16
Jul
12

[Fiksi] Tubuh Tergeletak

Waktu sudah memasuki tengah hari. Matahari telah meninggi di atas langit. Saatnya sholat Dzuhur, pikir Rami. Setelah menikmati berbagai macam jamuan dan acara di kampusnya sejak pagi, Rami belum sempat beristirahat sejenakpun. Setelah acara pelepasan di gedung sekolahnya, ia langsung mengikuti berbagai macam pertemuan yang diselenggarakan organisasi yang dipimpinnya. Saat ini, Rami berada di sebuah restoran, tempat ia sedang ditraktir oleh salah seorang kawannya. Rami ingin sekalian beristirahat sehabis sholat dzuhur, cukuplah dengan menyelonjorkan kaki dan berbaring sebentar sambil menunggu makanan jadi.

Rami bergerak menuju musholla. Letak musholla itu berada di ujung belakang bangunan restoran. Kalau tak teliti melihat papan penunjuk arah, tak akan terlihat. Koridor menuju musholla tersebut terlihat dari ruang utama restoran, bersih dan terang oleh lampu. Tak terlihat seorangpun ketika Rami berjalan di sana. Terlihat jelas musholla itu, berada berhadapan dengan tempat wudhu.

Ketika membasuh tangannya di tempat wudhu itu, tanpa disengaja Rami menoleh ke belakang, ke arah musholla. Sepintas tadi ia merasakan sedikit perasaan tak enak. Terlihat karpet hijau yang menutupi seluruh lantai musholla. Namun, samar-samar, terlihat sesuatu di atas karpet tersebut. Tak terlihat jelas, karena keadaan musholla yang gelap. Lampunya tak menyala, hanya diterangi oleh sedikit cahaya dari koridor.

Benda yang dilihat Rami memang tak jelas, namun Rami yakin itu adalah benda yang cukup besar. Perlahan ia mematikan air keran, dan meninggalkan tempat wudhu dalam kesuniyan. Pelan-pelan ia berjalan ke arah musholla, berusaha tak mengeluarkan suara langkah kaki telanjangnya. Semakin dekat dia dengan pintu musholla, semakin tampak jelas apa benda yang tergeletak itu. Kaki. Kaki seseorang. Bagian paha dan betis. Rami melihatnya.

Apakah itu orang yang sedang tidur? Siapa orang yang tidur di musholla restoran besar macam begini?

Benak Rami bertanya-tanya. Dia tak akan heran jika saja ini adalah masjid atau musholla di sebuah pusat perbelanjaan. Banyak orang tidur-tiduran di sana tak mengherankan. Tetapi, ini restoran. Lagipula, perasaan tak enak apa ini? Sebuah perasaan yang mengganjal sejak Rami mendekati musholla sebelum ber-wudhu tadi. Ada yang tak beres di sini.

Rami memberanikan diri melongok masuk ke musholla. Bagian lain tubuh manusia itu terlihat. Tubuh seorang laki-laki tergeletak, dengan posisi miring ke kanan persis seperti orang tertidur. Tangan kanan pria itu menumpu kepalanya, dan tangan kirinya berada di belakang punggung. Tak akan ada yang tahu bahwa laki-laki itu telah meninggal kalau saja Rami tak melihat matanya yang terbelalak terbuka. Dari mulutnya keluar busa, dan dari hidungnya terlihat sedikit darah mengering.

Mayat. Pria ini tewas. Rami bingung, apa yang harus dilakukannya?

******

Sudah selesai. Begini saja kisahnya. Saya sendiri bingung mau melanjutkan seperti apa. :mrgreen:  Tahu-tahu saja saya dapat inspirasi ketika saya sholat di sebuah restoran beberapa waktu lalu. Suasananya mendukung sekali, dengan pencahayaan musholla yang buruk. Suasana gelap memuramkan suasana. 😆

———————————————————————————————————————————————————————

Seluruh terbitan ini sangat dilindungi oleh hak cipta, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

53 Responses to “[Fiksi] Tubuh Tergeletak”


  1. 16 July 2012 at 15:23

    Makanya, besok percobaan dulu, biar tahu apa selanjutnya 😀 #joke.

    • 10 August 2012 at 23:03

      Sengajaaaa gini biar bisa dilanjutin ama narablog sekalian

  2. 16 July 2012 at 15:48

    serem sop klo bukan fiksi..bakal jadi trauma ngeliat org tiduran di mushola 😀

    • 10 August 2012 at 23:02

      ….bisa jadi ya…

  3. 16 July 2012 at 16:46

    wah susah juga kalau seandainya ada mayat tergeletak di Musholla lage malah dikira orang tiduran

    • 10 August 2012 at 23:01

      Nah itu dia, bener2 gak nyangka kalo orang itu udah jadi mayat.

  4. 16 July 2012 at 17:54

    hahaha, menggantung sekali ending-nya Sop; jadi penasaran sama lanjutannya, hahaha 😛

    • 10 August 2012 at 23:01

      Bang Zilko lanjutin dong!

  5. 16 July 2012 at 23:00

    Rami, sudah sholat isya belumsudah malamnih 🙂

    • 10 August 2012 at 23:00

      Hehehe itu setting-nya pas solat…. hmmmm.. eh tunggu, saya lupa, ashar apa maghrib ya?

  6. 16 July 2012 at 23:13

    Wow… pembunuhan dengan setting mushalla. Unik banget bro 🙂

    • 10 August 2012 at 23:00

      Mas Iman lanjutin dong.

  7. 17 July 2012 at 07:22

    yah si asop.. endingnya menggantung

    • 10 August 2012 at 22:59

      Sengajaaaaa 😆

      Silakan Amel aja yang ngelanjutin. 😉

  8. 17 July 2012 at 10:37

    hahha……asyik dibacaaaaaaa………

    • 10 August 2012 at 22:59

      Syukurlah kalo Yisha menikmatinya.

  9. 17 July 2012 at 12:46

    Kalo disambung lagi ceritanya,,bisa dijadikan cerpen atau novel sekalian 😀

    • 10 August 2012 at 22:58

      Nah, tapi saya emang ga minat ngelanjutin. Zalzzz mau coba lanjutin?

  10. 17 July 2012 at 14:57

    Agak mudah ditebak sih kalau ternyata itu orang meninggal. Tapi awalnya agak bingung masak iya ada mayat di musholla restoran. Harusnya musholla kampung.

    Sebenernya akan bagus jika saat menyebut “meninggal” diganti dengan deskripsi apa gitu.

    HAHAHAHAHA. *sok tahu* *padahal juga gak bisa nulis fiksi* *nulis blog juga jelek*

    Tapi bagusss koqq. Lucu juga ada fiksi pendek di blog. lanjutkan tweeps 😀

    • 10 August 2012 at 22:57

      Whooohoooo Mas Rusa bener! Ini adalah fiksi pendek! Teramat pendek!

  11. 17 July 2012 at 15:01

    me want more… me want more.. :))

    • 10 August 2012 at 22:56

      Maap yaaaa kalo mau Septia terusin ajaaaaa

  12. 18 July 2012 at 06:01

    kalau jadi rami saya pasti langsung kabur dan teriak “adaaa mayat…………….”

    • 10 August 2012 at 22:53

      Itu akan membuat panik para pengunjung restoran.

  13. 19 July 2012 at 10:17

    anda kreatif….. ^^

    • 10 August 2012 at 23:04

      Bang NUel juga.

  14. 19 July 2012 at 17:13

    ayo bikin cerita detektif.

    • 10 August 2012 at 23:04

      Ayo Yu, kamu lanjutin ini.

  15. 20 July 2012 at 16:00

    yang harus dilakukanya adalh memangil polisi 😀

    • 10 August 2012 at 23:03

      Perlukah memberitahu pengunjung restoran yang lain?

  16. 20 July 2012 at 17:46

    ih…. nggantung banget… kayak makan tanpa diakhiri minum… huargh…

    • 10 August 2012 at 23:02

      Hahahahaha silakan Sakti aja yang ngelanjutin

  17. 20 July 2012 at 21:25

    waduhh,. parahh abngett tuu ceritanyaa, pi kreatif abis gann

    • 10 August 2012 at 23:02

      Syukurlah kalo situ menikmati.

  18. 20 July 2012 at 21:59

    duuuh ada mayatnya itu loh… tidaaaaak

    • 10 August 2012 at 23:01

      Gak ada genangan darah kok, Bang

  19. 20 July 2012 at 23:30

    ceritanya horror juga nich… 😀

    • 10 August 2012 at 23:01

      Bukan horror. Ini thriller.

      • 11 August 2012 at 14:17

        maksudnya thriller yang horror lho…. 🙂

        • 11 August 2012 at 14:24

          Kalo gitu genre-nya thriller-horror. 😆

          • 11 August 2012 at 14:25

            ok dech sob…..
            sukses yach !

  20. 21 July 2012 at 09:07

    musolanya horor, khusyuk gak yaa kalo saya sholat disitu 😆
    ini kayaknya efek buku2 yg kang Asop baca deh, makanya ngeliat setting yg ‘beda’ dikit, langsung kebayang yg thriller2an gitu 😛

    • 10 August 2012 at 23:00

      Hehehe bener banget, saya terpengaruh novel thriller.

  21. 21 July 2012 at 16:44

    woh…. suasananya mencengkam tuch mas…… untuk si rami kagak tereak gara-gara ketakutan…. 😀

    • 10 August 2012 at 23:00

      Rami memang orangnya mampu berpikir jernih.

  22. 23 July 2012 at 09:32

    hayo donk terusin lagi.. 😀

    • 10 August 2012 at 22:49

      Silakan Mbak aja yang nerusin jika berkenan.

  23. 23 July 2012 at 16:32

    aaahhh… akhirnya berkunjung disini lagi sop… senangnya 😀

    bagus deh sop ceritanya.. suka.. terlihat simple tapi tujuannya gena 🙂

    • 10 August 2012 at 22:48

      Aku udah lama gak BW

  24. 28 July 2012 at 10:21

    jiah, endingnya bikin penasaran aja, ayolah.. 😀

    • 10 August 2012 at 22:33

      Silakan kamu aja yang lanjutin.

  25. 31 July 2012 at 14:40

    inspirasinya dateng pas lagi solat, ya om? khusyuk ga tuh solatnya 😛

    • 10 August 2012 at 22:24

      Hehe, bukan dong, dapetnya pas habis sholat. Saya ‘kan ga langsung pergi keluar musholla, duduk dulu bentar, mengamati keadaan musholla yang gelap dan suram, dan akhirnya dapat lah ide ini.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 973 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: