31
Aug
10

Omong Kotor dan Umpatan

Akhir-akhir ini, saya berpikir tentang gagasan baru. Gagasan ini mengenai omong kotor atau umpatan. 😀   Sebagaimana kita tahu, umpatan di setiap daerah berbeda menurut bahasa daerah masing-masing. Di Surabaya ada jancok (atau ditulis juga jancuk), nggateli (baca “e”-nya seperti “e” pada desa), matamu (iya, matamu, dengan penekanan di “ma-“, sering dibaca “muatamu” :mrgreen:). Di daerah jawa lain biasa dengan asu (terjemahan: anjing), dan sering kita dengar juga kata-kata lain seperti anjing, anjrot, anjis, anjrit, babi, dan banyak lagi kata-kata turunannya.  😛

Menurut KBBI dalam jaringan, umpatan berkata dasar “umpat“, yang artinya:

1um·pat n perkataan yg keji (kotor dsb) yg diucapkan krn marah (jengkel, kecewa, dsb); cercaan; makian; sesalan; umpatan: — dan puji tidak pernah bercerai, selalu ada yg mencela dan ada yg memuji; tindakannya itu mengakibatkan sesal dan — dr keluarga sendiri;
tidak membunuh, puji tidak mengenyang, pb baik celaan maupun pujian tidak perlu dihiraukan;
meng·um·pat v 1 mengeluarkan umpat(an); memburuk-burukkan orang; mengeluarkan kata-kata keji (kotor) krn marah (jengkel, kecewa, dsb); 2 mencerca; mencela keras; 3 mengutuk orang krn merasa diperlakukan kurang baik; memaki-maki;
peng·um·pat n orang yg suka mengumpat;
peng·um·pat·an n proses, cara, perbuatan mengumpat;
um·pat·an n 1 hasil mengumpat; 2 makian

Sekalian saya mau ngasih tahu, bahwa kata jancok itu sebenarnya dulu bukan untuk umpatan. Dulu, dulu banget, saya baca dari suatu sumber, jancok digunakan ketika kita kagum pada sesuatu atau seseorang. Jadi, contohnya ada lelaki kagum pada kecantikan seorang wanita. Maka dia bilang “Jancok, ayune rek…” (terjemahan: “alamak, cantiknya euy...”). 😀   Lama kelamaan, jadi bergeser deh, penggunaanya.

Nah, jadi, apakah gagasan saya?

Gimana ya, kalo kata-kata umpatan diubah, jangan menggunakan kata-kata yang udah biasa itu, gunakan kata-kata lain. Apakah kata-kata lain itu? Contoh: meja, kursi, pohon, belimbing, kucing, kambing, wedhus (terjemahan: kambing), dan semua kata-kata lain yang belum pernah digunakan untuk mengumpat. 😆   Jadi, ada orang kakinya terantuk ujung lemari, kesakitan sambil bilangWedhus! Lara cak!(terjemahan: “Kambing! Sakit tahu!“). Ada orang-orang lagi nonton konser, jingkrak-jingkrakan, mereka saling tubruk dan nyalahkan satu sama lain.

Pemuda I: “Eh, kucing lu ye, sakit bego!”
Pemuda II: “Buset, duren lu, gue yang sakit!”
Pemuda I: “Enak aja, elu yang nubruk napa elu yang sakit?”
Pemuda II: “Eh, gile, duren beneran lu ye, sini gue timpuk ama duren baru nyaho lu!”
Pemuda I: “Ayo siapa takut, sini mana durennye!?”

Dan, akhirnya berakhir dengan mereka berdua diamankan polisi. 😆

Contoh lain, ada seorang pemuda berdarah panas haus akan petualangan yang jalan di trotoar. Dia gak sengaja tertubruk bapak-bapak penjual sapu keliling yang agak tuli. 😀

Pemuda: “Meja kursi!! Pak, kalo jalan lihat-lihat dong!”
Penjual: “Hah? Maap Dik, saya gak jual meja kursi…”
Pemuda: “Saya ketubruk barang dagangan Bapak nih! Sakit, Pak! Kursi!!”
Penjual: “Hah? Saya emang jualan, tapi saya cuman jual sapu, gak jual kursi. Bisa lihat gak sih?”
Pemuda: “%$&**!^@…!!!”

Bagus, maunya nyalahin orang, malah terhina…  😎

*

Saya bikin postingan ini bukan berarti saya suka mengumpat. 😛 Ya, dengan berbangga hati, saya adalah orang yang bisa menahan umpatan. 😀 Kadang umpatan itu untuk menunjukkan eksistensi kita. Dengan umpatan, kadang bisa menggertak lawan bicara kita. Tapi gak jarang juga malah meruntuhkan karisma diri sendiri. Oke, mengumpat ketika kesal itu memang membuat hati lega, seperti ada beban yang udah keluar. Tapi, itu dosa. DOSA! Lidah gak akan bohong ketika nanti di hari perhitungan di akhirat. Kebanyakan mengumpat, bisa-bisa nanti dosa hasil mengumpat lebih banyak dari dosa-dosa yang lain. Menggunung! 😦

Saya hanya pengen usil aja, lucu jadinya kalo kata-kata yang tidak biasa dijadikan umpatan. :mrgreen:

Eh eh eh, umpatan meskipun diganti kata-katanya, tetep dosa ‘kan ya? ‘Kan niatnya tetap untuk mengumpat… 😀

—————————————————————————————————————————————————————-

Gambar di atas hasli bikinan sendiri. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.


Advertisements

175 Responses to “Omong Kotor dan Umpatan”


  1. 31 August 2010 at 07:30

    Satu setengah taun lalu saya malah pernah bikin postingan yg saya beri judul Lokalisasi…
    Bukan tentang umpatan, tapi justru saya maksudkan untuk melokalisir umpatan.
    Maksudnya bagi pembaca blog saya yang memang tak mampu kendalikan diri dan tetap ingin mengumpat, saya minta ditumpahkan di komentar blog saya, dengan harapan hanya terlokalisir disitu…
    Ramai juga tanggapan yg comment 😀

    • 31 August 2010 at 21:45

      hohohoho, sip juga itu.

      • 3 September 2010 at 09:16

        haaa.. jadi penasaran ingin liat postingannya pak marsu ;))
        yah, saya juga tidak suka mengumpat. takut dosa ah. drpd mengumpat org lain, mending mngumpat diri sendiri deh. biar lbh sadar diri.

  2. 31 August 2010 at 07:30

    daripada mengganti kata umpatan, lebih baik gak mengumpat sama sekali kan… 😀

    gua bilang mengumpat itu masalah kebiasaan aja. jadi kalo emang ada yang punya kebiasaan mengumpat, ya harus berusaha untuk berhenti.

    • 31 August 2010 at 21:42

      Hebat… Tapi Mas Arman masih inget dengan misuh ala Suroboyoan kan? :mrgreen:

      • 31 August 2010 at 23:58

        inget sih inget… tapi dari dulu saya gak suka misuh2 gitu ah… 😛

        • 1 September 2010 at 16:54

          Luar biasaaaaa Anda tidak seperti kebanyakan orang…

  3. 8 elvandro
    31 August 2010 at 07:31

    berarti kalo orang2 soleh/solehah bilang “astagfirullah, sakit tau” , versi aslinya tu “a**ing, sakit tau” ya?

    • 31 August 2010 at 21:41

      Yo gak lah rek, kok bisa menafsirkan begini, Ndro?

  4. 31 August 2010 at 07:56

    memang semua balik ke masalah tabiat, di keluarga juga mungkin ngaruh, bapak saya ndak suka mengumpat, dia lebih diem, tapi kemudian njotos…wwwwaaaaaaaaaaaaa malah parah..ndak sih…dari dulu di keluarga kami ndak ada yang sukak ngumpat, kalok ngupat sering :p

    • 31 August 2010 at 21:40

      Ngupat… apa itu??

      • 1 September 2010 at 06:22

        makan kupat Asooop.. 🙂

        • 1 September 2010 at 17:02

          Eh iya, benar, makan kupat. 😀

      • 1 September 2010 at 11:15

        makan kupat

      • 3 September 2010 at 09:17

        ooo makan ketupat thoo.. *barutahu

    • 2 September 2010 at 10:17

      Tunggu berbuka dulu.. MAsih siang nih.. 🙂

  5. 31 August 2010 at 08:17

    kalau bisa gak pake umpatan..
    mending gak pake umpatan kan…
    hadapi dengan senyuman aja.. 🙂
    paling parah pasang muka bego aja.. 😀

    • 31 August 2010 at 21:37

      Kadang umpatan itu untuk menunjukkan eksistensi kita. Dengan umpatan, kadang bisa menggertak lawan bicara kita. Tapi gak jarang juga malah meruntuhkan karisma kita. 😦

  6. 19 ER
    31 August 2010 at 08:29

    ada tuh temen ane kalo “mengumpat” pake kata “TIKUS” yg laen jadi ikutan jadi udeh jarang denger anjing :mrgreen:

    • 31 August 2010 at 21:35

      Wah saya belom pernah dengerin umpatan itu…. :mrgreen:

  7. 31 August 2010 at 08:43

    wew…. seneng bisa tau jenis2 umpatan 😆

    tapi bukankah lebih seneng lagi kalo ngga mengumpat 😛

    • 31 August 2010 at 21:31

      Loh, kok senang? Jangan dilakukan lho ya.

      • 1 September 2010 at 18:59

        ya iya.. mana saya tau umpatan2 orang disana,,,

        • 2 September 2010 at 21:27

          Hohohoho…. 😀

  8. 31 August 2010 at 08:59

    iya mas, tetep dosa kayaknya, sekalipun pake kata2 yg sangat-sangat halus,,,
    😀

    tapi btw, lucu juga deng kata-katanya diganti gitu 😆

    • 31 August 2010 at 21:30

      Lucu kan…?

  9. 31 August 2010 at 09:01

    Wah Mas emang bener, fenomena ini menyakitkan hati and memilukan, mas kalaw cerita ini di filemin keren kali

    Salam Hangat

  10. 31 August 2010 at 09:03

    Duluuuu.. waktu SMP, aku sering mengumpat.. biasalah pengaruh teman. Sejak SMA, aya menghentikan sama sekali umpatan2.. bahkan umpatan yang tergolong ringan.. misal “aseeem”.. “kecuutt” dsb..

    Kultur sosiologis *bener ga ya* Jogja yang notabene orang2nya halus dan mudah tersinggung membuat sedikit umpatan yang tidak bermaksud menjelekkan jadi ‘terasa’ menghina.. 😀 Daripada jadi panjang, lebih baik membuang jauh kosakata umpatan2 itu dalam diri.. ga ada baiknya menurut saya. 🙂

    • 31 August 2010 at 21:29

      Luar biasaaaaaaa…!!!

  11. 31 August 2010 at 09:05

    Wah Keren

  12. 31 August 2010 at 09:46

    dulu saya suka mengumpat , tp skrg dah tobat ^^

    • 31 August 2010 at 21:27

      Luar biasa…

  13. 31 August 2010 at 09:50

    Hehehe, idenya unik…iya, di beberapa daerah kata umpatan juga berkonotasi buat mengakrabkan sesama teman, bukan semata digunakan untuk bertengkar 😀
    Meja, kursi, belimbing… 😉

    • 31 August 2010 at 21:27

      Memang benar, di Surabaya kata “Cok” itu biasa disampirkan di akhir kalimat. Untuk mengakrabkan aja.

  14. 31 August 2010 at 09:54

    mengumpat sepertinya sudah jadi tradisi, susah untuk dihilangkan

  15. 31 August 2010 at 11:02

    ahhahahahha 😆 😆 😆

    lucu mas..lucuuuu…postingannya lucu sekaliiiiiiiiiiii 😆

    sedikit share… indah dulu pernah berkeliling kota…. dari yang kasar..sampe kasar banget….emang biasanya umpatannya kaya yang disebutin mas asop di atas..
    sampai akhirnya..
    indah sampai di kota solo..
    kota yang terkenal alus dan bersahaja…

    hihihi….
    kalau di daerah lain biasanya orang2 mengumpat dengan hewan2 berkaki empat…di solo..
    umpatan paling kasar itu.. “jangkrik” atau “jambu”

    :mrgreen:

    hihihihihi……

    saking alusnyaaa..jadi mengumpat pun menggunakan nama hewan jangrkik yang imut2… dan nama buah yang enak… :mrgreen:

    solo..oh….solo.. :mrgreen:

    • 31 August 2010 at 21:24

      Aaah ada yang mengerti juga akan lelucon yang saya keluarkan.. Makasih, Indah… 😳

      Iya juga ya, halus sekali Surakarta dan penduduknya….

  16. 31 August 2010 at 11:08

    hehehehehe…lucu juga..
    sudah membudaya kayaknya mas mengumpat itu..dan tergantung situasi dan kondisi penggunaan umpatan itu tadi..yang katanya mas asop bergeser maknanya sesuai sikon tadi..hehehe

  17. 31 August 2010 at 11:31

    wiiii mas nya mesoh wiii

    • 31 August 2010 at 21:44

      Opo ae se rek…

  18. 31 August 2010 at 12:15

    “Eh eh eh, umpatan meskipun diganti kata-katanya, tetep dosa ‘kan ya? ‘Kan niatnya tetap untuk mengumpat…” >> ini dari Al-quran ya?

    kadang.. gw emang sengaja mengeluarkan umpatan, padahal bisa ditahan. kadang emang gw tahan 😀

    • 31 August 2010 at 21:43

      Walah, gue sama sekali gak tahu kalo ini ada kemiripan dengan isi Al-quran.. 😐

      Masih sering kelepasan ya…

  19. 31 August 2010 at 12:26

    tergantung penggunaan dan cara pengucapannya sih. kata ‘matamu’ sering digunakan di lagu dan kalimat rayuan dan tentunya bukan umpatan.

    Pemuda : matamu begitu indah
    Pemudi : *PLAAAK!!!* tega sekali kamu (lari nangis, merasa terhina)
    Pemuda : ????

    ga mungkin kan ada kejadian kaya gitu ;))

    • 31 August 2010 at 21:41

      Walah walah, tidak mungkin!

  20. 31 August 2010 at 12:45

    Wailullikuli humajatilumajah.
    Celakalah org yg suka Mengumpat,bergunjing dan membicarakan kejelekan saudaranya.

    • 31 August 2010 at 21:40

      Bukan pake “J” tuh, tapi pake “z” kan…? 😀

  21. 31 August 2010 at 12:51

    Kalau bisa sih sebaiknya mengumpat jangan dijadikan kebiasaan, nanti lama-lama malah jadi budaya kan jadi celaka. Karena Tuhan tidak suka,….

  22. 31 August 2010 at 13:11

    Tapi kadang heny juga suka melakukan perbuatan buruk ini mas…apalagi ngmongin orng yg udah buat heny kesel 😦

  23. 31 August 2010 at 13:37

    jadi tulisannya jancok ya? hehe…
    aku denger kata – kata itu hanya beberapa bulan di surabaya

    • 31 August 2010 at 21:37

      Ada yang nulis itu, ada yang nulis “Jancuk”.

  24. 31 August 2010 at 14:17

    bisa2 nanti smua kata dalam bahasa indonesia jadi umpatan ya, hee … mudah2an bukan berarti bangsa Indonesia adalah bangsa tukang mengumpat. Mungkin mengumpatnya bisa diganti dengan hal2 positif, seperti : Pinter lu ! Ganteng Lu ! gt, hehe

    • 31 August 2010 at 21:35

      Sepertinya gak akan menjadi seperti itu lah…

  25. 31 August 2010 at 15:14

    Allah bersama orang yang sabar. Sabar aja dech…

  26. 31 August 2010 at 15:32

    wah mumpung bulan puasa mari kita menahan diri dari umpat mengumpat hehe..
    saya sih insyaallah gak suka mengumpat.. mau kata2nya diganti juga tetep aja gak baik kan niatnya jelek 😀

    • 31 August 2010 at 21:34

      Yoi, asal niatnya untuk mengakrabkan diri, kira2 gimana ya?

  27. 31 August 2010 at 15:41

    iya Sop
    dulu pernah ada yg mempelajari bentuk kebahasaan (sy g thu apa istilahnya, entah filologi atau linguistik) ga tahu lah..

    kata-kata umpatan itu sebenarnya adalah kata2 kekaguman spt OMG yg sinonim dg WTF

    Asui ig, arek wadon kui ayune pol.

    Bajirut Bajirut,,, mlakune marai motoku ilang ngantu je..

    bisa jug apnggilan sayang or keakraban..

    Su, (Asu_red) piye kabare Dab??

    wah, kabarmu piye Cuk ???
    wakakakaka

    • 31 August 2010 at 21:33

      Huahahahahaha, benar sekali.

  28. 31 August 2010 at 16:24

    Kembali ke definisi KBBI di atas, jadi tidak mungkinlah umpatan itu tidak berkonotasi negatif…. meja kursi, duren, kucing, wkwkwkw…. itu semua kan konotasinya positif… 😀

    Tetapi sepakat juga umpatan yang diganti kata-katanya tetap saja umpatan 😀

    • 31 August 2010 at 21:28

      Nah, makanya kita ganti makna umpatan menjadi sesuatu yang positif.

  29. 31 August 2010 at 17:23

    wah ada kata2 khas surabaya :mrgreen:
    mas asop,jasnya kemana,kok ganti baju lengan pendek ,hehehe…

    • 31 August 2010 at 21:27

      Lebih merakyat, Mas…

  30. 31 August 2010 at 19:42

    Walah Sob, kata-kata hewan ntu kasar juga kaleee… wedhus itu dah masuk kategori umpatan yang biasa. Saya kasih contoh hasil survei umpatan yang dah biasa (sebagian besar pake bahasa jawa):
    1. Nama Hewan: Asu (anjing), Jangkrik, Wedhus (kambing), Kethek/Munyuk (monyet), Bebek, Kebo (kerbau), Tikus, Kucing, Gajah, Kingkong
    2. Nama anggota tubuh: Matamu, Lambemu (bibirmu), Udhelmu (pusermu), Raimu (wajahmu), Jidatmu (dahimu), Bokongmu
    3. Nama anggota keluarga: Mbahmu, Mbokmu/Makmu (ibumu), Bapakmu, Bebe’mu (bibimu)
    4. LEBIH SADIS! Anggota keluarga dengan tambahan: Makmu kiper, Mbahmu ngesot

    Inilah seni mengumpat… (sumber twitter)

    • 31 August 2010 at 21:26

      Ya ya, saya tahu itu semua dari salah satu kaos Cak Cuk Surabaya. Saya punya cukup banyak kaosnya. 😀

      Tapi saya bener2 belum pernha tahu ada misuh “Kucing” dan “gajah”. 😉

      • 2 September 2010 at 18:12

        ini mungkin efek mereka yang juga sepemikiran dengan kamu. mengubahnya dengan kosakata lain….

  31. 31 August 2010 at 20:20

    Dosa pasti tercipta selama manusia hidup, nggak dari umpatan ya dari yang lain…

    • 31 August 2010 at 21:25

      Tapi tidak menutup kemungkinan dosa dari umpatan menumpuk bahkan melebihi dari dosa yang lain. Ingat, apalagi kalo mengumpat udah jadi kebiasaan dan sering kebablasan.

  32. 67 Planet Reath
    31 August 2010 at 21:28

    jadi ingat postingan saia yang udah lama mengenai umpatan juga :mrgreen:

  33. 31 August 2010 at 21:32

    mengumpat kadang juga baik dalam beberapa alasan, misal untuk mencegah hal yg menjurus kepada kejahatan yg lebih besar 😉

  34. 31 August 2010 at 22:42

    haha ! kata ibuku, itu gak baek kalo di ucapin . gak becik . 🙂
    suu.. asu.. we neng ndi ?
    neng kene lo cok ! matamu neng ndi ?
    e.. joh ! yo wes . nggatheli we kii..

    • 1 September 2010 at 16:52

      Muaaaantab Suroboyoan tuenan!

  35. 31 August 2010 at 23:12

    umpatannya macam2, haha 😀

    • 1 September 2010 at 16:53

      Oh jelas itu.

  36. 1 September 2010 at 00:37

    banyak yang menghaluskan umpatannya agar tidak terlalu kasar, tapi tetap saja yang kelaur dari hati ya umpatan juga

  37. 1 September 2010 at 00:40

    selamat pagi.

    hahahaha.
    JANCOK begitu familiar untuk daerah Malang, Surabaya, dan sekitarnya.

    mungkin kalo mengumpatnya jadi Astogfirullah gak dosa kali.

    terima kasih dan mohon maaf

    • 1 September 2010 at 16:56

      Walah, jangan jadikan “Astaghfirullah” sebagai umpatan… 😦 Itu bukan umpatan, itu permohonan pengampunan diri lho…

  38. 1 September 2010 at 05:37

    Wah, Janc*k digawe kagum.. tahun kapan itu mas?? hehehehe.. aku kug baru dengar ya??

    • 1 September 2010 at 16:59

      Mungkin sekitar tahun 50-60-an…

  39. 1 September 2010 at 05:57

    kalo umpatan wedhus, saya sering liat di sinetron Para Pencari TUhan,
    umpatan khas-nya pak RW disitu hehe

    walau lebih bagus lagi ya mengeluarkan kata2 yg bagus,
    misalnya : Keren Kau ! gitu
    atau mending mingkem sekalian :mrgreen:

    • 1 September 2010 at 17:00

      …kayaknya lebih baik mingkem ya.

  40. 1 September 2010 at 07:09

    Wah.. mengumpat bisa jadi kebiasaan kang Asop.. seperti orang latah mungkin ya.. kalau sudah terlalu sering..:D

  41. 1 September 2010 at 07:38

    eh, dasar Jeruk lu!
    hehe..
    tapi malah lucu ya kalo umpatan hewan diganti sayuran apa buah gitu,
    apalagi diganti pake nama2 tokoh kartu mungkin,
    jadinya:

    eh, dasar spongesbob lu! hiihii

    eh, tapi umpatan itu tak selamanya jadi umpatan, bahkan umpatan bisa menunjukkan sebuah keakraban, mau umpatannya seperti apa pun, kalau niatnya gak ngumpat, berarti gak dosa dong?

    cmiiw

    • 1 September 2010 at 17:08

      Uhehehehehe, iye gue suka jeruk! 😆

      Iya, memang kadang begitu, bisa menunjukkan sebuah keakraban. Ngomongnya emang kotor, tapi ga ada maksud menghina ya.

  42. 83 b43r
    1 September 2010 at 08:48

    astagfirllah kata nenek saya gak boleh ngumpat mas 😀 nanti saya bisa di jewer ni 😀 hehhee

  43. 84 b43r
    1 September 2010 at 08:49

    eh bang 😀 saya baru tau klo jancok itu seperti kata kagum yang anda tulis alamak itu… 😀 itu taun berapa ya ? pasti saya belom lahir deh… 😀

    • 1 September 2010 at 17:09

      Udah jadul banget, mungkin sekitar tahun 50 dan 60-an. 😀

  44. 86 b43r
    1 September 2010 at 08:53

    Strike 😀 3 kali 😀 hehehe salam kenal mas asop tukeran link ya 😀

    • 1 September 2010 at 17:13

      Monggo sampe lebih dari tiga kali juga boleh. 😆

      Ayo kita tukeran link. 😀

      • 88 b43r
        1 September 2010 at 18:29

        sudah saya masukkan linknya mas :d

  45. 1 September 2010 at 09:23

    Sebagai orang Surabaya, bahasa Jancok, bermakna dua, sebagai umpatan kekesalan dan bisa sebagai sapaan yang menggembirakan.. 😀

    salam, shutter dari Aziz Hadi

    • 1 September 2010 at 17:10

      Benar sekali! ^__^

  46. 1 September 2010 at 10:00

    kata-kata umpatan sebaiknya diumpetin aja hehehe.

  47. 1 September 2010 at 12:49

    ngumpat yah teteup aja ngumpat….
    mo gimana2 klo dah niat juga dosa….
    tp klo di ganti misalnya jadi babi, juga bakal ada yg kesinggung. =))
    yg ga kesinggung tp umpatannya nyambung gimana yah ???

    • 1 September 2010 at 17:02

      Yang gak kesinggung tapi umpatannya nyambung? Hehehehe, kayaknya ga bisa…

  48. 1 September 2010 at 12:50

    asu sekarang diplesetin jadi afu…. 😀

  49. 1 September 2010 at 13:10

    ya tetep dosa lah…dasar timun!!! 😀

    • 1 September 2010 at 16:59

      Timun emas!!

  50. 1 September 2010 at 13:24

    aku ra melu ngumpat deh ahaha….. weleh… wes berubah2 bahasa’ne.. walah masa sih Sob jancok bukan ngumpat org hhe… tahun brp tuh ya …..

    • 1 September 2010 at 16:58

      Dulu banget, mungkin sekitar tahun 60-an.

  51. 1 September 2010 at 13:27

    ah, jendela lo..!!! kirain gw lo mo ngomong apaan, ternyata dagang meja ama kursi, kenapa gak rumah aje sekalian??? hihihi… 🙂

    nice idea sop, tapi tetep dosa kayaknya,, Astaghfirullah…. 🙂

    • 1 September 2010 at 16:57

      Huahahahahaha, awas jangan keterusan jendelanya..

  52. 1 September 2010 at 13:55

    kreatif bro artikel anda cukup menambah wasan saya tks

  53. 1 September 2010 at 14:38

    0h ya,baru inet., pernh denger kata spt ne:”MBEL GeDES..”,trus ada atu lg:”G0mbale Mukiyo.”. (mukiyo tuh s0daranya siapa?)

    • 1 September 2010 at 16:55

      Kalo “Mbel gedes” saya pernah dengar waktu SMP dan SMA. 😀
      Kalo Mukiyo itu saya gak tahu…

  54. 1 September 2010 at 15:01

    lebih baik istighfar saja…….. kasian binatang2 dan buah2an itu gan…… mereka ga salah apa2 ikut kesebut2….. tapi emang puas banget sih bagi sebagian orang kalo dah menyebut kata2 itu…… ga ada tekek kadal pun jadi……. tapi enakan istighfar……. 😀

    • 1 September 2010 at 16:54

      Luar biasaaaaaa…

      • 2 September 2010 at 18:49

        ket mau luar biasa terus ndesss,,,,, 😀

        • 2 September 2010 at 21:30

          Iku pujian rek.

  55. 1 September 2010 at 15:03

    lucu juga kalo kata katanya di ubah 😆

    • 1 September 2010 at 16:53

      Sangat lucu. Tapi dosanya gak lucu.

  56. 1 September 2010 at 15:24

    wah..jangan ampe deh mengumpat..ntar malah jd kebiasaan..

    kalo diganti kaya gitu..tetap aja ga bagus ahh.. 😉

    • 1 September 2010 at 16:53

      Iya lah, emang tetep aja umpatan kan..?

  57. 1 September 2010 at 16:41

    ..
    Ide lu ada-ada aja sop..
    Kadang orang emosi udah gak bisa kontrol ngomong apa..
    ..

  58. 1 September 2010 at 17:46

    lebih bagus lagi kalo mengumpat pake bahasa yang cuma dimengerti diri sendiri hihi

  59. 1 September 2010 at 21:35

    waaaaaaahhh br tahu asal mula kata jancook hahahahahahaha……………salam persahabatan sob

    • 2 September 2010 at 21:28

      Jadikan ini sebagai ilmu.

  60. 116 nayyirnensi
    1 September 2010 at 22:05

    omg you got alotta coments

  61. 1 September 2010 at 22:14

    hwahahaha mengumpat itu terdengar lucu tapi terasa menyakitkan hahaha

  62. 2 September 2010 at 00:00

    :0

  63. 2 September 2010 at 00:14

    hahahahahahhaha…………….

    itu, meja kursi nya lucu amat…. 😆

    • 2 September 2010 at 21:36

      Asik, lucu ya….

  64. 2 September 2010 at 03:40

    yang terpenting jangan suka mengumpat, apapun bahasanya… 🙂

  65. 2 September 2010 at 04:12

    hahahah nggateli ni 😀
    up malah ikutanngumpat 😛

  66. 2 September 2010 at 05:07

    Meski berawal bukan dari sebuah umpatan tapi kalau dibiasakan mengucapkan dengan nada emosi dan amarah, lama-lama akan menjadi sebuah kata umpatan. Seperti wedhus itu, mestinya nama hewan (kambing) tapi diucapkan dalam bahasa jawa. Sekarang pengunaan wedhus juga sama dengan setan, Jambul (plesetan dari jancuk) dan kalau di tepatku namanya naskleng. :mrgreen:
    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • 2 September 2010 at 21:38

      Memang harus hati2 dalam menjaga mulut dan perkataan ya Mas….

  67. 2 September 2010 at 05:43

    Jika saya berkata ” Jancurit, isih urip kamu “. Itu bukan mengumpat, tapi omongan khas Suroboyo/Jombang sbg tanda ke akraban.
    Kata-kata itu juga tak semua orang memakainya, termasuk saya sangat jarang menggunakan kata2 itu dan sejenisnya.

    Kata : Jancuritz, jancuk, bedhes, dengkulmu anjlog, ususmu mbrodhol, bathukmu atos, dll akan menjadi janggal jika diganti dengan kata : ” Klanting, Soto, Getuk, sabun, dll.

    So, ya sudahlah , itu sudah mapan dan menjadi ciri kok nduk.Jangan diganti lagi, entar malah nggak sedep.

    Mimik dan intonasi serta lagak gaya orang yang mengucapkan akan menentukan apakah jancuritz itu tanda akrab atau marah.

    Salam sayank selalu dari Surabaya

    • 2 September 2010 at 21:35

      Iya Pakdhe, emang ga semua misuh itu untuk melecehakn ato merendahkan lawan bicara. Malahan bisa mengakrabkan diri.

  68. 2 September 2010 at 10:09

    Paling banter aku nek ngumpat gini “Dasar, bebek laut!! Gak tau diri banget tuh orang!”
    Dah gitu aja.

    Tapiii dari pada mengumpat lebih baik mengumpet aja 😀

    • 2 September 2010 at 21:40

      Duh Mbak, halus sekali… 😳

  69. 2 September 2010 at 10:58

    Hahaha, memang sekarang hobinya anak2 suka mgomong yg gitu-gitu, tapi kadang malah bukan untuk mengumpat, tapi untuk menunjukan keakraban..hehe, aneh..

    • 2 September 2010 at 21:40

      Mungkin memang dari dulu kata-kata itu untuk keakraban. 😉 Jadi gak aneh sebenernya… :mrgreen:

  70. 2 September 2010 at 11:13

    mengumpat itu enak kalo pada tempat dan waktunya
    hahaha 😀

    • 2 September 2010 at 21:41

      Jangan lupa, harus ada objeknya, jangan mengumpat sendirian. 😆

  71. 2 September 2010 at 12:12

    habis baca ini jd pengen mudik oe, salam kenal

  72. 2 September 2010 at 12:35

    ganti aja umpatan “bodoh” dengan “pinter” “kurang ajar” dengan “keren banget lu…!” , boleh nggak Sop…..!

    • 2 September 2010 at 21:34

      Hmmm… ehem *batuk*

      Ini tanya apa memerintah, kok pake tanda baca seru?

  73. 136 hellgalicious
    2 September 2010 at 14:38

    kalo setau saya sih kata jancuk itu berasal dari kata ancuk/di ancuk/disetubuhi/ditiduri
    pokonya kata katanya kasar banget deh

    kalo saya sendiri seri ng banget mengumpan dengan kata asem
    hehe

    • 2 September 2010 at 21:31

      Hooooo Prof Hellga dari Surabaya ya? Saya lupa….

  74. 3 September 2010 at 02:37

    kalu gue ngumpat biasanya pake : Geezz atau Jesus Christ! keras2 lagi hahaha 😆

    • 4 September 2010 at 03:46

      Wah, kayak di pilem2 aja lu. 😆 😆

  75. 3 September 2010 at 02:42

    oh yah sedikit mau berbagi tentang umpatan. kalu sobat maen ke makassar, pasti terkaget2 dengan umpatan khas mereka. gue lahir disana namun besar di surabaya dan bandung jadi steril dari pengaruh bahasa daerah di sana yg benar2 kasar.. that’s why they got their name, makassar 😆 coba masa ada umpatan yg mengarah ke *maaf* jembut ibu?

    • 3 September 2010 at 07:06

      saya punya teman dari makassar yang sedang belajar di surabaya. dia juga mengungkap umpatan2 yang ada di sana. dari segi arti, menurut saya memang kasar, tapi dari segi pelafalan dan pengucapan, punya surabaya lebih mantab karena ada penekanan di suku kata tertentu… 😆

      • 4 September 2010 at 07:22

        Benar sekali!! Surabaya is #1!!! 😀

      • 6 September 2010 at 15:05

        dia ngeluarin umpatannya yg biasa kaleee.. bukan yg super duper itu wkwkwkwk.

    • 4 September 2010 at 03:45

      Ngeri ah…. 😦

  76. 3 September 2010 at 08:08

    Hahaha.. bisa aja!..
    Blogmu heboh juga ya.. anak muda banget 😀

    rgds,
    blogger tua 😀

    • 4 September 2010 at 07:21

      Oh, saya emang masih muda. :mrgreen:

  77. 3 September 2010 at 09:23

    hmmm.. sebenarnya masih ga ngerti. umpatan bisa menggertak lawan bicara?? kayak gimana tuh pak?

    • 4 September 2010 at 07:16

      Yaaa menggertak, biasanya buat orang yang bertengkar. 😉

  78. 3 September 2010 at 10:46

    sudah menjadi trend juga dikalangan remaja 😉

  79. 3 September 2010 at 10:59

    hihihii, saya jadi malu.. sering kena umpatan..
    “Put, cakep banget! Lo!! dasar cakep!!”
    😀

    • 4 September 2010 at 03:46

      Mengumpat ke diri sendiri itu aneh lho, Put… 😆

  80. 3 September 2010 at 11:44

    malah aku dapet umpatan ehhh ada farusganteng..ya ilah masa cantik kan ga mungkin..hehe
    🙂

    • 4 September 2010 at 07:14

      Huahahahaha narsis juga ya… :mrgreen:

  81. 3 September 2010 at 13:20

    seru juga tuch mas kalo makek kata – kata hewan atau benda buat mengumpat, jadi lucu. :mrgreen:

  82. 3 September 2010 at 14:40

    kadang saya masih suka mengumpat, tp dalam hati aja sih.. :mrgreen:

  83. 3 September 2010 at 14:57

    “Pentol celup lu!!”

    suer sop, artikel loe gokil abez. .

    • 4 September 2010 at 07:13

      Gue anggap ini pujian. 😆

  84. 3 September 2010 at 17:43

    kalau mengumpat keren juga ya pake kata2 alus..biar ga kesel lawan bicaranya..
    kapan2 ta’ coba ah..hahaha

  85. 3 September 2010 at 22:06

    postingan yang sukses bikin denuzz ngakak …
    bagus juga tuh ide mengganti kata-kata umpatan … api kalo bisa sih jgn sampe deh mengumpat … gak bagus … dosa pula…
    ya gak???

    salam akrab dari burung hantu …

    • 4 September 2010 at 07:22

      Pokoknya mengumpat itu dosa! 😀

  86. 4 September 2010 at 05:02

    Kalo buat lucu-lucuan, nyebut sayur emang gokil! :))

  87. 5 September 2010 at 08:27

    Tapi gak jarang juga malah meruntuhkan karisma diri sendiri. Oke, mengumpat ketika kesal itu memang membuat hati lega, seperti ada beban yang udah keluar. Tapi, itu dosa. DOSA! Lidah gak akan bohong ketika nanti di hari perhitungan di akhirat. Kebanyakan mengumpat, bisa-bisa nanti dosa hasil mengumpat lebih banyak dari dosa-dosa yang lain. Menggunung! 😦

    >> BETULLL….!

    • 7 September 2010 at 22:42

      😀

  88. 6 September 2010 at 00:08

    kalau pas lagi becanda mungkin orang lain bisa nerima ya…
    tapi liat situasi dan kondisi juga sih…
    jangan sampai saat yang kurang tepat, pasti lawan bicaranya jelas akan MARAH BESAR…

  89. 8 September 2010 at 15:00

    ANJRIT!!!! ngakak bacanya,,,,!!! upzzz….QK nggak lagi mengumpat loh sop… 😆
    berarti maksudnya gimana ya??? memakai kata” umpatan tapi bukan dengan maksud mengumpat???

    hmm,,,, memang lebih baik nggak mengumpat daripada bingung itu sebuah umpatan ato cuma untuk menambah keakraban :mrgreen:

    HIDUP!!! ^_^ <<< ini aja lah…. 😛

    • 9 September 2010 at 13:41

      Hehehehehe, saya pengen mengganti umpatan dengan kata2 yang tidak biasa. :mrgreen: Ya seperti di atas itu. 😉

  90. 17 September 2010 at 08:07

    “kucing lu ye!”
    hihihi.. aku malah seneng kalo diumpat ky gitu.. meeooong :3

  91. 30 September 2010 at 14:45

    temen saya ada yang suka mengumpat dengan menggunakan nama lembaga atau nama artis, atau bahkan nama temen sendiri.
    Contoh:
    kepada temen cowok yang ganjen ke cewek-cewek dia bakal bilang “wah, Ariel banget sih lo!”
    kepada temen yang ga pedulian dia bilang “DPR lo!”
    kepada temen yang telat dia bilang “dasar, Joko juga lo…” *Joko adalah teman lain yang juga sering telat, no offense ya buat yang namanya Joko*

    Buat saya ini cara yang lumayan lucu meskipun after all tetap berupa umpatan. hehe 😀

    • 30 September 2010 at 16:00

      Huahahaha! Kereeeen!

  92. 30 September 2010 at 18:23

    ah.. saya suka mengumpat.. jadi malu.. ahahahahaaa..

    • 30 September 2010 at 20:19

      Kalo begitu, mari kita ubah diri kita. 😀

      *sama saya juga kadang2 kelepasan* 😳

  93. 5 October 2010 at 15:18

    SAYUR ASEM! SINGKONG! DAUN TALAS!

    Lu ngerti nggak sih wa lagi bete gini lu malah nyeramahin wa?!

    SATE LOE! Jangan sok tahu deh mana dosa apa enggak! Gua muak sama orang yang beraninya ceramah lewat internet, dasar POHON BERINGIN! SALAK! BAYAM!!

    ……………..
    ………………….
    ………………………

    …gimana, kedengaran kayak ngumpat nggak? 8p

    • 5 October 2010 at 15:30

      Jujur, saya bingung… 😆 😆

  94. 174 miyosi chan
    25 October 2010 at 08:00

    lhoh lhoh dek, kamu kok ngerti, orang jawa ya….

    ehmm iya jg sihhh

    aku sering denger umpatan J***** pas di malang dulu dan ternyata kata2 mutiara J* di sini g ada, ehmmm

    • 25 October 2010 at 08:32

      Lho lho, aku dari lahir sampe SMA di Surabaya, Mbak!
      Omongan gitu pas SMP udah jadi santapan telinga sehari-hari… :mrgreen: Saya gak ngomong lho ya… 😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 972 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: