14
Nov
11

[Buku] Every Dead Thing: Orang-Orang Mati

Di posting-an saya yang dulu, saya bilang bahwa saya suka novel genre thriller, ‘kan? Nah, buku yang saya bahas kali ini juga ber-genre itu. 🙂  Well, sebenarnya buku ini pantas diberi genre misteri juga sih, karena mengandung sedikit unsur supernatural. :mrgreen:

Every Dead Thing, adalah buku pertama John Connolly, sekaligus buku pertama dari serial Charlie Parker. Sebenarnya, saya membeli buku ini hanya karena tertarik saat melihat rangkuman cerita di bagian belakang buku (tanpa tahu siapa itu John Connolly). Saya baru tahu baru-baru ini saat saya mulai membacanya, bahwa buku ini ternyata adalah buku berseri, dalam artian ada buku lain setelah buku ini yang menggunakan tokoh utama sama (dan kemungkinan besar cerita tetap bersambung), yaitu Charlie Parker. 🙂

Ukuran buku ini besar, tidak seukuran buku yang saya bahas di posting-an itu. Besar ukuran kertasnya hampir sebesar A5, dan karena buku ini terbitan Gramedia Pustaka Utama, kualitas kertasnya selalu bagus, bahkan (menurut saya) cenderung berlebihan (untuk sebuah novel, sehingga harga buku menjadi mahal).

Seperti yang saya bilang di awal tadi, ada unsur supernatural atau unsur gaib di buku ini. 😀  Ada perihal ramalan dan arwah, digabung dengan gaya penulisan alur waktu campuran antara masa sekarang dan masa lalu (flashback), membuat saya harus mikir dalam membaca buku ini. Butuh sedikit fantasi dan imajinasi untuk mengerti dan memahami jalan cerita keseluruhan —seperti menggabungkan puzzle—  dari nasib sang tokoh utama. Meski saya belum selesai membacanya, tapi saya tahu, novel ini sangat luar biasa. 😳

Oh ya, korban pembunuhan di buku ini digambarkan secara vulgar dan sadis. Saya membayangkannya aja sungguh mengerikan. Dikuliti, mata dicungkil, darah membanjir di lantai, dan beberapa mutilasi…… seperti itulah. 😐

Tapi tenang, tetap ada unsur “kelucuan” di dalam cerita buku ini yang mampu membuat saya tersenyum hingga tertawa sendiri. 😀 Gaya narasi yang mengambil sudut pandang orang pertama (sang tokoh utama, Charlie Parker) ditambah beberapa deskripsi bergaya konyol dan komentar-komentar celetukan sarkastik nan lucu Charlie membuat tensi selama membaca ini naik-turun. Connolly mampu menggabungkan rasa ngeri, seram, dan tawa sekaligus. 🙂

Sedikit jalan cerita…

Saya akan mencoba menceritakan isi buku ini sepemahaman saya, dari intisari yang saya dapat setelah saya menggabungkan seluruh jalan cerita yang ada. *maklum, alur cerita berganti-ganti dari masa saat ini ke masa lalu, dan sebaliknya* 

Sang tokoh utama bernama Charlie Parker. Dia adalah (mantan) detektif polisi di New York Police Department. Dia digambarkan dalam buku ini sebagai orang yang pemurung dan peminum berat. Gara-gara kebiasaannya melampiaskan kekesalan terhadap minum minuman keras dan pergi ke bar itulah, kehidupan rumah tangganya tak begitu baik. Meski sudah punya putri berumur tiga tahun, sang istri merasa Charlie tak terlalu peduli pada anaknya. Sang istri mencoba mengingatkan Charlie atas kebiasaan buruknya itu, tapi itu malah memulai pertengkaran.

Pada suatu malam, setelah bertengkar dengan istrinya, Charlie keluar rumah menuju bar tempat biasa dia minum-minum. Sepulang dari bar, ia mendapatkan pemandangan terburuk dalam hidupnya, yang akan menyebabkan ia depresi dan keluar dari kepolisian. Charlie menemukan istri dan putrinya dibunuh dengan amat sadis. Kulit kepala sang istri dikuliti hingga ke bagian tulang selangka, mata dicongkel, kulit dada dan dari bagian belikat hingga pusar juga dikuliti, dan bagian alat kelamin pun termutilasi (maapkan saya jika penjelasan saya ini terlalu vulgar).

Setelah dua minggu, penyelidikan polisi tidak berjalan lancar. Sama sekali tidak ada petunjuk. Kepolisian telah mengerahkan seluruh detektif terbaiknya, tapi tetap tak ada hasil. Beberapa bulan setelah pembunuhan tersebut, setelah Charlie keluar dari kepolisian, ia bertemu dengan seorang teman dari FBI, Woolrich. Dari Woolrich, Charlie tahu mengenai Marie Aguillard, seorang cenayang di New Orleans. Marie seperti punya kemampuan supernatural, mampu melihat dan merasakan apa yang orang biasa tak bisa lihat dan rasakan. Dari Marie-lah, Charlie mengatahui bahwa yang membunuh istri dan anaknya adalah seseorang yang memiliki sebutan Si Pengembara (The Traveling Man). Ternyata, ada korban lain yang dibunuh oleh Si Pengembara selain istri dan anak Charlie.

Meski sudah tahu siapa pembunuh keluarganya, tetap saja penyelidikan Charlie menemui jalan buntu. Dia pun bekerja di New York sebagai detektif dadakan. Saya sebut detektif dadakan karena ia tidak punya lisensi detektif swasta (Charlie hanya bekerja serabutan menerima tugas seperti tugas detektif). Dari sebuah kasus yang dikerjakan Charlie, ia bertemu kembali dengan teman lama kepolisian, Letnan Polisi Walter Cole. Dari Cole, Charlie mau bekerja untuk Isobel Barton, seorang janda kaya, untuk mencari kekasih anak tirinya yang hilang.

Penyelidikan Charlie terhadap hilangnya Catherine Demeter, kekasih Stephen Barton (anak tiri Isobel), mengantar Charlie pada sebuah misteri baru dan kasus 30 tahun lalu yang belum terselesaikan (berhubungan dengan kakak Catherine). Akhirnya Charlie berhasil memecahkan kasus tersebut, dan menemukan sedikit kaitan kasus tersebut dengan Si Pengembara.

Mulai dari situlah, Charlie mendapat petunjuk dalam mencari Si Pengembara. 🙂  Saya sendiri belum membaca hingga akhir, tapi dari beberapa ulasan di internet yang saya baca, akhir cerita nanti Charlie akan bertemu dengan Si Pengembara, sebuah konfrontasi yang mengerikan dan mengejutkan. 😀  Ada juga ulasan yang mengatakan bahwa Si Pengembara tampak menyedihkan di akhir cerita, lebih pantas dikasihani dan tak tampak kuat. 😉

Cerita buku ini membuat pembaca menerka-nerka bagaimana cerita di bab selanjutnya, dan mampu membuat pembaca mengagumi dan mengasihani sang tokoh utama dan beberapa tokoh sampingan yang lain. 😳

Bagi yang nggak suka baca buku dengan mikir, buku ini nggak saya sarankan. :mrgreen: Tapi bagi yang suka cerita suspense dan mendebarkan, sekaligus suka berpikir dalam membaca buku, karya John Connolly ini amat saya sarankan. 🙂

******

Pengarang buku Every Dead Thing, John Connolly. Lahir di Dublin, Irlandia, 31 Mei 1968. Berdomisili di Irlandia, sebelum menulis novel, ia bekerja sebagai jurnalis lepas di koran The Irish Times. Tak betah dengan pekerjaannya, ia mulai menulis novel pertamanya sambil berkelana mencari data ke Amerika. Connolly lulus sarjana dari Trinity College, Dublin, dan lulus pascasarjana dari jurusan jurnalisme Dublin City University. *sumber: situs resmi John Connolly*

———————————————————————————————————————————————————–

Gambar buku di atas macbook adalah hasil jepretan saya sendiri, sedangkan gambar sampul buku dan sang penulis saya ambil dari sini dan sini. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

179 Responses to “[Buku] Every Dead Thing: Orang-Orang Mati”


  1. 15 November 2011 at 00:04

    Sop, pinjem dong….
    sepertinya menarik :mrgreen:

    • 15 November 2011 at 05:31

      sammmaaaa pinjam juga donk mas asop..

      • 15 November 2011 at 07:42

        Sabar, kalian berdua, saya belum selesai baca.

      • 4 wahyu asyari m
        15 November 2011 at 17:56

        antrian keberapa nig saya?

        • 16 November 2011 at 09:57

          Entahlah. 😆 Laris manis. 😆

    • 15 November 2011 at 12:42

      mas, saya juga pinjem, mas.. 😉

    • 15 November 2011 at 13:37

      ikutan nganti semua huahuahua

      • 16 November 2011 at 10:01

        Laris manis. 😳

  2. 15 November 2011 at 00:06

    Damn! Wkwkwk ikut ikut Mas Asop.
    Ga ngerti aku mas.
    Tapi si Connolly ganteng juga…

    • 15 November 2011 at 07:46

      Huaduh lha ini kok malah ngelihat tampang si penulis?

  3. 15 November 2011 at 00:36

    Cari ah

    • 15 November 2011 at 07:45

      Jangan cari ebook-nya (bajakan), beli yang asli ya.

  4. 13 lovetiffa
    15 November 2011 at 01:40

    sprtinya bukunya tebal? bukunya Asop khan tebal2 #nyerah dah klo gitu, sy ga sanggup baca buku tebal2 😦

    • 15 November 2011 at 07:45

      Iya dong, mana ada novel yang gak tebal.

  5. 15 November 2011 at 03:46

    Buku yang sangat menarik! *mupeng*

    • 15 November 2011 at 07:44

      Ayo baca!

  6. 15 November 2011 at 04:05

    Ko disejajarkan dgn serial TV, kayaknya buku ini serupa sama Crimina Minds.

    • 15 November 2011 at 05:47

      Kayanya lebih mirip sama serial The Killing daripada Criminal Minds

      • 15 November 2011 at 07:42

        Aih aih, saya nggak kenal sama itu semua!

  7. 15 November 2011 at 04:33

    bagus juga isi ceritanya, kalau difilmkan keren nih

    • 15 November 2011 at 07:42

      Harusnya iya, saya sangat menunggu filmnya.

  8. 15 November 2011 at 06:04

    bang asop menceritakan sinopsisnya dengan sangat menarik. jadi pengen baca juga 😀
    eh bang, PR masa esde-nya dikerjain dong, abis itu estafet-in ke sayah #eaa #maksagitu #pengendikasiPR
    wkwkwkwkwk :p

    • 15 November 2011 at 07:39

      eaaaaa maap ya, saya belum ngerjain tuh PR. Nanti kalo udah saya kerjain saya kasih ke Hesty deh.

      • 15 November 2011 at 19:15

        asikkk 😀

  9. 15 November 2011 at 06:42

    hem.. hem.. jadi pingin baca.. tapi ga pingin beli. hehehe

    • 15 November 2011 at 07:39

      Gak apa2 deh, pinjem aja sono, tapi jangan ke saya, belum kelar.

  10. 15 November 2011 at 06:43

    Wah di gram*d ada gak yah buku itu sop?

    • 15 November 2011 at 07:38

      Harusnya sih ada, dengan harga yang mahal tentunya, karena tanpa diskon.

      • 15 November 2011 at 19:16

        ada kok di gram*d (kayak sm*sh ajah :D) ada di entri buku baru .. 😀

        • 16 November 2011 at 09:55

          Pasti ada. 🙂

  11. 31 sakrilegi
    15 November 2011 at 07:15

    Oh ya, korban pembunuhan di buku ini digambarkan secara vulgar dan sadis. Saya membayangkannya aja sungguh mengerikan. Dikuliti, mata dicungkil, darah membanjir di lantai, dan beberapa mutilasi…… seperti itulah

    jadi penasaran saya pengen baca.,

    • 15 November 2011 at 07:37

      Awas penggambaran terlalu eksplisit. 😐

  12. 15 November 2011 at 07:15

    Genrenya menarik, tapi belum ada waktu buat baca-baca novel dulu ey.

    • 15 November 2011 at 07:36

      Yap, tak masalah, kerjakan saja dulu yang lebih utama. 😉

  13. 15 November 2011 at 08:27

    Pengen bacaaaa! Tapi bukunya gede ya.. ga bisa dibawa-bawa di tas. Tapi pengen.. tapiii.. *komen galau*

  14. 15 November 2011 at 08:27

    aaaaaah…pengeeeen baca bukunya
    maknyak suka buku beginian…mau dijadiin giveaway gak tuh #ngarep gratisan hohoho
    hayu atuh bukunya dibikin giveaway ^^
    difollow ah

  15. 15 November 2011 at 08:43

    wah, penulisnya ganteng *lho?*

    kok cuma keadaan istrinya aja yg di sebutin jelas, waktu anaknya di bunuh keadaanya gimana? *malah penasaran di segmen yg salah*

    kayaknya bukunya keren, jadi mupeng baca XD
    jadi giveaway buat bagi buku ini kapan?? *teteup banci kontesnya kebawa* =P

    • 16 November 2011 at 10:32

      Eaaaaa kok malah ngelihat penulisnya… 😛

      Hahaha, maap ini bukan untuk giveaway. 😆

  16. 15 November 2011 at 08:56

    Rusa suka banget nih sama misteri2 yg kek begini. Duh pengen donk, tapi maunya yg gratisan 😀

    • 16 November 2011 at 10:32

      Hahahaha gak ada yg gratisan, Mas. 😆

  17. 15 November 2011 at 09:40

    mengerikan banget sop
    dikuliti dimutilasi … gila

    • 16 November 2011 at 10:32

      Memang gila. 😐

      • 17 November 2011 at 12:01

        kalo aku sih ga seberapa suka genre yang seperti ini
        apa sebab? ya kalo udah baca, bakal ga nafsu makan 😀

        • 18 November 2011 at 15:55

          Hohohoho kalo saya, yang bisa terbayang sampe nafsu makan itu ya film, bukan buku.

  18. 15 November 2011 at 10:42

    Sop, saya minta softcopy nya aja deh.. kirim ke email yaa.. penasaran sama si pengembara..

    • 16 November 2011 at 10:32

      Lho, siapa yang nge-scan bukunya? 😆

  19. 15 November 2011 at 11:22

    saya pun sekarang lagi beresin novel yang detektif-detektifan.. huhuhuuuuu. yaaa mudah-mudahan penerbit mau mikir.. xD

    • 16 November 2011 at 10:33

      Sip! Mikir sambil berimajinasi itu enak. 😳

  20. 49 riez
    15 November 2011 at 11:43

    Kapan ya difilmkan…

    • 16 November 2011 at 10:33

      IYa, kapan ya…

  21. 15 November 2011 at 11:59

    Oh my God,sadis skali sop,kayanya isinya jg vulgar banget ya?aku mending baca ringkasan ceritanya dari kamu sop,biar ga kebayang :/

    • 16 November 2011 at 10:11

      Yap, emang sadis banget. 😦

  22. 15 November 2011 at 12:00

    Nice book 🙂

    novel perfUme saya blm kelar2 jga 😛

    • 16 November 2011 at 10:09

      Perfume itu ada film-nya lho. 😀

  23. 15 November 2011 at 12:38

    Mas maaf ya saya ngasih PR buat Mas Asop, bukan bermaksud ngrepotin tapi hanya untuk menjalin silaturahim.
    Mohon dikerjakan ya. silahkan cek di link berikut.

    http://www.masjier.com/2011/11/kenangan-waktu-smp.html

    Makasih

    • 15 November 2011 at 19:18

      hayoloh bang asop, PR-nyah numpuk 😀 wkwkwkwk

      • 16 November 2011 at 09:54

        Huihihihi iya nih, habis SD dapet SMP. :mrgreen:

    • 16 November 2011 at 10:09

      Hahahaha ngapain minta maap, Mas Jier, saya tahu kok, ini untuk mempererat silaturahim juga. :mrgreen:

  24. 15 November 2011 at 13:14

    Hm….ada unsur detektifnya nggak? Kan lebih asik klo misteri pembunuhan dicampur horor.

    • 16 November 2011 at 10:08

      Walah, tentu ada dong, lha wong yang jadi tokoh utamanya mantan detektif NYPD. 😛

      Tapi unsur detektifnya nggak seperti di novel Sherlock Holmes lah… :mrgreen:

  25. 15 November 2011 at 14:58

    wah thriller dan horror,kesukaan mas asop :D, kebetulan lum pernah baca lagi cerita kyk gt lagi selepas dulu jaman kecil baca2 ghostbump :D. ohiya,baru “kenalan” juga ma penulisnya, masih cukup muda ya,tp karyanya banyak dan laris

    • 16 November 2011 at 10:00

      Yoi. 🙂

      Itulah hebatnya orang sana, masih muda tapi berani berkarya. *saya ngomong doang* 😛

  26. 15 November 2011 at 16:03

    Sepertinya menarik, tapi aku gak kuat baca cerita bunuh membunuh

    • 16 November 2011 at 10:00

      Sayang sekali. 😦

  27. 15 November 2011 at 16:07

    widih. kupas tuntas. kalo gw sih baca kalo yang mikir agak males. suka ngantuk. jadi baca review ini aja ah

    • 16 November 2011 at 09:59

      Hehe, posting-an tentang buku kayak gini yang sejak dulu pengen saya lakukan, Bang. :mrgreen:

  28. 15 November 2011 at 16:44

    Pengen beli, tapi lom gajian… Kalo minjem aja boleh gakkk…? Pliiiss….

    • 16 November 2011 at 09:57

      Antrean udah banyak. :mrgreen:

  29. 15 November 2011 at 19:09

    cerita misteri ya…

    kyknya bisa jadi rujukan buat koleksi nih…

    cm berapa harganya nih?

    siapa tw mahal… 😀

    • 16 November 2011 at 09:56

      Hmmmm tipikal novel tebal lah, di atas 50rb. Tapi kalo beli di toko diskon bisa dapet kurang dari 50rb. 🙂

  30. 15 November 2011 at 19:13

    dah bisa kayaknya karang gan…

    ane ternyata beli di hostingan yang salah, masak baru daftar 3 hari udah sering down. -_-“

    • 16 November 2011 at 09:55

      Iyap udah bisa. 🙂

  31. 15 November 2011 at 19:42

    sampulnya kayak dari kertas glossy ya.
    baru kali ini denger novel suspense-thriller bisa ada humornya 😀

    • 16 November 2011 at 10:10

      Bukan, itu aku sampul ama plastik. 😀

      Eh tapi beneran lho, narasinya lucu. 😆

  32. 15 November 2011 at 20:07

    thriller… takuttt…..

  33. 15 November 2011 at 21:09

    kira2 selesai berapa hari bacanya mas?

    • 16 November 2011 at 10:10

      Belum tahu, mungkin seminggu lebih. 😀

  34. 15 November 2011 at 22:24

    waduh, kok serem ya tulisan ttg mutilasi nya sampai dijabarkan dgn gamblang gitu Sop 😦

    salam

  35. 15 November 2011 at 22:41

    Waaah sama kayal aku neh suka novel yg beginian.. terakhir aku baca hungers games yg dikasih tahu sm mas arman..bagus juga tuh ceritanya..

    • 16 November 2011 at 10:08

      Nah, Mbak, mari membacaaaa! 🙂

      • 16 November 2011 at 20:16

        yuk mari :mrgreen:

  36. 15 November 2011 at 23:31

    Wah ceritanya unik, ini yg gue suka dari novel luar. Gue suka baca novel Sherlock Holmes, jadi kayaknya novel ini juga gue suka. 🙂

    • 16 November 2011 at 10:08

      Nah, gue juga suka ama Sherlock Holmes. 😳

  37. 16 November 2011 at 01:42

    Ya Allah, Kereeeen banget, Sumpah.
    Walaupun agak sadis sih. Hmm, nggak jauh beda sama film SAW the series.
    Hanya kalau di SAW, JIGSAW yang jadi eksekutor, disini raveller Man.

    Pengen nyari bukunya, semoga ketemu di Gramedia.
    Amiin amiin..

    Salam sayang dari Putrie Jrs

    • 16 November 2011 at 10:01

      Sip! Mari baca buku ini! 😀 😀

  38. 16 November 2011 at 03:24

    harus cepet2 ke gramed. kematian memang menarik untuk ditelisik dan diceritakan kembali

    • 16 November 2011 at 10:01

      Jadikan bahan untuk pelajaran di sekolah. 😉

  39. 16 November 2011 at 06:12

    Woowwww… Tampaknya seruuuuu….. Sebenarnya dulu saya suka sama novel yg bikin deg-degan seperti itu. Tapi entah kenapa saat ini saya lagi nggak berminat baca buku fiksi, hehe…. Mungkin ada masanya saya cuma baca buku fiksi dan nggak berminat dgn buku nonfiksi, hehehe….

    • 16 November 2011 at 09:59

      Nah, mbaca buku non-fiksi juga bagus kok. 🙂

  40. 16 November 2011 at 06:16

    asop gamau kasih bukunya ke aku??? 😀

    • 16 November 2011 at 09:59

      ….sayangnya, nggak. 😆 😆

      kalo kata novel: “emang kamu siaphanya akyuh??” 😆 *sedikit alay*

  41. 16 November 2011 at 06:37

    Buku John Connolly yang baru saya baca cuma The Book of Lost Things. Ga ada adegan sadis tapi tema dan kalimat-kalimatnya cakep. Butuh waktu lama sih untuk membacanya, tapi dalam rentang waktu itu jadi keranjingan mengutip buku itu :mrgreen:

    Eh Asop udah baca The Leap sama The Last Siege?

    • 16 November 2011 at 09:54

      Saya baru tahu keberadaan John Connolly dari buku ini… 😳

      Wah, dua buku karangan Jonathan Stroud ya? 😀 Belum Mbak. Sekarang saya lagi bosen ama fantasi. Saya lagi demen ama genre thriller-crime. 🙂

  42. 16 November 2011 at 07:56

    thriller,.. sukak banget *kalo buku!!! kalo film, nggak deh yaa,. makasih

    aku suka dengan buku yang alurnya berpindah-pindah, jalan ceritanya jadi tak tertebak sebelum kita selesai membaca bukunya. 🙂

    • 16 November 2011 at 09:58

      Sip! Artinya kamu cocok mbaca buku ini. 😉

  43. 96 kira
    16 November 2011 at 08:50

    wadoh, kebanyakan baca komik, jadi males baca novel berat2. hehehehehe

    • 16 November 2011 at 09:56

      Tak apa, yang penting membaca. 😀

  44. 16 November 2011 at 11:32

    Mas asopppp… ukuran kertas A5 tuh kecil loh. Cuma setengah A4. Beneran ukurannya segitu gede?

    • 16 November 2011 at 12:52

      Kamu belum lihat posting-an saya yang itu ya, yang ada di tautan di atas.
      Bagi kamu A5 kecil, tapi bagi saya A5 itu besar untuk ukuran novel tebal.
      Kamu suka baca novel? Suka pegang buku novel yang kecil apa yang besar? Coba… 😉

      • 100 abinahasya
        18 November 2011 at 10:48

        ya, untuk ukuran novel A5 itu standar, emang rata2 segitu, jd ga bisa dibilang kecil, yg lebih kecil dari A5 adalah B5!

        • 18 November 2011 at 15:51

          Coba Mas Abi lihat novel2 di luar negeri berbahasa inggris. Ada versi kecilnya lho, yang ringan banget dan enak digenggam. Saya lebih suka yang begitu. 😐

  45. 16 November 2011 at 12:52

    Kenapa yaaa sayaa tak suka hal2 yang berbau thriller…
    Asoppp laporan dong, kenapa ya ko linknya asop ga bisa sinkron di blognya zoothera?
    Tahukah letak kesalahan saya di mana?

  46. 16 November 2011 at 13:03

    Spintas menarik.. Tapi kalau liat fisik novel yg biasanya tebal mungkin menjadi… 😀

  47. 16 November 2011 at 13:05

    wih korban pembunuhannya merana sadis bener.

    john connolly..sepintas mirip nama “John O Connor” yang ada di pelm Terminator 😀

    • 18 November 2011 at 16:13

      Oh, iya juga ya Kang, mirip ama tokoh di Terminator itu. 😛

      • 21 November 2011 at 13:02

        yoi 😀

  48. 16 November 2011 at 15:29

    dulu pernah baca novel genre thriller kayak gini, tegang tapi menarik memang

    • 18 November 2011 at 16:15

      Seru itu pas membayangkan setting dan tokohnya. 😉

  49. 16 November 2011 at 15:52

    penggemar novel detektif juga bang?

    OOT: ikutin kontes pertama yang gw bikin yuk >> http://immanuels-notes.blogspot.com/2011/11/give-away-pertama.html

    • 18 November 2011 at 16:15

      Iya dong, makasih ya Bang, udah ngasih tahu saya ada kontes. 🙂

  50. 16 November 2011 at 16:31

    kok sekarang trendnya yang sadis-sadis yah, di film sadis, di buku sadis

    *tadi melayat ke rumah yusnita febri yah? aku ga yakin soalnya bandung-pondok aren kan jauh

    • 18 November 2011 at 16:16

      ….ada orang yang mirip saya ya? ❓

  51. 16 November 2011 at 19:01

    wah keren. aku juga suka cerita detektif (kadang-kadang).

    • 18 November 2011 at 16:19

      Hehe, suka Sherlock Holmes? 😀

  52. 16 November 2011 at 19:32

    mistery??? wah patut dimasukin list of book hunting nih…. 😀

    • 18 November 2011 at 16:20

      Sip! *jempol* 😀

  53. 16 November 2011 at 19:41

    belooommm baaacaaaaa… btw, nice share gan. mari terus ngeblog dan MENULIS SEUMUR HIDUP. hehehe

    • 18 November 2011 at 16:13

      Betul! 😀 TERUS NGEBLOG HINGGA INTERNET HILANG DARI MUKA BUMI! ^^

  54. 16 November 2011 at 20:13

    saya juga doyan buku2 bergenre thriller… sayangnya kalau membaca jarang sampai ceritanya selesai… kadang2 langsung loncat ke endingnya…baru setengah buku sudah nggak dilanjut lagi… hehe

    • 18 November 2011 at 16:12

      Wah sayang sekali padahal asiknya mbaca novel itu ya saat kita berimajinasi membayangkan setting dan tokohnya.

  55. 16 November 2011 at 23:18

    aku sendiri suka bingung
    jaman sd suka banget bacaan berat kaya mark twain atau agatha christie
    sekarang malah ga pernah menyentuh sama sekali

    • 18 November 2011 at 16:04

      Hah? Serius Mas, jaman SD sudah baca Agatha Christie???
      Itu luar biasa banget, Mas… 😯

  56. 16 November 2011 at 23:21

    Seandainya abis baca review ini tiba2 bukunya udah ada di meja belajar kamar saua…

    ckckc…
    HAHA

    Bang Asop ada PR nihh…

    • 16 November 2011 at 23:23

      Saya maksutnyaa…
      hahaha ^^

    • 18 November 2011 at 16:01

      Okeeeee makasih ya udah ngasih saya PR!

  57. 16 November 2011 at 23:44

    iseng liat kesini lagi, eh..bang Asop dapet PR lagi… wkwkwkwkwk

    • 18 November 2011 at 16:00

      Iye nih dapet PR lagi…

  58. 17 November 2011 at 08:18

    ugh… kapan ya saya bisa menikmati lagi ngebaca novel berjam-jam sambil bergelung di atas tempat tidur di bawah selimut di kala hujan gerimis di luar jendela… *hiperbola* ahhhhkk… saya sangat merindukannya T__T *nangis di pelukan Cristiano Ronaldo*

    • 18 November 2011 at 15:59

      Hiks, Mbak Carra lagi sibuk banget sih ya, saya baca di posting-an Mbak…

  59. 17 November 2011 at 11:33

    penasaran pengen baca,,aku khan peminat cerita detektif tapi kok serem juga ya baca ttg darah yg berserakan gitu..

    • 18 November 2011 at 15:56

      Wah, namanya juga genre thriller.

  60. 17 November 2011 at 12:25

    referensi buku menarik nih.. 😀 pengen cari juga deh..

    • 18 November 2011 at 15:53

      Mari membaca novel! ^^

  61. 17 November 2011 at 12:44

    Saleum,
    saya yakin pasti mengerikan alur ceritannya sop, pake mutilasi segala lagi, ah,… untung gak saya baca, takutnya gak selera makan.

    saleum dmilano

    • 18 November 2011 at 15:50

      Hahaha ya baca novel yang lain, Bang. 😀

  62. 17 November 2011 at 13:33

    Aku belum pernah sih baca tulisannya John Connolly. Tapi sepertinya aku gak berani deh baca bukunya yg ini… hehehe

    • 18 November 2011 at 15:49

      Lha ini saya baru baca tulisan Connolly pas buku ini.

  63. 17 November 2011 at 14:55

    harga berapa ni mas asop? mahal gak 😀 dah lama gak ngGramed, kebanyakan maen ke pasar senen…balada pencari bajakan :mrgreen:

    • 18 November 2011 at 15:48

      Hahahaha mana ada novel bajakan? 😛

      • 26 November 2011 at 08:29

        kalo cetakan bajakan nya ada sop…
        kualitas termurah harga terjangkau (tergantung bukunya juga, populer ato gak) 😀

        • 1 December 2011 at 09:31

          Walah, seperti apa sih Mbak, buku bajakan? 😯

  64. 142 abinahasya
    17 November 2011 at 15:44

    mendebarkan kayaknya mas, sy senang jg dgn cerita detektif kayak gini, detectif connan, sherlock holmes jg suka, kalo punya sherlock holmes sy punjem dong heheheh

    • 18 November 2011 at 15:43

      Oh, saya punya banyak buku2 Sherlock Holmes.

  65. 17 November 2011 at 17:13

    wah…. i love cerita sadis…. 😀 hahaha campuran gini ngomongnya…..

    cari ah…… 😀

    • 18 November 2011 at 15:42

      Sip!

  66. 17 November 2011 at 20:42

    keren keren banget bang!!!! boleh dicoba nih ahaha

    • 18 November 2011 at 15:40

      Silakan coba baca ya…

  67. 19 November 2011 at 15:37

    ngeri bgt bang…..
    ga sanggup ngebayanginnya hehehe

    kunjungan perdana saya di mari ya bg 🙂

    • 21 November 2011 at 16:10

      Nanti ada pembunuhan lain lagi yang lebih mengerikan. 😦

  68. 20 November 2011 at 15:45

    Udah beli bukunya, tapi masih nunggu antrian dibaca 😀

    Sop, bagi-bagi tugas yayayaya. Hehehe
    Sila dicek di sini: http://homesweethome87.wordpress.com/2011/11/20/the-eleven-stuff-which-make-me-lazy-to-done-but-its-such-a-fun/

    Makasiihhh ^.^

    • 21 November 2011 at 15:03

      Mantab Regina adalah orang ketiga yang ngasih saya tugas itu. 😛

  69. 20 November 2011 at 15:56

    oh suka genre buku spt ini toh

    • 21 November 2011 at 16:05

      Iya dong Mbak, pengejaran pelaku dan pemecahan misterinya itu menegangkan. 👿

  70. 154 latree
    21 November 2011 at 12:07

    kalo udah selesai bacanya, buatku bukunya ya sop.. 😀

    • 21 November 2011 at 15:05

      Jangan dong. 😉

  71. 21 November 2011 at 21:42

    oh no… saya SANGAT SUKA ngebaca cerita yg agak supranatural n banyak mikirnya.
    kadang klo komplikasinya makin rumit malah makin penasaran saya…
    tp ntr ah sekitar bulan Desember, mo UAS dlu hehehehe

    • 21 November 2011 at 21:47

      btw suka nggak sama novel “Dante Club” sama “Nefertiti”? tu dua2nya juga agak supranatural dan critanya cukup simpang siur (tapi akhirannya apik semua kok)

      • 21 November 2011 at 22:33

        Jangan tanya deh, kalo dua novel itu berbahasa inggris. 😦
        Tanyakan ke saya judul novel yang berbahasa Indonesia.

    • 21 November 2011 at 22:44

      Hati-hati baca ini, adegan pembunuhannya digambarkan sadis. 😦

      • 23 November 2011 at 20:36

        ga kok, itu novel terjemahan juga
        wah sadis? hmmm lumayan ni buat list pembunuhan *ketawa setan*

        • 24 November 2011 at 21:02

          Oh ya? Terbitan tahun berapa?

          Serius, sadis. Itu korban dikuliti, mata dicongkel, dan dilakukan dalam keadaan sadar penuh.

      • 25 November 2011 at 17:51

        Dante Club, karya Matthew Pearl itu aku punyanya cetakan 1 dan 2 pada tahun 2005
        Nefertiti, karya Nick Drake itu punyanya cetakan 1 tahun 2007

        tp terakhir tahun 2008 kemaren Nefertiti diubah judulnya menjadi The Queen. ga tau sih diubah lagi ato ga,

        • 25 November 2011 at 20:03

          Wah, oke, saya coba search di kutukutubuku. 🙂

  72. 22 November 2011 at 15:25

    not my book to read 😀 enggak harus mikir bacanya, jadi enggak cape baca ulang hehehe :mrgreen:

    • 22 November 2011 at 15:26

      kok “saya suka buku ringan”-nya engga ketulis yah ? … 😀

      • 24 November 2011 at 21:30

        Oh ya Bang? Memang gak ada sih…

    • 24 November 2011 at 21:30

      Wah, kalo saya mbaca novel itu harusnya mikir, berimajinasi gitu…

  73. 168 hidausagi
    23 November 2011 at 15:45

    buku “berat” kayaknya.. hmm.. :I
    saya aja baca teenlit mikir.. apalagi ini.. hehehe *lebe* 😛

    • 24 November 2011 at 21:14

      Astagaaa teenlit sih cuma tinggal dibaca mengalir ajaaaa

  74. 26 November 2011 at 08:23

    kayaknya bagus yah, jadi pengen beli

    tapi setelah baca “Oh ya, korban pembunuhan di buku ini digambarkan secara vulgar dan sadis. Saya membayangkannya aja sungguh mengerikan. Dikuliti, mata dicungkil, darah membanjir di lantai, dan beberapa mutilasi…… seperti itulah”

    ih serem…, bisa2 jadi gak nafsu makan, ntar jadi kurus, gak jadi beli aaaah 😀 *pinjem aja maksudnya* hehehe…

    • 1 December 2011 at 09:32

      Iya sini, ayo katanya mau pinjem. 😳

  75. 4 December 2011 at 09:35

    uwahhh…sukaaa…sukaaa….cerita yg kyk begini…
    tapi kalo harganya mahal gitu, alternatif laen buat baca kayaknya musti pinjem deh…

    ehhmm…asoooppp….hehe,, *tuing-tuing* *kedip-kedip*

    • 7 December 2011 at 16:04

      Kenapa, Din? Kelilipan? Sini saya tiup.

      Tunggu saya pulang ke Surabaya ya, kita kopdar, terus saya bawa nanti satu buku (iya, satu aja) yang mau kamu pinjem. 😀 Tapi tolong sampulin plastik ya. 😆

  76. 10 December 2011 at 19:54

    mau….baca….:D suka juga yg mikir…dan pgn bisa bikin jg..

    • 12 December 2011 at 17:07

      Oh, mau bikin buku, Mbak? 😀
      Saya dukung!

  77. 16 February 2012 at 13:03

    wooo, kayaknya klo baca buku ini bakalan ga keukeuh sm deskripsi mutilasi dkk-nyaa T_T

    • 17 February 2012 at 21:56

      Justru itu yang seru.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 972 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: