Antrean Buku-buku yang Belum Terbaca

Jujur, bagi saya, membaca novel dan komik itu nikmat sekali. :mrgreen:  Begitu nikmat membaca, sampai-sampai hampir kemanapun saya pergi saya selalu membawa setidaknya satu buku. Ke kampus, saya bawa novel. Keluar rumah beli makan siang atau makan malam, saya bawa novel dan membacanya sambil menunggu makanan jadi. Semisal ke dokter untuk berobat (yang mana sudah lama tak terjadi pada saya 😀 ), saya bawa buku, saya baca saat menunggu antrean. 🙂 Saya benar-benar tidak tahan kalau menunggu sesuatu dalam keadaan tanpa kegiatan. Harus setidaknya membaca sesuatu! Dan bagi saya, novel dan komik adalah buku yang wajib saya baca setelah Al-qur’an. *lho, ke mana buku teks perkuliahan?*

Ngomong soal buku, sudah lama nggak bahas mengenai buku yang saya baca di blog ini. 🙂 Well, selain yang tertera pada widget di sebelah kanan, inilah buku-buku yang ingin saya tuntaskan.

Ada buku “Kisah-kisah Tengah Malam”, kumpulan cerita pendek karangan Edgar Allan Poe. Buku yang diterjemahkan oleh Maggie Tiojakin ini berisi tiga belas cerita pendek karya pak Poe, dan baru empat cerita yang saya baca. 🙂  Saya sudah tahu mengenai Edgar Allan Poe sejak SMP, tapi saya baru pertama kali membaca karya-karyanya di buku ini. Dari keempat cerita yang telah saya baca, amat terasa kesan thriller dan misteri dalam ceritanya. Terasa kelam dan… gelap. 😐  *tapi saya suka sekali, sudah lama nggak baca cerpen*

Buku “Skulduggery Pleasant: Para Sosok Tanpa Wajah” adalah buku ketiga dari serial Skulduggery Pleasant, karangan penulis asal Irlandia Derek Landy. Skulduggery, diambil dari nama tokoh utama novel ini, seorang… euh, sebuah kerangka manusia… iya, sebuah kerangka manusia, tapi hidup dan bisa bergerak menyerupai manusia. 🙂   Silakan ke sini untuk melihat ringkasan ceritanya. 🙂   *saya berharap buku keempat dan kelimanya akan ada dalam versi bahasa indonesia*

Buku yang ketiga adalah “The Spook’s Battle”, karya penulis asal Inggris, Joseph Delaney. Ini adalah buku keempat dari delapan buku serial The Wardstone Chronicles. Saya amat suka ceritanya, tentang seorang master supranatural (spook) dan seorang muridnya, dalam menghadapi makhluk-makhluk halus dan penyihir hitam. Terlihat sederhana, tapi Pak Delaney mampu menggambarkannya dengan detail. 😀  Yah, jelas saja, ini hanya fiksi. 😆

Terakhir, adalah buku mengenai Robin Hood karya Paul Creswick. Ini adalah kisah klasik, karya sastra lama yang diterjemahkan, jadi bahasanya agak aneh dan butuh ketelitian dalam membacanya. Buku ini sudah lama saya punyai, tapi baru saya baca sekarang. :mrgreen:

Sebenarnya, ada lagi buku yang ingin saya tamatkan. Sebuah buku yang juga telah cukup lama saya punyai, tapi belum selesai terbaca. Ini dia.

Saya hanya punya satu buku saja dari tetralogi “Sisi Lain SBY”. 😀  Barangkali karena sang penulis adalah wartawan koran, bahasanya jadi seperti bahasa berita dalam koran. 😆 Sungguh, itulah salah satu penyebab saya malas menyelesaikan membaca buku ini. Tapi, sekarang saya mencoba untuk menyelesaikannya. :mrgreen:

Lalu, —masih ada lagi— ada novel berbahasa inggris karya Ryan Hughes, “Unreal: Hard Crash”. Saya tidak tahu banyak mengenai sang penulis, tapi yang pasti cerita buku ini diadaptasi dari sebuah permainan PC (personal computer) terkenal berjudul sama, Unreal.

Sebelah kiri adalah buku, sebelah kanan ada tampilan game-nya

Buku ini sudah lamaaaaaa banget. Kertasnya sudah menguning, sudah berbau apak. 😆  Jelas saja, ini buku terbitan tahun 1998, dan lagi saya mendapatkannya di toko buku bekas. 😀  Amat bersejarah. *halah, bahasanya…*

Lihat buktinya, kertas menguning. Klik untuk memperbesar gambar.

Terakhir, benar-benar akhir di posting-an kali ini, adalah buku mengenai pasar tradisional, berjudul “Selamatkan Pasar Tradisional” oleh Herman Malano. Sang penulis adalah ketua APPSI Lampung. Ada yang tahu apa itu APPSI? 😀  Itu singkatan dari Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia. 🙂

Saya tidak membeli buku ini. Ini punya adik saya. 😆

Semoga saya bisa selesai membaca semua buku ini. 😀

Apa buku yang ada di daftar tunggu baca narablog sekalian? 😎

——————————————————————————————————-

Semua foto adalah hasil snapshot sendiri, kecuali gambar cuplikan layar utama permainan Unreal, diambil dari sini. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

234 Comments

  1. mupeng ==a
    Dunia Sophie, wah itu buku belum kelar2 juga padahal udah ngulang ampe 3x biar paham bener. Oh sama Muhammad SAW “Super Leader Super Manager”
    aku juga tiap keluar rumah pasti bawa buku, tapi cenderung bukan untuk dibaca, kalau bawa buku tenang gitu, gg takut mati gaya, soalnya saya mah gg bisa baca buku ditempat umum, terlalu banyak hal yang mengalihkan perhatian #hiperaktif hhohho

    Reply

    1. Wow… gak ada skulduggery yang ketiga, Tir? 😆

      Sama sih, sebenernya alasan saya… bawa buku itu harus, perihal nanti di jalan dibaca apa nggak, itu nanti. 🙂 Pokoknya, saya gak bisa menghabiskan waktu kosong hanya untuk duduk atau berdiri menunggu. Rasanya ada rasa bersalah banget kalo nganggur…. 😀

      Reply

  2. Kemana2 bawa buku… that’s nice 😀
    Kisahnya Habibie dan Ainun ada dalam daftar buku yg ingin aku baca,,
    trus… ada si Cacing dan Kotoran Kesayangannya… suka nggak?
    Yg bikin aku penasaran yah kenapa ceramah sang Biksu bijaksana itu bisa menjadi bestseller seluruh dunia yah…
    adakah buku2 dari tokoh Islam yg begitu fenomenal spt bukunya si Ajahn Brahm itu?

    Reply

    1. Nah, buku Pak Habibie itu saya ada, punya ibu saya. 🙂
      Nah, bukunya Ajahn Brahm ya? 😀 Saya belum pernah baca… memangnya semenarik itu, ya? 😕

      Seharusnya sih ada, buku dari tokoh islam… tapi, mungkin persebarannya kurang… 😦

      Reply

      1. tokoh Islam, sy rasa ada, La Tahzan jangan bersedih (best seller) karya tokoh Islam dr Arab, lalu bnyk dibuat versi La Tahzan yg lain dg pengarang berbeda #menurut sy

        Reply

  3. Whaaa.. Skulduggery Pleasant ketiga sudah keluar terjemahannya? Saya benar-benar ketinggalan! *panik*
    Daftar tunggu.. enggg.. banyak. beberapa berupa ebook, yang lain ya buku. Karena pikiran akhir-akhir ini sering bercabang jadi cenderung bawa buku yang berupa kumpulan cerita pendek/essay atau komik sekalian. Kalo novel suka berhenti di tengah jalan malah berkurang kenikmatannya. APalagi novel (terutama fantasi) enaknya kan ‘dikunyah’ pelan-pelan 😀

    Kisah-Kisah Tengah Malam baru sempat diintip-intip. Nanti deh diakuisisi setelah daftar bacaan menipis 😐

    Reply

    1. Tenang, Mbak, saya aja dikasih tahu Tiara kalau buku itu sudah keluar. 🙂
      Mbak Mbak, nyari ebook di mana sih? 😦
      Saya cari di internet nemunya berbayar semua… gak ada yang gratis ya, Mbak? 😦

      Iya ya Mbak, saya baru merasakan bahwa membaca cerpen itu enak juga. 😆 Berkat kisah-kisah tengah malam Edgar Allan Poe. :mrgreen:

      Reply

      1. coba di library.nu mulai dari buku teks kuliah sampai novel ada yang upload. Atau project gutenberg (gutenberg[dot]org) sama planetebooks untuk buku-buku klasik.

        Reply

  4. yg waiting list itu.. Naked traveller 3, bukunya Bambang Pamungkas judulnya ketika jariku menari, sm ada bukunya tere liye, buku lama sih.. yg Moga Bunda disayang Allah..
    kalo ga tuntas sebelum puasa, brati harus lanjut setelah Lebaran, huhuh… banyaaaakkkk..

    Reply

    1. Hahahaha! Buku horor saya suka bangeeeet! 😀 Saya masih ada tuh, buku cerita pendek horor, udah lumayan lama sejak saya SMP. :mrgreen:

      Kumpulan cerpen Edgar Poe ini bukan horor, Mbak. Tidak semua. Hanya saja, terasa gelap, suram. 🙂

      Reply

  5. Gilee, banyak banget tuh buku yang belum baca 😀
    Oiya, gak ada buku yg ber-genre humor? Kalau ada pengen minjem nih :p

    Reply

  6. hahahaha saya seringnya baca buku humor,klo horror dulu mungkin sering baca goosebumps, skrg sih seringnya baca buku tutorial komputer 😀

    Reply

  7. huaaah mau doonk buku2nyaa,, gw seneng banget beli buku,,tp klo ada duitnya
    klo ga ada ya cm bisa gigit kaki doank 😦

    btw,, link udah terpasang di blog ku sop,,,
    thanks yaa *shakehand 😀

    Reply

  8. waahhhh bozz… klo pean antrean buku yg belom dibaca tp klo menone antrean game yg blom finish hahahahahahahaha……

    Salam persahabatan selalu dr menone

    Reply

  9. wahh antrian bukunya banyak broo. harus buru buru di baca. hehe. gw lagi seneng baca novel juga nih. tapi lebih seneng baca blog. jadi kebanyakan baca juga nih. keren keren bukunya. wah buku yang udah menguning itu bagus. ide brilian tuh beli buku bekas. gw juga pengen

    Reply

  10. Wehhhh,jadi rindu togamas liat buku2 numpuk gitu,disini nggak ada,buku di gramed tempatku apdetnya buku2 plajaran aja,yang lain,LtotheAtotheMtotheA..

    Dari skian banyak buku yang mengantri,aku tertarik hunting ‘selamatkan pasar tradisional’ itu..hehhehe…Selamat membaca sop^^

    Reply

  11. nanti tolong diposting yak sinopsis yang tentang sisi lain itu
    kekx banyak yang penasaran
    ahahaha :)x banyak yang penasaran
    ahahaha 🙂

    Reply

  12. Gimana ya caranya ningkatin minat baca… saya suka mengantuk kalo baca buku… Jadi kalo baca buku yang bisa ditamatin 1 hari malah jadi 3 hari gara2 sering ketiduran abis baca buku….

    Reply

    1. Wah wah… itu matanya digandulin setan… 😆

      Gimana ya caranya… saya rasa niat dan motivasi saja yang bisa mengalahkan rasa kantuk itu. Juga, kalau isi buku menarik, harusnya kita gak akan ngantuk. Itulah pengalaman saya sendiri. 🙂

      Reply

  13. Wah banyak juga TBR Listnya (kalo di-Indonesiakan, TBR jadi panjang ya. Daftar buku yang akan dibaca. Disingkat jadi Daftar BYAD ;p )

    Itu yang karangan penulis Irlandia beli dimana? hehehe bernafsu membaca buku2 karya negaranya abang Cilli.

    Sebenarnya sy juga pgn baca Poe tapi belum sempet 😦 ini aja dah ada lebih dr 10 buku yg belum dibaca pdhl sama ma Asop sy kemana2 bawa buku.

    Benar bgt kalimat awalnya…membaca buku itu nikmat…sekarang sy juga bs mengatakan menulis cerita itu juga nikmat.

    Ngomong2, bulan Agustus nnt sy dan teman Filipina sy mau ngadain acara ‘Indonesian Short Story Read’ mau ikutan? dalam rangka menyambut hari kemerdekaan.
    Sy dah umumkan dr senin kemaren tapi ajakan resminya nanti tggl 30.

    Reply

    1. Ehem, itu buku terjemahan Derek Landy bisa dibeli di toko buku mana aja. 🙂

      Nah, saya pun begitu, ke mana-mana bawa buku tapi bacanya dikit-dikit. 😀

      Eh eh itu apa, Mbak? Acara apa itu? 😀 *penasaran*

      Reply

  14. Huwaa…banyak bgt antreannya Sop, coz aku emang suka pindah2 bacanya, ga fokus ke satu buku gituh, jd mgkn ada 10 buku (bahkan lebih) yg baru dibaca sedikit-hampir banyak-banyak- dan hampir habis *halah*.

    Met baca yaa 😉

    Reply

  15. aku baru inget kalau udah lama gak beli buku baru dan baca buku baru, terakhir sekitar 6 bulan lalu, wah jadi kepikiran nih mau beli buku baru apa yach….?

    Reply

  16. ikh, senengnya bisa mengantrikan beberapa buku. jadi teringat buku-buku dikamar yang abis dibeli belum juga dibuka plastiknya (belum disentuh pula, cuma dikeluarin dari kantong plastik oleh-oleh dari toko buku).

    sop, aku link ya blognya 🙂

    Reply

  17. wah bukumu banyak juga ya mas asop. klo yg tetralogi pak beye,sudah baca nimbrung di toko buku tanpa beli,he2. klo buku novel terjemahan kadangga suka mendingan yg versi asli.

    Reply

  18. Wuaaah, panjang bener antrean buku yg hendak dibaca 🙂

    Kalau saya baru aja menyelesaikan (membaca) buku Happy Writing tulisan Andreas Harefa. Sekarang belum beli lagi, nunggu bulan depan, karena dana sangat terbatas, hehehe…. Rencananya saya mau beli buku dgn tema motivasi atau pengembangan diri 🙂

    Reply

  19. semoga tuntas ya.

    Al-Qur’an sebagai bacaan? menarik sekali.

    saya ada beberapa buku baru yang menanti dibaca, dan beberapa buku lama yang menuntut untuk dibaca kembali.

    Reply

  20. asop, kamu bener2 suka membaca yah..
    saya pening liat buku2 yang tebal..saya juga suka membaca sih, baca blog dan koran..hehe.
    semoga antrean bukunya bisa kamu selesaikan.

    Reply

  21. Banyaknya…..antrian buku yg belum dibaca hehe…dengan baca, kita serasa pergi ke dunia yang berbeda dan penuh warna 🙂
    saya pun lagi banyak antrian nih buku yg blm dibaca hehe

    Reply

  22. Whahahaa bukunya Asop yang saya tahu cuma ttg Pak Beye dan itu sich saya gak beli, kan yang nulis Kompasianer jadi ya bisa baca online aja 🙂

    Buku yang belum saya selesaiin: Negeri 5 Menara. Belum kelar…!

    Reply

    1. Hehehe, iya Mbak, sang penulis selain wartawan juga kompasianer. Dan memang buku ini kumpulan posting-an beliau di kompasiana. 🙂

      Saya juga lho MBak, belum kelar baca “Lima Menara”. 😦

      Reply

  23. kyk gtu ortuku malah nanya “katanya mo belajar Rusia…”
    kecuali benny&mice, lalu kisahnya keluarga Baudelaire masi boleh aku 😦

    Reply

  24. *bookmark* Gile sop, buku2 yang diatas itu keren banget kayaknya (3 buah pertama) ah,, jadi langsung pingin ke toko buku buat belinya deh.. *tapi di Pontianak suka kagak lengkap 😦 *

    tapi bener banget, dunia tanpa buku bagaikan hambar deh yak 😀

    Reply

  25. ..
    kalo aku sukanya yg thriller atau berbau detektif..
    penggemar Dan brown sama sherlock holmes..
    kalo komik conan pastinya..^^
    ..
    sekarang aku seneng baca e-book bisa di baca di hanfon, jd lebih simple..hehehe..
    lagi ngelarin serial twilight nih..
    ..

    Reply

    1. Samaaaaa! 😀
      Saya juga penggemar serial Sherlock Holmes! 😀 Saya ada banyak buku2 Holmes di kamar saya, kalo gak bisa dibilang punya semua (dalam versi bhs indonesia). :mrgreen:
      Saya juga punya beberapa novel karya Agatha Christie, khususnya Hercule Poirot. 🙂 Sejak SMA saya baca itu. 😀

      Komik… dulu pas jamannya Kindaichi saya suka itu. :mrgreen:

      Soal Twilight… saya rasa unsur aksinnya kurang… memang itu katanya ditujukan untuk segmen wanita ya… jadi banyak hal2 yang membosankan bagi saya… 😐

      Reply

  26. ngeliat postingan ini, saya jadi ngiler lagi baca2 fiksi, udah ngincer : 2 (Donny dirgantoro), kopi (DEE), kumpulan cerpen (Dee), Anak kos dodol, pengen ngoleksi buku2 Dee, maklum jaman kuliah cuman bisa minjem, gda duit buat beli xixixi

    Reply

  27. Belum pernah baca buku itu semua..sepertinya menarik.. 😀
    klw antrian saia yang paling utama dan seringnya cuma bisa diliat adalah The Kite Runner, hadiah dari sahabat dan sayangnya versi bhs inggris…>__< *malas tiada tara untuk membacanya*

    Reply

  28. Bicara soal antrian buku yang belum terbaca, buku saya ada setumpuk yang masih dalam segel plastik, lebih dari 50 eksemplar 😛
    Betul, saya juga lebih suka membaca buku cetakan, meskipun sekarang sudah banyak e-book. Jadul nggak sih? 😀

    Reply

    1. Astaga… 50 buku itu jumlah yang fantastis, Bu…

      Ah, saya juga masih betah baca buku asli, saya kurang suka baca ebook, mata cepet capek. 😀

      Reply

  29. Waduh… Daftar tunggu buku-buku yang saya baca banyak banget mas. Ga tahan liat buku baru di Gramedia, bawaannya pengen beli ajah. Semuanya non-fiksi, jadi bacanya kalo ada waktu dan kalo mau ngabisin waktu ajah, atau kalo lagi nyari referensi saat ga fokus kerja.

    Reply

  30. buku yang ada didaftar tunggu…hmmm…kekna dah abis. kudu beli yang baru nih. terakhir baca lanjutannya novel biografi Rasulullah karya Tasaro. ga se-wah yang pertama sih. tapi lumayan.

    Reply

  31. wahhhh….
    kerenlah rajinn banget baca nya…
    heheh walaupun novel dan komik semua,tapi setidaknya banyaknya buku yang dibaca bisa mencerminkan bagaimana luasnya pengetahuan dirimu…

    semangaaat…

    Reply

  32. itu kisah-kisah tengah malam sepertinya begitu mengiurkan 😀 … buku terakhir yang saya baca novel (abg) cinta versi cajun (kalau enggak salah) sama cintapuccino punya teman adek saya 😆 tuh buku tergolong lumayan jadul 😀

    Reply

  33. jangan pernah khawatir atau berkecil hati kalau masih banyak buku yang belum di selesaikan bacanya mas asop, masih ada temanya, mungkin yg seperti itu banyak, yah… minimal sayalah contohnya. :))

    Reply

  34. aduh dek..persis sepupuku yang juga alumni Biologi ITB… yang gila buku, novel dan komik..koleksinya dari dia SMP kommik komik..walah berapa lemari itu….membaca emang hobby yang bagus…lanjutkan..!!! daripada ngerumpi atau ngobrol ngalor ngidul yang nggak karuan …lebih baik melongok ke jendela ilmu lewat buku..sip sip..:)

    Reply

  35. Waduh…. itu buku tebel2 amat Sob haha…. klo aku sih dibilang suka baca ya Suka, tapi cuma buku2 yg aku udah baca reviewnya dan aku rasa bagus, klo untuk liat langsung beli trus baca kayanya nggak deh wkwkwkk…. lagian satu buku aja bisa 2 bulan kali baru kelar, maklum gak mungkin juga sembari kerja aku baca buku haha… malem mau baca udah keburu capek, jadi ya cuma Weekend…

    Reply

  36. ya ampuun, ko kayaknya banyak horrornya gituu.. kalo aku sih, yg agak horror tu paling breaking dawn doang (ada vampir-vampirnya), sisanya ga ada lagi yg horror, hehe

    Reply

  37. Wah, kalau saya gak bisa mas baca buku sampai tertunda begitu. Maunya ya sesegera mungkin diselesaikan. Kalau masih tertunda rasanya belum plong he… he…

    Reply

  38. Wuiisss sangar tingkat dewa bukunya ngeri semuaa. Hahaha.. Terakhir kali aku beli buku horor itu seri Goosebumps. Ah yaa nasib cewek imajinasi terlalu tinggi ya gini deh. Yang dibaca apa, yang dibayangin apa. Akhirnya mesti ketakutan sendiri. Haha 😀

    Reply

  39. Hmm koleksi novel yang menarik. Setidaknya saya belum pernah lihat koleksimu di toko buku huahahaha ketahuan jarang main ke bagian novel. Saya penggemar komik sih :p

    Baydewey, sudah pernah baca novel ‘drunken monster’?
    (Memang kamu sudah baca?)
    Oh, saya belum pernah baca sih, tapi pernah ketemu langsung dengan si penulisnya. Rada gokil dan nyeleneh. Makanya saya penasaran dengan isi novelnya. Semoga Asop sudah pernah baca novelnya ya?
    Jyaah.. ini asli request iseng, Ketahuan motifnya malas nyari novelnya, juga bacanya. Hahaha..

    Permisiiii…

    Reply

    1. Waaaaah Mbak, kalo komik saya juga sukaaaaa! 😀 😀
      Saking posting-an ini khusus novel aja jadi komiknya gak nongol. :mrgreen:

      Wah, saya baru tahu Drunken Monster! 🙂

      Reply

  40. bukunya serem-serem amat yak *literally*. kalo gue baca, yang ada nggak bisa tidur deh tuh, hihihihi. kalo gue sekarang lagi mo bacain ulang semua buku Harry potter *GRIN*. belom ngecek lagi di toko buku ada buku baru apaan. kalo buku indonesia….gue pengen MADRE-nya dee lestari. titip doooooonk 😀

    Reply

    1. Astaga… 😀 Saya aja belum baca buku Harpot yang ketujuh, Mbak. 😀

      Tunggu. Ongkos kirim barang dari sini ke Singapur berapa ya??

      Reply

  41. Aku jadi malu kalo harus memajang antrean bukuku…
    Kebanyakan bukuku nggak kelar kubaca, malah udah pindah ke buku lain, Sop… 😦
    Buku yang pertama itu aku pernah lihat di toko buku. Sepertinya seru ya…

    Reply

  42. Dari dulu nyari buku “Freedom” yg pernah masuk Oprah Book Club abis melulu. Abis katanya jadi cover majalah TIME, jadi penasaran deh guhe ,,,

    Reply

  43. walah…komik ya? saya nggak punya, kecuali dragon ball, itu pun sudah lama ilang, hehe..
    kalo saya masih punya buku2 islam yg masih ngantri. 😀
    salam

    Reply

  44. Kalau buku yg ada di daftar tunggu saya ga ada hihi tapi kalau yg sedang dalam proses dibaca, ini beberapa
    1. Botchan o/ Natsume Soseki
    2. The Host o/ Stephenie Meyer
    3. Buku Persiapan UN wkwkwk

    Reply

      1. wah iya? hehe menurut kakak bagaimana? saya baru sampai setengah buku, banyak belajar juga tapi agaknya ada yg mengganjal tp entah apa.
        kalau komik tau “the best skilled surgeon” ga?

        Reply

        1. Menurut saya sih itu bacaan ringan banget, menghibur buat saya. Selesaikan aja, bagus kok. 🙂

          Wah, komik itu juga saya ngikutin! 😆 Buatannya Takashi Hashiguchi yang ngebuat “Yakitate! Japan”. 😀
          Ceritanya menarik, ada komedinya, juga saya suka gambarnya. 🙂 Saya lagi nyari komik nomor 2 nih, saya cuma punya 1, 3, ama 4. Susah dapetinnya. 😦

          Reply

  45. daftar tunggu saya: the winner stands alone, by the river piedra I saw and swept, the moneyless man, Negeri Fast Food… lho ternyata masih banyak! *panik*

    Reply

  46. Saya suka banget koleksi buku-buku dari penerbit Dastan, darras dan zahra.. soalnya mereka menerbitkan buku2 best seller internasional yang anehnya ga best seller disini.. 😆

    wah, postingan kamu jd ide buat postingan saya Sop.. 😳

    Reply

  47. Wah…deretan buku & novel2 asop mengingatkan saya akan novel2 saya yang juga udah ngantri minta diselesaikan
    Kayaknya bulan puasa ini waktu yang tepat 😉

    Reply

  48. wow banyak juga bukunya yang belum di baca,dulu waktu masih sekolah aja rajin baca buku sekarang agak sedikit berkurang malah terasa banyak baca ebook daripada buku cetaknya 🙂

    Reply

  49. “Ada buku “Kisah-kisah Tengah Malam”, kumpulan cerita pendek karangan Edgar Allan Poe. Buku yang diterjemahkan oleh Maggie Tiojakin ini berisi tiga belas cerita pendek karya pak Poe, ”

    jadi kepengen baca…

    btw, buku2 yg pengen kubeli sekarang, rata2 yg penulisnya ya kalo gak blogger, ya twitter-er. maca: bukunya Adhitya Mulya, bukunya Vabyo, Amrazing, Ichanx, My STupid Boss, dll.

    tapi dana beli buku mepet. makanya 2 buku yg terakhir kubeli, ya punya-e temen2ku dulu aja deh. mereka nerbitin buku lewat nulisbuku.com

    tp itu juga blm nyampe, buku2nya.

    Reply

  50. belum ada naiatan beli buku.
    sy tipikalnya milih2 buku
    klo ok br dibeli lalu segera dibaca secepatnya 😀

    gak kayak dulu, beli sebanyak2nya br kemudian dibacanya kemudian…

    Reply

  51. hmmmm kirain cuma saya yang cuma heboh beli buku tapi terbengkalai membacanya hehehehe 😛
    tapi kata dosen saya kalau sudah dibeli pasti nanti kebaca juga kok, tapi susahnya kalau lihat beberapa halaman dan mendapati isi plus bahasa yang membosankan hmmmm

    Reply

  52. ngomong2 soal scrinsyut buku trakhir…
    di solo ini lg “gayeng2nya” menolak pembangunan mall-supermarket lhooo…
    sayang spandukny baru diturunin, jd ga punya buktinya…. 😦

    Reply

  53. Waaaah, banyak juga! Kalau lihat tanggal sekarang, berarti udah sebulan sejak posting dong ya. So udah ada angsuran bacaaan? :mrgreen:

    Hmmm, buku tentang pak SBY, dari sampul nya aja udah keliatan kalo bakal boring. Eh? Well, I know it’s not good idea to judge book by its cover sih… 😆

    Kalau yang novel bahasa Inggris, saya ada beberapa. Saya suka kisah klasik, tapi ya itu, karena mbacanya mikir doble, memahami cerita dan sekalian nerjemahin, so rata-rata masih nggantung juga mbacanya. 😛

    Reply

    1. Hehehe, sebagian udah selesai. 75 % lah. 😀

      Buku Pak Beye itu seperti yang saya katakan, bahasanya kayak bahasa koran. Jadi saya baca itu seperti itu baca koran. 😆

      Di buku Unreal di atas itu, ada banyak garis bawah di kata-kata yang saya gak ngerti. Jadi bener2 berlatih kosakata juga. :mrgreen:

      Reply

  54. wah, benar-benar,, iri sekali sama bang asop ini. bisa baca semua macam-macam buku, baik komik novel,terjemahan,esay dkk. bisa tolong transferin bukunya ke saya? 😆 😆

    Reply

  55. oh ini daftar bukunya mas? aku kurang suka sih kalo baca novel terjemahan, apalagi yang diterjemahinnya udah agak lama
    lebih suka baca versi inggrisnya,biasanya via ebook,carinya di idws 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s