01
Nov
11

Sedikit Mengenai Tiga Novel dan Ukuran Buku

Oh-oow, tidak, tampaknya saya akan memasuki fase jarang posting… 😐  Ada hal teramat penting yang jadi penentu masa depan saya, harus saya hadapi. Hal tersebut adalah sesuatu yang menyenangkan. Amat menyenangkan! 😳

Oke, masuk ke topik utama…

Langsung saja, saya pengen membahas ukuran buku yang baru-baru ini saya sadari lebih enak untuk dibawa dan digenggam. 😀  Ada tiga buku novel yang saya jadikan contoh. Semuanya adalah buku yang masih dalam tahap pembacaan, belum ada yang selesai saya baca. Dua novel ber-genre fiksi-thriller (salah satu genre favorit saya), yaitu The Stolen karangan Jason Pinter dan All The Pretty Girls karangan J.T. Ellison. Sisa satu novel ber-genre fiksi-romantis *memang ada ya genre begini?* karangan Zuhairi Misrawi berjudul Pelangi Melbourne.

The Stolen Jason PinterAll The Pretty Girls J.T. Ellison IndonesianPelangi Melbourne Zuhairi Misrawi

Saya suka sekali buku-buku di atas bukan hanya karena jalan ceritanya, tapi juga karena ukuran bukunya. 😀  Entah ya, itu ukuran kertas yang digunakan berapa, apakah B5, B4, atau F4. *ngarang* 😆 Pastinya, ukuran buku itu lebih kecil dari A5. Pas digenggam tangan dan mudah dibawa kemana-mana. 🙂

Pengaruhnya, dengan tas ukuran kecilpun buku bisa terbawa. 😉  Seperti yang saya katakan di posting-an ini, saya suka membawa buku kemanapun saya pergi. Bahkan saat ke supermarket sekalipun, saat mengantre di kasir saya sempatkan membaca buku. Dengan ukuran buku yang ringkas, saya bisa menaruhnya di kantong jaket saya. 😆

Coba lihat di gambar berikut ini. Buku sebelah kiri (Here, There Be Dragon karangan James A. Owen) berukuran A5 (setengah dari A4). Mari bandingkan. 🙂

Ukuran buku sebelah kanan cukup ringkas, ‘kan?

Sedikit mengenai ketiga buku itu…

Saya kasih sedikit jalan cerita tentang buku-buku ini, ya. :mrgreen: 

Buku paling kiri….

Buku paling kiri memiliki sub-judul Pencekik dari Selatan. Memang benar begitu, karena isinya mengenai pembunuh berantai yang memiliki “hobi” mencekik korbannya. Tokoh utama adalah seorang Letnan Polisi Divisi Pembunuhan Kota Nashville (entah fakta atau fiksi), Taylor Jackson. Dia dan kekasihnya, anggota FBI bernama John Baldwin, harus bekerja dalam penyelidikan gabungan untuk menangkap pembunuh tersebut.

Mengapa disebut Pencekik dari Selatan? Sang pelaku melakukan aksinya di Amerika bagian selatan. Itu saja alasannya. Oh ya, sang pelaku selalu meninggalkan jejak unik di lokasi penemuan mayat. Selalu ada potongan tangan dari korbannya yang terdahulu. Keunikan selanjutnya, korban selalu wanita, dan di tubuh korban (jasad) selalu ada jejak hubungan intim tanpa ada bekas perlakuan kasar. Artinya, sebelum terjadi pembunuhan, korban dan si pembunuh berantai berhubungan seks suka sama suka.

Satu lagi, saat saya pertama kali membaca rangkuman cerita di sampul bagian belakang, saya pikir tokoh utamanya adalah seorang pria gay, homoseksual. 😆  Bagaimana mungkin nama sang tokoh utama seperti nama lelaki, dan nama sang kekasih jelas-jelas nama lelaki juga? Saya benar-benar tertipu dengan nama orang barat sana… 😆

Buku yang tengah…

Buku yang satu ini ceritanya lumayan, tentang kisah cinta dua orang yang berbeda agama. Tokoh utama adalah lelaki bernama Zaki Mubarak, lulusan pesantren dan lulusan perguruan tinggi Islam. Dia pergi ke Melbourne untuk kursus Bahasa Inggris di Hawthorn English Language Centre. Di sana, dia bertemu Diana Lee, gadis beragama katolik dan warga negara Korea Selatan. Simpel, cerita terus mengalir dan berliku-liku hingga mereka berdua menikah. 😆  Nggak mudah, karena Zaki harus memberi pengertian kepada keluarga besar dan orang-orang dekat di sekitarnya.

Membaca buku ini harus hati-hati. Ada sebuah ideologi… ehem… aduh, apa ya namanya… sebuah paham? Ada sebuah pola pikir pengarang yang saya rasa berbahaya *sotoy*. Pokoknya, membaca buku ini hati-hati sajalah. Tapi, meski begitu, membaca buku ini banyak menambah wawasan saya. Ada tips belajar Bahasa Inggris, ada pesan moral, dan menggambarkan kehidupan beragama yang toleran. 🙂

Buku yang kanan…

Ini adalah buku ketiga dari total lima buah serial Henry Parker karangan Jason Pinter. Enaknya membaca buku Jason Pinter ini adalah kita tidak harus membaca buku serial terdahulu untuk mengerti jalan ceritanya. Setiap buku memiliki jalinan cerita sendiri, tapi masih tetap nyambung antara semua buku.

Tokoh utama adalah Henry Parker, seorang jurnalis di harian New York Gazette. Di buku ini ia mendapat tugas mewawancarai seorang anak berumur sepuluh tahun bernama Daniel Linwood yang telah hilang selama lima tahun dan mendadak kembali ke rumahnya di Hobbs County. Aneh memang, selama lima tahun itu Daniel menghilang, tanpa ada jejak, tanpa ada saksi yang melihat penculiknya. Lebih aneh lagi, saat sudah kembali ke keluarganya, Daniel tidak ingat sama sekali mengenai lima tahun kehidupannya saat diculik. Kosong. Ia tidak ingat apa-apa. Gelap.

Dasar memang Parker yang cerdas dan sifat ingin tahunya besar, dia menyadari keanehan di hasil wawancaranya itu. Akhirnya ia berhasil meyakinkan atasannya di kantor untuk menyelidiki Daniel lebih dalam. Bersama mantan pacarnya, Amanda Davies (yang bekerja di Lembaga Bantuan Hukum Kota New York), Parker menemukan kesamaan pola kasus penculikan di kota dekat Hobbs County. Dimulai dari situlah penelusuran jejak kasus yang mereka berdua lakukan. 🙂

Buku ini mudah dinikmati, mudah dicerna, dan mendebarkan. Ending-nya saya yakin sangat mengejutkan. *saya belum selesai membaca ini* 😆

*******

Jadi, narablog sekalian suka buku yang berukuran kecil apa yang besar? Mungkin yang ukuran kecil tulisannya sulit terbaca? 😆 Atau yang ukuran besar tulisannya terlalu besar hingga tak enak juga untuk dibaca? :mrgreen:

———————————————————————————————————————————————————–

Gambar-gambar di atas adalah hasil jepretan saya sendiri. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

183 Responses to “Sedikit Mengenai Tiga Novel dan Ukuran Buku”


  1. 1 November 2011 at 00:46

    iya sih kalo kecil lebih gampagn dibawa2 ya. tapi tergantung ketebalan buku juga sih. kalo kecil tapi jadi tebel banget, repot juga pas ngebacanya kan, meganginnya repot. hahaha.

    • 1 November 2011 at 17:03

      Nah, biasanya novel dengan ukuran ketiga buku di atas gak tebel2 amat kok.

  2. 1 November 2011 at 01:15

    Aku sih suka yang ukuran sedang agak kecil, tapi nggak kecil-kecil amat *banyak maunya, hahaha 😆 *. Dan kayaknya memang ukuran tiga buku ini tuh yang (juga) ideal buatku. Kalo kebesaran jelas nggak praktis buat dibawa-bawa (dan dipegang), kalau kekecilan juga nggak enak ah, kesannya tulisannya jadi kecil-kecil banget gitu, hmmm….

    • 1 November 2011 at 17:03

      Nah, sayangnya untuk novel All The Pretty Girls tulisannya saya rasa terlalu kecil.

      • 2 November 2011 at 14:51

        Btw, baru sadar. Buku “The Stolen” itu pengarangnya Jason “Pinter” ya, hahaha 😆 Nama keluarganya cocok banget tuh buat promosi di Indonesia, “Pinter”, hahaha 😛

  3. 1 November 2011 at 01:57

    Tergantung isinya. Kalo simpel ya kecil aja, tapi kalo rumit, mending agak besar, biar ga cape bacanya

    • 1 November 2011 at 17:02

      Bener juga sih, tapi kan enak kalo kecil, bisa baca sambil tiduran.

  4. 1 November 2011 at 04:12

    Di Jepang ada ukuran standar A6 105X148mm yang diberi nama Bunkobon size. Ukuran Bunkobon ini dipelopori oleh penerbit Iwanami Shoten. Hmmm penjelasanku akan bertambah panjang, jadi nanti deh sekalian aku tulis di blogku ya. (Semoga tidak lupa)

    • 1 November 2011 at 17:05

      Saya tunggu ya Mbak, posting-annya.

    • 2 November 2011 at 12:51

      Iya, itu dia!

      Bunkobon size itu praktis banget dibawa, sayangnya di Indonesia belum pernah nemu (–“)

      • 2 November 2011 at 22:54

        Apa ya ini?

      • 27 November 2011 at 20:05

        aku sudah tulis mengenai bunkobon di tulisan terbaru TE. silakan baca

        • 1 December 2011 at 09:34

          Asik! 😀

  5. 1 November 2011 at 05:17

    Saya suka semua-mua buku, mau gede mau kecil, asal isinya bagus 😀

    btw,saya jadi pingin baca buku2 yg lg kamu baca. Sepertinya bagus ^^

    • 1 November 2011 at 17:06

      Sip! Ayo ayo coba baca dulu resensinya di Goodreads.

  6. 1 November 2011 at 05:28

    kyknya saya tertarik sm buku yg ada ideologi sesatnya deh…

    • 1 November 2011 at 17:08

      Boleh, sebagai hiburan. Risiko tanggung sendiri.

  7. 1 November 2011 at 05:42

    Saya pilih aliran yang kanan saja, biar pinter kayak penulisnya…. 🙂
    Tentang tebal-tipisnya buku, enggak masalah buat saya yang penting bisa baca ringkasan sudah cukup, supaya tidak disebut “gapbuk’ (gagap buku…..) wahahaha 😀 😀 [trusin buat ringkasan buku ya……]

    • 1 November 2011 at 17:09

      Ooooh jadi cuma asal tahu sudah cukup ya?

  8. 1 November 2011 at 05:45

    wah klo novel horor ane ga suka :D/ mengenai tebal tipisnya buku ga masalah asal besar dna jenis font enak dipandang mata ga cepet capek 😀

    • 1 November 2011 at 17:13

      Waduh siapa yang bilang itu horor??

      Jangan samakan thriller dengan horor!

  9. 1 November 2011 at 06:59

    buku yg skrg gw pegang isinya metode semua.. dibawa kesana-kemari.. dibaca bolak-balik, tp masih ga mudeng juga 😦

    • 1 November 2011 at 17:13

      Ooh. Buku teks perkuliahan?

  10. 24 wahyu asyari m
    1 November 2011 at 08:27

    tebel banget sop 😆

    • 1 November 2011 at 17:14

      Nggak juga.

  11. 1 November 2011 at 08:33

    waduh, saya suka buku yang tengah, bisa nambah ilmu dan wawasan buat hidup..
    dan buku yang kanan, bagus, bikin penasaran, bisa ikutan mikir biar nambah pinter 😀
    dan lebih bagus lagi kalo postingan nya, berisi jalan cerita dari awal ampe akhir 😀

    • 1 November 2011 at 17:17

      Itu sih spoiler…

      • 2 November 2011 at 14:23

        namanya jg gak punya duit.. 😦

        • 2 November 2011 at 22:48

          😐

  12. 1 November 2011 at 08:34

    Mupeeengg…sama novel yang yang ada nama zaki mubarak, pinjeeemm donk 🙂

    • 1 November 2011 at 17:18

      Coba baca dulu di goodreads, mungkin ada.

  13. 1 November 2011 at 09:32

    kayaknya ente bener2 suka baca yah?

    • 1 November 2011 at 17:18

      Bang Nuel kagak?

  14. 1 November 2011 at 09:37

    Aku juga suka baca buku yang ber genre fiksi-thriller, bukunya tebal ya?, aku paling gak betah baca buku yang tebal-tebal..mumet hehe

    • 1 November 2011 at 17:19

      Yah standar lah, gak tebel juga gak tipis.

  15. 1 November 2011 at 09:52

    buku yg paling kiri keknya seru, soalnya saya suka sama tv series tentang crime-scene gitu 😀
    enakan yg kecil, biar enak bawanya juga

    • 1 November 2011 at 17:57

      Bener.

  16. 1 November 2011 at 10:09

    “pasti asop mau ada proyek kerjaan dibilangnya sesuatu yang amat menyenangkan ” *sotoy, “maklum baru lulus”, (hihihi..songong ya mbak pu).\

    pu mah sukanya buku yang agak kecil dikit dari bukunya asop, biar lebih simpel. beneran sop kalo lagi nunggu kasir sambil baca buku, ga takut dilewatin orang saking khusyuknya baca. hehehe…

    • 1 November 2011 at 18:00

      Hush Mbak sotoy deh.

      Nggak Mbak, kenapa takut dilewatin orang? Paling banter saya ditegur orang di belakang saya. 😆

  17. 1 November 2011 at 10:10

    iya, klo bukunya model buku saku gitu emang mudah dibawa kemana-mana. yg ngeselin itu yang udah gede, tebel pula. ngos2an bacanya juga bawanya, kayak Davinci Code karena pengen cepet kelar dibawa deh tuh kemana-mana, capek 😀

    • 1 November 2011 at 17:59

      Waaaah saya belom baca Da Vinci Code. 😀

  18. 1 November 2011 at 10:36

    mel setujum, lebih mudah dibawa buku yang berukuran kecill.. hehehe.. lebih ringan juga..

    • 1 November 2011 at 17:58

      Betul!

  19. 1 November 2011 at 10:48

    kalau saya sih mmass, sukanya buku-buku kehidupan entah berupa motivasi ataupun cerita-cerita orang yang sukses…

    kalau tebal mah..ampun bacanya:D

    • 1 November 2011 at 17:57

      Hebat. Wawasanmu luas dong ya.

  20. 1 November 2011 at 10:56

    kalau buat saya, tebal/gak nya ga ngaruh, yg penting saya suka ceritanya.
    hehehe…
    jadi penasaran sama novel-novel yg dibaca..
    pinjem boleh? hehehe 😀

    • 1 November 2011 at 17:58

      Gimana cara pinjemnya?

  21. 1 November 2011 at 10:58

    aku suka buku yg kecil dan kertasnya pakai kertas daur ulang, jadi ringan dan nggak silau bacanya. dan bener, kalau kecil, bisa terbawa dengan mudah kalau kita pergi2. 🙂

  22. 1 November 2011 at 11:29

    Bagiku yang penting bukunya bagus, enak dibaca dan ceritanya walaupun njlimet tetep menyenangkan untuk dibaca 🙂

    • 1 November 2011 at 17:57

      Sederhana sekali.

  23. 1 November 2011 at 12:09

    cocok sebagai teman di perjalanan 😀 …

    • 1 November 2011 at 17:19

      Asal jangan dibaca ketika saya menyetir atau mengendari motor.

  24. 1 November 2011 at 12:10

    kalo sya film skanya yg suspence-thriller (lho koch film sich :-D)
    nah klo buku sya lebih ska model2 kyk penulis Habiburrahman El-Shirazy tuh…..
    utk tipis/tblnya ngga masalah….asal jgn selebar ukuran tv 14 inc ajj 😀

    • 1 November 2011 at 17:18

      Walah emangnya buku apaan yang besarnya segitu?

  25. 1 November 2011 at 12:49

    sepertinya saya tidak pernah bermasalh dengan ukuran buku mas hhihihihih

    • 1 November 2011 at 17:18

      Bersyukurlah.

  26. 1 November 2011 at 12:50

    kayaknya itu seukuran novel-novel agatha christie deh…
    enak dibawa emang 😀

    • 1 November 2011 at 17:17

      Hmmmmm entah ya. Mungkin masih lebih kecil novel Agatha Christie.

  27. 1 November 2011 at 13:20

    suka ebook reader aja, ringkas & murah meriah 😀

    • 1 November 2011 at 17:17

      Gak enak tahu, ebook itu kadang2 tata letaknya gak enak untuk dilihat dan dibaca.

  28. 1 November 2011 at 13:23

    emang lebih enak buku yang kecil deh, jadi mbacanya lebih enak dan nggak ribet..

    • 1 November 2011 at 17:15

      Betul sekali.

  29. 1 November 2011 at 13:42

    berbeda dengan saya, yang kemana-mana bawa kunci 😀

    • 1 November 2011 at 17:14

      …kunci rumah dan motor? 😀

  30. 1 November 2011 at 13:48

    Kalau aku jarang bawa buku kemana-mana,tapi kayaknya enak juga ya kalau ukurannya kecil gitu asal tulisannya gak terlalu kecil juga dan tetap nyaman di baca 😀

  31. 1 November 2011 at 14:35

    Q suka yang kecil soalnya mudah dibawa kemana-mana, asalkan masih memenuhi standart mata telanjang untuk membacanya. Hehehehe

    • 1 November 2011 at 17:10

      Ooh, benar sekali, jangan sampe membebani mata ya. 😀

  32. 1 November 2011 at 15:15

    If it isnt on the internet, I wont read it, hehehe. Bacaanku lately cuma blog2nya orang aja, Sop. Tp setelah membaca postingan ini, jadi pengen juga membaca buku pertama dan terakhir. Kalo yg buku di tengah itu, hmmm….Saya males baca buku yg ada ideologi aneh2nya, hehehe….. (wlo definisi ‘aneh’ tentunya jg subjektip)

    Anyway, baru aja aku td mau komentar, knapa cewek kok Namanya Taylor Jackson ya? Well, wlo sebenarnya nama Taylor itu emang nama yg unisex sih, hehehe….

    • 1 November 2011 at 17:05

      Hmmmm entahlah Mbak, kalo cerita seorang lulusan pesantren nikah dengan orang katolik menurut Mbak aneh, maka pantaslah Mbak tidak membaca buku ini.

      Huhahahahahaha beneran kan? 😆

  33. 1 November 2011 at 15:47

    tertarik sama buku yang tengah

    • 1 November 2011 at 17:02

      Silakan coba, Mbak. 🙂

  34. 1 November 2011 at 16:14

    Kecil atau besar, pada dasarnya saya kurang suka baca novel dan fiksi. Bahkan ada buku pemberian teman (novel) masih terbungkus plastik dengan rapinya *belum dibuka… Namun secara umum, ukuran yang kecil pasti jadi lebih enak dan lebih akrab di tangan…

    • 1 November 2011 at 17:02

      Sayang sekali…

  35. 1 November 2011 at 16:48

    waduh saya malah jadi pengin membaca tiga buku yg direview pertama. *lirik tumpukan buku yang belum selesai dibaca*

    tapi memang enaknya buku itu kalo handy gitu ya. alasannya, karena paling suka membaca sambil tiduran, jadi kan enak kalo bukunya kecil, jadi ga berat/repot untuk megang.

    • 1 November 2011 at 17:01

      Hohoho bener banget, baca sambil tiduran itu nikmat banget.

      • 2 November 2011 at 14:19

        nikmat emang.. 😀
        tapi kalo ampe ketiduran kesian bukunya, kena iler

        • 2 November 2011 at 22:49

          Lha kenapa harus kena iler? Sebelum tidur jauhin dulu bukunya dong…

      • 3 November 2011 at 11:45

        loh, klo buku nya gak mau di jauhin?

        • 5 November 2011 at 21:39

          Ya ga mau tahu, harus bisa. 😆

  36. 1 November 2011 at 17:08

    Sepertinya enak tuh sop buku begituan.. tapi aku gak pernah juga beli buku ukuran itu.. jadi gak bs membandingkan..

    Yg pelangi di melborn sepertinya asyik tuh ceritanya.. tapi sprtnya aku juga tw deh paham yg lo maksud.. sampe skrg aku juga masih ragu dengan pemahaman itu.. tapi mereka bilang itu ada ayat quran yg menjelaskannya.. entahlah..

  37. 1 November 2011 at 18:38

    Mau lulus mas?
    Iyaa buku PM bentuknya kecil, handy~
    Itu jason pinter, pinter mas?

    • 2 November 2011 at 22:49

      Hahahaha itu cara bacanya “painter”. 😆

  38. 1 November 2011 at 18:48

    Hua, jangan-jangan wisuda nih waktu tanggal 29 kemarin ya? Eh, apa masih bercinTA?

    Eykeh juga suka buku kecil. Alasan sederhananya, biar enak dibawa ritual pagi, haha. Eh, tapi kalau kecil gitu kadang bikin males keluar kamar mandi, keasyikan baca dan ampe kesemutan pula -____-

    • 2 November 2011 at 22:48

      Nggak saya jawab ya. :mrgreen:

      Eh iya lho, sama, saya kalo setor pagi pasti bawa bacaan. 😀

  39. 1 November 2011 at 19:35

    ideologi terselubung berarti ya :O apaan sih bang, aku udah 17+ kok #loh hhohho
    aku malah gg terlalu suka buku yang ukurannya terlalu kecil, susah bacanya juga karena kecil jadi gg keliatan klo ditumpukan, jadi susah juga nyarinya.
    pinjem dong bang hhohho #dilempar segala macem 😀

    • 2 November 2011 at 23:03

      Sini kamu, kalo mau pinjem.

  40. 1 November 2011 at 20:50

    kalo gue lebih suka yang modelnya kayak diary of a wimpy kid atau diary of a wimpy vampire gitu mas.. lebih ringan rasanya kalo dibaca.. haha

    http://www.urkhanblog.com

    • 2 November 2011 at 23:03

      Wah, bukan selera saya. 😀

  41. 1 November 2011 at 21:44

    Wah… wah… buku yg ketiga itu kyknya seru bgt, Sob. Saya jadi penasaran…. 😀

    Kalau masalah ukuran buku, saya cenderung suka yg A5, nggak terlalu besar, juga nggak terlalu kecil, hhehe….

  42. 2 November 2011 at 07:14

    pitshu sih klo kemana2 bawa tas na gede, yang kada 1 pack tissue(50sheets), 1 botol air 700ml, 2 set kacamata, 2 dompet, iPod, 3 hp, kadang macbook pun masuk kedalam tas hahaha 🙂 jadi kek na ga masalah bawa buku ukuran berapa aja. cuma krn hobinya bukan baca , apa lagi novel yg isi na tulisan semua, jadi jarang bawa2 buku ^^

    • 2 November 2011 at 23:04

      Astagaaaaa memang cewek beda ya ama cowok….

  43. 92 wibisono
    2 November 2011 at 08:27

    saya juga suka membaca buku.. Kok saya belum baca ketiga buku tersebut ya?? pnjem dong!!! 😀

    • 2 November 2011 at 23:05

      Sini Kang, kalo mau pinjem.

  44. 2 November 2011 at 09:17

    kalo dhe mah tergantunya isinya Sop, kalo jalan ceritanya bagus mah, mo kecil atau besar ayo ayo aja.. hehe

  45. 2 November 2011 at 09:48

    ASOP, entah udah pernah dapat peer ini atau belum.. aku lempar ke kamu deh peernya 😀
    http://pagi2buta.wordpress.com/2011/11/02/pr-sekolah-dasar/

    • 2 November 2011 at 23:01

      Belom dapet. 😀

  46. 2 November 2011 at 11:05

    ..
    aku sih lebih seneng kalau kertasnya putih dan fontnya jelas..^^
    kalau ukuran suka yang tebel jadi bisa lama bacanya, kalau kecil gitu sehari juga kelar..hihihi..
    ..

    • 2 November 2011 at 22:58

      Bagus.

  47. 2 November 2011 at 11:17

    asop nyebutin ukuran kertas yang katanya *ngarang itu macem nyebutin ukuran Be-Ha ajah.. wkwkwkwk 😛
    tapi buku-buku yang Asop sebutin di atas emang buku-buku keren sih. 🙂

    • 2 November 2011 at 22:57

      Ukuran BH?

  48. 2 November 2011 at 11:31

    pasti klo lama di KM juga nyambi baca buku ya

    • 2 November 2011 at 22:56

      KM itu kamar makan apa kamar mandi?

      Yap pas BAB sih pasti baca buku dong…
      Ini bukan sesuatu yang menjijikkan atau jorok. Mbaca buku saat BAB itu nikmat. 😉

  49. 2 November 2011 at 11:35

    wkwkwkwkwk
    emang sih , tuh buku keren . keren .
    bagus . bagus .
    tapi mending di ceritain isinya aja di blog biar lebih keren gitu .
    wkwkwkwkw
    salam kenal

  50. 2 November 2011 at 11:37

    ah sop.. gw pinjem. pinjem pokoknya! 😀

    • 2 November 2011 at 22:55

      Sini ke tempat saya.

  51. 2 November 2011 at 12:32

    Hahah,…. banyak koleksinya Sop.
    Kebetulan saya lagi posting soal Buku yang sekarang males dibeli pelajar 😀

    • 2 November 2011 at 22:54

      Apakah itu… buku paket? 😀

  52. 2 November 2011 at 13:13

    wah, salut sob, km punya hobi baca buku bs dimana aja. kalo aku sih, baca buku itu musti dlm konsentrasi penuh, alias duduk nyantai, trs ditemenin ama segelas kopi atw softdrink, baru deh bs baca, apalagi kalo baca novel, butuh konsentrasi yg berlipat ganda agar kita gak cm menjadi pembaca, tp merasakan langsung masuk k dlm critanya.

    • 2 November 2011 at 22:53

      Hahahaha sama, saya juga kalo baca novel itu pasti lama, gak kayak temen2 saya yang bisa baca Harpot ketujuh hanya dalam sehari. 😆

      Saya pun kalo baca novel pasti saya bayangin semuanya, latar belakang, pemandangan, gedung, rumah, sampai ke penampilan tokoh2 yang ada.

  53. 2 November 2011 at 13:45

    wahhhh mau dikasi bekas bacanya mas asop, ahahahah niat gretongan…

    • 2 November 2011 at 22:51

      Eits, tak ada “bekas” dari saya…

  54. 112 latree
    2 November 2011 at 15:06

    yang kecil dan enak dibawa ke mana-mana. karena waktu bacaku tidak bisa ditentukan. jadi harus selalu di tas. buku yang terlalu tebel (lebih dari 400 halaman) aku udah ogah bacanya. walaupun katanya ceritanya bagus atau hebat sekali pun… mblenger duluan.

    • 2 November 2011 at 23:05

      Yap, dibawa bepergian pun belum tentu terbaca.

  55. 2 November 2011 at 16:36

    hmm, saya juga lebih suka buku yang gampang dibawa tuh.
    soalnya kalau bawa bukunya ribet, jadi malas dibaca dimana aja.

    • 2 November 2011 at 23:04

      Ini baru oke!

  56. 2 November 2011 at 17:58

    Wah… mantaappp Sop… aku blm py koleksi novel karangan bule.. pribumi terus belinya…
    Oia,, km mw masuk jarang posting karena untuk masa depan?? emh.. ngapain tuh.. hehe.. pgn tw aja ya.. apapun itu smoga dipermudah dan sukses urusan yg sangat pentingnya.. aamiin

    • 2 November 2011 at 18:14

      Hihihihii coba tebak deh, apa itu… 😳

      Alhamdulillah! 😀 Makaaaasiiih banyak ya atas doanyaaaaa! 😀 😀 *senang*

    • 2 November 2011 at 23:02

      Saya malah kurang tertarik mbaca novel karangan orang kita…

  57. 119 kezedot
    2 November 2011 at 18:14

    p kabar bang
    wah kalau aku dan blue sellau suka buku apapun bentuk dan uikurannya
    pokoknya buku is buku..xixii
    salam kehangatan

    • 2 November 2011 at 23:01

      Baik.

  58. 2 November 2011 at 18:18

    wah pengarang the stolen pasti orangnya gak bego *soalnya namanya jason pinter* hahah #abaikan :p

    • 2 November 2011 at 22:59

      Hesty hebat, deh.

  59. 2 November 2011 at 19:01

    wah banyak juga ya bacaanya, kl aku lagi banyakan baca buku kuliah ni haha

    • 2 November 2011 at 22:58

      Gak apa2, saya juga nyambi sambil baca buku kuliah kok.

  60. 2 November 2011 at 19:17

    prakris juga sich buku dengan ukuran kecil bisa di bawa ke mana-mana… cuman aku gak begitu suka novel, tapi setelah baca postingan ini ternyata isi cerita novel sangat menarik 😀

    • 2 November 2011 at 22:55

      Lho, mbayangin kejadian2 dan tokoh di novel itu melatih imajinasi kita lho.

  61. 2 November 2011 at 19:36

    Soal ukurannya setuju banget gue, Sop. Tapi soal bukunya, gak sangup gue bacanya x)

    • 2 November 2011 at 22:53

      Terus sanggupnya baca apaan dong, Bang?

  62. 2 November 2011 at 19:38

    sejujurnya aku suka buku ukuran A5 sop..suka males kalo baca buku ukurannya yg setengah A5.. 😀

    by the way, jadi penasaran ama buku yang kiri dan yang kanan..

    • 2 November 2011 at 22:51

      Silakan coba baca ulasannya di goodreads.

  63. 2 November 2011 at 19:46

    Dari tampilannya aja saya udah nyerah mas, tebel amat buku2nya, gak sanggup baca 😆
    Saya orangnya gak suka baca buku sih, apalagi yang tebel2, otak gak mampu 😆

    • 2 November 2011 at 22:50

      Walah, kalo buku teks gimana?

  64. 133 Sayyidah 'Ali
    2 November 2011 at 19:50

    karena ja bawa buku kemana- mana jadi ga tau yang mana jadi favorit,,juga sangat jarang beli novel,,
    kalau di pinejmin mau..hehehe

    • 2 November 2011 at 22:48

      Hehehe, bagi saya harus memiliki. 🙂

      • 135 Sayyidah 'Ali
        3 November 2011 at 04:28

        Bagus sop..aku pun suka novel, tapi waktuku terbatas, jadi harus memprioritas yang lain..dirumah pun masih ada lima buku yang belum terselesaikan,,😦

        • 3 November 2011 at 09:56

          Gak apa2 Mbak, selesaikan dulu yang lama sebelum punya yang baru…

  65. 2 November 2011 at 20:21

    awalnya aku gak bermasalah dengan ukuran buku yang kubaca. tapi belakangan aku sadar buku yang besar dan panjang itu kurang enak dibaca karena dalam satu halaman ada lebih banyak yang harus dibaca, jadi rentang konsentrasi rada mudah terganggu.

    ukuran yang pas menurutku yah kira-kira sama, A5 kebawah. tapi novel-novel yang kecil dan tebal juga kurang aku sukai, karena rada pegel meganganya. 😀

    • 2 November 2011 at 23:01

      Eh tapi ya, novel All The Pretty Girls itu meski kecil ukurannya, tulisannya banyak juga lho.

  66. 2 November 2011 at 20:30

    yang kecil enak, bisa lebih nyaman dibawa kemana-mana. biasanya novel yang abis dalam sekali dua kali baca.
    klo buku besar, macam novel Dan Brown, mending baca di rumah aja… berat pun. xD
    ihiiiy, apa nih yang menyenangkan, Asop? 😀

    • 2 November 2011 at 22:59

      Rahasia deh.

  67. 141 uungferi
    2 November 2011 at 20:32

    jarang baca buku,…. xixixixixixixixixi lebih sering baca koran

  68. 2 November 2011 at 20:46

    Ukuran buku skrg, macam2 ya. Sampai2 jika ditumpuk, seperti piramida.
    Kalau saya sukanya yg tdk trlalu besar dan tdk trlalu kecil. 😀
    Yg penting hurufnya tdk trlalu kecil,,

    • 2 November 2011 at 22:57

      Betul, jangan sampai mata jadi korban.

  69. 2 November 2011 at 21:22

    kayanya saya tertarik sama yang pelangi melbourne deh Kang :mrgreen: menarik kayaknya 🙂

    -salam hangat-

  70. 2 November 2011 at 21:57

    saya lebih suka buku yang kecil sop, selain bisa masuk tas cewe yang imut2, bacanya juga lebih enak. kadang kalau sedang baca buku yang terlalu lebar, suka jadi salah baca baris.. misalnya lagi baca baris kedua, pas udah nyampe di tengah2, malah lompat ke baris ketiga :p

    • 2 November 2011 at 22:53

      ….Hmmmm alasan yang masuk akal.

  71. 2 November 2011 at 22:05

    Kalo saya suka yg besar n tebel, coz bisa dijadi’in bantal kalo udah ngantuk bacanya.. 😛

    • 2 November 2011 at 22:51

      Bantal buku itu keras!

  72. 2 November 2011 at 22:26

    wdiiiiww… dulu sebelum kerja kaya sekarang sebulan bisa ngabisin 2-3 buku.. tapi setelah kerja dengan ritme ga jelas kaya skrg, satu bukupun kadang ga tersentuh.. hehehehe

    • 2 November 2011 at 22:50

      Gimana kalo baca majalah, Mas?

  73. 3 November 2011 at 04:47

    aduh kayaknya yg pencekik dari selatan itu serem ya… sesak nafas rasanya kalau baca buku2 spt itu…
    tapi kayaknya yg kedua dan ketiga ceritanya boleh juga.. tapi harus hati2 ya sop? 🙂

    • 3 November 2011 at 09:54

      Saya sendiri belum selesai membaca buku Misrawi itu, tapi… yah, saya sudah lihat2 sedikit bagian akhirnya.

  74. 3 November 2011 at 05:29

    makanya ornag pada suka pake kindle aja ato ipad. jadi ngak usah bawa buku tebel lagi.

    • 3 November 2011 at 10:24

      Nggak ah, saya gak suka baca secara digital begitu, lebih enak analog. 😦

  75. 3 November 2011 at 05:31

    wew,, jadi ngiri….
    bukunya Asop banyak euy

    • 3 November 2011 at 10:16

      Inilah kehidupan saya.

  76. 3 November 2011 at 10:18

    ga suka sama buku besar, susah dibawa dan susah dipegang

    jason pinter kupikir orang indonesia :p

  77. 3 November 2011 at 17:42

    Kalau saya sedang asyik dgn buku 10.1″

    (kabuuur)

    • 5 November 2011 at 21:33

      Jangan2 itu Galaxy Tab? 😀

  78. 4 November 2011 at 16:20

    Dari segi ukuran, buku yang kecil memang lebih praktis. Tapi soal isi… nggak bisa ditentuin dr ukuran kan? Hehehe. Tapi buku-buku koleksiku sih ukurannya sedang-sedang saja.

    • 5 November 2011 at 20:59

      Iya sih, isi gak bisa ditentukan oleh ukuran… saya pun suka semua novel, apapun ukurannya. 🙂

  79. 162 hidausagi
    4 November 2011 at 17:39

    *gasp*
    whiii bukunya kayaknya “berat” ya?? hehehehe ya genrenya, temanya,,
    saya sukanya harpot, yang jelas gak bisa dijejelin di saku.. 😛

    • 5 November 2011 at 20:58

      Nggak juga kok. 🙂

  80. 4 November 2011 at 21:57

    cieh yg mo pendadaran, bukunya tebel bgt, sy suka buku yg halamannya kurang dr 200, lbh dr 200 sdh mlas duluan bacanya berasa baca buku kuliah

    • 5 November 2011 at 20:26

      Pendadaran itu apa ya?

  81. 4 November 2011 at 22:40

    saya jadi inget msh punya utang bca buku yg kemaren udah numpuk masih rapi krn belom dibaca,, haiaiiiiyaaa…. *kunyah mouse*

    • 5 November 2011 at 20:24

      Wah enakan kunyah permen Mintz

      #Bukan promosi

  82. 7 November 2011 at 07:41

    Saya lebih suka buku kecil tapi yang tulisannya tidak kecil kecil amat, jadi masih nyaman utk dibaca walaupun ngga pake kacamata.
    Kalo diliat dari sinopsisnya, .Saya kayaknya tertarik sama buku yang kanan sob…..
    brapa ya harganya?? 😀

    • 9 November 2011 at 11:44

      Harga… tunggu saya cek bonnya dulu.

  83. 170 Milanti Z. Daulat
    7 November 2011 at 18:10

    wuih,, novel”nya berat” banget…. makin ok ajah… blognya… xixixixi… ;p

    • 9 November 2011 at 11:35

      Bagus lho. 🙂

  84. 9 November 2011 at 22:09

    wew.. koleksi2 bukunya keknya oke nih.. salut…

    • 10 November 2011 at 09:54

      Bukan sekadar koleksi, tapi utk dibaca. 😀

  85. 174 abinahasya
    10 November 2011 at 15:52

    nice, bagus ulasannya, zuhairi misrawi itu yg nulis buku Kabah ya? salam kenal mas, kapan ke bandung lg?

    • 15 November 2011 at 08:29

      Nggak tahu saya… 😐

      Saya dari dulu masih di Bandung. 😀

  86. 14 November 2011 at 22:21

    Makasih buat rekomendasi bukunya 🙂

    saya juga lebih suka buku2 kecil yang gampang dibawa. hardcover keliatanlebih bagus tp ribet bener bawanya

    • 15 November 2011 at 07:36

      Eh sekarang ada yang lebih baru lagi, Mbak, rekomendasi buku dari saya. :mrgreen:

  87. 4 December 2011 at 09:39

    ahaaaa…sip..siipp….
    cukup ringkas buat dibawa kemana2…

    saya ada tuh novel yg tebel banget…jadinya klo lagi bawa buku itu dlm tas rasanya kayak lagi gendong anak gorila…berat banget…

    • 7 December 2011 at 16:03

      Huahahaha lebay banget ah, anak gorilla..

      Cukup “serasa bawa kucing gendut” aja lah. 😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 971 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: