[Film] The Maiden Heist

Anda adalah pengagum sebuah karya seni di museum. Karya Seni itu akan dipindahkan ke luar negeri, sangat jauh dari Anda, dan Anda tak mau jauh darinya. Hasrat ingin memiliki dan rasa cinta yang teramat sangat pada karya seni tersebut membuat Anda nekat mencurinya. Bersama teman “senasib”, Anda memulai rencana pencurian…

The Maiden Heist cover sampul

Kira-kira seperti itulah plot cerita yang tersaji dalam film The Maiden Heist. Sesuai dengan judulnya, heist adalah perampokan, pencurian. 😀 Tak seperti The Town yang penuh dengan adegan kasar, film keluaran tahun 2009 ini ber-genre komedi dan crimeSimpel, tapi berkat aktor-aktor kawakan yang memainkannya, cerita jadi enak untuk dinikmati. 🙂

Film ini adalah film dadakan yang saya beli di toko DVD bajakan. Benar-benar nggak survey dulu di imdb sebelum membeli film ini. Seperti yang pernah saya katakan di ulasan-ulasan film sebelum ini, saya melihat (dan menilai) film pertama kali dari pemainnya. Saat saya akan membeli film (tanpa daftar belanjaan) saya melihat dulu siapa aktor dan aktris yang bermain. Ketika sang pemain cukup menggoda untuk ditonton, baru saya lihat resensinya di belakang bungkus DVD.  🙂

Siapa saja pemeran dalam The Maiden Heist?

Nah, film inilah yang saya dapatkan dengan cara di atas tersebut. Saya sangat tertarik dengan jajaran aktornya. Kawakan semua. Ada Morgan Freeman (RED, The Dark Knight, The Shawshank Redemption), Christopher Walken (The Rundown, Wedding Crasher, Pulp Fiction), William H. Macy (Wild Hogs, Seabiscuit, Jurassic Park III), dan Marcia Gay Harden (Mystic River, Into The Wild, The Mist). Coba lihat mereka semua, masing-masing pernah sukses di ajang Academy Awards, atau yang biasa kita dengar bernama lain Oscar. 🙂

Morgan Freeman pernah mendapat Oscar untuk perannya sebagai aktor pendukung di Million Dollar Baby (2004). Dia juga mendapat nominasi pemeran utama terbaik di tahun 2010 dan 1995 dalam film Invictus (2009) dan The Shawshank Redemption (1994).

Christopher Walken mendapat Oscar kategori aktor terbaik sebagai pemeran pendukung di tahun 1979 dalam film The Deer Hunter (1978). Di tahun 2003, Walken juga mendapat nominasi untuk peran pendukung terbaik untuk perannya dalam Catch Me if You Can (2002).

Untuk Marcia Gay Harden, dia juga sama, menang Oscar tahun 2001 dalam kategori akrtis pemeran pendukung terbaik di Pollock (2000). Saat Oscar tahun 2004, Harden mendapat nominasi aktris peran pendukung terbaik untuk penampilannya di Mystic River (2003).

Hanya William H. Macy yang belum pernah menang Oscar, hanya mendapat nominasi. Dia mendapat nominasi aktor pendukung terbaik tahun 1997 untuk perannya dalam Fargo (1996). 🙂

Mengesankan, ‘kan? 😀  Dengan deretan pemain seperti di atas, menurut saya kualitas akting dalam film ini tak perlu diragukan. 😉

Langsung ke jalan cerita, Sop…

They’re not bad guys, just bad thieves.

Penasaran? Ayo klik sini! Ada cuplikan gambar juga!

[Film] Due Date: Dua Orang Pria Menyeberangi Daratan Amerika

Bisa dibilang saya adalah penggemar Robert Downey Jr. Karena alasan simpel itulah, saya langsung cari dan unduh film keluaran tahun 2010 ini di thepiratebay.org. Nggak apa-apa lah, meskipun film ini cuman dapat nilai 6,7 di imdb.com. Setelah saya lihat trailer-nya, cukup menarik, kok. 😀

Sedikit Pendahuluan…

Dari sampulnya, saya nggak tahu siapa itu Zach Galifianakis. Saya belum pernah sama sekali menonton film-filmnya. Ternyata, dia seorang komedian, juga pernah main di film komedi seperti The Hangover (2009) dan The Hangover part II (2011, belum rilis), juga di film cukup serius seperti Up in The Air (2009) dan Into The Wild (2007). Karena film ini ber-genre komedi, jadi cocok Zach bermain di sini. 🙂

Saya sudah mengikuti sepak terjang Robert Downey Jr. sejak film Kiss Kiss Bang Bang (2005), terus ke Zodiac (2007), Iron Man (2008), Tropic Thunder (2008), sampai Iron Man 2 (2010) dan Sherlock Holmes (2009). Di film-film itu, hanya Tropic Thunder aja yang ber-genre komedi. Sebagai penggemar komedi, tentu Due Date ini nggak bisa dilewatkan. 🙂

Bermain juga dalam film ini Michelle Monaghan dan Jamie Foxx. Michelle main sebagai “pemanis” dalam film ini, berperan sebagai istri Downey Jr. Sebelum ini, saya nggak terlalu mengetahui sepak terjangnya, yang ternyata dia bermain dalam film Eagle Eye (2008), Mission: Impossible III (2006), Bourne Supremacy (2004), dan di film Source Code (2011) yang baru tayang 1 April kemarin.

Jamie Foxx, siapa sih yang nggak kenal. 😀  Peraih penghargaan Academy Award untuk perannya dalam film Ray (2004) ini udah banyak main film bagus, semacam The Kingdom (2007), Law Abiding Citizen (2009), Collateral (2004), dan Stealth (2005). Meski perannya di film ini cuman sedikit, dia tetap aktor kulit hitam favorit saya selain Will Smith. 🙂

Sedikit Jalan Cerita….
Eiitss, klik sini untuk baca lanjutannya…

[Film] Cyrus: Duda Memasuki Keluarga Baru

Saya tertarik beli film ini karena saya pikir ber-genre komedi. Pemain utamanya John C. Reilly (The Promotion, Step Brothers, Talladega Nights: The Ballad of Ricky Bobby), pernah main bareng Will Ferrell di sebuah film komedi, dan saya suka. Karena Reilly yang main di sini, dan ditambah tipe genre yang tertulis di imdb.com untuk film ini adalah komedi, saya ambil film ini. Ternyata, isinya malah drama kaluarga. 😥

Menyesal membeli film ini? Nggak. Well, saya bohong sih, kalo bilang nggak… :mrgreen:  Saya nggak terlalu demen ama genre drama, tapi saya berusaha nonton sampai habis film ini dan berusaha menikmatinya.

Saya nggak terlalu kenal Jonah Hill, yang jadi pemeran Cyrus (ya, Cyrus nama orang). Dia pernah bermain di film Evan Almighty (2007),  Knocked Up (2007), dan jadi pengisi suara Snotlout di How to Train Your Dragon (2010). Saya pun baru tahu Jonah Hill ini dari film Get Him to The Greek (2010). Setelah melihat perannya di film tersebut, saya bener-bener nggak nyangka dia bisa berperan jadi seorang anak yang terkesan penurut (tapi nyatanya memiliki rencana misterius…). Wajahnya emang muda banget, dan tubuh tambunnya mendukung sekali. 😀

Begitu pula untuk Marisa Tomei, saya nggak terlalu kenal. Menurut imdb.com, Tomei pernah main di film yang bagus, The Wrestler (2008, Mickey Rourke sebagai tokoh utama), entah berperan sebagai pemeran utama atau sampingan. Selain itu, dia main juga di Before the Devil Knows You’re Dead (2007), Anger Management (2003), dan Wild Hogs (2007). Dua film terakhir ber-genre komedi. 😀

Sedikit Pendahuluan…

Ikuti terus ulasan film ini…

[Film] The Other Guys: Komedi yang Layak Ditonton

Lagi-lagi, saya membeli film tanpa melihat dulu resensi dan penilaian dari imdb. Kali ini film komedi, The Other Guys.

Pertama kali lihat sampulnya, saya berpikir, “Wow, ada Mark Wahlberg dan Will Ferrell main dalam satu film!” Apakah Will Ferrell yang main film aksi, ataukah Mark Wahlberg yang main film komedi? Kedua aktor ini adalah aktor favorit saya dalam dua genre film yang berbeda. Will jagonya komedi, Mark jagonya film thriller dan aksi. Lihat aja The Happening, Shooter, dan Max Payne, luar biasa aktingnya di sana. Begitu pula Will Ferrell di Talladega Nights: The Ballad of Ricky Bobby, Step Brothers, dan Anchorman: The Legend of Ron Burgundy. Masing-masing jago dalam genre-nya. 😀

Hasilnya, ternyata Mark Wahlberg yang main film komedi! 😆  Saya benar-benar nggak menyangka. Di film ini, Mark pun tampaknya harus menutup tubuhnya yang berotot sebisa mungkin. Entah apakah memakai pengganjal di perutnya (supaya tampak tak berbentuk) atau memang sengaja menaikkan berat badan. Kalau Will Ferrell sendiri nggak usah ditanya lagi, permainannya khas seperti saat di Talladega Nights dan Anchorman. 😀

Oh ya, di film ini ada Samuel L. Jackson dan Dwayne Johnson juga, meskipun durasi mereka tampil nggak terlalu lama. 🙂 Juga tampil Michael Keaton, yang dulu berperan sebagai Bruce Wayne dalam Batman Returns tahun 1992. Kagum juga rasanya melihat beliau main film komedi.

Sedikit Pendahuluan

Sutradara film ini adalah Adam McKay, sekaligus sebagai produser eksekutif bersama Will Ferrell. Film ini adalah kerja sama keempat yang dilakukan oleh Ferrell dan McKay setelah Anchorman, Talladega Nights, dan Step Brothers. Pengalaman gak usah diragukan lagi, baik sebagai sutradara maupun produser. Karyanya udah banyak, dan memang kebanyakan ber-genre komedi. 🙂

Lanjut baca, Gan!

Film Keluarga Oleh Dwayne “The Rock” Johnson

Huhuhuhu…. ini dia film The Rock yang gw suka! Mungkin gw tertarik dengan film ini karena di dalemnya terdapat unsur American Football. Iya, ga bisa dipungkiri bahwa gw mau nonton film ini karena ada unsur NFL-nya, meskipun akibat yang maen The Rock juga… Tapi emang, ini adalah film bertemakan keluarga-komedi pertama (yang gw tahu…) yang dilakoni ama Dwayne Johnson (mulai sini kita panggil The Rock dengan nama aslinya, karena dia sendiri yg ga mau dipanggil “The Rock”), makanya gw pengen lihat kayak apa sih akting-nya. Hasilnya? not bad… di film ini dia berhasil membuat gw terpukau, membuktikan bahwa Dwayne bukanlah aktor yang bisa disepelekan.  Dia bisa berakting lucu maupun serius di film ini.

Jadi ceritanya, ada seorang pemain football terkenal, namanya Joe Kingman (diperankan ama Dwayne). Berposisi sebagai quarterback (belon tau apa ini? liat di sini), dia ini egois banget. Tapi ga bisa disangkal bahwa kemampuannya emang hebat sebagai quarterback, makanya dia kaya berkat kontrak iklannya dengan produk2 terkenal. Dia kaya banget, tinggal di apartemen mewah penuh dengan teknologi (yang jujur baru pertama kali gw liat ada rumah kayak gitu…). Nah, di tengah hidupnya yang sukses, makmur-subur dan jaya, siapa sih yang mau ada gangguan? Sayangnya, “gangguan” itu datang ketika suatu pagi ada seorang anak kecil bernama  Peyton Kelly (diperankan oleh Madison Pettis) yang datang dan mengaku sebagai anaknya. Joe yang merasa belom menikah dibuat percaya bahwa Kelly adalah anaknya ketika ngeliat akte kelahirannya. Jadi, Joe dulu itu waktu masih muda banget pernah menikah ama pacarnya, sori gw lupa namanya, tapi ga bertahan lama dan cerai. Lucunya, setelah mereka cerai, waktu mereka membereskan barang masing2 sebelum ninggalin rumah, mereka malah “gituan”…. Akhirnya waktu si mantan istrinya itu pergi, Joe ga tau bahwa dia nantinya hamil, ya itu si Peyton.

Ooooow… Trus gimana? Ya akhirnya dimulailah kehidupan “baru” Joe, hidup bersama seorang anak kecil yang tiba2 datang di tengah kehidupannya yang gemerlap foya-foya. Awalnya Joe takut kehadiran anaknya itu sebagai pengganjal karirnya, takut kena skandal ini-itu. Awalnya Joe masih kagok hidup bersama dan merawat anak kecil. Tapi lama2, akhirnya Joe mulai terbiasa dengan kehadiran Peyton. Dari yang awalnya Peyton disuruh tidur di Sofa, akhirnya dibuatin juga kamar khusus buat dia.

Udah dulu ah ceritanya, ga mau bikin spoiler. Intinya jelas hepi ending, film ini enak diliat pas santai (iya lah masa’ nonton pas sibuk). O ya, tingkah ketiga temen Joe, yaitu Cooper (Hayes MacArthur), Webber (Brian White), dan Monroe (Jamal Duff), juga membuat film ini makin rame dan lucu.  Tingkah mereka sebagai teman2 terdekat Joe mampu membuat pribadi Joe yang egonya tinggi jadi lumer. Begitu pula pas tiga orang ini main2 ama Peyton, lucuuuuuuuu banget… Apalagi ada Sanders (Morris Chesnut), rekan tim Joe yang bijak yang sering memberi nasehat untuk Joe mengenai anak kecil.

Overall, gw puas ngeliat film ini. Gw jadi pengen ngeliat film Dwayne yang laen, gw cuman pernah liat film The Scorpion King soalnya… Di sana dia mah emang hebat, karena film-nya perang, dan dari sononya Dwayne kan jebolan WWF, so ga usah diragukan lagi kalo film bertema perang. Harusnya Dwayne maen lagi di film yang ber-genre komedi, yang full komedi! Bukan kayak film Get Smart, kurang lucu!! Penasaran aja kayak apa sih kalo dia maen bareng Jim Carrey, Will Ferrel, Steve Carell ato…. Sacha Baron Cohen mungkin? Hihihi…

—————————————————————————————————————————————————————–

Sumber gambar dari sini, sini, dan sini.

Hayate The Combat Butler!

Huehehe… Punya nih anime udah cukup lama, tapi baru sempet nonton sekarang… Nih anime cukup ringan kok, dengan banyak komedi khas anime Jepang, juga dengan jalan cerita yang gak biasa. Bener2 gak biasa! Nih anime jalan ceritanya unik sangat! Dibilang serius bisa, tapi gara2 banyak komedinya, dan banyak hal-hal konyol, jadi rada hilang kesan seriusnya. Hahaha….

Jadi, anime ini bercerita tentang Ayasaki Hayate, seorang anak SMA yang malang bin sial banget. Dia punya orang tua yang sama sekali tidak mem-pedulikan dia, memperhatikan dia, malah orang tuanya memanfaatkan dia hanya untuk mencapai “mimpi” mereka. Karena orang tua Hayate bekerjanya gak jelas, jadilah dia yang bekerja keras untuk menghidupi keluarga, sekaligus bersekolah. Kebayang kan repotnya, kerja serabutan sambil sekolah? Kok bisa anak SMA kerja, padahal di Jepang kan ada peraturan anak yang masih sekolah gak boleh kerja. Nah, si Hayate ini uniknya selama bekerja di mana-mana, dia selalu memalsukan umur!! Dan anehnya sama sekali ga ada yang nyadar!! Pernah di episode berapa gitu, diceritain kalo Hayate udah kerja sejak umur delapan tahun! ….. Gile…..

Sampe suatu ketika, di hari natal natal, dia pulang kerja, dan tau2 sama bosnya dipecat, karena ketahuan memalsukan umur. Dari mana dia tahu? Dari ortu-nya jelas…. Dan sialnya, semua uang hasil kerjanya di perusahaan itu (ato uang pesangon gw lupa..) sama bosnya dikasih ke ortu Hayate! Hayate yang tahu kelakuan kedua orang tuanya kaget, dan langsung pulang ke rumah.

Di rumah, apa yang dia temukan? Rumahnya kosong, dan Hayate malah menemukan surat dari ortu-nya yang mengatakan bahwa seluruh uangnya diambil, dan malah “mewariskan” hutang judi sebanyak ratusan juta yen!! Pas setelah dia membaca surat tersebut, datenglah para “generous people” alias debt collector. Akhirnya dia lari, dan di tengah pelariannya, dia ketemu dengan Sanzenin Nagi, seorang gadis kaya raya calon penerus satu2nya perusahaan estate Sanzenin.

Yang lucu dimulai di sini. Melihat Nagi yang mau membeli minuman di Vending Machine aja pake kartu kredit, mulai terpikir oleh Hayate untuk menculiknya. Lucunya, kata2 Hayate yang salah malah membuat Nagi salah tangkap maksud. Hayate bilang gini: “Go out with me. I want you!“. Coba, kalo kalian dengerin kalimat seperti itu, apakah kalian berpikir ini orang bakal menculik kita? Hahahaha…. Si Nagi bilang gini: “Just because it’s christmas eve… D-Do you understand what you’re saying?“.

Hayate malah tambah serius, tanpa sadar bahwa dia sebenernya salah milih kata untuk membentuk kalimat: “I can’t say things like this in jest. I’m risking my life here, the moment I saw you I decided to take you away!

Huahahaha…. akhirnya malah salah paham deh, si Hayate ingin menculik, tapi Nagi malah berpikir Hayate nembak dia.

Begitu tahu nomor telepon Nagi, dia nelpon ke rumah Nagi. Bodohnya, Hayate malah ga sengaja memberitahu namanya (Bodho tenan….). Hayate putus asa, rencananya gagal. Di tengah turunnya salju, dia terjatuh, dan mulai merasa apakah dia akan mati saat itu juga. Tau2 dateng Maria, yang sebenernya adalah pembantu di rumah Nagi. Waktu itu Hayate belom tahu. Di waktu yang hampir bersamaan, Nagi yang masih di deket Vending machine, diculik beneran oleh dua orang. Waktu Maria nolongin Hayate, suara Nagi yang berontak didenger ama Hayate.Dengan berbekal sepeda milik Maria, Hayate ngejar mobil yang membawa Nagi. Di sini konyolnya, masa’ ada sepeda yang bisa ngejar mobil, di waktu bersalju lagi….

Ayasaki Hayate, si anak malang…

Akhirnya dengan mati-matian Hayate berhasil menyelamatkan Nagi, sampe naik2 ke atap mobil segala, sampe terjungkal jatuh pun Hayate masih kuat. Tapi akhirnya Hayate ambruk juga waktu Nagi berterima kasih telah menyelamatkan dia, dan bertanya mau apa sebagai balas budi. Waktu ambruk Hayate ngomong sesuatu, dia ingin dicarikan pekerjaan. Nah, jadi deh Hayate kerja jadi butler alias pelayan di mansion milik keluarga Sanzenin.

Nih anime bagus kok, cocok untuk dilihat waktu senggang, kalo lagi ga pengen mikir. Tapi gw saranin jangan nonton anime ini langsung banyak episode, bakalan bosen dibuatnya… Hehe….  Ada di beberapa episode berisi parodi dari anime2, film, bahkan game sejenis Metal Gear Solid. Sampe2 ada sensor suara setiap kali para tokohnya nyebut merek alias nama produk…. ^^

(yang di bawah ini Sanzenin Nagi…)