Tentang Puasa dan Menyiram Tanaman

Sebelum masuk ke topik bahasan sesuai judul, saya ingin laporan dulu. :mrgreen: Perihal posting-an terakhir kali (sebelum ini), saya berkata saya akan mencoba untuk lari sore menjelang berbuka. Saya sudah mencobanya, hari selasa (9/8) yang lalu. Hasilnya, ternyata tidak se-melelahkan yang saya kira. Malah rasanya saya bisa lebih kuat. Lelah yang biasa mendera saat menit ke 20-an, saat itu belum terasa. Makanya, di luar dugaan saya bisa menyelesaikan lari kemarin selama 25 menit tanpa henti (sengaja tidak saya lanjutkan, penyesuaian dulu ke tubuh). 🙂

Maklum, saya kaget karena puasa tahun lalu saya tidak olahraga lari. Saya ‘kan baru memulai rutinitas lari ini januari tahun ini. :mrgreen:

*****

Kembali ke topik utama, saya tahu dari posting-an yang lalu dari komentar-komentar yang narablog berikan, banyak sekali yang senang ber-JJS ria dan olahraga ringan setelah subuh. Bukan “jalan-jalan sore”, tapi “jalan-jalan subuh”. :mrgreen: Beberapa narablog pria malah memilih berolahraga ringan setelah subuh, seperti push-up dan sit-up. Ini hebat sekali. Berbeda dengan saya.

Kalau saya, rutinitas setelah subuh adalah membuang sampah (ke tempat sampah di depan rumah) dan menyiram tanaman. 🙂

Faktanya, saya biasa nggak tidur setelah subuh (perut terasa lebih enak kalau nggak tidur). Setelah menunggu hingga sekitar jam enam kurang sedikit, saat mulai terang, saya keluar. Setelah menaruh sampah ke tempat sampah di depan (nanti diangkut sama tukang sampah komplek RT), barulah saya menyiram tanaman yang ada di teras paviliun (tempat saya tinggal). 😀

halaman teras depan menyiram tanaman

Ternyata nikmat juga melakukan ini semua. Udara dingin pagi hari di Bandung sangat nyaman untuk aktivitas semacam ini. Oksigen segar terhirup, kantuk hilang seketika. :mrgreen:

Saya baru merasakan nikmatnya menyiram tanaman. :mrgreen: Biasanya, selama ini yang menyiram tanaman di teras adalah ayah atau ibu saya. Saya jarang sekali. Baru semenjak bulan juli yang lalu saya merasakan nikmatnya “memberi makan” tanaman. 😆  Rasanya berbeda antara bercengkrama dengan binatang dan dengan tumbuhan. Ada rasa masing-masing.

Entah mengapa ya, saya baru menyadari, bahwa tumbuhan pun ingin dimanjakan. 🙂

Apa narablog sekalian juga suka memanjakan tanaman peliharaan? Kapan waktu untuk berkebun? 😀

——————————————————————————————————————————————————–———-

Semua gambar adalah hasil jepretan sendiri. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

151 Comments

  1. Wah, jadi ingat ibu saya nih bro 🙂 kalau dirumah, beliau selalu memuji keindahan ciptaan-Nya, yaitu tanaman. Karena beliau memang menyukai tanaman2..hehe

    btw, itu rutinitas yg bagus lohh, krn olahraga otak jugaa 😀

    Reply

  2. Dari dulu saya lebih memilih merapikan tanaman,
    walaupun harus manjat-manjat dan menggunakan gergaji (tanaman mempunyai pokok batang kuat) :D.
    Bersepeda di sore hari juga asyik kok Sop, kalau junior saya walaupun puasa, semua kegiatan diluar rumahnya tetap goe sepeda, pulang pergi sekolah, les, bermain kelihatan asyik2 aja. Yang penting dia memulainya dengan senang, ga cemberut 🙂

    Reply

  3. ASOOOOP *eh, kepencet kepslok*….

    itu tanemannya bagus-bagus amaaaat. lo punya ‘green thumb’ yah kayaknya. gue juga disini lagi nyoba berkebun gitu di koridor…eh, mati dong tanemannya, hahahahahah. yang bertahan idup cuma pandan sama kembang sepatu.

    Reply

  4. Iya, berkebun itu memang menyenangkan Sop, sayang di rumah kontrakan ga ada tanaman satu pun, mau memelihara takut malah terlantar nantinya ^^

    Reply

  5. Bulan ini kegiatan saya menambunkan perut dan menginjak timbangan (walah( :D. Saya tidak punya tanaman di sini, tapi saya bisa melihat banyak tanaman di sekitar saya :).

    Reply

  6. Iya, kalo tidur habis subuh perut kerasanya nggak enak banget.

    Di rumah, yang nyiram tanaman gantian. Kadang aku, kakak, atau mama. Nggak semua tanaman harus rajin disiram sih. Tergantung tanamannya. Tapi kalo kemarau kayak gini, lebih baik tanaman disiram saja dengan rutin. Daripada layu, terus mati.

    Reply

  7. hehehe jadi iri bgt deh…. rumah aq ga ada halamannya, kalo nanem apa-apa di loteng (tempat jemur pakaian di lantai 2) pasti ngga lama mati deh… fufufu

    Reply

  8. wah, rumahnya asri Mas 🙂
    kalau di rumah saya sih, yang rajin berkebun itu Ibu.
    bunganya banyak banget. dari yang cuma bougenville sampai anggrek
    jadilah saya dapat jatah menyiram tanaman tiap sore 😀

    Reply

  9. Wah sudah bisa menikmati enaknya menyirami tanaman ya? Kalau dulu saya harus dipaksa ibu utk mau nyiramin tanaman. Sekarang taman di depan rumah terbengkalai begitu saja. Anehnya tanamannya malah subur banget. Hehehe…

    Salam

    Reply

  10. Lagi disuruh ama pakbos nih suruh bikin perencanaan “pewarnaan” taman-taman di kantor. Bingung milih-milih tanaman dan bunga-bunga. Ada saran kagak, Bung?

    Segala sesuatu kalau dirawat tentunya akan menjadi lebih bagus. Seperti tanaman ini. 😀

    Reply

  11. sejujurnya saya jarang nyentuh tanaman yang ada dihalaman, urusan tanaman bagiannya suami dia lebih rajin buat ngurusin segala macam tanaman….

    Reply

  12. setuju…
    saya juga merasakan hal yang sama ketika masih di rumah dulu…
    ada kenikmatan tersendiri ketika berinteraksi dengan tanaman…

    Reply

  13. berkunjung…
    Ih, saya udah lupa kapan terakhir kali berkebun. Tak menyirami pohon dan bunga. Pdhl rasanya sangat senang sekali saat akhirnya anggrek di halaman berbunga, dan sampai sekarang hampir tak putus untuk berbunga.
    Alhamdulillah…

    Reply

  14. menyiram tanaman emang enak, apalagi ktika mengelus2 daun dan memetiknya yg sudah kuning.
    di pagi? jgn ditanya..rasanya betah deh berlama-lama nungguin tuh tanaman..hhee
    melihat tunasnya yg baru muncul.

    Reply

    1. Sebelum puasa, saya kadang larinya pagi kadang sore.
      Kalo pas puasa gini, saya sore ke sabuga. 🙂
      Jangan2 dulu waktu lari pagi kita pernah ketemu? 😀

      Reply

        1. Ehem… itu gak bener juga sih… ada aturan di jagat maya yang mengatakan bahwa kalau orang menulis dengan huruf kapital semua, itu artinya dia sedang marah. 😐

          Reply

  15. persis kayak bapakku yg kebetulan “bertangan dingin”, 3 hari sekali nyirem, kecuali jambu mesti 2 hari sekali
    saya mah seringnya jagain kucing2 daripada tanaman 😳

    Reply

  16. Akhirnya bisa berkunjung kembali 🙂
    sudah lama tidak jalan jalan di dunia maya selain fesbuk dan twiter :mrgreen:

    wah saya dua bulan lalu udah mulai olahraga. pokoknya joget joget aja di dalem kamar sendirian, GJ banget tapi pas puasa berhenti, yaaa sugesti laper. hehehe, seharian tidoor pokoknya.

    Reply

  17. Mungkin itu ya sob, alasan kenapa banyak orang yang hoby bercocok tanam dll. Yang ternyata kesejukan adalah salah satu alasannya :p

    Reply

  18. tak ubahnya kita, tumbuhan pun mahluk hidup yang ingin dimanja dan dipelihara kan Kang :mrgreen:

    *lama saya tak bersua di jagad blog, apa kabar Kang ?*

    -Salam Hangat-

    Reply

  19. sudah lama engak nyiram sendiri …. biasanya saya paling rajin kerja di luar rumah (bersih-bersih teras dan sebagainya) sekarang tugas itu dipegang oleh ayah saya. saya malah sibuk di dalam jadi pembantu eh kakak rumah tangga hihii

    Reply

  20. Gw di padang juga sering keluar pagi, tapi bukan karena ada kegiatan. Tapi enak aja udara dingin-dingin. Biasanya mah duduk di teras doang. Kadang-kadang kalau abis subuhan kongko-kongkow bareng temen-temen. Hhe

    Reply

  21. rumah saya sempit … jadi ga ada ruang tersisa buat tanaman … ihiks
    beda dengan rumah ortu di kampung yang masih lapang …

    *waduh, malah kangen ama ortu nih …

    Reply

  22. Saya sih senang aja Lihat Kang Asop mau bantu orang tua nyiram tanaman, terus terang ini adalah hal2 yang sulit dilakukan anak2 muda sekarang. Mereka lebih suka tidur sampai siang. Lanjutkan Kang, teruslah jadi anak muda yang kreatif…..suskses

    Reply

  23. saya termasuk perempuan yang tidak terlalu peka dengan tumbuhan bang, kurang begitu paham dimana letak keindahannya.. sepertinya harus dimulai dengan mnyiram dulu nih, biar bisa suka ma tumbuhan.. hehe 😀

    Reply

  24. Mencari kegiatan bermanfaat memang perlu untuk penyegaran badan dan pikiran.
    Kalau di Jakarta, tunggu sore banget kalau mau siram tanaman… puanassnya pooolll…

    Reply

  25. Saya pun sering memanjakan tanaman saat pulang kerja, suka saya siram sambil menyiangi yang kering2nya, kalau udah gitu rasanya seperti berdialog dengan tanaman2 itu 🙂

    Reply

  26. Alhamdulillah dapet ide baru nih. Habis subuh, nggak ada kerjaan sering bingung mau ngapain. Ujung-ujungnya ya………. tidur lagi deh. padahal rasanya sama sekali gak nyaman kalo tidur habis subuh.

    Makasih, makasih, mudah2an mulai besok bisa memulai pagi dengan menyiram tanaman di depan rumah dan merasakan nikmatnya.

    Reply

  27. waw banyak banget yang saya pelajari dan dapatkan dari tulisan anda kali ini.Saya akan mecoba melakukan aktivitas pagi seperti lari pagi dan berkebun, daripada bangun siang. saya juga aru tau kalo ga tidur setelah makan bikin perut agak enakan. semua akan saya coba! apalagi berkebun, udah lama saya pengen lakukan, tapi ga kesampaian mulu. perlu sedikit disiplin kali ya 🙂

    Reply

  28. Ehh kenapa ya kok aku ngerasa biasa aja tuh sama tanaman padahal dikerjakan tiap hari.
    Mungkin karena terlalu sering dan terbiasa jadi gak terasa spesial-spesial banget lebih seperti rutinitas.

    Reply

  29. Sekarang di Samarinda sedang musim kemarau. Air sangat sulit untuk didapatkan. Alhasil banyak tanaman mati meranggas 😦

    Reply

  30. Di kos an aku juga banyak pohonnya neeh,,,jadi malu ga pernah siramin tanamannya

    coz sudah sama yang punya kosnya 🙂 *sekali-kali mau siramin ah, padahal selalu bangun pagi ^_^

    Reply

  31. Aku punyanya pohon pepaya sama pisang 😀 itu juga dikebun belakang dan gak pernah ada yang nyiram paling juga dipipisin marmut aku ,hahhaa..

    lagi pula aku takut sama tanaman soalnya kadang ada uletnya gitu. dan itu bikin geli

    Reply

  32. Puasa Bukan lah halangan untuk melakukan kegiatan baik itu olah raga atau yang lain.. jadi kan puasa kita dengan bermakna.. amiiiin

    Reply

  33. Wah..sama tuh..aq juga suka berkebun dan menyiram tanaman..ternyata seorang lelaki seperti kamu juga suka ya menyiram tanaman hehe..met menjalankan ibadah puasa ya..

    Reply

  34. Wew, aku malah gak cekatan kalau harus ngurusin tanaman, binatang apalagi. Satu2nya yg aku rawat adalah kaktus hias. Soalnya ngerawatnya mudah dan kalau lupa nyiram 1minggu juga gak papa 😆

    Reply

  35. waaah ternyata Asop suka berkebun juga yah…
    berkebun emang menyenangkan dan tentu saja menyehatkan…
    hmmm…
    kenapa nggak coba tanam sayuran Sop…?
    hasilnya bisa dinikmati hehehe 😀

    Reply

  36. tentu…berkebun hanya bisa saya lakukan di kampoeng halaman, hehe..
    terus paling enak tuh ngasih makan ikan-ikan di kolam, bawaannya fresh aja pikiran liat mereka (para ikan) berebut umpan, hehe..
    salam

    Reply

  37. Setuju Asop.
    Merawat hewan dan tanaman itu nikmatnya beda.

    Kalau saya sih, jujur, lebih suka merawat tanaman daripada hewan. Entah mungkin karena saya nggak mau mandiin, atau karena harga makanan hewannya yang agak nggak bersahabat, atau karena perasaan sakit jika harus ditinggal mati hewannya. Saya merasa merawat tanaman itu lebih nyaman dan aman. Tanaman kan tanpa ekspresi. Jadi otomatis kita seperti menikmati waktu dengan diri sendiri saat merawat tanaman.

    Tanaman mungkin tidak punya wajah yang imut dan lucu kayak kucing. Tanaman mungkin tidak bisa dilatih ini itu seperti anjing. Tapi tanaman punya cara tersendiri untuk mengingatkan kita sebagai manusia akan arti ketenangan batin. Cieeeeee…..

    Reply

  38. Kalo abis sahur dan shubuhan, saya biasanya tidur lagi…. habis ngantuk banget sih, hehe…. *malu

    Ni di sekeliling rumah saya banyak tanaman, yakni tanaman salak, sebab memang rumah saya berada di sekitar kebun salak 😀

    Reply

  39. kalo saya abis sahur niatnya tidur2an nunggu waktu subuh tapi malah kebablasan sampe jam 7 kurang. oke, ini emang gak baik buat ditiru

    Reply

  40. baru tahu , kamu mulai suka berkebun ya Sop … salut ! … di jerman berkebun mah sdh menjadi gaya hidup … hampir separuh penduduk sini hobinya berkebun, jadi jangan ditanya kayak apa hijaunya jerman 🙂

    kalau berkebun mah seringnya pas mulai akhir musim semi sampai saat musim gugur tiba … ah kalau bicara soal berkebun ndak akan ada habis2nya Sop.

    bagaimana , apa sudah ada tamu kebun yg datang ? kayak burung, kupu2, dll ?

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s