[Berita Foto] Kopdar Selasa di Ampera Rancabolang

Kopdar di hari selasa, 3 juli 2012.

Terlambat sekali ya, saya baru nge-post hari jumat… Jadi, saya hanya berikan foto-fotonya. :mrgreen: Foto-foto yang tampil di posting-an ada yang saya ambil dari hasil fotonya Teh Dey dan Teh Nchie. 🙂

Peserta kopdar, dari kiri atas ke kanan bawah adalah saya, Bang Eduard, Mas Ardi, Mbak Titi, Teh Erry, Teh Dey, Yuli, Kang Ade, Kang Yayat, Pakdhe Cholik, Teh Nchie, dan Mbak Meti.

Seperti biasa, setiap ada kopdar di Bandung, pasti ada Teh Dey dan Teh Nchie selaku penyelenggara. :mrgreen:  Kali ini Teh Erry bisa datang, yang habis dari Korea Selatan. Tentunya ada Bang Eduard dan Kang Ade. Ada juga Mbak Meti dan Mbak Titi, narablog yang baru saya temui. Tokoh utama yang seharusnya, Mas Ade Girie, malah nggak datang. 😦  Saya kaget, ternyata ada Mas Ardiansyah P. Darwis. *namanya sengaja dipanjangin* Pakdhe Cholik “Galaxi” juga datang menggantikan Mas Ade. Di tengah kopdar, datanglah Kang Yayat, narablog yang ternyata pernah lama tinggal di Surabaya. Alhamdulillah, Yuli Jannaini bisa datang. :mrgreen:

Seharusnya, kopdar kali ini bisa jauh lebih ramai kalau Dian Sastro, Grini, Bang Hahn, Bang Aswi, dan Bang Keven datang… 😦

Lokasi Kopdar

Lokasi kopdar di Rumah Makan Ampera Jl. Soekarno Hatta. Sebut saja Ampera Rancabolang. 😆

Hati-hati, banyak fotonya!

Kopdar Minggu di Kedai Mangga

Kopdar di hari minggu, 26 februari 2012.

Asik asik, baru aja tadi siang saya kopdar. 😀 Sungguh menggelikan, tadi mendadak ada acara keluarga, dan saya malah datang terlambat. *sangat bertentangan dengan posting-an saya yang ini* Saya benar-benar merasa nggak enak sama Mbak Ami yang jadi lama menunggu. 😐 Untungnya, ada Bang Keven yang datang duluan, dan ternyata Mbak Ami dan Bang Keven udah cukup akrab. :mrgreen:

Selain molor jam mulai kopdar, cuaca tadi siang juga kurang bersahabat. Sangat kurang bersahabat. Terutama bagi Teh Dey dan Kang Fikri —akhirnya saya tahu nama suami Teh Dey— yang rumahnya jauh. Hujan deras. Untung nggak hujan terus sampai malam. 😦

Jadi, pada kopdar kali ini, selain Mbak Ami, saya juga bertemu dengan dua narablog lain, Bang Hahn dan Mbak Rara. 🙂

Lokasi?

Lokasi kopdar hari ini adalah restoran Kedai Mangga, Jl. Pelajar Pejuang (seberang Hotel Horison), sesuai saran dari Bang Aswi (sayang banget, Bang Aswi yang menyarankan malah nggak bisa datang lagi)  🙂 Kebetulan, dekat juga dengan Lapangan Softball Lodaya, tempat Mbak Ami punya acara. :mrgreen:

Orangnya?

Kami semua tadi total berjumlah sembilan orang. Sepuluh kalau Kang Fikri —suami Teh Dey— ikut dihitung. Jadi 12 jiwa kalau Fauzan, putra Teh Dey, dan Olive, putri Teh Nchie, dihitung juga. :mrgreen: Jadi, ada tiga orang yang baru saya temui pada kopdar kali ini. Mereka adalah Mbak Ami, Bang Hahn, dan Mbak Rara. 😀 Sisanya, lima orang, saya udah pernah kopdar sama mereka. Mereka adalah Teh Nchie, Bang Edo, Bang Argun, Teh Dey (dan suami), dan Bang Keven. 🙂

Seharusnya Mbak Isma, Teh Erry, Bang Aswi, dan Kang Ade datang, tapi mereka punya kegiatan masing-masing. 😐 Bang Aswi lagi beberes rumah baru, Mbak Isma ada acara entah apa, Kang Ade ada perlu di Baleendah, dan Teh Erry sedang dalam masa penyembuhan (habis sakit). 😐 Mari doakan kesehatan Teh Erry, semoga cepat sehat dan bugar kembali.

Seharusnya lagi, kopdar tadi bisa jauh lebih ramai kalau saja tiga narablog yang saya ajak bisa datang. 😎 Ketiga narablog yang nggak jadi hadir tersebut adalah Rizky, Budi, dan NurHidayah… eh, salah, Dian Sastro. *ya, dia sendiri yang minta dipanggil Dian Sastro, dan dia pengagum berat film AADC* 😆 Rizky dan Budi adalah anak ITB, angkatan 2007 kalau saya nggak salah ingat (dan sudah lulus semua), sedangkan Dian Sastro adalah alumni UNPAS angkatan 2007. Rizky dan Dian Sastro nggak bisa hadir karena ada urusan mendadak, dan Budi tidak merespons ajakan saya.

So, Inilah wujud mereka (yang datang kopdar tadi siang). 😀 *maapkan saya atas kualitas beberapa foto yang jelek*

Mbak Ami, yang sebelah kanan

Yeah, inilah tamu utama kopdar kali ini. 😀 Kopdar hari ini ada karena Mbak Ami. :mrgreen: Mantan pemain softball ini lagi ada acara di Bandung, terima kasih untuk Mbak Ami yang telah memberi tahu saya. 😳 *kalau Mbak Ami nggak menghubungi saya, saya nggak bakalan tahu* Ke Bandung, tentu akan kami sambut dengan antusias. :mrgreen:

Yuk ah, lihat pemain kopdar yang lain!

Kopdar “Ngopi Doeloe” Dua Giliran di Teuku Umar

Kopdar lagi! 😀

Hari sabtu (21/1) ini cukup melelahkan. Melelahkan yang menyenangkan. Bertemu orang-orang di dunia maya secara langsung. Kopdar! 😀 *kopi darat* Terakhir kali saya kopdar itu waktu dulu Bu Monda datang ke Bandung, hari minggu (9/10) bulan oktober lalu. Saat itu saya pertama kalinya bertemu Teh Dey (bersama suaminya) dan Mas Puji “Jier”. 🙂

Bagaimana nggak menyenangkan sekaligus melelahkan, lha wong saya nongkrong terus di Ngopi Doeloe dari jam setengah sebelas sampai jam lima sore… 😆

Jadi, kopdar hari sabtu ini bagi saya sama seperti kopdar dua kloter. :mrgreen:

Lokasi?

Lokasi kopdar di Ngopi Doeloe Jl. Teuku Umar, sesuai saran Kang Ade. 🙂

Orangnya?

Kami semua tadi total berjumlah sepuluh orang. Ada empat orang narablog yang baru saya temui pada kopdar kali ini. Mereka adalah Mbak Irni, Bang Keven, Bang Eduard (panggil aja Edo), dan Bang Argun “Firaun Ngeblog”. 😀  Sisanya, lima orang, saya udah pernah kopdar dengan mereka. Mereka adalah Kang Ade, Teh Nchie, Teh Erry, Teh Dey, dan Mbak Isma. 🙂   Sayang sekali, di saat-saat terakhir Bang Aswi nggak bisa datang… 😦

Inilah wujud mereka. 🙂

Mbak Irni Irmayani, dia adalah tokoh utama kopdar kali ini. 😀 Kopdar kali ini ada karena Mbak Irni, untuk menyambut Mbak Irni. Jauh-jauh dari Pontianak ada tugas dinas di Bandung, tentu kopdar nggak boleh dilewatkan. 😉  Yuk ah, lihat tokoh-tokoh lain…

Kopdar Tiga (Hari) Minggu Berturut-turut dan Sebuah Pengumuman Kopdar

Tercapai juga keinginan saya untuk kopdar tiga (hari) minggu berturut-turut. 😀  Kemarin minggu (9/10) saya kopdar dengan tiga narablog sekaligus, Teh Dey, Bu Monda, dan Mas Jier. 🙂  Tentu, saya nggak  sendirian. Ada Teh Nchie dan Bang Aswi. *seperti biasa* :mrgreen:  Meski begitu, kopdar kemarin lebih ramai, karena tiga narablog yang udah berkeluarga membawa serta “pasukannya”. 😳

Tapi… sekarang saya nulis ini sudah hari kamis ya… 😐  Terhitung sudah basi nih, beritanya. Maklum, rasanya kemarin-kemarin ini susah mencari waktu luang. Bahkan untuk blogwalking aja nggak ada waktu. :mrgreen:

Orangnya?

Tadi di atas saya bilang bahwa tiga narablog membawa serta “pasukannya”. Maksudnya apalagi kalau bukan keluarga. :mrgreen:  Teh Nchie dan Teh Dey bawa suami dan anak-anak, Bang Aswi bawa istri dan anak-anak. Ramai banget jadinya. 😆  Dasar saya lupa, kemarin saya nggak nanya nama suami Teh Nchie, Teh Dey, dan istri Bang Aswi.  #TepokJidat

Oh, dan saya yakin sekali, kalau aja Teh Erry ikut juga dan membawa putra-putrinya, bakal jadi jauh lebih ramai. 😆

Kiri-kanan: Teh Nchie, Istri Bang Aswi, Teh Dey

Bang Aswi

suami-suami

Kiri-kanan: Suami Teh Nchie, Suami Teh Dey

Bu Monda ada pelatihan di Bandung (apa di Lembang ya?), jadi sudah jadwal wajib untuk kopdar di sini. 😀  Awalnya kami orang Bandung yang rencana ke tempat Bu Monda menginap, tapi nggak jadi. 🙂

Bu Monda yang paling kanan, sayang sekali Olive nggak masuk gambar

Saya pikir awalnya narablog yang datang hanya Bu Monda dan Teh Dey aja. Nggak tahunya Mas Jier juga ada. 😀 Nice, tambah ramai. 😆

Mas Jier

Nama asli Mas Jier adalah Puji Irwanto, dan facebook dirinya ada di sini

Oh ya, kami menunggu Bu Irma Bintangtimur untuk gabung kopdar ini juga. Sayang sekali beliau terjebak macet, dan nggak jadi ikut. 😦   Lanjut baca! Banyak fotonya lho…

Diskon “Rumah Buku” Luar Biasa

Saya nggak tahu, apakah di kota —selain Bandung— tempat narablog sekalian tinggal ada toko buku Rumah Buku? 🙂

tampak depan toko rumah buku BandungToko Buku “Rumah Buku”, di Jl. WR. Supratman

Di Bandung sini Rumah Buku adalah toko buku diskon saingan Togamas. Setahu saya ya, sepengalaman saya beberapa kali beli buku di sana, diskon yang ada di hari biasa tanpa event spesial tertentu mencapai 30%. 😀 Tampaknya sih semua jenis buku dapat diskon. Contohnya yang saya beli baru-baru ini, ada komik, novel, dan buku bahasa (bukti ada pada foto di bawah). Dulu saya pernah beli majalah dan tabloid juga di Rumah Buku, kena diskon juga, tapi nggak 30%. Saya agak lupa, mungkin cuma 15% atau 10%. 🙂

Letak tokonya pun benar-benar “saingan”, karena berada di ruas jalan yang sama dengan Togamas. 😆  Sama-sama berada di Jl. W.R. Supratman, perbedaan jarak hanya sekitar 100 meter. 😆 Ayo baca lanjut, ada bukti diskonnya lho!

Tentang Beratnya Tugas Polantas dan Kemacetan di Bandung

Kota Bandung saat libur lebaran sungguh “mengerikan”, bahkan bagi kami penduduk permanen dan penduduk sementara Bandung. Entah dari mana asalnya, banyak kendaraan-kendaraan bermotor dan orang-orang luar kota menyerbu masuk ke dalam Bandung dan “hinggap” di titik-titik wisata belanja. Kota sekecil Bandung diserbu jutaan orang (ekstrem nih…), padahal untuk menampung penduduk yang menetap saat ini saja sudah tidak mencukupi.

Yap, Kota Bandung Sangat Bermasalah…

Lahan parkir tak mencukupi, mobil tumpah hingga di pinggir jalan dan parkir di sana, para pejalan kaki turun ke jalan karena trotoar direbut Pedagang Kaki Lima (PKL) dan akhirnya menyeberang sembarangan karena zebra cross tak jelas dan jembatan penyeberangan tak ada. Belum lagi ditambah proses keluar masuknya mobil dari mall-mall atau pertokoan dan factory outlet (FO), semakin membuat lalu lintas kacau. Lampu pengatur lalu lintas (traffic light) juga banyak yang mati tak berfungsi. Dan ingat, kebanyakan jalan di Kota Bandung kecil-kecil, hanya cukup untuk dua mobil bersisian. Sialnya, banyak objek wisata belanja terletak di ruas-ruas jalan yang sempit.

Polisi Lalu Lintas di Bandung Ayo baca lanjutannya!

Bertemu Narablog Wanita

Judulnya nggak banget, ya. Hahaha…. 😆

Saya baru bisa posting sekarang, padahal kopdar-nya hari kamis (14/7) yang lalu. :mrgreen:  Kalau Mbak Hani dan Mas Ari kopdar sama Bunda Monda, saya kopdar sama Tiara. 😀

Orangnya?

Orangnya yang mana? Tuh saya tunjukkan fotonya.

Maap Tir, saya comot dari posting-an kamu…

Tiara yang masih semester 3 di Jurusan Administrasi Publik Universitas Diponegoro ini sekarang sedang libur kuliah. Tiara ke Bandung untuk menghabiskan waktu liburan sekalian berkunjung ke seorang teman yang kuliah di UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Dia menghubungi saya via facebook hari selasa bahwa dia sudah di Bandung, tapi baru saya respons hari rabu (maklum jarang buka facebook 😛 ). Maka, jadilah jadwal ketemuan hari kamis. 😀

Lokasi?

Karena saya nggak tahu banyak tempat nongkrong di Bandung (saya anak rumahan 😳 ), saya serahkan tempatnya ke Tiara, juga soal waktunya. 😀  Menurut dia, tempat yang paling mudah dijangkau dari rumah kos temannya adalah BIP (Bandung Indah Plaza). Soal waktu jadi jam 1 siang (setelah diundur sejam).

maaf, tak ada gambar lain yang lebih pas untuk BIP…

klik gambar kalau mau melihat peta dalam ukuran asli

Lihat lanjutannya!

Mesin Pencetak Tiket Antrean di Telkom Plasa

Beberapa waktu lalu, ketika saya membayar tagihan telepon di Telkom Plasa Jl. W.R. Supratman, Bandung, saya melihat mesin ini berfungsi. Saya tidak menyangka masih jalan, melihat dari bentuk luarnya yang meragukan. :mrgreen:   *klik saja gambar untuk melihat gambar dalam ukuran asli*

Padahal beberapa bulan yang lalu nggak nyala lho…

Kopdar Singkat Senin Pagi

Ini adalah posting-an tentang kopdar singkat hari senin (16/5) yang lalu. Sebagai awalan, ada yang tahu siapa dua narablog ini? :mrgreen:

Maap ya Mas, saya comot dari facebook sampeyan. 😀

Kalau ini saya comot dari situs gravatar sang narablog. :mrgreen:

Ini bukan kuis, jadi nggak tahu tak apa-apa…

Srabi Solo Notosuman

Nah, sekali-sekali saya pengen ngasih tahu salah satu kuliner Bandung pada narablog sekalian. :mrgreen:  Ini memang bukan pertama kalinya saya nge-post tentang makanan —posting-an saya tentang makanan sebelum ini benar-benar personal, nggak ada hubungan dengan Bandung. Jadi, kali ini saya ingin berbagi tentang makanan kesukaan saya, sekaligus memberitahu tempat penjualannya di Bandung. 🙂

Apa makanan kesukaan saya kali ini? Srabi! 😀

Nah, saya mohon tidak ada kebingungan di sini, antara “srabi“, “surabi“, atau “serabi“. Setahu saya itu semua sama. 😀  Kata Surabi dipakai di Bandung dan sekitarnya, sedangkan kata srabi dan serabi lebih sering dipakai di wilayah selain Bandung (entah itu Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan lainnya).

Saya pribadi lebih suka Srabi Solo dari pada Srabi Bandung. Srabi Solo kering, tanpa kuah, sedangkan Srabi Bandung memakai kuah. Jika selama ini narablog memakan srabi yang kering dan dengan topping (apapun itu), itu adalah Srabi Solo. 🙂 Ehem… *batuk* betulkan saya jika saya salah ya, karena saya sebenarnya tidak yakin juga dengan hal ini. 😆

Mari lihat lagi seperti apa Srabi Notosuman