Kucing yang Sedang Bersembunyi #2

Mari ingat-ingat, kapan terakhir kali saya posting tentang kucing:mrgreen:

Sudah lama, tampaknya. 😀  *anggap saja begitu* Jadi, sekaranglah saatnya saya menyajikan foto kucing untuk narablog sekalian, di edisi “kucing yang sedang bersembunyi”. 😆  Silakan, bagi narablog sekalian yang belum pernah melihat posting-an “kucing sembunyi” saya yang pertama, lihat ke sini.

Hari itu cerah, sekitar dua minggu yang lalu. Dari dalam rumah terdengar suara kucing mengeong, asal suara dari luar. Sudah jelas saya nggak bisa diam saja mendengar suara kucing. Saya coba cari sumber suaranya, dan cukup mengejutkan bahwa ternyata sumber suara itu berasal dari dalam halaman rumah. 🙂

Klik gambar untuk melihatnya dalam ukuran yang lebih besar

Perhatikan foto di atas. Sudahkah narablog sekalian melihat si kucing? 😀  Kalau belum, mari melihat lebih dekat lagi. 

Nah, kalau begini bagaimana? Sudah kelihatan? :mrgreen:

Tuh, saya dekatkan lagi. 😳

Aaargh sial, kamera nggak fokus ke kucingnya. 😆

Kucing itu adalah kucing betina, dan si kucing bersama empat anaknya di sana. 😳 Sungguh pemandangan yang mengejutkan ketika keesokan paginya saya lihat di garasi rumah mereka sekeluarga udah pindahan. 😆  Iya, yang awalnya dari balik tanaman itu, besoknya sudah ada di dekat sepeda motor saya.

Saya nggak tega mengganggu keluarga kucing ini. Jadi, saya biarkan hingga seminggu, baru saya foto mereka. Saya hanya bisa menyumbangkan sekotak kardus untuk tempat tidur mereka. 🙂  Oh, dan tentunya saya memberi mereka makanan juga. 😳

Cantik ya, kucingnya… 😳  Warna bulunya bagus, cantik. Saya yakin kalo kucing ini dipelihara dan dirawat, akan menjadi semakin menarik. 😳

Subhanallah, saya nggak tahan melihat pemandangan ini… 😳  Pemandangan ketika si induk menyusui anak-anaknya itu sungguh menggemaskan dan menggetarkan hati. 😳  *silakan anggap saya aneh*

******

Bagi yang mau melihat gambar kucing melakukan gerakan push-up, klik sini. :mrgreen:

Terbitan ini saya tujukan untuk para penggemar kucing, seperti Bang Rangga, Mbak Daisy, Agustin, Si Kaos Kaki Ungu, dan Mbak Ria. 😀

Sekadar mengingatkan, setelah narablog sekalian memegang kucing, jangan lupa cuci tangan ya! 😀

———————————————————————————————————————————————————————

Foto adalah hasil jepretan saya sendiri. Jika ingin mendapatkan foto dengan resolusi lebih besar, silakan hubungi saya. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

238 Comments

  1. jadi inget kucingku dulu, manak spt kucing di atas:)

    kamu pecinta kucing juga rupanya 🙂

    Reply

      1. Ha ha…, buat apa, saya ndak punya kucing di sini. Soalnya ada banyak burung liar, takutnya malah jadi predator keseimbangan alam :). Suka sih (kucing lho, bukan makanan kalengnya).

        Reply

  2. waaahh sop.. udah berapa kali refresh tapi gak semua foto kelihatan dong 😦

    aaahhh yg namanya kucing bulu brlang tiga emang cantik yak.. 😀

    Reply

  3. Lucuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu 😳 😳 😳

    kemarin ada kucing dibuang pemiliknya ke halaman rumah dan langsung ndusel aja. Umurnya sekitar 3 bulan, berwarna kuning dan betina. Saya langsung ke pet shop untuk beli whiskas.. tapi Romo tidak menghendakinya. Beberapa jam kemudian, kucing itu kembali ‘dibuang’ jauh ke belakang rumah. Mudah2an ada orang baik yang mau merawatnya, 😥 😥

    Reply

  4. wew …paling gak temen ama kucing *mo bilang musuh takut sm penggemar kucing xixixi*
    bukan apa2, dari kecil udah didoktrin klo kucing itu tukang nyakar,
    dan tau sendiri kan klo dicakar itu bikin pedes
    dah gitu kucing tukang nyolong ikan
    wes pokoknya kebencian sm kucing sudah tertanam sejakkecil
    sekarang sih klo ngeliat kucing biasa aja
    gak benci gak suka
    eh benci ding klo dia suka pup sembarangan
    anehnya suka pup di depan gerbang masuk rumah bapaku
    kayak gak ada tempat lain aja
    bikin kerjaan bapaku aja 😀

    btw itu kucingnya cantik, salam ya Sop. Jangan lupa cuci tangan abis ngasi makan kucing ya Sop 😀

    Reply

    1. Nah, satu hal yang patut Mbak benci dari kucing adalah kotorannya.
      Ya, memang saya akui kotoran kucing sangat bau. Tapi tak hanya kucing, semua binatang karnivora pasti kotorannya bau. 😀

      Reply

  5. wahh sop jadi inget kucing di rumah..si kucing yang bernama monique hilang entah kemana, udah 3 bulan gak balik ke rumah di bandung. kemungkinan udah meninggal sih, kasian lagi hamil pula. kalau diitung2 anaknya udah ada kali 20 an lebih. tapi anaknya suka “disimpen” ke pasar. karena terlalu banyak kalau harus di urus di rumah. padahal lucu2 ya anaknya kucing, eh jadi curhat gini 😛

    kucing memang mahluk imut

    Reply

  6. waahhh kucingnnya cantiik bangrt ya, bulunya bagus..

    mudah2an ada yang mau merawatnya deh..

    Reply

  7. waktu aku masih di rumah kemaren juga ada kucing beranak. awalnya aku lihat induknya, kaki dan bagian belakangnya berdarah-darah. aku kira dia kenapa, gag inget itu kucing yg kemaren bunting. dikasih makan gag mau. kayaknya si kucing cuma pengen tidur dan menghela nafas panjang. padahal aku kasian tapi gag tau juga mesti berbuat apa.
    lah keesokan harinya si kucing ternyata bawa 2 anaknya ke lemari baju adekku (yg memang pintunya susah tertutup alias udah rusak). lucuu… mereka bersembunyi di balik pakaian dan bantal. akhirnya kita pindahin mereka ke luar rumah, deket pintu deh. kita kasih kardus juga. plus kita kasih makan dan susu buat induknya. hhehe

    Reply

  8. ngomong2 kucing sembunyi, gua jadi inget dulu pas masih di jakarta…. gua lagi mau ke gereja tuh… eh sepanjang jalan kok ada bunyi meong2 terus. padahal gua naik mobil kan. tapi beneran kedengeran terus dan kedengerannya deket gitu. tau gak ternyata kucingnya dimana? ada di dalem kap mesin! ampun dah!

    Reply

  9. terharu liat foto si kucing menyusui anak2nya …
    kasih sayang ibu, tak pernah tergantikan
    walaupun itu hanya ibu seekor kucing………
    tetap saja ……namanya ibu……… 🙂
    salam

    Reply

  10. Wakakakaaa…..
    koq nggak tahannya ketika melihat momen sedang menyusui …

    bisa dijelaskan lebih detil … xixixixxiii supaya saya tidak berpikiran bahwa mas asop pengin bergabung dalam momen itu …

    wak aka akakaa :mrgreen:

    Reply

  11. pas pertama liat2…mana kucingnya.. ternyata… 😀
    itu kucingnya mirip banget sama kucingku, si Max. dia juga betina (nama lengkapnya maxine srikandi 😆 )
    warnanya juga plek sama, cuma polanya agak beda. wajahnya juga beda. kucingku lebih kurus dan lebih genit (suka bawa cowok ke rumah). 😛

    Reply

  12. punya sejarah miara kucing hingga bertahun-tahun. tapi sekarang dan ke depannya, bertekad untuk tidak miara kucing lagi :]

    Reply

    1. Wah wah, luar biasa. 😀

      Tauk nih ya, kucing ini mau saya adopsi apa nggak… disebut melihara juga nggak. Cuma kasih makan tanpa perawatan.

      Reply

  13. Entah kenapa saya nggak suka pandangan kucing. Matanya mbulet, ndelik, terlalu tajam. Persis dengan pandangan burung hantu.

    Reply

  14. komenya agak oot dikit nih. membedakan kucing betina dan jantan darimana? bisa tau ga tanpa menyentuh kucingnya? iiih aku takut kalo harus pegang kucing

    Reply

    1. Cukup mudah, Mbak. Kalo gak mau pegang, lihat aja di bagian belakangnya, di bokong. Kalo jantan, kelihatan zakarnya besar, seperti kantong begitu. Kalau betina, gak ada “kantong” di bokongnya. 🙂
      Masih gak yakin? Lihat dari kepalanya. Kalau kucing jantan itu rahangnya meng-kotak, tampak kuat, dan gahar. KAlau kucing betina, rahangnya nggak meng-kotak, lebih seperti segitiga.

      Kalau saya selama ini seperti itu cara membedakannya. Juga, saya kadang menilainya dari wujud. Kelihatan kalau kucing betina itu lebih “manis” atau “cantik” ketimbang jantan. Kucing jantan itu tampak “macho”.

      Reply

  15. ahahhaha baru ngeh liat kucing pas di gambar terakhir :p lemot sekali saya -_-
    saya gasuka kucing *takut* tapi itu anaknya sumpah imut banget :))

    Reply

    1. Wah, Mbak, memangnya kenapa kalau ngasih makanan diet ke kucing? ❓
      Saya gak ngerti apa pengaruhnya, apa dampaknya… *mohon penjelasan*

      Reply

  16. weeeee, lucu kucingnya.. jadi keinget, dulu waktu TK *aih, lama bgt yaaa* sering pelihara kucing sampe punya anak kucing 9 *klo ndak salah*, tapi gara-gara adek nakalnya minta ampun sama anak” kucing sampe sering mati, ankhirnya si mbok kucing minggat setelah anaknya mati semua.. T_T

    #nostalgic

    Reply

          1. mungkin.. mungkin.. mungkin lho ya..
            itu kan habis dipipisin, kucingnya basah, rentan kena bakteri dan virus, akhirnya sakit dan mati.. hmm *sok jadi dokter hewan* :mrgreen:

          2. Bukan beracun juga sih, maksud saya air kencing itu kan air buangan sisa tubuh kita. Ya artinya air kencing itu mengandung zat2 yang tidak dibutuhkan bagi tubuh ini. 🙂

  17. aheeeee gemesssssssshhh liat anaknya..
    eeh si induk belang telon loh, katanya kalo betina belang telon itu paling menarik di mata para jantan.. tapi gag tau juga kebenarannya :p

    Reply

    1. Wah wah, terbukti dong, kayak kucing di kosan saya dulu. 😀
      Selama saya tiga tahun ngekos di sana, kucing belang tiga di kosan sering banget hamil. Tapi ya itu, anaknya yang selamat cuma dikit, karena banyakan dimakan ama jantannya…. 😦

      Reply

        1. Lho saya pikir memang begitu… ternyata nggak ya? 😯

          Di kosan saya dulu memang begitu, makanya kucing belang tiga di sana sering hamil, tapi kosan gak rame-rame ama kucing. Ternyata seringnya dimakan ama garong. 😦

          Reply

  18. Saya dulu sukkkkaaaa bangngetttt sama kucing Sop (saking sukanya). Tapi sejak punya anak koq berkurang ya. Sekarang malah rasanya biasa2 aja. Suka nggak, nggak suka juga nggak.

    Mungkin karena punya anak itu rasanya lebih seru, anak2 lebih lucu, lebih asyik, dan lebih2 lainnya kali 🙂

    Reply

  19. Hihi… segala kucing yah diintipin sm kamu ;p
    sy juga pernah punya kucing, giliran sedang sayang2nya eh malah dia mati. semenjak itu gak doyan kucing lagi :((

    Reply

  20. wah, Asop penggemar kucing ya 🙂
    btw, dari gmbar pertama memang ngga tampak jelas lho. Sepertinya penulis berbakat menjadi anggota KPK, yg kecil2 bisa keliatan 😀

    Reply

  21. yang disekolahku banyak juga mas anaknya, sekarang malah sudah hamil lagi..
    saya termasuk pecinta kucing, suka lihatnya…sukaaaaaaaaaaaaaaaa…
    setuju sama mas Cahya, kirim saja ke sini…

    Reply

  22. Di rumah Mama ada kucing, tapi saya nggak mau pelihara demi kesehatan, karena kucing nggak baik untuk perempuan. Ada tokso-nya. 😀

    Reply

    1. Nah, Mbak, saya harap Mbak gak menyalahkan kucing dalam soal tokso ini.
      Kenyataannya, semua hewan berdarah panas, seperti musang, anjing, hamster, rakun, kera, monyet, dan lain sebagainya, itu bisa terserang toksoplasma. Tinggal bagaimana perawatan dan makanan yang dimakan mereka yang menentukan apakah hewan2 tersebut sehat atau tidak.

      Jadi, saya harap tidak ada lagi yang bilang bahwa kucing adalah sumber tokso.

      Reply

  23. oh iya tentang kisah kucing lagi. temen berkisah bahwa kucingnya mati mengenaskan..jatuh tercebur bak mandi. jadi si kucing kepeleset waktu jalan di pingiir bak mandi. memang kucing saya di rumah pun dulu suka gitu jalan di pinggir bak mandi

    kembali ke kisah temen…jadi kucing itu kepeleset nahasnya masuk bak mandi, tercebur dan meninggal di bak mandi, kelelep padahal lagi hamil besar kucingnya..

    kasian ya

    Reply

    1. Hoeeeek.. Berarti jasadnya ditemukan di dalam air ya, Kang? 😦

      Hiii gak bisa saya bayangkan bak mandi diisi oleh jasad kucing… 😦

      Reply

  24. Manisnyaaaa…ya kucingnya, ya yang ngasih kardusnya… 😉
    Makasih Sop, udah bikin saya meng-klik bolak-balik karena penasaran dengan gambar kucing yang nggak kelihatan di gambar pertama…hehe

    Reply

    1. Nah, itu jenis kelami anak2nya saya belum tahu. Ada yang betina sih, udah kelihatan dari titik2 calon puting susunya di perut. 🙂

      Reply

        1. Iya, mudah sekali, ‘kan? 😀
          Karena ekor kucing itu biasanya selalu ngangkat ke atas, jadi ga susah melihat (maap) zakar sang jantan. Kalo gak ada “kantong”-nya, itu betina. 🙂

          Reply

  25. Miaauww..
    Saya suka lihat kucing saja, ndak suka meliharanya, Sop.

    Saya kadang juga suka nangis kalau ada apa-apa sama anak ayam & itik saya di rumah
    *terus.. sama anehnya gitu? ❓ xixixixi :mrgreen:

    Reply

  26. Aaawww baby caaatttt! lucccuuuuu…!
    induknya miriiip banget sama kucing aku si Emak, Emak sayaang banget sama anak2nya dibandingkan ibu-ibu kucing lainnya dirumah aku,mudah2an yang ini juga saaayaaaang sama anak2nyaa..!

    Cepat besar ya Baby caaat… dan selamat memulai kehidupan jadi model nya Asop, jangan bosan2 ya liat lensa kamera dan mukanya Asop! hehehehe

    Reply

    1. Hiks… dunia tak semudah itu, Bhi… 😦

      Saya ga melihara itu kucing…
      Ibu saya ngelarang… gak boleh… 😦

      Jadinya, nanti kalo udah gedean dikit, saya buang… 😐

      Reply

  27. ihhhhhhhhhhh kok sama siiiiii kucingku dikantor jugak lahirannnnn,,,, liat kucing aku juga donggggggg…
    betewe,, keknya kardusnya kekecilan noh bang,, palanye ampe montok,, huehehehehe,, anaknya lucuuuu x3

    Reply

  28. saya kadang-kadang sedih juga ngeliat kucing luar mah tidurnya di bawah pohon seperti di foto … tapi emang itu dunia mereka sih :mrgreen: … baik banget si asop ngasih kardus … :mrgreen:

    Reply

  29. Itu yang kucing-kucing di kardus ‘feel’ fotonya kena.. Hihi keren Mas 😀
    Kalo dulu di dekat pos RT rumahku juga suka ada kucing ngelahirin, trus dikardusin begitu. Eh sekarang udah ga pernah ada lagi..

    Reply

  30. Anaknya banyaaaaak bangeeeeeeettttt…
    Kalo kucing saya tiap ngelahirin paling cuma atu. Itupun kadang mati… hiks 😥

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s