10
May
11

Cokelat Van Houten

Ini nggak ada hubungan dengan Charlie Van Houten, vokalis ST 12. 😀

Saya temukan cokelat ini di (kalau nggak salah ingat) Alfamart. Saya tertarik karena namanya. Van Houten. Pikir saya, itu nama Belanda, dan karena nama itu asing, saya mengira cokelat ini buatan luar negeri.


Nggak tahunya, setelah saya lihat baliknya, ini cokelat buatan PT. Ceres. Sepertinya yang membuat meses ceres itu deh. 😎  Apalagi bisa dilihat kodenya di atas, ada kode MD, itu artinya buatan dalam negeri. 🙂

Hebat, di foto atas tertulis terang-terangan bahwa PT. Ceres membuat cokelat ini untuk sebuah perusahaan di Swiss. 😀  Saya nggak ngerti apa maksudnya. Apakah ini cokelat ekspor, khusus dibuat untuk Swiss? Atau nanti di Swiss nama cokelat ini diubah semau C.J. Van Houten? Entahlah. :mrgreen:

Rasanya sih seperti cokelat susu biasa. Nggak ada yang spesial. Saya agak heran juga, Swiss yang terkenal sebagai negara pembuat cokelat batangan, mengapa mengimpor dari Indonesia? 😛

Beneran ya, nama lengkap Charlie vokalis ST 12 itu “Charlie van Houten”?

*****

UPDATE!

Sudah ada beberapa komentar dari narablog yang bisa menjawab pertanyaan saya. 😀

Terima kasih untuk jawaban kalian. 😳

——————————————————————————————————————————

Semua foto hasil jepretan sendiri. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

205 Responses to “Cokelat Van Houten”


  1. 10 May 2011 at 00:04

    yang bener mengimpor dari indonesia 😀
    dan sepertinya bukan hanya coklat, yang diimpor dari indo

    • 10 May 2011 at 13:13

      Wah, iya, makasih atas pembetulannya. 😆

      Lalu, apa lagi yang diimpor dari kita?

      • 11 May 2011 at 02:38

        bola, produk sport, produk fashion, tas dan sebangsanya,
        ternyata dari indo, diakuisisi trus di jual di luar negeri buat naikin level :mrgreen:

        • 12 May 2011 at 22:32

          Udah jauh-jauh ke luar negeri, ternyata buatan Indonesia juga. 😀

  2. 10 May 2011 at 00:38

    coba pergi ke swiss sop.. cek disana ada coklat van houten yang sama persis kayak gini gak? hehe

  3. 10 May 2011 at 00:54

    dari sekilas saya lihat kayaknya malah dari buatan Indonesia tapi maubuat di ekspor ke zurich belanda.

    • 10 May 2011 at 13:07

      Mungkin ya. 🙂

  4. 10 May 2011 at 01:41

    Yang penting rasa coklat, indonesia juga penghasil coklat juga…\
    salam kenal

    • 10 May 2011 at 13:06

      Oh iya itu jelas. 🙂

    • 10 May 2011 at 19:14

      ralaaaaaaaaattt,,,sebetulnya yang dihasilkan itu kakao..instead of cokelat..cokelat itu hasil olahannya,,
      dan sebagian besar negara2 maju mengimpor dari kita itu masih dalam bentuk kakao yg belum diolah..kemudian mereka mengolah d negara sendiri,,di kemas semenarik mungkin dan dibeli kembali o/orang Indonesia yg lg k luar negeri dg harga yg jauh lbh mahal.. (miris 😦 )

      omong2..d Jogja ada juga lho cokelat yg terkenal..namanya cokelat Monggo..pernah dengar??
      denger2 katanya pemiliknya malah orang bule..biarpun brand cokelatnya pakai bahasa Jawa..

      • 10 May 2011 at 19:55

        Yap, kakao maksudnya. 🙂

        Yap juga, seperti yang saya dengar dari acara di TVOne, pemilik “Monggo” katanya orang Belgia ya. 🙂

    • 10 May 2011 at 22:51

      iya..hehe..anyway maaf ya kunjungan pertama udah bikin heboh dunia persilatan ;p

      • 11 May 2011 at 06:01

        Justru aneh ya, kakao kan tanaman tropis, dan negara penghasilnya cuma sedikit. Tapi eropa berhasil merajai industri cokelat. 😀 Negara penghasilnya malah cuma sebagai pengekspor. 😦

      • 11 May 2011 at 17:56

        hehehe,,iya,,mungkin itulah bedanya antara negara berkembang dan negara maju.. 😀
        negara berkembang udah terlalu bergantung dan manja dg sumber daya alam yg melimpah 😦

        • 13 May 2011 at 09:13

          Mari kita ubah paradigma itu.

      • 12 May 2011 at 22:14

        Halaaaah gak masalah, saya senang kalo ada yang mau berkomentar panjang dan berisi, apalagi kalo nyambung dengan posting-an. 🙂

  5. 10 May 2011 at 02:02

    hehhe pabrik ny di belakang kampus gw di dayuh kolot. jadi suka beli yang murah murah gitu

    • 10 May 2011 at 13:05

      Hoooo gitu yaaa. 🙂

    • 10 May 2011 at 19:07

      stt telkom yah sob? apa gak mabok tuh cium bau kakao tiap hari? baunya wow…. bukan main anehnya hehehe (bukan bau coklat susu lho yah) 😀

      • 10 May 2011 at 19:58

        Waaaah saya sendiri belum tahu gimana bau kakao yang belum terolah. 😆

  6. 10 May 2011 at 02:31

    enak kok coklat ini. Dengan harga 3rb sangat worthed kok.

    • 10 May 2011 at 13:02

      ….worth it…

  7. 10 May 2011 at 05:03

    kirain buatan charly,kan sama2 van houtennya :mrgreen:

    • 10 May 2011 at 13:02

      Heeee jadi nama Charly beneran itu ya? 😆

  8. 10 May 2011 at 05:51

    Enak nggak…? kalo enak kok nggak ada iklannya di tipi? :mrgreen:

    • 10 May 2011 at 12:59

      Entahlah, rasanya sih amat biasa aja…. 😐

  9. 10 May 2011 at 08:10

    kalow merk Van Houtennya dah tau dari jaman SMP, tapi tentang produksi dalam negeri baru tau, nice share! 😎

    • 10 May 2011 at 12:58

      Saya malah baru tahu pas ini, Bun. 😳

  10. 29 jarwadi
    10 May 2011 at 08:15

    kenapa mas, yang dibagi cuman gambar nya doang, kenapa kenapa kenapa?

    • 10 May 2011 at 08:21

      iya kenapa ni>>>>??? kami butuh coklatnya….. haha

      • 10 May 2011 at 12:57

        Saya tidak sanggup membelinya saat ini! 😛

  11. 10 May 2011 at 08:20

    Kalo menurut kami, ini yg buatan ceres indonesia cm untuk konsumsi dalam negeri…kalo yg di eropa sana ato brazil sana ya minta perush coklat yg deket sana masing2..kmdian dikasih merk van helsing,,,eh van houten itu… untuk efisiensi harga produksi
    *sok tau

    • 10 May 2011 at 12:58

      HUahahahaha saya sukses ngakak pas baca kata “Van Helsing”. 😆

  12. 10 May 2011 at 08:32

    coklat ini udah lama banget, dari jaman masih piyik he..he…
    seusia dengan silver queen deh

    • 10 May 2011 at 08:36

      ini resepnya dan lisensi dari sono, tapi untuk edar di Indonesia dibuat oleh PT Ceres
      sama seperti mobil2 itu, teknologi dan spare part dari Jepang tapi dibuat di sini

      • 10 May 2011 at 12:55

        Hoooo begitu ya… 🙂

  13. 10 May 2011 at 08:33

    bisa jadi emang buatan Indonesia lho, sedari saya kecil sering dioleh2i coklat Van Houten tapi yang di kaleng persegi panjang, dan karena saya punya beberapa customer pabrik kelapa, yang mengekspor hasilnya ke pabrik2 coklat di luar negeri, yeah …. siapa tau ‘kan? 😀 Tapi seperti usulan Arman, sebaiknya dicek langsung ke Swiss aja … gimana Sop? Siap berangkat? 😀

    • 10 May 2011 at 12:56

      Kalo ditanya siap apa nggak, ya saya siap. Hanya saja duitnya yang nggak ada. 😆

  14. 10 May 2011 at 08:48

    Enak mana sama Silver Queen ? aku taunya yang bubuk, itu sama gg ya mereknya ?. Indonesia katanya penghasil kokoa ketiga terbesar loh, tapi coklatnya gg ada yang mendunia ==a

    • 10 May 2011 at 12:55

      Rasanya sih biasa. Amaaat biasa. 😆

      Nah itu dia, katanya kualitas kokoa Indonesia malah lebih baik dari kokoa swiss. 😦 Tinggal Indonesia aja yg mungkin kurang kekuatan dalam industri manufaktur cokelat. 😐

      • 10 May 2011 at 19:16

        kakao swiss? emang disana ada perkebunannya? lha ini buah tropis kok.

      • 10 May 2011 at 19:59

        Eh iya, salah *malu* 😳

        Maksudnya, kokoa Indonesia adalah yang terbaik di antara sekian banyak kokoa lain di dunia. 🙂

  15. 10 May 2011 at 08:52

    haha, pertanyaan tereakhirnya itu lho:

    Beneran ya, nama lengkap Charlie vokalis ST 12 itu “Charlie van Houten”?

    pertanyaan yg sama waktu aku pertama kali tau nama panjangnya Charlie.
    Itu si charlie terinspirasi dari merk coklat atau gimana sih? 😆

    • 10 May 2011 at 12:53

      Hihihi saya masih penasaran ampe sekarang. Jadi beneran ya? 😀

  16. 45 Felicia
    10 May 2011 at 09:06

    “manufactured by… for…” itu bukan berarti untuk diekspor ke sana tetapi coklat itu dibuat atas lisensi dari perusahaan Switzerland itu.. 😀
    Mungkin biaya produksinya lebih irit kalau dibikin di sini daripada diimport jadi si perusahaan Switzerland ngasih kontrak ke Ceres buat bikin coklatnya itu buat dijual di sini…
    CMIIW loh 😛

    • 46 Felicia
      10 May 2011 at 09:10

      tambahan, kalau untuk import biasanya tulisannya:
      “imported in by “

      • 47 Felicia
        10 May 2011 at 09:11

        ung…kalo dikasi tanda kurung < dianggap kode toh =.="
        diperbaiki deh 😛
        "imported in (nama negara) by (nama distributor)"

        • 10 May 2011 at 09:18

          Hooooo impor yah, bukannya ekspor? Saya pikir dibuat di Indonesia dan dikirim ke Swiss. 😀

      • 49 Felicia
        10 May 2011 at 10:08

        eh ndak, bukan impor juga…tapi licensed…
        jadi aslinya itu produk lisensinya dipegang sama Van Houten Switzerland tapi dia kasih kontrak ke Ceres buat produksi di sini untuk dijual di sini juga…
        membingungkan kah? ^.^;;

      • 10 May 2011 at 13:49

        Tidak membingungkan kok, saya ngerti. 🙂

        Saya hanya salah mengartikan bahwa “manufactured by” itu harus selalu mengirimkan barangnya ke Swiss atau negara pemberi lisensi. 🙂

    • 10 May 2011 at 12:52

      Ooooh ternyata begitu. 😛

      • 52 bhiberceloteh
        11 May 2011 at 11:09

        Mm.. kalo kontrak lisensi doank diawasi ga sih hasil produksinya? rasa dari produknya maksud aku.
        khan kata Asop rasanya bias-bias-asmara (baca: biasa-biasa-aja) tuh yaa.. apa emang rasa produk yg disana pun begitu juga?
        Logikanya, kalo yg hasil produksi sana sangat enak, sedangkan di Indo rasanya biasa banget, bisa menjatuhkan image produk donk yah?

        Coklat monggo itu agak mahal juga loh, aku blom pernah nyoba.. 😦

        • 12 May 2011 at 22:17

          Hmmmm entahlah Bhi, buat saya sih emang rasanya biasa-biasa aja…. mungkin karena memang saya gak suka cokelat manis kayak gini, saya sukanya cokelat hitam di atas 75%. Jadi mungkin tergantung lidah yang nyobain juga. 🙂

          Nah, ada seorang narablog yang udah nyoba cokelat Monggo. Katanya enak. 😆

  17. 10 May 2011 at 09:11

    Kalau mau makan cokelat yang banyak, solusi murah meriah itu cokelat ayam jago :D.

    • 10 May 2011 at 12:51

      Heeee sekarang masih ada yah? 😀

      • 10 May 2011 at 12:55

        setuju.. *nyari-nyari ayam jago*

      • 11 May 2011 at 13:55

        masih ada, sop. mau beli???#penjual coklat.

  18. 10 May 2011 at 09:48

    Van Houten itu rasanya beda.
    Dari saya kecil saya sudah kenal coklat itu. Sekarang coklat wafernya juga enak banget. Yang namanya Ritz. Saat saya lihat nama pabriknya, dan saya ingat2 kok namanya sama dgn nama meses Ritz, ternyata memang mereka satu pabrik. Cuma untuk coklat pake nama Van Houten.
    Saya gak tahu itu aslinya buatan mana. Tapi mungkin gak kalau Van Houten ini franchise dari luar? Jadi PT Ceres sudah beli licensinya khusus u/ VH Indonesia….

    • 10 May 2011 at 15:09

      Ooooh, apa pula itu “Ritz”…. 😀
      *saya bener2 gak tahu merek wafer dan cokelat* 🙂

      • 24 May 2011 at 10:52

        hehehe, pergi ke swalayan, cari rak meises…pasti bakal ketemu tulisan ritz 🙂

  19. 10 May 2011 at 10:16

    Hihiihihi… kalo nama vokalis itu aku ndak tau mas… kalo coklat itu.. malah belum pernah liat! 😀

  20. 10 May 2011 at 11:43

    Ayam jagoooo enak 🙂

    • 10 May 2011 at 15:07

      Waduh semua pada nyari “ayam jago”… 😀

  21. 10 May 2011 at 12:10

    ehmmm nama coklatnya terdengar asing 😀

    #padahalemangjarangbangetbelicoklat

  22. 10 May 2011 at 12:31

    Coklat swiss tidak seterkenal yang terkenal Coklat Austria si 😀

    • 10 May 2011 at 15:07

      Oh ya? Austrian juga terkenal cokelatnya ya? ❓

  23. 67 Rully
    10 May 2011 at 12:44

    gak ngerti, gak bisa jawab 🙂

  24. 10 May 2011 at 12:55

    Nyam…nyam…nyamm.. jadi pengen coklaaaat, dan sama sekali ga peduli siapa nama Charli ST12 itu Sop, hihihii

    • 10 May 2011 at 15:05

      Tapi saya penasaraaaaaan…. 😐

  25. 10 May 2011 at 14:13

    Ini coklat udah lama banget nih. Kalo ga salah dari jaman SD deh.
    Tapi ga tau deh kalo benrean dieskpor.

  26. 10 May 2011 at 15:22

    termasuk istri ketika pulang dari Malaysia dan membeli sebuah coklat, selidik punya selidik ternyata buatan Indonesia juga …. walaahhhhh

    • 10 May 2011 at 20:15

      Walaaaah, kecele dong.. 😆

  27. 10 May 2011 at 15:52

    Saleum,
    hidup itu harus dinimati bang asop, demikian juga Cokelat Van Houten, sikaaaaaaatt…..!!! 🙂
    saleum dmilano

  28. 74 Usup Supriyadi
    10 May 2011 at 16:27

    salah satu kenapa saya terkadang suka beli coklat itu ya kemasannya itu lho. hahaha. btw, udah saya balas pertanyaannya di email.

    • 10 May 2011 at 20:15

      Wah, ngoleksi bungkusnya, Kang? 😀

      • 76 Usup Supriyadi
        11 May 2011 at 19:57

        Nggak juga, akhirnya pasti disobek-sobek. Wkwkwkwk… maklum agresif. ckckkc

        • 13 May 2011 at 09:06

          Huahahaha!

  29. 10 May 2011 at 16:27

    itu kan teknik marketing Sop… meyakinkan konsumen utk membeli, “Ini lho coklat kualitas ekspor, ke Swiss lho…”

    *Charlie ada sejarah tersendiri namanya van houten, …mungkin 😛

    • 10 May 2011 at 20:15

      Hohoho, kalo udah soal marketing, saya angkat tangan. 😆

  30. 10 May 2011 at 17:00

    jadi ke alfamart cuman buat potoin tu coklat? masya allah…kenapa gak dibeli aja? hehe..
    kan saya mau juga..
    saya bukan penggemar coklat jadi gak tau perkembangannya. ^^

    • 10 May 2011 at 20:14

      Nggak laaah! Udah saya beli itu, Mas! 😆

      • 11 May 2011 at 10:40

        owhh..kirain cuma minjem foto, hahaha..pelit amat kalo kek gt*
        udaaahh, buruan disantap.

        • 12 May 2011 at 22:08

          Hehehe saya gak pelit kan? 😀

  31. 10 May 2011 at 17:06

    hehehe yang bener Felicia, karena kalau impor terlalu mahal, jadi dibuat di Indonesia atas lisensi dari VH sana. Sama saja dengan minuman Calpico, sama persis dengan minuman calpis di Jepang, tapi dibuat di pabrik indonesia dengan pemakaian lisensi merek yang sama.

    Ada coklat bubuk namanya Droste yang juga dibuat di Indonesia. Dulu saking fan nya dengan Droste asli belanda dia ngotot selalu mau membeli yang dr belanda (yg lebih mahal) tapi lama-lama yang impor hilang dari pasaran shg terpaksa beli yg buatan Indonesia.

    Kalau mau bicara coklat enak di sini ada yg terkenal dari Belgia bernama Godiva… aduh rek mahalnya 😀 satu biji (minimum) 200.000 rupiah sahaja 😀

    EM

    • 10 May 2011 at 20:12

      Whaaat!? 200ribu rupiah?? 😯

      Alamak, sangat tak bersahabat untuk kantong mahasiswa! 😦

  32. 10 May 2011 at 17:34

    wew.. apdahal sepintas tadi dari poto pertama, sayang udah langsung lapar mata T_T

  33. 10 May 2011 at 18:00

    hm, kalau cokelat saya pasti mau, apalagi kalau gratis

    • 10 May 2011 at 20:11

      Jiaaaaaaaah semua sama aja… 😛

  34. 10 May 2011 at 18:07

    masa rasanya biasa ajah siyh, sop?
    pdhl van houten itu merek coklat favorit saia lowh….
    kangen udah lama gak makan…hehehe
    boleh deh dibagi ke saia coklatnya… 😀

    • 10 May 2011 at 20:11

      Mungkin karena saya gak suka cokelat biasa kali ya…. 🙂

      Saya sukanya cokelat hitam di atas 75%. 🙂

  35. 10 May 2011 at 18:14

    kapan kapan deh Kang Asop saya mau produksi tempe dengen merk Tempe Van de Lozz, saya ekspor deh ke Timur Tengah hehehe

    Njaluk cokelate rah Kang

    • 10 May 2011 at 18:17

      haha..bagus juga idenya..

    • 10 May 2011 at 20:10

      Hahahaha! 😆
      Puuuuinter buanget iki Mas Akbar. 😆

      Wah, aku ra isa janji ngirimi cokelat, Mas. :mrgreen:

  36. 10 May 2011 at 18:26

    emmh.mungkin akan diekspor ke berbagai negara nih coklat.hehehhe.
    mas asop,lain kali kalo beli coklat lagi kasih masukan tuh PT nya buat merk pake nama yang meng-indonesia,seperti nama udin,asep,asop gituh.hehehhe.

    i like.

    • 10 May 2011 at 20:05

      Whooooa saya gak terpikir ide seperti ini! 😀 😀

      Tapi… kirim ke mana suratnya? Email-nya? 😦

  37. 10 May 2011 at 18:28

    mikir lagi nih,mungkin nih coklat pesanan khusus dari negeri luar kali ya.hhe

    • 10 May 2011 at 20:06

      Mari kita nikmati saja. 😀

  38. 10 May 2011 at 18:37

    Saya malah belum pernah makan coklat ini. Maklum biasa makan singkong rebus.
    hehehehehe

    • 10 May 2011 at 20:04

      Waaaah makanan saya ubi. :mrgreen:

  39. 10 May 2011 at 18:52

    ya biasaa.. biar lebih murah dapetnyaa.. apa di swis ga ada kebon cokelat ya? wah, bisnis kebon cokelat aja di swis jadi laku keras ni keknya..

    • 10 May 2011 at 20:04

      Hahahahaha di sana setahuku pabrik cokelat termasuk usaha utama lho, Mas. 😀

  40. 10 May 2011 at 19:43

    kmu perhatian bgt sop,, kalo qu langsung maem ja gk pake liat2 lagi .. heheh 🙂

    • 10 May 2011 at 20:03

      Hehe maklum, saya bukan penggemar cokelat, jadi saya sangat pilih-pilih. 😆

  41. 104 ceetrul
    10 May 2011 at 21:15

    kalo saya baca di sebuah tabloid enterpreneur c y,..
    yang pegang raksasa coklat itu asli garut, tiga bersodara gitu.
    trus skrg tinggalnya di singapore.
    dari mulay ceres, silver quen mpe jago mereka produksi,..joinventure ato kongsinya kaya apa sy g gt inget,
    ktnya c, coklat untuk semua kalangan gt,..hhehehee

    • 12 May 2011 at 22:07

      Wah, mungkin aja ya, semoga itu benar. 🙂

  42. 10 May 2011 at 21:31

    Tunggu sebentar… saya cek dulu ke swiss siapa tahu ada coklat kaya gini di swiss. hehehehe

    • 12 May 2011 at 22:08

      Hahaha ayo ayo ayo saya tunggu kabarnya. 😆

  43. 10 May 2011 at 22:06

    setau sy yg van houten itu bubuk coklat buad bikin kue. skarang ada batangan juga yak? hmm… ga terlalu suka coklat sih, lebih suka eskrim *eh *salahfokus 😀

    • 12 May 2011 at 22:09

      Saya es krim juga suka.. tapi harus Haagen Dasz. 😆

  44. 110 Galuh Lintang
    10 May 2011 at 22:45

    ini kan udah lama banget soopp ;p

    dan emang, indonesia penghasil kakao yang cukup dperhitungkan, ke3 terbesar kalo ga salah yak?

    • 12 May 2011 at 22:10

      Waaaaaah saya gak tahu kalo ini cokelat udah sejak jaman dulu… 😎

      Nah, saya pernah dengar juga kalo gak salah benar begitu, kita Indonesia urutan ketiga terbesar. 😉

  45. 10 May 2011 at 23:33

    assalamu’alaikum…
    wah Kode MD dari dalam negeri to Ms Asop,, baru tahu saya…
    mencintai product dalam negeri tentu akan lebih indah…

    • 12 May 2011 at 22:16

      Ini saya tahu pas dulu berita OREO berkode ML mengandung zat kimia berbahaya… 😆

  46. 11 May 2011 at 00:28

    ane belum nemu di alfamart jogja ne. .
    coba kalo ketemu ane cicipi hihihiih…
    hmm .. . permainan perusahaan slalu membuat penasaran konsumennya..

    • 12 May 2011 at 22:17

      Dasar perusahaan! 😆

  47. 11 May 2011 at 01:06

    kalo gak salah, waktu dulu coklat van houten ini udah ada cuma kemasanya yang diganti… rasanya emmang gak jauh beda ama sodara secoklat lainnya keluaran dalam negeri, atau yang minjam merk dagang luar itu… 😀
    jadi pimgim nostalgia lagi deh

    • 12 May 2011 at 22:18

      Nah, silakan bernostalgia kembali dengan cokelat jaman dulu. 😀

  48. 11 May 2011 at 05:53

    Waduh….komennya udah banyak banget, jadi minder nich… 🙂 tapi ngak apa kang yach,

    Coklat, meskipun enak tapi saya kurang suka,,,nak kalau makan sama si Dia enak heeeee..ternyata kang Asop jeli yach melihat sesuatu yang tidak terpikirkan sipppp

    • 12 May 2011 at 22:33

      Walaaaah kenapa minder, Bli? 😦

      Kebetulan aja saya waktu itu jeli. 😀

  49. 11 May 2011 at 07:48

    wah, ternyata kualitas ekspor ya? bisa tau nih rasanya kualitas ekspor itu sama gak ya sama untuk dalam negeri. hehe.

    • 12 May 2011 at 22:36

      Nah, entahlah, sama apa nggak ya? :mrgreen:

  50. 11 May 2011 at 08:00

    saya malah belom pernah nyoba coklat satu ini
    taunya ya cuma kitk*t sama s*lverqueen doang

    • 12 May 2011 at 22:36

      Aih, KitKat, dulu pernah saya bahas. 😆

  51. 11 May 2011 at 08:00

    mungkin swiis pengen ngerasain coklat buatan indo alias coklat impor xixi

  52. 11 May 2011 at 10:32

    Coklat Van Houten salah satu jajanan favorit waktu sekolah dulu, tapi sekarang jarang lihat.
    Cacao juga sama seperti daun teh, biji kopi dan yang lain bahan mentah diekspor, diolah diluar negeri kemudian dijual di Indonesia dengan harga yang lebih mahal.
    Entah karena kita lebih suka dengan merk luar atau kita yang tidak bisa mengolah menjadi kemasan yang menarik.

    • 12 May 2011 at 22:08

      Hiks… 😦
      Semoga di masa depan perusahaan cokelat dan teh di Indonesia bisa mengalahkan dominasi perusahaan luar negeri. 😦

  53. 11 May 2011 at 10:44

    Ini coklat sudah ada sejak jaman saya kecil. Tapi kami ndak begitu suka coklat ini.

    • 12 May 2011 at 22:09

      Hahaha apalagi saya, Mas Dewo. :mrgreen:

  54. 11 May 2011 at 11:31

    saya mau dong coklatnyaaaa… 😀

    • 12 May 2011 at 22:17

      Waaaaah gimana cara ngirimnya ya? 😛

  55. 131 sunflo
    11 May 2011 at 11:43

    kalo produksi ceres keknya enak ajah deh… ^^

    • 12 May 2011 at 22:32

      Hahahaha 😆

  56. 11 May 2011 at 12:27

    bagi dong coklatnya………..

    • 12 May 2011 at 22:32

      Sini dong… 😀

  57. 11 May 2011 at 13:46

    Hihi.. kata guru saya dulu itu namanya Lisensi Kang Asop.. seperti Susu Bendera yang diproduksi PT Nestle. di label belakangnya tertulis License Product By ….. *bener ga sih tulisannya* 😛

    • 12 May 2011 at 22:35

      Ohhh begitu…

      Tulisannya…. sepertinya yang betul adalah “product license”. 🙂

  58. 11 May 2011 at 13:59

    blog ais bahas coklat, blog Asop bahas coklat, blog kaka akin bahas coklat.
    Tunggu saya akan bahas coklat juga

    • 12 May 2011 at 22:36

      Hehehehe bahas manfaatnya bagi kesehatan, Mbak. :mrgreen:

  59. 11 May 2011 at 14:00

    wah asop neh suka ngasih info2 yang bikin penasaran coba, ntar ahh dicarii 😀

    • 12 May 2011 at 22:37

      Silakan mencari! 🙂

  60. 11 May 2011 at 14:02

    wah emang ada yah, ko disini blon nemuin coklat kaya gtu! mungkin bener” diekspor ke swiss

  61. 11 May 2011 at 14:04

    daripada coklat, kayaknya saya lebih tertarik nasi udang yang kemarin itu deh 😀

    • 12 May 2011 at 22:38

      Hihihii sukanya makanan berat nih… :mrgreen:

  62. 11 May 2011 at 14:32

    manis ga sob rasa coklatnya…..xixixixixixixixixi

    salam persahabatan selalu dr MENONE

    • 12 May 2011 at 22:40

      Cokelat ini pasti manis. 🙂

  63. 146 Agung Rangga
    11 May 2011 at 17:08

    hah? Ada cokelat baru lagi ya? 😯
    wajib diburu nih!!! 😀

    • 12 May 2011 at 22:41

      Hahaha ini cokelat lama kok, kata narablog yang tahu. 😉

  64. 11 May 2011 at 18:10

    iya, sop. coklat van houten ini sebenernya udah lama banget, dari jaman mama dan papa saya masih muda, udah pada makan coklat ini. hehehhe
    tapi emang enak kok. saya juga ga tau kalo ternyata coklat van houten ini buatan indo 😳 makasih loh infonya, saya suka ga ngeliat perusahaan yg bikin sih *ngeles :mrgreen:

  65. 11 May 2011 at 19:14

    ga pernah nyoba seh sop, tapi saya emank ngiranya neh coklat dari luar..secara namanya.. :mrgreen:
    thanks yak..infonya 🙂

  66. 11 May 2011 at 19:27

    saya ga pernah makan ini sih.
    palingan makan ichiban.
    Ichiban udah ga ada ya?

    • 13 May 2011 at 09:10

      Wah! Saya melupakan ichiban!

  67. 11 May 2011 at 19:29

    hahaha, ST12 buka bisnis baru nih 😆

    • 13 May 2011 at 09:06

      Hihihi

  68. 11 May 2011 at 20:42

    Hehe ternyata buatan Indo 😀
    Tapi kemasannya keren lho 😀

    • 13 May 2011 at 09:05

      IYa, saya tertarik beli karena desain bungkusnya. 😳

  69. 11 May 2011 at 21:03

    Kalo vokalis ST 12 sama kayak aku.. sukanya makan gula jawa sama kelapa… yang jelas asli dan tidak diragukan lagi ini buatan Indonesia… 🙂

  70. 11 May 2011 at 22:03

    dasar orang iseng, hehehe kirain ini cuman postingan iseng, tak taunya liat komen2nya kok jadi serius gini, ada masalah lisensi, impor, kbijakan, emang hebat kang asop kalau bikin postingan 🙂

    • 13 May 2011 at 09:03

      Hush, jangan puji saya.

  71. 11 May 2011 at 22:35

    Sempat makan beberapa kali, lumayan enak sih 😀
    Oh..ya, namanya mirip banget sama Cocoa.
    Ada Cocoa yang namanya Van Houten juga 😀

    • 13 May 2011 at 09:02

      Tunggu, Mas Zip…. “cocoa” di sini apakah bubuk cokelat?

  72. 11 May 2011 at 22:59

    Aku sih suka bingung aja Sop kalau ibu angkatku dari Australia bawain aku coklat karena kadanga ku bisa dapetin itu di Circle K atau tempay lainnya lha….atau boss ku pulang dari Belanda bawain aku coklat, rasanya sama…..aku menikmati coklatnya sambil kedip2 aja….he he he,…ya apa2 kita ngimpor pdhl bahan mentah d yg kita impor adalah hasil ekspor kita….

  73. 12 May 2011 at 00:11

    Kita ini kan negara segar, kaya, apapun punya 😀
    Swiss itu kecil tapi penghasil coklat terbaik, kalau kita hanya bisa sebagai penghasil cocoa, belum bisa sebaik swiss. Begitu kali ya? 🙂

    • 13 May 2011 at 08:58

      Swiss bukan “penghasil” cokelat, tapi “pengolah” cokelat. Swiss gak punya ladang cokelat. 😎

  74. 12 May 2011 at 00:32

    Woww … coklat? saya biasanya minum teh telor … hahaha gak nyambung deh … 😛

    • 13 May 2011 at 08:58

      Huhuhu Mas Abrus, saya bikin sendiri teh telor berlum bisa menghasilkan rasa yang bagus…. 😦

  75. 12 May 2011 at 01:45

    wah, keranjingan luar. lebih tepat dijuluki “bittot van de longas. ha ha

    • 13 May 2011 at 08:41

      Heeeee 😯 Apa itu artinya?? ❓

  76. 12 May 2011 at 02:31

    disini kan teknologinya belum mumpuni untuk mengolah coklat, paling mentok ya menghasilkan biji kakao nya aja 😀
    semoga beberapa taun lg kita udah gak usah mengimpor coklat ya 😀

    • 13 May 2011 at 08:40

      Nah, jangan terus begitu dong…. 😐

  77. 12 May 2011 at 09:03

    Lebih enak Cadbury dan Toblerone… :mrgreen:

    • 13 May 2011 at 08:38

      Bagi saya lebih enak cokelat hitam. 😀

  78. 12 May 2011 at 09:12

    kayaknya itu merk aslinya untuk pemasaran luar negri gitu kali deh,.,.
    masih enak coklat MONGGO dari JOGJA sepertinya 😀

    kpn2 kuposting dah

    • 13 May 2011 at 08:37

      Ayo Mas, posting cokelat Monggo. 🙂

      • 19 May 2011 at 08:40

        kapan ya? *halah

  79. 12 May 2011 at 09:56

    klo gak salah, suamiku pnh cerita bahwa Ceres is one of the biggest chocolate factories in the world. dan emang enak banget sihhhh…. *nyemilin meises*

    • 13 May 2011 at 08:36

      Waaaaah, ceres ya… 😀
      Semoga itu benar. 🙂

  80. 12 May 2011 at 11:02

    eum… bukan cuma coklat kok mas… lah bola tasikmalaya juga udah sampe ke piala dunia kok..

    • 12 May 2011 at 23:42

      Iyaaa saya tahu hal itu pas dulu Piala Dunia 2010. 😀

  81. 12 May 2011 at 11:44

    Saya bukan penggemar coklat sih,, jadi baru tahu sekarang nih kalau dibuatnya di Indonesia

  82. 12 May 2011 at 13:39

    rasanya dulu sering dibelikan coklat ini
    kupikir coklat impor
    ternyata bikinan kampung sebelah, hehehe….

    sedj

  83. 12 May 2011 at 15:32

    Itu cokelat favoritku sejak remaja, rasanya lebih enak dibanding coklat2 lain 🙂
    Indonesia produknya banyak digemari di luar negeri lho selain cokelat, mie instant Indonesia juga banyak yg suka disana. 🙂

    • 12 May 2011 at 22:42

      Iyaaaaaa saya pernah lihat seorang rapper Amerika nyanyiin lagu berjudul “indomie”. 😆 😆 😆

  84. 12 May 2011 at 21:58

    di depok dimana ya?? mau beli 😐

  85. 13 May 2011 at 11:14

    buat strategi pemasaran nih 😀 namanya juga orang Indonesia suka yang import2, termasuk makanan, padahal g tau sebenernya produk import yang dinikmati itu aslinya juga dari Indonesia, hehehe, di kotagede(Jogja) juga ada coklat yang enak, namanya coklat Monggo, dan sepertinya cuma dijual di circle K gitu, yang punya perusahaan coklatnya itu pendatang dari Jerman klo g salah

  86. 185 oomgoen
    17 May 2011 at 17:18

    jurus dagang: pake nama asing biar ngetop

  87. 20 May 2011 at 10:58

    wah jadi ngiler dan kangen coklat monggo asli jogja,tp lg ga ada duit buat beli coklat mahal, buat makan 3x sehari ala anak kos aja dulu deh 😀

    • 20 May 2011 at 14:10

      Hehe, iya, toh gak makan cokelat kita gak akan mati kan? 😀

  88. 24 May 2011 at 10:54

    ada dari dulu…kalo ga salah ada yg warna merah, orange juga ya???

    • 24 May 2011 at 14:14

      Wah, saya cuma nemu yang ini di Alfamart. 🙂

  89. 190 yunus
    17 July 2011 at 14:41

    harga nya berapaan mas 😀

  90. 191 cherr
    22 July 2011 at 00:32

    maaf ikutan nimbrung yaaa…….. coklat yang abang bhs memang dari belanda coba deh buka webnya http://www.vanhoutendrinks.com/en/history disitu d jelasin sejarahnya n penemunya,(coklat fav sy n emak d rmh sk bikin kue coklat pk bu2k cacaonya)…*hmmm mendadak ngiler…* Klo soal charli ST 12 itu mah cm nama domplengan, pernah bc d kaskus ad yg 1 kampung noh ma charli nm aslinya casmali ato casmili, saran saya sblm ngeposting sesuatu cari dulu sumbernya yg jls, biar g nambah semakin simpang siur tentang objek yg d bahas, biar yg bc jg g nerima info yg salah……. oce….

    • 22 July 2011 at 10:14

      Lho lho, Van Houten yang Cherr kasih tahu ini… bukannya minuman cokelat ya??
      Beda dong… 😕

  91. 14 February 2012 at 13:32

    Hahh,, baruu Liaat bLog ini pas 14 feb,, bukan masalah valentinenya tapi cokLatnya,, 3000-an ya sama haL nya dg cokLat2 lainnya #bukan cokLat minyak ya!! 😀
    retaiL2 indo/alfa mart ada kok,, dekat kasir cuma ya ituu yang dibingungkan manufacture by ceres indonesia tp begituu yaa..?? hmm.. saya saLah satu penggemarnya tanpa merhatiin tulisan ini saya main makan aja ntah kenapa jadi begini feel saya?? what the hell i care about this chocolate,, just like the taste sii 😀
    kaLo van houten yg bubuk saya jugaa sukaa bgt 😀
    di tangerang ada pabrik coklat yg coklatnya ga kalah enak lhoo sudah berkelas,, ada yang tau BT COCOA..??
    bauunya enek waktu belum diolah #lewat depan pabrik
    tapi rasanya ya gituu sama kaya coklat hahahhaah

    • 17 February 2012 at 22:00

      Saya gak suka cokelat Van Houten ini.
      Euh, emang dasarnya saya gak suka cokelat sih, kecuali cokelat hitam 85%. 🙂

  92. 195 puspa
    16 February 2012 at 20:19

    bagaimana dengan “van houten ” yg saya beli ini

    bener2 tidak layak makan….memalukan.

    websitenya oke tp produknya “NOL”!!!!

    • 17 February 2012 at 21:50

      Iya, menurut saya juga gak enak…

  93. 19 February 2012 at 08:54

    wow, ada yg nulis tentang coklat fave Vie.. ^_^
    V suka banget coklat ini..enak! hehhe..

    • 20 February 2012 at 15:15

      Huaaaah, berkebalikan sama saya, saya gak suka cokelat.

  94. 26 February 2012 at 15:17

    Wah kebetulan ayah saya kerja di PT. Ceres, Van Houten ini buat di ekspor kok. PT. Ceres itu melingkup Van Houte, Delfi, Selamat, ChaCha, ChicChoc, Silver Queen, dsb. Klo ga salah di bidang confectionary coklat, Ceres urutan ke 3 dunia setelah Swiss sama German. Klo rasa coklat ini sih emang biasa bgt, tp ada macem lain Van Houten yg dark chocolate, dsb. Harganya jg bisa berlipat2 dari yg ini. Dan ga semua yg di ekspor keluar negri dijual di Indonesia kaya coklat kopi, coklat yg isinya serbuk kopi, coklat yg pake alkohol dalemnya, dsb. Harganya jg mahal2.. Tapi klo mau murah datengin aja koperasi pabrik PT. Ceres di Dayeuh Kolot Bandung, banyak kok yg bentuknya gagal gtu dijual kiloan.. 😀

    • 27 February 2012 at 18:00

      Waaaaaah, makasih atas tambahan informasi dari Mas Rizky.

  95. 201 ine
    27 July 2012 at 20:23

    hmmm coklat ini dah ada dari jaman dahulu kala… jaman aku masih sd udah ada, ada juga yang bungkus nya merah kaya nya itu lebih pahit rasanya. Mungkin.. dulu nya buatan swiss nah setelah indonesia bisa buat… ya di buat lah coklat itu di dlm negri sendiri supaya lebih murah… jadi yang di jual sekarang mungkin aja rasanya ga sama … sama yang aslinya dulu … klo di tulis for swiss hmmm ga jelas juga kenapa kadang kan pabrik pabrik skr gitu… corn flakes aja bisa buatan thailand lah buatan indonesia buatan vietnam. Yang aneh… kadang harga di dalam negeri bisa lebih mahal dari pada harga di luar negeri loh… padahal jelas jelas made in indonesia . Terbukti.. sodara aku di singapura beli oreo harganya lebih mahal di indonesia dari pada di singapura dengan catatan barang nya sama di import dari tangerang oleh singapura … kenapa bisa begitu ????

    • 10 August 2012 at 22:36

      Wah, itu pertanyaan yang seru untuk dibahas. Tapi saya gak paham banyak soal ekonomi…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 972 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: