[Fiksi] Aku dan Elemen Air

Ada apa ya, dengan diriku ini? Itu dulu deh, yang aku tanyakan.

Pagi itu, aku menuju dapur untuk membuat sarapan. Biasanya aku sarapan telur rebus dengan nasi atau nasi goreng dengan orak-arik telur. Aku sudah biasa membuat sarapan sendiri, tak terlupa dengan makan malam.

Begitu masuk dapur, aku yakin sekali dapur dalam keadaan kering. Saat aku sedang berkutat dengan wajan dan telur, aku mengalihkan pandangan sebentar ke arah lain untuk mencari tempat garam dan merica. Ketika aku kembali menatap wajan, aku melihat tetesan air di atas kompor. Padahal tadi kering. Tak hanya di sana saja, ternyata ada genangan air cukup banyak di lantai, tampak seperti menyambung dengan tetesan air di atas kompor. Bagaimana mungkin ini terjadi? Kalau memang tadi ketika aku masuk ke dalam dapur lantainya basah, tentu aku tak akan membiarkannya begitu saja. Aku bisa terpeleset.

Itu kejadian seminggu yang lalu.

Empat hari yang lalu, lagi-lagi kejadian aneh terjadi. Saat itu aku sedang bekerja di mejaku, seperti biasa. Di sebelah kanan, di atas meja komputerku, aku menaruh gelas minuman. Waktu itu aku sedang fokus sekali ke layar komputer, mengerjakan tugas yang hari itu baru diberikan oleh atasanku. Tanganku bergerak ke arah gelas tanpa aku melihat gelas di sebelah kananku itu. Aku sudah yakin dengan jarak yang kuperkirakan, sehingga ujung tanganku harusnya sudah menyentuh pegangan gelas. Tetapi, malah terjadi sesuatu yang aneh. Cairan panas mengenai tanganku.

Cairan kopi panas yang ada di dalam gelasku itu tumpah ke tanganku! Aneh, memang. Tak ada goncangan, gelas tak miring, dan permukaan meja jelas rata. Kecuali ada orang dari balik pembatas kubikelku yang menumpahkan air kopi panas, kemungkinan air dari dalam gelas meloncat sendiri ke arah tanganku sangat tak masuk akal.

Kemudian, tiga hari yang lalu, waktu itu aku sedang dalam perjalanan pulang ke rumah. Rute yang biasa kulalui, rute yang telah kulalui selama setahun aku bekerja di kantorku yang sekarang. Di depanku ada seorang wanita berjalan sendirian, sekitar beberapa belas meter di depanku. Ia seorang wanita muda yang —jika dilihat dari belakang— tampak menarik, dengan balutan blazer dan rok warna krem. Seorang wanita berjalan sendirian di malam hari, aku rasa sangat wajar ia menjadi sasaran jahat pria-pria hidung belang.

Benar saja, di belokan jalan yang akan kulewati, aku melihat tiga pria yang tiba-tiba muncul dari balik tembok bangunan di ujung jalan. Karena jarakku yang cukup jauh, mungkin pria-pria itu tidak melihatku. Mereka berkata sesuatu pada wanita itu, dan mencoba menyentuh bahu sang wanita. Tak butuh otak jenius untuk mencerna fakta itu bahwa ia sedang diganggu.

Aku akui, aku bukan seorang yang pemberani. Aku juga bukan orang yang mudah terinspirasi oleh film-film superhero, yang selalu berkata bahwa kebenaran pasti menang. Justru aku orang yang sebisa mungkin menghindari keributan. Prinsipku, kau tak mencampuri urusanku, aku tak mencampuri urusanmu. Kau tak mengganggu diriku, maka akupun tak akan mengganggu dirimu.

Tak usah bicara tentang fisikku. Fisikku tak sebagus pria yang rutin pergi fitness ke gym, itu jelas. Kemampuan beladiriku juga bukan yang terbaik di keluargaku, kaena terakhir kali aku latihan karate adalah saat aku SMA, umur belasan tahun. Jadi, bukanlah ide baik kalau aku menerjang bergabung ke pergulatan melawan tiga orang berandal di depan sana. Hati kecilku ingin menolong sang wanita, tapi otak rasionalku mencegahku bergerak tanpa rencana yang matang.

Tiba-tiba, sesuatu terjadi. Ada fire hydrant di dekat para berandal dan wanita itu berada. Aku tak ingat bagaimana momen itu terjadi, tapi yang pasti waktu itu aku merasakan amarah di hatiku, membuat tubuhku sedikit bergetar. Kemudian, hydrant itu menyemburkan air. Awalnya hanya semburan kecil, keluar dari celah seperti hasil torehan pisau pada kulit. Selang beberapa detik kemudian, bagaikan didorong oleh suatu tekanan yang amat besar dari dalam tanah, hydrant itu terkoyak di bagian tengah, membuat lubang cukup besar di salah satu katupnya.

Apa yang selanjutnya terjadi cukup mencengangkan. Air yang keluar dari lubang tersebut mengarah ke ketiga berandal itu. Airnya seperti hidup, bagaikan ular yang meliuk-liuk menyerang mangsanya. Sang wanita tidak terkena air sama sekali, hanya terkena percikan sedikit air. Dan tahu apa yang terjadi pada ketiga berandal itu? Mereka terhempas oleh terjangan air, terpental di trotoar sejauh tiga atau empat meter ke arahku berada. Tak ada dari mereka yang bangkit kembali. Kulihat wanita itu kebingungan dan tampak tak percaya terhadap apa yang baru saja terjadi. Ia langsung berlari pergi menjauh.

Waktu itu aku mulai bertanya-tanya pada diriku sendiri. Apakah itu semua terjadi karena diriku? Apakah akan terjadi sesuatu yang hebat padaku seperti dalam film-film superhero?

Belum sempat pertanyaanku terjawab, saat aku sampai ke rumah, terjadi lagi keanehan. Dengan maksud menghilangkan gemetaranku setelah menyaksikan kejadian menakjubkan tadi, aku mandi dengan air dingin. Aku memakai pancuran, dan tak ada air panas, karena mesin pemanas airku rusak. Waktu itu aku berpikir alangkah nikmatnya jika ada air hangat. Seakan menuruti kata hatiku, air yang keluar dari pancuran seketika menjadi hangat!

Apakah aku bermimpi? Tentu tidak. Apakah aku mengalami delusi? Dasar asal ngomong. Apakah kekuatan pikiran yang teramat kuat dapat mengubah indera perasa di sekujur kulitku menganggap air dingin sebagai air hangat? Bisa jadi. Hanya itu yang bisa kugunakan sebagai penjelasan.

Itu saja? Tidak, kejadian aneh yang kualami belum selesai. Semenjak kejadian saat mandi itu, aku tak perlu menekan tombol atau tuas flush setiap kali selesai buang air besar atau kencing. Sungguh, aku tidak bohong. Setiap kali tanganku akan menyentuh tuas flush, belum sempat menyentuhnya, air sudah keluar sendiri.

Klimaksnya terjadi hari ini, saat ini. Baru saja aku melakukan eksperimen. Aku berada di taman alun-alun kota, tepat di seberang kolam air mancur, agak jauh sekitar tiga puluh meter tempat aku duduk di sebuah bangku. Tadi, aku mengangkat lengan kananku, mengarah ke air kolam tersebut. Telapak tanganku terbuka, kuarahkan ke arah kolam. Dalam benakku aku membayangkan air mancur kolamnya mati. Dan seketika itu juga terjadi hal yang sama pada kolam di depanku, jauh di sana. Air mancurnya mati.

Kemudian, aku arahkan juga lengan kiriku, dan dengan kedua lenganku terangkat di udara, aku membayangkan air dalam kolam tersebut terangkat ke udara dan membentuk bola. Sungguh menakjubkan, hal itu benar-benar terjadi. Kupandangi bola air besar berdiameter sekitar lima meter di udara, bagaikan tergantung pada seutas kawat yang tak tampak. Terdengar suara decak kaget dari orang-orang yang menyaksikan kejadian ini. Ada yang hanya terperangah, dan ada yang segera mengeluarkan ponsel mereka dan merekamnya.

Lalu, aku menutup kedua telapak tanganku, bagai menggenggam udara. Seketika bola air tersebut pecah menjadi butiran-butiran besar air, tumpah membasahi area sekitar kolam dan menciprati beberapa orang yang berada terlalu dekat.

Aku melongo. Mulutku terbuka cukup lebar untuk dimasuki bola baseball. Adakah yang bisa menjelaskan hal ini?

Itulah kisahku. Sekarang, aku masih terduduk di tempat yang sama. Semakin lama aku berpikir, semakin tak ada penjelasan yang masuk akal untuk apa yang kualami ini…. Tunggu dulu, aku melihat seseorang… dari sudut mataku aku melihat seorang berpakaian serba putih berjalan pelan mendekatiku.

Seorang pria menggunakan setelan jas serba putih, terlihat necis bahkan dengan sepatunya yang berwarna putih. Orang itu menatap mataku dengan tajam. Senyum tipis tampak di bibirnya. Aku membayangkan orang itu adalah pengguna api, seperti di kisah-kisah fantasi yang pernah kubaca.

Dia berjalan ke arahku dengan—Ouw, dia mengangkat tangan kanannya dan mengarahkan kelima jarinya padaku. Dari ujung-ujung jarinya aku melihat percikan api, terpancar kilatan-kilatan api yang menyambar ke arahku….

******

Pernah nggak sih, narablog sekalian membayangkan punya kemampuan khusus semacam itu… 😳

Saya dapat ide menulis ini dari dapur, persis seperti salah satu peristiwa di atas. Tiba-tiba ada tetesan air yang tidak saya sadari ada di atas kompor. Itu benar-benar terjadi. :mrgreen:

———————————————————————————————————————————————————————

Gambar di atas saya ambil dari sini, sini, sini, dan sini. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi oleh hak cipta, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

86 Comments

    1. aku juga sering ngimpi bisa terbang, kalo dikejar musuh.
      pilihan terakhir ya terbang aja.

      Reply

  1. Tentu pernah membayangkan/day dreaming dong, punya kekuatan super gitu ya, sepertinya memang asyik!! hahaha 😛

    Btw, keren ceritana Sop *untung bukan horor/thriller lagi, wkakakaka 😆 *. Bikin sekuelnya dong, hahaha 😀

    Reply

  2. aku sering ngebayangin,, ngebayangin jadi superhero dengan kekuatan khusus, biasanya sih punya kekuatan pikiran macam xavier gitu.. hahhaa

    Reply

  3. Avatar banget ceritanya. Pengendali air.
    Memang menyenangkan jika kita mempunyai kekuatan super semacam ini. Puncak imajinasi saya muncul ketika menikmati serial HEROES. Di situ saya ingin punya kekuatan untuk ‘bisa selalu menjawab pertanyaan baik tulis ataupun lisan’.

    Reply

    1. Memang mirip. Tapi pas saya bikin ini saya gak terinspirasi dari Avatar lho. Saya gak ngikutin kartun Avatar soalnya. 🙂

      Reply

  4. kesukaan saraoannya sama kaya pascal telur orak arik tapi pascal menyebutnya telur moski:)
    belum pernah memikirkan hal seperti itu

    Reply

  5. wah kejadian nyata di atas kompor? jangan2 lo rmang mempunyai kekuatan super sop :p
    pernah dong menghayal.. kalau aku lebih suka ngayal tinggal di negeri mitologi yg punya kekuatan super.. hehehehehe

    Reply

  6. cool. saya pernah membayangkan punya berbagai kekuatan superhero. yang paling menyenangkan itu kayaknya telekinesis. bisa menghempaskan orang untuk membelah keramaian. STRIKE! wahaha. kayak main bekel, eh, bowling.
    saya pernah baca ada orang yang kayak jane grey-nya xmen gitu. cuman saya lupa namanya. perempuan juga. kerennya, dia bisa sakit sampe seminggu setiap abis melakukan pertunjukan. tim dokter yang menelitinya juga membuktikan bahwa itu bukan tipuan. ada hawa panas yang mengalir dari tulang belakangnya ke tangan. akhirnya dia meninggal karena sakit setelah pertunjukannya. 😦

    Reply

    1. Hah, serius itu ada wanita yang bisa seperti Jean Grey? 😯
      Saya gak percaya kalo belum baca langsung… Namanya siapa, Mas? 😯

      Reply

  7. Ceritanya seru nih, mengalun pelan dan bikin penasaran terus
    bahkan endingnya masih bikin penasaran 😀
    Kelihatanya seru juga, kalo punya kekuatan mengendalikan gravitasi

    Reply

  8. fantastis. keren. btw prinsip kita sama. aku tak ganggu kamu. kamu tak ganggu aku. urusanku bukan urusanmu. urusanmu bukan urusanku. kecuali kita berkomunikasi dan peduli dengan cara yang baik.

    Reply

  9. paling sering bayangin punya kekuatan bisa membuat apa yang ada dalam imajinasi jadi kenyataan. misal kepengen maem gitu, trus depannya kita uda ada makanan yg kita pengenin *glek*. trus klo marah ma siapa, bayangin aja atasnya kesirem air bekas cucian, dan itu kejadian 😆

    Reply

    1. Yap. Tapi saya gak bikin cerita ini berdasarkan Avatar. Saya gak ngikutin Avatar, jadi gak kepikiran Avatar sama sekali. :mrgreen:

      Reply

  10. Udah kuduga, yang asli paling cuma yang cerita pertama hehehe…

    Sop, udah kerja toh? Atau kerja lapangan? Kalo dari link sich kerja lapangan ya….*repot sendiri* 😀

    Reply

  11. Kalau jadi film.. Judulnya : “Water Hero”
    Tokoh Utama : Nicholas Saputra
    Kostum yang dipakai “Baju Surfing”
    Musuh Utama “Demon Fire”

    “Water Hero” adalah Jelmaan cucunya Sponge Bob yang dikutuk sang kakek ke dunia karena terlalu banyak menghabiskan air di dalam laut.. wwhhehe 😀

    Reply

    1. Hmm hmm, ada tuh di Shonen Magz. 🙂
      Saya ga suka itu komik. Terlalu fantasi. 😀 Saya langsung ilfill begitu muncul Dracula. 😦

      Reply

  12. Kadang berimajinasi sendiri mempunyai kekutan super bisa hilang dan juga kuat, yang bisa menembakkan sinar laser dari ujung jari telunjuk…
    #sayang itu hanya imajinasi sendiri 😀

    Reply

  13. imajinasinya luar biasa kakaakkk.. 😀
    kalo sy dikasi kesempatan punya kekuatan ekstra kek gitu, sy cuman pengen bisa kemana2 dalam waktu sekejap. kek lorong waktu gitu, atau pintu kemana saja. biar gampang mudiknya 😆

    Reply

  14. WOOO…
    kamu bisa ngendaliin air mas? itu beneran?
    wah hebat….
    jadi ketika negara api menyerang hanya mas asop penguasa elemen air yg dapat menghentikannya hehehe 😀

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s