Kereta Api dan Para Pengantar Penumpang

Kemarin sabtu (14/1), saya mengantar ibu saya ke stasiun untuk pulang (dari Bandung) ke Surabaya. Nah, tampaknya sudah sejak tahun 2012 ini para pengantar dan penjemput nggak boleh masuk ke dalam area peron stasiun. Saya baru tahu. 😀 Jadi, orang-orang yang nggak ada urusan dengan kereta (baca: yang nggak punya tiket kereta api) nggak akan bisa masuk ke dalam area peron, hanya bisa menunggu di luar, di area loket pembelian tiket. Para pengantar penumpang hanya bisa mengantar sampai gerbang yang dijaga oleh seorang satpam. Begitupun para penjemput, nggak bisa masuk untuk membantu membawakan barang sang penumpang.

Sebelum kebijakan ini dilakukan, semua orang —entah itu yang mau mengantar atau menjemput penumpang, atau bahkan yang nggak punya urusan sekalipun— bisa masuk ke dalam area peron kereta api asal membeli karcis masuk sebesar Rp. 2000,00 (atau Rp. 2.500,00, saya lupa) di loket khusus. Sekarang, loket khusus karcis peron nggak ada lagi.

Kalau mau masuk bagaimana?

Ternyata ada cara baru. Sebagai pengantar atau penjemput kita bisa minta tanda pengenal khusus ke kantor customer service. Nggak bayar, hanya meninggalkan KTP. Ternyata mudah. :mrgreen:  

Inilah wujud kartu tersebut…

Kalau sudah dapat, tinggal kalungkan saja di leher. :mrgreen:

Menurut saya…

Saya sih setuju aja sistem begini diberlakukan. Saya yakin hal ini untuk memaksimalkan keberadaan para kuli angkut di stasiun. Yah, hitung-hitung bagi-bagi pekerjaan. :mrgreen:  Jadi, seandainya barang bawaan berat atau banyak, mau nggak mau harus sewa kuli angkut. Itu seandainya kartu khusus yang saya sebut di atas sudah habis lho ya… 😀

Nah, kalau begini peraturannya, saya mau masuk ke dalam untuk mem-foto kereta api ‘kan tinggal ninggalkan KTP aja. :mrgreen:

******

Apakah di stasiun-stasiun kota lain kebijakannya seperti ini, saya nggak tahu. Peraturan pengantar dan penjemput nggak boleh masuk setahu saya hanya ada di Stasiun Bandung dan Stasiun Gubeng Surabaya. 🙂

Kira-kira, setujukah narablog dan pembaca sekalian dengan konsep ini?

———————————————————————————————————————————————————–

Foto adalah hasil jepretan saya. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

163 Comments

  1. Kebijakan ini memang baru, sekitar bulan Agustus sudah mulai diterapkan tapi baru berlaku efektif bulan November. Jadi ceritanya PT KAI ingin meniru sistem sistem boarding pass yang diterapkan pada angkutan udara. Tujuannya mencegah penumpukan penumpang di dalam stasiun KA dan menghindari penumpang liar yang masuk stasiun (mengingat sekarang untuk kereta api jarak jauh diberlakukan sistem kuota)

    Reply

  2. Eh si asop ini sebenarnya orang Surabaya kah? Ibu kok tinggal di sini? Ayoo kopdarr, mumpung eike di Surabaya nih.. hihii..
    baru tau kalo di gubeng juga udah kek gitu. soalnya kalo ke sana sy selalu punya tiket sih, ga pernah jadi pengantar, lah ndak ada yg mw diantar ini, keluarga di Makasar je 😀
    pernah sih ke stasiun, tapi di Jakarta, kalo ga salah Stasiun Senen. Itu pun dah lama, 2010 kmaren. dan waktu itu sih masih bisa masuk walo ndak punya karcis kereta.
    pada dasarnya sih setuju2 saja, malah ini lebih bagus kerna masih bisa ngakses tanda pengenal khusus. kalo di bandara kan sama sekali ga boleh kan ya ^^

    Reply

    1. Lho? Mbak Illa gak tahu? Belom baca halaman about saya ya… 😛

      Saya kan sekarang di Bandung, cuma menetap sementara, kerja. 😀 Saya kemarin balik bentar banget ke Surabaya, ngurus eKTP. 🙂

      Reply

  3. kalo pengantar dan penjemput engga boleh masuk itu udah serentak kok di seluruh stasiun kayaknya. Kalo di stasiun tawang sudah sejak sehabis lebaran idul fitri tahun 2011, bulan september kayaknya.

    Nah, tapi soal lartu pengenal khusus aku belum tahu.. Nanti coba ah kalo pas lagi ditawang hihihi 🙂

    Reply

    1. Nggak juga, nggak serentak. Mungkin Jakarta duluan. Desember 2011 dan awal 2012, waktu saya nganter orang tua saya, masih bisa bayar karcis peron. 🙂

      Reply

  4. Hahaha, tadi mau komentar, perasaan dulu pengantar/penjemput bisa bebas masuk koq asalkan membeli tiket peron gitu 😛 Ternyata sekarang tiket peron sudah nggak ada yah. Ini berlaku di Stasiun Bandung aja atau sudah di stasiun-stasiun besar kota lain juga nih?

    Ya, menurutku sih ini bagus lah ya. Selain supaya para kuli angkut mendapat jatah kerjaan lebih banyak, juga supaya di dalam areanya stasiun nggak terlalu padat orang gitu. Kalau terlalu penuh kan nggak nyaman juga kan, hehehe 🙂

    Btw, tanda pengenal khususnya minta dimana tuh? Di loket karcis kah??

    Reply

    1. Nah, setahu saya cuma di Bandung ama Surabaya. Tapi ada yang ngasih tahu di komentar di Semarang juga udah begitu. Kayaknya di stasiun2 besar aja. 🙂

      Nggak, di ruangan customer service. 🙂

      Reply

  5. Setiap saya pulang dari Bandung ke Surabaya, saya selalu menggenggam erat tangan ibu saya di peron sampai tiba panggilan penumpang untuk masuk kereta yang mau berangkat.
    Saya tidak pernah melepaskan tangan ibu saya sebelum panggilan itu karena saat-saat saya bersama ibu saya adalah momen yang sangat jarang dan berharga.
    Dengan adanya sistem kartu tanda pengenal khusus ini, saya kuatir saya tidak bisa punya quality time dengan keluarga jika saya kehabisan kartu ini.
    Yah, memang ini alasan sentimental sih, tapi saya rasa itu sebabnya naik kereta itu lebih romantis daripada naik pesawat. Kita seharusnya melihat wajah-wajah sedih para pengantar yang ditinggal ketika roda kereta itu mulai bergerak pergi melihat mereka 🙂

    Reply

    1. ….sampe segitunya ya, di stasiun… 😥

      Tapi Mbak, saya gak suka dengan kereta api Indonesia. 😦

      Mungkin nanti saya bikin posting-an khusus.. 🙂

      Reply

  6. jadi lebih terkontrol, tapi, jadinya gak ada pemasukan buat stasiunnya donk..
    udah lama gak ke stasiun nih Asop. terakhir taun lalu rasanya. jadi gak ngerti gimana perkembangannya. 🙂

    Reply

  7. Ternyata sama kayak di Semarang
    Saya sempat kaget ketika ngantar anak saya dan saya nggak diperbolehkan masuk. Sudah kayak bandara.
    Tapi saya nggak tau, apakah di Semarang juga bisa mendapat kalung untuk bisa masuk. Masalahnya saat itu nggak ada pengantar yg ikut masuk. PT Keretapi kurang sosialisasi.

    Reply

  8. betul sekali sob, kebijakan yang sekarang lebih tertib, saya merasakan nilai positif dari kebijakan baru ini, seperti didalam gerbong sekarang sudah tidak ada lagi penumpang yang berdiri, karena jumlah penumpang sudah sesuai dengan kursi yang ada, bagus kan 😉

    Reply

  9. bagus juga ya seperti itu, jadinya isi stasiun gak semrawut kan… bagaimana dengan anak pelajar yg dibawa mesti nunjukkin kartu paan ya….kartu pelajar kali ya…wkwkkk…

    Reply

  10. Kalau di Bogor sistem kaya’ gini belum ada. Saya kalau ngantar teman saya naik kereta, pasti saya masih masuk aja ke peron, bayar seribu-dua ribu, terus duduk dah di peron sama teman saya nungguin kereta datang. Para pengantar lainnya juga begitu. 😀

    Reply

  11. oh jadi tanda pengenal masuk untuk pengantar itu jumlahnya terbatas ya sop? bagus juga ya, biar gak di dalam kepenuhan orang, yang mana banyakan pengantarnya dibanding penumpangnya. hehehe.

    Reply

  12. kebijakannya lebih bagus lebih tertib, di jatinegara, di cirebon juga sdh spt ini…..di gambir juga sama nggak boleh masuk cuma ttg kartu sy nggak tahu tuh blm coba…:) kereta api lbh manusiawi..nggak punya tiket ? ke luar !! nggak boleh berdiri 🙂 mendingan kereta berikutnya kalo msh ada….bravo PT KAI

    Reply

  13. setujuuuu ^^ habisnya selama ini kalo ngantar si pacar selalu aja harus pura2 beli tiket hanya untuk bisa duduk nemenin. semoga berlakunya di stasiun manapun termasuk jabodetabek deh.

    Reply

  14. katanya PT. Kereta Api sedang bebenah dibawah mentri BUMN baru ini … sekarang jauh lebih rapi dan tertib … kata mereka yang menggunakan kereta di bekasi … mungkin sudah menyebar ke setiap stasion sop 😀 …

    Reply

  15. di stasiun purwokerto juga gitu. minggu lalu baru dari sana, tp anehnya, ga dibilang kalo untuk pengantar ada tanda pengenal khusus. pokoknya pengantar dilarang masuk peron aja. bagus sih jadi disiplin kalo ga sembarang orang bisa masuk peron, lebih aman juga karena ga crowded bgt di peron. tapi jadi sebel juga karena ga dikasih tau kalo ada tanda pengenal khusus pengantar. apa memang di stasiun purwokerto gak ada tanda pengenal pengantar/penjemput yah…

    Reply

  16. ya, jadi makin tertib memang. Yang susah itu, sistem yang sekarang ribet deh. Apa-apa harus naik dari stasiun pool. :’) membuat mereka yang rumahnya jauh jadi kesusahan, ya, emang jadi makin tertib.

    Reply

  17. Aaaaa.. setuju banget kalau ada yang kayak gitu. Tapi saya jarang ke stasiun KA, sih. Kalau di bandara diberlakukan yang kayak gitu, boleh juga ^___^

    Reply

  18. ngarep yang beginian ada juga di bandara euy, jadi bisa nganterin bonyok ngurusin surat2 na sampe kelar semua, dan do’i tinggal terbang aja, hihihi~

    Reply

  19. KA memang harus banyak berubah, ditempat saya malah pedagang2 itu bebas keluar masuk gerbong, padahal banyak juga dari mereka yang bukan pedagang 😦

    Reply

  20. Kalau di stasiun Gambir Jakarta, pengalamanku dua tahun lalu, pengantar sudah mulai dibatasi. Apalagi Gambir kalau di sore hari padet banget dengan penumpang KRL yang pulang kantor dan kereta api jarak jauh yang akan berangkat. Biasanya kalau aku dan suami mengantar sodara, kami sekalian beli tiket KRL, jadi kami bisa masuk mengantar, kemudian pulang dengan kereta KRL. 🙂

    Reply

  21. Sop rasanya hampir semua stasiun memberlakukan peraturan itu kok. Di Jogja dan Madiun juga begitu. Tapi aku malah baru tahu kalau bisa dikasih tanda pengenal. Kurasa ini untuk mengurangi penumpang gelap atau pedagang yang suka ikut dalam gerbong ya.

    Reply

  22. Kalo di joogja biasanya emang bayar peron 2500, nggak ada pake kartu-kartuan segala.. padahal kan niatnya nganterin yaa sampai kereta berangkat. sama prinsipnya kayak di bandara kali ya, pengantar nggak boleh masuk ke boarding room.

    kudu jadi pejabat dulu mungkin baru boleh gratis. 😛

    Reply

  23. dhe udah lama gk naik kerta api sop, jarang pulang sih sekarang, hehe.. kalo dulu mah para pengantar atau penjemput harus bayar lagi 2500, gk tau deh kalo sekarang.. tapi kalo pake id card gitu, kayaknya lucu yaa, lebih simple daripada harus bayar.. hahahaha 😀

    Reply

  24. di stasiun Tawang, Semarang juga make kebijakan ini, tapi bener2 ga boleh masuk, dan ga ada semacam kartu pengenal maupun ninggalin ktp. ga masuk ya ga masuk. 😦

    Reply

  25. saya pas idul fitri kemaren di surabaya gubeng emang pengantar ga boleh masuk, tapi pas januari ini kemarin entah gimana bapak saya boleh aja masuk bantuin bawa tas saya 😀

    Reply

  26. Di Gambir masih bebeas-bebas aja tuh Sop… Mungkin bakal diterapin kalo pas hari liburan kali ya… Soalnya hari biasa sih gak terlalu ramai..

    Bagus juga buat meminimalisasi praktek korupsi ya…

    Salam,

    Reply

  27. di sini ngga ada porter sih, jadi asal beli karcis ya boleh saja masuk stasiun 😀
    Setahuku sistem meninggalkan KTP untuk antar/jemput diberlakukan di bandara Soeta deh. Tapi bayarnya berapa aku lupa. Terutama untuk tamu VIP

    Reply

  28. baru tahu kalo ada yang beginian. maklum gak pernah jadi pengantar ataupun penjemput. seringnya malah jadi penumpangnya….
    kalo aku sih setuju-setuju aja dengan sistem kayak gitu. biar di kursi tunggu penumpang gak rame sama pengantar ataupun penjemput 😀

    Reply

  29. Iya, hari rabu minggu lalu saya juga baru tau kalo udah gak ada peron. Nyesel belum baca ini, jadi gak tau klo bisa ninggal KTP buat masuk ke dalam. Kata temen, aturan ini juga gara-gara sempet ada insiden kereta api yang dibajak, masinisnya ditodong, disuruh nganter dari Malang ke Jakarta. Saya belum konfirmasi ke internet beritanya bener ato engga sih.

    Reply

  30. wah, ada peraturan baru begitu ya sejak 2012? saya selalu masuk sebagai penumpang, jadi belum tau, hehe
    tapi ada yang berubah sih sejak tahun ini, nggak tau karena memang ada pembatasan tiket kereta ekonomi atau apa… jadi tiket ekonomi malang-surabaya itu sekarang bisa kehabisan, padahal dulu-dulu biarpun belinya mepet nggak pernah habis

    Reply

  31. Pake ktp pun dilarang masuk klo di stasiun bekasi, kencing pun toilet didalam tdk bisa masuk klo nggk ada kartu… kata Securitynya. Sudah bilang penjemput istri bawa anak balita pun bawa ktp tetap tdk bisa masuk.

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s