17
Nov
10

[Film] Beneath Hill 60: Film Perang Buatan Australia

Yap, akhirnya kembali menulis. 🙂

Soal mengulas anime, saya udah pernah bahas di posting-an ini, yang ini, posting-an ini, atau ini. Silakan ketik kata kunci anime di kolom search di widget saya jika ingin melihatnya (masih ada banyak lagi), atau pilih kategori “anime” dari pilihan kategori yang juga ada di widget. 😀  Tapi, sayangnya, saya baru sekali menulis perihal film di sini. Itupun udah lama, tentang pilem “The Game Plan”. Monggo lihat di sini. 😀

Film yang mau saya bahas di sini adalah Beneath Hill 60, film bertemakan perang dan drama buatan Australia. Banyak pendapat yang bilang bahwa ini adalah film perang terbaik asal negeri Kangguru tersebut. 🙂  Film ini berdasarkan kisah nyata seorang tentara Australia (sebenarnya dia insinyur tambang) dan sebuah grup pimpinannya yang berada di bawah naungan 1st Australian Tunnelling Company. Mereka ditugaskan untuk membantu pasukan Inggris dan Sekutu dalam sebuah peperangan di daratan Perancis dan Belgia, tepatnya di sekitar Ypres. Masa perang adalah Perang Dunia I, tahun 1915 sampai 1917.

Awalnya, saya beli pilem ini secara kebetulan, nggak ada niat awal untuk beli ini. Seperti biasa, saya datang ke toko DVD bajakan tanpa ada rencana mau beli apa (yang menyebabkan saya lama berada di sana). Saya tertarik beli ini karena gambar sampulnya, dan memang saya sejak dulu suka film bertema perang dan yang banyak aksi tembak-tembakan. Saya suka sekali film perang modern semacam Saving Private Ryan (mantap gilaaa!), Black Hawk Down, Flags of our Fathers, Letters from Iwo Jima, Green Zone, The Hurt Locker, sampai Behind Enemy Lines. Bahkan film perang kolosal dan perang zaman medieval-pun saya suka. Contoh, Braveheart, 300, Centurion, Lord of The Rings, dan The Last Samurai. Jadi, koleksi pilem perang saya bertambah. 🙂

Sedikit Pendahuluan

Saya benar-benar gak kenal aktor-aktris dan jajaran kru film ini (salah satunya karena saya bukan movie freak). Pastinya, setelah saya cek di imdb.com, ternyata sutradara (Jeremy Sims) dan penulis cerita (skenario, David Roach) berasal dari Australia. Begitupun tokoh utamanya, Brendan Cowell, juga asli Aussie. Setidaknya cocok lah main di sini… 😀

Setidaknya, yang dapat diunggulkan dari pengalaman kru adalah dari set decorator (seseorang yang bertanggung jawab atas semua dekorasi film untuk dalam maupun luar ruangan, lihat di sini untuk lebih jelasnya). Sang dekorator, Rolland Pike, telah berpengalaman menjadi dekorator set dalam film ber-genre perang, seperti The Thin Red Line, The Great Raid, bahkan serial mini The Pacific dia juga yang menangani dekorasinya. Itu semua bukan film sembarangan. Semuanya dapat rating yang bagus di imdb.

Perang di film ini nggak seperti Perang Dunia II yang digambarkan heboh dan terjadi di areal terbuka atau di puing-puing perkotaan. Pada Perang Dunia I, peperangan berupa perang parit (trench). Jadi, kedua belah pihak yang berperang menggali parit panjang dan cukup dalam untuk tempat para tentaranya bersembunyi. Di parit itulah semua hal dilakukan, mulai dari kantor komando, gudang peluru, barak prajurit, sampai menembak musuh pun dilakukan dari situ. Yang namanya parit, ‘kan menggali tanah. Ketika hujan turun, jadilah becek dan lembab. Makanya, menurut yang pernah saya baca dulu di sebuah majalah, sebagian besar korban yang tewas di medan perang bukan karena terkena peluru musuh, tapi karena penyakit yang menyerang akibat parit-parit kotor itu. Kolera, diare, penyakit kulit, sampai TBC, semua lengkap. Karena kedua belah pihak menggunakan sistem parit (yang memang didesain untuk bertahan), makanya perang jadi lama dan akhirnya buntu. Muncullah jalan keluar baru, yaitu dengan cara menggali lubang ke dalam wilayah musuh (tepatnya ke “bawah” wilayah musuh) untuk meledakkannya dari bawah. Tenang aja, kerjasama sutradara Sims dan dekorator Pike menghasilkan set parit dan terowongan bawah tanah yang luar biasa. Saya dibuat terpana dan berpikir, “jadi begini ya perang jaman dulu…”  🙂

Sedikit jalan cerita

Film ini beralur maju-mundur, setting film bolak-balik memperlihatkan tokoh utama dalam keadaan di medan perang dan waktu sebelum ke medan perang. Tokoh utama film ini adalah Oliver Woodward, seorang insinyur/ahli tambang (mining engineer) biasa yang baru pulang dari Papua. Tahun 1915 dan 1916-an, perang besar di eropa lagi memasuki masa-masa buntu. Kedua belah pihak (Jerman dan Inggris) udah bertempur mati-matian, jutaan nyawa melayang. Nah, Woodward dipanggil pulang ke Australia untuk direkrut menjadi tentara, dan ditugaskan untuk bergabung dengan sebuah kompi rahasia Australian Tunnelling Company. Mengagetkan, dia cuman dapet waktu dua minggu untuk latihan, dan langsung dikirim ke medan perang. 😀

Di film ini juga ada kisah cinta, gak melulu perang-perangan. Woodward memiliki pujaan hati, seorang teman (tentunya wanita) yang lama-lama berbuah rasa cinta, Marjorie Waddell namanya (lihat penampakannya di bagian cuplikan gambar di bawah). Sebelum pergi ke medan perang, dia melamar Marjorie, dan senangnya, keluarganya setuju. 🙂

Kembali ke medan perang, akhirnya Woodward dikirim ke Perancis. Dia memimpin pleton kecil, semua anggotanya dari Australia. Grup kecil ini disebut tunneller… apa ya bahasa Indonesianya… Pokoknya mereka ini penggali terowongan, tugasnya ya menggali, seperti yang saya sebut sebelum ini di atas, bahwa model perang beralih ke peperangan bawah tanah. Berhubung Woodward orang baru, awalnya ada rasa ketidakpercayaan pada Woodward.  Semua anggota masih segan dan sungkan. Apalagi, ternyata pasukan Inggris sendiri juga menaruh rasa tidak suka pada para tunneller ini (saya nggak ngerti kenapa…). Tapi, dalam suatu misi malam hari, Woodward bersama dua anggotanya berhasil meledakkan satu titik pertahanan pasukan Jerman, yang udah lama ditekan Inggris (dan gak behasil-berhasil juga sampai kedatangan para tunneller ini). Mulai momen inilah, Woodward dihormati oleh anggotanya, dan pletonnya disukai oleh pasukan Inggris.

Kesenangan ternyata hanya sebentar. Woodward (yang pangkatnya naik jadi kapten) dan grupnya dipindah ke Belgia, tepatnya ke sebuah bagian yang konon katanya paling berdarah, paling kejam, disebut Hill 60. Di sini, para tunneller harus mepertahankan jalur bawah tanah (yang panjang, dalam, dan berlika-liku) yang menuju tepat di bawah wilayah lawan (tentara Jerman). Kenapa sebegitu pentingnya jalur bawah tanah ini? Rupanya, ada sebuah rencana besar. Tertanam 19 bom yang ada di sepanjang jalur tersebut. Grup Woodward harus melindungi sistem jalur tersebut sampai ada perintah untuk memulai ledakan.

Yah, yang namanya di bawah tanah, apalagi dalam keadaan perang, berada di sana cukup mengerikan. Getaran-getaran tiada henti dari ledakan senjata berat, apalagi selalu ada penggenangan air dan lumpur, seakan-akan membuat sistem bawah tanah itu bisa roboh sewaktu-waktu. Tapi tenang, ternyata Woodward udah menyiapkan rencana, rencana yang gak diduga-duga oleh pasukan Jerman yang ternyata mulai mengetahui aktivitas tentara sekutu. Apa rencana itu? Gimana nasib para tunneller anggota grup Oliver Woodward? Mari tonton sendiri pilemnya. 😀

Pastinya, setelah peperangan ini usai, sebagai balasan atas baktinya pada 1st Australian Tunnelling Company, Oliver Woodward mendapat Millitary Cross, sebuah penghargaan yang hanya empat orang Australia (termasuk Woodward) yang pernah mendapatkannya. Di akhir film juga ditulis, bahwa 19 bom yang meledak itu merupakan ledakan man-made terbesar di dunia hingga saat ini. Ledakannya terasa sampa di London dan Dublin.

Sedikit Kutipan dari Film

“53.000 pounds of ammonal high explosive. 8.000 of guncottons….. 500 feet down there is a caterpillar mine. That one’s 70.000 pounds. There’s 21 of them. We’ve undermined the whole of the Messines Ridge, nearly a million pounds of ammonal…. You know, when this thing blows, it’ll be the biggest explosion the world’s ever seen.”

– Mayor Brady North –

“…he hasn’t been to the surface in three months.”

– Kapten McBride kepada Kapten Woodward, perihal Mayor North –

Sedikit Cuplikan Gambar

Berikut saya berikan cuplikan gambar dari dalam film. (silakan klik untuk menuju ukuran aslinya)

Sang tokoh utama, Oliver Woodward, saat kinclong dan kumus-kumus

Kerja… kerja!!

Sang pujaan hati, Marjorie Waddell

Kapten William McBride dan Mayor Brady North

Begini banyaknya air di bawah tanah…

Jadi…

Film keluaran tahun 2010 ini cukup bisa memuaskan rasa lapar saya akan film perang ber-setting Perang Dunia. Mesklipun aksi tembak-tembakannya minim, tapi perjalanan Woodward dan anak buahnya cukup menghibur. Pantas ditonton pas ada waktu senggang, dan pasti bermanfaat untuk menambah wawasan sejarah Perang Dunia I. 🙂

———————————————————————————————————————————————————————————————–

Gambar sampul resmi diambil dari sini, sisanya hasil snapshot sendiri. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

141 Responses to “[Film] Beneath Hill 60: Film Perang Buatan Australia”


  1. 18 November 2010 at 00:06

    eh, PERTAMAXX gak ya?? 😀

    • 18 November 2010 at 11:10

      Anda pertamax. 😀

      • 3 Sang Penjelajah Malam
        18 November 2010 at 23:49

        gak premium? 😀

        • 19 November 2010 at 09:08

          Gak ah, motor saya pake pertamax.

      • 20 November 2010 at 06:10

        Per apa ya, soalnya koment-nya di buntut, 😀 😀 😀

        • 20 November 2010 at 14:47

          Datengnya telat sih ya…. 😆

  2. 18 November 2010 at 00:11

    Ternyata suka sama yg bajakan juga ya mas Asop??
    hehe,, manusiawi kok ^__^

    Dari potongan gambar di atas sepertinya seru juga Filmnya, bolehlah di coba-coba,,
    Thanx,

  3. 8 elvandro
    18 November 2010 at 01:01

    wa…

    jadi kepingin nyari deh…kapan2x ah, kalo sempet mampir ke toko DVD ato nemu link t*rr*ntnya…hihihi….

    btw, tunneler = penerowong

    hahaha…

    • 18 November 2010 at 11:14

      Nah itu dia, aku gak nemu kata yang cocok buat arti tunneller, Ndro… 😀

  4. 18 November 2010 at 04:59

    (Maaf) izin mengamankan KEEMPAX dulu. Boleh, kan?!
    Jarang nonton film buatan Australia.

    • 18 November 2010 at 11:14

      Sama, saya juga. 😀

  5. 18 November 2010 at 08:03

    saya malah jadi inget film berjudul Australia yang ada cerita jaman PDII 😕

    mungkin kalau ada kesempatan donlot atau ada temen yang punya bisa dicoba nonton ini 😀

  6. 18 November 2010 at 09:17

    gag suka film Perang Sop….tp suka berperang 🙂

    • 18 November 2010 at 11:19

      Hahahaha, ini sih gak adil namanya. 😆

  7. 18 November 2010 at 09:41

    mo coba liat filmnya ah…

  8. 18 November 2010 at 09:42

    film yg menarik untuk ditonton

  9. 18 November 2010 at 10:17

    Oo..Oliver Woodward yg baru pulang dari Papua toh..gue pernah lihat dia di tugu McArthur 😀

    • 18 November 2010 at 11:17

      …..apaan tuh, ga ngerti… :mrgreen:

  10. 18 November 2010 at 10:51

    aku jadi tertarik nih. melihat gambar-gambar itu, jadi pengen liat filemnya
    kayaknya dari gambarya filemnya bagus, karena aku suka filem-filem yang seperti itu.

  11. 18 November 2010 at 11:13

    nice review! lengkap banget!

    ngomong2, Australia benua yg dekat sekali dengan negara kita, tapi kenapa baru kali ini saya baca soal film dari Australia.. :mrgreen: (film Australia tidak dihitung karena pastinya itu buatan Holywood.)

    apalagi, ternyata pasukan Inggris sendiri juga menaruh rasa tidak suka pada para tunneller ini (saya nggak ngerti kenapa…).

    konon, dulu para pelaku kriminal dari Inggris banyak sekali yang dibuang ke Australia.
    Hingga beberapa dekade sebelum ini, di dataran Eropa bahkan Amerika (padahal leluhur orang Amerika modern juga orang Inggris yang kabur menggunakan Mayflower), orang Australia sering dijadikan bahan lelucon..

    • 18 November 2010 at 11:23

      Aaaaaaaaaah makasih pencerahannyaaaaa! 😥 😥

      Jadi begitu ternyata… kasihan Australia, buangan… 😦

      • 18 November 2010 at 11:53

        Sob,ente bermain dengan “kata kunci” ngerti maksud saya kan? 🙂 ini pelajaran yg bisa diambil dari strategi perang (dlm tulisan)ini,bukan? 🙂 *jangan buat sumber menjadi tidak nyaman*

        • 18 November 2010 at 12:42

          ……sumber…. sumber apa ini maksudnya..? ❓ ❓ ❓

      • 18 November 2010 at 16:24

        si Woodward maksudnya 🙂 buat org Australia bangga membaca artikel (dalam bahasa Indonesia)ini,biar mereka juga bangga menceritakan pilem kita, “kuntilanak beranak dalam kubur” misalnya 😀

        • 18 November 2010 at 19:24

          Ah, pilem kita yang bisa dibanggakan cuman dikit…. paling cuman “Laskar Pelangi” doang…. 😦

  12. 18 November 2010 at 11:44

    yaaah, bunda gak gitu suka film perang 😦
    lebih suka drama atau thriller malahan
    ( seleranya emak2 sekali ya … hahahaa) 😀 😀
    salam

    • 18 November 2010 at 19:18

      Hehehe, selera yang normal, Bun. 😆

  13. 18 November 2010 at 13:25

    wah, pas banget tuh sama kesukaan film ku. aku malah sering nonton film perang… 🙂

    • 18 November 2010 at 19:22

      Aduh, nontonnya hati2 ya, Dan, jangan dianggap serius…

      • 20 November 2010 at 18:40

        oiya, makasih saranya… kunjungi blogku dong… hehe 😀

  14. 18 November 2010 at 13:30

    saya suka pelem kolosal dan perang2an, hmmmmmm.. kapan ya bisa nonton pelem ini???

    • 18 November 2010 at 19:22

      Ayoo sesegera mungkin, Bun. :mrgreen:

  15. 18 November 2010 at 14:56

    saya nunggu di RCTI, kapan ya? 😛

    • 18 November 2010 at 19:23

      Wah, kalo nunggu tayang di tipi kita mungkin lima sampai sepuluh tahun lagi. 😆

  16. 18 November 2010 at 15:16

    saya ga suka pelem perang-perangan tp kalo itu kisah nyata lain lagi.
    mungkin kalo mampir ke tukang dvd mau beli.

  17. 18 November 2010 at 17:17

    Saya lebih suka ketika mas asop membuat posting2 tentang anime :p

    • 18 November 2010 at 19:26

      Oke, saya usahakan saya ngebahas anime lagi.

  18. 18 November 2010 at 17:43

    Sudah beredar bro?
    Mas asop nonton di cakram DVD?

    • 18 November 2010 at 19:18

      Udah, Pak, saya lihat via dipidi. 🙂

  19. 18 November 2010 at 18:26

    Huaaaaa, aku pingin nonton…

    Selalu ada pesan moral di balik Film2 seperti ini…

    • 18 November 2010 at 19:27

      Yap, ada pesan moralnya. 🙂
      Gak saya tulis di sini, biar cari tahu sendiri habis nonton.

  20. 18 November 2010 at 18:49

    tapi aku nggak begitu suka film perang, aku suka Film2 thriller ama drama yg sarat akan makna gitu…

    • 18 November 2010 at 19:27

      Eh, pilem thriller saya juga suka!

  21. 18 November 2010 at 21:01

    Gan… kunjungan…. Mau tukar link dengan saya. 🙂

    • 19 November 2010 at 08:53

      Cuman ngunjungi posting-an ini doang? 😦

      Boleh, ayo tukeran taut.

      • 20 November 2010 at 22:24

        link ya mas sudah tak pasang… 🙂 .. Pasti tak kunjungi post yang lain tow../ 😀 hehe

  22. 18 November 2010 at 22:51

    saya mau coba cari yang bajakan aja ah
    hahaha 😀 😀

  23. 18 November 2010 at 23:11

    segera mencari DVD bajakannya juga ah,,
    sepertinya bisa nyamain saving private ryan sop,,

    • 19 November 2010 at 08:45

      Wah, menurut saya masih belum bisa nyaingin Saving Private Ryan, Mbak. Itu jauh lebih baik. 😀

  24. 18 November 2010 at 23:29

    alo salam kenal 🙂
    btw tukeran link yuk 😀
    ditunggu kabar baiknya ya 🙂

    • 19 November 2010 at 09:04

      Salam kenal juga!
      Sip, ayo kita tukeran taut.

  25. 18 November 2010 at 23:37

    Wah, jadi pengin nonton. Ada yg udah upload filmnya gak ya? Coba cari ke cinema31 ah..
    klo gak ya terpaksa, ngikut teman2 di atas, cari bajakan.

    Oh ya mas, salam persahabatan dari Tegal.
    Saya bakal sering mampir mari nih. Jangan sungkan2 ya kalo saya sampai merepotkan. Hehehehe

    Oh ya, tukeran link yuk. Saya sudaj pasang link. Mas. maaf merepotkan.

    • 19 November 2010 at 09:07

      …..”jangan sungkan2 ya kalo saya sampai merepotkan”….??

      mungkin maksudnya “maafkan saya kalo sampai merepotkan” gitu?
      Pemakaian kata “sungkan” yang membingungkan, menurut saya.

      Salam kenal. 🙂

      Ayo tukeran taut. 🙂

      • 19 November 2010 at 10:57

        Tautannya hanya admin yg bisa lihat mas.
        Serius.

        Soalnya ada beberapa rahasia sih.
        Hehehehehehe..

  26. 18 November 2010 at 23:43

    Film yg kaykany bakal bikin jantung deg-degan nih..
    Kapan2 hunting DVD bajakannya ah..

    BTW, salam kenal mas. ^___^

    • 19 November 2010 at 09:08

      Salam kenal! ^__^

  27. 57 ahsanfile
    18 November 2010 at 23:43

    Selamat malam…

    Udah ada streamingnya belom yah ? hi hi hi… pengin tahu kualitas film australia kayak apa ?

  28. 58 Sang Penjelajah Malam
    18 November 2010 at 23:55

    udah saya pasang linknya

    • 19 November 2010 at 09:02

      Tautan blog ini? Oke, kita tukeran taut.

  29. 19 November 2010 at 00:12

    kek nya seru juga film nya …

  30. 19 November 2010 at 06:47

    apdet banget lu bro…

    • 19 November 2010 at 09:09

      Apdet apaan pilem maksudnya, Mbah? 😀
      Kalo apdet blog Mbah sekarang lebih rajin dari saya.

  31. 19 November 2010 at 07:06

    saya lebih senang dengan film science fiction. film perang terlalu kejam, apalagi yang dibuat oleh hollywood. sebrutal apapun mereka, pasti seakan-akan mereka manusiawi.

  32. 19 November 2010 at 08:44

    orang australia juga bisa bikin film to? masuk box office nggak?

  33. 19 November 2010 at 08:52

    maaf Om Asop saya ga bisa komen ni soale ga suka film perang nih…

  34. 19 November 2010 at 09:56

    Pa Kabar Asop? Moga kamu baik-baik saja 🙂
    Saya baru sempat BW nih…..

    Dari latarnya sepertinya saya suka film ini.
    Sudah lama banget gak nonton film perang… aku suka film perang macam yang pernah diserikan di TPI dulu, “Combat in Color”… 🙂

  35. 19 November 2010 at 10:29

    lho isinya koq ngak ada nih posting? apa internet sy yg lemot? 😀
    bagi2 dong filmnya… ntar kalo ke bandung ngopi ya.. haha

  36. 19 November 2010 at 10:55

    salam kenal kang asop.. weblog yang menarik.. 🙂

  37. 69 Cahya
    19 November 2010 at 12:41

    (oot) yang versi mobile terbaca kok Mas.

    • 19 November 2010 at 13:10

      Makasih banyak, Mas Cahya…. 🙂

  38. 19 November 2010 at 12:42

    wow jadi penasaran ni sama film tersebut

    • 19 November 2010 at 14:30

      sama mas andank..
      saya jg jadi penasaran.. di rental dvd dah ada blm yaa

      • 20 November 2010 at 14:28

        Kalo rentalnya update banget ya kemungkinan besar udah ada. 🙂

  39. 19 November 2010 at 14:36

    ini berarti film baru mas? kok keluaran 2010?
    dari alurnya sih keren.. ntr coba liat² dl di IDWS.. sapa tau dah ada link downloadnya

    • 20 November 2010 at 14:27

      Yap, baru. Tapi DVD-nya udah keluar.

  40. 19 November 2010 at 15:41

    link downloadnya gan 😀

    • 20 November 2010 at 14:30

      Wah maap saya nggak tahu, ini saya via DVD, makanya gak saya kasih taut unduhnya. 🙂

  41. 78 birulangit
    19 November 2010 at 16:56

    Wah, asik dong filmnya. btw itu ngeliat cuplikan gambarnya emang kayanya keren sih 😀

    • 20 November 2010 at 14:34

      Maunya saya kasih lebih banyak lagi, tapi nanti keberatan loading-nya.

  42. 19 November 2010 at 18:13

    wAH……,gue banget nih, Film dengan Genre kayak gini.Thanks tuk Info dan resensi nya ya bang,lumayan nih buat tambahan koleksi filmku.berburu Link download nya dulu ah…….., 😆

    • 20 November 2010 at 14:34

      Silakan, mau DVD juga bisa, udah keluar dan udah bagus gambarnya. 🙂

      • 20 November 2010 at 16:01

        beli kasetnya mahal bang,udah gitu aku tu mudah bosenan.heheheh 😆
        mending donlot za bang, murah meriah trus kalo udah bosen hapus deh. :mrgreen:

        • 21 November 2010 at 22:18

          yoi, tapi tergantung juga berapa lama donlotnya. 😀 Kalo lama banget sampe ngabisin duit langganan internet (ato pulsa) ya mending beli dipidinya. :mrgreen: Cuma 5000.

  43. 19 November 2010 at 19:38

    sepertinya filmnya bagus nih, besok cari deh dvd nya di kaki lima….
    saya juga suka film perang plus action tembak-tembakan, Saving Private Ryan favorite saya.

    oh ya, ngomongin perfilm-an Australia, kayaknya mang gak terlalu terkenal banget di Indonesia (atau mungkin saya yang gak tau), kalo yang terkenal malah bintang film berkewarganegaraan australia kayak Mel Gibson, Nicole Kidman, Hugh Jackman, yang main film-film Holywood.

  44. 19 November 2010 at 19:48

    Mas link udah di pasang.. coba di check… jika mau ganti achor namanya bisa hub saya.. 🙂

    • 20 November 2010 at 14:44

      Sip, saya liat dulu ya. 🙂

  45. 19 November 2010 at 20:08

    wah sepertinya gak usah nonton filmnya, semua dah masuk disini..
    makasih bro.. 🙂

    • 20 November 2010 at 14:52

      Lho, kan belum nonton ending-nya… 😆

  46. 89 deadyrizky
    19 November 2010 at 21:52

    mulai dari Saving Private Ryan sampe Apocalypse Now, aku selalu suka banget nget nget dengan film perang! It gives me thrill and blood!

    • 20 November 2010 at 14:50

      Yeaaaaah! War movie is the best!

  47. 19 November 2010 at 23:08

    covernya keren…
    boleh nih dijadikan bahan hunting…
    thanks referensinya, kakak
    🙂

    Salam BURUNG HANTU

  48. 20 November 2010 at 01:27

    nunggu donlodannya aja hahaha
    reviewnya lengkap mas 😀 soalnya kan dah nonton y xixi

    • 20 November 2010 at 14:48

      Monggo, saya gak tahu tautan unduhnya, ini saya nonton via dipidi soanya. 🙂

  49. 20 November 2010 at 05:24

    wew lengkapnya reviewnya.. jadi ga usah nonton ah cukup baca ulasannya disini.. hehe

  50. 20 November 2010 at 06:12

    Filmya menarik mas …
    bisa jadi referensi film yang harus ditonton …

  51. 20 November 2010 at 07:25

    panjang juga resensinya
    dan cukup menarik dr penjelasannya..
    kepikiran untuk segera menuju cinema31.blogspot untuk download. klo sudah ada.
    hahahaha

    palagi based on true story..
    like this!

    masih suka beli DVD (meskiun bjkn) ya..
    dah lama g beli. terlalu mengndlkan download

    oke, segera berburu dulu…Gan

    • 20 November 2010 at 14:46

      Iya dong, namanya juga resensi. 🙂

  52. 20 November 2010 at 08:15

    nyari dvd nya di kota kembang aaaaah.. 😀

    • 20 November 2010 at 14:46

      Iya, emang di Bandung masih banyak DVD bajakan… :mrgreen:

  53. 20 November 2010 at 14:51

    Saya kurang suka sih tipe film kayak gini’
    tapi kok kayaknya menarik yaaaa 🙂

    • 21 November 2010 at 22:17

      Coba deh. 😉

  54. 20 November 2010 at 15:19

    dan saya benar-benar ga suka film perang yg banyak tembak-tembakannya, bikin pusing ehehehe

  55. 103 Psikolog Dewasa
    20 November 2010 at 19:47

    jadi penasaran sama filmnya. kebetulan saya juga penggemar film perang.
    terima kasih referensinya, mas.

  56. 20 November 2010 at 20:57

    filmnya durasinya lama gak, sop? 😉
    saia bkn movie freak, aplg film perang..
    kalo ntn film, trtma film kyk gini seringnya saia ketiduran di tgh cerita… 😦

    • 21 November 2010 at 22:29

      Wah, saya lupa. 😳
      Mungkin sekitar dua jam kurang lah… 🙂

      Wah, aneh ya, hebat, kok bisa tidur di tengah suara dentuman ledakan dan rentetan peluru. :mrgreen:

  57. 20 November 2010 at 22:13

    Wah baru sekarang liat review filmnya asop 🙂

    keliatannya filmnya bagus juga

    • 21 November 2010 at 22:30

      Ehehehe, pengen juga nih rutin mengulas pilem. 😀

  58. 21 November 2010 at 08:45

    Wah, kalo film perang, aku mundur teratur deh.
    Menurutku film perang adalah film yang paling menyedihkan bahkan bila dibandingkan film romance. Apalagi bila ‘based on true stories’ 😦

  59. 21 November 2010 at 10:58

    wow
    film buatan Australia juga gak kalah keren ya

    Maaf baru sempat blog walking lagi 🙂

  60. 110 Tari-ssi
    21 November 2010 at 13:31

    walopun gak gitu suka film hollywood, tapi kalo cerita perang… pastinyempetin nonton dech, soalnya suka banget lihat efek pengambilan gambarnya keren biasanya.

  61. 21 November 2010 at 14:42

    jadi pengen nonton neh,..

  62. 21 November 2010 at 20:40

    berhubung dvd di rumah ngak ada lagi ya terpaksa nunggu di TV aja 😦

    • 21 November 2010 at 22:34

      Wah, nongol di tipi dalem negeri bisa2 beberapa tahun lagi. 😀

  63. 21 November 2010 at 20:58

    Kayaknya oke juga yah mas filmya.
    Jadi pengen nonton deh 😀
    Apalagi film perang, kebetulan suka banget dengan film bergenre tsb.
    Mudah2’an aja DVD-nya udah ada di emperan toko Jayapura 😆

    • 21 November 2010 at 22:35

      Sip, moga udah ada di sana ya! 🙂

  64. 22 November 2010 at 06:08

    cocok sehabis ntn saving private ryan (baru aja nonto,hihih)….ulasannya mantap bro…mantenign terus dah 😀

    • 23 November 2010 at 23:15

      Nah, Saving Private Ryan fantastis ‘kan? :mrgreen:

  65. 22 November 2010 at 10:13

    link downloadnya sudah keluar belom ya?
    keren nih pileem

    • 23 November 2010 at 23:14

      Prof Hellga, tautan apa dulu nih, tautan unduh langsung apa torrent-nya? 😀
      Kalo tautan torrent monggo cari di thepiratebay.org, tapi kalo taut unduh langsung (DDL) saya gak tahu… 😳

  66. 22 November 2010 at 11:54

    Ga suka pilem perang, tapi kalo yang fiksi-fantasi kayak LOTR atau 300 sih suka…
    Eh, Sop, ceritain endingnya japri yah, hihihi… 😆
    *penasaran juga*

    • 23 November 2010 at 23:13

      Ah, pilem kolosal sih saya juga suka bangeeeeeet. 😳

      Mbak, “japri” itu apa sih? ❓

  67. 22 November 2010 at 12:26

    seru kayaknya nih ^_^

  68. 22 November 2010 at 13:45

    kapan film nasional punya kualitas yg kayak gini?!!!….
    biar saya aja yg jadi pemeran utamanya 😀 hehehe….

  69. 22 November 2010 at 14:05

    wuih ini susah cari filmnya.. tpi kliatannya bgus bgt… mau 😦

    • 23 November 2010 at 23:12

      Di Surabaya kan ya?
      Kalo di Bandung DVD bajakan masih leluasa terbit. :mrgreen:

  70. 22 November 2010 at 17:44

    “war leave scar”
    satau-satunya film perang yang saya suka The lord of the ring.
    hihi bukan film perang kayaknya kalo yang itu
    :mrgreen:

    • 23 November 2010 at 23:12

      Wah, LoTR itu pilem kolosal, saya juga suka banget entu genre…. :mrgreen:

  71. 22 November 2010 at 21:47

    Ulasannya keren gan, mendetail dan lengkap bgt…tapi kok pertamaxnya di embat sendiri ya…kagak kebagian deh yang lain… 🙂

    • 23 November 2010 at 23:11

      Pertamaxx diembat sendiri?? Salah lihat ente. 😛

  72. 23 November 2010 at 07:43

    Berkunjung…

    apa kabar?

    • 23 November 2010 at 23:11

      Lagi-lagi… Hanya iniiiiiii? 😯

  73. 23 November 2010 at 08:45

    bisa ne. ntar pinjem film ne di rental .. 😀

  74. 133 abidfamasya
    23 November 2010 at 16:47

    wow… saya lumayan suka sih sama film perang, kayak yang disebutkan sebelumnya.

    SAving privat ryan, Green zona, apalagi bourne trilogy (perang nggak yah?)

    Cool…

    nambah list film dah..

    • 23 November 2010 at 23:08

      Ehem.. *batuk*
      Kalo ketiga serial Bourne itu mah pilem aksi ama thriller… 😆

  75. 23 November 2010 at 21:21

    gagal pertamax.
    *bahkan jauh dari pertamax*

    udah bisa di download belom ya?
    *nyari yg gratisan

    • 23 November 2010 at 23:06

      Euh, saya gak tahu.. 😳
      Kalo mau ngunduh via torrent sih gampang, cari aja file torrent-nya di thepiratebay.org. Kalo yang ngunduh langsung (DDL), jangan tanya saya. 😀

  76. 23 November 2010 at 21:35

    Sop. lg ujian po?
    ga update2..!

    • 23 November 2010 at 23:03

      Hehehehe, iyo mas, biasanya saya nge-post tiga hari sekali. Hahaha, sekali2 begini. 🙂

  77. 29 November 2010 at 18:10

    udah download film ini dari beberapa bulan lalu, tapi belum sempet nontonnya…nice review bro, bikin saya inget kalau saya udah download film ini… 🙂

    • 29 November 2010 at 22:14

      Ehehehe, saya beli DVD-nya. 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 976 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: