[Bukan Review] Sherlock Holmes: A Game of Shadows – Film yang Harus Anda Tonton!

Lama nggak nongol di dunia per-blog-an, begitu muncul, saya langsung mempromosikan film Sherlock Holmes terbaru. :mrgreen: Maklum, ini film sayang untuk dilewatkan. Meski kesibukan menerjang, bahkan untuk blogwalking aja sulit nyari waktu, hanya untuk nonton film ini aja harus saya sempatkan. 😀  Itu tekad saya sebagai pembaca hampir semua serial cerita karangan Sir Arthur Conan Doyle ini —oh yeah, saya fans Sherlock Holmes. Dan syukurlah, saya berhasil nonton saat hari tayang pertamanya di Indonesia. 😉

Baru aja malam tadi, hari jumat (23/12), saya nonton film kedua Sherlock Holmes, kali ini dengan sub-judul A Game of Shadows. Luar biasa. Saya puas sekali nonton film ini. Selipan komedi rasanya lebih banyak, dan adegan aksi lebih masif ketimbang film yang pertama. 🙂

Nih bukti saya udah nonton film-nya

Silakan baca ringkasan cerita dan review di imdb.com atau di Rotten Tomatoes. 🙂

Sedikit cuplikan gambar para pemeran

Tak ada cuplikan gambar alias screenshot milik saya sendiri di posting-an kali ini. Mari, saya perkenalkan beberapa tokoh yang ada di dalam film via cuplikan gambar yang saya pinjam dari imdb.com.

Kedua tokoh utama, masih diperankan oleh aktor yang sama, sebelah kiri Dr. John Watson (Jude Law) dan sebelah kanan Sherlock Holmes (Robert Downey Jr.).

Tokoh yang belum muncul di film pertama, kakak kandung Sherlock Holmes yang sama-sama eksentrik dalam bidang lain, Mycroft Holmes (Stephen Fry). Mycroft berusia tujuh tahun lebih tua dari Sherlock, dan bekerja untuk Pemerintah Inggris.

Tokoh rekaan yang tak ada dalam cerita asli Sherlock Holmes, Madam Simza (Noomi Rapace), seorang peramal kartu tarot dari kaum gypsy.

Musuh bebuyutan Sherlock Holmes, seorang profesor di bidang matematika, jenius dan brilian, juga juara tinju saat masih kuliah, Prof. James Moriarty (Jared Harris). Sherlock sendiri menjulukinya The Napoleon of Crime. Sudah otak encer, kaya, punya banyak koneksi dalam pemerintahan Inggris pula. Apa lagi yang pantas dilakukannya selain menjadi dalang pemikir berbagai kejahatan di dunia? :mrgreen:

Dialog yang paling saya ingat…

Ada sebuah adegan dan dialog yang paling saya ingat dari film Sherlock Holmes yang pertama. Berikut cuplikan dialognya.

Watson   : “Get that out of my face.”
Sherlock: “It’s not in your face, it’s in my hand.”
Watson   : “Get what’s in your hand out of my face.”

Yeah, dan dalam film yang kedua ini, dialog tersebut terjadi lagi. 😆 Tentunya dalam momen yang lebih kocak dan memancing tawa. 😆

Akhir kata…

Narablog sekalian harus menonton film ini. Bagi penggemar Sherlock Holmes, bagi yang udah membaca semua maupun beberapa ceritanya, ataupun yang masih asing terhadap serial cerita Sherlock Holmes, saya sarankan menonton film ini, Sherlock Holmes: A Game of Shadows. 🙂  Film ini sangat menghibur dengan plot-nya yang menarik dan cenderung mudah untuk diikuti —meskipun harus agak berpikir juga. Begitu selesai menonton, penonton akan dibuat terkejut dan kagum dengan keahlian Sherlock. Saya yakin itu. 🙂

Tak usah nonton film yang pertama untuk mengerti jalan cerita A Game of Shadows ini. Cerita tak berhubungan. Siapa tahu setelah nonton film ini, narablog sekalian jadi ingin menyaksikan film yang pertama. :mrgreen:

Jadi, tunggu apa lagi? :mrgreen:  *Oh ya, saya tahu, nunggu hari senin ‘kan, harga paket hemat (pahe).* 😳

Selamat menonton! 😀

———————————————————————————————————————————————————–

Gambar-gambar di atas saya snapshot dari imdb.com. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

202 Comments

  1. Wah, bener-bener recommended banget yah? Hmmmmm…

    Ah, aku ini selalu gini nih. Excited begitu membaca review positif tentang film, tapi aksi (pergi ke bioskop maksudnya) nol besar, wkakakaka 😆 . Habis mau gimana lagi, tiket bioskop mahal euy disini 😛

    Reply

      1. Kalo film baru biasanya jarang download-annya Lung. Kalo ada biasanya kualitas gambarnya jelek, ahahaha.

        Harga tiket nonton yang biasa per orang sekitar 12 euro alias sekitar Rp 140.000,-. Di Indonesia harga segitu udah dapet yang kelas premier kan ya bioskopnya. Ini cuma dapet kelas biasa aja, hahahaha 😆

        Reply

  2. ahhh saya lupaa sama film inii, padahal udah menantinanti
    kalau kamu suka film ini karena memang fans sejati Sherlock Holmes sop, kalau saya suka sama film ini karena ada Jude Law nya hahahahaha *jujur*

    Reply

  3. aku termasuk yang asing nih dengan Sherlock Holmes. baik buku maupun filmnya, gak pernah tau.
    hemmm.. sepertinya harus ngantri ya,. minggu depan baru mau nonton MI4 soalnya Sop.. hwehehe 😀

    Reply

  4. Saleum,

    Aku gak begitu suka dengan cerita misteri, biasanya karya sherlock Holmes adalah berbau misteri ya sop? lebih suka yang action nya kental.

    saleum dmilano

    Reply

  5. Asop, mbok kalo review film itu yang menarik. Coba jabarkan di sebelah mana nilai humornya, kenapa orang sebaiknya kudu nonton film ini, bukan cuman nampilin potongan adegan yang cuman Asop sendiri yang ngerti makna menariknya..

    Reply

    1. Hehehe, ya maap Mbak, memang ini posting-an bukan untuk review. :mrgreen:

      Lha saya nulisnya spontan langsung begitu sampe rumah. Saya udah ngantuk banget, dan akhirnya di atas saya udah tulis dan kasih tautan ke situs imdb.com dan rotten tomatoes untuk melihat review di sana. 🙂 Apakah Mbak nggak melihatnya? 😛

      Lagipula, kalo Mbak Vicky sudah mengenal gaya posting-an review film saya yang biasanya, pasti Mbak langsung sadar bahwa posting-an ini bukan review film. Coba bandingkan dengan review film saya untuk “Blindness”, “Repo Men”, dan “The Other Guys”. Mbak harus mencoba membacanya. Beda banget ‘kan? :mrgreen:

      Baiklah, dengan ini, saya ubah judul posting-an saya, saya tambahin “Bukan Review” biar gak ada yang kecewa lagi. 😀

      Reply

  6. makanya selama ini, kayaknya ada yang kurang. Waaah, lama ga dengar info tentang kan asop. Alhamdulillah sekarang sudah aktif lagi. 🙂

    Reply

  7. Kalau nonton film paling blakangan ini cuman naruto doang…wkwkwkwkwkwk.., tapi kalau yang kocak2 seperti ini mungkin Q juga tertarik gan…

    Reply

  8. tiketnya ada dua, dan biasanya orang yang nonton berdua film yang baru tayang adalah yang pacaran, artinya bang Asop lagi ma pacarnya yah..ehhehe

    Kasus Selesai^_^

    Reply

  9. belum sempat nonton sop.. kemaren udah penasaran duluan ama Mission Impossible sih.. pengen cepet hari selasa, biar murah.. senen kan masih cuti bersama, jadi masih mahal.. hahaha

    Reply

  10. baru aja gue nonton di Empire. Guy Ritchie memang dapat menghidupkan Holmes dengan baik. Hanya sayang…peran Irene Adler (Rachel McAdams) dimatikan. moga2 bisa direvive di deri berikutnya.

    Oh ya.. urban camouflage suit-nya Holmes keren pisan hahaha 😆

    Reply

    1. Iya ya Bang, jujur aja, saya ngefans ama Rachel McAdams, dan pesona Rachel di film pertama bener2 gak bisa saya lupakan. Luar biasa. 😦

      Peran wanita digantikan oleh Noomi Rapace, tapi kurang greget ya. 😐

      Semua penonton ketawa dan memberi tepuk tangan pas akhir2 film, Bang. 😀

      Reply

    1. Nah, saya juga maunya ngunduh dan nonton di rumah.. :mrgreen:
      Tapiiiiii sekarang sih masih belum ada file BRRip-nya. Lha wong yang DVDRip masih belum ada. Baru CAM yang nongol di peredaran.

      Reply

  11. Baca review ini jadi kepingin nonton sekarang juga. Udah nonton yg pertama jadi penasaran sama yang kedua ini. Mumpung malam minggu nih hehehe. Nice review bro 🙂

    Reply

  12. Sop …
    Saya tidak suka nonton film fiksi …

    namun untuk kali ini … Perkecualian … (a big exception)
    Saya setuju dengan kamu … ini film yang bagus …

    Adegan yang teringat oleh saya … Ada Tiga …
    1. Adegan antara Kakaknya Sherly dengan Istri Watson … (aahhh eksentrik bener emang)
    2. Suntikan yang diberikan kepada anjing dan diulangi kepada Sherly
    3. Tentu saja … adegan klimaks … “Peperangan Catur” antara Sherly dan si Profesor.

    Salam saya

    The End (?) … hahahaha …
    (baru deh keluar tulisan para pemain, sutradara dan sebagainya)

    Reply

    1. Yeah, toss dulu, Om NH! 😀 😀 😀

      Oh, ahahaha, yang handuknya Mycroft jatuh ya, Om? 😆 Itu kocak banget. Suara di belakang ada suara gemerincing alat minum teh yang dibawa Stanley… 😀

      Nah, yang pertarungan terakhir itu keren banget. Moriarty ternyata juara tinju waktu masih kuliah. Fisiknya gak bisa dipandang remeh. 🙂

      Reply

  13. wah thanks sharingnya jadi pingin nonton film ini…paling nanti nunggu dvdnya keluar, kalo harus ke 21 waduh harus arrange waktunya…
    sorry jarang main ke sini yah..lagi rempong project dikantor …

    Reply

  14. kebetulan saya juga baru nonton film ini sabtu kemaren.

    Khas banget gaya filmnya Guy Ritchie. Ekseskusi aksi-aksi pendek berkesinambungan dengan sentuhan humor di setiap scenenya.. Aksi yang ditampilkan pun kadang terkesan brutal tapi masih enak ditonton tanpa harus menampilkan excessive gore scene. Perkelahian pun khas Guy Ritchie yang cowok banget. Bukan macem kelahinya Ang Lee yang anggun banget (kayak di Crouching Tiger)

    Dan yang saya seneng banget dari gaya filmnya Guy Ritchie, jelas blak-blakan tanpa sok misterius. Jadi ga dibikin penasaran gmana nasib si Sherlock dan Moriarty di akhir film (meskipun masih berpendapat kuat soal keselamatan Irine Adler). Hahaha…

    Ohiya, kalo seneng sama film ini, ane saranin coba nonton Lock Stock and Two Smoking Barrels buatan Guy Ritchie juga. Keren tuh Film. :”)

    Reply

    1. Oh, iya, saya udah unduh itu film “Lock Stock and Two Smoking Barrels”. Udah lama saya unduh, tapi belum saya tonton penuh. Masih sedikit. 😀

      Tahu gak, saya ngefans Guy Ritchie karena saya suka sekali film2-nya, seperti “RocknRolla”, “Snatch.”, dan “Revolver”. Terakhir berkat “Sherlock Holmes” dan “RocknRolla”, akhir 2010 saya akhirnya nyari unduhan “Lock Stock and Two Smoking Barrels” di thepiratebay, via torrent. 😀 Sebagai bonus, di film2 Guy Rithcie ada aktor favorit saya main, Jason Statham. Lucu, saya suka aksen british-nya. :mrgreen:

      Reply

  15. Bentar, gw sikat dulu temen yang bilang kudu nongton felem pertama nya dulu ampe beberapa temen gw jadi ga minat ikutan nongton felem ini minggu ini. *singsingkanlengan*

    Reply

  16. Aahh aku belum nonton neh film sop.. Soalnya 2 hari ini aku sakit 😦 Pengen banget dah nonton neh film secara emang suka yang jenis2 beginian..

    Aku juga punya novelnya, tapi bukan pengarangnya Sir Arthur Conan Doyle.. Kalau serial yang asli nama novelnya apa seh sop? Tahu gak?

    Reply

    1. Oh, Sherlock Holmes yang ditulis ama penulis lain ya? Saya gak tahu bagus apa gak, saya gak tertarik. Saya yakin gaya menulis dan penceritaannya beda. Jadi gak seru. Lebih seru mbaca gaya menulisnya Sir Arthur. 🙂

      Serial yang asli itu sebenarnya bukan novel sih. Disebut novel terlalu pendek critanya. Disebut cerpen juga terlalu panjang. Tapi ada kalo gak salah tiga buku cerita panjang karangan Sir Arthur yang pantas disebut novel. Ketiga buku itu adalah The Valley of Fear, The Study of Scarlet, dan The Sign of Four. Tiga buku ini satu buku hanya berisi satu cerita. Buku-buku lainnya, selain ketiga buku tadi, meski memiliki satu judul di sampulnya, tapi isinya adalah lebih dari satu cerita, cerita kasus2 yang berhasil Holmes selidiki. 🙂

      Sama seperti cerita Hercule Poirot, Miss Marple, dan Parkey Pyne karangan Agahta Christie. Beliau memiliki banyak novel, juga banyak cerpen. 🙂

      Reply

  17. beberapa hari yg lalu, filmnya bang Sherlock dah masuk tv berbayar, tapi saya ga perhatikan, itu judulnya yg mana..tapi tenang…cerita detektif, pasti akan saya tonton…kalo senggang hihihiv 🙂

    Reply

  18. Lho, udah rilis ya? Cek di bioskop daerah saya dulu ah 😀

    Omong2 soal Sherlock Holmes, kabarnya banyak fans berat dari novelnya yg kecewa. Soalnya klo di novelnya si Sherlock terkenal sebagai sosok yg dingin & serba cermat, tapi di filmnya yg ini dia malah digambarin sebagai sosok yg banyak ulah & kadang ceroboh. Saya sendiri sih ga terlalu ambil pusing soal ini, secara bagi saya yg penting filmnya menghibur & berbobot. Film pertamanya juga menurut saya menarik, terutama karena banyak adegan konyolnya 😆

    Reply

    1. Yah, dalam film yang diadaptasi dari buku novel, pastilah ada yang pro dan kontra. Ada yang menilai jelek dan ada yang menilai bagus. Itu sudah pasti. 🙂 Tak terelakkan lagi.

      Lagipula, bagi penggemar Holmes yang kecewa, tak usah khawatir hanya karena film garapan Guy Ritchie ini. Toh ada banyak sekali film2 pendek atau serial TV tentang Sherlock Holmes di luar negeri. 😀 Ingat, film adaptasi buku Holmes bukan hanya garapan Guy Ritchie ini aja lho. 🙂

      Reply

  19. ais ais belum sempet nonton uy..kemarin baru sempet MI4 aja. tapi pasti ini pelm wajib tonton nih. sherlock holmes yang pertama tea itu aja udah canggih ya sop

    lagi tuh sop..foto yang tiket nonton di ciwalk itu nyaru dengan keyboard Mac nya. apakah ingin menjual laptop atau menampilkan tiket nya, hehehe..

    oh ya soal tiket meniket. aku koleksi ngumpulin tiket2 bioskop loh sop. dipajang di kamar gitu. jadi bisa tau history pelm yang udah ditonton apa aja dan dimana saja dan sama sapa (ehm) 😛

    Reply

    1. Hehe, soal foto itu, saya emang sengaja Kang, untuk menunjukkan ke-khas-an foto saya. Biasanya saya kalo ngefoto buku juga di atas macbook saya kan, Kang? :mrgreen:

      Wah, saya gak mau ngumplin tiket bioskop. Nanti ujung2nya sama saya dibuang. 😀

      Reply

    1. Sama! 😀

      Saya awalnya dulu waktu baca pertama kali buku Sherlock Holmes, saya ngebayangin Watson agak berisi, gak langsing seperti sekarang. Terus saya bayangin kumisnya itu tebal dan berputar ke atas gitu, di kedua sisinya. 😀

      Reply

  20. kalau saya suka sama sutradara-nya malahan … 😀 … tokoh sherlock sendiri engga begitu ngefan karena satu novel pun engga pernah saya baca tapi saya suka dengan “turunan” Conan Doyle: Detective Conan dan Basil of Baker street: the great mouse detective :mrgreen:

    Reply

  21. yey, saya nontonnya lebih dulu dari Bang Asop~ *lho? haha
    hoho saya nonton jumat siang :mrgreen:
    film yang bikin satu bioskop pengen tepuk tangan pas ceritanya selesai 😀

    Reply

      1. Entah ya mungkin karena film yang kedua ini terlalu banyak unsur komedinya? 😀
        Ah tapi momen Holmes tampak hampir gagal, pas disiksa Moriarty, pas dikira tewas ama Watson, itu sudah cukup membuat gempar. :mrgreen:

        Reply

  22. numpang save page ahhh~ ehe.
    ini tanteku suka banget sama sherlock holmes. ntar aku kasih ni reviu dari mas asop (dari aku sebenernya, tapi aku ngambil dari web mas asop :mrgreen: )

    Reply

    1. Berantem2nya? Ada dong. 😀
      Gila deh, Mbak, adegan aksinya manteb banget, peluru beterbangan. 😀

      Gak usah pake mikir Mbak, langsung aja nikmatin. 😛

      Reply

  23. gan di ganool udh ada.. udh agan test blon??? kualitas nya gamna? yg laen udh nongol blon DVDrip torent ato ap[a’an?? ane g sbr mw ntn… 😦 , the avengers jg g sbr ane hehehehe

    Reply

    1. Ah, saya gak donlot dari ganool. SAya mah via torrent dari thepiratebay.org. 🙂
      Di piratebay belum ada yang bagus, semua masih CAM atau TS. 🙂

      Reply

        1. Iya, belum ada. Sabar aja ya… 😦
          Saya lihat di amazon.com, DVD aslinya aja baru terbit nanti april.
          Nah, jadi kemungkinan nongol bajakannya ya sekitar itu.

          Reply

  24. mas mau nanya kan pada saat film ini maindi awalnya ada tulisan nama Sherlock Holmes a game of shadow. yg sepeti tulisan tangan..itu jenis font/font nya apa ya??
    t4 downloadnya dimana??

    makasi sebelumnya mas 🙂
    salam hangat dan salam kennal

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s