[Buku] The Novelist oleh Dean Koontz

Buku kali ini, The Novelist, ber-genre suspense thriller. Hampir mirip dengan genre crime thriller, sama menegangkannya, hanya bedanya tidak ada crime atau kejahatan di sini. 😀  Well, sebenarnya kejahatan atau kebaikan (baca: keadilan) adalah sesuatu yang relatif dalam buku ini. 😉

Oh ya, judul asli versi bahasa inggris buku ini bukan The Novelist, tapi Relentless. Jangan tanya saya mengapa judulnya berbeda. Jangan tanya saya apakah hal ini wajar terjadi atau tidak. Satu hal yang pasti, saya bingung sekali waktu mencari tahu buku ini di internet. Situs resmi penerbit, Ufuk Fiction, tidak memberi tahu apapun tentang judul asli buku ini. 😦

Pertama-tama…

Pertama saya membaca rangkuman cerita di sampul belakang buku ini bulan desember tahun 2011 lalu, saya nggak langsung beli. Saya masukkan dulu ke daftar incaran, dengan maksud saya telusuri dulu di internet seperti apa review orang-orang dan siapa Dean Koontz sebenarnya. Sebenarnya saya sudah tertarik dengan jalan ceritanya yang tampak menegangkan —apalagi saya suka thriller. Tapi tak ada salahnya, ‘kan, mencari tahu dulu di internet. :mrgreen:

Ternyata, saya cari dengan kata kunci “The Novelist” dan “Dean Koontz”, tak ada hasil pencarian yang menuju situs review luar negeri. Saya cari di situs pribadi Dean Koontz, tak ada juga buku karangan beliau dengan nama The Novelist. Nah lho, ada apa ini? Hasil pencarian dengan kata kunci “The Novelist Dean Koontz” memberi saya halaman sang penerbit buku di Indonesia, Ufuk Fiction. Di sana tak ada informasi yang berguna, tak ada informasi yang membantu. Ya sudah, karena saya sudah kadung penasaran, saya beli aja The Novelist beberapa hari kemudian.

Setelah saya baca di dalamnya, di halaman hak cipta, baru menjadi jelas bahwa novel ini terbit dalam judul Relentless untuk versi aslinya. 😐

Satu hal aja yang saya sayangkan. Mengapa di situs resmi Ufuk Fiction, tepatnya di halaman yang membahas mengenai The Novelist, tidak memberi tahu pembaca bahwa judul novel versi indonesia dan versi inggris tidak sama? 😐  Simak lanjutannya!

Dua Buku Novel Lagi Siap Untuk Dilahap

Sial, saya benar-benar jadi jarang posting sesuai dengan apa yang saya katakan di posting-an yang dulu. Saya memasuki fase jarang posting! 😦   *saya akan selalu merindukan blogwalking dan kalian semua, narablog sekalian*

Jadi, ada dua buku…

Iya, ada dua buku novel nih… apa? Oh, bukan, bukan untuk giveaway, bukan. Maap ya. :mrgreen:   Dua buku ini —lagi-lagi novel genre thriller dan sebuah yang ber-genre fantasi— adalah deretan buku baru yang siap saya “lahap”. 😀  Di posting-an yang dulu itu (1/11), dari tiga novel sudah saya habisi dua —yang All The Pretty Girls oleh J.T. Ellison dan The Stolen karya Jason Pinter. Entah mengapa minat saya sampai saat ini masih ingin terus membaca novel ber-genre thriller, tidak yang lain, hingga akhirnya saya melupakan Pelangi Melbourne karya Zuhairi Misrawi. Belum saya baca. 😦

Satu posting-an yang membahas tentang buku Every Dead Thing karangan John Connolly dua minggu setelah itu (14/11) juga membuktikan bahwa saya sedang gandrung dengan yang namanya novel thriller. Sampai-sampai genre fantasi yang saya suka pun tidak saya gubris. :mrgreen:   Jadi, jangan tanya apakah saya sudah membaca The Siege dan The Leap karya Jonathan Stroud, Ranger’s Apprentice: The Icebound Land karangan John Flanagan, dan Abarat: Days of Magic, Nights of Wars karangan Clive Barker. Bahkan The Necromancer oleh Michael Scott belum saya baca. :mrgreen:

Kedua buku itu adalah…

#1 “18 Seconds”, karangan George Shuman

Buku ini yang saya sebut di atas ber-genre thriller. Cerita masih seputar pembunuhan berantai dengan latar belakang negara Amerika di tahun 2000-an. Satu-satunya sebab saya tertarik dengan buku ini karena saya suka dengan konsep “18 detik”-nya. 🙂 Mengapa berjudul “18 detik”? Karena sang tokoh utama novel ini, Sherry Moore, adalah seseorang yang dikaruniai kemampuan untuk melihat 18 detik terakhir ingatan seseorang sesaat sebelum orang itu meninggal. Entah ya, kemampuan itu adalah karunia atau malah musibah, karena Sherry sendiri mendapatkan kemampuan itu setelah sebuah kecelakaan yang ia alami waktu masih berumur 5 tahun dan kecelakaan itu membuatnya buta. Ya, Sherry Moore diceritakan adalah wanita buta nan cantik (sangat cantik dan menarik kalau melihat deskripsi yang disajikan Pak Shuman :mrgreen: ) yang mampu “melihat” sisa ingatan mayat yang ia sentuh. Sherry bekerja sebagai konsultan investigasi, dia sering dimintai bantuan oleh polisi dan berbagai macam pihak untuk membantu menyelesaikan kasus yang berakhir buntu. Tentu, polisi tak terang-terangan memberitahu pers bahwa mereka meminta bantuan Sherry. Semua dilakukan lewat diam-diam, karena pihak polisi tak yakin cara investigasi mereka akan diterima oleh hakim dan para juri, apalagi kalau dihadapkan pada pengacara tersangka yang handal.

Buku fantasi yang saya maksud adalah Incarceron…

[Buku] Every Dead Thing: Orang-Orang Mati

Di posting-an saya yang dulu, saya bilang bahwa saya suka novel genre thriller, ‘kan? Nah, buku yang saya bahas kali ini juga ber-genre itu. 🙂  Well, sebenarnya buku ini pantas diberi genre misteri juga sih, karena mengandung sedikit unsur supernatural. :mrgreen:

Every Dead Thing, adalah buku pertama John Connolly, sekaligus buku pertama dari serial Charlie Parker. Sebenarnya, saya membeli buku ini hanya karena tertarik saat melihat rangkuman cerita di bagian belakang buku (tanpa tahu siapa itu John Connolly). Saya baru tahu baru-baru ini saat saya mulai membacanya, bahwa buku ini ternyata adalah buku berseri, dalam artian ada buku lain setelah buku ini yang menggunakan tokoh utama sama (dan kemungkinan besar cerita tetap bersambung), yaitu Charlie Parker. 🙂

Ukuran buku ini besar, tidak seukuran buku yang saya bahas di posting-an itu. Besar ukuran kertasnya hampir sebesar A5, dan karena buku ini terbitan Gramedia Pustaka Utama, kualitas kertasnya selalu bagus, bahkan (menurut saya) cenderung berlebihan (untuk sebuah novel, sehingga harga buku menjadi mahal).

Seperti yang saya bilang di awal tadi, ada unsur supernatural atau unsur gaib di buku ini. 😀  Ada perihal ramalan dan arwah, digabung dengan gaya penulisan alur waktu campuran antara masa sekarang dan masa lalu (flashback), membuat saya harus mikir dalam membaca buku ini. Butuh sedikit fantasi dan imajinasi untuk mengerti dan memahami jalan cerita keseluruhan —seperti menggabungkan puzzle—  dari nasib sang tokoh utama. Meski saya belum selesai membacanya, tapi saya tahu, novel ini sangat luar biasa. 😳

Oh ya, korban pembunuhan di buku ini digambarkan secara vulgar dan sadis. Saya membayangkannya aja sungguh mengerikan. Dikuliti, mata dicungkil, darah membanjir di lantai, dan beberapa mutilasi…… seperti itulah. 😐

Tapi tenang, tetap ada unsur “kelucuan” di dalam cerita buku ini yang mampu membuat saya tersenyum hingga tertawa sendiri. 😀 Gaya narasi yang mengambil sudut pandang orang pertama (sang tokoh utama, Charlie Parker) ditambah beberapa deskripsi bergaya konyol dan komentar-komentar celetukan sarkastik nan lucu Charlie membuat tensi selama membaca ini naik-turun. Connolly mampu menggabungkan rasa ngeri, seram, dan tawa sekaligus. 🙂

Sedikit jalan cerita…

Saya akan mencoba menceritakan isi buku ini sepemahaman saya, dari intisari yang saya dapat setelah saya menggabungkan seluruh jalan cerita yang ada. *maklum, alur cerita berganti-ganti dari masa saat ini ke masa lalu, dan sebaliknya*  Ayooo lanjut bacaaa ringkasan ceritanyaaaa!

Sedikit Mengenai Tiga Novel dan Ukuran Buku

Oh-oow, tidak, tampaknya saya akan memasuki fase jarang posting… 😐  Ada hal teramat penting yang jadi penentu masa depan saya, harus saya hadapi. Hal tersebut adalah sesuatu yang menyenangkan. Amat menyenangkan! 😳

Oke, masuk ke topik utama…

Langsung saja, saya pengen membahas ukuran buku yang baru-baru ini saya sadari lebih enak untuk dibawa dan digenggam. 😀  Ada tiga buku novel yang saya jadikan contoh. Semuanya adalah buku yang masih dalam tahap pembacaan, belum ada yang selesai saya baca. Dua novel ber-genre fiksi-thriller (salah satu genre favorit saya), yaitu The Stolen karangan Jason Pinter dan All The Pretty Girls karangan J.T. Ellison. Sisa satu novel ber-genre fiksi-romantis *memang ada ya genre begini?* karangan Zuhairi Misrawi berjudul Pelangi Melbourne.

The Stolen Jason PinterAll The Pretty Girls J.T. Ellison IndonesianPelangi Melbourne Zuhairi Misrawi

Saya suka sekali buku-buku di atas bukan hanya karena jalan ceritanya, tapi juga karena ukuran bukunya. 😀  Entah ya, itu ukuran kertas yang digunakan berapa, apakah B5, B4, atau F4. *ngarang* 😆 Pastinya, ukuran buku itu lebih kecil dari A5. Pas digenggam tangan dan mudah dibawa kemana-mana. 🙂

Pengaruhnya, dengan tas ukuran kecilpun buku bisa terbawa. 😉  Seperti yang saya katakan di posting-an ini, saya suka membawa buku kemanapun saya pergi. Bahkan saat ke supermarket sekalipun, saat mengantre di kasir saya sempatkan membaca buku. Dengan ukuran buku yang ringkas, saya bisa menaruhnya di kantong jaket saya. 😆

Coba lihat di gambar berikut ini. Buku sebelah kiri (Here, There Be Dragon karangan James A. Owen) berukuran A5 (setengah dari A4). Mari bandingkan. 🙂

Ukuran buku sebelah kanan cukup ringkas, ‘kan?

Sedikit mengenai ketiga buku itu…

Saya kasih sedikit jalan cerita tentang buku-buku ini, ya. :mrgreen:  Ada sedikit ringkasan cerita ketiga buku itu lho…

Antrean Buku-buku yang Belum Terbaca

Jujur, bagi saya, membaca novel dan komik itu nikmat sekali. :mrgreen:  Begitu nikmat membaca, sampai-sampai hampir kemanapun saya pergi saya selalu membawa setidaknya satu buku. Ke kampus, saya bawa novel. Keluar rumah beli makan siang atau makan malam, saya bawa novel dan membacanya sambil menunggu makanan jadi. Semisal ke dokter untuk berobat (yang mana sudah lama tak terjadi pada saya 😀 ), saya bawa buku, saya baca saat menunggu antrean. 🙂 Saya benar-benar tidak tahan kalau menunggu sesuatu dalam keadaan tanpa kegiatan. Harus setidaknya membaca sesuatu! Dan bagi saya, novel dan komik adalah buku yang wajib saya baca setelah Al-qur’an. *lho, ke mana buku teks perkuliahan?*

Ngomong soal buku, sudah lama nggak bahas mengenai buku yang saya baca di blog ini. 🙂 Well, selain yang tertera pada widget di sebelah kanan, inilah buku-buku yang ingin saya tuntaskan.

Simak deskripsi dari saya!