13
Jun
11

Telur Ayam Kampung atau Telur Ayam Negeri?

Ini yang saya ingin tanyakan ke narablog sekalian, terutama narablog yang suka masak telur atau yang ahli mengenai gizi. :mrgreen:

Narablog sekalian lebih suka mana untuk konsumsi sehari-hari, telur ayam kampung atau telur ayam negeri? Apa alasannya?

Ada banyak hal yang nggak dan ingin saya ketahui. Mohon bantuan narablog sekalian. *mungkin Mas Cahya bisa membantu* :mrgreen:

  • Benarkah telur ayam negeri tidak sehat untuk sering dikonsumsi? Katanya karena ayam negeri itu diberi berbagai macam hormon (seperti hormon progesteron) dan obat-obatan supaya cepat tumbuh dan gemuk, juga supaya banyak bertelur (BSJSS). Jadi di dalam telur ayam negeri terkandung hormon dan obat-obatan tadi.
  • Benarkah telur ayam kampung lebih baik? Setahu saya, dari yang saya baca di sebuah majalah kesehatan, putih telur ayam negeri mengandung lebih banyak protein ketimbang putih telur ayam kampung.
  • Mengapa harga telur ayam negeri lebih murah? Dengan harga Rp 12.000,00 saya bisa membeli kira-kira 12-13 telur ayam negeri. Dengan harga yang sama saya hanya bisa membeli 6-7 telur ayam kampung.
  • Apa yang membuat telur ayam kampung mahal? Padahal ukuran telur ayam kampung kecil-kecil. 😦

Saya tahu, yang paling aman tentu sebaiknya saya konsumsi telur organik. Saya ingin sekali bisa setiap hari mengonsumsi telur ayam organik, tetapi terhalang oleh harga. 😀   Jadi jarang-jarang kami sekeluarga mengonsumsi telur organik.

Mohon bantuannya ya, narablog sekalian. Bagi-bagi ilmu lah. :mrgreen:

——————————————————————————————————————————

Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

227 Responses to “Telur Ayam Kampung atau Telur Ayam Negeri?”


  1. 13 June 2011 at 00:52

    Ayam Kampung Gan ! Tlur ayam kmpung dismping lbih enak, juga rendah kolestrol dan kya protein dibanding telur ayam negeri (petelur).

    • 13 June 2011 at 11:01

      Nah, setahu saya, semua kuning telur jenis apapun mengandung banyak kolesterol. 🙂
      Malahan, kata Ade Rai, putih telur ayam ras/negeri mengandung lebih banyak protein ketimbang telur ayam kampung. 😐

      • 19 October 2011 at 18:10

        salah info tuh gan…. telur ayam kampung lebih banyak proteinnya
        Perbandingan kandungan yang ada dalam telur ayam Buras dengan telur ayam Ras
        Jenis Ayam Protein (%) Lemak (%) Karbohidrat (%) Air (%)
        Ayam Buras 12,80 11,50 0,75 74,00
        Ayam Ras 12,10 10,50 1,00 65,60
        Sumber : Triharyanto, 2001

        • 19 October 2011 at 19:40

          Oke, makasih atas masukan Anda. 😀

          Yang manapun yang benar, pokoknya telur itu mengandung protein.

  2. 13 June 2011 at 01:53

    ayam negeri itu kan banyak pake hormon jadi bertelurnya lebih banyak. kalo ayam kampung kan diternak secara tradisional, jadi jumlah telurnya gak sebanyak ayam negeri.
    makanya telur ayam kampung itu selain lebih bagus (lebih sehat) juga jatohnya lebih mahal.

    • 13 June 2011 at 11:02

      OOooh, tapi yang saya sayangkan itu kenapa ukuran telur ayam kampung keciiiiiil sekaliii??
      Sungguh, ukurannya kalah jauh dibanding telur ayam negeri… 😦
      Jadi gak rela dengan harganya….

      • 8 September 2011 at 02:00

        telur ayam kampung sering digunakan untuk menjaga kesehatan dan meningkatkan stamina. Karena punya khasiat lebih,maka harga jadi lebih mahal.

        • 9 September 2011 at 20:32

          Bisa jadi juga sih… 😕

    • 13 June 2011 at 13:34

      sepaham sama arman

  3. 13 June 2011 at 04:05

    telur kampung mas, rekomendasi ortu yg jg dr kampung :mrgreen:

    • 13 June 2011 at 11:03

      Lho, jangan bawa-bawa kampung dong… 😀

    • 28 October 2011 at 07:10

      sekampung ama telur ?

      • 28 October 2011 at 16:58

        Semakin membingungkan. 🙂

      • 28 October 2011 at 18:46

        Triiz said : “telur kampung mas, rekomendasi ortu yg jg dr kampung”

        (telur nya kampung, ortunya dr kampung) jangan2 sekampung.. 😀

        • 28 October 2011 at 20:02

          Oh… errrr… ya.. oke. 😀

  4. 13 June 2011 at 05:47

    saya suka telur! nyam,. telur ayam negri dan kampung, asalkan telur saya suka. hhe..

    • 13 June 2011 at 11:03

      Hehehe, sama dong, tiap hari pasti konsumsi telur.
      Bagus untuk sumber energi di pagi hari.

  5. 13 June 2011 at 06:27

    Jujur saya gak ngerti soal telur-menelur (eh?)
    Tapi saya memang lebih sering makan telur ayam negeri 🙂
    Dan, setelah melihat pertanyaan pertama mas asop, saya jadi agak ngeri. Kalau benar, aduh gawat banget 😦

    • 13 June 2011 at 11:05

      Nah, mari kita lihat jawaban2 dari narablog yang mengetahui kebenaran akan hal ini.

  6. 13 June 2011 at 07:07

    hmm, aku gak gitu tau sih, cuma kalo di tukang jamu tradisional pasti pake telur ayam kampung..gak pernah tuh pake telur ayam negri, hehehe.. Menurut aku sih sehatan telur ayam kampung.. tapi kalo untuk daily gak mungkin dong makan telur ayam kampung terus, bayangkan masa ceplok telor ayam kampung dijamin dimarahin mamah! hahaaa
    Aku malah gak tau ada telur organik..setau aku cuma buah,sayur dan beras aja yg bisa diorganikan,hehehe..

    • 13 June 2011 at 11:07

      Nah, itu dia, harga telur ayam kampung gak sebanding dengan ukurannya.
      Keciiil banget ‘kan, ketimbang telur ayam ras/negeri? 😐

      Ada lho saya pernah lihat liputan di tipi, ada pengusaha telur ayam negeri yang gak pake obat2an sama sekali, jadi organik. Juga ayam potong jenis ras yang organik juga.

  7. 13 June 2011 at 07:44

    Kalau ada duit sih mending telur ayam kampung, ibaratnya gadis desa with no makeup, no silicon, no tobacco 😀

    • 13 June 2011 at 11:09

      …harganya itu lho, gak sebanding sama ukurannya…

      • 13 June 2011 at 14:20

        emang sih tanpa silicon lebih kecil, tapi kenyal dan ngga takut meledak hahaha
        Kamu sukanya yg gede-gede ya 😀

        EM

        • 13 June 2011 at 14:26

          Hmmmm kalo bisa yang gedhe sekaligus alami, mengapa tidak? :mrgreen:

  8. 13 June 2011 at 07:45

    suka ayam kampung. kuning telurnya lebih banyak …. manteb kalo dimasak -digoreng-direbus-dibakar *eh ??
    :mrgreen:

    • 13 June 2011 at 11:11

      Hmmm setahu saya malah kuning telur ayam negeri lebih banyak, karena ukurannya lebih besar.
      Hanya beda warnanya aja, kalo kuning telur ayam negeri berwarna kuning terang, warna kuning telur ayam kampung berwarna oranye. 🙂

      • 13 June 2011 at 15:44

        *mecah telur kampung ngecek kebenaran diperbandingkan dengan telur ayam negeri* 😆

      • 13 June 2011 at 15:59

        Sok atuh coba aja. 😉

  9. 13 June 2011 at 07:48

    saya juga nda ngerti malahan ttg telur perteluran….

    taunya ya sudah siap untuk dinikmati… 😀

  10. 13 June 2011 at 07:57

    saya suka telor matang, hihihi…..

    • 13 June 2011 at 11:12

      Sama dong.

  11. 13 June 2011 at 08:08

    Memang betul, ayam kampung kan tumbuh dari biji-bijian alami yang dimakannya sehari-hari, jadi niscaya gizinya lebih baik. Ayam kampung juga bebas dari obat-obatan hormon yang disuntikkan ke dalam tubuhnya, tidak seperti ayam negeri.
    Karena itu produksi telurnya pun lebih baik karena lebih aman. Itu juga yang menjadi penyebab telur ayam kampung lebih mahal.

    • 13 June 2011 at 11:13

      Tapi mengapa ukuran telur ayam kampung kecil sekali?
      Harga mahal tapi kecil… 😦

  12. 13 June 2011 at 08:15

    untuk usia pertumbuhan, telur memang baik.. tapi kalo udah 50 ke atas kuning telur rada bahaya lo buat kesehatan.. jangankan telur, nasi pun kurang baik buat yang umurnya udah diatas 50 (ini kisah nyata orang tua agy 😉 ).. yaaa.. tergantung fisik sih emang, tapi kalo udah umuran segitu lebih baik jaga-jaga kan ?! buah-sayur-ikan air tawar are the best.. dan agy sudah perlahan mulai mengurang konsumsi nasi.. Ayook sop, kita lanjutkan pola hidup sehat 😉

    • 13 June 2011 at 11:26

      Betul sekali. Kuning telur mengandung banyak lemak dan kolesterol. Bagus bagi yang masih dalam masa pertumbuhan, tapi jadi musibah bagi orang tua.
      Sama dong, saya juga udah mulai mengurangi porsi nasi, tapi menggantinya dengan kentang. 🙂
      Coba baca ini, pola makan saya dan olahraga saya. 🙂

  13. 13 June 2011 at 09:46

    setahu aku lebih bagus telur ayam kampung karena makanan ternaknya alami, jadi aman untuk dikonsumsi, kenapa harganya lebih mahal karena ayam kampung bertelurnya lebih sedikit dibanding ayam negeri….
    salam kenal…

    • 13 June 2011 at 11:28

      Iya sih, tapi harga yang tak sebanding dengan ukuran telurnya itu lho, yang bikin saya gak rela…. 😦

  14. 13 June 2011 at 09:59

    telur ayam kampung katanya lebih bagus kuningnya. Warnanya juga lebih merah, jadi sering dipake buat moles kue nastar

    • 13 June 2011 at 11:28

      He’eh, warna kuning telur ayam kampung lebih oranye. 🙂

  15. 13 June 2011 at 10:09

    Saya baru dengar istilah Ayam Negeri, berarti ada dong ayam swasta? kwkwkwk.. 🙂
    Setahu saya sebutannya Ayam Eropa. Kalo soal gizi saya juga gak tahu…
    Yang penting enak di makan dan harganya murah, kayaknya cukup lah..

    Ohya, katanya ayam kampung kuning terlurnya baik untuk kesehatan. Makanya sering di campur dengan jamu. (di makan mentah)

    hemm…. 😀

    • 13 June 2011 at 11:27

      Wah, sebutannya beda-beda yah di tiap wilayah. 🙂
      Malah ada yang nyebut ayam ras. 😀

  16. 13 June 2011 at 10:12

    yang pasti ayam kampung selalu lebih mahal 😮

    • 13 June 2011 at 11:29

      Iya. Huh!

  17. 45 Sofyan
    13 June 2011 at 10:19

    selain gizi,,telur ayam kampung masih alami,,maksudnya cara pemberian makannanya pun belum tercampur olaeh bahan kimia,,kan ayam tersebut cari sendiri diakampung hehehe,,makanya mahal

    • 13 June 2011 at 11:29

      Ukuran telurnya itu lho, keciiil banget… apa karena memang beda jenis ya sama ayam ras? 😦

  18. 13 June 2011 at 10:25

    itu telor ayam negeri di tempat saya nyebutnya telor ayam ras .. he he he

    btw .. kalau telor ayam kampung saya jarang beli karena ada punya ayam kampung betina … kalau mesti beli keknya emang dimana-mana telor ayam kampung memang lebih malah dari telor ayam negeri ..

    • 13 June 2011 at 11:30

      Iya, saya juga kadang menyebutnya ayam ras. 🙂

  19. 13 June 2011 at 10:59

    Kayaknya lebih bagus ayam kampung. Selain ayamnya tidak disuntik hormon, ayamnya juga lebih sehat karena rajin olah raga (jogging, fitnes, dll). Soale dia dilepas begitu saja. Sedangkan ayam negeri dikandangin mulu.

    Tapi asli, alasan di atas ini ngawur banget. Hehehe

    • 13 June 2011 at 11:33

      Iya, alasan inilah yang menyebabkan kenapa ayam negeri/ras gemuk banget. 😀
      Makanya, dilarang keras makan bagian paha ayam negeri.

  20. 13 June 2011 at 11:10

    lebih sehat telur ayam kampung,
    karena makanan yang mereka makan sebenarnya.
    ayam kampung biasanya makanannya bahan alami, bukan diberi makan ternak yang memang sengaja memicu mereka untuk cepat menghasilkan telur.

    karena makanan ternak ini, ada orang yang alergi makan telur negeri, tapi kalo makan telur ayam kampung baik2 saja 😀

    • 13 June 2011 at 11:32

      He’eh, tapi ukuran telurnya itu lho, yang kecil banget, bikin gak rela ama harganya… 😦
      Kalo ukurannya besar sih, gak masalah, harga sebanding dengan ukuran… Tapi ini… udah kecil, mahal pula. 😡

  21. 13 June 2011 at 11:58

    Di rumah seringnya beli telur ayam negeri mas 😀
    Kalo telur ayam kampung mahal, lagian kecil banget, gak puas makannya, hahahah…. 😀
    Jadi ya yang murah2 aja deh 😀

    • 13 June 2011 at 13:49

      Nah itu dia, alasannya hampir sama kayak saya…

  22. 13 June 2011 at 12:36

    telur ayam kampung masih lugu, klo telur ayam negeri ababil :p

    • 13 June 2011 at 13:48

      Huahahaha ada aja nih istilahnya.

  23. 13 June 2011 at 12:43

    saya juga seringnya makan telur ayam negeri, kalau telur ayam kampung paling beli di mbak jamu itu juga buat maskeran bukan untuk dimakan hhohho putih telur dari telur ayam kampung katanya bisa ngangkat komedo.
    tapi pas didadar mah perasaan enakan telur ayam negeri, hhehhe udah kebiasan kali ya.

    • 13 June 2011 at 13:37

      Kalo didadar semua terasa sama tampaknya. 😆

  24. 13 June 2011 at 13:02

    Emang dari dulu ukuran telur ayam kampung udah kecil kali, om. Ya kalo mau digedein harus komplain dulu ke pabriknya. Hahaha

    Salam, Ikky21

    • 13 June 2011 at 13:38

      Kirain bisa digedein gitu… 😦

  25. 13 June 2011 at 13:04

    wawawaaaaa~
    aku gatau banyak tentang teluuurr >,<
    tapi kalo menurut rasa, masih lebih enak telur ayam negeri…. xD

    • 13 June 2011 at 13:39

      Lho, jangan2 gara bahan kimianya nih.. 😛

  26. 13 June 2011 at 13:10

    kenapa ayam kampung mahal? karena ongkos ke kampung lebih mahal 😆
    kalo gitu mari kita konsumsi telur bersama.. 😀
    ayam kampung atau negeri, sama saja buat saya, :mrgreen:

    • 13 June 2011 at 13:41

      Hmmmmm buat Mas Ari sama saja ya….

  27. 13 June 2011 at 13:17

    Saya lebih suka telur ayam kampung 🙂

  28. 13 June 2011 at 13:26

    mau negeri atau kampung saya suka,,,,karena proteinnya bagus untuk tubuh….tapi kalo bisa sih putihnya saja karena kandungan kuningnya jika terlalu berlebih juga ga bagus

    • 13 June 2011 at 13:42

      Sip! Betul sekali! 😀
      Lebih baik, semisal kita makan empat atau lima telur, jangan makan semua kuningnya. Makan saja satu kuning telur. Itu cukup.

  29. 13 June 2011 at 13:34

    kenapa mahal, karena stok telur ayam kampung tidak sebanyak telur ayam negeri, selain itu telur ayam kampung butuh “waktu produksi” lebih lama
    apakah telur ayam kampung tidak sama dengan telur organik???

    • 13 June 2011 at 13:47

      Hmmm gitu ya… 😦
      Lalu, mengapa ukurannya kalah besar? Kecil sekali…. Apa karena memang beda jenis ayamnya ya, jadi ukuran telurnya beda pula…? ❓

      Entahlah, sama apa tidak. Kalo pakan ayam kampung benar2 murni tanpa pestisida, bisa dibilang telur ayam kampung itu organik.
      Tapi, jika pakan ayam tersebut tercampur sama pestisida, ya sama buruknya bagi tubuh manusia pemakannya…

      Saya pengennya sih makan telur ayam negeri organik… saya dengar kandungan proteinnya lebih tinggi (pada putih telurnya) ketimbang telur ayam kampung. 😐

      • 13 June 2011 at 14:04

        perkiraan saya ukurannya yang kecil karena ndak pake suntikan .
        telur ayam negeri organik? wah, ada ya jenis macam itu? baru tau aku…

        • 13 June 2011 at 14:25

          Ada, saya pernah lihat liputannya di tipi. Daging potong ayam negeri pun ada juga yang organik. Bilangnya sih tanpa diberi hormon tambahan gitu. 🙂
          Entahlah berapa harganya.

  30. 13 June 2011 at 14:28

    Yang pasti, Telur Ayam Kampung (TAK) mempunyai kelebihan tersendiri. Buktinya, pas gue masih di perguruan pencak silat, gue disuruh makan TAK, bukan TAN. Hahahaha. Gak tau juga kenapa..

    • 13 June 2011 at 17:43

      Oh, sampe begitu ya. 😯

  31. 13 June 2011 at 14:41

    hmmm, telur ya,,,, ga terlalu merhatiin sih. tapi sekarang kalo pulang kampung, di kulkas adanya telur ayam kampung. jadi ya,, itu yang dimasak

  32. 13 June 2011 at 15:09

    Aku ndak tahu menahu tentang telur, karena aku suka sibuk sendiri,
    tentang telur, yang penting enak, dan bisa di masak, aku suka… hehe :mrgreen:

  33. 13 June 2011 at 15:27

    saya suka telur ayam kampung. . .
    ^^

  34. 13 June 2011 at 15:28

    saya suka telur ayam kampung gan . . .

  35. 13 June 2011 at 15:50

    Telor ayam kampung insy lebih baik, tapi kalau dipelihara spt ayam horn: Disuntik hormon, di beri makanan konsentrat utk ngejar omzet rasanya jd kurang sip. Kl bs pelihara sendiri insy lbh sip.

  36. 13 June 2011 at 16:05

    Waduh, masalah telur apa ya..kalau ane sih, telur ayam kampung ntu sukannya buat jamu aja sob..biar larinye kenceng..hehehe.

    Kl ayam negri enaknya di buat dadar telur atau omlet..kl masalah mahal ane kurang ngerti mungkin karena tinggalnya di kampung..

  37. 13 June 2011 at 16:33

    seingetku sih Sop, telur ayam kampung tuh mmg g secepat telur ayam negeri
    ga terlalu sehat dan murah
    karena apa? karena telur ayam kampung lama nunggunya, makanannya ayam itu bukan makanan buatan yang diawetkan, ga tertekan karena biasanya d pelihara d kandang bebas bukan kandang smacam penjara gt

    heheheheh
    ini terdengar lucu, tp mnrtku logis sih 😀

    • 13 June 2011 at 17:40

      Waaaauwww Debby akhirnya kembali! 😀

  38. 13 June 2011 at 16:51

    Baca basmallah..terus makan. .ga p2 bro ..
    kalo was was. .bisa2 ga makan angin ente wkwkwkw

    • 13 June 2011 at 17:42

      Wah, gak bisa gitu juga dong…. 😦
      Jangan asal makan… Doa sebelum makan, itu pasti. Tapi sebagai konsumen kita harus pinter. Harus tahu berasal dari mana makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. 😦

  39. 13 June 2011 at 16:54

    Kalau aku mah, yang penting telurnya udah mateng mas 😀
    Ga pernah merhatiin ayam kampung apa ayam negeri.he…
    Asal bagus buat kesehatan aja deh.

    • 13 June 2011 at 17:39

      Nah, kita sebagai konsumen harusnya pintar, harus tahu dari mana benda yang kita maka berasal. 😐

  40. 13 June 2011 at 17:35

    ada juga telur ayam organik, hmmm…
    saya mah pake apa aja yg ada di kulkas lah :mrgreen:

    • 14 June 2011 at 18:04

      Ada, Mbak. 😀

  41. 13 June 2011 at 19:34

    akhir-akhir ini jarang makan telur, karena baru alergi seesuatu yang bikin amis… padahal dua-duanya enak apalagi kalo gratis hehe

  42. 13 June 2011 at 19:53

    yg jelas sedang mengurangi konsumsi telur dan khususnya kuning telur baik kampung maupun negri, maklum berat udah overload ^_^

    • 13 June 2011 at 21:10

      Waduh, itu benar, kurangi konsumsi kuningnya, tapi putihnya sih makan aja, Mas. 🙂
      Putih telur mengandung nol kalori, tinggi protein. 🙂

  43. 13 June 2011 at 20:03

    saya milih telor ayam kampung karena lebih enak dibikin teh telur dibandingkan telur negeri..

    • 14 June 2011 at 18:03

      Hehehe, kayak Kang Abrus. 😆

  44. 13 June 2011 at 20:16

    Yang namanya telur tetap sama, cuma keyakinan dari dulu yang menganggap semua itu beda.
    Yang beda cuma ayam kampung, ada yang didesa dan pinggir kota, tapi kalau yang di kota dan dikampus pastinya ‘Ayam kampung’ lebih mahal 😆

    • 14 June 2011 at 18:03

      Iiiih garing deh. 😛

  45. 13 June 2011 at 22:02

    lebih mahal … artinya mutunya lebih bagus dunk … 😛

    • 14 June 2011 at 18:02

      Hmmmm tidak juga. 😆

  46. 13 June 2011 at 22:12

    yang pasti…………………..sama-sama punya rasa gurih ❓

    • 14 June 2011 at 18:02

      gurih…? 😀 Amis iya. 😀

      • 14 June 2011 at 22:22

        ya…………dua-duanya 😎

      • 15 June 2011 at 09:24

        Bikin teh telur yuk, Mas. 😆

  47. 13 June 2011 at 22:56

    Kalo di rumah tempat aku tinggal, omku miara ayam kampung betina yang kawin sama ayam jago yang bangkok. Jadi telur yang dihasilkan gak kecil2 amat 😀
    Lebih merasa aman aja saat memakannya, karena hasil dari samping rumah sendiri 🙂

    • 14 June 2011 at 18:01

      Wah, iya sih, kalo hasil punya sendiri sih enak, gak usah khawatir. 😐

  48. 13 June 2011 at 23:25

    Kalau ane, yg penting bisa makan! hehe.. 😀

    • 14 June 2011 at 18:01

      🙂 🙂

  49. 14 June 2011 at 02:00

    wah saya lebih suka telur ayam negri mas hehehe, apa karena dari kecil sudah di jejelin telur itu ya? hehe…

    • 14 June 2011 at 18:01

      🙂

  50. 14 June 2011 at 02:00

    Saya pilih yang lebih alami aza deh 🙂

    Tapi ngomong-ngomong, “telur ayam organik” yang kek gimana tuh? Baru denger di sini 🙂

    • 14 June 2011 at 18:01

      Ada, jadi maksudnya tanpa obat2an gitu, bener2 murni alami. 🙂

  51. 109 bubud75
    14 June 2011 at 03:13

    Telur ayam kampung ada peluang menetas jadi anak ayam, sedang telur ayam negeri tidak ada peluang menetas jadi anak ayam. Mengapa ? Telur ayam negeri itu kan prosesnya dari ayam petelor yang disuntik. Sedang ayam kampung kan prosesnya ada ayam betina yang dibuahi sel telurnya oleh si ayam jago 😀

    • 14 June 2011 at 18:00

      Hooooo jadi begitu ya? 😯
      Beneran nih, telur ayam negeri gak bisa ditetaskan? 😯

  52. 14 June 2011 at 06:18

    dari dulu tau klo telur ayam negeri tidak baik untuk kesehatan
    tapi ya itu tadi daripada beli organik ngempesein kantong
    mau g mau ya beli yang negeri biasa
    tp klo uangnya lagi ada, ya beli organik sih 😀

    • 14 June 2011 at 17:59

      Sip! 😀 😀 😀

  53. 113 jarwadi
    14 June 2011 at 07:28

    pastinya telor ayam kampung lebih mahal deh, hehehe

    • 14 June 2011 at 17:59

      Ini sudah saya sebut. 😛

  54. 14 June 2011 at 07:29

    setahu saya sih lebih baik telur ayam negri malahan pada telur ayam negri kita bisa menemui telur ayam negri dengan omega 3 atau zat gizi penting lainnya. saya belum perbah membaca literatur yang mengatakan bahwa telur ayam kampung lebih baik. Sebenarnya kita tidak bisa langusng menjustifikasi mana yang lebih baik karena pada ayam negri juga ada penggolongan kualitas telur, mungkin juga telur ayam kampung lebih baik dari telur ayam negri dengan kualitas rendah. Faktor yang mempengaruhi kulitas telur seperti cara pemeliharaan ayam (ayam negri relatif lebih baik), cara penyimpanan dan lain-lain.

    mohon koreksi jika ada kesalahan

    • 14 June 2011 at 17:59

      Hooo, sip, makasih ya jawabannya. 🙂 🙂

      Saya jadi punya ide, gimana kalo ras ayam negeri dipelihara secara ayam kampung. Jadi, dibiarkan di alam bebas, gak dikasih obat2an, gitu, seperti ayam kampung lah. Hehe, jadilah ayam organik. 🙂

  55. 14 June 2011 at 09:20

    saya mah yang penting mana yang murah, hahaha

    • 14 June 2011 at 17:56

      Ini dia, cara pikir mahasiswa. 😆 😆

  56. 119 mandor tempe
    14 June 2011 at 12:11

    kalau saya masih tetep milih telur ayam kampung

    • 14 June 2011 at 17:55

      Sip! 😀

  57. 14 June 2011 at 13:00

    Telur ayam kampung dong!
    Kalau masalah harga karena emang dia gak dikasih apa2 jadinya masa bertelurnya lama kan, jadinya mahal.
    Tapi aku seh ada melihara di rumah, jadi gratis 😛

    • 14 June 2011 at 17:55

      Ooooh gitu ya?
      Ayam negeri bertelur setiap hari? 😯

  58. 14 June 2011 at 13:32

    Telur ayam negeri atau telur ayam kampung sama sama punya nilai plus minusnya, kalau telur negeri lebih murah, karena banyak di pasaran dan produksinya cepat, kalau yg kampung karena masih jarang sebab produksinya secara alamiah dari perkembangbiakan ayam secara alamiah, itu sebatas yg saya tau hehehe 😀

    • 14 June 2011 at 17:54

      Wah, berarti… gimana kalo ayam negeri dipelihara dengan cara ayam kampung? Pasti sehat juga dong. 🙂

  59. 14 June 2011 at 13:54

    ayam kampung! ukurannya pas gak terlalu gede..hehe

    • 14 June 2011 at 17:53

      Buat saya ukurannya kurang bangeeet…. 😦

  60. 14 June 2011 at 14:12

    Karena saya punya anak kecil yang berada pada masa pertumbuhan,
    maka saya memilih telur ayam kampung/organik untuk dia, kalau saya sendiri kalau gak terpaksa, ga makan telur Ayam Sop, kecuali udah di olah jadi kue 🙂
    Oiya, kalau daging Ayam negeri terlalu banyak di konsumsi anak perempuan akan cepat mendapatkan haid pertamanya (ga nymabung ya).

    • 14 June 2011 at 17:53

      Waduh, ternyata benar ya, ayam negeri disuntik hormon… 😮

  61. 14 June 2011 at 14:33

    Telor organik? Yang di bayanganku langsung tertuju pada telor buatan dari sayuran atau buah-buaha. (doh)

    Telor ayam kampung jauh lebih enak, lezat, dan nikmat daripada telor ayam negeri. (Emang begitu ya istilahnya, telor ayam negeri?)

    Bukan putih telornya sih, tapi kuning telornya. Bikin perkasa! 😀

    • 14 June 2011 at 17:52

      Istilah di sekitar saya sih ayam negeri ato ayam ras. 🙂

      Hati2 lho, kuning telur ayam kolesterolnya tinggi. 😐

  62. 14 June 2011 at 14:56

    secara umum sih lebih milih AYAM KAMPUNG … ingat, bukan AYAM KAMPUS lhoo
    hehehe. salam kenal

    • 14 June 2011 at 17:51

      Idiiiih garing deh… haha 😛

  63. 14 June 2011 at 15:02

    Yang biasa stok di kulkas sih telur ayam negeri, murah meriah… seperti kata mbak niee, proses peneluran ayam kampung lebih alami. Ayam negeri bisa tiap hari bertelur…

    btw, form komentar wordpress yang baru keren yah…

    • 14 June 2011 at 17:49

      Hehehe iya dong, wordpress gitu loh…. :mrgreen:

  64. 14 June 2011 at 15:34

    I like eggs… Mau ayam kampung atau ayam negeri tetep enak. Tapi memang lebih sehat telur ayam kampung dibanding telur ayam negeri.

    • 14 June 2011 at 17:48

      Hooooo… begitu ya… 🙂

      Marchei makan telur sehari berapa butir? 😀

  65. 14 June 2011 at 15:45

    Saya pernah nyoba telur organik yang katanya lebih kaya omega 3, tapi koq rasanya malah aneh ya?

    • 14 June 2011 at 17:48

      Oh ya?
      😕

  66. 14 June 2011 at 16:32

    Ha ha…, saya berusaha mengurangi telur ayam kalau bisa, paling satu atau dua butir seminggu karena kandungan kolesterolnya yang tinggi. Kecuali kuning telurnya disisihkan, tidak masalah sih untuk protein pada putih telurnya.

    Lalu apakah ada beda antara telur ayam kampung dan ayam petelur/ras/negeri? Yah, masih banyak sih yang memperdebatkannya, karena banyak faktor yang memengaruhinya. Namun secara umum, telur ayam kampung telah menerima paradigma sebagai kualitas telur yang lebih baik.

    Paradigma ini muncul karena ayam kampung tumbuh dan berkembang dalam lingkungan yang natural, di antara rerumputan yang segar, air yang jernih dan makanan natural yang beragam (baik biji ataupun serangga) serta sinar matahari yang berlimpah. Sehingga ketika ayam menyiapkan telurnya, secara natural telur-telur ini akan kaya dengan nutrisi alam tersebut. Beberapa menyebut kaya akan tokoferol dan omega-3, sehingga baik untuk kesehatan.

    Namun kembali, jika ayam kampung juga ternyata hanya tumbuh dan berkembang di kandang yang sumuk dan sumpek dan pakannya-pun tidak berbeda dengan ayam rasa secara umum. Ya, entahlah, apa akan menghasilkan telur dengan kualitas yang diharapkan juga. Ayam petelur/ras/negeri-pun jika dibiarkan hidup bebas di alam terbuka – siapa tahu – bisa jadi menghasilkan telur yang berkualitas pula :D.

    Saya bukan ahlinya dalam masalah ini, mungkin mereka yang dipeternakan lebih paham :). Tapi, ya itu, perdebatannya kembali ke garis yang putus-putus antara pelbagai faktor yang memengaruhinya.

    Yang penting bukan telur dari ayam yang besar di tempat yang tidak sehat, seperti TPA 😀 – nanti tinggal pengolahan masakannya saja agar memenuhi unsur gizi dan nutrisi kita secara tepat seimbang.

    • 14 June 2011 at 17:48

      *manggut-manggut* 🙂

      Makasih atas penjelasannya, Mas Cahya. 😀

  67. 14 June 2011 at 17:19

    Mungkin (hanya mungkin ya Sop) ukuran si telur ayam kampung yg imut2 itu, adalah karena ukuran ayam kampung jg tidak sebesar ayam negeri. Coba saja beli ayam goreng, ayam kampung goreng imut2 gitu jg kan? *halah*

    • 14 June 2011 at 17:47

      Iya sih, memang ayam kampung ukurannya kecil… 😦

  68. 14 June 2011 at 18:54

    Sepertinya memang jauh lebih baik makan telur ayam yg organik kl mau aman sih :mrgreen:

  69. 14 June 2011 at 19:02

    telor bebek 😀 gede. hwhw

  70. 14 June 2011 at 19:41

    Kalo saya sih, tinggal makan aja kalo dikasih telur layak makan.. Maklum dalam masa penggendutan. Hehehe..

  71. 14 June 2011 at 19:44

    lebih berkhasiat telur kampung,..setahu saya belum ada jamu pake ayam negeri :mrgreen:

  72. 14 June 2011 at 20:15

    Apa aja deh, yang penting telur ayam

    • 15 June 2011 at 09:24

      Telur burung unta gimana? 😀

  73. 14 June 2011 at 21:01

    kalau saya untuk sehari-hari lebih sering mengkonsumsi telur ayam negeri, tapi yang bagian putih telurnya saja, karena sangat mudah didapat.
    tapi kadangkala saya juga makan telur ayam kampung, dan lagi-lagi yang bagian putihnya saja

    telur ayam kampung memang lebih sehat karena bagian putihnya mengandung protein lebih banyak, sedangkan kuning telur ayam negeri lebih banyak kandungan lemaknya (ukurannya juga lebih besar). tak heran atlet2 bodybuilding lebih menyukai telur ayam kampung ketimbang telur ayam negeri.

    mengenai hormon macam estrogen/progesteron saya kurang tahu, tapi bisa jadi … ya. ayam negeri kabarnya sering disuntik hormon. hormon itu kan asalnya dari lemak, jadi mungkin ada hubungannya dengan kandungan lemak yang lebih tinggi pada telur ayam negeri.

    soal harga, saya nggak tahu. tanyakan saja sama yang jual. ha ha ha….
    :mrgreen:

    • 15 June 2011 at 09:24

      Nah, makasih sudah ngasih jawaban. 🙂

      Saya pernah dengar dari rubrik kebugaran dan kesehatan Ade Rai di sebuah radio, kata dia putih telur ayam negeri mengandung lebih banyak protein ketimbang telur ayam kampung. Saya jadi semakin bingung. 😀

  74. 14 June 2011 at 21:06

    telur ayam kampung lebih aman bang, kalau di tumbuhan sama dengan organik gitu loh

  75. 14 June 2011 at 23:39

    telor putih ama coklat bedax pa y??

    • 15 June 2011 at 09:22

      Mungkin…. cuma beda warna kulitnya aja. 😀

  76. 15 June 2011 at 13:21

    belum sampai meneliti sejauh itu mas.. yang saya tahu, telur ayam kampung emang lebih enak walau bentuknya lebih kecil 😀

  77. 15 June 2011 at 14:14

    telur ayam organik itu yang kaya’ gimana ya mas? cuma makan sayur-sayuran aja ya?
    aku suka telur ayam kampung setengah mateng di tambak merica +garem dikit aja nyum nyum..

    Happy Blogging 🙂

    • 16 June 2011 at 22:33

      Bukaaaaaaan ayam organik itu ya yang tanpa obat2an sama sekali. Alami gitu. 😀

      Jadi… telur ayam kampung yang dibiarin bebas ya bisa disebut organik. 😆

  78. 15 June 2011 at 14:26

    aku lebih suka telur ayam negeri. padahal telur ayam kampung lebih sehat. karena telur ayam kampung merupakan hasil dari pembuahan antara ayam jantan dan ayam betina. sedangkan telur ayam negeri kan ayamnya dipaksa buat bertelur gak alami 😆

    • 16 June 2011 at 22:33

      Tapi putih telur ayam negeri lebih banyak… 😐

  79. 15 June 2011 at 15:46

    Yang aku tau sih telur ayam kampung lebih bagus. Baik untuk penyakit lambung. Dan kalo bisa cara makannya dimakan langsung (bisa ditambah madu), bukan digoreng atau direbus.

    • 16 June 2011 at 22:30

      Walah, langsung??
      Maksudnya mentah? 😯

  80. 15 June 2011 at 19:03

    yang penting telor mas bro, hehe, yang penting kenyang dan bersyukur 😀

    • 16 June 2011 at 22:30

      Bersyukur sih pasti. :mrgreen:

  81. 15 June 2011 at 19:48

    sebagai orang awam saya hanya tahu telur ayam kampung lebih sehat dan lebih mahal. hehehe.

  82. 15 June 2011 at 22:27

    klo dulu sih mungkin benar sop
    klo sekarang khan baik ayam negeri maupun kampung khan ya sama2 ditetaskan
    atau klo kampung juga dr konsumsi sentrat..
    artinya ya sama2 bahan kimia juga >_<

    ayam negeri klo di Solo sebutannya Ndok (telur) Lehor
    klo di surabaya apa Sop?

    • 16 June 2011 at 22:28

      Di Surabaya?
      Bahasa daerahnya? Saya gak tahu. Tapi di sini ya ayam negeri ato ayam ras. 🙂

      • 26 June 2011 at 12:28

        owh…
        apa jangan2 sebutan ayam lehor itu hanya di solo ya? :-s

        • 26 June 2011 at 21:04

          Mungkin.

  83. 15 June 2011 at 22:46

    katanya telur ayam kampung lebih banyak kasiatnya 😀 😀

  84. 15 June 2011 at 22:51

    perasaan yang dipermasalahin si Asop dari awal nulis ampe akhir jawab comment adalah ukuran telur ayam kampung yang kecil sedang harganya mahal.

    klo gitu sok atuh tanya aja sama si ayam kampung, kenapa telurnya kecil2, trus tanya juga sama abang penjual telur kenapa harganya mahal

    hehehehe…

    • 16 June 2011 at 22:26

      Nggak mau, saya maunya tanya ama narablog, kok. 😡

  85. 16 June 2011 at 05:04

    disini gak ada telor ayam kampung … cuma telor ayam *luar* negeri dari saudi arabia .. lol, warnanya putih dan ada cap tanggal produksi dan expiry nya hehehe … gak ada pilihan lain, tp yg lebih mahal banyak …

    kangen telor ayam kampung, …. dulu aku percaya klo nelen telor mentah itu baik untuk kesehatan, *mungkin emang sih* … tapii setelah tau tentang unggas dan salmonella nya…. aku gak akan pernah makan telor mentah2 lagi, ngeri …

    ayam dan unggas lainnya ternyata makanan yang sangat2 berbahaya bagi kesehatan, jadi mengolahnya harus bener2… makanya direstoran produk poultry harus dipisah dari bahan2 lain biar gak ada cross contamination , begitu kata training yang bernama HACCP teh … hehehe

    • 16 June 2011 at 22:23

      Wow. Ternyata begitu ya. Baru tahu. Makasih, Mas Feisa. 😯

  86. 173 Adik Asop
    16 June 2011 at 19:25

    Dasar nih bos, yang diincer proteinnya aja. Capek deh. :D. *no offense.

  87. 174 amitokugawa
    18 June 2011 at 05:55

    kalo menurut aku knp telur ayam kampung bisa lebih kecil mgkn jg karena makanannya kali ya? kan ayam kampung cari makan sendiri, nah kalo ayam negeri kan pake hormon gitu makanya telurnya jd gede

    kenapa telur ayam negeri mengandung banyak protein? ya..karena makanannya kan juga banyak, mungkin pake asupan protein khusus, hormon pertumbuhan, dan segala macem. kalo di manusia, hormon pertumbuhan itu meningkatkan sintesis protein, jadinya protein di tubuhnya itu lebih banyak, (mungkin di ayam jg kayak gitu)

    kenapa telur ayam negeri murah? karena produksinya skala besar, trus ayamnya lebih sering bertelur, berarti pengusahanya lebih cepat balik modal, makanya bisa murah. kayak baju pabrikan gitu, kan lebih murah daripada baju yang dijahit pake tangan

    kenapa telur ayam kampung mahal? karena kan ayam kampung bertelurnya ga dipaksa, alhasil telurnya cuma sedikit, makanya harganya jadi lebih mahal

    itu menurutku sih, kalo ada yang ngaco tolong diluruskan ya

    oya, ada telur ayam organik ya? pengennn…tapi mahal..seperti produk2 organik lainnya

    • 18 June 2011 at 07:17

      Nah, ini memang masih bisa diperdebatkan. 😀
      Ada yang bilang bahwa telur ayam negeri nggak dikasih hormon, ada yang bilang dikasih. 🙂
      Ade Rai sendiri bilang, dulu saya pernah dengar di radio, ayam negeri bukan dikasih hormon, tapi memang dikonsentrasikan untuk terus bertelur. 🙂

      Makasih atas pendapatmu! 😀

  88. 18 June 2011 at 07:04

    oya baru inget, dulu ditempat kerja aku jual telor ayam dari inggris, harganya mahal.. sekitar 70rb per 6 butir >__< … telor2 tsb dihasilkan oleh ayam2 yang dibebaskan untuk berkeliaran dan cari makan sendiri di alam terbuka, mungkin bisa disebut ayam kampung bule kali ya? hehehe .. istilah kerennya "free range chicken", tentu saja produk mereka akan jauh lebih baik daripada ayam yang seumur hidup mereka meringkuk di kandang,desek2kan, ototnya gak pernah gerak, dikasih obat supaya bertelor, disuntik hingga akhirnya dipotong .. duuh kasian amat sih yam yam … ck ck,

    silakan lihat disini klo mo tau si telor yg aku maksud http://www.goldenlay.co.uk/ hehehe

    • 19 June 2011 at 11:17

      Alamaaaak, 70rb enam butiiir??

      Ayam-ayam yang hidup nikmat dan senang sekali ya. 😳

  89. 23 June 2011 at 17:35

    Dibawah ini merupakan hasil tanya jawab antara Ibu Ayu dengan Dr. Dadang Arief Primana (Dokter Spesialis Gizi Klinik dan Kedokteran Olahraga) tentang Gizi dari Telur.

    Tanya:

    Yth dr Dadang,

    Dok, anak saya 2 tahun, makannya gampang-gampang susah. Beratnya 13,5 kg. Saat ini dia sudah mulai memilih makanan. Makan kalau tidak memakai telur tidak mau. Jadi setiap hari makan pakai telur. Apakah boleh tiap hari mengonsumsi telur? Apakah ada perbedaan gizi antara telur ayam kampung dan dan ayam negeri?

    Ayu-Depok

    Jawaban :

    Yang terhormat sdri Ayu,

    Anak dua tahun biasanya mempunyai berat badan 12,4 kg dan tinggi badan 87,1 cm. Saat ini, anak Anda mempunyai pertumbuhan berat badan lebih untuk anak seusianya.

    Anak dua tahun sudah dapat diberikan makanan dewasa yaitu makanan alamiah, gizi seimbang, beragam dan bervariasi. Makanan anak Anda sebaiknya berbentuk lembek, mudah digigit dan dikunyah, serta tidak memakai bumbu merangsang.

    Anak dua tahun, memang, harus dibiasakan untuk memilih dan menentukan jenis, ragam dan variasi makanan. Oleh karena itu, anak Anda boleh memilih lauk pauk hewani dan nabati olahan misalnya telur dadar, daging gepuk, ayam goreng, ikan steak, tahu pepes, tempe bacem, sayur kacang merah. Sayuran dan buah-buahan harus diberikan setiap hari.

    Telur merupakan makanan sumber protein tinggi dan mengandung hampir semua zat gizi essensial. Protein telur sering dijadikan standar pembanding protein makanan sumber protein lain. Nilai biologis telur adalah 93,7%, sedangkan susu 84,5%, ikan 76% dan daging sapi 74,3%.

    Telur tersusun atas 1/3 kuning telur dan 2/3 putih telur. Kuning telur mengandung 50% air dan sepertiga adalah lemak, trigliserida (65,5%), fosfolipid (28,3%) dan kolesterol (5,2%). Putih telur lebih cair mengandung 90% air, protein, karbohidrat, ion anorganik dan tidak mengandung lemak dan kolesterol.

    Secara umum kandungan zat gizi telur ayam kampung dan ayam negeri sama. Kandungan zat gizi per 50 gram telur ayam kampung dan ayam negeri sama yaitu energi 85 kalori, protein 7 gram, lemak 6 gram, karbohidrat 0,5 gram, kalsium 27 mg, zat besi 1,4 mg, vitamin A 155 RE.

    Kandungan zat gizi telur ayam kampung dan ayam negeri bisa berbeda karena telur ayam kampung lebih kecil dari ayam negeri. Oleh karena itu, apabila anak Anda mengonsumsi telur ayam negeri ukuran besar tentu kandungan zat gizinya lebih besar dibandingkan dengan telur ayam kampung ukuran kecil.

    Anak sebaiknya tidak mengonsumsi telur setiap hari. Apabila anak selalu menginginkan telur maka Anda, secara bertahap, harus mengombinasikan telur dengan lauk pauk hewani dan nabati lain, misalnya ayam dan ikan fillet dibungkus telur dadar, atau tahu dan tempe dibungkus telur.

    • 26 June 2011 at 21:31

      Makasih bantuannya!

  90. 4 July 2011 at 18:26

    saya mah tergantung uangnya berapa dulu.
    klo lg banyak uang, kita lebih milih telur kampung (walo anehnya telur kampung di saat uang menumpuk malah murah, jadi ambil banyak)
    klo lg seret, telur ayam negeri (dan di saat seperti ini telur ayam kampung mulai naik) :mrgreen:

    • 4 July 2011 at 21:31

      …memangnya harga telur ayam kampung ber-fluktuasi ya? Itu mungkin harga telur ayam kampung di pasar tradisional ya… 😐
      Kalo di supermarket, selama empat tahun ini hidup merantau, harga gak pernah berubah. Maksudnya, ya tetep aja mahal segitu2 aja. Ada yang per putir 1500 rupiah, ada yang dijual per paket (yang ini lebih mahal).

  91. 182 sil
    19 July 2011 at 20:59

    ya ampuun.. dah mu satu tahun masih ja ngebahas ttg ayam kampung vs ayam negeri. gini aja deh… ayam negeri banyakan bertelor tuh karena gak pake KB! klo ayam kampung kan di jaga ketat.. makanya telurnya sedikit…
    (hhhaaaah???)

    • 20 July 2011 at 20:32

      Harga telur sekarang mahal. 😦

  92. 184 Toto Sriyanto
    6 August 2011 at 23:17

    Sangat salah kalau beranggapan bahwa ayam negri diberi Hormon untuk menghasilkan telurnya. Ayam negri hanya diberi pakan khusus buat ayam petelur agar dia bisa bertelur setiap hari. Sekali lagi,tidak diberi Hormon2an. Selain itu,diberi juga vitamin agar tubuhnya selalu vit. Saya berani bilang begini,karena sy berkecimpung di dunia perayaman. semoga info ini membuat anda semua menjadi tidak ragu lagi untuk mengkonsumsi telur ayam negri, Bravo For All….

    • 7 August 2011 at 13:09

      Oke, jawaban seperti inilah yang saya harapkan. Makasih atas jawaban Mas Toto.

  93. 186 Annam
    9 September 2011 at 13:43

    Salam kenal bos, sebagai informasi aja saya sdh 3 thn uji coba ternak itik dan mencari komposisi pakan yg sehat dan tahun ini produksi telur itik saya mulai dipasarkan terbatas sehat , bebeknya 100% dikandang tdk saya lepas. Telurnya tdk bau anyir seperti yg lainnya dan kuningnya mantap. Kalau dibuat utk bahan kue bolu dg takaran yg sama bisa dapet 2xnya.. Saat ini konsumen saya utk para penjual jamu, utk domba aduan dan mereka yg punya sakit seperti darah tinggi,
    Jadi telur organik tdk hanya dr ayam saja. Juga saya ternak ayam sehat ( ayam broiler tampa bahan kimia, vaksin, hormon dll) Demikian tambahan telur organik dan ayam sehat saya.

    • 9 September 2011 at 20:40

      Oke, makasih infonya ya. 🙂

  94. 24 September 2011 at 14:17

    apapun telurnya…
    makanannya teh botol sosro…
    (bukan bermaksud ngiklan)

    • 25 September 2011 at 22:17

      Hahahaha hebat! 😀

  95. 16 October 2011 at 05:19

    Enakan ayam kampung. Lebih mahal karena telurnya lebih jarang ada. Nek gisine aku ga roh. Haha

    • 18 October 2011 at 16:02

      walah yo iku Mas, aku takok isine piye.

  96. 26 October 2011 at 16:18

    Klo aku tetep cinta produk Indonesia lah… termasuk telur dalam negri 😀

    • 27 October 2011 at 15:05

      Lho, telur ayam ras itu juga buatan dalam negeri lho. 😛

      • 28 October 2011 at 07:17

        telur bebek ama telor asin kagak dibahas.. 😀

        itu fav saya tuw.. ketimbang telor ayam negeri ato ayam kampung 😀

        • 28 October 2011 at 16:55

          Telur bebek kandungan lemaknya lebih besar. 😀

  97. 28 October 2011 at 18:22

    Tips baru :
    berarti nyang kurus, kerempeng, nyang lagi proses penggemukkan dan sejenisnya,
    harus makan telur bebek, oke! 😀

    • 28 October 2011 at 21:16

      Eh tapi jangan banyak2 juga makan kuning telurnya, karena kuning telur itu kolesterol-nya tinggi…. 😐

  98. 29 October 2011 at 16:55

    insyaallah.. kalo inget 😀

    • 31 October 2011 at 21:52

      ….?

      • 1 November 2011 at 08:18

        kok mirip? Gravatarnya ama emoticon yg di atas

      • 1 November 2011 at 17:14

        Huahahaha sialan…

  99. 202 balige
    1 November 2011 at 13:58

    kalau menurut saya……tidak jauh beda sih perbedaannya dari soal kandungannya……cuman mungkin dari segi strain dan genetika ayam kampung/buras dengan ayam ras itu sudah berbeda…dimana ayam ras lebih banyak menghasilkan telur dibandingkan dengan aya, buras, kemudian dari segi pakan juga sudah berbeda dimana ayam ras sudah diberikan banyak hormon dan pakannya sudah diatur sebaik mungkin sehingga siayam bisa menghasilkan telur 1-2 butir perhari..kalau si ayam buras/kampung kan agak jarang gitu….tapi JANGAN SALAH TELUR AYAM KAMPUNG YANG SEKARANG ADA DIPASARAN CARA PEMELIHARAANNYA PUN SUDAH SAMA DENGAN PEMELIHARAAN AYAM RAS/NEGERI ..DAN PAKANNYA DAN POLA PEMELIHARAANYA JUGA SUDAH SAMA DENGAN AYAM RAS/NEGERI. jadi kalau dibilang beda dari alami atau tidaknya itu tidak bisa dijamin lagi…..kecuali emank kamu sendiri yang memelihara ayamnya. thx

    • 1 November 2011 at 17:13

      Terima kasih atas tanggapan Anda. Ini benar2 membantu.

  100. 3 November 2011 at 22:27

    lebih enakkan telor ayam kampung, kata siapa naikkin kolesterol

    baca nih

    http://cybermed.cbn.net.id/cbprtl/cybermed/detail.aspx?x=Nutrition&y=cybermed%7C0%7C0%7C6%7C367

    • 4 November 2011 at 00:22

      Kata siapa? Ya kata artikel2 kesehatan yang saya baca. 😆

      Oke oke, makasih atas link-nya, udah saya baca, dan ternyata memang common sense, dan masuk akal. :mrgreen:

      Tahukah Anda, Animateholic, bahwa kuning telur mengandung lemak tinggi? 😳

      Jadi, ada baiknya kita tidak percaya begitu saja satu artikel. Banyaklah baca dari berbagai sumber dan jago-jagolah merangkum untuk diambil sarinya. 🙂

  101. 206 nha
    15 November 2011 at 21:33

    menurut saya, mungkin ayam kampung itu tipeya setia jadi mahal, ga kaya ayam negri sllu selingkuh jadinya murahan, hehehehehehhe…

    • 16 November 2011 at 10:09

      Ga ngerti saya. 😕

  102. 16 November 2011 at 09:08

    saya suka telur ayam kampung dibuat telur setengah matang, enak & bagus buat sarapan

    • 16 November 2011 at 09:55

      Enak banget tuh. 🙂

  103. 210 bintang...
    16 November 2011 at 21:09

    stw sayaaa
    ayam kampung,,protein@ lbh tnggi dari ayam biasaaa
    sdgkn ayam biasa,,Kolesterol n kndungan lemax jnuh@ yg lbih tnggi…

    • 18 November 2011 at 16:05

      ayam biasa itu yang mana ya?

  104. 27 December 2011 at 00:52

    Telur ayam kampung lebih sehat Sop.
    Kalo ayam ras kan suka disuntik2 bahan2 kimia biar cepat gede dan gemuk, jadinya kandungan tubuh dan telurnya pun sebenarnya sudah tidak sehat.

    Tapi konon karena permintaan (ayam dan telurnya) kampung meningkat, orang sudah mulai memanipulasinya dengan mengusahakan supaya perkembangbiakannya cepat jadi sudah ada yang disuntik2 juga. jadi buat yang suka ayam kampung (atau telurnya), hati2 saja …

    • 31 December 2011 at 08:59

      Ada yang bilang sama aja, soalnya bisa aja ayam kampung jaman sekarang disuntik hormon juga.

  105. 8 January 2012 at 05:59

    baru denger aku ada telur organik.. blm pernah liat bentuknya sop

    • 8 January 2012 at 09:24

      Ada, Mas Huang, lihat aja di supermarket. 🙂

  106. 9 January 2012 at 10:43

    kuning telur itu kandungan kolesterolnya paling tinggi jadi dengan alasan itu sebaiknya makan telur cukup seminggu sekali, atau 2 x boleh lah. dengan alasan hormon kalo makannya ga sering2 kan telur ayam negeri masih layak konsumsi. rasa dari telur ayam negeri lebih enak seperti daging ayam kampung yang lebih padet. kalo asumsiku karena ga pake hormon maka untuk mengerami telur ayam kampung lebih lama sehingga ayamnya lebih mahal telurnya juga ikutan mahal. kan setali tuh…

  107. 23 January 2012 at 13:32

    aku juga penasaran kenapa telur ayam kampung lebih mahal (tapi lebih kecil). telur ayam kampung juga yang suka dipake buat campuran jamu. ah yang manapun yang penting mah menyehatkan.

    • 25 January 2012 at 22:18

      Hmmmm benar juga, yang manapun sama-sama telur.

  108. 219 iman
    20 February 2012 at 19:22

    kemaren saya cari2 info ttg mikropenis pada anak (kurang dari 12-13 tahun), ternyata salah satu informasi menjelaskan penyebabnya adalah konsumsi dari hasil hewan ternak. karena pakan hewan ternak mengandung estrogen sehingga ternak cepat besar dan gemuk (mungkin itupun berlaku bagi ayam negri), efek sampingnya pada anak kurang dari 13 tahun adalah adalah wanita : cepat menstruasi (sehingga akan cepat pula menopause, dan labih rentan osteoporosis) sedangkan pada laki2 mikropenis (penisnya kecil)
    terjadi mikropenis karena fungsi estrogen/progresteron bertolak belakang dengan testoteron
    jadi klo yg udah lebih dari 13 tahun terserah mau makan telur apapun, tapi bagi anak…………….
    pikirkan masa depannya………….

    • 23 February 2012 at 21:39

      Woh, makasih atas infonya!

  109. 30 April 2012 at 11:14

    menurut saya besar atau kecilnya ukuran telur karena pengaruh deutoplasma/yolk(kuning telur)
    yg ada di dalam telur itu sendiri,, kalo kuning telurnya(yolk) sedikit biasanya tersebar di seluruh sitoplasmanya makanya ukuran telurnya kecil.. tapi kalo kuning telurnya banyak karena ada pengaruh gravitasi jg trus menumpuk di daerah ventral (daerah bawah) makanya ukuran telurnya juga besar.. itu sih yg saya tau. 🙂

    • 25 May 2012 at 10:38

      Waaaaaaah makasih atas informasi yang Mbak Sri berikan! 🙂

  110. 223 harris
    16 August 2013 at 21:56

    lebih baik telur ayam kampung krn kandungan vit k2, ayam kampung mkn serangga rumput berbeda dgn ayam negri yg diberi mkn pakan jagung terus menerus dan kandungan vit k2 nya jauh lebih sedikit. untuk informasi lebih detil knp vit k2 penting lihat di link ini:
    http://chriskresser.com/9-steps-to-perfect-health-4-supplement-wisely
    selain itu lihat web ini jg: http://www.marksdailyapple.com/primal-blueprint-101/#axzz2c8ywKacr

    • 8 March 2014 at 09:58

      Terima kasih atas masukannya. 🙂

  111. 4 January 2014 at 12:06

    numpang lewat gan maaf bagiku mau telor ayam kampung ke mau telor ayam negri ke kedua-duanya rasa telor dan kedua-duanya itu ada manfaatnya halal untuk di konsumsi dan hanya selisih sedikit perbedan mungkin dari sumber pakanan nya.

    • 6 March 2014 at 18:34

      Terima kasih atas komentarnya. 🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 971 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: