[Foto] Kesalahan Ejaan #3

Kapan ya terakhir kali nerbitin posting-an kesalahan ejaan… 😐 Lama banget. Akhirnya bisa nerbitin kembali. 🙂 *baca juga ya kesalahan ejaan kedua dan pertama*

#1

Satu ini saya dapatkan di sebuah tempat jasa percetakan dekat kampus saya. 😀

Ada tiga hal yang mengganggu saya. Pertama, kata “izasah” salah. Di KBBI daring, yang benar adalah ijazah.

Kedua, penulisan “doc.negara” aneh sekali. Tampaknya doc di sana mengacu pada Bahasa Inggris dari “dokumen”, yaitu document. Mengapa pakai Bahasa Inggris?? 😡 Mengapa pula harus disingkat?? Atur lagi dong penampilannya, susun agar ruang yang tersedia cukup dijejali dokumen negara. 😐

Ketiga, menurut saya kata scan lebih enak diganti “pindai” atau “pemindaian“. 🙂  Harus mulai terbiasa dong menggunakan Bahasa Indonesia. 👿

#2

Sebuah toko buah yang menurut saya terkenal di Kota Bandung bisa memaparkan pemberitahuan seperti ini. 😐  *kecewa*

Menurut saya ini lucu sekali. Bagaimana mungkin bisa ada banyak sekali tanda titik di sana? 😆 Lebih lucu lagi, sejak kapan bisa ada tanda koma, titik, dan tanda “dan” berjejer seperti itu? 😆 Duh, aduh… ini jelek sekali menurut saya. Parah!

Mengapa pula tertulis snack dan drink? Pakai Bahasa Indonesia dong, “makanan ringan” dan “minuman”. 😐 Itu parcel juga sebenarnya bukan ejaan baku Bahasa Indonesia. Saya belum menemukan versi Indonesia-nya. Mungkin bisa disebut sebagai “paket”?

#3

Terakhir, nggak usah dibahas terlalu dalam. Sudah jelas di mana lucunya. 😀

*

Luar biasa. Semoga saya bisa menunjukkan lebih banyak lagi kesalahan-kesalahan ejaan yang ada di sekitar saya. :mrgreen:

——————————————————————————————————————————

Semua foto hasil jepret sendiri. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

66 Comments

    1. Hahaha… 😆

      Tapi, saya bener2 jengkel ama yang kedua… 😡
      Kayaknya tombol spasi di komputer mereka rusak ya… 😦

      Reply

  1. walaupun emang sebaiknya menggunakan bahasa indonesia sebaik mungkin, tapi kalo scan diganti jadi pemindaian rasanya malah jadi aneh gak sih? 😛
    ntar yang ada tiap orang yang baca malah nanya, itu maksudnya apa mas. trus mas nya kudu jelasin kalo itu maksudnya scan. hahaha. jadi ribet dong. 😛
    kadang ada istilah2 luar negeri yang emang lebih populer jadi gak ada salahnya dipake kalo menurut gua. karena yang namanya bahasa itu kan alat komunikasi, asal orang bisa mengerti ya harusnya sah-sah aja ya… 😀

    nah kalo yang elextrik itu sih parah. hahhaha

    Reply

    1. Oke, kalo emang gitu menurut Mas Arman gak masalah. Kalo saya, seandainya kata scan diganti dengan “pemindaian” atau “pindai”, saya setuju sekali. Saya berharap begitu. :mrgreen:

      Reply

  2. Lulusan Universitas Alay nih pasti…. hahahaha, kalo tes jd wartawan pangsung gagal kalo tulisannya model campur aduk, acakadul…
    BTW, Parcel kalo di bahasa korankan jadi parsel

    Reply

  3. yang elextrik itu nggilani 😆

    eh tapi baca kalimat trakher : Semoga saya bisa menunjukkan lebih banyak lagi kesalahan-kesalahan ejaan yang ada di sekitar saya.
    wah, jangan gitu dong. brati makin banyak dong orang yg salah dalam pengejaan 😀

    Reply

    1. Hehe, bukan, maksudnya bukan berarti saya berharap bakal lebih banyak lagi kesalahan. 😀
      Saya berharap saya bisa menemukannya, gitu maksud saya. Jadi, saya bisa memfotonya, dan bisa berbagi ke narablog sekalian. 😎

      Reply

  4. yg terakhir itu bs 2 makna Sop, strategi bisnis atau memang orangnya saja yg salah. tp kayaknya sih yg kedua..
    😀

    Sop, Februari atau Pebruari?
    November atau Nopember? 😀

    Reply

    1. ITS itu tulisannya “Nopember” lho, bukan “November”. Jadi saya rasa yang benar untuk bahasa indonesia pakai “p”.
      Begitu juga dengan Februari, yang benar adalah “Pebruari”. Karena udah kadung mengikuti bahasa asing, jadilah ditulis dengan “F'”.
      Saya pernah baca juga, dalam bahasa asli Indonesia, nggak ada bacaan “F”. Huruf tersebut serapan dari bahasa arab. Makanya orang sunda asli susah ngomong “F”, dan nama orang sunda asli pasti pake “P”, bukan “F”. Ternyata memang dalam bahasa sunda gak ada kata dasar dengan huruf “F”.
      Itu yang saya baca dari koran “Pikiran Rakyat” edisi lalu. 🙂

      Reply

  5. Kesalahan lain yang sangat sering bahkan mengakar sampai level institusi resmi adalah penulisan “di” sebagai penunjuk letak dan awalan. Misal: di larang merokok. “larang” kan bukan nama tempat kenapa dipisah dengan “di”. Contoh lain: Helm di buka! Kesalahan yang sama lagi.

    Reply

  6. hahahaa…
    komentar untuk foto yg kedua:
    mungkin itu sebenernya pengen dibikin gaooolll getoohh tulisannyaa..
    tapi aneh juga yakk… 😆

    apalagi yang foto ketiga itu…hahayy… Lol:

    Reply

  7. Sayangnya inilah kelemahan kita(orang indonesia?) dimana mereka pada pengen menggunakan bahasa inggris, tapi malah jadi kacau dalam hal penulisannya, sedangkan padanan bahasa indonesianya banyak yang belum mengerti, coba saja, tanyakan kepada (maaf) orang-orang menengah kebawah, mereka jika ditanya mengenai kata “makanan ringan” pasti bingung, tapi begitu kata “snack” dilontarkan pasti mereka langsung mengerti, walau mereka mungkin ga tau cara penulisannya, 😉

    Reply

  8. pindai? hehehehhehee… justru baru denger (^^), mungkin ada kalanya “kenyamanan” diutamakan daripada “kebenaran”, seperti banyak pada bahasa jurnalistik yang ternyata salah, tetapi orang sudah “nyaman” dan (semoga) tidak melenceng pemahamannya…

    kalau yang elextrik itu kayanya alay mode: on deh…, hmm, tapi bisa juga biar berkesan nyentrik dan menarik perhatian… ada tujuan advert di sana.. *mungkin lho ya

    Reply

  9. Aku sering nemu juga, Mas.. tapi ya buat ketawa aja, jarang sempet difoto begini.. 😀
    Tapi kalau buat istilah2 internet memang masih sudah untuk ng-Indonesia deh.. Daring sendiri itu arti dari online kan yah? (CMIIW) 🙂

    Reply

    1. Benar sekali, daring itu singkatan dari dalam jaringan.

      Kalo Pege nemu yang lucu, poto dong, bisa jadi bahan posting-an…. *baca: bahan tertawaan narablog*

      Reply

  10. muahahahahaah..boleh juga neh mas asoopp..
    :mrgreen:

    eh…eh..tapi ngemeng ngemeng….indah juga kalo lagi komeng…ato lagi ngepost tuisan juga suka kebanyakan titik ato koma neh…..
    hehheheh…………….
    jadi ketampar deh.. :p 😳

    Reply

    1. Ah, kalo ini kan informal, jadi menurut saya gak masalah. 🙂
      Lagi pula titik2nya di akhir kalimat kan? 😀
      Kalo yang di foto itu ‘kan pengumuman formal, dan lagi titik2nya ada di tengah kalimat. 😐

      Reply

  11. Saya suka dengan kata tidak menerima scan ijazah,dll. Soalnya hal-hal seperti itu sering disalahgunakan dengan membuat ijazah palsu, dll. Salut dah tu sama yg punya percetakan…
    *ga nyambung ya??? dengan yg dibahas…*
    (sengaja pake titik2 dan bnyk tanda tanya) 🙂

    Reply

  12. Wahhh Asop berbakat nihh melirik profesi aku _editor-red_
    Teruskannn Sop, kalo udah terbiasa, pasti setiap nemuin tulisan ada yang salah cepet taunya.. *editin tulisan di blog aku dong, kayanya banyak yang salah :mrgreen:

    Reply

  13. Lha daku sering sewot kalau ketemu orang Sunda yg bingung antara huruf “V”, “F” dan “P”. Mosok nama Pipit ditulis sebagai “Fifit”. Nama Evi ditulis sebagai “Epi”. Lalu bagaimana dengan Vespa? Bisa2 ditulis “Pesva”.

    *Kabur*

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s