Balada Mahasiswa #7

DOSEN YANG “INNOCENT”

Pada kisah yang sebelumnya, Betty dibuat menunggu draft-nya dibaca oleh sang dosen pembimbing. Di kisah yang ini, akan diceritakan bagaimana sang dosennya itu adalah tipe orang yang kurang peka. 😀

(Anggap saja) hari senin. Betty kebetulan bertemu dosennya di koridor lantai 2.

Mau ketawa sedikit? Monggo klik sini.

Balada Mahasiswa #6

DOSEN YANG DAPAT DIANDALKAN

Betty yang berusaha ngejar wisuda 3 bulan lagi, mau menyerahkan draft TA-nya ke dosen pembimbing, sebut saha Pak Pri. Hari itu sang dosen lagi sibuk, jadi Betty hanya bertemu sebentar untuk menyerahkan draft tsb.

Betty: “Pak, ini draft-nya, mohon diperiksa ya Pak.”
Pak Pri: “Oke, kamu hubungi saya dua atau tiga hari lagi ya.”
Betty: “Iya Pak.”    (“Sip, si Bapak bisa diandalkan nih…” kata Betty dalam hati)

Tiga hari kemudian, Betty menagih janji Pak Pri. Tampaknya beliau sedang sibuk.

Betty: “Pak, bagaimana dengan draft saya?”
Pak Pri: “Oh..? Draft? Eh…. Hmmmm… Maaf, belum saya baca. Maaf sekali ya. coba hari senin depan aja yah. Minggu ini saya masih sibuk.”      <sembari keluar ruangan tergesa-gesa>

Sekedar mengingatkan Pak Pri, Betty meng-SMS dosennya di hari sabtu dan minggu. Dibalas oleh Pak Pri kira-kira begini: “maaf belum saya baca draft-nya, mohon beri saya waktu.”

Akhirnya, hari senin, Betty nagih lagi.

Betty: “Pak, draft saya sudah Bapak lihat?”       <berharap Pak Pri ngebaca barang sehalaman aja>
Pak Pri: “…..draft? Oh punya kamu selama seminggu ini ada di kantor saya, nggak saya bawa kemana-mana… Jadi, belum saya periksa.”
Betty: “Oh… begitu… Jadi kapan Pak, bisa saya perbaiki?        (“kirain Bapak udah bisa diandalkan”, berkata dalam hati)
Pak Pri: “Santai aja, toh ‘kan batas penyerahan draft untuk sidang masih lama. Jadi, beri saya waktu hari Jumat nanti ya.”      <tertawa>
Betty: “…..Oke deh Pak, kalo begitu…”        (berkata dalam hati, “Diulang lagi dah siklus draft-nya…“)

Mau lanjut? Monggo klik!

Balada Mahasiswa #5

Ireng yang sedang diburu deadline tugas kuliah dan penilaian kuliah (dia asisten dosen), sedang berada di laboratorium komputer jurusan. Kebetulan Ireng belum makan siang, dan waktu menunjukkan pukul 14.00. Maka, terpaksa dia makan di dalam laboratorium itu. Sedang asik-asiknya ngerjain, tiba-tiba…

???: “WHO TELL YOU YOU CAN EAT HERE!?”    <dengan suara keras>

Ireng terlonjak. Ada suara keras dari belakang. Ternyata eh ternyata, ada dosen, dan dia adalah (sebut saja) Pak Ical.

Ireng: “Hah.. Eh.. itu… sori, Pak…”
Pak Ical: “NO ONE TELL YOU YOU CAN EAT HERE!”
Ireng: “Eh.. eh… iya Pak… Maap… “    <agak panik, melihat sekeliling, semua mata memandang dia>
Pak Ical: “IF YOU WANT TO EAT, GO OUTSIDE!”    <masih dengan suara keras>
Ireng: “Anu… iya, Pak…”   <nge-save, nyabut flashdisk, ngeloyor pergi>

FYI, Pak Ical ini terkenal dengan sifatnya yang tegas dan blak-blakan. Maklum, dari S1 sampai S3 dia lakoni di Amerika. Beliau termasuk ke dalam jajaran dosen yang jarang dipilih mahasiswa untuk dijadikan pembimbing Tugas Akhir. :mrgreen:

*********

Kisah lainnya….

Ireng sedang berjalan menuju ruangan dosen pembimbingnya. Tak disangka tak dinyana, muncul Pak Ical dari lorong seberang. Percakapan pun tak terhindarkan.

Pak Ical: “Kamu sudah sampai mana TA-nya?”
Ireng: “Sudah sampai bab 2, Pak.:
Pak Ical: “Kamu sering bimbingan sama dosenmu?”
Ireng: “Setiap minggu, Pak. Ini saya mau ketemu Bu W*****. Ada apa, Pak?”
Pak Ical: “…….Kok anak bimbing saya sudah tiga bulan gak pernah menghadap saya, ya?”
Ireng: “……”    <pasang muka simpatik>
Ireng: “Boro-boro, Pak… Mau ketemu Bapak aja harus puasa dulu… Harus semedi dulu ngelatih mental….”   <tertawa dalam hati>

**********

Pak Ical ini memang unik. Untuk mencegah saling contek dalam ujian, beliau punya cara sendiri. “Daripada nyontek, kalian bikin resume satu lembar yang menurut kalian penting. Ingat, cuman satu lembar,” kata Pak Ical.

Namanya mahasiswa yang gak mau rugi, maka dibuatlah satu A4 penuh dengan ukuran font keciiiiiiiiiiil sekali. Kecilnya kebangetan, sampai rasanya semua bahan kuliah satu semester muat di situ. 😆

Waktu ujian, Pak Ical memeriksa satu per satu anak-anak…

Pak Ical: “Loh, kamu kok diketik?”
Ireng: “….’Kan Bapak gak bilang ditulis tangan apa diketik…”
Pak Ical: “……Saya gak bilang ya?”
Ireng: “Iya, Pak….”
Pak Ical: “…….Ya sudah lah….”   <frustasi melihat contekan tersebut>

😆

————————————————————————————————————————————————————–

Sumber gambar: di sini.

Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

Balada Mahasiswa #4

Whiteboard vs Blackboard

Di suatu kelas, seorang dosen (yang sudah jadi) profesor berumur pertengahan 30-an, sedang mengajar mahasiswanya. Dosen ini terkenal di mata mahasiswanya sebagai dosen yang memakai peralatan “analog” atau “manual” sebagai bahan pengajaran. Tanpa bantuan laptop, infocus, apalagi OHP (overhead projector), selama mengajar beliau hanya menggunakan kapur. Ajaib, karena dia seorang dosen di teknik elektro.

Eits, untuk lanjutkan, klik sini…

Balada Mahasiswa

Ada dua mahasiswa yang ingin menjadi asisten seorang dosen.

Dosen : “Jadi kalian berdua mau jadi asisten saya?”
Betty & Ireng : “Iya, Pak.”
Dosen : “Oke, boleh. Saya lihat di sini IP kalian bagus-bagus. Untuk akademis, kalian lolos. Tapi saya nggak sembarangan ngangkat asisten.”
Ireng : “Jadi, apalagi yang harus kami lakukan, Pak?”
Dosen : “Kalian harus jawab pertanyaan, mudah sekali kok, cuman satu lagi.”
Betty : “Pertanyaannya apa, Pak? Akan kami jawab sebisa kami.”           *muka serius
Dosen : “Sangat mudah. Pertanyaannya, apakah saya ini ganteng?”          *sambil bertopang dagu
Betty & Ireng : “…….”

Masih ada satu lagi kisah! Cekidot, Gan!