11
Mar
12

[Fiksi] Makhluk Imajinasi

Malam ini adalah malam yang indah. Bulan begitu besar, tergantung di atas sana. Mungkin inilah bulan purnama.

Bulan yang aku tatap sekarang ini sungguh indah. Cahaya bulan terasa amat terang, membasuh tubuhku dengan cahaya keperakan. Malam ini bulan berpendar dengan riang, memancarkan kekuatan yang serasa mampu membangkitkan jasad di bawah timbunan tanah pemakaman.

Aku memandang kakiku, membayangkan dari dalam tanah di bawah sana akan muncul tangan-tangan kurus yang merenggut pergelangan kakiku. Aku bergidik ngeri. Imajinasi dalam benak bisa terasa amat nyata jika kita membayangkan sesuatu yang tak kita sukai.

Mayat. Kerangka manusia. Kuburan. Bangkit kembali. Itu semua adalah cerita horor yang dulu bisa membuatku tak bisa tidur semalaman.

Bagaimana sekarang? Tak ada bedanya. Aku masih saja tak bisa tidur dengan nyenyak kalau membayangkan hal-hal menyeramkan semacam itu. Sebut aku penakut, tak masalah. Toh hanya aku yang tahu kekuranganku ini.

Di malam yang tenang ini, aku seharusnya ada di dalam ruangan sana bersama kolega-kolegaku, merayakan keberhasilan kami dalam proses akuisisi perusahaan. Kami mengadakan pesta kecil-kecilan di salah satu pondok pantai milik salah seorang atasanku. Pondoknya cukup besar, kira-kira seluas enam ratus meter persegi. Pondok ini sangat pantas untuk ditempati setelah pensiun, menikmati hari-hari tua dengan pemandangan pesisir pantai yang cantik.

Aku terduduk di luar sini, sendirian memandangi bulan dan laut. Dari niatku keluar ruangan yang semula  hanya ingin mencari udara segar, sekarang aku enggan masuk lagi. Sensasi pasir yang terasa lembut di antara jemari kaki dan semilir angin segar mampu menyadarkanku dari mabuk. Jika aku kembali ke dalam sana, inderaku akan kembali tumpul akibat minuman keras.

Pasir putih, laut, cakrawala terbentang nun jauh di sana, dan bulan purnama. Sungguh sempurna. Bahkan dalam keadaan gelap, jauh dari lampu seperti di posisiku ini, cahaya bulan mampu menerangi pandanganku.

Aku berada kira-kira lima puluh meter dari pondok. Cahaya lampu pondok tak sampai ke tempatku, tapi seperti yang aku bilang tadi, bulan membantuku. Aku melihat sesuatu di permukaan air, cukup jauh dari posisiku. Ada yang mengambang. Seperti bola, sebuah benda bundar. Tak hanya satu. Ada banyak. Meski tak begitu jelas, aku yakin benda-benda itu bergerak secara perlahan mendekat ke arah pantai.

Ketika aku akan menghitung jumlah benda-benda itu, tiba-tiba suasana meredup. Cahaya bulan tertutup awan. Gelap seketika. Aku bahkan tak bisa melihat anggota tubuhku. Insting pengecutku menyuruhku berdiri dan segera kembali ke pondok. Namun, alih-alih melesat pergi mendekati cahaya, aku malah berdiri dan hanya terdiam, terpaku di posisi yang sama.

Aku ingin menunggu. Rasa penasaranku mengalahkan rasa takut yang juga membuncah.

Kegelapan tak berlangsung lama, tak sampai satu menit. Awan seperti bergeser ditarik oleh sebuah kekuatan tak terlihat, menerangi pantai kembali dengan cahaya keperakannya.

Benda-benda tadi semakin dekat ke pantai. Aku merasa benda-benda tersebut bergerak lebih cepat saat kegelapan tadi.

Setelah terkena cahaya bulan, tampaklah jelas apa benda itu. Kepala. Banyak kepala. Itu bukan kepala manusia. Itu kepala suatu makhluk asing. Makhluk itu bertelinga runcing. Kulitnya berlendir, tampak licin seperti ikan. Hidungnya rata, dan matanya… mata yang… mata yang bahkan mampu membuat orang dewasa tak bisa tidur setelah menatapnya. Mata itu hampa, mata yang kosong menatapku, seakan-akan aku melakukan kesalahan pada mereka.

Kini kepala-kepala itu bergerak lebih cepat ke arahku— ke arah pantai. Aku melihat lebih dari belasan kepala. Semua sama, dengan bentuk yang hanya ada dalam fantasi penggemar horor.

Aku perlahan melangkah mundur. Kakiku sulit kugerakkan. Rasa takut menguasai diriku. Seketika udara di sekelilingku terasa menusuk kulit. Amat dingin. Mendadak aliran hawa dingin perlahan menerpaku. Hawa ini sangat pekat, paru-paruku terasa sesak. Ini bukan angin dari laut, seakan-akan terkaman udara ini berasal dari bawah pasir yang aku pijak.

Saat aku bimbang apakah aku akan langsung kabur menuju mobilku atau memperingatkan orang-orang di dalam pondok, seseorang memanggilku. Itu rekanku. Tanpa bimbang aku langsung lari melesat ke arahnya, ke arah pondok. Aku tak menoleh ke belakang, berharap kepala-kepala itu hanyalah imajinasiku yang berlebihan akibat pengaruh minuman keras.

Ketika aku sampai di pondok, aku menoleh kembali ke arah bibir pantai. Tak ada apa-apa di sana. Permukaan laut tenang, tak terlihat ada riak-riak yang menandakan suatu makhluk baru saja masuk ke dalam air. Kepala-kepala tadi seakan hilang begitu saja seperti hilangnya hawa dingin yang tadi kurasakan.

Makhluk itu sudah tak ada, tapi bulu kudukku masih meremang. Aku merasakan tetesan keringat dingin di keningku. Ritme jantungku berpacu mengimbangi rasa takut yang masih bergolak.

Tiba-tiba, lampu di seluruh pondok mati.

Kegelapan total. Bulan kembali tertutup awan. Aku tak bisa melihat.

Lagi-lagi Hawa dingin ini. Dan suara. Aku mendengarnya. Langkah mendekat seseorang. Atau sesuatu. Bukan langkah kaki, itu suara bagian tubuh yang diseret. Suara-suara, lebih dari satu. Semakin mendekat ke arahku…

******

Inspirasi kisah ini datang ketika saya melihat sebuah foto bulan purnama di tengah gelapnya pantai… :mrgreen:

———————————————————————————————————————————————————————

Gambar di atas saya ambil dari sini, sini, dan sini. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi oleh hak cipta, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

110 Responses to “[Fiksi] Makhluk Imajinasi”


  1. 12 March 2012 at 00:24

    ngeri sekali. 😦 dibaca malam- malam begini.

    • 16 March 2012 at 13:50

      Hehe, jangan berlebihan. :mrgreen:

  2. 12 March 2012 at 03:24

    hyahahaha, inspirasi yang muncul cerita horor ya Sop 😛

    • 16 March 2012 at 13:49

      Iya Bang. 😆

  3. 12 March 2012 at 06:46

    wah ikutan merinding nih bang asop. . . .. . keren. . .

    • 15 March 2012 at 18:26

      Saya anggap sebagai pujian. 😳

  4. 12 March 2012 at 06:49

    gaya berceritanya asop ini deskriptif yaa,.
    kalau aku cenderung naratif,.. suka susah jadinya kalau mau masukin deskripsi tempat/suasana ke cerita.. hehehe

    • 12 March 2012 at 11:46

      Makanya latihan, Dek. Aku juga suka susah bercerita, entah pakai naratif atau bahkan deskriptif. Latihan membuat kesempurnaan mendekat. 😀

      • 15 March 2012 at 18:04

        Wah Bang, soal bikin fiksi, Amel ini lebih berpengalaman. 😀

    • 15 March 2012 at 18:26

      Habis, saya sukanya baca novel thriller dan suspense, ya mau gak mau memang deskriptif. 🙂

  5. 12 March 2012 at 06:54

    Kini semua orang seantero pembaca blog ini tahu, bahawa dirimu penakut kan? Hehehehe 😀
    Bagus juga cerita khayalannya, bikin ngeri membayangkan kepala itu menggelinding mendekat kearahmu. HOROR.

    • 15 March 2012 at 18:25

      Nah, menggelinding itu ide bagus. Itu lebih menjijikkan dan menyeramkan ketimbang muncul tiba2 dari ketiadaan. 😀

  6. 12 March 2012 at 07:46

    untung gw bacanya udah pagi.. wakakakaka

    • 15 March 2012 at 18:24

      Bagus! 👿

  7. 12 March 2012 at 08:22

    Foto yang terakhir ngerrriiii…

    Jadi makhluk-makhluk aneh itu sudah tak lagi di pantai, melainkan sudah melesat ke pondok??? Whaoww…

    • 15 March 2012 at 18:21

      Entahlah… namanya juga misteri. 😆

  8. 12 March 2012 at 10:55

    ngeri juga…..

    • 15 March 2012 at 18:19

      Wah segini ngeri? 😀

  9. 12 March 2012 at 11:03

    tapi … aku tidak takut 😀

    • 15 March 2012 at 18:18

      Iya dong, masa’ ama beginian aja takut. 😆

  10. 12 March 2012 at 11:23

    halah.. serem amat sop… 😛

    • 15 March 2012 at 18:18

      Ah, segini masih belom menyeramkan. Masih cemen…. 😆

  11. 12 March 2012 at 11:39

    cocok nih tulisan klo dibaca adek kosku, si penggemar horor

    • 15 March 2012 at 18:17

      Ah, jangan Puch, jangan diberikan ke dia, ini belom pantas! 😦

  12. 12 March 2012 at 11:44

    wah ternyata mas Asop penakut ya, sama kayak aku dulu.. he he

    • 15 March 2012 at 18:17

      Ini fiksi. 😆

  13. 12 March 2012 at 11:45

    Lagi-lagi Hawa dingin ini. Dan suara. Aku mendengarnya. Langkah mendekat seseorang. Atau sesuatu. Bukan langkah kaki, itu suara bagian tubuh yang diseret. Suara-suara, lebih dari satu. Semakin mendekat ke arahku…

    Ini pasti pas laba-laba raksasa datang mendekat, yak? Justru itu suara langkah kaki, tetapi memang seperti suara bagian tubuh yang diseret karena pan laba-laba punya kaki banyak. Haha. 😛

    Ah, curangnya. Tengah bulan ini gak dapat lihat purnama. Mendung melulu di sini. Berbahagialah dikau, Bung. 😀

    • 15 March 2012 at 18:16

      …tidak, saya gak mau membayangkan laba2 raksasa… 😦

      *kayak Ron Weasley*

  14. 12 March 2012 at 12:07

    Masih ada sambungannya kan Sop?

    • 16 March 2012 at 13:48

      Entahlah, Mbak, sambungin dong. 😀

  15. 12 March 2012 at 12:09

    wahhh serem bro. *,*

    • 16 March 2012 at 13:48

      Sip, ‘kan, Sis 😀

  16. 33 'Ne
    12 March 2012 at 13:00

    untung bacanya siang2 gini..

    sekarang Asop suka bikin fiksi ya.. bagus donk 🙂

    • 16 March 2012 at 13:47

      Hehe, saya pengen nyoba bikin fiksi. 🙂

  17. 12 March 2012 at 14:51

    Sop, gak ada bau kemenyan? *Indonesia banget* hehehe…

    • 16 March 2012 at 13:47

      Hahahaha gak ada yang bakar kemenyan soalnya, Mbak Dev…. :mrgreen:

  18. 12 March 2012 at 15:18

    mas asop, awalnya indah kok terusannya mayat -___-””

    • 15 March 2012 at 18:26

      Hehe, silakan teruskan keindahannya. 😀

  19. 12 March 2012 at 16:16

    aaaaaaaaaaaaaaaaaa salah bacaaaaaaaaaaa, seremmmmmmmm :(((((((

    • 15 March 2012 at 18:26

      Duh, ini gak seserem itu… :mrgreen:

  20. 12 March 2012 at 16:38

    sooop, ga mau baca, nyeremin…:P

    • 15 March 2012 at 18:25

      Belom dibaca, coba dulu dong Mbak…. :mrgreen:

  21. 12 March 2012 at 17:52

    wuaaaaah…keren. itu foto hantunya saudaraan sama voldemort ya. ahahaha :mrgreen:

    • 15 March 2012 at 18:25

      Mirip ya? :mrgreen:

  22. 12 March 2012 at 18:09

    waduh, horor tenan mas artikelnya..
    habis ini mbuat artikel humor mas, wah, bertolak banget sama yang satu ini.. :mrgreen:

    • 15 March 2012 at 18:21

      Hmm hmm itu ide bagus. 😀

  23. 12 March 2012 at 18:38

    mermaid liar??
    itu gambarnya dari film apa mas?

    • 15 March 2012 at 18:19

      Hmmm hmmm bisa jadi ya, mermaid. 😀 😀
      Atau gimana dengan Myrmidon? Itu lho, kayak yang di Warcraft III. 😀

      • 15 March 2012 at 20:16

        belum pernah maen warcraft, sop. 😳 tapi liat gambarnya di google keren. cocok jadi ajudan nyi roro kidul. 😯

        • 16 March 2012 at 14:14

          Hehe, Myrmidon, lumayan, ‘kan? 😀

  24. 12 March 2012 at 19:41

    aahh asop sering nulis fiksi neh sekarang.. keren sop.. ntar klo udah banyak dibukukan aja 😀

    • 15 March 2012 at 18:18

      Nah, kalo udah banyak ya Mbak… :mrgreen:

  25. 12 March 2012 at 20:45

    ah sial, alamat ngga nyenyak tidur saya malam ini
    cerita kamu menyeramkan sop

    • 15 March 2012 at 18:18

      Duh, saya anggap itu pujian. 😎

  26. 12 March 2012 at 22:18

    kok sepertinya ngeri, ya? (nggak terlalu ngeri)

    • 15 March 2012 at 18:17

      Yap, ini memang menurut saya gak terlalu ngeri. Maklum, pertama kalinya nulis horor. :mrgreen:

  27. 57 jay boana
    13 March 2012 at 00:30

    sekarang jadi blogger fiksi nih mas 🙂 ,

    maaf lama gak kunjung saya

    • 15 March 2012 at 18:08

      Duh, akhirnya ke sini juga, udah berapa tahun gak pernah ke sini, Mas? 😛
      *rasanya dulu tahun 2011 dan 2010 saya terus yang berkunjung*

  28. 13 March 2012 at 05:26

    Kalau kamu bilang bulan di pantai yang gelap, bayangan saya adalah salah satu cover Goosebumps yang judulnya Pantai Mati, kalau tidak salah.

    Eh, mau tanya. Btw buku yang sedang kamu baca yg Heartstopper itu ceritanya tentang apa ya? Kok rasanya aku pernah nonton film dengan judul yg sama.

    • 15 March 2012 at 18:04

      Wah maap Mas Wahyu, baru saya bales.
      Itu ceritanya tentang misteri pembunuhan di sebuah kota kecil, setting-nya di Amerika. 🙂
      Saya gak jadi baca itu sampe habis, Mas, soalnya alur ceritanya terlalu lambat. Terlalu banyak kata2 yang menurut saya gak penting. Terlalu berbelit-belit, lama gak sampe ke tujuan utamanya, yaitu misteri pelakunya. 😐

  29. 61 Tina Latief
    13 March 2012 at 06:33

    wahhh dari gambar ke dua saja sudah serem, ini yang terakhir hiiiiiiiiyyyyyyyy
    bulannya keren, sekeren aku…haha

    • 15 March 2012 at 18:01

      Tuh ‘kan Ge-er-nya gak ketulungan. :mrgreen:

  30. 13 March 2012 at 10:25

    Hadoohhh kok serem banget sih foto2nya….. apalagi yang terakhir… aihhh… itu bisa bikin gak bisa tidur atau ketakutan ke kamar mandi pas malam hari hahahaa..

  31. 13 March 2012 at 14:25

    hiii….
    bulan purnama di malam memang indah di satu sisi
    namun sisi lain juga menghanyutkan ke suasana yang menyeramkan
    hmmmm…., ceritanya asyik sekaligus hiiiiii……

  32. 13 March 2012 at 17:12

    sop ikut tang kemaren
    bagaimana caranya ?

    • 15 March 2012 at 18:24

      Sudah saya balas via email ya. 🙂

      • 15 March 2012 at 18:36

        ok sip sudah saya terima sop 🙂
        thanks yo

  33. 68 Ely Meyer
    13 March 2012 at 18:31

    gambar terakhir kok serem amat ya

    • 15 March 2012 at 18:23

      Sengaja.

  34. 13 March 2012 at 20:41

    salam kenal ya……..
    jangan lupa kunjungan balek nya
    http://cristianaja.wordpress.com/

    • 15 March 2012 at 18:22

      Nanti ya kalo saya ada waktu. 🙂

  35. 13 March 2012 at 21:09

    semakin lama….. fantasinya semakin dalam 😎

    • 15 March 2012 at 18:12

      Makasih, Mas Giy, saya anggap sbg pujian. 😀

      • 15 March 2012 at 20:47

        saya memang mengapresiasi dan bukan mengolok-olok 😎

        • 16 March 2012 at 14:13

          Alhamdulillah. 😀

  36. 13 March 2012 at 23:21

    ahh asoopp.. lain kali kalo cerita horror gini jangan pake gambar juga dong.. serem tauuu 😐

    • 15 March 2012 at 18:11

      Lho justru itu harus ada gambar penunjangnya, ‘kan? :mrgreen:

  37. 14 March 2012 at 09:15

    Asop, tolong diterima award di link

    http://mugniarm.blogspot.com/2012/03/inspiring-award-for-inspiring-bloggers.html?showComment=1331686589175#c6282614677647831636

    Terimakasih ya 😀

    • 15 March 2012 at 18:07

      Aaaassiiiiiiiiik dapet award! 😀

  38. 14 March 2012 at 10:37

    “Toh hanya aku yang tahu kekuranganku ini.”<— eiiit.. sekarang banyak yang tahu!

    • 15 March 2012 at 18:06

      Ini fiksi. 😀

  39. 82 kira
    14 March 2012 at 10:50

    di jawa namanya ndas klontong, heeheehehehe

    • 15 March 2012 at 18:06

      Waduh, saya gak tahu istilah itu, padahal saya asal Surabaya. 😆

  40. 14 March 2012 at 11:36

    wah kang asop ini, gambar hantunya serem banget tuh……..

    • 15 March 2012 at 18:05

      Hehe, bagus, ‘kan? 😀

  41. 14 March 2012 at 15:35

    sendiri di kantor,,nyasar kesini…
    saya lewati dlu mas,,nanti kalo sudah ada orang saya baca…
    😀

    • 15 March 2012 at 18:02

      Haduuuh jangan sungkan2, jangan cuma ninggalin komentar di posting-an ini doang don… 😀

      • 15 March 2012 at 21:14

        sudah dibaca, tpi tetep tutupan tangan…hehehehehe

  42. 14 March 2012 at 15:53

    hadeuh.. Sop.. gue gak nyangka elo adalah Horror writer begini.. 😯 but it’s quite good bro, it’s been a while since the last time I read horror writings kayak Goosebumps (cemen abis bacaan Horror gw) :mrgreen:

    • 15 March 2012 at 18:01

      Waduh, meskipun begitu, cerita saya ini belom bisa dibandingkan dengan Goosebumps. :mrgreen:

  43. 16 March 2012 at 11:48

    kaget liat foto terakhir 😮
    tp ga tau kenapa aku seneng klo endingnya semuanya mati dimakan sama makhluk itu :mrgreen:

    • 16 March 2012 at 13:52

      Eits, kamu maniak horor ya. 😛

  44. 16 March 2012 at 15:26

    lama tak mampir, tau-tau disuguhin yang horor2… asik! :mrgreen:

    • 20 March 2012 at 15:12

      Toss dulu! 🙂

  45. 18 March 2012 at 11:25

    serem juga tuh muka…
    Eeh itu muka apa pan**t yah 😆

    • 20 March 2012 at 15:06

      Ah otak Febri yang menganggap itu pantat artinya ekstrem.. 😆

  46. 20 March 2012 at 17:15

    suara itu semakin mendekat, aku semakin merasakan ketakutan, namun, tiba2 suara itu menghilang, hening, hening sekali, dan … pada detik selanjutnya, tiba2, “byurrrr …. tidur aja lo, bangun udah siang tuh,” …. ternyata ngimpi, hihihi, sory sob, ikut bikin post disini, biara gak serem, heheheh .. PIss

    • 20 March 2012 at 17:36

      Bagus, setidaknya jangan merusak suasana horor. 😛

  47. 20 March 2012 at 22:46

    HADEUUUUHHH…. benci horor deh aku…. ~.~ *walau kadang suka sok berani…
    maap ga baca sama sekali tulisan ini…. takut ga bisa tidur ntar ~.~

    • 21 March 2012 at 08:18

      Hehehe maap ya Bang Ivan… :mrgreen:

  48. 101 bhiberceloteh
    21 March 2012 at 23:38

    bilangin sama tokohnya buruan cabuuuuuuuttt dari situuu… hadeeuh kebawa cerita nih!
    Diiiih itu gambar yang terakhir PR banget deh! malem2 pulak aku bacanya, ga bener niiih…..
    bakal ada lanjutannya ga? kalo ada jgn pake foto ya Sop, mbikin jantungan! hihihi…

    • 22 March 2012 at 18:54

      Nah, saya belom mikirin kelanjutannya… 😎

  49. 27 May 2012 at 19:29

    Om , gambarnya serem :nohope: , gua ketakutan sendiri , mana dikamar sendiri pula

    • 29 May 2012 at 19:30

      Oh, ini belum seberapa. 😀

  50. 105 deta20
    28 September 2012 at 14:44

    Hehehe salam kenal kang asop,,,lagi berjalan2 menelurusi blog orang2, ternyata nemu blog yang semenarik ini 😀 Honestly, you almost the same with me. Sama2 gak suka film horror (parno beberapa hari setelah nonton film horror), tapi saya juga suka banget loh sama insidious. Jadi pingin nonton sisnister juga ^^ ; sama2 pingin bikin perpus dirumah. Sama2 punya imajinasi yang aneh2 untuk diceritakan, tapi bedanya,,,saya belum banyak membaca, bahkan novel pun gak suka (cuma suka sama angel and demonsnya Dan Brown aja)hihi plus, saya juga blum seahli bung asop dalam menuliskan imajinasi. Baru mau mulai mencoba rajin membaca dan menulis. Beruntungnya bertemu blog ini, jadi bisa sedikit banyak belajar. Salam kenal ya… Btw, blog saya masih direnovasi habis2an, jadi kapan2 klw udah selesai direnovasi mampir ya…. *panjang banget ini komennya.hahah

    • 7 August 2013 at 04:17

      Heeeey makasih, makasih, kamu udah mau menyampaikan pendapat kamu. 🙂

      Saya senang kalo komentarnya panjang-panjang. 😳 Makasih ya, kamu udah berkunjung ke sini. 😀

      Tapi…. link blog kamu mana…? 😦 Saya ga bisa main ke sana…..

      • 9 September 2013 at 15:56

        Maaf maaf baru sempat membalas…aku ganti alamat blog…hehe ini blog aku yang baru deltaileana.wordpress.com…gak sering update sih gegara kerjaan 😛

        Bikin cerita2 fiksi yang aneh2 lagi dong *request* 😀

        • 7 March 2014 at 11:50

          Huhuhu maap saya ada beberapa cerita tapi belom sy post di sini…. 😦

  51. 5 September 2013 at 21:15

    Kyaaaaaaaaaaaaaa~~ sereeeeeem 😥

    • 7 March 2014 at 11:52

      …..beneran serem? 😯


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 972 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: