Dialog Bodoh #8

Akhir desember 2011

#1 Homo Semua

Waktu itu kampus kami sedang akhir semester ganjil. Batas akhir pengumpulan tugas dan UAS (Ujian Akhir Semester) mengintai. Adik saya dan teman-teman kelompoknya sedang diskusi menyelesaikan tugas kuliah di paviliun kami. Mereka ada di kamar adik saya. Pagi hari, keadaan mereka benar-benar kacau, belum tidur semalaman.

Adik         : “Aduh, ngantuk nih… Mandiin dong…”      <bicara ke temannya>
Teman 1  : “Ah, homo kau…”      <orang batak>
Adik         :   <mikir>    “Berarti anak kecil homo semua ya?”
Teman 1  : “Haah??”      <agak bingung>
Adik         : “Iya, homo dong, ‘kan dimandiin ama bapaknya…”      <ketawa>
Teman 1  : “……”

(“Ini” dan “itu” ya beda dong:mrgreen: )

Habis ini ada sedikit cerita tentang pepaya, lho!

Dialog Bodoh #7

Tadi siang, tanggal 2 november, hari rabu, saya mendengar dua orang wanita ngobrol di angkot.

Wanita 1: “Ih, tuh orang brewokan.”
Wanita 2: “Iye, dicukur napa sih, jambannya.”
Wanita 1: “Jamban? Jambang kalee!”

😆

#TepokJidat — Facepalm’d

Pak SBY pun tak kuasa menahan perasaannya…

Saya nggak sukses menahan tawa saat itu. Untung sempat nutup muka pakai tas yang saya taruh di atas paha. 😆  Tolong saya…

Dialog Bodoh #6

Suatu Hari di Bulan Desember 2010

#1 Celana Untuk Bayar

Siang itu, saya dan adik saya lagi di sepeda motor. Saya habis menjemputnya dari kampus, saat itu menuju rumah. Saat di Jl. Cihampelas, kami melihat serombongan keluarga yang baru keluar dari hotel. Ada ayah, ibu, dan anak-anaknya (tiga orang, masih remaja), semua perempuan. Semua anak-anak tersebut memakai celana yang pendeeeeeeek sekali (apa sih sebutannya, hot pants ya?).

Saya: “Waduh, choy, gilaaaaaaaa pendek banget tuh celananya!!”     <heboh, nunjuk ke arah keluarga itu>
Adik: “….Hahaha…”
Saya: “Celana belum jadi dipake… Nggak punya celana ya… kok bisa nginep di hotel?”
Adik: “Mungkin mereka ngejual celana panjangnya untuk biaya nginep, Kak.”

(Obrolan yang aneh:mrgreen: )

Ayo klik sini untuk lanjut baca!!

Dialog Bodoh #5

Suatu hari di akhir bulan november…

#1 Hati-hati di Jalan

Siang hari. Di kampus, saya dan teman saya mau pulang. Kami naik motor masing-masing, kebetulan parkir di tempat yang sama, di parkir SR ITB.

Saya: “Oke lah, Titi DJ yak!”
Teman: “…hah? Apaan tuh?”
Saya: “Serius lo gak tahu?”
Teman: “Serius…”
Saya: “Hati-hati di jalan!”     <senyum>
Teman: “Oooooh…”
Saya: “Dedi Dores juga.”      <nyengir>
Teman: “Hah?”
Saya: “Dengan diiringi doa restu.”        <ketawa>
Teman: “Damn! Gue gak tahu…”         <ikut ketawa>

(Ternyata hare gene maseeh ada yang belum tahu nih becandaan… :mrgreen: )

UPDATE!
Tambahan kosakata nama dari narablog. 😀

  • Titi Kamal = Hati-hati Kamalingan  *dari Deden Hanafi*
  • Titi DJ = Hati-hati Dijambret *dari Mas Achoey*
  • Titi Sandora = HaTI-haTI pake SANDal ORAng *dari Mas Ade*
  • Titi Qadarsih = Hati-hati kalau di Bungurasih *kata Masbro sih bercanda* 😀
  • Titi DJ = Hati-hati Digoda Jablay *dari Mas Miswar*
  • Luna Maya = LU NAnya MAunYA apa?? *dari halaman putih*
  • Titi Kamal = Hati-hati kalau pulang malam *dari Mas Akbar*
  • Titi DJ = Hati-hati Dapat Janda *dari Mas Siho*

Kosakata lainnya:

  • Susu Tante = sumbangan sukarela tanpa tekanan *dari Mas Giy*
  • Kopasus = Kopi pake susu *dari Kang Yudhie*
  • Nasgor Tante = Nasi Goreng Tanpa Telur *dari Choky*
  • Susu Segar = Sumbangan sukarela setengah nggarong *dari Wien*

********

Tenang, masih ada dua lagi… ^__^

Dialog Bodoh #4

17 November 2010

#1 Bang Thoyib Udah Pulang Belum Ya..?

Siang hari, hari idul adha, capek banget habis berkunjung ke sodara-sodara. Akhirnya sampe rumah langsung rebahan di kasur, kebetulan ada adik saya. Entah kenapa saya bersenandung irama lagu “Bang Thoyib”, mungkin karena lagi suasana lebaran. 😀

Saya: “Bang Thoyib udah pulang belum ya…? Udah tiga kali lebaran gak pulang-pulang, tiga tahun….”
Adik: “Lagi naik haji kali…”
Saya: “Huahaha… Lama banget hajinya, tiga tahun…?”    <ketawa>
Adik: “Iya, naik haji tapi gak turun-turun.”

(Saya sukses terhibur…. 🙂 )

*********

Asik, masih ada dua cerita lagi…

Dialog Bodoh #3

3 Juli 2010

#1 Capoeira dan Parkour

Siang menjelang sore. Saya bersama teman saya, Jakun, dengan satu teman yang lain, Dodoy. Lagi-lagi mereka berbicara hal yang aneh (dan bodoh).

Jakun: “Capoeira ama Parkour itu sama lho.”
Dodoy: “Gak lah, beda banget itu.”
Jakun: “Gue lihat gerakannya sama-sama kayak orang nari gitu…”
Dodoy: “Beda, kalo Capoeira itu seni bela diri dari Brazil. Capoeira menggabungkan seni, bela diri, dan dance. Kalo Parkour itu seni meloloskan diri, bukan untuk menyerang.”
Jakun: “Lah, sama-sama untuk membela diri, ‘kan? Ya sama dong!”
Dodoy: “…Duh…. Repot ngomong ama orang yang salah tapi ngotot…”

(Ini pembodohan. Kedua hal itu adalah dua hal yang berbeda. :D)

Ini baru yang pertama, masih ada dua lagi!