15
Jan
12

Kereta Api dan Para Pengantar Penumpang

Kemarin sabtu (14/1), saya mengantar ibu saya ke stasiun untuk pulang (dari Bandung) ke Surabaya. Nah, tampaknya sudah sejak tahun 2012 ini para pengantar dan penjemput nggak boleh masuk ke dalam area peron stasiun. Saya baru tahu. 😀 Jadi, orang-orang yang nggak ada urusan dengan kereta (baca: yang nggak punya tiket kereta api) nggak akan bisa masuk ke dalam area peron, hanya bisa menunggu di luar, di area loket pembelian tiket. Para pengantar penumpang hanya bisa mengantar sampai gerbang yang dijaga oleh seorang satpam. Begitupun para penjemput, nggak bisa masuk untuk membantu membawakan barang sang penumpang.

Sebelum kebijakan ini dilakukan, semua orang —entah itu yang mau mengantar atau menjemput penumpang, atau bahkan yang nggak punya urusan sekalipun— bisa masuk ke dalam area peron kereta api asal membeli karcis masuk sebesar Rp. 2000,00 (atau Rp. 2.500,00, saya lupa) di loket khusus. Sekarang, loket khusus karcis peron nggak ada lagi.

Kalau mau masuk bagaimana?

Ternyata ada cara baru. Sebagai pengantar atau penjemput kita bisa minta tanda pengenal khusus ke kantor customer service. Nggak bayar, hanya meninggalkan KTP. Ternyata mudah. :mrgreen:  

Inilah wujud kartu tersebut…

Kalau sudah dapat, tinggal kalungkan saja di leher. :mrgreen:

Menurut saya…

Saya sih setuju aja sistem begini diberlakukan. Saya yakin hal ini untuk memaksimalkan keberadaan para kuli angkut di stasiun. Yah, hitung-hitung bagi-bagi pekerjaan. :mrgreen:  Jadi, seandainya barang bawaan berat atau banyak, mau nggak mau harus sewa kuli angkut. Itu seandainya kartu khusus yang saya sebut di atas sudah habis lho ya… 😀

Nah, kalau begini peraturannya, saya mau masuk ke dalam untuk mem-foto kereta api ‘kan tinggal ninggalkan KTP aja. :mrgreen:

******

Apakah di stasiun-stasiun kota lain kebijakannya seperti ini, saya nggak tahu. Peraturan pengantar dan penjemput nggak boleh masuk setahu saya hanya ada di Stasiun Bandung dan Stasiun Gubeng Surabaya. 🙂

Kira-kira, setujukah narablog dan pembaca sekalian dengan konsep ini?

———————————————————————————————————————————————————–

Foto adalah hasil jepretan saya. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

163 Responses to “Kereta Api dan Para Pengantar Penumpang”


  1. 15 January 2012 at 15:35

    sop masih banyak di statiun2 lain yg masih bisa masuk sekarepnya sendiri. klo stasiun2 besar emang sudah banyak diberlakukan masuk bayar keluar free.

    • 15 January 2012 at 21:15

      Cuma stasiun kota2 besar ya? ❓

  2. 15 January 2012 at 15:41

    Ini dia penjemput kita nomor 64, saya bisa minta nomor cantik ndak ya :D.

    • 15 January 2012 at 21:18

      Gak ada pengaruhnya nomor. 😀

  3. 5 oma
    15 January 2012 at 15:43

    Kebijakan ini memang baru, sekitar bulan Agustus sudah mulai diterapkan tapi baru berlaku efektif bulan November. Jadi ceritanya PT KAI ingin meniru sistem sistem boarding pass yang diterapkan pada angkutan udara. Tujuannya mencegah penumpukan penumpang di dalam stasiun KA dan menghindari penumpang liar yang masuk stasiun (mengingat sekarang untuk kereta api jarak jauh diberlakukan sistem kuota)

    • 15 January 2012 at 16:12

      Waaaah kok persis seperti di halaman web kompas.com yang ini… 😀

      • 7 oma
        15 January 2012 at 17:30

        Wueleh, sama ya? Waktu itu sih saya taunya karena tugas kuliah tentang analisa kebijakan 😀

  4. 15 January 2012 at 15:52

    udah jarang naik kereta *digeplak orang satu gerbong*

    • 15 January 2012 at 21:22

      Huahahaha, iya deh iya, yang sering keliling indonesia pake pesawat.. :mrgreen:

  5. 15 January 2012 at 16:23

    Eh si asop ini sebenarnya orang Surabaya kah? Ibu kok tinggal di sini? Ayoo kopdarr, mumpung eike di Surabaya nih.. hihii..
    baru tau kalo di gubeng juga udah kek gitu. soalnya kalo ke sana sy selalu punya tiket sih, ga pernah jadi pengantar, lah ndak ada yg mw diantar ini, keluarga di Makasar je 😀
    pernah sih ke stasiun, tapi di Jakarta, kalo ga salah Stasiun Senen. Itu pun dah lama, 2010 kmaren. dan waktu itu sih masih bisa masuk walo ndak punya karcis kereta.
    pada dasarnya sih setuju2 saja, malah ini lebih bagus kerna masih bisa ngakses tanda pengenal khusus. kalo di bandara kan sama sekali ga boleh kan ya ^^

    • 15 January 2012 at 21:24

      Lho? Mbak Illa gak tahu? Belom baca halaman about saya ya… 😛

      Saya kan sekarang di Bandung, cuma menetap sementara, kerja. 😀 Saya kemarin balik bentar banget ke Surabaya, ngurus eKTP. 🙂

  6. 15 January 2012 at 16:26

    kalo pengantar dan penjemput engga boleh masuk itu udah serentak kok di seluruh stasiun kayaknya. Kalo di stasiun tawang sudah sejak sehabis lebaran idul fitri tahun 2011, bulan september kayaknya.

    Nah, tapi soal lartu pengenal khusus aku belum tahu.. Nanti coba ah kalo pas lagi ditawang hihihi 🙂

    • 15 January 2012 at 21:23

      Nggak juga, nggak serentak. Mungkin Jakarta duluan. Desember 2011 dan awal 2012, waktu saya nganter orang tua saya, masih bisa bayar karcis peron. 🙂

  7. 15 January 2012 at 16:49

    setuju deh.. supaya gag bisa macem2. kalo macem2 kan ada KTPnya ini. tinggal kejaar 😀

    • 15 January 2012 at 21:21

      Betul, sebagai penjamin adalah KTP. :mrgreen:

  8. 15 January 2012 at 16:50

    Hahaha, tadi mau komentar, perasaan dulu pengantar/penjemput bisa bebas masuk koq asalkan membeli tiket peron gitu 😛 Ternyata sekarang tiket peron sudah nggak ada yah. Ini berlaku di Stasiun Bandung aja atau sudah di stasiun-stasiun besar kota lain juga nih?

    Ya, menurutku sih ini bagus lah ya. Selain supaya para kuli angkut mendapat jatah kerjaan lebih banyak, juga supaya di dalam areanya stasiun nggak terlalu padat orang gitu. Kalau terlalu penuh kan nggak nyaman juga kan, hehehe 🙂

    Btw, tanda pengenal khususnya minta dimana tuh? Di loket karcis kah??

    • 15 January 2012 at 21:21

      Nah, setahu saya cuma di Bandung ama Surabaya. Tapi ada yang ngasih tahu di komentar di Semarang juga udah begitu. Kayaknya di stasiun2 besar aja. 🙂

      Nggak, di ruangan customer service. 🙂

  9. 15 January 2012 at 17:13

    wah, udah lama ga ke gubeng

    • 15 January 2012 at 21:19

      Waaah, Mas Agung pernah ke Surabaya? 😀

  10. 15 January 2012 at 17:38

    seumur2 belum pernah naik kereta saya #edisijujur.. :lol;

    • 15 January 2012 at 21:19

      …gak jadi toss deh. :mrgreen:

  11. 22 Agung Rangga
    15 January 2012 at 17:41

    hmm, saya sih setuju-setuju aja, toh, saya jarang banget ke stasiun~ 🙄

  12. 15 January 2012 at 17:49

    Setiap saya pulang dari Bandung ke Surabaya, saya selalu menggenggam erat tangan ibu saya di peron sampai tiba panggilan penumpang untuk masuk kereta yang mau berangkat.
    Saya tidak pernah melepaskan tangan ibu saya sebelum panggilan itu karena saat-saat saya bersama ibu saya adalah momen yang sangat jarang dan berharga.
    Dengan adanya sistem kartu tanda pengenal khusus ini, saya kuatir saya tidak bisa punya quality time dengan keluarga jika saya kehabisan kartu ini.
    Yah, memang ini alasan sentimental sih, tapi saya rasa itu sebabnya naik kereta itu lebih romantis daripada naik pesawat. Kita seharusnya melihat wajah-wajah sedih para pengantar yang ditinggal ketika roda kereta itu mulai bergerak pergi melihat mereka 🙂

    • 15 January 2012 at 21:18

      ….sampe segitunya ya, di stasiun… 😥

      Tapi Mbak, saya gak suka dengan kereta api Indonesia. 😦

      Mungkin nanti saya bikin posting-an khusus.. 🙂

  13. 15 January 2012 at 18:49

    Belum pernah berinteraksi dengan peron *semoga ini bukan indikator kurang gaul. haha*

    • 15 January 2012 at 21:18

      Hahahaha nggak lah… 😀

  14. 15 January 2012 at 19:16

    jadi lebih terkontrol, tapi, jadinya gak ada pemasukan buat stasiunnya donk..
    udah lama gak ke stasiun nih Asop. terakhir taun lalu rasanya. jadi gak ngerti gimana perkembangannya. 🙂

  15. 15 January 2012 at 19:29

    mantap nih stasiun bandung

    • 15 January 2012 at 21:13

      Hahahaha toh sama aja, Mas.. 😆

  16. 15 January 2012 at 19:31

    di stasiun gubeng juga ya? wah saya baru tahu. wehehe

    • 15 January 2012 at 21:12

      Saya juga baru tahu pas balik ke Bandung dari Surabaya beberapa waktu yg lalu. 😐

  17. 15 January 2012 at 20:11

    Ternyata sama kayak di Semarang
    Saya sempat kaget ketika ngantar anak saya dan saya nggak diperbolehkan masuk. Sudah kayak bandara.
    Tapi saya nggak tau, apakah di Semarang juga bisa mendapat kalung untuk bisa masuk. Masalahnya saat itu nggak ada pengantar yg ikut masuk. PT Keretapi kurang sosialisasi.

    • 15 January 2012 at 21:11

      Iya, seperti biasa, kurang sosialisasi. 😦

  18. 15 January 2012 at 21:10

    seumur2 ane ga pernah naik kereta, ironis memang

  19. 15 January 2012 at 21:57

    sedikit ribet tapi itulah perubahan yang baik agar lebih tertib….

  20. 15 January 2012 at 22:31

    aduh tapi kan jadi gak bisa irit sop… wakakak 😀
    mental pengiritan

    • 17 January 2012 at 21:42

      Gak apa, hidup memang harus irit. 🙂

  21. 15 January 2012 at 22:32

    itu masa aktif atau habisnya kartu berapa lama?

    • 17 January 2012 at 21:42

      Yaaaaa sampe saya pulang habis nganter. 🙂

  22. 15 January 2012 at 22:37

    Setuju aja deh ….

  23. 15 January 2012 at 22:39

    bagus banget. Keren.
    Sayang disini ga ada kereta, jd saya ga tau, sop :mrgreen:

    • 17 January 2012 at 21:41

      Seandainya ada kereta yang menghubungkan Sulawesi dan Jawa…. 🙂

  24. 16 January 2012 at 00:12

    betul sekali sob, kebijakan yang sekarang lebih tertib, saya merasakan nilai positif dari kebijakan baru ini, seperti didalam gerbong sekarang sudah tidak ada lagi penumpang yang berdiri, karena jumlah penumpang sudah sesuai dengan kursi yang ada, bagus kan 😉

    • 17 January 2012 at 21:37

      Iya, bagus. 🙂

  25. 16 January 2012 at 00:17

    Setuju saja bila tujuannya memaksimalkan pelayanan

  26. 16 January 2012 at 01:28

    bagus juga ya seperti itu, jadinya isi stasiun gak semrawut kan… bagaimana dengan anak pelajar yg dibawa mesti nunjukkin kartu paan ya….kartu pelajar kali ya…wkwkkk…

    • 17 January 2012 at 21:36

      Nah, itu juga boleh. Pokoknya meninggalkan identitas. 😀

  27. 48 Ely Meyer
    16 January 2012 at 01:43

    aku malah baru tahu ttg tanda pengenal khusus ini Sop, menurutku bagus juga 🙂

  28. 16 January 2012 at 04:00

    di sini gak ada kereta T.T uaa

    • 17 January 2012 at 21:35

      Yuk ke Jawa. 😀

  29. 16 January 2012 at 04:11

    asoopp mbak pu dah selesai nuntasin libri di luca…jadi kan barternya…???hehehe…

    • 17 January 2012 at 21:34

      Jadi dong! Udah saya kirim ya Mbak, bukunya. 😀

  30. 16 January 2012 at 04:13

    waaah tambah rapi ya manajemen perkeretaapian indonesia, mudah2an jadi ga simpang siur ya antara penumpang dan pengantar jempunya…

    • 17 January 2012 at 21:35

      Iya, mari kita doakan semoga PT. KA bisa terus berbenah. 🙂

  31. 55 Ahmad Alkadri
    16 January 2012 at 06:16

    Kalau di Bogor sistem kaya’ gini belum ada. Saya kalau ngantar teman saya naik kereta, pasti saya masih masuk aja ke peron, bayar seribu-dua ribu, terus duduk dah di peron sama teman saya nungguin kereta datang. Para pengantar lainnya juga begitu. 😀

    • 17 January 2012 at 21:25

      Iya, dulu saya juga begitu kalo nganter ibu-ayah saya. 🙂

  32. 16 January 2012 at 06:33

    di Semarang kemaren kemaren sih sama mas, tapi belum apdate apa sudah ada kalungnya… 🙂

    • 17 January 2012 at 21:24

      Harusnya ada. 🙂

  33. 16 January 2012 at 07:40

    oh jadi tanda pengenal masuk untuk pengantar itu jumlahnya terbatas ya sop? bagus juga ya, biar gak di dalam kepenuhan orang, yang mana banyakan pengantarnya dibanding penumpangnya. hehehe.

    • 17 January 2012 at 21:18

      Hahahaha bisa jadi ya, banyakan pengantar ketimbang penumpang. 🙂

  34. 16 January 2012 at 08:20

    wah, ga tau sop..udah lama nih ga naek kereta api..
    terakhir kali naik sih masih bisa masuk..

    • 17 January 2012 at 21:18

      Seru ya kalo nanti ada kereta api penghubung Sulawesi dengan Jawa. 🙂

  35. 16 January 2012 at 08:31

    biar aman kali mas,jadi di adakan peraturan kaya begitu..

    • 17 January 2012 at 21:19

      Betul sekali.

  36. 16 January 2012 at 08:40

    Setuju deh, Sop. Kalo mau masuk, mesti bayar/punya tiket.
    Jadi lebih rapi ya…

  37. 16 January 2012 at 08:41

    setuju aja sih, karena mesti ninggalin ktp jadinya terkontrol 🙂

    • 17 January 2012 at 21:21

      Benar sekali, Bang. ^^

  38. 68 nanangrusmana
    16 January 2012 at 08:54

    kebijakannya lebih bagus lebih tertib, di jatinegara, di cirebon juga sdh spt ini…..di gambir juga sama nggak boleh masuk cuma ttg kartu sy nggak tahu tuh blm coba…:) kereta api lbh manusiawi..nggak punya tiket ? ke luar !! nggak boleh berdiri 🙂 mendingan kereta berikutnya kalo msh ada….bravo PT KAI

    • 17 January 2012 at 21:24

      Inilah perubahan yang harus berani dilakukan oleh BUMN. 🙂

  39. 16 January 2012 at 08:54

    setuju pisan aye mah 🙂 lebih mudah ye ^^

  40. 16 January 2012 at 10:11

    seumurumur belum pernah nganter dan jemput sampe masuk ke dalem, paling cuma ngedrop atau tunggu di parkiran aja 😀

    • 17 January 2012 at 21:25

      Yaaaaah pisahannya gak sampe ke dalem?

  41. 16 January 2012 at 10:13

    Paling banter aku naik kereta cuma ke Bogor, Sop 😀

  42. 16 January 2012 at 10:30

    setujuuuu ^^ habisnya selama ini kalo ngantar si pacar selalu aja harus pura2 beli tiket hanya untuk bisa duduk nemenin. semoga berlakunya di stasiun manapun termasuk jabodetabek deh.

    • 17 January 2012 at 21:26

      Huidiiiih mesranya, nganter pacar… 😳

  43. 16 January 2012 at 10:51

    kalau stasiun kecil belum sepertinya, ya. Baru diberlakukan ke stasiun2 besar

    • 17 January 2012 at 21:34

      Iya, kayaknya begitu. 🙂

  44. 16 January 2012 at 11:17

    katanya PT. Kereta Api sedang bebenah dibawah mentri BUMN baru ini … sekarang jauh lebih rapi dan tertib … kata mereka yang menggunakan kereta di bekasi … mungkin sudah menyebar ke setiap stasion sop 😀 …

    • 17 January 2012 at 21:36

      Hebat, semoga efek Pak Dahlan Iskan bisa menyeluruh ke semua BUMN. 🙂

  45. 16 January 2012 at 11:50

    bagus lah… orang2 jadi lebih tertib

  46. 16 January 2012 at 11:57

    di stasiun purwokerto juga gitu. minggu lalu baru dari sana, tp anehnya, ga dibilang kalo untuk pengantar ada tanda pengenal khusus. pokoknya pengantar dilarang masuk peron aja. bagus sih jadi disiplin kalo ga sembarang orang bisa masuk peron, lebih aman juga karena ga crowded bgt di peron. tapi jadi sebel juga karena ga dikasih tau kalo ada tanda pengenal khusus pengantar. apa memang di stasiun purwokerto gak ada tanda pengenal pengantar/penjemput yah…

    • 17 January 2012 at 21:37

      Nah… itu juga rasanya di hari itu cuma gue doang yang dapet tanda pengenalnya…. 😦

  47. 16 January 2012 at 11:58

    tinggal masing” daerahnya sih 😀

    • 17 January 2012 at 21:38

      Benar. 🙂

  48. 16 January 2012 at 12:39

    Stasiun Tugu sudah berlaku juga mas.
    Stasiun Bekasi belum.

    • 17 January 2012 at 21:42

      Makasih atas infonya. 🙂

  49. 16 January 2012 at 13:51

    kurang ngerti nih… maklum jarang2 naek KA. hehhee

    • 17 January 2012 at 21:17

      Wah, naiknya pesawat nih…. 😳

  50. 16 January 2012 at 13:55

    ya, jadi makin tertib memang. Yang susah itu, sistem yang sekarang ribet deh. Apa-apa harus naik dari stasiun pool. :’) membuat mereka yang rumahnya jauh jadi kesusahan, ya, emang jadi makin tertib.

  51. 16 January 2012 at 14:00

    Aaaaa.. setuju banget kalau ada yang kayak gitu. Tapi saya jarang ke stasiun KA, sih. Kalau di bandara diberlakukan yang kayak gitu, boleh juga ^___^

    • 17 January 2012 at 21:18

      Asik ya bisa masuk sampe penumpang naik ke pesawat. 🙂

  52. 16 January 2012 at 14:38

    Saya setuju…kan irit 2000 perak tuh :D…coba kalo di terminal bus juga digituin…mungkin tar taon 2080 kali yak

    • 17 January 2012 at 21:19

      Pas sekali. 🙂

  53. 16 January 2012 at 14:39

    di stasiun lempuyangan dan tugu, jogja, juga ga boleh masuk gan…
    tapi, saya belum tahu apakah ada kebijakan “kalung” pengunjung itu..
    thx banyak infonya ya….

    • 17 January 2012 at 21:21

      Mungkin ada di semua stasiun, kartu tanda pengenalnya. 🙂

  54. 16 January 2012 at 15:44

    ngarep yang beginian ada juga di bandara euy, jadi bisa nganterin bonyok ngurusin surat2 na sampe kelar semua, dan do’i tinggal terbang aja, hihihi~

    • 17 January 2012 at 21:22

      Iya, saya juga ngarepnya begitu… 😐

  55. 16 January 2012 at 16:02

    KA memang harus banyak berubah, ditempat saya malah pedagang2 itu bebas keluar masuk gerbong, padahal banyak juga dari mereka yang bukan pedagang 😦

    • 17 January 2012 at 21:16

      pada akhirnya banyak penumpang gelap. 😐

  56. 16 January 2012 at 16:02

    setahu aku di gambir juga demikian, dan kuli angkut di gambir banyak looh 😀

    • 17 January 2012 at 21:11

      Yoi, kayak di Surabaya juga banyak. 🙂

  57. 16 January 2012 at 17:16

    OOOOhhh… begitu ya gan….. 😀

  58. 16 January 2012 at 17:50

    pokoknya nggak naik di atas gerbong… kereta masih bisa jadi alternatif buat bepergian, apalagi udah ada pengantar/penjemputnya :mrgreen:

    • 17 January 2012 at 21:12

      Sip! 🙂

  59. 16 January 2012 at 18:23

    Kalau di stasiun Gambir Jakarta, pengalamanku dua tahun lalu, pengantar sudah mulai dibatasi. Apalagi Gambir kalau di sore hari padet banget dengan penumpang KRL yang pulang kantor dan kereta api jarak jauh yang akan berangkat. Biasanya kalau aku dan suami mengantar sodara, kami sekalian beli tiket KRL, jadi kami bisa masuk mengantar, kemudian pulang dengan kereta KRL. 🙂

    • 17 January 2012 at 21:10

      Nah, Gambir memang stasiun yang besar. 🙂

  60. 16 January 2012 at 20:44

    Sop rasanya hampir semua stasiun memberlakukan peraturan itu kok. Di Jogja dan Madiun juga begitu. Tapi aku malah baru tahu kalau bisa dikasih tanda pengenal. Kurasa ini untuk mengurangi penumpang gelap atau pedagang yang suka ikut dalam gerbong ya.

    • 17 January 2012 at 21:03

      Mungkin juga untuk mengurangi kepadatan di dalam stasiun. Biar lebih tertib gitu. 🙂

  61. 16 January 2012 at 21:00

    Saya mah seumur hidup baru ngerasain sekali naik kereta api itu pun jarak dekat Banjar – Ciamis sob 🙂

    • 17 January 2012 at 09:51

      mas achoey rasain atuh krl jabotabek atau yang deket ajah bojong gede – Bogor pp motor taro stasiun

      • 17 January 2012 at 20:48

        Pengguna KRL. 🙂

  62. 16 January 2012 at 21:49

    Kalo di joogja biasanya emang bayar peron 2500, nggak ada pake kartu-kartuan segala.. padahal kan niatnya nganterin yaa sampai kereta berangkat. sama prinsipnya kayak di bandara kali ya, pengantar nggak boleh masuk ke boarding room.

    kudu jadi pejabat dulu mungkin baru boleh gratis. 😛

    • 17 January 2012 at 21:00

      Huidih, mana ada pejabat naik KA selain Pak Dahlan Iskan? 😛

  63. 16 January 2012 at 22:55

    ooh baru tahu juga kalau sekarang gak ada karcis peron

  64. 16 January 2012 at 23:28

    Wah saya baru tau nih bro, maklum jarang naik kereta (biasa naik angkot hehehe)

    Nice share bro 🙂

  65. 17 January 2012 at 00:10

    Wah gue baru tau tuh, thanks infonya ya kakak.. 😀

    • 17 January 2012 at 20:58

      Sama-sama. 😀

  66. 17 January 2012 at 00:11

    dhe udah lama gk naik kerta api sop, jarang pulang sih sekarang, hehe.. kalo dulu mah para pengantar atau penjemput harus bayar lagi 2500, gk tau deh kalo sekarang.. tapi kalo pake id card gitu, kayaknya lucu yaa, lebih simple daripada harus bayar.. hahahaha 😀

    • 17 January 2012 at 20:56

      Yoi Dhe, enak gak usah bayar ya. 🙂

  67. 17 January 2012 at 11:02

    wahh belum nemu stasiun kek gitu 😀 mungkin buat stasiun besar aja kali yah

    • 17 January 2012 at 21:11

      Bisa jadi. 🙂

  68. 17 January 2012 at 11:35

    St Hall bandung??? apa kabar riwayatmu kini…….mengenangdotcom!!

    • 17 January 2012 at 21:12

      Sekarang biasa aja. 😀

  69. 17 January 2012 at 20:54

    hihii , kalo di gubeng seingat saya desember kemarin uda gitu kang 😀

  70. 18 January 2012 at 08:29

    waah :O aku baru tahu
    klo dulu2 sih, nganter gg punya tiket, ya nebeng tiketnya temen masih boleh masuk, asal penjaganya gg teliti ajaa hhohho

    • 18 January 2012 at 11:13

      Iya, kalo membuntuti yang punya tiket kadang masih bisa ikut masuk… :mrgreen:

  71. 18 January 2012 at 11:18

    karena gak ada kereta api di pontianak aku diem aja deh.. hahaha

    • 22 January 2012 at 17:37

      Kayaknya asik kalo ada kereta api dari pulau jawa ke kalimantan. 🙂

  72. 18 January 2012 at 11:33

    kalo di surabaya pasar turi masih bisa masuk tuh
    kalo di gambir juga boleh tapi bayar 2500

    • 22 January 2012 at 20:14

      Lhooo Prof habis dari Surabaya? 😀

  73. 18 January 2012 at 13:30

    seumur2 belum pernah naek kereta api 😦

    • 22 January 2012 at 20:13

      Naik dong, ke mana gitu, ke Jogja atau Solo… 😛

  74. 18 January 2012 at 14:07

    udah kayak di bandara saja…
    ada kedatangan penumpang….

    jemputnya disitu…
    😛

    • 22 January 2012 at 19:12

      Bagus dong ‘kan, kayak bandara.

  75. 135 wahyu asyari m
    18 January 2012 at 14:57

    loh, baru tau kalo ada kartu kayak gitu yang bisa dipinjem di cs 😀

    • 22 January 2012 at 19:11

      Yuk mari coba nanti ya.

  76. 18 January 2012 at 16:46

    Wah baru tahu kebijakan itu.
    Bagus lah… 😀

  77. 18 January 2012 at 19:32

    di stasiun Tawang, Semarang juga make kebijakan ini, tapi bener2 ga boleh masuk, dan ga ada semacam kartu pengenal maupun ninggalin ktp. ga masuk ya ga masuk. 😦

  78. 18 January 2012 at 21:52

    dulu, waktu saya jadi kuli angkut, kayanya belum ada sop. ga tau deh sekarang. sekarang saya jadi kuli tinta aja deh… 😀

    • 22 January 2012 at 19:12

      Hahahaha kamu jadi kuli angkut? Angkut apaan? Angkut cinta? :mrgreen:

  79. 18 January 2012 at 23:45

    saya pas idul fitri kemaren di surabaya gubeng emang pengantar ga boleh masuk, tapi pas januari ini kemarin entah gimana bapak saya boleh aja masuk bantuin bawa tas saya 😀

    • 22 January 2012 at 19:09

      Iya nih, gimana bagi yang nggak mampu mengangkat beban? Pakai kuli. 🙂

  80. 19 January 2012 at 09:02

    stasiun kereta api bisa lebih tertib ya dgn diadakannya kebijakan ini. 😀

    • 22 January 2012 at 17:55

      Iya. Ini bagus.

  81. 19 January 2012 at 10:57

    Di Gambir masih bebeas-bebas aja tuh Sop… Mungkin bakal diterapin kalo pas hari liburan kali ya… Soalnya hari biasa sih gak terlalu ramai..

    Bagus juga buat meminimalisasi praktek korupsi ya…

    Salam,

    • 22 January 2012 at 17:51

      Benar sekali.

  82. 19 January 2012 at 12:42

    Waaah terakhir Gita ke stasiun tuh pas Gita main ke Semarang, tahun lalu. Waktu itu sepupu yang nganterin Gita masih boleh masuk pake tiket peron itu hehehe.

    • 22 January 2012 at 17:50

      Sekarang gak bisa lagi. 😦

  83. 20 January 2012 at 11:23

    di sini ngga ada porter sih, jadi asal beli karcis ya boleh saja masuk stasiun 😀
    Setahuku sistem meninggalkan KTP untuk antar/jemput diberlakukan di bandara Soeta deh. Tapi bayarnya berapa aku lupa. Terutama untuk tamu VIP

    • 22 January 2012 at 20:17

      Waduh, udah ninggalin KTP, mbayar pula. 😯

  84. 20 January 2012 at 11:47

    sy jarang naik kereta … letak stasiun KA jauh sedangkan terminal bis dekat rumah
    jadi ya saya memilih jadi bismania saja

    • 22 January 2012 at 19:13

      Oke, gak masalah.

  85. 21 January 2012 at 14:55

    setuju sih sama konsep seperti itu,,banyak kebaikannya,,bagi-bagi pekerjaan dan tentunya lebih tertib

  86. 23 January 2012 at 09:02

    biar gax nerdesalan kali mas,jadi penjemput dan pengantar gax boleh masuk

  87. 24 January 2012 at 19:50

    baru tahu kalo ada yang beginian. maklum gak pernah jadi pengantar ataupun penjemput. seringnya malah jadi penumpangnya….
    kalo aku sih setuju-setuju aja dengan sistem kayak gitu. biar di kursi tunggu penumpang gak rame sama pengantar ataupun penjemput 😀

    • 25 January 2012 at 21:08

      Saya juga setuju, asalkan ada peraturan tertulis terpampang jelas bagi penumpang.

  88. 25 January 2012 at 05:33

    Iya, hari rabu minggu lalu saya juga baru tau kalo udah gak ada peron. Nyesel belum baca ini, jadi gak tau klo bisa ninggal KTP buat masuk ke dalam. Kata temen, aturan ini juga gara-gara sempet ada insiden kereta api yang dibajak, masinisnya ditodong, disuruh nganter dari Malang ke Jakarta. Saya belum konfirmasi ke internet beritanya bener ato engga sih.

    • 25 January 2012 at 22:00

      Astagaaaaa saya baru denger ada pembajakan keretaaaa

  89. 26 January 2012 at 17:59

    setuju sih. mungkin bisa mengurangi tingkat kriminalitas di dalam area peron ya? copet, gitu, misalnya.

    • 30 January 2012 at 09:20

      Bisa berkurang, tapi gak bisa berkurang nol sama sekali.

  90. 3 February 2012 at 14:39

    wah, ada peraturan baru begitu ya sejak 2012? saya selalu masuk sebagai penumpang, jadi belum tau, hehe
    tapi ada yang berubah sih sejak tahun ini, nggak tau karena memang ada pembatasan tiket kereta ekonomi atau apa… jadi tiket ekonomi malang-surabaya itu sekarang bisa kehabisan, padahal dulu-dulu biarpun belinya mepet nggak pernah habis

    • 3 February 2012 at 21:06

      Hmmmmm pernah pengen nyoba Malang-Surabaya pake sepeda motor?

  91. 163 Bambang Widianto
    3 April 2016 at 00:11

    Pake ktp pun dilarang masuk klo di stasiun bekasi, kencing pun toilet didalam tdk bisa masuk klo nggk ada kartu… kata Securitynya. Sudah bilang penjemput istri bawa anak balita pun bawa ktp tetap tdk bisa masuk.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 972 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: