22
Jul
12

[Fiksi] Kesetiaan dan Loyalitas

Tersiar kabar di koran, telah ditemukan mayat seorang pria di Danau Ceska. Jasad Mr. X tersebut ditemukan dalam keadaan terikat rantai pada kakinya, dan rantai tersebut tersambung ke sebuah balok baja di dasar danau. Menurut keterangan polisi, terdapat luka tembak di kepala pria itu, dan balok baja tersebut bukan benda yang sudah lama terkubur di dasar danau. Kesimpulannya, seseorang menembak pria tersebut, baru mayatnya dibuang dengan pemberat di Danau Ceska.

Itulah berita yang dibaca oleh Mikel pagi tadi. Tak ada hari yang lebih menyenangkan selain hari yang dimulai dengan membaca koran. Mengetahui kabar dari seluruh wilayah negeri dan juga dari belahan dunia lain membuat diri ini merasa pintar dan berwawasan luas, well, setidaknya untuk satu hari. Itulah yang mendasari rutinitas Mikel, kebiasaan yang telah dilakukannya semenjak masih remaja. Membaca adalah hobinya, hidupnya, dan berkat membacalah ia bisa berada di posisi seperti sekarang.

Sebagai anak yang lahir di permukiman kumuh dan besar hingga remaja di antara kehidupan mafia dan gangster, tak heran melihat kedudukannya saat ini yang berada di dunia mafia pula. Jabatan yang ia rengkuh sendiri dari bawah adalah berkat kecerdasan, kepintaran, dan pengorbanannya. Pengorbanan harta dan keutuhan keluarga, itu pasti. Ditipu, ditangkap polisi, merugi dalam bisnis, diserang lawan hingga hampir tewas, hingga perceraian dengan istrinya, itu semua yang membuat Mikel menjadi sekarang ini, menjadi seorang pemimpin grup mafia yang amat disegani di wilayah timur kota.

Saat ini Mikel sedang bersama sahabat masa kecil sekaligus orang terpercayanya, Toly Zakher, di depan sebuah rumah pertanian di pinggiran timur kota. Bersama Alex-lah ia membangun jaringan mafianya dari nol hingga besar seperti sekarang. Mereka berdua bagaikan ban kiri dan ban kanan mobil. Saling melengkapi. Jika salah satu dari ban itu rusak, mobil tak akan bisa jalan dengan benar. Seperti itulah kelompok mafia Mikel. Mereka berdua adalah duo yang tak tergantikan. Tak ada penduduk di belahan timur kota yang tak mengenal nama Mikel dan Toly Zakher.

adegan dari kill the irishman

“Aku sudah tahu mayat pria itu adalah Alex Rondo, Tol,” ujar Mikel memulai percakapan. Mereka berdua berdiri sambil menghisap cerutu. Toly sedikit tersenyum.

Mikel melanjutkan, “Ayolah, kabar kematian petinggi mafia bagian selatan pasti cepat tersiar di kalangan musuh-musuhnya. Kau yang melakukannya, ‘kan?”

Toly menghisap cerutunya dalam-dalam dan menyeringai. “Mengapa kau berpikir aku yang melakukannya?” tanya Toly.

Inilah yang disukai Mikel dari Toly, sekaligus kadang dibencinya. Sahabatnya itu suka berbasa-basi, jika ditanya sesuatu, ia akan berputar-putar dahulu sebelum menjawab inti pertanyaan.

“Kau pikir aku tak tahu? Aku dengar kabar bahwa Rondo mencoba mengajakmu bergabung dengan kelompoknya, dan kau langsung menembaknya. Itu benar, ‘kan?” ucap Mikel.

Toly terdiam sebentar, dan seringainya berubah menjadi senyum lebar. “Kau percaya kabar itu?”

“Tentu saja, Tol, aku percaya.”

Asap berhembus keluar dari hidung Toly. “Sebenarnya tak seperti itu ceritanya. Rondo menemuiku malam dua hari yang lalu di Pub Madame, dan tanpa basa-basi ia mengajakku bergabung dengannya. Ia berkata bahwa kau, Mikel Foligno, ‘akan mati malam ini’. Ada rencana pembunuhan terhadapmu malam dua hari yang lalu.”

Mikel tak akan kaget mendengarnya. Memang benar ada percobaan pembunuhan terhadap dirinya malam dua hari yang lalu. Tak tanggung-tanggung, rumahnya dilempari bom dan seluruh lantai satu hancur hingga meruntuhkan lantai dua rumahnya ke halaman depan. Mikel dan pacarnya selamat tanpa luka ringan sedikitpun.

“Kesalahan mereka adalah mereka tak melempar bom itu ke lantai dua,” ujar Mikel terkekeh geli.

“Siapapun itu yang melakukan percobaan itu, pastilah bukan mafia selatan. Rondo tak menyebut kelompoknya sama sekali malam itu. Saat kutanya siapa yang akan melakukan pembunuhanmu, ia tak menjawabnya.”

“Heh, Rondo bajingan, hingga saat akhir hidupnya ia masih cerdik. Ia bilang apa padamu?”

“Begitu dia datang masuk ke dalam pub, ia duduk di sampingku di bar. Ia dengan tenang bicara padaku, ‘bergabunglah dengan kelompok selatan, kami membutuhkanmu’, katanya. Saat itu aku sudah mendengar isu rencana percobaan pembunuhanmu, tapi masih simpang siur. Aku memasang mimik muka serius waktu itu. Kutanya lagi padanya siapa yang mencoba melakukannya, dan dia menjawab tidak tahu. Aku tahu ia berbohong.”

Mikel diam mendengarkan penuturan Toly. “Kubiarkan saja pertanyaan itu berlalu, dan aku tanya kapan pembunuhan itu akan terjadi. Ia menjawab ‘malam ini’. Aku pura-pura berpikir sejenak, dan Rondo kemudian bilang, ‘kau mau bergabung?’ Aku bilang iya —tentu hanya pura-pura—, dan aku mengajaknya ke gang di belakang pub untuk mendengarkan penawarannya lebih lanjut.”

“Di gang belakang pub, Rondo bilang padaku bahwa pembunuhan ini ada hubungannya dengan pelebaran usaha kita yang mencaplok wilayah mafia utara. Sekali lagi kupancing dia dengan bertanya apakah mafia utara yang akan melakukan pembunuhanmu, tapi dia tak meresponnya dengan jelas. Entah apakah ia memang tak tahu atau sengaja menyembunyikan fakta.”

“Cih, rupanya dia dan kelompok selatan benar-benar menginginkanmu, Tol.”

Toly terkekeh. “Yeah, ternyata diriku sudah sebegitu terkenalnya.”

“Jangan bodoh begitu, tanpa dirimu, aku tak bisa menegakkan kekuasaan di timur ini.”

“Ouch, itu berlebihan, dan itu menyakitiku,” ujar Toly menimpali, sembari meninju pelan lengan Mikel. Mikel tertawa.

“Lalu, bagaimana kau membunuhnya, Tol?”

“Yah, begitulah. Saat aku mengiyakan akan bergabung dengannya, ia menyuruhku mengikutinya. Sebuah kesalahan bodoh. Aku bisa memasang peredam pistol dengan cepat dan sebelum kami melangkah keluar dari gang, aku menembaknya tepat di tengkoraknya. Selesai,” ucap Toly.

Mikel terdiam dengan cerutu di mulutnya. Ia memandang takjub sahabatnya itu. Toly adalah sahabatnya sejak kecil, bahkan jika bisa didramatisir, mungkin sahabat sejak mereka masing-masing masih di dalam kandungan. Toly mengikuti Mikel kemanapun Mikel pergi, dan selalu bisa memberikan nasihat yang berguna di kala Mikel membutuhkannya. Toly amat setia.

Akhirnya Mikel berkata, “Terima kasih atas kesetiaanmu, Toly. Kau adalah sahabatku, kau sungguh luar biasa. Aku bersyukur memiliki sahabat sepertimu.”

Mikel menjabat tangan Toly dan memeluknya dengan erat. Dalam hati Toly juga bersyukur memiliki sahabat yang memikirkan dirinya dengan segenap hati. Tak ada orang yang bisa dipercaya sebaik-baiknya selain Mikel bagi Toly. Mikel adalah pelindungnya, saudaranya, dan Toly akan dengan senang hati mengabdikan diri pada Mikel.

“Oh ayolah, Mikel sahabatku, aku tak punya siapa-siapa lagi di dunia ini selain dirimu. Kau tahu itu.”

adegan dari kill the irishman

******

Ah, indahnya sebuah kesetiaan. Kesetiaan tak dapat diukur. Kesetiaan mahal harganya, dan tak bisa didapat dengan mudah. 😳  Bahkan kelompok mafia-pun memiliki ukuran loyalitasnya sendiri, yang barangkali sulit diterima nalar khalayak umum.

Nama Alex Rondo dan Toly Zakher saya dapat secara tiba-tiba. Tahu-tahu aja pas mikir nama yang cocok, saya terpikirkan nama-nama itu. Ternyata setelah cerita ini jadi dan saya coba telusuri “Alex Rondo” di google, ada orang yang bernama seperti itu. :mrgreen:   Kalau nama “Foligno” itu saya dapat dari nama sebuah kota lama di Italia. Saya sengaja mencari nama belakang yang pas untuk mafia dengan nama yang berbau Italia. Setelah saya lihat nama-nama kota di Italia, saya rasa “Foligno” adalah nama yang bagus. Foligno adalah nama sebuah kota kecil yang ada di Provinsi Perugia, kota yang penuh dengan bangunan berarsitektur zaman Romawi sebelum masehi.

Kalau sekiranya ada narablog sekalian yang ingin melanjutkan cerita di atas, monggo, silakan lanjutkan. Dan seperti biasa, saya memohon kritik dan saran untuk kisah ini. :mrgreen:

———————————————————————————————————————————————————————

Dua gambar di atas saya ambil dari cuplikan film “Kill The Irishman” (2011). Seluruh terbitan ini sangat dilindungi oleh hak cipta, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

Advertisements

56 Responses to “[Fiksi] Kesetiaan dan Loyalitas”


  1. 22 July 2012 at 01:20

    Seperti biasa, penuturan ceritanya keren Sop 🙂

    Btw, ini setting-nya ternyata di Italia yah? Hmm, kalau harus memberi kritik, ya ini sih kritikku. Ketika membaca kisah ini, aku kurang merasa “Italia”-nya gitu, somehow, hmmm. Mungkin ini juga disebabkan nama “Mikel” yang menurutku sih bukan nama ala Italia gitu ya, hehe. Nama Mikel menurutku lebih terdengar seperti nama orang dari Eropa Timur deh, mungkin dari negara bekas pecahan Uni Soviet gitu. 😀

    • 30 July 2012 at 09:55

      sepertinya masalah latar atau seting tempat tidak dijelaskan, tapi harus ditebak. kemudian disebutkan ada kelompok mafia, saya juga menerka-nerka bagaimana setting waktunya. apakah italia hari ini, eropa timur 20 tahun lalu, atau uni soviet beberapa tahun mendatang…

      • 10 August 2012 at 22:25

        Nah, itulah dia, saya sengaja gak bilang kapan alur waktu cerita ini. 🙂 Biar yang mbaca berimajinasi.

    • 10 August 2012 at 22:57

      Saya gak bilang ini di Italia, Bang. Sengaja. Hehe. Jadi, pembaca bisa membayangkan sendiri negara favoritnya. 😀
      Bahkan di Amerika ada jaringan mafia italia lho. 😉

      Soal nama, makanya itu, karena ini memang bukan spesifik di Italia, saya buatlah sembarangan.

  2. 22 July 2012 at 05:22

    udah cocok buat skenario film nih Asop 🙂 alex rondo berarti duda ya hehehe

    • 10 August 2012 at 22:56

      Hooooo Mbak Lidya jeli kalo soal status ya…

  3. 22 July 2012 at 06:38

    ceritanya keren, singkat tapi pesan utamanya kena dan disampaikan dengan cara yang nggak biasa 😀

    1) Sebagai anak yang lahir di permukiman kumuh dan besar hingga remaja di antara kehidupan mafia dan gangster, tak heran melihat kedudukannya saat ini yang berada di dunia mafia pula.
    –> entah kenapa, menurutku kalimat ini agak mengganjal pas dibaca. Mungkin lebih baik kalau seperti ini:
    …, tak heran bila kedudukannya saat ini berada di dunia mafia pula.
    atau kalimatnya dibalik, jelaskan siapa Mikel saat ini, baru jelaskan kenapa keadaan Mikel saat ini wajar terjadi. misalnya:
    Mikel adalah orang yang (…) dalam dunia mafia, tak heran melihat dirinya yang lahir di permukiman kumuh dan dibesarkan hingga remaja di antara kehidupan mafia dan gangster.

    2) Ditipu, ditangkap polisi, merugi dalam bisnis, diserang lawan hingga hampir tewas, hingga perceraian dengan istrinya, itu semua yang membuat Mikel menjadi sekarang ini….
    –> mungkin lebih tepat kalau : …membuat Mikel menjadi seperti sekarang ini

    ini cuma saran aja sih, aku juga bukan orang sastra, saran-saran diatas berdasarkan feeling-ku aja.

    • 10 August 2012 at 22:54

      Nah, sepetri ini nih yang saya inginkan. 😀
      Makasih ya atas komentarnya!
      Ini bisa jadi pertimbangan ketika saya bikin cerita lagi. 😉

  4. 22 July 2012 at 08:37

    kesetiaan itu indah……. 🙂

    • 10 August 2012 at 22:53

      Hebat!

  5. 22 July 2012 at 11:29

    menanggapi kisahnya aja ah.
    kalo mereka bisa sebegitu setianya, padahal setia mereka salah, mengapa kita tidak bisa setia pada kebenaran dan kebaikan ya? hmm…
    met puasa bang asop.. mohon maaf lahir bathin ya..

    • 10 August 2012 at 22:52

      Met puasa juga untuk Famysa!

      Nah, itu dia, kita jangan kalah sama mafia.

  6. 22 July 2012 at 11:59

    kerennnn….kayak film action aja…

    • 10 August 2012 at 22:51

      Syukurlah kalo Widhie bisa membayangkan seperti itu.

  7. 15 nana
    23 July 2012 at 23:34

    sukaaaa.. 🙂

    • 10 August 2012 at 22:47

      Yeaaaah

  8. 24 July 2012 at 10:23

    Ternyata cerita yang dikarang ya…
    Cieeee…
    Udah bisa jadi cerpenis…

    • 10 August 2012 at 22:45

      Tinggal sering2 aja menulis ya saya, biar terasah.

      • 13 August 2012 at 19:14

        Hahaha. Kk Asop nih… -___-“

        • 14 August 2012 at 04:19

          Lho, ada apa dg saya? 😆

  9. 21 Arie Pudjiarso
    24 July 2012 at 19:53

    Dinikmati dengan penuh rasa syukur! Bukan menikmati dengan segala kesombongan kita sebagai manusia. Ceritanya bagus! Semangat menulis teruuussss! 😀

    • 10 August 2012 at 22:42

      Duh, ini aja sekarang saya jarang posting. Dulu saya bisa 3 hari sekali posting-nya….

      • 23 Arie Pudjiarso
        12 August 2012 at 03:31

        Kalau aku beda lagi. Mengejutkan munculnya. Tak tentu waktu 😀

        • 12 August 2012 at 23:05

          Berarti bisa posting sehari lebih dari sekali dong ya. 😉

          • 25 Arie Pudjiarso
            13 August 2012 at 17:10

            Tapi, selama ini kalau yang itu belum pernah…hahahahaaa…Sehari sampai beberapa kali. Itu yang belum pernah 😀

            Kalau tulisanku dikangenin baru dimunculkan…hahahahaaa…halaaahhh….ada-ada aja 😀

          • 14 August 2012 at 04:21

            Gyahaha, menulis sesuai dengan pesanan, dong. 😆

  10. 24 July 2012 at 20:05

    Huahaha namanya aneh… Tak pikir terinspirasi dari wong jowo mas…
    alex Londo… biar keren jadi Londo diganti Rondo 😀

    • 10 August 2012 at 22:41

      Mas Ivan suka menerka-nerka ya.

  11. 29 Deny Gnasher
    25 July 2012 at 01:38

    Benar sekali, Mas Asop. Kesetiaan itu sangat berharga dan tidak dapat dibeli dengan apapun.

    • 10 August 2012 at 22:40

      Kesetiaan gak bisa dibeli dengan uang.

  12. 27 July 2012 at 18:06

    dah lama ga kesini 🙂

    apa kabar 🙂

    tetep keren postingnya

    • 10 August 2012 at 22:38

      Saya juga belum sempet BW…

  13. 28 July 2012 at 10:20

    wih keren… kayaknya ane siap jadi aktornya kalo difilm-in, eh 😆

    • 10 August 2012 at 22:34

      Jadi yang ditembak mati aja ya.

      • 13 August 2012 at 08:46

        bah, apapula!! *aksen batak 😆

        • 14 August 2012 at 04:43

          Bah, cem mana pula kau tak tahu mainan model begini. 😆

  14. 37 Zico Alviandri
    29 July 2012 at 12:32

    Keren. Mungkin bisa diperkaya dengan dialog2 pake bahasa Italia (tapi kemudian disertain terjemahannya). Atau diperbanyak lagi pake istilah2 Italia atau dunia mafia. 🙂

    • 10 August 2012 at 22:32

      Eh, tunggu, saya gak bilang kalo ini orang Italia lho ya.
      Saya bingung nyari lokasi yang tepat. 😆

  15. 29 July 2012 at 23:30

    hi Sop. Lama sekali gak berkunjung ke mari. Saya suka ceritanya, meski kadang saya merasa bahwa gaya bahasanya terlalu kaku di beberapa tempat. Mungkin karena terbawa gaya novel-novel terjemahan ya 🙂

    Tapi gapapa Sop. Daya imajinasimu keren! Ditunggu episode selanjutnya.

    • 10 August 2012 at 22:30

      Saya juga lama gak BW, Bang.
      Yap! Itu benar, Bang! Saya terpengaruh novel terjemahan! 😀 Tapi saya lebih suka gaya bahasa yang kaku dan formal, karena itu menurut saya lebih mudah dibaca.

  16. 30 July 2012 at 06:20

    lama gak sowan kesini. ayo bang asop terbitin buku kumpulan cerpen atau novel sekalian bang 😀

    • 10 August 2012 at 22:27

      Duh, sama, saya juga udah lama gak BW.

      Nah, semoga saja di masa depan saya bisa kesampaian bikin cerita yang panjang ya.

  17. 2 August 2012 at 08:33

    bagus, Sop! kalo ada yg komentar mungkin sisi setting-nya kurang mengena ke italia, mungkin saya bisa memaklumi karena Kang Asop lebih menekankan ke sisi cerita dan pesan yg disampaikan, lagipula ini cerita pendek 😀
    saya cuma ingin tanya, bedanya kesetiaan dan loyalitas apa ya? soalnya selama ini saya menganggap dua kata itu satu kesatuan, bukan dua hal yang berbeda, hehe 😀

    • 10 August 2012 at 22:46

      Eh lho, jangan salah mengerti, ini aku bikin emang sengaja gak pake setting tempat. Aku bingung soalnya enaknya di mana. Jadi, emang bukan di Italia, karena saya gak bilang. 😆
      Silakan imajinasikan sendiri. Lagipula, mafia italia juga ada di Amerika lho.

      Eh iya sih, itu kata sebenernya sama. Itu aku sengaja aja bikin begitu, biar supaya terkesan “loyalitas” itu penting dan teramat penting. 😛

  18. 45 Tina Latief
    4 August 2012 at 00:09

    mas, kapan bikin buku-nya?
    kalau sudah saya harus di kasih louncingnya ya.. 🙂

    • 10 August 2012 at 22:44

      Hihihi doakan saja secepatnya.

  19. 5 August 2012 at 09:17

    aq malah ga dong namun menulisnya menarik….
    ini ditulis ulang kan…??/
    🙂

    • 10 August 2012 at 22:43

      Ditulis ulang? Maksudnya…?
      Bener kalo yang Dihas maksud ditulis ulang dari otak saya. 😀

  20. 5 August 2012 at 10:30

    lho, cerita ini karangan sendiri kah mas? Wow, hebat, bisa dijual ni , haha 😀

    • 10 August 2012 at 22:42

      Wah, tolong jualin dong!

      • 11 August 2012 at 07:25

        1000 mas : )

        • 11 August 2012 at 10:42

          1000 rupiah?
          Terlalu murah.

  21. 31 August 2012 at 21:45

    asop pernah baca “the virgin suicide” ? itu tentang tragedi 5 bersaudara bunuh diri setiap tahun. udah ada filmnya loh. itu buku sama film udah lama di cari dan akhirnya ketemu juga bukunya yay!! coba cek sinopsinya deh. kayanya bakal menarik buat asop.

    • 6 August 2013 at 23:46

      Wow… okay… makasih, Amanda. 😀 😀

  22. 11 September 2012 at 20:20

    aku pas baca ini mikirnya daerah2 Spanyol *ops*

    • 7 August 2013 at 04:43

      Hihihi, gak apa2. 😀


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 971 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: