Vampir Seharusnya Begini, Bukan Begitu!

Langsung pada inti posting-an ini. :mrgreen:  *penjelasan ada di akhir posting-an*

Vampir harusnya begini!

Menurut saya, vampir yang sebenar-benarnya seharusnya berwujud seperti pada cuplikan gambar berikut ini. *klik gambar untuk melihat dalam ukuran asli*  😀

Ini wujud asli. Jelek? Memang iya, jelek. Tapi keren. :mrgreen:

Wujud manusianya seperti ini (diperankan oleh Colin Farrell).

Begini proses berubah dari vampir ke manusia.

Fisik? Jelas kuat. Mobil bisa diangkat dengan mudah.

Selain darah, vampir yang bernama manusia Jerry ini pemakan apel. 😆

Suka makan apel hijau ya, sama seperti saya.

Vampir tak bisa masuk ke dalam rumah jika tak diijinkan masuk atau jika tak diundang.

Kalau terpapar sinar matahari, terbakar.

Kalau manusia tergigit, bisa jadi vampir juga. 😐

Jelek, ya…

Bukan begitu!

Vampir jangan seperti ini… 😐

Sumber gambar dari sini dan sini.

Hanya berkilau saja… 😆   *sparkle sparkle*

Ide posting-an ini dari…

Saya ucapkan terima kasih pada Bang Bayu, berkat posting-annyalah saya bisa membuat posting-an ini. :mrgreen:

Jadi ceritanya, setelah saya melihat satu posting-an Bang Bayu yang berisi pendapatnya tentang film Breaking Dawn part 1, saya jadi ingat satu film yang baru-baru ini saya unduh dan saya tonton. Judul film itu adalah Fright Night, sebuah film keluaran tahun ini, 2011, dan remake dari film tahun 1985 yang berjudul sama.

Saya nggak akan membahas film Fright Night di sini, karena tujuan utama posting-an ini bukan ulasan film. Begitupun Breaking Dawn part 1, karena saya belum menontonnya. 😀  Saya hanya ingin membahas vampir-nya aja. 🙂

Hanya opini saya saja…

Bagi penggemar Edward Cullen, jangan marah dulu. Ini hanya opini saya. 😆 Beda film tentu boleh beda tipe vampir-nya. Serial novel Twilight Saga berfokus pada cerita romantis, hubungan cinta Bella dan Edward, bukan pada perang atau pertarungan vampir. Jadi sah-sah saja penggambaran vampir di sana nggak terlalu menyeramkan, nggak sangar, dan nggak menakutkan. Justru vampir digambarkan sebagai makhluk yang anggun, cool, dan tampak bergaya elegan. :mrgreen:

Lain lagi di film Fright Night, vampir digambarkan sebagai makhluk yang mengerikan, sebagai makhluk pemburu yang menjadikan manusia sebagai makanannya. Tak ada keanggunan sama sekali, yang ada hanyalah image mengerikan sebagai makhluk berkulit pucat, bertelinga runcing, berkuku tajam, dan bergigi taring semua yang selalu bernoda darah. Tapi tetap, bagi saya, vampir lebih keren begini… :mrgreen:

Tangan manusia macam apa yang pucat, berkerut, dan berkuku tajam seperti ini?

Sebagai bonus…

Di akhir posting-an kali ini, saya beri bonus gambar-gambar lucu (bagi saya) yang menjadikan Edward Cullen sebagai bahan utama candaan. Saya dapatkan banyak di Tumblr, dan sumber saya sertakan di bawah supaya narablog sekalian bisa mengakses situs aslinya.

Sumber: dari sini

Sumber: dari sini

Sumber: dari sini

Sumber: dari sini

*******

Nah, bagaimana narablog sekalian menjelaskan makhluk yang bernama vampir? Seperti apa wujud vampir semestinya menurut narablog sekalian? :mrgreen:

———————————————————————————————————————————————————–

Gambar-gambar di atas adalah hasil snapshot sendiri, dari film hasil unduhan. Poster Breaking Dawn part 1 dan Fright Night dari sini dan sini. Sumber sisa gambar yang lucu bisa dilihat di bawah gambar. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

310 Comments

      1. Betul itu! Vampire kan makhluk yang sering dikait2kan dengan kegelapan, jadi seharusnya kebakar di sinar matahari yg melambangkan terang, bukan malah berkilau kayak peri. Edward dan Meyerpire lainnya juga pada gak punya taring, kan? Udah gitu, kulitnya sekeras batu berlian. Duh, berarti si Edward = batu berlian yg dipahat jadi manusia, dihidupin, trus harus minum darah buat hidup, gitu? Yahaaha…. Mana si Edward Gary-Stu lagi. Tugas saya kan, membunuh Mary-Sue/Gary-Stu.

        Boleh sih, vampire anggun (utk menarik perhatian mangsa), tapi tetap harus sadis lah…. kayak Lestat-nya Anne Rice. Secakep2nya masih harus punya taring (kyk Selene dari Underworld). Ah, bodo amet dah! Angel di BtVS jauh lebih cakep dibandingkan Edward Cullen.

        Ini anak SMP loh yang nulis. Oh and, I like the picture with Obi-Wan! I’m a Star Wars fan (not a fangirl, but a female fan).

        Reply

      1. saya juga sepakat… tapi yah emang tergantung genrenya. kalo kayak twilight, vampire-nya harus dibuat sehalus mungkin. bayangin bang alo vampirnya garang kayak di gambar2 awal. efek romantisnya mana????

        Reply

  1. hwahahahaha, yang snape ngurangin poin huffle lucuuuuuu 😆
    saya cuma nonton film pertama dan facepalm sih reaksinya, jadi nggak minat nonton lagi, untuk bukunya juga rekasinya sama jadi ya udah, hehe :p

    Reply

  2. hahaha, nggak tertarik aku sama serial Twilight 😛 Dan memang sih aku banyak baca kritik pedas mengenai konsep vampir dan cerita dari Twilight 😛

    Reply

  3. hahhaha,,, saya penyuka cerita vampire,,
    klo menurutku vampire itu harusnya seperti kelompok Volturi,, tetap mempunyai rupa yang bagus, elegan, dingin, tetapi mempunyai kekuatan yang luar biasa, di balik sisi cool atau anggun-nya mereka tersimpan sisi yang mengerikan, kecepatan, kekuatan khusus.
    dan tentunya Vampire harus tahan dong sama cahaya matahari.. ahahahahaahha

    Reply

    1. Hoho, udah bisa saya tebak bahwa Mas Fad adalah penggemar vampir. Itu URL blog-nya udah jelas sekali. :mrgreen:

      Walah, kalo vampir bisa tahan kena matahari, populasi manusia bisa habis! 😯

      Reply

  4. Pagi-pagi super ngakak. Kalau kata teman saya, si cullen ini vampir bling bling, cocoknya main sama ghetto. Kan ghetto suka bling-bling juga :mrgreen:

    Reply

  5. wakakakaka….. Professor Snape!!
    eh waktu SMP, di salah satu TV swasta kita ada yg muter serial vampir loh. dia tinggal di New York gt, tapi kalo makan, dia nyolong persediaan darah dari bank darah disemacam PMI gitu. trus aku juga suka sekali sama Bram Stoker’s Dracula, hehehe. Keanu Reeves, Gary Oldman, Winona Ryder, ah…. keren abes lah itu film.

    Reply

    1. Nah, saya pun ngakak waktu nemu itu gambar Snape pertama kali. 😆

      Wah wah, saya belom nonton itu Bram Stoker’s Dracula! 😀

      Reply

  6. aku ngakak baca gambar2 yg di bagian akhir.hahaha..
    begitu baca postingan di bagian awal, sudah ketebak mas kalo alurnya bakal bandingin sama si Edward Cullen.
    tapi ya setuju juga sama pendapatnya mas Asop, bergantung dari alur filmnya kayak gimana.
    dan, sepertinya sayang aja kalo yg jadi vampir itu Robert Pattinson tapi pas berubah jadi vampirnya, gantengnya Robert Pattinson gak kelihatan *jadi serem maksudnya*. hahaha

    Reply

    1. Hihihi soalnya vampir mana lagi yang sekarang lagi ngetren, ya ‘kan? :mrgreen:

      Nah, ‘kan, masih banyak pro dan kontra dari wujud vampir Edward. 😆

      Reply

  7. Om Colin Farrel keren :blink2:
    tapi emang setuju sih, harusnya vampir itu nyeremin.. walaupun wujud manusianya cakep (banyak cerita yang mengisahkan vampir itu sosok yang cakep bin keren), tapi wujud vampirnya harusnya sih nyeremin…

    Reply

    1. Hehe, Colin Farrell juga salah satu aktor favorit saya lho. :mrgreen:

      Wujud manusia boleh ganteng dan cool, tapi wujud vampir asli tetap harus menyeramkan. 😉

      Reply

  8. hahahahaha… btw, kalo vampir anggun itu wajar loh.. mereka kan asalnya memang dari keluarga bangsawan… tapi kalo keliatan klemer klemer kaya edward sih kok males banget yaaak.. wakakakakka

    Reply

  9. Kyaaa….gue gak suka vampir yang serem begitu *walopun ga suka model robert pattinson juga sih, hihihihi*.

    gue lebih suka sosok vampir di film Dracula 2000. Ih hensem abis yang maen, hahahahahahahah.

    Reply

  10. Aih… cakep ceritanya!
    Selama ini yang terbayang di pikiran saya, vampir itu ya seperti vampir yang ada di cina lengkap dengan pakaian khasnya…
    *Kebanyakan nonton boboho kali ya? hihi…. 😀

    Reply

    1. IYa sih, jaman dulu saya kecil juga nonton pilem horornya yang siang2 itu, di RCTI kalo ga salah, filmnya dari mandarin melulu. 😆

      Reply

  11. hehe.. Setau saya vampir itu yah kayak yang di film cina itu lompat- lompat, terus biar bisa berenti dikasih kartu atau apa itu warna kuning. Ya gag sih?

    Vampir ganteng gitu si mana ada yang takut. hehe

    Reply

  12. bagi saya setiap orang punya bayangan sendiri tentang makhluk2 fantasi ini, saya sendiri juga, saya selalu membayangkan kalau vampir ya berubah jadi kelelawar seperti di bram stoker 😀

    Reply

  13. Menurut saya pribadi sih, vampir tu makhluk yang butuh perhatian. Kenapa dia gak doyan sayuran? karena emaknya dari dulu ngajarin minum darah. Kenapa dia gak suka salim kalo ketemu orang? ya, karena dia diajarin gigit sama bapaknya. kasian kan, sop? 😦

    Reply

  14. Iya bener, gak masalah vampir suka apel, asal kalo kena sinar matahari dia terbakar, bukannya hanya berkilau saja. Tapi mendingan itu Mas, daripada vampir yang di negara negara berkembang. Biasanya kalao di negri ini kan vampirnya seneng pake baju compang camping. Coba kalo di negara maju, mereka pake jas, jauh lebih keren hehe..

    Reply

      1. Kalau kuntilanak beda lagi Mas. Kuntilanak di sini berwajah pucat pertanda kurang gizi. Kalau hantu perempuannya negara maju cantik2, tandanya makmur 🙂

        Reply

  15. setujuuuuu…. tuh cerita vampir2an tapi sampe bukunya tamat ga ada pertempuran dan yg mati di antara tokoh2nya… *cuma baca cepat breaking down terkakhir XP
    beda amat ma HP yang minimal ada pertempuran dan ada yg mati *lho ini ngarepin cerita gimana sih? =P

    Reply

  16. Setau Nay makhluk vampire itu emang nyeremin,, dan Nay pun heran kenape pade suka banget ma si edward, untunglah.. Nay kaga ngikutin pilem twilight kurang ngeHOROR menurut diriku pribadi..:) hehehe

    Reply

  17. Bebas-bebas aja sih mau menggambarkan vampir kayak gimana. Tapi lucu juga ya ngebayangin ada vampir yang berpenampilan banci hihihi #apasih

    Reply

  18. iiiiihh, serem banget vampire yg itu..
    iya juga sih kalo vampire’a serem ky gitu mana ada remaja cwe yg mw nntn Twilight..
    oiya Korea juga bikin drama ttg vampire juga, lho,hahha.. Judul’a Vampire Prosecutor #promo ,hihii

    Reply

  19. setuju Sop, vampir yang di foto2 diatas lebih keren ,
    kayaknya memang cocoknya kalau vampire ya kayak gituh … 🙂

    kalau yg di twilight saga ,
    vampire nya gak ada serem2nya acan euy ….
    salam

    Reply

  20. lama banget ga berkunjung.. 😀
    apa kabar mas asop?

    kalau saya nggak berani nonton vampir yg terlalu serem,paling banter saya nonton Let Me In
    recomended!

    Reply

  21. wkwkwk sumve,gak banget liat foto vampir yg di awal ,malem2 gini.. zzzttt
    tapi ngakak jugak baca berikutnya,, iya yah si edward kekuatannyah cuman sparkle tring tring.. gak ada tujuan hidup. sayah kbetulan pernah nongton yang part 1 dan krik krik,, ngantuk bok, actionnya biasa banget.palingan asik ngeliat yang ganteng2 ajah,bukan edward, tapi bapaknya edward siapa tuh lupak namanya ahaha #jiahhhh. tapi yang lebih elegan lagi,itu tuh si vampir cina. rambutnya dikepang n klimis bok wkwkwkwk

    Reply

    1. Yah, walau bagaimanapun bagi yang sudah mbaca novelnya pasti penasaran seperti apa penampakan dalam filmnya. 🙂
      Saya sendiri gak mbaca novelnya, dan film-nya pun belum nonton yang terakhir ini. 😉

      Reply

    1. vampir yang digambarkan di serial twilight itu, sudah terlalu jauh dari makna vampir yang sebenarnya. Kalau sudah seperti itu, lebih pantas kalau twilight disebut fairytale ketimbang genre angs-horror T__T trus, horor apanya, ya. 70% dari serial itu bergenre romance 😀 ah, tapi tetap saja, ya. saya suka mengkritik film yang ‘sok horor’ tapi gak pernah suka nonton tema horor 😛

      Reply

  22. link unduhnya mana? biar saya bisa unduh juga 😀
    eh, satu pertanyaan, gimana cara mendapatkan gambar seperti itu? di prt scr sysrq?

    Reply

    1. Eh aduh Mas, maap, unduhnya via torrent, cari di The Pirate Bay. 😀

      Nah, Mas Ari pake media player apa? Kalo saya pake VLC Media Player, dan sudah ada caranya itu untuk ngambil cuplikan gambar. Masing2 media player berbeda tombol perintahnya. 🙂

      Reply

        1. Oh, kalo saya di Mac saya tekan Command+Option+S. 🙂
          Mungkin kalau di Window$ tombolnya adalah Ctrl+Alt+S. Coba cari tahu di bagian “video” di atas. 🙂

          Reply

  23. saya dan annesya menyebut dia si edward cullun
    sudahlah jangan mbahas2 edward cullun
    malas
    dia vampir tapi lemper, cemen
    taunya cuma cinta2an doaaaangggggggggggg arrrhhh *pegel pengin mbejek*
    asop aku share ini yaa

    Reply

    1. aku paling suka gambarnya prof.snape (haha suka banget snape), sama voldemort hakhakhak… sampe ngelu si dark prince ngadepin si culun… terus gambar narutonya itu juga
      kebeneran barusan nonton naruto

      Reply

      1. Itu lucu bangeeeet tahu, yang prof. Snape. 😀
        Saya dapetnya kebetulan banget search gambar di google dengan kata kunci “Edward Cullen SParkle”, eh dapet. 😆

        Reply

  24. ahiak, gue kaga suka pilem twilight dan vampire-nya menurut saya letoy bangeeeeet. jadi saya mah ketawa-ktawa aja lihat edward cullun di-humilliate… hahahaha :DD

    Reply

  25. gyahahahaha aku juga jijik ngeliat Cullen. kesan dari awal tuh uda kyk homo, bukannya cool gtu. mana pas kena matahari jadi kyk berlian. klo di Indonesia uda dikulitin tu buat loak 😆
    klo vampir kyk di film Fright Night sama Van Helsing tu bru yg namanya vampir!

    Reply

  26. ya terkadang manusia memang memerlukan imajinasi untuk memenuhi waktu-waktu senggangnya kali ya… hehe…
    terakhir nonton film yang horor malemnya mimpi buruk dan sudah…. diteruskan dengan nonton liga ingris saja…. Yo’ll never walk alone…. hehe

    Reply

    1. Ooooh, apakah Mas Hakim sama kayak saya, yang ga suka horor? 😀
      Saya akui, saya bernyali kecil, kalo nonton pilem horor bisa kebayang terus seramnya. 😎

      Reply

  27. Hahahaha,,, unyu2 ya Vampire-nya..?? Lebih serem dari Indonesia (Dulu) jaman Suzana, kalo skg horornya Vulgar semua, xixixi… 😛

    Reply

  28. ngoahahahahahaha… untungnya saya bukan penggemar si cullen
    pernah nonton filemnya, tapi jadi ngantuk dengerin vampir itu cuman ngomong “wud yu meri mi bella?”
    ituuuu mulu sampe mau abis filemnya 😆

    Reply

  29. ih, mau sya ketemu vampir klo vampirnya colin farrel. dah bosan ma cullen.
    upss.. penggemar cullens bisa2 ngamuk ini. hihihi…
    #kabuuurrr…

    eh, link donlotnya dung mas asop. 🙂

    Reply

  30. waktu itu baca buku 100 Tiran Penguasa Dunia (sejarah). Ada satu cerita tentang perempuan yg notabene seorang bangsawan, dia suka minum darah manusia. Katanya, bikin awet muda terus bisa bikin kulitnya jadi mulus bagus atau apalah itu. Katanya dari situ asalmula vampir. kalau vampir dalam benak saya sih wujudnya seperti manusia biasa tapi punya taring buat minum darah, yah mirip mirip cullen gitu dah 😀

    Reply

    1. *glek* Kayak apaaaa ya rasa darah… 😦 Apa enak? Duuuh aneh2 aja… 😦

      Lho, kok yang saya baca di beberapa sumber beda ya? Vampir itu asalnya dari sebuah cerita rakyat di eropa, makhluk yang menghisap darah mankhluk hidup atau jenazah. 🙂

      Reply

      1. cerita ini juga dari eropa, nama perempuan itu Elizabeth Bathory. banyak kak sejarahnya di google. saya merinding untuk mengulang menceritakannya 😦 tapi sejarah ini masih ada hubungannya kok sama asal muasal vampir

        Reply

  31. buset dah, dah lama gak berkunjung kesini, kaget! serem amat… tak kirain itu gravatar nya asop yang baru

    kayak jailangkung ajah, gak dateng kalo gak di undang 😀

    Reply

  32. setuju bangedh sama judul postingannya! 😀

    yang pasti pampir itu jangan bentuk kotak terus warna kuning, wew! kyak ngomongin spongebob =,=
    *lagian saya blum pernah liat wujud asli pampir, tapiii VAMPIR HARUSNYA BEGINI! YEY!!! /

    Reply

  33. TETEP KAKANG MAS EDWARD CULLEN!!!!!!!!!!!!!!!! haha.. lumayan kalo dia bersinar, bisa jadi lampu disko. yaahh.. dari genre dan alur critanya aja cewek bangets dan tentunya target fansnya juga cewek cewek (termasuk saya, saya twihard lho(sebutan buat penggemar Twilight saga) dari tahun 2008)) . sekarng nih, dari sudut pandang cewek, kalo vampirnya kayak monster mah mana ada cewek yang mau?
    kalo seganteng mas Edward Cullen mah mau dia vampir apa mutan tetep aja bikin cwek2 melting gara gara senyumnya.. heheh

    Reply

  34. Kalo vampire-nya Edward emang imajinasi sang penulis novel. Kalo ga salah, di novel si Bella awalnya mikir yang serem2 tentang vampire. Tapi ternyata persepsi Bella salah total.

    Yah, namanya juga tokoh fiksi. Bisa muncul berbagai macam versi, termasuk vampire versi China yang lompat2, yang bikin temen saya nyeletuk, “Kalo Edward vampire, kok jalannya ga lompat2?”

    Reply

  35. ya sesekali pocong atau hantu di Indonesia juga digitukan
    biar image hantu di Indonesia tidak selalu menakutkan dan menjijikkan
    misalkan pocong pake pita ping, trus sundel bolongnya pake baju bersih dan dirias cantik
    kayaknya bakal enak nonton film horror yang kayak gitu 😀

    Reply

  36. kira-kira vampir sama pocong kalo berantem menang mana yah?
    atau mungkin di Indonesia ada pocong peranakan indo, jadinya pocong vampir bisa gak yah?..
    hehehehe (khayalan tingkat tinggi..)

    Reply

    1. Seperti biasa, Mbak Fanny, berkunjung ke semua narablog yang telah meninggalkan komentar di blognya, dan komentar Mbak Fanny SELALU singkat.

      Reply

  37. pastinya vampir ga bisa hamilin manusia :p

    aku lagi suka sama walking dead, kalau sempat nanti aku review, atau asop saja yg review

    Reply

    1. Gyahahahahaha you got the point.

      Hmmmm Mas Rio aja deh yang review, saya gak sempat nge-review. 🙂

      Saya juga ngikutin The Walking Dead. Itu bagus banget. Saya nunggu Season ketiganya. 😉

      Reply

  38. LOL “I’m sparkle??”
    saya sih nggak suka sama edward, mending si angel ya itu, yg pacarnya buffy? hahah
    tapi kalo pendapat soal vampir…, hmmmmm namanya vampir, harusnya sih ya nyeremin ya~~~xD

    Reply

    1. Bukan “I’m Sparkle” tapi “I sparkle”. 🙂

      Nah, serial “Buffy the vampire slayer” itu saya gak ngikutin. 😉

      Oh tentu, vampir itu harus nyeremin!

      Reply

  39. aduuuh disini mau kasih comment aja scrollnya panjang bener hehe..

    kalo menurut aku ya bener kata kaka krna emang ceritanya cuma fokus antara bella edward dan romantisme lainnya vampire ga digambarkan seserem yg diatas itu. tapi kalo ada film vampire kaya gitu aku ga mau nonton ah. jelek dan serem iiiih..

    Reply

  40. Di serial the vampire diary klo gak salah juga vampire itu gak bs masuk ke rumah orang klo gak diundang terlebih dahulu..

    Tapi entah kenapa sop.. aku sering mikirnya vampire itu yg seperti film china jaman dahulu kala yg suka loncat loncat dan kita bs kabur klo gak bernafas.. hahahaha.. daann drakula seperti apa dong?

    Reply

    1. Nah, saya jadi rindu film horor vampir mandarin jaman dulu. :mrgreen:

      Ada lagi nih yang belum tahu bedanya vampir dan drakula. 😀
      Dua itu sama aja, Mbak. Vampir duluan yang mencuat sebagai cerita rakyat (folklore), bercerita tentang makhluk yang menghisap darah makhluk hidup atau jenazah.
      Nah, di tahun 1800-an, muncul novel “Count Dracula” karangan Bram Stoker yang membuat tokoh Drakula berdasarkan folklore vampir tadi. Begitu. 🙂
      Semuanya mitos dan fiksi sih.

      Reply

    1. Boleh saja jujur, mengapa tidak. 😀

      Sayangnya, dracula dan vampir itu sama. Dracula dan vampir itu tak ada bedanya, yang satu folklore, yang satu cerita fiksi yang berdasarkan pada vampir.

      Vampir duluan yang mencuat ke permukaan. Vampir ialah sebuah cerita rakyat (folklore) —atau ada yg bilang mitologi— mengenai makhluk yang menyedot darah entah itu darah makhluk hidup atau darah jenazah.

      Nah, istilah “Dracula” baru muncul saat tahun 1897 di dalam novel horor fiksi karangan Bram Stoker. 😀 Pak Stoker membuat karakter Count Dracula berdasarkan cerita rakyat vampir tadi. Begitulah ceritanya. 😉

      Reply

  41. Aku suka novelnya. Empat-empatnya aku baca. Tapi filmnya memang mengecewakan. Pemeran Cullen sama sekali nggak ganteng. Titik.
    Sepuluh menit nonton Twilight, aku tidur. Filmnya membosankan, menurutku. Makanya aku nggak mau buang-buang waktu untuk nonton film-film berikutnya. Tapi selera orang beda-beda, toh? ^_^

    Reply

    1. Oh, ada ya tenryata, yang menganggap Robert Pattinson gak ganteng… :mrgreen:

      Saya pengennya Edward Cullen itu bisa bertransformasi gitu… Kukunya memanjang dan daun telinga meruncing. 😀

      Reply

  42. dibagian vampir ga bisa masuk dalam rumah kalo ga diundang..
    apa memang ada mitosnya ya Sop? soalnya di film Let Me In juga gitu..
    kalo dia paksa masuk rumah tanpa diundang, jadinya malah mandi darah..
    btw, gambar yang paling kocak tuh yang Prof. Snape
    “No, Diggory. Vampires don’t sparkle. 50 points from Hufflepuff”
    wkwkkwkwkwkwkkwkwkwkwkwk…
    mantap lah!

    btw, karena Asop juga suka baca buku,
    (nih kalo blom baca ya) saya rekomendasiin buku Lisey’s Story oleh Stephen King
    ceritanya mantap Sop
    (sekedar rekomendasi, semisal udah pernah baca, hiraukan saja rekomendasi ini, hehe 😉 )

    Reply

    1. Aaaa.. Fier suka Stephen King, ya? Aku seumur hidup baru baca Rose Madder dan itu baru nyebutin judulnya aja udah merinding (iya, ini sekarang aku ngetiknya sambil merinding :D)
      Asop, maap ya jadi OOT di komen kamu :p

      Reply

      1. iya Bu, saya suka gaya menulisnya..gaya tuturnya…saya sampe begadang hanya karena baca novelnya..sampe-sampe saya nulis status di FB saya:
        to Stephen King
        “Kolam-bahasa, kolam-mitos, tempat kita semua datang untuk minum” (King, 699:2006)
        Ya, aku pun datang ke kolam itu, merasakan kerikil-kerikil kecil yang menggelitik telapak kakiku, menikmati sensasi air kolam yang dingin (tidak hangat, kau tau itu?) menyapu kulitku, dan aku melihat ikan-ikan kecil berenang lincah, sisik mereka memantulkan cahaya bulan purnama (ya, selalu purnama) yang keperakan. Tapi sekarang aku sudah pulang. Tempat itu tak hanya aman, kau tau? tapi juga nyaman, dan terkadang membuatku sedikit (aku tak tau bagaimana menggambarkannya) deg-degan.

        P.S: Aku bukan McCool/Dooley/Doolin. Aku hanyalah penikmat tulisanmu. 😉

        saya akan beli novel2nya selanjutnya, 😉

        Reply

        1. Ouw, kalian berdua fans Stephen King? 😯 Stephen King ini orang yang gak percaya pada Tuhan itu kan? Ya ‘kan? Stephen King yang itu, ‘kan?

          Reply

    2. eh mau numpang nimbrung, di serial The Alchemyst-nya Michael Scott dan kata om Wiki juga disebutin kalau vampir gg bisa masuk suatu wilayah kalau tidak diundang, ya baguslah masih punya sopan santun

      Reply

    3. Ada kok, ada. Vampir ‘kan sebuah folklore dari tanah eropa, dan ceritanya sih begitu. 🙂

      Jadi, cerita “Count Dracula” itu buatan Bram Stoker yang berdasarkan vampir itu.

      Iya, saya paling suka yang itu, 50 poin Hufflepuff dikurangi.

      Hmmmm saya sendiri bingung, di mana bisa mendapatkan buku2 Stephen King. Apakah itu buku keluaran lama? Kalo iya, sulit. 😐
      Lagipula saya belum pernah sama sekali membaca karya beliau. 😀

      Reply

      1. Punya saya (Lisey’s Story) tuh keluaran tahun 2006, tapi masih ada di Gramed, ato mungkin di toko buku murah yang pernah Asop ceritakan.

        I dunno either he is religious or not. I, actually, don’t care..hehehe 🙂
        saya hanya suka gaya tuturnya…berbeda aja..
        sama uniknya dengan Jodi Picoult yang suka memasukan lelucon dan kata-kata bijak dalam novelnya

        🙂

        Reply

    1. Duh, jangan gitu dong. Vampir itu gak bisa kelihatan di kamera lho.
      Gak tampak bayangannya di kaca, dan gak bakal bisa terrekam film atau kamera.

      Reply

  43. Yeaaah all hail to this post 😀
    Edward Cullen memang emm sebuah anomali dalam dunia kevampiran
    bagus gg tuh film Fright Night-nya ?
    transformasi dari vampir jadi manusianya lagi kereeen 😀
    angle cewek yang jadi vampir yang pertama, agak gimanaaa gitu :3
    klo vampir ceweknya bibirnya lebar ya kayak kuchisake-onna
    LOL gambar2 dari Tumblr-nya gokil 😀

    Reply

    1. Oh, lumayan lah, film “Fright Night”-nya. 🙂

      Sayang banget adegan seram vampirnya di film itu kurang. 😦

      Itu cewek yang main di film “28 Weeks Later” lho.

      Reply

    1. Iya. Hahaha..

      Duh, film horor mandarin vampir jaman dulu itu bagus lho, bisa menggabungkan antara komedi dan horor dengan sempurna tanpa adegan panas macam film horor Indonesia. 😐

      Reply

  44. Hahaha. Vampir di Twilight emang dah banyak jadi sasaran olok2, terutama penggambaran bahwa kulit vampir itu bisa berkilauan kalau kena sinar matahari. Padahal di cerita2 vampir yg lain aja, vampir paling takut ama sinar matahari

    Yg belum ketahuan adalah, apakah vampir Twilight ini juga takut ama bawang 😆

    Reply

    1. Seharusnya, vampir di Twilight itu kalo kena sinar matahari langsung hangus terbakar. 😀
      Mungkin sifat vampirnya sudah melunak. 😆

      Reply

  45. hahahahaha…..satu hal yang senang saya mampir di sini adalah ” Menyegarkan ” apalagi nih pas nunggu macet rada cair………..apa kabar mas? maaf baru nongol 🙂

    Reply

  46. Vampir jaman sekarang udah modern kali ya, hahahaha…. 😆
    Kan kayak Syahrini, suka bling-bling gitu, wkwkww…. 😆
    Btw, itu si vampir di film Fright Night keren banget ya 😀

    Reply

  47. Yang jelas, vampire itu harus nyeremin dan bikin saya merinding…
    Kalo ganteng sih bukan vampire namanya, tapi cowok keren!

    Sop, hebat euy bisa ngumpulin segala jenis vampire kayak gini, apalagi kalo bikin posting ini tengah malem pas malem Jumat…wuih, hebat kuadrat jadinya 😀

    Reply

  48. “Vampir tak bisa masuk ke dalam rumah jika tak diijinkan masuk atau jika tak diundang” wah lebih sopan ya Vampir ini ketimbang Jelangkung yang datang nggak di jemput pulang nggak dianter 🙂

    Reply

  49. Keren lah tu vampir :mrgreen: aku gak pernah ngurusin seharusnya gimana, tapi kalau vampir yang bener si emang kudu bikin yang liat jijik dan takut 😆

    Reply

  50. Nah, jadi sop. Berhubung melalui sudut pandang sastra populer film itu termasuk salah satu bentuk dari karya sastra, mungkin aku bisa ngasih sedikit pendapatku tentang fenomena vampir ini 😉

    Jadi, yang namanya sastra populer (dalam hal ini adalah film) adalah suatu karya yang audience-centered dimana poros utamanya adalah penonton. jadi harus memenuhi selera penonton. Nah, kalo suatu karya itu dominan konvensi (dalam hal ini konvensinya : vampir mesti serem), karya itu ga bakal laku. Harus ada invensi yang disajikan. Naah.. ini dia yang bikin kita, aku, kamu jadi geli ngeliat fenomena film vampir jaman sekarang. Vampirnya cakep, ples VEGETARIAN. apaan coba ?? Tapi yang dominan dijual adalah romancenya sop. bukan horornya. Oleh karena itu timbullah genre baru ROMANCE-HORROR.

    Jadi, semua itu semata-mata hanya untuk kepentingan komersil. Biar filmnya laku 😉

    Reply

    1. Hooooo… 😯 Ternyata begitu. Makasih atas penjelasan Agry. 🙂

      Eh tapi ya, saya malah gak setuju kalo serial film Twilight dikategorikan ke dalam genre “romance-horror”. Saya gak suka kalau disebut “horror” meskipun itu genre campuran dengan “romance”. 😐
      Lebih baik campurkan dengan “thriller” jadi “romance-thriller”. Saya lebih suka begitu. 😦

      Masalahnya, dalam film2 serial Twilight, tak ada sama sekali unsur horornya. 😐

      Reply

      1. hehe.. mau gimana lagi, 4n4K 4bHegHe kan pada umumnya nganggep Twilight itu rada serem gimana gitu.. Romance-horror deh mereka bilang 😀 karena emang target pasar dari film itu sendiri adalah abege.

        Hal ini juga kejadian di dunia musik sop, kalo dulu musik itu liriknya dalem dan juga harmonisasinya luar biasa memorablenya, lha kalo sekarang ?! ngeluarin album udah kayak jualan kacang goreng 😦

        Reply

  51. yang serem dan sangar lebih mengasyikkan ditonton. 😈 like a fun ride. hehe. kalo yang satu lagi, no komeng deh. masing2 ada penikmatnya sendiri-sendiri. 🙂 cuman saya bayangin, apa jadinya ya kalo edward cullen lompat2 kayak vampir cina, trus melakukan dialog2 drama dengan bella. 😆

    Reply

  52. (masih dipengaruhi opini waktu kecil yg berdasarkan film kartun Desney), Vampir itu sosok laki2 jangkung, kurus, pucat, pakai jas hitam, dasi kupu2 merah, jubah hitam, rambutnya kayak Dedy Corbuzer dulu, mata merah, bisa berubah jd kelelawar, itu aja sih….eh kalau main ke Lembang, vampir ya ke rumahku..!

    Reply

  53. asal podolski, muller dan oziel serta gotze masuk daftar line up sepertinya timnas jerman bakal menarik…
    🙂
    mereka yg saya suka dari timnas jerman…
    😛

    Reply

    1. Hmmmmmm dibilang benci Twilight gak bisa juga sih, karena saya belum nonton semua film Twilight dan belum membaca semua novel Stephanie Meyer. 🙂
      Ini hanya pelampiasan kekesalan sejenak, karena setelah saya melihat kekerenan vampir dalam film “Fright Night”, saya langsung teringat pada kecupuan vampir di Twilight.

      Reply

    1. Wah Mbak, saya gak ngikutin serial Buffy, soalnya saat serial Buffy nge-booming, saya masih belum suka nonton serial. Kalo ga salah saya masih SMP… :mrgreen:

      Reply

  54. hahhahha saya penggemar film twilight loooh,tpi bner jg sih,,vampire itu harusnya giginya runcing,trus serem,,
    hmm mas boleh saya tukeran link ..ini link saya http://blog.umy.ac.id/ghea kalo boleh trima kasih bgt,,:D
    kabarin yah mas kalo sudah terpasang,,saya akan sering2 berkunjung… 😀 terima kasih..

    Reply

  55. Ahahaha iya Mas, saya meskipun anak ‘angkatan sekarang’ tapi setuju deh kalau Cullen itu sama sekali nggak vampir, terlalu cakep (dan kenapa dia harus sparkling!!!!! *ketok-ketok meja* ). Tapi kalau di Twilight si Robert Pattinson jadi vampir seserem yang dimainin Colin Farrell kayaknya ga laku ya 😛

    Reply

  56. Buat aku vampir itu gak serem.Tapi buat aku vampir itu lucu suka nya loncat loncat.hehehehehe :>

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s