08
Oct
11

Dogol dan Dodol

Saya bersyukur sekali hari sabtu (8/10) ini bisa menikmati pempek lagi… 😳 Ini saya kasih fotonya.

Eh waduh, maap melenceng dari judul posting-an. :mrgreen:

#TepokJidat….

Jadi begini, saya baru merasakan nikmatnya makanan yang bernama dodol pagi tadi. Ibu saya, yang baru datang kemarin jumat (7/10), menyajikan dodol pemberian saudara jauhnya saat sarapan tadi (kata beliau sih itu dodol betawi). Ternyata rasanya nggak mengecewakan. 😀  Otak saya langsung menelusuri jejak-jejak ingatan masa lalu, berusaha mencari kembali ingatan di mana dan kapan saya pernah memakan dodol seenak ini. Tapi tak berhasil. Makanya, ini adalah dodol terenak yang pernah saya makan. 😆

Dodol betawi

Saking enaknya dodol ini, saya sampai mencoba mengaitkan dodol dengan sebuah kalimat ejekan, yaitu dogol. Apa pasal? Soalnya saya penasaran, mengapa kata dodol saat ini dijadikan umpatan halus oleh anak-anak muda? Tampaknya, jika dodol kita ucapkan kepada teman sepermainan maknanya menjadi bego atau bodoh. Tampak dodol yang harusnya kata benda menjadi bisa digunakan sebagai kata sifat. Ya, ‘kan? 😆

Dogol Dogol Dogol

Narablog sekalian tentu pernah mendengar kata dogol, ‘kan? 😀 Saya pertama kali tahu kata itu saat saya masih kecil, saya lupa tepatnya kapan. Waktu itu saya suka sekali komik Asterix karangan Goscinny dan Uderzo (selain komik Petualangan Tintin tentunya). Nah, di dalam komik itu terdapat cukup banyak kata umpatan “dogol” ini. 😆  Versi polos saya zaman dahulu belum tahu apa itu makna dogol, dan saya nggak punya minat sama sekali untuk bertanya ke orang tua saya. Sampai akhirnya beranjak SMP, saya baru tahu makna yang sebenarnya. 🙂

Pagi tadi, saya coba yakinkan diri saya kembali, sekadar meyakinkan bahwa makna dogol yang selama ini saya tahu adalah benar. Kalau menurut kamus besar bahasa indonesia daring (dalam jaringan—online), ini hasilnya:

do.gol
[a] (1) tidak bertanduk (tt lembu dsb); (2) tidak berbalung (tt ayam): ia lari bagai ayam —

[a] bodoh: dia memang — , dua tambah dua saja tidak tahu

[n] jendul

Untuk kata sifat (adjective), dogol memiliki arti bodoh. Selama ini saya benar. 😀

Entah mengapa, saya lebih suka kata dogol. Terdengar lebih enak dan lebih mantap untuk diucapkan. :mrgreen:  Tapi sayangnya belum pernah saya gunakan sama sekali dalam percakapan.  #TepokJidat  #GakNormal

Dogol dan Dodol, mungkin berhubungan?

Saya berkesimpulan begini (jika bisa disebut sebagai kesimpulan). Mungkinkah penggunaan dodol sebagai umpatan dan ejekan adalah untuk menggantikan dogol ?  Atau mungkinkah penggunaan dodol ini karena untuk “menghaluskan” dogol?  *lho kok malah pertanyaan bukan kesimpulan*

Dodol dan dogol hanya berbeda satu huruf, G dan D. Susunan huruf vokal sama. Mungkinkah ini sebuah kebetulan? 😆

Mari gunakan kata dogol lebih sering lagi untuk menggantikan dodol, karena dogol lebih enak didengar daripada dodol. #Plakk! :mrgreen:

——————————————————————————————————————————————————————

Gambar sampul komik Asterix diambil dari sini. Sisa foto adalah hasil jepretan sendiri. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

310 Responses to “Dogol dan Dodol”


  1. 8 October 2011 at 22:30

    galau banget nih posting-an #dilempar dodol 😛

    dogol kayaknya udah jarang banget ya dengernya, aku juga tahu dari komik2 cina jadul, kalau dodol sih masih sering digunain dan lebih enak dodol daripada dogol, kesannya gg negatif2 banget.

    “Ih lu dodol banget deh” sama “Ih lu dogol banget sih” berasa lebih halus dodol #pemikiran profesor Tiara 😛

    • 10 October 2011 at 07:03

      Galau dari hongkong!

      Iya, memang dodol jadi umpatan halus. Tapi, buatku Tir, kalo mengumpat itu pasti kasar, gak ada umpatan halus atau kasar. Mengumpat pasti kasar! 😀 Jadi, untuk apa pakai dodol, sekalian pakai dogol aja. 😆

  2. 8 October 2011 at 22:58

    Ya karena gak tahu kesimpulannya.. kita samasama dogol *eh :p

    • 10 October 2011 at 07:05

      Lho, kesimpulan saya ya itu tadi.

  3. 8 October 2011 at 23:09

    gua nggak gitu suka ma dodol, tapi kalo gratis, gua lahap…hahaha

    • 10 October 2011 at 07:08

      Iya lah, buat mahasiswa, apa sih yang gak enak kalo gratis?

  4. 8 October 2011 at 23:10

    Dodol sih sering denger, tapi kalo Dogol, saya baru kali ini denger *sumprit
    tapi apapun itu, yang penting dodol itu rasanya enak, dan saya suka dodol 😀

    • 10 October 2011 at 07:12

      Hihihi, saya baru suka dodol ya saat kemarin itu…

  5. 9 nana
    8 October 2011 at 23:25

    hahahaha.. dodoll… :))

    • 10 October 2011 at 07:13

      Hush!

  6. 9 October 2011 at 00:29

    oh ternyata ada kata dogol? mungkin bener juga tuh kang, tapi klo menurut saya “dodol” lebih gampang diucaokan daripada “dogol” hehehehe

    • 10 October 2011 at 07:17

      Dogol buat saya lebih mudah diucapkan. 🙂

  7. 13 wahyu asyari m
    9 October 2011 at 01:21

    dodol lebih familiar kang 😀

    • 10 October 2011 at 07:17

      Memang, tapi mari kita kembalikan dodol pada fitrahnya sebagai nama makanan.

  8. 9 October 2011 at 01:33

    baru tau ada istilah dogol. taunya cuma dodol…

  9. 16 karlina fitriana
    9 October 2011 at 02:19

    aawww saya anti dodol om :3

    • 10 October 2011 at 07:20

      Kenapa? 😀

  10. 9 October 2011 at 03:05

    Lapeeeeeeeeeeeeer liat dodolnya, dol *eeeeh…
    hehehehe… mangaaaap upz maksudnya maap 😀

    • 10 October 2011 at 07:20

      Kalo saya lihat dodol gak bikin laper. 😀

  11. 9 October 2011 at 06:12

    gw ngilerr sopppp 😀

    • 10 October 2011 at 07:23

      Awas jangan di atas keyboard ya. 😀

  12. 9 October 2011 at 07:39

    ia juga ya, terus yang pertama kali pake kata “dodol” itu siapa ya.. patut diteliti. haha

  13. 23 Ahmad Alkadri
    9 October 2011 at 07:48

    ‘Dogol’ kayanya kasar banget… 😛 hehe. Tapi bukannya ‘dodol’ buat ejekan itu awalnya dari Jawa ya? Mungkin ada sejarahnya gitu, turunan dari bahasa sansekerta, Jawa Ngoko, atau apa…

    ……….#kaburAh #penginmakandodoljuga

    • 10 October 2011 at 07:26

      Waduh kalo sejarahnya…. saya gak tertarik sih… 😳

  14. 25 Agung Rangga
    9 October 2011 at 08:18

    owalah, ya jangan keseringan bilang dogol ke orang, nanti diomelin aja. 😆

    • 10 October 2011 at 07:25

      Hahahaha

  15. 9 October 2011 at 08:22

    Memang dalam hal tersebut penggunaan kata dogol lebih pas. Kalau dodol kan makanan, cocoknya ya dimakan

    • 10 October 2011 at 07:23

      Sepakat. :mrgreen:

  16. 9 October 2011 at 08:34

    pempeknya menggodaaaa *lhoh*

    oke,. kembali ke topik.
    jujur, baru ini aku baca DOGOL, sebelumnya malah gak pernah dengar sama sekali. kalo DODOL, setahuku ya sama dengan yang ditulis diatas, bisa jadi nama makanan, bisa jadi diartikan sebagai kata sifat, dan artinya sama kok. ya seperti diatas itu.

    enwy,. gambar dodolnya kok beda ya?? yang aku tau gak kayak gitu, tapi panjang2 kecil dan dibungkus gitu -_-“

    • 10 October 2011 at 07:22

      Nah, dodol betawi memang nggak dipotong-potong, disajikannya seprti itu. Bahkan ada yang di piring lebih besar lagi dari itu. 🙂
      Dodol betawi memang beda. 🙂

  17. 9 October 2011 at 08:38

    Gua malah baru tau kalo ada kata DOGOL. Selama ini kalo ngehina orang, biasanya gua makin dia “DODOL LU!!!!”

    • 10 October 2011 at 07:21

      Hahaha mari Bang, gunakan dogol lagi. :mrgreen:

  18. 9 October 2011 at 08:59

    Mungkin aja berhubungan sop, karena dogol terlalu kasar dan lagi kata dodol hampir sama dengan dogol, akhirnya diganti dengan dodol deh.. #pendapatsotoy :p

    • 10 October 2011 at 07:20

      Bisa jadi, sebagai penghalusan gitu ya….

  19. 9 October 2011 at 09:23

    Makasih sobat atas berbagi pengetahuannya…menambah wawasan

  20. 9 October 2011 at 09:32

    Yakin…marake ngiler

    • 10 October 2011 at 07:18

      Awas jangan ngiler di atas keyboard laptop! 😆

  21. 9 October 2011 at 10:15

    Kunjungan silaturahmi menjelang siang sahabat di asopusitemus.com…
    Terima kasih atas berbagi artikelnya sahabat

  22. 9 October 2011 at 10:25

    waw kalao dodol pernah dongol itu yg belumm enak mas ya hehe

    • 10 October 2011 at 07:15

      Mari kita buat enak tuh dogol.

  23. 9 October 2011 at 10:53

    hmmm rasanya jarang (atau malah gak pernah ya) gua denger orang ngomong dogol. biasanya lebih banyak orang ngomong dodol untuk ngatain orang yang ‘gak pinter’. hehehe.

    • 10 October 2011 at 07:12

      Mari gunakan kata dogol. 😆

  24. 9 October 2011 at 11:15

    Baru dengar yang seperti ini kawan

    • 10 October 2011 at 07:09

      Sekarang sudah pernah dengar kan? :mrgreen:

  25. 9 October 2011 at 12:33

    dogol? saya baru tau dari tulisan ini malah
    kalo dodol mah udah sering

    • 10 October 2011 at 07:06

      Dogol!

  26. 9 October 2011 at 13:06

    Hihhi.. sahabat saya tak panggil dodol..
    saling panggil dodol sih.. Soalnya suka koplak.
    kocak dah pokoknya :p
    cewek paling gokil dia :p

    • 10 October 2011 at 07:04

      Waaaaaah cewek yang tomboy ya dia?

  27. 9 October 2011 at 13:42

    wah, dodolnya mirip makanan khas minang. namanya Galamai. Mesti coba tuh, Sop.

    • 10 October 2011 at 07:03

      Dodol betawi memang cara penyajiannya begini, gak dipotong-potong.

  28. 9 October 2011 at 13:55

    kasihan dodol, enak dimakan ga enak didengar :mrgreen:

    • 9 October 2011 at 14:40

      wakakaka 😳 tambahin aja mas biar enak di dengan “dodol enak”

    • 10 October 2011 at 07:01

      Iya, haha….

  29. 9 October 2011 at 14:10

    saya jg bertanya2 kenapa binatang “kampret” juga bisa jadi kata umpatan

    • 10 October 2011 at 07:00

      Kalau kampret emang enak buat diomongin.

  30. 9 October 2011 at 15:13

    kamu manis deh kayak dodol

    • 10 October 2011 at 07:26

      Mbak memuji saya? Apa ngegombal? 😆

  31. 9 October 2011 at 16:32

    Jadi kepingin nih. Ngiler gila ….

    • 10 October 2011 at 07:27

      Hati2 ya kepeleset iler sendiri. :mrgreen:

  32. 9 October 2011 at 16:46

    aku malah baru denger ini kata ‘dogol’.. eh, iklannya tuh.. >.<

    • 10 October 2011 at 07:23

      Iklan apaan? ❓

      • 10 October 2011 at 19:08

        iklan yang tepat berada di bawah postinganmu… itu iklan ato apa?

        • 10 October 2011 at 19:15

          Oh itu ya?
          Tauk nih bukan saya yang pasang. Dari wordpress. Sekarang emang gitu, kadang kalo orang luar (bukan pengguna wordpress) yang ngeliat, bakal ada iklannya.
          Coba aja ke blogger wordpress lain. Ada tuh. 🙂

  33. 9 October 2011 at 17:02

    Saya malah gak pernah dengar kata “dogol”. Jangan-jangan cm karangan mas asop aja nih -_-

    • 10 October 2011 at 07:22

      Ngawur, fast-reading nih.

  34. 9 October 2011 at 17:19

    aku baru bertanya2 apa hubungan pempek sama dodol… hehe…
    sama2 enak yg jelas…
    aku juga baru tau nih ternyata “bahasa baku” nya itu dogol, bukan dodol…

    • 10 October 2011 at 07:21

      Hubungan kedua makanan itu adalah, dua-duanya sama-sama enak.

  35. 9 October 2011 at 17:42

    iya tuh sering banget denger kata dogol di komik asterix.. btw demen baca komiknya juga yah mas?

    • 10 October 2011 at 07:19

      Iya Bang, dulu waktu kecil saya terbilang suka banget ama Asterix. Komiknya tipis, berwarna, tapi ukurannya besar. Enak dibaca, art-nya juga bagus.

  36. 9 October 2011 at 17:43

    Sampai sebegitunya kisah tentang dodol ini. Ngomong2 dodol yg saya suka dodol durian alias ‘lempok’. Di sumatera dan kalimantan banyak yg jual

    • 10 October 2011 at 07:16

      Kalo durian… saya lebih suka yang asli. Jangan dibuat dodol.

  37. 9 October 2011 at 18:08

    pengen dodol nya nich mas…

  38. 9 October 2011 at 18:14

    seiring berkembangnya jaman, banyak kata-kata yang maknanya ikutan berubah, ya 😀 aniway, sejak kapan ya umpatan halus ‘dodol’ dipakai orang? rasa-rasanya waktu saya SD kelas 6 sudah ada :*

    • 10 October 2011 at 07:15

      Lah, waktu saya kelas 6 SD tahun 2001, saya rasa belum ada.

  39. 9 October 2011 at 19:01

    Kalau saya lebih suka menggunakan kata ‘dodol’ sebagai nama salah satu partisi yang ada di laptop saya 😆

    • 10 October 2011 at 07:13

      Hebaaat! 😆

      Terus partisi yang satunya diberi nama “Jenang”.

  40. 9 October 2011 at 19:31

    ini karena orang indonesia lebih suka kata yang simple, mudah diingat dan sama silabelnya, contoh, mimik, susu, cucu, lola, mami, mama, papa, popok, dodol dll, jadi menurut saya dogol itu terlalu kasar dan dodol bisa jadi bahan bercandaan sambil mnyinggung mereka yang jengkel. Indonesians are friendly-one 😀

    • 10 October 2011 at 07:11

      Indonesians are friendly one

      ….yap, keterangan yang bisa saya terima.

  41. 9 October 2011 at 19:56

    mau pempeknya dooong,ngidam pempek nih mas
    #gaknyambung #tepokjidat juga 😆

    • 10 October 2011 at 07:09

      Waaaah pengen banget pempek? Maap saya ga tahu di Bandung ada pempek di mana…

      • 10 October 2011 at 19:49

        oh tau kok, saya biasanya suka makan pempek depan BEC sebelum les 😆
        cuma udah lama (lama=2 minggu) ga makan pempek 😛

        • 11 October 2011 at 09:22

          Buseeeet baru dua minggu. 😆

  42. 9 October 2011 at 20:35

    kalo saya sih idak pernah menggunakan kata dodol sebagai umpatan *jarang ngumpat sih*
    sayang banget deh makanan enak kayak gitu namanya disalahgunakan buat hal-hal yang kurang baik.

    • 10 October 2011 at 07:07

      Iya, Mas, makanya saya menyarankan lebih baik pakai dogol.

  43. 9 October 2011 at 21:52

    Umpatan “dodol” ala anak muda, sepertinya karena ada gemesnya gitu Sop, soalnya aslinya si dodolkan enak buat dimakan :D, kalau dogol, kan benar2 bodoh gitu.

    • 10 October 2011 at 07:06

      Nah, saya tetap lebih suka dogol. 😆

  44. 9 October 2011 at 23:13

    kalau gambar atas tahu pong…
    sebenarnya apa bedanya dodl dengan jenang..??
    😛

    • 10 October 2011 at 07:05

      Tahu pong. Rasanya saya pernah mendengar itu.

      Wah, saya gak tahu bedanya.

  45. 10 October 2011 at 06:04

    Yang jelas lebih enak makan DODOL..
    curang ga bawa waktu kopdar..

    • 11 October 2011 at 05:40

      Hehehe maap Teh, itu dodol tinggal satu itu aja, kecil, buat saya dong. :mrgreen:

  46. 10 October 2011 at 07:45

    baru denger kata ‘dogol’,,
    tapi jujur, saya suka dengan dogol garut.. loh,, 😀

    • 10 October 2011 at 13:16

      Hahaha… 😎

  47. 10 October 2011 at 07:48

    “…..penggunaan dodol sebagai umpatan dan ejekan…”
    berarti…klao dodol garut….umpatan untuk garut donk……
    Dagol mah biasanya kata yg di gunakan untuk orang yg kepalanya besar di bagian belakang. 😀

    • 10 October 2011 at 13:16

      Yeeee kagak gitu juga kalee. 😐
      Salahkan yang mencetuskan dodol sebagai umpatan. 😦

  48. 10 October 2011 at 07:53

    dodol itu sifat bodoh yang sepertinya melekat pada diri seseorang sehingga nyambung juga dengan makanan khas garut yang lengket itu huehehehehe … ^_^

    • 10 October 2011 at 13:15

      Waaaah filosofi Bang Aswi bisa juga. 😀 😀

  49. 10 October 2011 at 07:55

    dan karena dodol lebih enak dimakan daripada dogol. 😛

    • 10 October 2011 at 13:15

      Jadi mohon jangan kotori dodol hanya karena beda konsonan dengan dogol. 😆

  50. 10 October 2011 at 08:16

    mending makan aja dodolnya daripada dipake untuk umpatan.. 😛

    • 10 October 2011 at 13:57

      Betul sekali. 🙂

  51. 10 October 2011 at 08:21

    jiahahaha…. ngakak dulu akh 😀 😀
    yang penting ketika makan dodol, kita gak jadi dogol khan Sop 😛
    salam

    • 10 October 2011 at 14:01

      Ohoho nggak dong, Bun. 😆

  52. 10 October 2011 at 08:31

    Hmmm asop nieh kreatif banget dan filosofis …eh iya lho kayaknya lebih enakan pake kata “dogol” daripada “dodol”, saya sieh kalo amat sangat tidak penting tidak mau ngucapkan kata kata gaul yang jelek jelek gitu kepada teman atau kawan ataupun orang lain, bagaimanapun juga menurut saya itu nggak baik..kalo sudah sangat terpaksa pernah juga ke cletuk..btw dodol betawi emang enak menurut saya…kayaknya dari beras dan ketan..:)

    • 10 October 2011 at 14:03

      Yap, kalo kita salah pakai kata “dogol”, bisa2 musuh bertambah. 😦

  53. 10 October 2011 at 08:42

    pagi-pagi liat pempeknya Asop, ngileeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeeerrrrrr.. dhe kemaren makan pempek Sop, tapi cuma sebiji.. haduuhh, gk puas blas.. sengaja gk komen tentang dodol dan dogol, salah sendiri kenapa kamu pamer pempek.. 😛

    • 10 October 2011 at 13:38

      Hahahahaha nanti saya bakal pamer yang lain. :mrgreen:

  54. 10 October 2011 at 09:02

    btw dodolnya bikin ngences… bagi duunkks 😀

    • 10 October 2011 at 13:37

      Ngences itu… apa?

      Kalo “ngeces” ada, ngiler. 😀

  55. 10 October 2011 at 09:14

    Looooooohhh.. kok pempek?
    Untung bukan lagi gue yang baca ni postingan, bisa langsung ngiler dia, hehe..

    Dodol atau dogol sama nggak enaknya kalo buat makian 😀

    Tapi dulu kakak saya manggil saya Dodol sih, awalnya dari nama Della yang dia plesetin jadi Deldol, lama-lama mungkin biar lebih enak manggilnya, jadi Dodol deh 😀

    • 10 October 2011 at 13:37

      Kasihan ya Mbak Del… dipanggil ama kakak Mbak begitu… 😆

      *menertawakan nasib orang lain*

  56. 10 October 2011 at 09:19

    membaca posting ini dengan serius namun entah kenapa saya malah kepingin empek2 hhehehehe kagak nyambung

    • 10 October 2011 at 13:30

      Yuk cari pempek. 😀

  57. 10 October 2011 at 09:55

    wah .. keliatan enak tu empek²nya … 🙂

    beda huruf tapi maknanya hampir sama dong yaaaa, btw … dulu saya pernah ngasih panggilan sama seorang teman dengan sebutan “dudulzz …” plesetan dari dodol .. ckckckck :mrgreen:

    • 10 October 2011 at 13:27

      Pempek memang enak. 😳

  58. 115 Sayyidah 'Ali
    10 October 2011 at 09:56

    ga dogol juga ga dodol,, ga suka main umpat- umpatan..😉
    pernah dengar orang ucap dodol, tapi saya pahami, itu bukan bodoh tapi nempel kaya dodol, atau kata lain,” lambat sekali sih kamu!”

    • 10 October 2011 at 13:24

      Oooh, dasar kayak siput gitu ya. 😆

  59. 117 wibisono
    10 October 2011 at 10:09

    lebih enak mengucapkan kata dodol dari pada dogol.. dodol dodol dodol dodol.. *tes kata

    • 10 October 2011 at 13:20

      Dogol dogol dogol buat saya lebih enak dicaupkan. 😆

  60. 10 October 2011 at 10:18

    errr… errr… komen apa yaaaaaaahhh….

    • 10 October 2011 at 13:19

      Udah ijin aja kalo mau nge-junk. 😀

  61. 121 eriek
    10 October 2011 at 10:38

    aaaiii…aku mintak pempeknyo bae ye sop! dak becuko dak papo :mrgreen:

    • 10 October 2011 at 13:19

      Hahaaaai bahasa palembang! 😀

      Ah, Bang, tanpa cuko gak enak! 😆

  62. 10 October 2011 at 10:56

    udah lama ga makan dodol sejak umur bertambah dan gigi jadi sensitif sama yang manis manis…

    • 10 October 2011 at 13:17

      Duh…. jangan dipaksakan. 😐

  63. 10 October 2011 at 12:11

    Tapi dodol lebih enak dimakan Sop *eh?* hihihihi

    • 10 October 2011 at 13:17

      Iya emang, Teh… :mrgreen:

  64. 10 October 2011 at 12:47

    Dodol seperti itu di Jawa Tengah disebut Jenang. Kalo di Magelang, ada 2 tipe dodol, yaitu jenang biasa dan krasik’an. 😀 Beda gitu sih tampilannya sama dodol Garut. Jadi, disinyalir dodol yang ini disebutnya jenang atau mungkin dodol keranjang yang dari Bogor. 😀

    • 10 October 2011 at 13:17

      Waaah, sama ya?

      Tapi dodol yang saya makan itu dibuat di Jakarta, dan dibuat oleh orang betawi tulen. 😆

  65. 10 October 2011 at 12:57

    mau donk dodolnya… 😀

    • 10 October 2011 at 13:15

      Sini ke rumah saya, Mbak. 😆

  66. 10 October 2011 at 13:01

    wah saya juga suka dodol ma Asop..cuma kalau didaerah saya, dodolnya warnanya itam…tapi manis..

    tapi yang namanya dodol, meskipun berbeda bentuk dan warna..saya yakin rasanya sama,,ENAK..

    • 10 October 2011 at 13:09

      Nah, ini salah satu keunikan dodol asli Indonesia. Nama sama, tekstur dan rasa bisa beda. 😉

  67. 10 October 2011 at 13:54

    yang di foto dodol yang udah keras bru (tidak lengket di sendok), kalo masih lembek lebih enak. soal dodol dan dogol, bukannya mereka sering bermain bareng?

  68. 10 October 2011 at 14:01

    dodol=dudul?
    yup, sama kayak komen diatas, dodol di jawa tu jadi jenang, dodol sendiri artinya jualan 🙂
    dhodhol?

    • 10 October 2011 at 14:04

      Ooooh iya, “dodolan” itu jualan. 😆

  69. 10 October 2011 at 14:02

    oalah begitu toh makna kata dogol.. ponakan saya setelah pulang bermain dengan teman2nya jadi bisa berkata “dogol” sebagai kata umpatan saat saya iseng nggodain dia.

    • 10 October 2011 at 14:07

      Astaga…. 😯

  70. 10 October 2011 at 14:05

    masalah bahasa ya engga masalah.. yang penting dodol itu enak, dodol itu makanan, dodol itu bisa di makan.
    selama dodok itu diam dan tidak tersentuh, gue yang bakal makan. nyehehehehe

    • 11 October 2011 at 05:34

      Serem amat kalo dodol bisa gerak… 😆

  71. 10 October 2011 at 14:10

    Kemungkinan bapak mertua dari kakak sepupu adik ipar si dogol doyan buat kue begituan. Mau dikasih nama dodogol kurang komersil, makanya dikasih nama dodol. #apeuuu :))

    • 11 October 2011 at 05:34

      Alasan ini luar biasa lucu. 😐

  72. 10 October 2011 at 14:43

    dodol betawi aku juga suka 😀 dogol??? asing denger dogol 😛

    • 11 October 2011 at 05:38

      Jadi, jangan gunakan dodol lagi untuk mengumpat. 😀

  73. 10 October 2011 at 14:52

    wah, pertama kali silaturahmi langsung di jamu dodol dan dogol. makasih ya..he..he..salam kenal brother.

    • 11 October 2011 at 09:32

      Salam kenal!

  74. 10 October 2011 at 14:56

    Foto pertama kaya’ Bakso…
    *Slruuup*
    Pempek emang selalu begitu ya? *katro*

    Saya malah baru tau ada kosakata dogol di Indonesia. Yah… tapi sepertinya lebih enak nyebut dodol deh. Terutama kalo lagi laper.

    • 11 October 2011 at 05:38

      Yap, kebetulan aja bentuk pempeknya kayak gitu. Bentuk gak penting, yg penting rasa. 😉

  75. 10 October 2011 at 15:24

    tuh dodol belinya di condet yak? soalnya suami saya belinya disituh harganya 50rb, dodol yang enak banget emang, beda ama dodol2 lainnya, kayanya ini dodol pinter deh 😀

    harusnya dogol ya sop? tapi ngomongnya enakan dodol apalagi kalo dimakan 😀

    • 11 October 2011 at 09:31

      Mbaaaaak Put kan itu buatan sodara jauh ibu sayaaaa bukan beliiii 😦 😦

  76. 10 October 2011 at 15:31

    ya ampun asterix 😦 jadi kangen baca itu lagi haha

    • 11 October 2011 at 09:31

      Saya juga kangen… udah bulukan banget kertas komiknya… 😐

      Harga yang baru mahaaal banget, 30 ribuan.

  77. 10 October 2011 at 16:01

    Mungkin yg pertama kali mempopulerkan kata dogol jd dodol ini, dulu salah dengar kali yah.
    org ngomong dogol tp dengernya dodol..hehe

    tp mungkin jg disebut dodol (bodoh) karena dodol itu kan rada2 alot, jd klo buat otak, yg alot2 itu sudah di pahami..hehe.
    lamaaa ngunyahnya.

    ah gak tau deh..emang dodol kayaknya..hehe

    • 11 October 2011 at 09:29

      Hahahaha alasan Mbak Melly boleh juga. :mrgreen:

  78. 10 October 2011 at 16:06

    Diabetes…..here we come.

    • 11 October 2011 at 09:28

      Maap… 😐

  79. 10 October 2011 at 16:16

    wah untung saya gak pernah bilang dodol ke orang lain. paling cuma bilang “cumi”, hehehe..
    kalau bilang dogol pun gak terbiasa ah. 😉

    • 11 October 2011 at 09:23

      Aih kok jadi nama hewan, Kang? 😀

      • 11 October 2011 at 12:54

        ya daripada nyebut dodol sebagai ucapan mengumpat gitu. mending “CUMI” gitu, hehe..
        tapi kata cumi itu gak bermaksud menyebut orang sebagai “bodoh” sih, hanya kebiasaan aja, hehe..

        cumi cumi enak dimakan

        • 13 October 2011 at 21:08

          Kenapa nggak pake kata “kucing” aja, Kang? 😆

  80. 10 October 2011 at 16:45

    Ini tidak begitu dodoooool, seharusnya begini….. Biasa yang saya dengar dan (pernah) saya ucapkan hikz. Kalo dodol baru dengar disini hikz

    • 11 October 2011 at 09:23

      Gak ada dodol di tempat Mbak?

  81. 162 Mbakyu tary
    10 October 2011 at 16:54

    hahahah…. bisa aje lu sop, untung si enyak bawain dogol ye dari betawi, eh salah dodol maksud nye

    • 11 October 2011 at 09:22

      Hahaha iye Mbak. 😆

  82. 10 October 2011 at 17:04

    3 minggu lalu ada teman yang bawa CHOCODOL, chocolate dodol … buatan garut … biarpun coklatmya lebih terasa drpd dodolnya tapi lumayan …

    • 11 October 2011 at 09:20

      Oh iya, ada memang di Garut, cokelat dodol. 🙂

  83. 10 October 2011 at 17:05

    jadi pengen makan dodol, *eh :p

    • 11 October 2011 at 05:48

      Silakan. 😀

  84. 10 October 2011 at 17:54

    Dogol lebih enak diucap tapi dodol lebih enak dimakan Mas 😀

    • 11 October 2011 at 05:48

      Yap. 😀 😀

  85. 10 October 2011 at 18:12

    baru tahu klo ada kata dogol…… bener.
    baru disini saya tahu kata ini…

    • 11 October 2011 at 05:39

      Berterimakasihlah pada saya. 😆

  86. 10 October 2011 at 19:39

    Saya gak suka dogol, kalau dodol saya suka 😆 Tapi saya bukan si dodol yang sering keliru.

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

  87. 10 October 2011 at 20:47

    Kalo Dogol tetangga saya, yang berprofesi sebagai penjual bakso.
    kalo dodol betawi mah ga ada matinya.

    Eh pernah liat proses memasak dodol yg lama be’eng ga ? Asik loh nyowel dodol panas yg hampir jadi dan msh lembek gitu. Rasanya mantab 😛

    Salam.. .

    • 11 October 2011 at 05:49

      Kalo lihat langsung sih belum pernah, tapi di tipi pernah. 😀
      Iya ngaduknya kayaknya beraaaaat banget, kan ngaduk cairan kental tuh. 😐

  88. 10 October 2011 at 20:53

    wih bung asop sekarang jadi ahli stilistika yah?
    mungkin sih “dodol” itu kata pemanis dari “dogol”, tapi yg pasti dodol itu manis, kayak sayah #sumpahngaco

    • 11 October 2011 at 05:48

      Sekali-sekali boleh dong. 😉

  89. 10 October 2011 at 21:10

    waah. saya baru tau ada kata dogol dari blog ini. huehue.
    yg saya tau cuma ada dodol.
    btw, saya lebih tertarik sama pempek di gambar pertama daripada dodol..
    hidup pempek!

    • 11 October 2011 at 05:48

      Hehe, berterimakasihlah pada saya. 😆

      Pempek memang enaaaak! 😀

  90. 10 October 2011 at 21:46

    oom Asop…
    aku belom bisa makan dodol neh

    • 11 October 2011 at 05:39

      MAsalah gigi? 😐

  91. 10 October 2011 at 21:47

    dodol……kalo orang djokdja yang mengucapkan, maka artinya berjualan atau menjual….kalo dodol seperti yang dimaksud Asop….orang djokdja menyebutnya “jenang dodol” 😎

  92. 10 October 2011 at 21:51

    saya bisa masak pempek lhoooo….
    *terus apa hubungannya??? XD

    • 11 October 2011 at 05:47

      Hebaaat dooong! 😀 😀

  93. 10 October 2011 at 21:54

    lebih enakan dodol deh sop…bisa dimakan.. 😀

    • 11 October 2011 at 05:40

      Memang. Makanya itu, dodol utk dimakan, bukan untuk dibuat umpatan. 😉

  94. 10 October 2011 at 23:56

    Dan ternyata, ini bukan cerita dodol yang memaksaku bertindak dogol meninggalkan komentar 😛

    • 11 October 2011 at 05:40

      JAngan gunakan dodol lagi, Mas! 😆

  95. 11 October 2011 at 00:12

    Ayas mlah baru tao nii tentang dogol. Bru bca sekarang nii. Rasany agag aneh jg sih d ucapin, mngkin blum t’bysa. Okkay!! ayass akn coba m’bwt kta “dogol” jd t’kenal d kmpuss ayas. Cz bysany kta2 lucu sringny ayas yg bkin br tmen2 ngikut.

    • 11 October 2011 at 05:39

      Masa’ gak tahu sih? 😀

  96. 190 riez
    11 October 2011 at 00:45

    adol dodol ora adol dogol

    • 11 October 2011 at 05:35

      ????? ❓

      • 192 riez
        13 October 2011 at 12:01

        Jual dodol gak jual dogol :mrgreen:

  97. 11 October 2011 at 01:00

    hahaha, dan dodol lebih enak dimakan daripada dogol ya 😛

    Ah, jadi kangen pengen baca Asterix nih, hmmmm….

    • 11 October 2011 at 05:35

      Komiknya mahal sih, Bang… 😦

  98. 11 October 2011 at 05:16

    hmm . ..pilih dodol aja dah 😀

  99. 11 October 2011 at 06:44

    wahhh bisa tuh di bandingkan kata kata dogol dan dodol. jadi karya ilmiah. siapa tau menemukan kata ini bakalan mendapatkan nobel. hihihi

    asik banget makanannya. mau dong

  100. 197 jarwadi
    11 October 2011 at 08:24

    bahasa asyik ya buat diutak atik seperti itu, bahasa ternyata erat dengan sejarah dan cerita 🙂

    btw dodolnya kelihatan bikin ngiler 😀

    • 11 October 2011 at 09:33

      Kalau dipikir-pikir, memang asyik. :mrgreen:

  101. 199 nico
    11 October 2011 at 08:53

    tapi kan beda arti mas asop?

    • 11 October 2011 at 09:32

      Iya memang beda arti. Lalu?

  102. 11 October 2011 at 09:05

    Sama penulisan, sama pengucapan, tapi beda arti.

    • 11 October 2011 at 09:36

      Penulisan beda dong, yang satu pake G yang satu pake D. 🙂

  103. 11 October 2011 at 09:38

    kemungkinan memang karena sering diucapkan oleh anak-anak kecil, dogol pun berubah menjadi dodol. mirip playboy lah yang menjadi leboy (istilah playboy dalam bahasa jalanan) … karena saya denger juga anak-anak kecil yg nyanyiin lagu seven icon, “playboy ….playboy” jadi “leboy …leboy …”

    generasi anak-anak yg lalu lah mungkin yang merubah dongol menjadi dodol 😆 *sok jadi ahli sejarah bahasa*

    • 13 October 2011 at 20:52

      Hehehe, penjelasan Bang Rangga ini cukup masuk akal. 😆

  104. 11 October 2011 at 09:45

    empek2nya enak tuh kayaknya. 😀

    • 13 October 2011 at 20:51

      Pempek memang selalu enak. 😉

  105. 11 October 2011 at 10:21

    hehehe…nay baru denger malah kata dogol 🙂

    nay orang betawi tapi nape kaga doyan ame dodol ye #miris bangett 😦

    • 13 October 2011 at 20:51

      Kenapa mesti miris?
      Orang Garut juga saya yakin ada yang ga suka dodol. 🙂

  106. 11 October 2011 at 10:36

    wah kalo saya biasa ngomong dodol.. tapi sempet kena semprot jugau kalo dodol itu sering dipake buat gantiin kata bodoh.. hahahha 😛

    dogol ribet ngucapinnya..
    dodol enak, dimakan 😛

    • 13 October 2011 at 20:50

      Buat saya “dogol” lebih enak diucapkan. 😉

  107. 11 October 2011 at 10:37

    Wah, kalau saya malah baru dengar kata “Dogol” setelah baca postingan ini, Mas Asop. Kalau “dodol” da sering dengar, termasuk memakannya. Nah, kalau ngatai orang dengan sebutan “dodol” ini setahu saya, seumur-umur yang belum pernah. Tapi biar pernah ada yang mau saya katai dodol? Hahahaha

    • 13 October 2011 at 20:47

      Ups, saya gak mau cari gara-gara sama Pak Joko. :mrgreen:

  108. 11 October 2011 at 11:51

    bener juga ya sob,, knapa dodol yg enak itu di salahkan sbg kata sipat yg bego ya,,hehe

    • 13 October 2011 at 21:10

      Entahlah… makanya itu… 😐

  109. 11 October 2011 at 12:05

    eh kalo nggak salah ingat *ragu* saya juga pernah ngoleksi komik asterix, tapi naruhnya dimana yah? (nah loh baru saya cariin sekarang, sapa suruh ngingetin saya di postingan ini) =.=a

    #penikmat dodol, gimanapun rasanya, asal belum expire aja# 😀

    • 13 October 2011 at 21:10

      Saya juga suka komik Smurf. 😳

  110. 11 October 2011 at 13:41

    asop apa kabar? its been a long time gak buka blog..
    kangen band berat nh sm nulis blog..
    liat blog lo tambah minder gw..hehe keep on blogging pren
    blog lo makin rame n variatif 😀

    • 13 October 2011 at 21:07

      Yeah, Ruri, long time no see. 😀

      Aduuuh kenapa minder?? Ayo mulai lagi rutin blog-nya. 😉

  111. 11 October 2011 at 14:16

    Pusing ah… mendingan makan dodol aja, mumpung di mejaku sekarang ada dodol sirsak nih. Mau..? #ngunyahdodol

    • 13 October 2011 at 21:04

      Hehehehe mikir dikit dong. :mrgreen:

  112. 221 nadia
    11 October 2011 at 14:50

    enakan dodol ah pronounce nya dari pada dogol… *klo menurut gw* :p
    lagipula kan dengan menggunakan kata dodol, jadi menyamarkan makna :p

    *selalu salut sama tulisan lo yang seringkali mengamati suatu hal yang mungkin orang lain enggan amati, huehehehe ;)*

    • 13 October 2011 at 21:03

      Terima kasih atas pujiannya. 🙂

  113. 11 October 2011 at 15:27

    Empek-empeknya lebih bikin ngiler.. ga doyan dodol soalnya. Soyannya odol. 😛

    • 13 October 2011 at 20:57

      #TepkJidat# Doyan odol?? Aneh…..

  114. 11 October 2011 at 15:53

    kalau didaerah saya, kata ‘dogol’ itu berarti kuat/strong, diambil dari bahasa banjar.
    makanya mungkin kata dogol terdengar lebih baik dari pada dodol.

    • 13 October 2011 at 20:54

      Padahal sebenarnya dogol itu “bodoh”…

  115. 11 October 2011 at 18:27

    kalau aku dikirimi mpek2nya aja deh 😀

    • 13 October 2011 at 20:52

      Yaaaah jangan dong… 😐

  116. 11 October 2011 at 18:33

    dogol aku malah baru tau sekarang mas.

    • 13 October 2011 at 20:51

      Syukurlah, saya menambah perbendaharaan kata Anda. 🙂

  117. 11 October 2011 at 18:38

    DEMI JUPITER! hahaha… aku sih seringnya pake istilah ‘dodol’ … dimana artinya sama aja dgn dogol toh? btw, sudah pernah nyobain LEMPUK/ LEMPOK belom?? kayak dodol, tapi dari durian…. uenak tiada tara! ada konternya di airport Cengkareng tuh, kalo2 mau nyari. tp aslinya sih lempok merupakan oleh2 khas Riau 😀

    • 13 October 2011 at 20:50

      …Mbak, saya lebih baik makan dodol dan duren terpisah. 😦

  118. 233 eyha4hera
    11 October 2011 at 19:16

    ada yang manggil saya ?

    hihihihihiih…….

    • 13 October 2011 at 20:47

      Hahahahaha gak ada Mbak… 😆

  119. 11 October 2011 at 20:12

    Dodol betawi emang endangg,love,peace and gaul.

  120. 236 ditter
    11 October 2011 at 23:23

    Kakak ipar saya asli betawi, dan ibunya jago bikin dodol. Kalau pas ibunya bikin dodol, keluarga dari pihak kakak kandung saya langsung rebutan, hehehe….

    Saya pribadi selama ini terbiasa pake kata ‘dodol’ untuk mengumpat seseorang (lebih sering dalam konteks bercanda). Maksudnya sih memang utk mengatakan “bodoh”, hehe…. 🙂

  121. 11 October 2011 at 23:32

    Kakak ipar saya asli betawi, dan ibunya jago bikin dodol. Kalau pas ibunya bikin dodol, keluarga dari pihak kakak kandung saya langsung rebutan, hehehe….

    Saya pribadi selama ini terbiasa pake kata ‘dodol’ untuk mengumpat seseorang (lebih sering dalam konteks bercanda). Maksudnya sih memang utk mengatakan “bodoh”, hehe…. 🙂

    • 13 October 2011 at 20:45

      Iya, memang kata “dodol” hanya untuk bercanda. Tapi saya rasa alangkah indahnya jika pakai “dogol” :mrgreen:

  122. 239 kira
    12 October 2011 at 00:36

    bang beli dodolnya bang.???
    wkwkwkwwkwkwk

    • 13 October 2011 at 21:08

      Ketawanya…. 😆

  123. 12 October 2011 at 04:16

    itulah bahasa Indonesia.

    banyak kata di kamus resminya yang lebih asing dari bahasa asing

    • 13 October 2011 at 21:08

      Tapi mau bagaimana lagi, gunakan saja. 😉

  124. 12 October 2011 at 12:02

    Rame kali di sini….
    Pix dodol nya kyk puding ya, mas….hmmm enak…

  125. 244 dhebu
    12 October 2011 at 12:48

    dogol malah bru denger ini mah..
    klo aku mending pilih dodol yg enak,,aheheheh :p

  126. 12 October 2011 at 13:36

    Dija juga seneng dodol Om…
    tapi yang empuk dan lumer di mulut

    • 13 October 2011 at 21:07

      Waaaaah saya juga mau kalo ada lumer di mulut. 😀

  127. 12 October 2011 at 13:37

    hiks…
    kepingin pempek….
    di tempatku gak ada yang jual pempek
    hiks

    • 13 October 2011 at 21:06

      Sayang sekali. 😦

  128. 12 October 2011 at 13:48

    nyam-nyam,,ueeeennakkk bener kek nya sop!!

    • 13 October 2011 at 21:03

      Oh jelas, Bang. :mrgreen:

  129. 12 October 2011 at 14:33

    klu d tmpat saya tinggal bnyak sperti gmbar pling atas mas, pempek… 🙂
    klu dodoh mah jarang, jdi ga trlalu suka dodol hehe

  130. 252 Anugrha13
    12 October 2011 at 14:47

    hahah baru tahu sayah kalo ada istilah dogol???
    ^think so hard^

    dan mencoba mengaplikasikan hehehe

    • 13 October 2011 at 21:03

      BAgus, mari aplikasikan. :mrgreen:

  131. 12 October 2011 at 14:52

    hahahaa konyol sekali..
    Asop dogol 😀
    peace (^_^)v

    • 13 October 2011 at 20:56

      What the… habis ngejek saya, minta maap langsung?? ❓

  132. 12 October 2011 at 14:59

    Bisa jadi. Dodol dipake buat memperhalus dogol.

    • 13 October 2011 at 20:54

      Harusnya dodol ya dodol, dogol ya dogol.

  133. 12 October 2011 at 15:47

    wah dodol ya bro..
    saya suka banget..dulu waktu workshop di Lembang
    trus mampir di pasar baru, beli deh stengah kilo
    *pas pulang malah nyesel ga beli 10 kilo 😯 hehehe*
    mantap lah
    😉

    • 13 October 2011 at 20:53

      Hahahahahaha biasanya saya sering dengar “nyesel belinya kebanyakan” tapi ini malah “nyesel belinya kurang”. 😆

  134. 12 October 2011 at 17:23

    baru tahu ada kata dogol, dan artinya yang itu.

  135. 12 October 2011 at 19:13

    Haduh,
    ngeliat fotonya bikin lapar
    😐

  136. 12 October 2011 at 19:51

    untuk postingan kali ini komen gue cuma 3 kata:

    DODOL LO MAS..

    *kabuuurr 😆

    • 13 October 2011 at 20:52

      What the… 😆

  137. 12 October 2011 at 21:44

    gambar dodol dan empek2 kok beda ama yg ku tau.. apa jangan2 aku yg salah makan ya.. -___-

    • 13 October 2011 at 20:50

      Dodol kan banyak macamnya. 🙂
      Cara penyajian pun beragam. Dodol betawi memang nggak dipotong-potong. Sebesar itu disajikan. 🙂

  138. 12 October 2011 at 22:52

    Saya senang dengan dodol, tapi entah kenapa? Benci dibilang dodol

    • 13 October 2011 at 20:48

      Kalo gitu jangan gunakan lagi kata “dodol” untuk mengumpat atau mengejek. 😉

  139. 12 October 2011 at 23:47

    Aaah.. Jadi laper.
    Tanggung jawab!! Paketin dodolnya, kirim ke Jambi sekarang juga!

    Huahaha, dodol nih gue.. Eh, dogol! XD

    • 13 October 2011 at 20:47

      ….mahalan ongkosnya ketimbang harga dodolnya… 😆

  140. 13 October 2011 at 01:06

    Wah, saya baru pertama ini dengar kata “dogol”, sepertinya perbendaharaan kata saya masih minim :D.

    • 13 October 2011 at 20:45

      ….Kalau perbendaharaan kedokteran, nanti saya tanya Mas Cahya deh. :mrgreen:

  141. 13 October 2011 at 09:46

    hehe… saya juga baru tahu tentang dogol dari postingan ini…. barangkali di jawa tidak ada istilah dogol kali ya… kalo di jawa (hampir mirip) ada istilah “telo” ketela kadang dijadikan sebagai umpatan, ada juga nama minuman, yakni “bajigur” juga sering jadi umpatan; padahal kalo kita makan ketela rebus (goreng jg boleh) dan ditemani minuman yang bernama bajigur, hmmm…. nikmatnya….. ampun paralun….

    • 13 October 2011 at 21:15

      Whoooooa ketela sama bajigur?? 😀
      Kalo ama kopi, enak gak Pak?? 😀 😀

  142. 13 October 2011 at 15:53

    saya sih lebih suka menggunakan binatang buat mengumpat. yah…saya memang penyayang binatang sih :p

  143. 13 October 2011 at 23:44

    Baru kali ini denger (eh salah, baca) kata dogol huehehehe…
    *ketauan jarang baca buku*

    • 14 October 2011 at 05:06

      #TepkJidat 😆

  144. 14 October 2011 at 07:49

    buat ane sich…..mo dodol / dogol nggak ambil pusing……
    yg penting mpek2nya itu lho……yang bikin ngacay…..
    #laper x yach…….hehehe

    • 14 October 2011 at 09:35

      Pempek emang sip. 😀

  145. 14 October 2011 at 10:18

    kupikir ada novel dulu waiting for godol. terus ada dodol garut. kalau bahsa jawa dodol artinya jualan. banyak artinya.

  146. 14 October 2011 at 14:28

    pernyataan yg terkhir bisa saja benar, penggunaan kata “Dodol” untuk memperhalus kata “Dogol” ini 😀

    Tapi saya jadi pingin dnegna dodol betawi, sepertinya enak ne 😀

  147. 14 October 2011 at 15:18

    dodol lebih enak deh didengar, kesannya ga negatif2 banget jadi ga bodoh2 banget lah. bodoh tapi lucu gitu :))

    • 15 October 2011 at 08:06

      Dimana-mana yang namanya ngejek bodoh itu ya gak lucu. 😡

      Jadi jangan nanggung ah, pake aja dogol. 😛

  148. 14 October 2011 at 22:50

    wah ramee…
    asik nii…
    tp kok ibu-ibu yah…
    😛

    • 15 October 2011 at 08:05

      Hehehe iya, jadi anak2 kecilnya rame. 😀

      Memangnya blogger yang kopdar harus anak2 muda? Nggak dong ya… 😛

  149. 15 October 2011 at 05:58

    Hehe, baru tahu juga.
    Tp. Dodol lbh enak ah.
    Kaya di jawa ada. Ejekan ‘dasar telo!’
    Sama juga disini ‘dasar dodol’

    • 15 October 2011 at 08:17

      Kasihan dodolnya… 😦

  150. 15 October 2011 at 06:20

    apapun namanya, tapi sepertinya enak ini :O

  151. 15 October 2011 at 06:52

    wahhh dodol,,,ternyata beda yaa sama dodol kandangan khas kalimantan selatan….

    • 15 October 2011 at 08:07

      Saya nggak tahu… 😳

  152. 15 October 2011 at 07:03

    enak tuh kayaknya

  153. 15 October 2011 at 13:16

    err… saya terdistraksi oleh foto pempeknya. itu serius pempek? disini warnanya putih agak pucet gitu sih *lah*

  154. 15 October 2011 at 14:14

    hahaha baru tau soal dogol! nicey.

    • 18 October 2011 at 15:01

      Kosakata kamu bertambah, ‘kan?

  155. 15 October 2011 at 14:15

    sedikit menjawab atau bersinggungan dgn posting blog wordpress saya dulu ttg kenapa dodol dipake utk kata ejekan, solusinya dapat dimari, lbh baik gunakan kata dogol 😀

    • 18 October 2011 at 15:00

      Betul sekali.

  156. 15 October 2011 at 15:39

    kak, itu pempeknya pempek apa yaa ? 😮 gak pernah nyobain pempek selain pempek kapal selam soalnya #melenceng dari postingan. hhwaaha \m/

    • 18 October 2011 at 15:50

      Hehehe, itu apa ya namanya, pokoknya gak ada isinya sih… Pastinya itu asli dari palembang, dikirim langsung dari sana. 😀

  157. 16 October 2011 at 16:34

    dodolnya bentuknya kayak puding, ga bleneg pho makan dodol sebanyak itu?

    • 18 October 2011 at 15:40

      Hahahahaha sudah lama saya gak mendegar kata “mbeleneg”, Mbak Tif…

      Nggak Mbak, asal dikit-dikit makannya. 😉

  158. 19 October 2011 at 02:51

    dodolnya kok gitu ya? lembek?

    • 19 October 2011 at 11:26

      Lah, dodol betawi memang begitu penyajiannya. Gak dipotong kecil-kecil. 🙂

  159. 19 October 2011 at 18:29

    teliti lagi Sop…

    barangkali botol juga ada kata kemiripannya dengan bogol atau apa gitu

    • 19 October 2011 at 19:44

      Botol? Bogol? Hahaha seandainya ada, saya bahas deh… :mrgreen:

  160. 304 amitokugawa
    20 October 2011 at 19:17

    wow..pempek…mau
    lebih menarik daripada dodol, abis aku ga begitu suka dodol sih..hehe

    dogol, kayaknya pernah denger, tapi ga begitu sering dipake, adanya malah dodol
    tapi temen2ku mah jarang yang pake kata ‘dodol’ buat umpatan halus kayak gini

  161. 24 October 2011 at 22:25

    ngomong”, dogol itu emg ada di kamus besar bhsa indpnesia ya?

    • 25 October 2011 at 10:26

      Ada dong, tuh makanya saya sertakan di posting-an, ‘kan? 🙂

      Sok atuh coba cari di kamus yang hijau itu. Punya? :mrgreen:

  162. 27 October 2011 at 12:12

    Enakan mana ya dodol Jawa ama dodol betawi. Kalau dodol jawa sering ngerasain, nah kalau dodol betawi belum pernah ngerasain.

    • 27 October 2011 at 15:14

      Saya dari sananya gak suka dodol. Saya gak suka makanan manis.

  163. 29 October 2011 at 13:10

    wah dodol
    mantapppp
    apalagi dodol garut
    jheheheh

    • 31 October 2011 at 21:44

      Sama aja ah, semua dodol itu.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 972 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: