa harus ada kiospon?? ❓

      Hehe… mungkin terpengaruh penulisan dari Cina, jadi setahu saya emang menulisnya Mie. 😀

      Reply

  23. weh weh lama” kayanya setiap orang di Indonesia kudu bawa kmus besar bhsa indonesia neh biar tau ejaan…. 😆

    Reply

  24. ^_^

    makanya ane ogah masuk jurusan sastra or bahasa …

    cuz bahasa itu sifatnya dinamis tapi nggak jelas …

    EYD terkadang berubah jadi EYD yang di-gaul-kan … hehehe …

    afwan … ^_^

    Reply

  25. wah kalo itu , memang sering ngeliat bahasa-bahasa yang rancu. tapi cukup familiar ya. tapi kalo nulis koment harus sesuai eyd ga pak? bisa jadi karena kebiasaan saja akhirnya menjadi terbiasa. Tapi yang posting ini, nyampaikan ga ke yang nulis tulisan diatas. salam sehat ada artikel menarik berjudul problem-reproduksi-pria

    Reply

    1. Hehe, saya gak menyampaikan ini ke si penulis kesalahan2 di atas. Bisa jadi ini hanya jadi bahan olok-olokan aja. :mrgreen:
      Perihal menulis dengan EYD saat berkomentar, saya rasa bagi banyak narablog sulit, karena sudah terbiasa menulis dengan bahasa sms. 😀

      Reply

  26. wakwkakwa
    aku juga sering melihat hal serupa
    tapi biarlah itu menjadikan sebuah keunikan
    ckkckc
    😀

    Reply

  27. di pinggir jalan juga gw pernah liat tulisan ‘Jual Marmouch’
    penasaran benda apa yg dijual, gw deketin ternyata yg dimaksud itu marmut >_<

    Reply

  28. seringkali ditemukan tulisan seperti ini “rumah ini mau dikontrakkan”. kata “mau” berarti rencana dikontrakkan ini baru sebuah niat dan belum saatnya untuk dikontrakkan saat ini, bisa besok dan besoknya lagi.

    banyak sekali penulisan bahasa yang kita temukan di sekitar kita

    Reply

  29. lucu juga ya?? ntahlah belum ada kepastian tentang pronounce kios phone menjadi kiospon dalam bahasa indonesia, yang ada wartel alias warung telepon. Kalu di kontrakan itu mungkin kurang ‘k’ seharusnya dikontrakkan tetapi apanya ya yg dikontrakin??

    Reply

  30. haha, yang terakhir emang bikin ketawa
    bahasa memang unik
    sy juga termasuk orang yg sering sekali menggunakan fasilitas kbbi online
    hampir setiap saat

    Reply

  31. […] [Foto] Kesalahan EJaan #2 By Asop Leave a Comment Categories: Photo Release Tags: ejaan yang disempurnakan, EYD, kesalahan ejaan, lucu, penulisan, pijet, salah, salah tulis, sauto, warung telkom Foto-foto berikut ini saya dapatkan di kota-kota kecil sepanjang jalur Pantura. Saya lupa nama kotanya, yang pasti sekitar jawa tengah, yaitu Tegal, Pekalongan, dan Brebes.   Hanya sedikit sekali foto yang bisa saya dapatkan untuk kesalahan penulisan dan ejaan. […]

    Reply

  32. hahaha….bener banget….
    Sy pengen nulis tentang ini, tapi belum punya fotonya. Tiap kali liat iklan rumah dikontrakkan dengan salah ejaan, sy dan sahabat selalu tertawa dan menjadi guyonan sepanjang jalan. Benar-benar, masalah bahasa ini sangat menarik untuk dipelajari. Dan sy senang, kamu menjadi generasi muda yang peduli pada bahasa. 🙂

    Reply

  33. yang paling sering ku temui dan sampe sekarang kadang bikin ketawa adalah “sekok”,. padahal kan aslinya “shock” dari kata shock breaker maksudnya. hehe

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s