Kopdar dan Buka Puasa Bersama

Saya senang sekali atas tanggapan narablog sekalian di posting-an saya sebelum ini. Banyak sekali dukungan dan permintaan ngeblog kembali, baik secara online maupun offline. 🙂  Semoga saya bisa memenuhi harapan narablog semua, ya. :mrgreen:

Bicara soal ngeblog, ternyata membuat posting-an itu mudah, ya. :mrgreen:  Mem-post itu mudah. Tinggal ketik, tuangkan semua ide yang ada di kepala, dan klik tombol publish. Selesai. 😆 Jadi menyesal nih, kenapa saya sampai hiatus setahun…. Hanya satu yang bagi saya masih berat, yaitu blogwalking. Semangat saya untuk berkunjung ke blog kawan-kawan narablog sekalian masih nggak sekuat dulu—waktu saya masih sangat aktif ngeblog. Bagaimana ya, cara menguatkan kembali semangat blogwalking saya? 🙄

Buka Puasa Bareng Narablog

Hari sabtu (3/8) lalu adalah pertama kalinya saya buka puasa bareng para narablog. 😳 Bang Argun—pemilik jasa Dewa SEO—menjadi penyelenggaranya. Peserta yang hadir menurut saya cukup banyak, karena yang hadir nggak hanya narablog, tapi juga keluarga Bang Argun sendiri dan beberapa karyawan Dewa SEO. 😀  Bagi yang belum tahu, Bang Argun alias Dewa SEO ini (orangnya sendiri sih bilang “mantan blogger” :mrgreen: ) menyediakan jasa promosi produk, website, termasuk juga review produk, dan juga jasa konsultasi mengenai SEO. Jadi, kalau narablog sekalian punya situs untuk jualan, bisa gunakan jasa Dewa SEO supaya situs jualan narablog berada di halaman pertama hasil pencarian Google. 🙂

Ini liputan bukber kami…

“Buka” Bersama

Suatu ketika, pada salah satu dinding di Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB…

Undangan Buka bersama puasa FSRD

Ada undangan buka puasa bersama bagi anak-anak internal FSRD. Undangan tersebut dilukis dengan apik dan berseni. 😳 Tertulis —dengan huruf mirip aksara  arab— di sana:

Buka bareng, rabu, 25-07-2012, 05:00 pm, Lapmer

Gambar di atas hanyalah sebuah potongan. Bukan sebuah gambar lengkap. Perhatikan kata buka pada judul saya beri tanda kutip. :mrgreen:  Apa yang menarik dari foto di atas adalah…. Sebuah gambar penunjang di samping undangan tersebut. 😀

Yuk ah, mau lihat gambar lengkapnya, ‘kan?

Tentang Puasa, Menu Berbuka, dan Salah Kaprah

Tadi, hari sabtu (13/8) ini (oh, sudah kemarin ya, sekarang tengah malam hari minggu), saya mencoba menu yang tidak biasa. Sekali-kali, saya ingin yang berbeda.

Menu kamu untuk berbuka puasa apa saja, Sop?

Saya berbuka dengan satu buah apel, tiga butir kurma, dan segelas air putih. Karena tadi saya baru saja lari sore, saya minum minuman sari kelapa pengganti ion tubuh. *ingat, ini bukan promosi*

air putih, apel, dan minuman elektrolit

Saya nggak suka Pocari Sweat, lebih enak Fatigon Hydro

Kalau orang lain (dan mungkin narablog sekalian) suka berbuka puasa dengan yang manis-manis (teh manis, kolak ubi, kolak pisang), saya cukup dengan buah. Saya tidak mau minum atau makan pertama berbuka yang terlalu manis, atau dengan kata lain yang mengandung gula pasir atau gula merah.

buah kurma

Kurmanya kering…

Tampaknya “berbuka dengan yang manis” itu salah kaprah…

Sekalian saya ingin sedikit berbagi informasi, bahwa tampaknya berbuka dengan yang manis itu salah kaprah. Saya menyaksikan penjelasan seorang dokter sekaligus ahli gizi di sebuah stasiun televisi, ia menjelaskan bahwa jika tubuh mengonsumsi banyak gula ketika kandungan gula dalam darah amat rendah (terjadi ketika waktu menjelang berbuka), kadar gula darah akan langsung melonjak naik. Ini tidak baik. Tubuh bisa terasa lemas. *apalagi kalau digabung dengan makanan atau minuman dingin… lengkap deh nggak sehatnya*

Ayooo baca penjelasan saya lebih lanjut!