Tentang Saya, Sepuluh Hal

Akhirnya baru bisa sekarang saya menerbitkan posting-an ini. Maapkan saya, wahai empat kawan narablog yang men-tag saya. :mrgreen: Mereka adalah Kezia, Tiara, Brigadir Kopi, dan Uni Ani.

Langsung aja deh ya, beberapa fakta di sini sudah pernah saya ceritakan di posting-an terdahulu. 🙂

1. Saya suka kopi

Kalau ini kemungkinan besar narablog sekalian sudah pada tahu lah ya. 😀 Di posting-an ini saya pernah mengritik produk Nescafe secara terang-terangan. Di tulisan yang ini saya pernah menulis tentang kecanduan saya terhadap kopi, bahkan sudah sejak SMA —sekarang sih nggak terlalu nyandu lagi. 🙂

Lalu, di posting-an bulan maret tahun 2008 ini, saya pernah bercerita bahwa saya pernah terbujuk nafsu kopi. Maksudnya, saya membeli kopi baru padahal di kamar kosan masih ada kopi yang lama. Melihat produk kopi Boncafe yang belum pernah saya coba, saya benar-benar tergiur saat itu. 😳

Masih ada lagi kisah saya tentang kopi. Apalagi kalau bukan tentang puasa kopi. Ya, selama bulan ramadhan, saya tidak minum kopi sama sekali. 🙂 Saya nggak menemukan waktu yang pas untuk minum kopi selama puasa. Diminum pas sahur, sangat tidak baik karena malah membuat cepat haus dan sering pipis. Kalau diminum pas berbuka, bisa-bisa nggak bisa tidur sampai sahur. 😆

2. Saya takut laba-laba 

Oke, jangan dibahas ya. Silakan ke posting-an yang baru-baru ini saya terbitkan. Tuh sudah ada tautannya.

3. Saya suka lagu jadul, oldies, retro, dan semacamnya

Ya, lengkap sudah diri saya ini. Dijuluki “Muka Tua”, selera musik pun yang tua-tua pula. 😆  Ah, nggak sampai segitunya kok, ketertarikan saya sama musik oldies. Tidak semua lagu lama saya sukai. Saya hanya suka lagu jaman dulu yang berirama ceria atau yang nadanya nancep di hati. Yah, semacam Koes Plus, The Crabs, The Mercy’s, dan lagu-lagu Pak Alfian. 😀

Ini semua berawal pas awal saya kuliah. Iseng-iseng saya mendengarkan CD musik milik ayah saya. Ternyata, lagu pop nostalgia, lagu lama semua. Saya dengar-dengar, ternyata tidak jelek. Iramanya enak didengar, mudah diingat, mudah disenandungkan, dan lirik-liriknya pun lugas, tidak bertele-tele, tapi nggak gombal. Inilah penyebab saya suka lagu jadul. 🙂

Perihal ini tampaknya bisa jadi satu posting-an sendiri. Dan, kalau mau mencari lagu lama, bisa di sini. 🙂

4. Saya suka kucing

Sukaaaaaaaaaa sekali. 😳 Sekadar bercerita, saya pernah menemukan tiga anak kucing kecil (yang imut) di pinggir jalan (waktu itu sepi), sedang berjalan beriringan. Betapa lucunya —sayang sekali waktu itu nggak bawa kamera— sampai-sampai saya berhenti, memandangi dan mengikuti mereka selama 15 menit. Saya jaga jarak dengan mereka, dan saya ikuti dengan motor. 😀 Yap, tidak sadar saya lihat jam ternyata sudah 15 menit saya terpana dengan keimutan mereka. 😳  Hanya kucing kampung sih, warna standar, putih dan abu-abu. Tapi tetap saja, pemandangan langka dan sungguh imut. Saya sampai baca tasbih berkali-kali waktu itu.

Saya pun pernah mengabadikan kucing yang sedang push-up, juga kucing yang sedang merenungi nasibnya. :mrgreen:

5. Saya suka lagu soundtrack kamen rider era showa 

Sukaaaa sekali. 😀  Ini masih ada kaitan dengan poin ketiga, lagu jadul. Saya senang mendengar irama-irama superhero yang khas dari Jepang sana. Kualitas suara vokalis zaman dulu sanggup membuat saya betah mendengarkan.

Terutama saya suka lagu antara tahun 1970 dan medio 1980-an, yaitu mulai dari soundtrack Kamen Rider Ichigo (kamen rider pertama) sampai Kamen Rider ZX (kamen rider ke sepuluh). 🙂 Saya mulai tidak suka lagu soundtrack kamen rider mulai dari Kamen Rider Black dan black RX ke atas (era saat ini).

Kalau mau mengunduh lagu-lagu soundtrack yang saya maksud, silakan ke sini. Banyaaaak sekali, musik-musik serial superhero saya rasa ada semua, mulai dari ultraman, kamen rider, sampai berbagai macam sentai. 🙂

6.Saya pernah tertipu iklan Coca-cola

Saya termakan iklan coca-cola. 😆 Saya membeli sekaleng coca-cola langsung setelah saya melihat iklan di TV, dan begitu mencobanya sedikit saja, langsung saya taruh di kulkas, tak saya sentuh lagi. 😀

Cerita lengkap ada di sini.

7. Saya suka musik Trance

Hehe, selera musik saya sangat luas, tidak hanya musik jadul, musik dugem pun saya suka. 😆 Saya sangat suka musik jenis ini karena mampu membuat kepala saya mengangguk-angguk sendiri.

Pertama, ada yang harus saya luruskan. Musik trance bukan musik yang biasa diputar di diskotik ecek-ecek. Musik jenis itu adalah genre house. Kalau mau tahu musik apa yang saya maksud, silakan ke MP3Dugem. Bukan musik seperti di blog tersebut yang saya sukai. Kedua, saya nggak pernah dugem, nggak pernah ke diskotik meskipun saya suka musik trance. Saya hanya suka musiknya saja. Hanya itu.

Jika ingin mendengar musik trance yang sesungguhnya, silakan ke channel Youtube yang ini. Coba telusuri juga nama Mat Zo, Ahmed Atef, Luigi Lusini, ATB, Joonas Hahmo, Cosmic Gate, dan Sunlounger di youtube. Mereka adalah artis-artis trance yang saya sukai. 🙂

8. Saya suka tempat gelap

Saya nggak bisa tidur dengan keadaan lampu menyala atau di tempat yang terang. Harus gelap. Bahkan, nggak peduli waktu siang atau malam, saya berusaha untuk mematikan lampu kamar. 😀 Aneh memang, ya. Kalau orang lain setiap masuk kamar tidur atau kosan selalu berjalan menuju switch lampu, saya tidak. Dalam keadaan gelap-gelapan seperti itu langsung saja berganti baju, berlanjut ke meja komputer saya. 🙂

Kisah selengkapnya ada di sini.

9. Saya pernah mengalami kejadian memalukan di angkot

Sungguh malu sekali saat kejadian itu. Rasanya itu adalah hal paling memalukan selama hidup saya. 😐

Jadi, waktu saya masih semester 3 saya pernah lupa tidak membawa uang yang cukup untuk membayar angkot. Waktu itu, saya lupa mengecek keberadaan uang dalam dompet. Saat berangkat dari kosan menuju tempat fotokopi, saya hanya membawa uang secukupnya untuk membayar fotokopi dan sejumlah lebih uang (hanya seribuan) di saku baju. Uang ini bukan dari dompet saya. Isi dompet nggak saya lihat.

Ketika berangkat menuju tempat fotokopi, saya naik angkot. Bayarnya pun masih normal, dengan uang yang ada di saku baju tadi. Pun begitu saat membayar uang fotokopi, benar-benar ngepas hingga uang di saku baju saya habis. Saat itu saya masih berpikir bahwa di dompet saya pasti masih ada uang untuk bayar angkot. Jadilah saya dengan tenang naik angkot kembali untuk pulang.

Horor mulai ketika angkot sudah jalan, dan saya baru akan mengambil uang dari dompet. Ternyata dompet saya kosooong! 😯 Tak ada uang sama sekali. Kebetulan hanya ada seorang penumpang bersama saya saat itu, seorang pria yang baru pulang dari Gramedia (terlihat dari plastik bawaannya). Dengan memberanikan diri, menyampingkan rasa malu, saya meminta seribu saja dari pria itu. Alhamdulillah, dia memberi tanpa bertanya-tanya, tanpa menampakkan wajah masam, bahkan dia tersenyum. Saya merasa harga diri hilang waktu itu, karena meminta uang dari orang yang tak dikenal. 😥

Kisah selengkapnya ada di sini.

10. Saya pernah mempermasalahkan perihal kumis

Hahaha, saya dulu pernah bertanya-tanya,

“Aku ini ‘kan termuda di angkatanku, tapi kok aku punya kumis yah?”

Saya dulu malah pernah berbangga hati karena kumis saya lebih tebal ketimbang teman saya yang lebih tua. Aduh, konyol sekali memang diri saya waktu itu, padahal kumis saya ini nggak seberapa tebal. 😆

Sudah ah, poin terakhir ini konyol, nggak mau saya bahas lebih lanjut. Cerita selengkapnya ada di sini. 😀

******

Nah, saya serahkan lagi tongkat estafet ini pada sepuluh narablo, yaitu Bang Rangga, Bang Herry, Intan, Mas Masyhury, Mas Hanif, Mas Ari, Mas Anto, Bang Edward, Mas Choirul, Mbak Citra dan Regina.

Oh kelebihan satu ya? Tak apalah. :mrgreen:  Sini, saya tambahin lagi yang harus ngerjain ini, Mas Asrul. 😀

————————————————————————————————————–

Gambar-gambar di atas ada yang saya ambil dari posting-an terdahulu, dan juga dari luar. Sumber dari luar dari sini, sini, dan sini. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

169 Comments

  1. Wah… saya suka cerita naik angkotnya mas, haha.. kejadiannya juga pernah saya alami waktu saya SMA. Terpaksa pinjam duit dengan orang yg tak di kenal di dalam angkot!
    Entah bagaimana malunya.. 🙂

    Reply

    1. Nah, nasib kita sama… 😐
      Saya juga rasanya maluuuuuu banget waktu itu. 😦

      Jangan lupa kerjain ya, Mas Masyhury! 🙂

      Reply

  2. no.9, itu saya juga pernah waktu naik angkot berangkat sekolah. tp untungnya, dan alhamdulillah ada teman yg satu sekolahan yg mau meminjami uang, untuk ongkos pulang pergi.

    pengalaman memang guru yang berharga.

    Reply

    1. Nah, kalo memang naik angkotnya bareng beberapa teman sih enak, bisa meminjam uang dulu ke mereka. 😐
      Lah ini saya waktu itu sendirian. 😦

      Reply

    2. justru saya kebalik, berapa kali ngasih duit ke orang gak di kenal yang lupa bawak ongkos, disaat saya cuma bawak duit pas2an (ongkos pulang pergi doank) 😀

      yang ketiban sial yang ngasih ato yang dikasih y ??

      Reply

  3. masih mending punya nyali minta uang agar bisa naek angkot…kalo ciut? Selamat berjualan deh *jualan kaki!

    Reply

    1. Saya sempat berpikir untuk nggak minta, saya pengen ngomong jujur ke sopirnya. Tapi saya takut kena “semprot” sang sopir…. 😐

      Reply

  4. hahahahaha kocak yg di angkot. untung aku selalu ngecek dompet sebelum ng-angkot :mrgreen:
    kalau kucing aku gak suka 😐 kayaknya hasil doktrin mama nih, gara2 kucing suka dibilang pengganggu.
    aku juga gak suka kopi, pait-pait gimana gitu, terus bubuknya itu masih ketara kalau diminum. minum kopi kalo lagi SKS aja (Sistem Kebut Semalam :lol:)

    Reply

    1. Nah, sejak itu saya selalu ngecek angkot setiap kali ke luar rumah. 😦

      Nah, doktrin ini yang harus dihilangkan. 😡 Kasihan kucing dikambinghitamkan. 😐

      Hehe, kalo kopi tanpa ampas gimana? Suka ‘kan? Pake alat french press biar ampasnya tersaring, pernah saya ceritain di sini. 🙂

      Reply

  5. Yak, sama kayak mas arman kita banyak bedanya sop. Aku bisa cuma setahun sekali aja minum kopi, dan setiap hari minum soda (kan lo gak suka yak 😛 ). Apalagi 3 poin membahas musik yg sm sekali aku gak ngerti. Tapi soal kucing aku juga suka sama kuching, gak terlalu suka seh, tapi pernah memelihara kucing kampung beberapa kali karena nyesat dirumah, skrg entah kenapa kucing gak mau singgah kerumah lagi 😆

    Eh, terus ttg angkot. Ya ampun, kalau aku pasti malu banget tuh, soalnya aku rada teliti kalau masalah uang, gak mau deh sampe kurang gitu, hahahaha..

    Reply

    1. Yap, saya gak suka minuman bersoda. 😀
      Buat saya, mending minum kopi kelebihan ketimbang kelebihan minum soda. 😆

      Reply

  6. kalo tidur, saya emang harus dalam kegelapan. tapi kalo gelap2an terus, rasanya nggak mau deh. hahaha matanya ntr rusak loh, sop kalo gelap2an nyalain komputer 😀

    kisah di angkotnya, orang itu baik banget yah. jarang loh nemuin orang seperti itu

    Reply

  7. Wah, kita punya banyak perbedaan, Mas.. Apalagi yang nomer 10, saiia sih ngga pernah bangga hati sama kumis.. punya aja ngga.. #iyalaah :mrgreen:

    Reply

  8. sapa yang berani bilang Kang Asop si Muka Tua, wong masih kinyis-kinyis gitu loh hehe

    nomer satu sama 4 kelihatannya sama dengan saya Kang…saya juga suka gelap-gelapan, bahkan dulu malah sering habisin malem minggu tidur di dalam hutan, ketimbang di keramaian

    Reply

  9. aku juga pernah ngalamin naik angkot pas lupa bawa duit, yang ada sepanjang jalan deg-degan setengah mati sambil baca doa komat kamit sendiri, dan ternyata Allah mendengar doa saya ditengah jalan ada orang yang aku kenal naik, temen SMP yang udah lama banget gak ketemu, jadi dengan bersok akrab ria ngajak ngobrol ngalor ngidul, ujungmya jujur minjem duit buat bayar angkot… 😀

    Reply

  10. hahhaa, aku mlh pernah bayarin anak sekolah yg uang’a habis buat jajan,wkwkwkk..
    kasian banget, muka’ panik gitu jd aku bayarin aja cuma 500 ini 😀

    Reply

  11. hag hag hag…
    yang no. 10 itu mestinya dikasih foto pas berkumis, kang asop
    sekali2 boleh lah saya lihat kang asop jadi sangar, gitu
    😀

    Reply

  12. suka tempat gelap :O asal jangan suka gelap-gelapan aja Bang 😛 #halah
    gpp kali Bang, Andy Malarangeng aja terkenal gara-gara kumisnya, kumis tuh (mungkin) bisa jadi salah satu poin daya tarik, kumis kucing juga kan bikin gemes banget gimana gitu kalau dicabutin #psycho

    Reply

  13. Hemm, soal kopi suka tapi gak terlalu…
    soalnya saya tipe suka apa aja 🙂

    estafet nih dah pernah ya dulu hemm sekarang ngetren lagi 🙂

    Reply

  14. hehehe.. kalo lagu oldies hampir sama, tapi saya sukanya The Beatles dan kalo dari Indonesia ya Koes Plus

    Reply

  15. Wah ga disangka…qt banyak samanya. Sama2 kecanduan kopi (hehehe akhirnya kesampean minum kopi luwak), sama2 suka kucing (walopun sekarang peliharaannya kura2), sama2 ga bs tidur kl ga gelap, sama2 pernah ga bawa/punya duit pas naik angkot, sama2 suka musik jadul. Jangan2 qt kembar (hehehe ga mungkin bgt ya!!)

    Reply

      1. Tau musik Trance aja baru sekarang lewat blog kamu 😉

        Sy pencinta musik Rock tapi lebih suka band2 rock yang muncul sebelum tahun 2000

        Reply

  16. suka kopi? hmmm ati ati.. cafein yang terlalu banyak tidak baik bagi kesehatan. kalau saya sendiri mah gak suka, soalnya minum sedikit aja udah bikin ‘lek lekan’. badan uda capek, pengen tidur, tapi gara gara efek cafein gak bisa istirahat deh!
    uiii,,, suka koes plus?? kayak bapak saya dong! saya gak terlalu suka, tapi gara gara bapak saya SELALU muter koes plus di mobil, mau gak mau saya jadi apal. hehehe..
    nyyyyaaa.. suka neko?? ati ati toxoplasma.. (dari tadi suruh ati ati melulu) hehehe..tapi mereka emang imut sihh.. tapi lebih imut KELINCI doongg.. hidup USAGI!!!
    kejadian memalukan di angkot saya juga pernah tuh.. waktu smp. hehe.. untung ada adek kelas cowok yang bareng. gak kenal tapi tau dia adek kelas. busett.. saya lebih malu lagi! senior yang pinjem duit adek kelas cowok, gak kenal lagi. banting muka saya (muka kok dibanting) hahahah..

    Reply

    1. Hehe, tenang, lebih baik kebanyakan minum kopi tanpa gula ketimbang kebanyakan minum minuman bersoda, toh? 😀
      Saya pun hanya maksimal dua gelas (bukan cangkir) sehari. 🙂
      Hmmm gak suka semua lagu Koes Plus sih, hanya beberapa aja. 😀

      Nah, ini dia nih salah kaprah. Kucing selalu jadi kambing hitam. 😡 Sebenarnya, semua hewan berdarah panas seperti monyet, kera, anjing, kelinci, tupai, dan yang lain, prosentase terkena toxoplasma sama besarnya! 😡 Jadi, jangan salahkan kucing! Semua binatang berdarah panas memang harus diperhatikan kebersiha dan perawatannya. 😐

      Haha, Usagi bahasa jepangnya kelinci sih ya. 😳

      Reply

  17. Saya suka lho cowo berkumis, tapi jangan yang tebal kayak Mas Adam ya. Emang sih anak muda jaman sekarang jarang berkumis karena terkesan jadul. Tapi buat saya kumis itu menambah kesan laki-laki banget 🙂

    Reply

    1. Mas Adam siapa ya? Suaminya Mbak Inul? 😀 😀
      Itu sih tebal sekali! 😀
      Saya sih sekarang suka ngecukur kumis kalo udah panjang dikit. Kalo jenggot, saya pelihara. 🙂

      Reply

  18. suka gelap… ternyata kita sama-sama suka gelap, membuat kita tidak peduli dengan apa yang kita pegang saat gelap… hehehe

    Reply

  19. Salam Takzim
    Maap sahabat hanya mampir untuk memberikan penghargaan kepada sahabat, semoga berkenan untuk menjemputnya
    Salam Takzim Batavusqu

    Reply

  20. Saya juga suka kopi, Bung. Saya juga suka Koes Plus. Tapi saya sangat suka dengan laba-laba dan saya membenci kucing!

    Ternyata kita memiliki beberapa kesamaan dan beberapa perbedaan yang sangat kontras, Bung. Hwehe. 😀

    Reply

  21. […] maaf sekali karena beberapa hari ini saya off dari kegiatan blogging sampai-sampai ada PR dari mas Asop dan Adekfi belum saya kerjakan. Mungkin akan saya kerjakan setelah ini, g apa-apa […]

    Reply

  22. Hahahaha…

    #ketawa guling guling

    Lucu juga fakta tentang Om Asop (Saya panggil Om karena kumisnya udah lebat). hihihihi

    Btw, di antara 10 itu yang sama cuma 1 :
    KUCING!

    Saya cinta sama kucing, walo saya tahu kucing ga bakal balik cinta sama saya (saya sayang tapi kadang suka gemes, jadi suka tak cubit sampe gundul).

    Reply

  23. Ok….saya mencari kesamaan lagi di sini….sama-sama suka kopi 😀 meski ada yang bilang aku ini masih amatir…ah yang jelas sehari tak pernah tanpa kopi….dan yang kedua suka kucing….dulu perna piara 8 ekor kucing yang lucu-lucu. Menurutku kucing itu bisa diajak curhat dan kasih tanggapan dengang “meong” dipanggil noleh dengn wajah manisnya sambil “meong” 😳

    Kalau Asop pernah gak ada duit di angkot, aku lebih parah pas check in di bandara baru nyadar buka tas ternyata gak ada dompet di situ sampai kukeluarkan semua isinya, akhirnya si Mbak bilang “llangsung masuk aja, mbak,,,” sungguh memalukan apalagi di belakang sedang antri panjang 😦

    Reply

  24. No. 1 kita sama. tapi, kalo yang no.4 beda 360derajat…merinding jijik gara2nya pernah liat kucing terlindas truk…

    Reply

  25. ini tentang hal menarik y bang asop?
    asiik, sudah lama mau buat yang kayak gini..
    okelah ditunggu y PR saya mungkin agak telat deh hihihi

    Reply

  26. Mecys ?
    Oh My God …
    ente lebih jadul dari saya Sop … hahaha

    Yang jelas … saya jadi lebih kenal dengan Asop
    Thanks Sop

    Salam saya

    Reply

  27. saya juga pernah pas mau bayar angkot ga ada uang ternyata, waktu itu di daerah bandung lagi sama kaka kelas. tapi untung ada tukang ojek yang baik hati. :mrgreen:

    Reply

  28. Saya juga dapat PR ini dr veera…
    hmmm..masih mikir-mikir mo nulis apa, sambil celingak celinguk baca 10 hal ttg asop, mana tau dpt ide 😉

    Reply

  29. aaaah kalau kejadian memalukan saya mah hampir tiap hari kali hihihihihi dan saya suka tempat gelap juga karena ….. hmmmm gak ah gak akan bilang-bilang takut osep comel wkwkwkwkwkwkwkw

    Reply

  30. penasaran pengen liat kucingnya XD
    dulu juga pernah liat kucing, anak sama induknya. lagi kedinginan, mengkeret diatas pager. jadi bulet gitu badannya. lucu banget. Pengen dibawa pulang! Sayang waktu itu lagi di bis…

    Reply

  31. Dan saya juga pernah punya memori yang sama dengan angkot, bedanya baru dua menit jalan tapi lambat, saya loncat dengan gaya salto trus ngabur sok mau nemuin temen, berhubung masih di depan kampus, hahahahaaa… 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s