[Film] Cyrus: Duda Memasuki Keluarga Baru

Saya tertarik beli film ini karena saya pikir ber-genre komedi. Pemain utamanya John C. Reilly (The Promotion, Step Brothers, Talladega Nights: The Ballad of Ricky Bobby), pernah main bareng Will Ferrell di sebuah film komedi, dan saya suka. Karena Reilly yang main di sini, dan ditambah tipe genre yang tertulis di imdb.com untuk film ini adalah komedi, saya ambil film ini. Ternyata, isinya malah drama kaluarga. 😥

Menyesal membeli film ini? Nggak. Well, saya bohong sih, kalo bilang nggak… :mrgreen:  Saya nggak terlalu demen ama genre drama, tapi saya berusaha nonton sampai habis film ini dan berusaha menikmatinya.

Saya nggak terlalu kenal Jonah Hill, yang jadi pemeran Cyrus (ya, Cyrus nama orang). Dia pernah bermain di film Evan Almighty (2007),  Knocked Up (2007), dan jadi pengisi suara Snotlout di How to Train Your Dragon (2010). Saya pun baru tahu Jonah Hill ini dari film Get Him to The Greek (2010). Setelah melihat perannya di film tersebut, saya bener-bener nggak nyangka dia bisa berperan jadi seorang anak yang terkesan penurut (tapi nyatanya memiliki rencana misterius…). Wajahnya emang muda banget, dan tubuh tambunnya mendukung sekali. 😀

Begitu pula untuk Marisa Tomei, saya nggak terlalu kenal. Menurut imdb.com, Tomei pernah main di film yang bagus, The Wrestler (2008, Mickey Rourke sebagai tokoh utama), entah berperan sebagai pemeran utama atau sampingan. Selain itu, dia main juga di Before the Devil Knows You’re Dead (2007), Anger Management (2003), dan Wild Hogs (2007). Dua film terakhir ber-genre komedi. 😀

Sedikit Pendahuluan…

Dimulai dari bangku sutradara, film ini dibesut oleh Duplass bersaudara, Jay dan Mark Duplass. Memang nggak terlalu kita kenal sih, karena mereka berdua banyak bergerak di bidang film pendek dan indie. Film pendek mereka berdua yang mendapat banyak pujian adalah The Puffy Chair, keluaran tahun 2005. Di Amerika sana dapet lumayan banyak penghargaan. Film Cyrus ini pun film “besar” mereka yang pertama. 🙂

Kedua sutradara tersebut dibantu oleh Jas Shelton sebagai director of photography1. Jangan berharap mengenal nama ini, karena sama seperti Duplass bersaudara, selama ini ia bergerak di film pendek.

Bangku komponis musik diduduki oleh Michael Andrews, yang pernah mengurus film Donnie Darko (2001), Walk Hard: The Dewey Cox Story (2007), Stuck On You (2003), dan Funny People (2009). Kecuali film pertama yang saya sebut, semua adalah film komedi. 😛

Tokoh jajaran kru yang paling dikenal saya rasa ada di set decorator2, yang diisi oleh Meg Everist. Dia berjasa dalam pengatur dekorasi set di antaranya di film 21 Grams (2003), A Lot Like Love (2005), Without A Paddle (2004), The Lovely Bones (2009), dan Love and Other Drugs (2010). Semuanya film yang nggak bisa dianggap remeh. 🙂

Sedikit Jalan Cerita….

Jalan cerita film ini simpel. John (John C. Reilly) adalah seorang duda cerai. Kehidupannya nggak berkembang semenjak perceraian dengan mantan istrinya, Jamie (Catherine Keener). Ditambah lagi, mantan istrinya itu akan segera menikah dengan orang lain. Oh ya, John dan Jamie ditampilkan masih sangat akrab meskipun sudah cerai. Mereka tampak akrab seperti teman, John sering curhat ke Jamie perihal kehidupannya. 🙂

Saat John datang ke sebuah pesta yang diadakan oleh Jamie (dan calon suaminya), John bertemu dengan Molly (Marisa Tomei), seorang wanita yang bersemangat. Pertama kali bertemu mereka langsung cocok. Dimulailah petualangan cinta mereka. 😆

Awalnya, John heran dengan sikap aneh Molly, yang ketika menginap di rumah John selalu ingin pulang kembali ke rumahnya saat subuh. Sempat John mengira bahwa Molly adalah istri seseorang, dan itu dibantah mentah-mentah oleh Molly. Ada yang Molly sembunyikan, pikir John. Jadi, suatu hari, John diam-diam mengikuti Molly saat pulang ke rumahnya. Dia menunggu sejak subuh di mobil, hingga matahari udah nongol (ketiduran), dia mencoba masuk ke dalam rumah Molly. Terkejut, yang menyapanya duluan adalah seorang laki-laki gemuk, yang mengaku sebagai anak Molly, yaitu Cyrus (Jonah Hill).

Cyrus, berumur sekitar 20-an (saya lupa tepatnya berapa), bisa dibilang sangaaaat dekat dengan ibunya. Apa ya, gimana cara ngomongnya saya bingung. Hubungan mereka berdua nggak biasa, nggak seperti hubungan anak-ibu biasa. Entah apakah karena Cyrus ini terlalu dimanja atau gimana, pokoknya Cyrus nggak rela dan belum siap kalau ibunya “diambil” orang lain. Yap, nggak lain dan nggak bukan, John-lah musuhnya (secara tak tersirat). 😀

Jadilah jalan cerita film ini menceritakan “perebutan” Molly, di antara John dan Cyrus. :mrgreen:

Siapa yang menang? Tenang, akhir ceritanya bahagia, kok. 🙂

Sedikit Kutipan dari Film…

“Are you flirting with me? …I’m like Shrek. What are you doing here at the forest with Shrek?”

— John kepada Molly, saat pertama kali bertemu —

Cyrus: “Try where you get into the tree just like a jaguar.”
John: “Like a jaguar?”
Cyrus: ” Yeah, climb up the tree like a jaguar. …Ah, that’s great, that’s great. You’re a natural. Now do one where you just scream as loud as you can.”
John: “Aaahhh.”
Cyrus: ” That’s not screaming. That’s moaning.”

— Cyrus dan John, saat mereka di sebuah taman —

Sedikit Cuplikan Gambar…

Silakan klik gambar untuk melihat gambar asli (sebaiknya di tab atau jendela baru).

Inilah tokoh utamanya, John

Molly, wanita yang berhasil menarik hati John

Cyrus, gemuk, diperankan dengan baik oleh Jonah Hill

Jamie, mantan istri John

Itulah peralatan membuat musiknya…

Jadi…

Saya nggak ngerasa ada komedi dalam film ini. Entah kenapa saya sama sekali gak ketawa pas nonton film ini. Saya merasa lagi nonton film drama keluarga, dan memang benar. 😀  Mungkin karena komedinya ala barat kali ya, jadi saya nggak merasa tergelitik. :mrgreen:  Jadi, bagi yang menginginkan tontonan sedang (nggak berat, nggak terlalu ringan), atau yang suka film keluarga, saya rasa Cyrus ini pantas ditonton. 🙂

*

1Kadang disebut juga sebagai cinematographer, seseorang yang bertanggung jawab “menerjemahkan” scene yang ingin ditampilkan sutradara. Bisa disebut sebagai “orang nomor dua” dalam pembuatan film setelah sutradara. Selengkapnya lihat di sini.
2Bertanggung jawab terhadap dekorasi yang dipakai dalam film, semua perabotan, furnitur, interior, tanaman, semua yang terlihat dalam adegan-adegan dalam film, baik indoor maupun outdoor.

————————————————————————————————————————————————–

Sumber gambar sampul di awal posting-an dari sini, dan sisanya adalah hasil snapshot sendiri. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

19 Comments

  1. Jujur, kalau nggak benar-benar lucu, saya nggak terlalu tertarik nonton, hehehe…

    Oh iya, ada award untuk sobat Asop…. Bila berkenan, mohon diambil… 🙂

    Reply

  2. saiia kalo mau nonton film sih prefer liat cast atau sutradara-nya dulu Mas.. Kalo ngga menarik/ ngga kenal ngga saiia tonton, ya kya yang Mas Asop review ini 😛

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s