Dogol dan Dodol

Saya bersyukur sekali hari sabtu (8/10) ini bisa menikmati pempek lagi… 😳 Ini saya kasih fotonya.

Eh waduh, maap melenceng dari judul posting-an. :mrgreen:

#TepokJidat….

Jadi begini, saya baru merasakan nikmatnya makanan yang bernama dodol pagi tadi. Ibu saya, yang baru datang kemarin jumat (7/10), menyajikan dodol pemberian saudara jauhnya saat sarapan tadi (kata beliau sih itu dodol betawi). Ternyata rasanya nggak mengecewakan. 😀  Otak saya langsung menelusuri jejak-jejak ingatan masa lalu, berusaha mencari kembali ingatan di mana dan kapan saya pernah memakan dodol seenak ini. Tapi tak berhasil. Makanya, ini adalah dodol terenak yang pernah saya makan. 😆

Dodol betawi

Saking enaknya dodol ini, saya sampai mencoba mengaitkan dodol dengan sebuah kalimat ejekan, yaitu dogol. Apa pasal? Soalnya saya penasaran, mengapa kata dodol saat ini dijadikan umpatan halus oleh anak-anak muda? Tampaknya, jika dodol kita ucapkan kepada teman sepermainan maknanya menjadi bego atau bodoh. Tampak dodol yang harusnya kata benda menjadi bisa digunakan sebagai kata sifat. Ya, ‘kan? 😆 Lanjut baca!

Dialog Bodoh #4

17 November 2010

#1 Bang Thoyib Udah Pulang Belum Ya..?

Siang hari, hari idul adha, capek banget habis berkunjung ke sodara-sodara. Akhirnya sampe rumah langsung rebahan di kasur, kebetulan ada adik saya. Entah kenapa saya bersenandung irama lagu “Bang Thoyib”, mungkin karena lagi suasana lebaran. 😀

Saya: “Bang Thoyib udah pulang belum ya…? Udah tiga kali lebaran gak pulang-pulang, tiga tahun….”
Adik: “Lagi naik haji kali…”
Saya: “Huahaha… Lama banget hajinya, tiga tahun…?”    <ketawa>
Adik: “Iya, naik haji tapi gak turun-turun.”

(Saya sukses terhibur…. 🙂 )

*********

Asik, masih ada dua cerita lagi…

Asbun, Asal Bunyi

Ada yang pernah dengar istilah seperti judul di atas? Asbun, atau asal bunyi. 😀  Saya gak tahu dari mana istilah akronim ini berasal. Tahu-tahu aja asbun ini terkenal di lingkungan sekeliling saya, entah di kampus atau di rumah.

Ada cerita, ini jadinya kalau seorang manusia suka asbun.

Mau tahu cerita asbun? monggo lanjutkan…

Dialog Bodoh #2

Jumat, 30 April 2010

1#
Sore hari menjelang waktu Maghrib. Ibu saya sedang menuju kamar mandi. Tiba-tiba…

Ibu: “KECOAAAA..!!”
Saya: “Waduh, apaan sih, teriak-teriak…?”
Ayah: “Mana?”
Ibu: “Itu di kamar mandi…”     <bergegas keluar mengambil semprotan anti-serangga>
Ayah: “Masih jam segini, kok aneh ya? Biasanya kecoa beroperasi jam 1 malem sampe jam 4 pagi.”

(Kayak angkot aja ada jam operasinya…)      😀

*

Ini baru kisah pertama, cekidot yang lain, Gan!

Dialog Bodoh

Selasa, 27 April 2010

#1

Di parkir Seni Rupa (parkiran tenggara ITB, kami semua sering menyebutnya parkir SR), saat menuju motor saya bersama si dia dari kisah sebelumnya. Saya melihat motor ber-nomor polisi K.

Saya: “Lihat tuh, platnya K. Jauh banget yak.”
Dia: “K? Dari sekitar daerah Kudus ‘kan?”
Saya: “Iya.”
Dia: “…. Plat nomormu L dari Surabaya ‘kan? Kayak jauhan Kudus aja.”
Saya: “Haha…”

(Jauhan Surabaya ya? Lupa saya… )

**********

Ini baru kebodohan yang pertama, ada lagi…