19
Jan
11

Tokoh Lintas Agama?

Saya bingung dengan sebuah frasa yang baru-baru ini banyak dikumandangkan di tipi, koran, dan internet. 😐

Entah saya yang kurang baca koran atau kurang ilmu berbahasa, tetap saya nggak sreg dengan istilah “Tokoh Lintas Agama”. Poin yang saya ragukan adalah kata lintas. Sebagai awalan, saya tampilkan cuplikan makna dari tokoh dan lintas yang saya ambil dari KBBI daring (dalam jaringan, Bahasa Indonesia untuk online, jangan bingung lagi ya :D).

1to·koh n 1 rupa (wujud dan keadaan); macam atau jenis: — bulat spt uang ringgit; pesawat terbang yg baru dibeli itu sama — nya dng B-25; 2 bentuk badan; perawakan: melihat — badannya, banyak orang menyangka ia adalah seorang pegulat; 3 ki orang yg terkemuka dan kenamaan (dl bidang politik, kebudayaan, dsb): ia adalah seorang — politik yg disegani; 4 Sas pemegang peran (peran utama) dl roman atau drama;

lin·tas n trayek: — Jakarta—Bandung;
akal dapat diterima oleh akal; masuk akal; pikiran; — alam olahraga jalan kaki, jalan cepat atau lari yg melewati pedesaan, sawah, gunung, sungai, hutan, dsb; — budaya pertemuan antara dua budaya atau lebih yang berlangsung secara cepat; — komputer El jalur pd disket tempat informasi direkam; — pintas selalu pergi datang, keluar masuk, dsb; lalu lalang; — selatan melintas; melalui daerah selatan; — udara 1 (diangkut) melalui udara; 2 jalur lalu lintas penerbangan;
me·lin·tas v berlalu dng cepat: tiba-tiba seekor ular ~ di hadapannya; 2 menempuh jalan yg tersingkat; memintas; 3 menyeberang (jalan dsb); 4 tampak (terbayang, teringat, dsb) sekejap: terkadang bayangan wajah ibunya yg telah tiada ~ dl ingatannya;
lin·tas·an n 1 gerakan melintas; 2 jalan yg dilintasi atau dilalui; 3 tempat penyeberangan; pelintasan; 4 Fis tempat kedudukan titik-titik yg dilewati zarah atau sistem zarah yg bergerak; 5 Olr daerah sepanjang kolam renang yg dibatasi dng tali sbg pemisah dr lintasan lain;

Menurut uraian di atas, jika kita menulis “tokoh agama” akan bermakna orang yang terkemuka dan kenamaan di bidang agama. Saya membuat arti ini dari penjelasan “tokoh” nomor 3.

Perhatikan deretan makna lintas di atas. Salah dua makna lintas identik dengan “menyeberang” dan “pertemuan antar dua hal”. Jika kita menambahkan kata lintas ke tengah tokoh agama, akan jadi apa maknanya? Menurut tangkapan saya, maknanya jadi orang terkemuka dan kenamaan yang mempertemukan dua agama atau lebih, atau orang yang memiliki ilmu pengetahuan mengenai dua agama atau lebih. Nah, makna-makna tangkapan saya inilah yang membuat saya nggak sreg dengan penggunaan “tokoh lintas agama”. Maknanya jadi rancu. 😐

Mengapa nggak “Tokoh Agama” aja? Saya rasa lebih pantas menulis “Pertemuan Tokoh-tokoh agama dengan Presiden SBY…” ketimbang “Pertemuan tokoh lintas agama dengan Presiden SBY…”, karena inti dari undangan Pak SBY tersebut adalah mengundang para tokoh agama dan ahlinya untuk berdiskusi. Itu saja.

Entahlah, ini menarik, karena mungkin narablog sekalian ada yang setuju-setuju aja dengan “Tokoh Lintas Agama”. Gimana dengan pendapat narablog sekalian? 🙂

*
Sekadar info, berikut beberapa laman portal berita dan blog yang memuat “Tokoh Lintas Agama” ketika ditelurusi via google. Ada KOMPAS, Media Indonesia, DetikNews, Tribun News, Antara News, dan Kompasiana.

*

Mari kita koreksi sama-sama penggunaan bahasa sehari-hari kita, yang di media cetak maupun di media elektronik.

———————————————————————————————————————————————————

Cuplikan gambar di atas dipotong dari sini. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

91 Responses to “Tokoh Lintas Agama?”


  1. 19 January 2011 at 00:32

    Ha ha…, bahasa bukan hanya masalah leksikalitas, namun juga kelumrahan :D. (angkat bendera putih).

  2. 19 January 2011 at 00:47

    pertamax kah? hehe

    • 19 January 2011 at 00:49

      Gagal ternyata, ga liat komen mas Cahya

      ahahaha awalnya biar keren, biar judulnya agak panjang wkwkwkwk

    • 19 January 2011 at 18:43

      Sayang sekali gagal… 😐

  3. 19 January 2011 at 08:30

    berkunjung pagi ketempat sahabat… semoga hari ini lebih menyenangkan dari hari2 sebelumnya…

  4. 6 wiwin9
    19 January 2011 at 08:37

    apa mungkin diartikan tokoh2 agama dari semua daerah ya???!!!!(lintas jawa,sulawesi,kalimantan,sumatra) *asaal*

    • 19 January 2011 at 18:43

      entahlah… 😐

  5. 19 January 2011 at 09:21

    untung aja bukan tokoh lintas dunia…
    hohoho… 😆

    • 19 January 2011 at 18:42

      hohoho…. 😛

  6. 19 January 2011 at 10:29

    Maksudnya tokoh-tokoh itu melintas agama atau agama melintasi mereka ya?
    wkwkwkw
    ga nyambung aku…

    • 19 January 2011 at 18:41

      Nah, pemakaian kata yang kurang tepat itulah yang menyebabkan Debby bingung. Saya pun bingung. 😎

  7. 19 January 2011 at 11:22

    Hehe bener juga ya? Kalo ‘lintas’ itu sama ga dengan ‘antar’? Cukup rancu memang. Aku setuju dengan Asop, sebaiknya tokoh agama saja, lebih tepat seperti itu. 🙂

    • 19 January 2011 at 18:40

      😉

  8. 19 January 2011 at 11:23

    hmmm.. mata saya baru terbuka setelah membaca postingan anda.
    ternyata banyak sekali kalimat yang “keliru” di sekitar kita

    • 19 January 2011 at 18:40

      Sangat banyak. 😐

  9. 19 January 2011 at 11:48

    Sangat setuju bos!

  10. 19 January 2011 at 13:11

    saya kurang mengerti mengenai tata bahasa, mungking sehari-hari hanya berkecimpung di dunia teknik..

    sepertinya harus sering baca-baca surat kabar nih untuk membiasakan berbahasa indonesia yang baik dan benar.

    (btw.. mas asop sering memperhatikan hal-hal detail ya?…)

    • 19 January 2011 at 18:38

      Haha, saya suka memperhatikan. 😆

  11. 19 January 2011 at 13:15

    mungin maksudnya, tokoh lintas (satu saja) agama, artinya tidak hanya satu agama, jadinya disingkat lintas agama…ntah lha… bahasa journalistik kadang sudah mendarah daging, sampe gak sadar salah atau benar, tapi ngerti..hihiihihihi

    • 19 January 2011 at 18:38

      Hihi, bahkan para kuli tinta pun membutuhkan kursus berbahasa yang baik ya. 🙂

  12. 19 January 2011 at 13:21

    EYD nya harus dibenerin lagi ??

    • 19 January 2011 at 18:37

      Bukan ejaannya, tapi penggunaan kata yang tepat. 😉

  13. 23 Dismas
    19 January 2011 at 15:17

    wah, saya ndak pinter berbahasa yang baik dan benar mas… Jadi ga ngomen apa – apa dah… xixixi 😀

    • 19 January 2011 at 18:36

      Mari mencoba, hitung2 belajar untuk UN. 😀

  14. 19 January 2011 at 15:31

    *bingung*
    hadeuh. mas asop kayaknya sering banget memperhatikan sesuatu …

    • 19 January 2011 at 18:17

      ….karena memperhatikan sesuatu itu menyenangkan. 😆

      • 20 January 2011 at 02:28

        😮

  15. 19 January 2011 at 16:09

    setuju banget sop..
    kayanya gimanaaa gitu kesannya kalo pake kata lintas gitu..

    • 19 January 2011 at 18:17

      😀

  16. 19 January 2011 at 16:50

    mungkin biar kesan “majemuk” dan “membaur”nya lebih terasa 😀

    • 19 January 2011 at 18:17

      Tetap saya gak bisa terima. 😡

  17. 19 January 2011 at 17:00

    tokoh lintas agama memang sudah sering dituding jadi pengusung pluralisme kan?! hahaha. terlepas dari masalah istilah, dialog malam itu tidak mengajarkan apa-apa kepada rakyat, bukan?! sayang sekali.

    • 19 January 2011 at 18:16

      Saya lebih tertarik untuk membahas penulisan istilahnya ketimbang substansi pertemuan kemarin. 😎

  18. 19 January 2011 at 17:45

    Lintas agama. Lebih terdengar seseorang yang agamanya lebih dari satu. Bisa melintas gitu -,-

  19. 35 Regina
    19 January 2011 at 19:16

    Mungkin maksudnya “Tokoh-tokoh dari berbagai agama”? Aduh, ternyata syusyah yaaaa 😐

    • 21 January 2011 at 21:24

      Berbahasa itu menarik. 🙂

  20. 19 January 2011 at 20:52

    baru denger istilah ‘tokoh lintas agama’,, hehehe.. kalo liat KBBI itu tadi, aku juga jadi mikirnya, tokoh agama yg mempertemukan dua agama atau lebih.
    jadi, menurut orang yang membuat istilah ‘tokoh lintas agama’, arti yg sebenarnya apa ya?

    • 21 January 2011 at 21:27

      Itu juga saya lagi penasaran nih… 😐

  21. 19 January 2011 at 22:08

    Ugh, mengedepankan istilah banget ya.. Jadi teringat seorang dosen yang strict soal istilah. Hehe..
    Tapi saya setuju tuh, kok gak nyebutnya tokoh agama aja, lebih netral dan pantas diperdengarkan. Kalo tokoh lintas agama, kan kesannya jadi pemeluk banyak agama.

    • 21 January 2011 at 21:33

      Hahaha, inilah saya. 😆

  22. 19 January 2011 at 23:28

    Ternyata mereka yang sudah akrab dengan dunia jurnalistik juga bisa salah kaprh dan tidak menyadarinya 😆 Toast …………. gelas teh untuk asop.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • 21 January 2011 at 21:23

      Eeeeeeh saya milih kopi aja Mas! 😆

  23. 20 January 2011 at 07:33

    harusnya jgn lintas agama ya sob?mungkin antar agama, itu lebih cocok ga ya?sesuai dengan EYD?

    • 21 January 2011 at 21:23

      Sebenernya, ini bukan masalah ejaan yang disempurnakan, tapi masalah penggunaan kata ‘lintas’ yang kurang tepat menurut saya. 😀

  24. 20 January 2011 at 08:36

    Berdasarkan kutipan Kang Asop dari KBBI itu, konsekwensinya memang seperti yang dianalisa. Tapi, karena bahasa itu terus berkembang, maka bukan tidak mungkin istilah tokoh lintas agama akan menjadi baku dengan makna tokoh-tokoh agama… 🙂

    • 21 January 2011 at 21:16

      Saya harap orang2 yang bertanggung jawab membakukan Bahasa Indonesia membaca tulisan saya ini dulu. 😦

  25. 20 January 2011 at 10:15

    Saya juga lebih sependapat kalo di sebut Tokoh Agama saja gak pake lintas 😀

    Ada yang naget nih http://cucuharis.wordpress.com/2011/01/20/fiksi-berbuah-tanya/

  26. 20 January 2011 at 11:17

    Bukannya memang ada juga tokoh seperti yang dimaksudkan oleh frasa “tokoh lintas agama”? seperti misalnya Gus Dur, yang tidak hanya konsern dengan Islam, tapi juga dengan agama dan kepercayaan lain?

    Tergantung konteksnya sih.. yang lagi jadi headline itu SBY ketemu sama para tokoh agama seperti ulama, pendeta, biksu, dll, atau dengan tokoh-tokoh semacam Gus Dur?

    • 21 January 2011 at 21:14

      Kembali lagi ke awal mula penggunaan kata ‘lintas’ itu. Kok bisa sih membuat frasa seperti itu? 😦

  27. 20 January 2011 at 12:15

    Sepakat banget Sop. Aneh tuch istilah yang digunakan media. Bahkan sekarang ejaan bahasa Inggris juga digunakan sebagai judul di koran-koran nasional, tanpa dimiringin atau tanda kutip. Heran…emang bahasa Indonesia kurang kece dijadiin headline?! 🙂

    • 21 January 2011 at 21:14

      Nah, itulah dia, saya juga heran…. 😐

  28. 20 January 2011 at 13:19

    hahahha udah lama juga gw gak obrak-abrik blog ni anak… ternyata udah jadi seorang tokoh agama aja, salut dah gw..heheheha…

    • 21 January 2011 at 21:08

      Oi, kalo habis ngobrak-ngabrik nih blog, beresin lagi yak!! 😛

  29. 20 January 2011 at 13:22

    tokoh lintas agama kedengaran/terlihat ambigu

    yang ada mungkin bus lintas kota atau lintas provinsi…hehe

    • 20 January 2011 at 13:55

      hahaha… iya gw kirain yg ada cuma bus lintas kota, rambu2 lalu lintas aja, ternyata lintas agama ada juga whehehe…

      berkat si asop sekarang gw baru tau hehehe…. 😀

      • 21 January 2011 at 21:08

        Hebat kan gue… 😳

  30. 20 January 2011 at 13:50

    maksudnya untuk memperjelas, ternyata malah salah………

  31. 20 January 2011 at 14:22

    haha.. iyaa.. saya lebih setuju kalo ditulis tokoh-tokoh agama, atau tokoh agama saja.. 😀

  32. 20 January 2011 at 15:55

    waaah, saya dah lama nih gak blog walking.. postingnya nice deh! gak pernah tahu aku yg begitu.. :mrgreen:

    oiya, ngomong-ngomong, kunjungi blognya kakaku ya klo sempet.. 😉

    • 21 January 2011 at 21:07

      Kalo sempet ya. 😀

  33. 21 January 2011 at 08:51

    Kritis! Suka 🙂
    Tapi banyak yg udh memopulerkan kata tersebut.. apa mungkin malah bisa jadi baku yah?
    *wondering*

    • 21 January 2011 at 21:06

      Yaaah, jadi bahasa baku ya…. 😦
      Saya harap orang kementrian atau departemen yang membahasa baku-membakukan bahasa membaca tulisan saya ini dulu… 😦

  34. 21 January 2011 at 09:08

    hahaha..tulisan ente bisa jd referensi.

    • 21 January 2011 at 21:04

      Jangan lupa sertakan sumber alamat blog ini ya. 😆

  35. 21 January 2011 at 10:18

    kalo lintas jalur itu pindah dari jalur A ke jalur B, maka tokoh lintas agama seakan2 tokoh agama A yg skrg jadi tokoh agama B gitu :p

    • 21 January 2011 at 20:44

      Nah, kesannya jadi sok pinter kan? 😐

  36. 21 January 2011 at 11:28

    iya tuh tokoh agama lagi melintas kalii ..

    salam 🙂

  37. 21 January 2011 at 13:23

    hehe setuju deh
    kayanya saya lebih suka tokoh agama aja

  38. 21 January 2011 at 18:21

    hmm klo ditinjau dr sudut pandang bahasa grammatikal km bener Sop.
    tp barangkali istilah Lintas Agama adalah sebuah istilah baru yg memiliki makna baru pula.
    Dan bisa jd, ke depan istilah itu menjadi kata yg maknanya terpisah dr arti per kata nya
    seperti halnya misal istilah Lalu Lintas. klo dipisah artinya menjadi Lalu = selanjutnya, lintas ya sepeti di atas. Namun ketika Lalu Lintas maknanya beda.
    Begitupula dg Lintas Agama.
    hehehehe
    klo tokoh agama mknanya tokoh yg faham agama
    tetapi tokoh lintas agama bukan berarti tokoh tahu agama macem2 to?
    Lintas Agama mungkin diartikan oleh si pencetusnya sebagai paham yg menyatakan bhw semua agama sama (pluralisme).
    jd tokoh lintas agama = tokoh pluralisme.
    *hmmm,, ini hanya perkiraan lho Sop..
    hehehehe

    • 21 January 2011 at 20:41

      Mas, ambil contohnya jangan ‘lalu lintas’, itu udah jelas sejak dulu. 😐 Saya ragu kalo lalu lintas bisa dipisah seperti itu.

      Yah, yang manapun maknanya, tetap terasa aneh di telingaku. 😳

      • 23 January 2011 at 13:54

        iya iya Sop..
        aku tuh juga ngasal aja kok
        heheheehe

  39. 21 January 2011 at 18:56

    saya juga ga sepakat dgn kata lintas itu….tp klo ditinjau sama pakar2 bahasa gmn tuh ya?eheheh,bisa jadi skripsi,tesis,ato bahkan salah satu bahan disertasi mengenai penggunaan istilah 😀

    • 21 January 2011 at 20:39

      Boleh juga, temanya pergeseran penggunaan kata dalam bahasa indonesia. 🙂

  40. 21 January 2011 at 21:49

    selamat malam sobat
    ga mudeng aku soal gituan
    taunya lintasan jalan yang bisa dilalui tokoh penting

  41. 21 January 2011 at 22:04

    Saya agak pesimis dengan pertemuan tersebut. mungkin hanya melintas saja bang..entah terus menghilang di tutupi dengan isu lain

  42. 21 January 2011 at 23:58

    Weleh weleh, asop bakat jadi guru bahasa indonesia. hiduuuuppp asoooppppp majukan perbahasaan indonesia *eh bahasa gwe bener ga tuh? 😀

    • 22 January 2011 at 08:01

      Aduh gue ga bisa nilai… 😳

  43. 22 January 2011 at 06:38

    mungkin masuk yg salah kaprah

    • 22 January 2011 at 07:52

      Semoga salah kaprah ini gak terus berlanjut. 😐

  44. 22 January 2011 at 09:55

    Sepakat Sop…
    Ngapain pakai lintas-lintas segala…

    Btw, susah ya nyari topik yang sangat serius di sini…
    Semuanya selalu menghibur
    Good Job 🙂

    • 22 January 2011 at 14:18

      Ah, apakah ini pujian? 😳

  45. 24 January 2011 at 20:23

    boleh berpendapat?
    Saya setuju bahwa penggunaan istilah yang tidak relevan mengacaukan makna
    tapi yah, mungkin saja kita semua harus belajar bahasa Indonesia dengan lebih rajin lagi kan? *becanda!
    😀

    • 25 January 2011 at 22:09

      Boleeeh dong, justru pendapat yang saya nantikan.

      Kita semua perlu belajar, begitu pula saya harap para orang2 yang bertugas untuk membakukan istilah2 di Departemen Pendidikan dan Budaya atau di manapun itu. 🙂

  46. 25 January 2011 at 09:06

    hehehe.. asal jangan liberal aja 😀

    • 25 January 2011 at 22:12

      Benar!

  47. 25 January 2011 at 10:31

    wah kalo dilihat dari defininya seh kayaknya ada penggiringan penyatuan agama, bah… ini seh harus diwaspadai, saya rasa temen2 dah pada paham.
    =======================

  48. 26 January 2011 at 03:14

    Hahaha.. Saya juga pertama kali denger bingung, sampe sekarang pun bingung. Jadi apa sih sebenernya maksudnya ya?

    Makin hari makin aneh-aneh aja istilah yang digunakan media massa. Gak tau tujuannya apa. Tapi menurut yang saya baca di blognya mas Farid Gaban, ini gak baik. Karena media massa sebagai “konsumsi publik” sebaiknya menggunakan istilah yang mudah dipahami. Kalau kayak gini justru jadi samar dan sulit dipahami.

    • 27 January 2011 at 21:32

      Iya, sering dan banyak banget kesalahn ejaan pula.
      Malah muncul singkatan baru, “Bandara Soetta” untuk Bandara Soekarno-Hatta. 😦

  49. 26 January 2011 at 12:40

    Info yang bagus !

    Barangkali informasi mengenai “Kebohongan” berikut, juga berguna bagi rekan rekan yang memerlukannya. Klik > Kebohongan ?

  50. 28 January 2011 at 08:05

    kesian kata “tokoh”nya ya…kalok lintas=trayek…saya kepikirannya kernet bus je

  51. 7 February 2011 at 16:54

    hehehe.. tokoh lintas agama
    sama dengan tokoh yang tidak berada di agama manapun
    hehehe,… kreatif
    salam sukses..

    sedj


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 972 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: