20
Mar
12

[Fiksi] Konfrontasi, Terbunuh, dan Terkoyak

Anton dan Tobias. Bukan nama satu orang seperti tokoh utama dalam film Idle Hands yang diperankan oleh Devon Sawa. Dua nama itu adalah nama dua orang yang saat ini sedang bersitegang di sebuah rumah di pinggiran kota. Ini adalah rumah Tobias, sebuah rumah model lama dengan halaman yang amat luas jauh melebihi luas bangunannya. Tiga anjing Rottweiler yang tampak ganas selalu bersiaga di halaman rumah, menjaga dari apapun makhluk hidup yang mencoba masuk ke dalam rumah.

Dua pria dewasa ini sebenarnya saling berteman, mereka satu hobi, sering keluar makan malam bersama, dan mereka saling menghargai satu sama lain. Baru akhir-akhir ini hubungan mereka rusak akibat perselingkuhan. Ya, lagi-lagi kembali ke masalah wanita. Istri Anton main gila dengan Tobias, entah siapa yang memulai.

Anton mengetahui kebenaran pahit ini dari penuturan beberapa temannya yang melihat istri Anton, Bella, berjalan bergandengan tangan dengan mesra di sebuah pusat perbelanjaan. Ketika itu Anton sedang dinas di luar kota, berada sembilan ratus kilometer dari kota tempat ia tinggal. Tak ada orang yang menyangka bahwa ternyata sang istrilah yang berselingkuh.

Maka, saat ini, Anton ingin membuat perhitungan.

“Kenapa? Kenapa kau melakukan hal ini?” ujar Anton, setengah berteriak. Ia merasa dikhianati, seperti ditikam dari belakang oleh orang kepercayaannya.

Tobias menjawab, “Maafkan aku, Anton. Sungguh, aku minta maaf. Aku tak bermaksud merusak pertemanan kita.”

Tobias mencoba bersikap tenang. Itu sulit, mengingat pisau dapur yang sedang dicengkeram Anton saat ini. Sungguh bodoh, pikir Tobias, mengapa ia membawa Anton ke dapur? Tobias tak mengira sama sekali Anton akan datang ke rumahnya secepat ini untuk meminta penjelasan. Konfrontasi ini sungguh di luar persiapannya.

Anton tak habis pikir. Untuk apa selama ini ia berbagi cerita, berbagi tawa, dan berbagi kesedihan pada pria jelek di hadapannya ini? Ternyata memang tak mudah mencari teman yang bisa dipercaya.

Pisau Anton terangkat, mengarah ke Tobias. “Kau… Selama ini aku percaya padamu, tapi kau berkhianat!” kata Anton. Ia mendekat selangkah ke pria yang ada di hadapannya. Tobias mengangkat tangan.

“Tenang, Bung, tenang. Singkirkan pisau itu, dan kita akan bicara baik-baik. Aku akan beri penjelasan.”

“Persetan kau, bajingan! Kau merebut istriku!”

“Anton, bukan salahku kalau istrimu lebih memilih aku.”

“Kau tak pantas bicara begitu, pecundang!”

Harga diri Tobias bergetar. “Kau yang pecundang, Anton, tak dapat mempertahankan istrimu sendiri,” ujar Tobias.

Tubuh Anton bergetar sesaat, dan sejurus kemudian ia menyabetkan pisaunya ke arah Tobias. “Kurang ajar!”

Tobias berhasil menghindar dari ayunan pisau pertama. Sabetan kedua dan ketiga yang tak beraturan juga berhasil ia hindari. Mereka berdua kembali menjaga jarak. Dua pria ini bukan petarung ataupun orang yang pernah belajar bela diri. Jangan harapkan pergulatan yang apik dari mereka.

“Itu salahmu, Anton. Artinya ada yang kurang dari dirimu,” kata Tobias. Ia mengganti strategi, ia akan menghasut Anton hingga batasnya.

Raut wajah Anton berubah semakin gelap. Niat menghabisi pria di depannya ini sudah tak bisa dihentikan. “Seharusnya aku tak mempercayaimu, pria brengsek.”

Bibir Tobias membentuk seringai licik, lebih cocok disebut seringai merendahkan. “Aku heran, mengapa Bella mau menikah denganmu. Bella begitu cantik, ia makhluk yang begitu indah, tak pantas bersamamu.”

Cengkeraman pisau Anton semakin erat. Urat-urat bertonjolan di lengannya.

“Biar kukatakan langsung, Bung. Aku sudah menidurinya.”

Cukup sudah.

Anton meledak. Sekalipun kemarahan akan menyebabkan orang bertindak tak kenal ampun dan di luar logika, Anton menyerang Tobias membabi buta. Ia mengayun-ayunkan pisau yang dipegangnya. “Bella adalah istriku! Bella mencintaiku!” jeritnya. “Dia tak akan selingkuh dengan pria seperti dirimu—“

Tobias berusaha mengelak dari semua sabetan pisau Anton. Tubuhnya membungkuk, bergerak ke samping, dan memanfaatkan meja makan untuk mengambil jarak dari Anton. Berkelahi di ruangan penuh barang seperti dapur membawa kelebihan dan kekurangan. Sepintas dengan ujung matanya, Tobias melihat pisau lain di dekat wastafel. Dengan sedikit gerakan mundur sebagai pancingan, Anton mendekat ke arahnya, menjauhi wastafel. Memanfaatkan itu, ia segera berlari menuju pisau tersebut dan menyembunyikannya di balik pinggang. Sudah saatnya mengakhiri ini, pikirnya.

Sebuah tusukan dari depan dilayangkan Anton ke arah perut Tobias. Sambil menghindar ke samping kanan Anton, Tobias memegang lengan kanan Anton dengan lengan kiri. Dengan cepat, lengan lain Tobias yang memegang pisau berayun tepat ke arah leher Anton.

Amarah sengsara pria itu berakhir dalam jeritan menggelegak. Pisau di tangan Anton terlepas. Satu lengan Anton mencengkeram luka di lehernya. Tobias melompat mundur, menjauhi satu ayunan tinju Anton yang tak terarah, dan sekali lagi mengayunkan pisau ke arah Anton. Pisau tersebut mengiris lengan Anton dalam-dalam. Lalu tungkainya. Anton jatuh telentang, mencengkeram luka di lehernya.

Tobias mengangkat lengan dan menghunjamkan pisau dapur itu ke perut Anton. Tapi dengan kekuatan yang mengejutkan, Anton mendorongnya menjauh, berguling, lalu bangun dan berlutut. Kursi-kursi meja makan berantakan. Anton berusaha bangkit berdiri dengan bertopang pada meja makan, namun ia ambruk kembali ke lantai membawa serta meja makan tersebut. Darah mengalir di sela-sela jemari yang mencengkeram lehernya yang robek. Tobias menyerang Anton beberapa kali lagi, tapi Anton merangkak cepat di luar kemampuannya, menuju pintu keluar ke halaman belakang. Dengan kekuatan yang masih tersisa, Anton membuka pintu dan jatuh di halaman belakang.

Tobias tak bersusah payah mengejarnya. Anton berdiri, berjalan menjauh beberapa langkah, dan kembali jatuh terduduk. Tobias perlahan mendekat. Lalu berhenti. Ia mendengar geraman. Geraman itu semakin dekat. Ia bergegas mundur menjauhi tubuh yang mulai kejang-kejang itu.

Ia belum memberi makan anjing-anjingnya hari ini. Saat ini sore, ketiga anjingnya pasti sangat kelaparan. Dan lagi, ia memang tak mengikat ketiga Rottweiler-nya.

Suara langkah-langkah berderap cepat mendekat. Anjing-anjing Rottweiler-nya menyerbu lapar, mengendus aroma daging dan darah segar. Tobias berbalik ke rumahnya, masuk, dan menutup pintu. Anjing-anjingnya mengerubuti Anton, yang tampak begitu beringas sesaat lalu, sekarang hanya berupa daging yang tercabik-cabik.

Tobias mengamati melalui kaca pintu, puas, mengawasi pria itu mati. Anton melawan— ia berusaha bangkit dan berusaha menghantam anjing-anjing itu. Tak ada gunanya. Satu anjing Rottweiler jantan yang besar menggigit bagian belakang leher Anton dan mengguncang-guncangnya. Sesaat kemudian Anton terkulai.

Hewan-hewan itu menyeretnya menjauh keluar dari pandangan Tobias, untuk berpesta. Tubuh Anton menghilang di balik mulut-mulut menyeringai berlumuran darah.

Sisa tubuhnya akan kubereskan nanti, Pikir Tobias. Ia menatap penjuru dapur dan ruang makannya yang berantakan. Ceceran darah di lantai dan perabotan. Kursi dan meja rusak, terbalik. Saatnya membereskan kekacauan ini.

*****

Tidak, Anton di atas bukan Anton kulit putih yang ada di kisah “Perkelahian Bebas”. Ini Anton yang lain. :mrgreen:

Dan saya mohon maap kalau cerita dalam kisah ini terlalu vulgar, terlalu menjijikkan bagi beberapa narablog sekalian. 😐 Maap, judulnya terlalu vulgar. Maap, saya hanya menuangkan imajinasi saya. 😐

———————————————————————————————————————————————————————

Gambar di atas saya ambil dari sini, sini, dan sini. Peta dari Semarang ke Balikpapan saya buat berdasarkan peta dari Google Maps. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi oleh hak cipta, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

96 Responses to “[Fiksi] Konfrontasi, Terbunuh, dan Terkoyak”


  1. 1 Tina Latief
    20 March 2012 at 06:55

    lagi suka nge-fiksi ya sob,
    itu pisaunya wow, tapi kurang serem..
    coba kalau pakai samurai …syutttt…
    blood n blood

    • 20 March 2012 at 15:06

      Yoi, Mbak. 🙂

      • 3 Red
        20 March 2012 at 16:29

        wah si tina pencinta gore rupanya 😆

  2. 20 March 2012 at 08:24

    keren bangetssssss……..
    ditambah lagi, ada wajah matthew…. 😆

    • 20 March 2012 at 15:05

      Matthew??
      Memangnya saat ini siapa yang masih memanggil dia dengan nama aslinya? 😛

  3. 20 March 2012 at 08:30

    kenapa fiksi mu akhir-akhir ini banyakj cerita horor yah Sop ?

    • 20 March 2012 at 15:04

      Ini horor? Bukan, ini suspense. Hahahah 😆

  4. 20 March 2012 at 08:55

    imajinasi yang oke Sop 🙂

  5. 20 March 2012 at 10:00

    wah … semakin bisa membuat pembaca “menghabiskan” satu cerita :mrgreen: asop semakin pandai dengan kata-kata euy …

    btw … ini kebetulan saja atau melihat fenomena selingkuh yang dilakukan oleh kaum urban? …

    jangan meminta maaf sop atas kata-kata yang fulgar … belum membaca buku djenar maesa ayu yah :mrgreen: … dalam kesustraan kalimat seperti itu diperbolehkan … kamu sudah baca Tom Sawyer-nya Mark Twain belum? disitu terdapat banyak sekali kata-kata penghinaan terhadap kulit hitam (Nigger dan sebagainya) … tapi kata itu kan dibutuhkan untuk “menggambarjkan keadaan saat itu” … walau kontrofersi tapi toh jadi referensi sastra toh 😀

    • 20 March 2012 at 15:03

      ..wow…Mark Twain… belom, saya belum pernah baca… 😦

      Kalo memang ini kebetulan mirip seperti fenomena selingkuh kaum urban, itu hanya kebetulan. Sungguh, saya membuat ini tiba2 aja keluar. 🙂

  6. 20 March 2012 at 10:01

    kenapa harus balikpapan???

    • 20 March 2012 at 15:00

      Entahlah, itu juga sembarangan, asal saya hitung 900 km aja…

      • 21 March 2012 at 06:31

        saya orang balipapan lho…
        #gapenting

        • 21 March 2012 at 08:04

          Ooooh ya? 😀 Saya lupa, saya pikir kamu orang Bandung asli… :mrgreen:

          Itu bener2 kebetulan, saya milihnya Balikpapan. Saya iseng menghitung jarak Semarang dengan skala yang ada, hampir 900 km. 😀

          • 21 March 2012 at 16:09

            saya itu keturunan palembang, lahir di balikpapan, dan besar di bandung…
            indonesia asli pokona mah.. hehehe….

          • 21 March 2012 at 16:27

            Tuh, sama dong ama saya, gak jelas. 😆

            Ayah saya orang Palembang, tapi lahir di Martapura, Kalimantan. Ibu saya lahir di Bandung, besar di Bandung, tapi kedua orang tuanya (nenek-kake saya) dan buyut2nya orang Semarang. Lha saya, dari ayah dan ibu yang begitu, lahir dan besar sampai SMA di Surabaya. :mrgreen:

          • 22 March 2012 at 07:13

            hahaha ternyata sama2 ga jelas… biarlah,, yang penting indonesia aseli.. hihihi :mrgreen:

          • 22 March 2012 at 18:43

            Toss dulu! :mrgreen:

  7. 20 March 2012 at 11:38

    ini fiksi berlatar belakang sedikit kisah nyata ya Sop?

    • 20 March 2012 at 14:59

      Entahlah, Mbak. Pokoknya saya ada aja ide begini…. 🙂

  8. 20 March 2012 at 12:56

    berasa pernah baca yang kaya gini, Sob. tapi bukan fiksi, kaya berita gitu.
    gara-gara istrinya selingkuh, akhirnya dua orang pria berkelahi.
    tapi bagus kok 🙂

    • 20 March 2012 at 14:58

      Tapi adegan perkelahian di berita gak dideskripsikan secara lengkap, ‘kan? 😀

  9. 20 March 2012 at 13:12

    Ternyata anjing tersebut ber jenis Rottweiler, aku menyebutnya Buldog. Pokoknya yg ganas-ganas gitu aku sebut buldog, sudah terpatri di otak.

    • 20 March 2012 at 14:52

      Bulldog lebih jelek lagi tampangnya….

      • 20 March 2012 at 16:28

        tapi tidak seganas rottweiler atau pittbull yang kekuatan rahangnya luar biasa. bulldog itu manis 😀

        • 20 March 2012 at 16:35

          Iya ya Bang. Saya iseng cari di google “Anjing Terganas” keluarnya Rottweiler di urutan kedua.

  10. 20 March 2012 at 14:18

    Engggg… itu pake efek sinetron g? Marahnya mata melotot, suara naik lima oktaf, tangan dikepal, habis itu ada suara berisik jreng..jreng..jreng…jreng 😀

    • 20 March 2012 at 14:48

      Nggak dong, jangan kayak sinetron ah…. :mrgreen:

  11. 20 March 2012 at 14:26

    Serraaammm ….

    Itu jenis anjing Rottweiler ya … yang pipinya kayak ketarik ke bawah ?
    Baru tahu … 🙂

    Asop, koq kalo pake kotakkomen model WordPress begini saya gakbisa komen spt dulu, mesti masuk di W (wordpress) atau FB yah …

    http://mugniarm.blogspot.com

    • 20 March 2012 at 14:31

      Maap Mbak, bukan saya yang menyetel begini, tapi sudah dari wordpress-nya sana…

    • 22 March 2012 at 04:53

      wahh mau anjing jenis apa kek, tapi yang pasti lo gigit sakit, pada dah pernah digigit anjing lo

      • 22 March 2012 at 18:45

        Belom pernah dan jangan sampe digigit. 😦

        • 22 March 2012 at 21:05

          lo aku ma sering dikejar tapi lum pernah kegigit. hihihihi 🙂

          • 22 March 2012 at 21:39

            Situ ngetik dari hape ya?

            “lo” itu maksudnya apa ya?

            Apakah “elo” yang berarti “kamu”, apakah “kalo” yang berarti “kalau”, atau “lom” yang berarti “belum”?
            Tolong, jelaskan pada kami semua, karena ini bener2 baru bagi saya.
            Mari, berbahasa dengan baik dan benar.

          • 22 March 2012 at 21:57

            lo itu adalah kalau kawan hihihihi

          • 22 March 2012 at 22:02

            Tuh ‘kan, satu kata “lo” aja bisa beragam makna. 😐
            Jangan disingkat ah…
            Ini kayaknya beneran pake hape ya?
            Soalnya kalo nulis “kl” repot. Apalagi kalo nulis “kalo”…

          • 22 March 2012 at 22:11

            gak kuk ni kan lo bales komen yang pake kompi aku gtu, toh hp aku jua butut gt tapi tetap aja bersyukur masih punya hp

  12. 20 March 2012 at 15:13

    kali ini horor banget fiksimu Sop
    serius merinding aku bacanya >,<

    • 20 March 2012 at 15:14

      Saya anggap ini pujian. 😳

  13. 20 March 2012 at 15:45

    Sadis ceritanya. Rasanya, Jason Bourne ngga sesadis itu. Hehehe…
    Btw, kenapa si pelaku selingkuh yang menang?

    • 20 March 2012 at 15:50

      Itu gambar cuma ilustrasi. 😀

      Bisa saja Bang, siapa tahu memang Anton yang berkelakuan jahat ke istrinya.. :mrgreen:

      • 20 March 2012 at 16:21

        Ooo… ternyata ada cerita di balik layar thoo…. 😀

        • 20 March 2012 at 16:34

          Gak tahu juga sih Bang, saya gak sampe mikir ke latar belakang kehidupan tokohnya… :mrgreen:

  14. 20 March 2012 at 16:18

    Asik nih Sop. Lagi doyan maen fiksi nih kayaknya.. haha

    • 20 March 2012 at 16:34

      Mohon kritikannya, Bang Seno. 😀

  15. 20 March 2012 at 16:54

    mestinya lebih sadis dkit, kayak Ninja Assassin 👿
    hmm dari cerita ini, kayaknya Bella deh yg emang ga setia sama Anton, istilahnya ga betahan, trus pas selingkuh, dia njelek2in suaminya sendiri. atau malah sebetulnya dia ngadu domba biar harta Anton jatuh ke mereka? hmmm
    tp mestinya klo aku jadi Anton, yang aku lakuin emang nyiksa Bella dulu, ntar si Tobias pake sewa pembunuh bayaran (intinya, Anton harus menang :lol:)

    • 20 March 2012 at 17:05

      Hehehehe boleh juga bayanganmu.. 😆

  16. 20 March 2012 at 17:06

    Itu guguknya nyeremin banget ya, wkwkwkw… 😆
    Btw, si Tobias itu nama guru SMA saya lho, hahahha…. 😆
    Kenapa ya, segalau sesuatu yang berbau “main gila” itu pasti laris manis 😀

    • 20 March 2012 at 17:35

      Ups, maap… :mrgreen:

      Ini bukan sinetron, Bang. 😆

  17. 20 March 2012 at 19:58

    Hahaha, seru fiksinya Sop, nggak fokus sama mellow-dramanya tapi fokus sama perkelahiannya, hehehe 😛 Btw, akhirnya tragis juga ya. Jadi membayangkan andai piaraannya Anton itu bukan anjing tapi ikan hiu gitu *piaraan macam apa ini, ikan hiu, wkakakaka 😆 *. Trus mereka bertanding di atas kolamnya gitu trus Tobias jatuh ke kolamnya setelah lehernya terluka. Trus dia dimakan ikan hiunya deh, wahahaha 😆 :mrgreen:

    • 21 March 2012 at 08:24

      Kalau ikan hiu… itu baru bisa dibilang freak, si Tobias. 😆

  18. 20 March 2012 at 20:13

    wih ngeri..ada yang berantem..hehe..

  19. 20 March 2012 at 20:18

    wih ngeri .. ada yang berantem .. hehe ..kenapa yah sekarang wp.com nolak email yang udah di pakai di gravatar.com?

    • 21 March 2012 at 08:24

      Aduh, maap. Itu sudah kebijakan baru dari wordpress-nya, bukan saya yang ngatur. 😦
      Iya, jadi, pengguna wordpress kalau mau ngasih komentar harus login dulu ke akun wordpress-nya. Meskipun pakau akun email gravatar, tetap harus masuk login dulu. 😐

  20. 20 March 2012 at 20:34

    Menunggu kelanjutan cerita anjing rottwailer itu 😆

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    • 21 March 2012 at 08:22

      Wah, ya udah begini ini Mas Sugeng… 😀

  21. 20 March 2012 at 23:04

    Gore. Nyesel bacanya malem-malem pula -____-”

    Btw, emang anjingnya itu beneran makan daging manusia ya? Padahal kan kayanya anjing ga sekejam itu juga

    • 21 March 2012 at 08:17

      Maap… 😳

      Nah, itu dia, saya sendiri juga ngarang… 😳
      Saya cuma iseng nyari di google “anjing terganas”. Rottweiler ada di urutan kedua. 🙂

      Tapi rasa2nya bisa saja seperti itu. Bayangkan, anjing besar seberat lebih dari sepuluh kilogram, jantan, dan lapar seharian belum dikasih makan. Apalagi binatang seperti kucing dan anjing itu pada dasarnya kan punya insting liar. Bukan gak mungkin kalo mencium bau darah atau daging segar mereka jadi liar. Makanya, meskipun anjing sudah jinak karena terbiasa dengan manusia, harus tetap hati2. 🙂

  22. 21 March 2012 at 00:01

    Hmmm… menarik (menikmati adegan kekerasan)

    • 21 March 2012 at 08:14

      Suka gore? 😀

      • 21 March 2012 at 19:56

        Gore itu apa? (saking katronya)
        Paling keren di adegan tusuk-tusukan. Yang sadis di adegan makan orang….

        • 22 March 2012 at 19:04

          Gore itu bahasa inggrisnya berdarah-darah. :mrgreen:

  23. 63 riez
    21 March 2012 at 03:43

    sukaa gak biasanya saya membaca habis fiksi.tapi fiksi ini membuat saya penasaran dengan endingnya meski endingnya udah saya perkirakan pasti si Anton yang terbunuh…

    • 21 March 2012 at 08:14

      Hehe, syukurlah kalo kisah saya ini dibaca habis… :mrgreen:

  24. 21 March 2012 at 04:08

    anton yang malang. udah istrinya selingkung sama temennya, jadi santapan anjing2 galak pulak.
    wiis..ada bang matt demen. 😀 am a fan.

    • 21 March 2012 at 08:06

      Yeah, I’m a fan of him too. 🙂

  25. 21 March 2012 at 06:45

    cerita fiksi khususnya yang berisi aksi dan cinta memang seru
    apalagi ditambah dengan perselingkuhan
    tambah geregetan deh yang baca.

    kalau saja peran utamanya yang kalan atau terbunuh
    pasti lebih mencekam.

    • 21 March 2012 at 08:03

      Saya jadi ga tahu mana yang pemeran utama kalo begini… :mrgreen:

  26. 69 latree
    21 March 2012 at 07:34

    isi ceritanya sedikit. yang banyak kekerasannya. hehe… skip skip skip 😀

    • 21 March 2012 at 08:02

      Iya nih.. maap ya… :mrgreen:

  27. 21 March 2012 at 08:14

    kyaa~~~~~ huwa~~~~~~~ atuuuu~~~~t!!!!! atu~~~~~t!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
    ga bisa bobok… !!!!! (melek seharian) 0_0

  28. 72 catastrovaprima
    21 March 2012 at 09:19

    Wah, kl anjingnya pitbul pasti lebih serem 😀

    • 21 March 2012 at 09:23

      Iyap, pitbull anjing yang ganas juga. 🙂

  29. 21 March 2012 at 12:27

    ahiiii~
    ngeriiii

    • 21 March 2012 at 16:05

      Mohon kritiknyaaa 😀

  30. 21 March 2012 at 13:18

    nih fiksi lagi uy, lagi demam fiksi nampaknya dan yang berdara-darah bacok, tebas, tusuk dan lainnya, hehe
    anjing Rottweiler itu ganas terdua?

    • 21 March 2012 at 16:01

      Hehehe, iya Kang, Rottweiler itu terganas kedua setelah Pitbull. 🙂

  31. 21 March 2012 at 13:44

    Tidak cukup menjijikkan bagi saya. 😆

    • 21 March 2012 at 16:01

      Oke, kurang gore, kalau begitu. 😉

  32. 21 March 2012 at 14:11

    Terus pas lagi berantem sebelum badannya hancur dimakan anjing, ada tetangga yang nyetel lagu “Kau kau kau mencuri hatiku hatiku…” eyalah…mendadak dangdut! 😛

    • 21 March 2012 at 15:59

      Gak ada ya lagu yang bilang “memamah jantungmu”? 😛

    • 22 March 2012 at 04:40

      lebay dehhhh

      • 22 March 2012 at 18:46

        Nggak juga. 🙂

        • 22 March 2012 at 21:06

          iahhh lebai kuk

          • 22 March 2012 at 21:37

            Kami ini pecinta kekerasan dalam imajinasi… huahahaha 😀

  33. 21 March 2012 at 19:14

    Fiksinya bagus mas Asop. Saya ngebayanginnya saya lagi di TKPnya. Hahaha…..

    OOT: Eh sori mas, kalo tersinggung sama postingan saya. Mas termasuk juga kok blogger yang pengen saya temuin. Lagian itu kan baru 20 nama. Hehehe. Plus itu juga ngandai2 doang, blum tentu juga benar2 ketemu sama mereka semua. Hahaha. Jangan marah ya. Nggak ada maksud lupain. Eh tau gak, blogmu sering kubaca. Cuma lupa komen aja. Hehe. Peace ya.

    • 21 March 2012 at 19:33

      Gak apa2, Bang, saya gak tersinggung kok, saya kan gak mudah tersinggung… 😳 *tersipu*
      Saya juga gak marah, Bang. Tenang. Itu saya tulis tanpa emosi sama sekali. 🙂

  34. 21 March 2012 at 20:51

    aku hanya mencatata satu nama : Anton!!
    entah kenapa, didalam benakku nama tersebut selalu tergambar sebagai sosok yang sangat tidak menyenangkan minimal perangainya tidak aku suka ❗
    (meski sejujurnya aku tidak punya kenangan tertentu tentang nama tersebut!)

    • 22 March 2012 at 19:03

      Apakah ada hubungannya dengan Anton Medan? 😀

  35. 21 March 2012 at 21:03

    bagus mas, alurnya jelas setidaknya, mau dikemanakan si cinta terlarang itu, antara teman atau kekasih, hehe.

    • 22 March 2012 at 19:02

      Pada akhirnya terbunuh….

  36. 21 March 2012 at 21:17

    Asooooop..
    cerita apa inih???
    Cerita apaaaaaa??

    Mana cerita romantis ala drama korea nya????

    • 22 March 2012 at 19:01

      Nggaaaaak mauuu saya gak suka cerita romantiss menyedihkaaaaan! 😥

      *eh kok nangis ya*

  37. 22 March 2012 at 16:39

    bagus buat fiksi fiksi yang ada ?
    terinspirasi dari apa kalau buat seperti ini sop ? 😀

    • 22 March 2012 at 18:50

      Terinspirasi dari melihat anjing. 🙂

  38. 27 March 2012 at 19:51

    gak vulgar kok sop (bagi aku seh) hehehe.. dan ceritanya detail banget.. Aku juga lagi belajar buat fiksi yang menceritakan detail tempat kejadian seperti ini, salah satu cara untuk memperpanjang isi dari cerita kan yak 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 972 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: