“Sinister”, Satu-satunya Film Horror yang Saya Nantikan

Sebenarnya, saya nggak suka film ber-genre horor. 😦  Jujur aja, saya ini bernyali kecil. Jadi, ketika habis menonton film yang menyeramkan, itu wujud setan dalam film bisa terbayang-bayang terus. Kalau sudah begitu, saya butuh mood changer alias pengubah mood agar saya bisa menghilangkan bayang-bayang si setan. Saya bukan penakut atau pengecut. Saya hanya bernyali kecil. 😆

Sinister…

Jadi, ini film horor berjudul Sinister, kalau diartikan ke dalam Bahasa Indonesia adalah pertanda buruk, atau jahat. Entahlah ini film ber-genre horor atau thriller. Ini film belum rilis, baru akan rilis bulan oktober nanti.

Plotnya begini, Ellison (Ethan Hawke), seorang novelis, baru saja membeli rumah baru dan pindahan bersama keluarganya. Di loteng rumah barunya itu, dia menemukan rekaman film yang berisi rekaman keluarga bekas penghuni rumah barunya tersebut. Sesuai dengan kabar, seluruh keluarga penghuni rumah itu tewas secara mengenaskan beberapa bulan yang lalu. Kemudian, Ellsion menyelidiki sebab kematian keluarga tersebut, dan Ellison akhirnya mengetahui kebenaran yang mengerikan….

Silakan saksikan trailer filmnya di atas. 🙂  Kelihatannya ada unsur misteri, thriller, dan tentunya makhluk supranatural. :mrgreen:

Sinister’s imdb & rotten tomatoes

Apa yang membuat film ini spesial?

Apa sih yang membuat film ini saya nanti-nantikan?

[Bukan Review] Sherlock Holmes: A Game of Shadows – Film yang Harus Anda Tonton!

Lama nggak nongol di dunia per-blog-an, begitu muncul, saya langsung mempromosikan film Sherlock Holmes terbaru. :mrgreen: Maklum, ini film sayang untuk dilewatkan. Meski kesibukan menerjang, bahkan untuk blogwalking aja sulit nyari waktu, hanya untuk nonton film ini aja harus saya sempatkan. 😀  Itu tekad saya sebagai pembaca hampir semua serial cerita karangan Sir Arthur Conan Doyle ini —oh yeah, saya fans Sherlock Holmes. Dan syukurlah, saya berhasil nonton saat hari tayang pertamanya di Indonesia. 😉

Baru aja malam tadi, hari jumat (23/12), saya nonton film kedua Sherlock Holmes, kali ini dengan sub-judul A Game of Shadows. Luar biasa. Saya puas sekali nonton film ini. Selipan komedi rasanya lebih banyak, dan adegan aksi lebih masif ketimbang film yang pertama. 🙂

Nih bukti saya udah nonton film-nya

Silakan baca ringkasan cerita dan review di imdb.com atau di Rotten Tomatoes. 🙂

Sedikit cuplikan gambar para pemeran

Tak ada cuplikan gambar alias screenshot milik saya sendiri di posting-an kali ini. Mari, saya perkenalkan beberapa tokoh yang ada di dalam film via cuplikan gambar yang saya pinjam dari imdb.com.

Kedua tokoh utama, masih diperankan oleh aktor yang sama, sebelah kiri Dr. John Watson (Jude Law) dan sebelah kanan Sherlock Holmes (Robert Downey Jr.).

Tokoh yang belum muncul di film pertama, kakak kandung Sherlock Holmes yang sama-sama eksentrik dalam bidang lain, Mycroft Holmes (Stephen Fry). Mycroft berusia tujuh tahun lebih tua dari Sherlock, dan bekerja untuk Pemerintah Inggris. Yuk ah simak lagi lanjutannya…

Kopdar Penggila Film

Akhirnyaaaaaaaaaaaaaa~ 😳

Akhirnya saya bisa menuliskan kegiatan kopdar saya kemarin sabtu (1/10). 🙂  Kemarin minggu (2/10) saya sama sekali tak ada waktu untuk jalan-jalan di dunia maya —blogwalking dan menelusuri peramban—, bahkan hanya untuk mengecek email pun tak sempat. Pagi saya habiskan untuk membantu ibu saya, dan sore saya lakukan untuk olahraga. :mrgreen:

Oke, jadi, setelah seminggu lalu (tepatnya tanggal 24 september) saya kopdar dengan Pakdhe Cholik dan Mbak Erry, hari sabtu kemarin saya akhirnya bertemu dengan Mbak Isma, pemilik blog eMina “yang ketiga”. 🙂

Orangnya?

Mbak Isma, seorang penyuka cerpen dan novel (agak) klasik yang tak biasa. :mrgreen: Bisa dibilang seleranya terhadap film pun tak biasa. 😆 Ini akan saya bahas nanti, sesuai dengan judul posting-an ini. 😀

Kopdar bloggerDifoto? Mau dong

Nah, ada satu orang lagi nih, yang saya temui saat kopdar kemarin. Seorang pria, dan bukan narablog. Dia anak ITB angkatan 2007, teman dunia maya Mbak Isma dari situs mubi.com. Yongki namanya. 🙂

Yongki yang sebelah kiri

Sebagai info, mubi.com adalah situs komunitas internasional bagi para maniak film. Saya sebut “bagi maniak film” karena di sana tak hanya membahas film hollywood, tapi SEMUA film dari banyak negara dan genre. *saya baru tahu ada mubi.com dari Mbak Isma* >.<‘ Ayo simak kopdar saya!

[Film] The Maiden Heist

Anda adalah pengagum sebuah karya seni di museum. Karya Seni itu akan dipindahkan ke luar negeri, sangat jauh dari Anda, dan Anda tak mau jauh darinya. Hasrat ingin memiliki dan rasa cinta yang teramat sangat pada karya seni tersebut membuat Anda nekat mencurinya. Bersama teman “senasib”, Anda memulai rencana pencurian…

The Maiden Heist cover sampul

Kira-kira seperti itulah plot cerita yang tersaji dalam film The Maiden Heist. Sesuai dengan judulnya, heist adalah perampokan, pencurian. 😀 Tak seperti The Town yang penuh dengan adegan kasar, film keluaran tahun 2009 ini ber-genre komedi dan crimeSimpel, tapi berkat aktor-aktor kawakan yang memainkannya, cerita jadi enak untuk dinikmati. 🙂

Film ini adalah film dadakan yang saya beli di toko DVD bajakan. Benar-benar nggak survey dulu di imdb sebelum membeli film ini. Seperti yang pernah saya katakan di ulasan-ulasan film sebelum ini, saya melihat (dan menilai) film pertama kali dari pemainnya. Saat saya akan membeli film (tanpa daftar belanjaan) saya melihat dulu siapa aktor dan aktris yang bermain. Ketika sang pemain cukup menggoda untuk ditonton, baru saya lihat resensinya di belakang bungkus DVD.  🙂

Siapa saja pemeran dalam The Maiden Heist?

Nah, film inilah yang saya dapatkan dengan cara di atas tersebut. Saya sangat tertarik dengan jajaran aktornya. Kawakan semua. Ada Morgan Freeman (RED, The Dark Knight, The Shawshank Redemption), Christopher Walken (The Rundown, Wedding Crasher, Pulp Fiction), William H. Macy (Wild Hogs, Seabiscuit, Jurassic Park III), dan Marcia Gay Harden (Mystic River, Into The Wild, The Mist). Coba lihat mereka semua, masing-masing pernah sukses di ajang Academy Awards, atau yang biasa kita dengar bernama lain Oscar. 🙂

Morgan Freeman pernah mendapat Oscar untuk perannya sebagai aktor pendukung di Million Dollar Baby (2004). Dia juga mendapat nominasi pemeran utama terbaik di tahun 2010 dan 1995 dalam film Invictus (2009) dan The Shawshank Redemption (1994).

Christopher Walken mendapat Oscar kategori aktor terbaik sebagai pemeran pendukung di tahun 1979 dalam film The Deer Hunter (1978). Di tahun 2003, Walken juga mendapat nominasi untuk peran pendukung terbaik untuk perannya dalam Catch Me if You Can (2002).

Untuk Marcia Gay Harden, dia juga sama, menang Oscar tahun 2001 dalam kategori akrtis pemeran pendukung terbaik di Pollock (2000). Saat Oscar tahun 2004, Harden mendapat nominasi aktris peran pendukung terbaik untuk penampilannya di Mystic River (2003).

Hanya William H. Macy yang belum pernah menang Oscar, hanya mendapat nominasi. Dia mendapat nominasi aktor pendukung terbaik tahun 1997 untuk perannya dalam Fargo (1996). 🙂

Mengesankan, ‘kan? 😀  Dengan deretan pemain seperti di atas, menurut saya kualitas akting dalam film ini tak perlu diragukan. 😉

Langsung ke jalan cerita, Sop…

They’re not bad guys, just bad thieves.

Penasaran? Ayo klik sini! Ada cuplikan gambar juga!

[Film] Due Date: Dua Orang Pria Menyeberangi Daratan Amerika

Bisa dibilang saya adalah penggemar Robert Downey Jr. Karena alasan simpel itulah, saya langsung cari dan unduh film keluaran tahun 2010 ini di thepiratebay.org. Nggak apa-apa lah, meskipun film ini cuman dapat nilai 6,7 di imdb.com. Setelah saya lihat trailer-nya, cukup menarik, kok. 😀

Sedikit Pendahuluan…

Dari sampulnya, saya nggak tahu siapa itu Zach Galifianakis. Saya belum pernah sama sekali menonton film-filmnya. Ternyata, dia seorang komedian, juga pernah main di film komedi seperti The Hangover (2009) dan The Hangover part II (2011, belum rilis), juga di film cukup serius seperti Up in The Air (2009) dan Into The Wild (2007). Karena film ini ber-genre komedi, jadi cocok Zach bermain di sini. 🙂

Saya sudah mengikuti sepak terjang Robert Downey Jr. sejak film Kiss Kiss Bang Bang (2005), terus ke Zodiac (2007), Iron Man (2008), Tropic Thunder (2008), sampai Iron Man 2 (2010) dan Sherlock Holmes (2009). Di film-film itu, hanya Tropic Thunder aja yang ber-genre komedi. Sebagai penggemar komedi, tentu Due Date ini nggak bisa dilewatkan. 🙂

Bermain juga dalam film ini Michelle Monaghan dan Jamie Foxx. Michelle main sebagai “pemanis” dalam film ini, berperan sebagai istri Downey Jr. Sebelum ini, saya nggak terlalu mengetahui sepak terjangnya, yang ternyata dia bermain dalam film Eagle Eye (2008), Mission: Impossible III (2006), Bourne Supremacy (2004), dan di film Source Code (2011) yang baru tayang 1 April kemarin.

Jamie Foxx, siapa sih yang nggak kenal. 😀  Peraih penghargaan Academy Award untuk perannya dalam film Ray (2004) ini udah banyak main film bagus, semacam The Kingdom (2007), Law Abiding Citizen (2009), Collateral (2004), dan Stealth (2005). Meski perannya di film ini cuman sedikit, dia tetap aktor kulit hitam favorit saya selain Will Smith. 🙂

Sedikit Jalan Cerita….
Eiitss, klik sini untuk baca lanjutannya…

Sedikit Kabar Dari Saya #1

Ah, tiba-tiba, di posting-an yang supercepat ini, pengen sekadar memberi tahu narablog sekalian apa yang terjadi dengan diri saya. *halah bahasanya* Ada tiga poin, perihal nonton Inception, bobot tubuh, dan mengenai serial manga yang baru saya ikuti.

#1

Dasar saya ketinggalan zaman, saya baru nonton film Inception baru-baru ini. Dan, menurut saya, itu film dahsyat banget. 😀 Luar biasa Pak Nolan, bisa dibilang cerdas banget dalam membuat film (kalau bukan disebut jenius). Saya lihat di internet, banyak yang mendiskusikan akhir (ending) ceritanya, banyak yang berspekulasi, mulai dari yang beranggapan bahwa sejak Cobb (Leonardo DiCaprio) gagal mengekstraksi rahasia Saito (Ken Watanabe) ia terus bermimpi, sampai yang menganggap bahwa di akhir cerita apa yang Cobb alami adalah kenyataan. Sebut saya realis (memang saya yakin), dan saya lebih sepakat dengan teori yang terakhir itu. 🙂

Nggak hanya soal kesan terhadap Inception, entah kenapa saya jadi pengen niru gaya rambut Arthur (Joseph Gordon-Levitt) yang klimis (benar ya ini istilahnya? BSJSS). Coba lihat pada gambar yang saya sertakan. Cocok nggak ya ama kepala saya? 😆 Rambutnya yang pendek diminyaki dan disisir ke belakang. Kayaknya itu rambut dikasih gel kali ya. Sayangnya, seumur hidup ini saya belum pernah pakai yang namanya gel rambut. Well, kecuali kalau penggunaan gel rambut saat sesi pemotretan album foto kenangan saat SMA dihitung. :mrgreen:

Ayo lihat dua poin lagi yang ingin saya utarakan!

[Film] Cyrus: Duda Memasuki Keluarga Baru

Saya tertarik beli film ini karena saya pikir ber-genre komedi. Pemain utamanya John C. Reilly (The Promotion, Step Brothers, Talladega Nights: The Ballad of Ricky Bobby), pernah main bareng Will Ferrell di sebuah film komedi, dan saya suka. Karena Reilly yang main di sini, dan ditambah tipe genre yang tertulis di imdb.com untuk film ini adalah komedi, saya ambil film ini. Ternyata, isinya malah drama kaluarga. 😥

Menyesal membeli film ini? Nggak. Well, saya bohong sih, kalo bilang nggak… :mrgreen:  Saya nggak terlalu demen ama genre drama, tapi saya berusaha nonton sampai habis film ini dan berusaha menikmatinya.

Saya nggak terlalu kenal Jonah Hill, yang jadi pemeran Cyrus (ya, Cyrus nama orang). Dia pernah bermain di film Evan Almighty (2007),  Knocked Up (2007), dan jadi pengisi suara Snotlout di How to Train Your Dragon (2010). Saya pun baru tahu Jonah Hill ini dari film Get Him to The Greek (2010). Setelah melihat perannya di film tersebut, saya bener-bener nggak nyangka dia bisa berperan jadi seorang anak yang terkesan penurut (tapi nyatanya memiliki rencana misterius…). Wajahnya emang muda banget, dan tubuh tambunnya mendukung sekali. 😀

Begitu pula untuk Marisa Tomei, saya nggak terlalu kenal. Menurut imdb.com, Tomei pernah main di film yang bagus, The Wrestler (2008, Mickey Rourke sebagai tokoh utama), entah berperan sebagai pemeran utama atau sampingan. Selain itu, dia main juga di Before the Devil Knows You’re Dead (2007), Anger Management (2003), dan Wild Hogs (2007). Dua film terakhir ber-genre komedi. 😀

Sedikit Pendahuluan…

Ikuti terus ulasan film ini…

[Film] The Town: Distrik Perampok Bank

Pertama kali lihat sampul film ini, saya tertarik sama embel-embel tagline-nya yang berkata “Welcome to the bank robbery capital of America“. Kedua, tentu saya tertarik ama jajaran pemainnya, ada Ben Affleck (State of Play, Daredevil, Paycheck), Jeremy Renner (The Hurt Locker, 28 Weeks Later), dan Rebecca Hall (The Prestige, Dorian Gray). “Film tentang perampokan, dan pemainnya mereka, pasti menarik,” pikir saya. 😀

Ternyata benar, nggak menyesal saya membeli film keluaran tahun 2010 ini. Setelah saya tonton, luar biasa. Udah lama saya gak nonton film ber-genre kriminalitas dengan adegan tembak-menembak cukup intens, ditambah bumbu percintaan pula. 😀 Saya pun terkejut waktu membalik sampulnya, dan membaca ringkasan di bagian belakang, Ben Affleck adalah sutradaranya! Belum lama ini juga saya nonton The Hurt Locker, saya masih inget dengan pemeran tokoh utamanya, Jeremy Renner. Wah, top dah nih pilem, pikir saya gitu.

Sebagai penghibur, ada Blake Lively di sini. :mrgreen: Bagi yang ngikutin serial Gossip Girl pasti tahu dengan karakter Serena, Serena van der Woodsen. Dia juga main di film The Sisterhood of The Traveling Pants 1 & 2 sebagai Bridget. 😉

Sedikit Pendahuluan….

Film ini diadaptasi dari novel buatan Chuck Hogan yang berjudul Prince of Thieves, terbitan tahun 2004.

Selama ini saya hanya sebatas tahu Ben sebagai aktor, bukan sutradara. Ternyata, Ben udah pernah jadi sutradara sebelum film ini di Gone Baby Gone. Di film ber-genre kriminalitas dan misteri itu, dia menyutradarai adik kandungnya, Casey Affleck, sebagai tokoh utama. Di The Town ini, selain sebagai sutradara, Ben menulis skenario dan screenplay1 (seperti yang dia lakukan juga saat proyek Gone Baby Gone). Melihat nilai film sebelumnya di imdb.com, Gone Baby Gone dapet nilai bagus, 7,9 dari 10. Efeknya terasa juga saat menyutradarai film The Town ini. Gak mengecewakan. 🙂

Mari ikuti pembahasan saya…

[Film] The Other Guys: Komedi yang Layak Ditonton

Lagi-lagi, saya membeli film tanpa melihat dulu resensi dan penilaian dari imdb. Kali ini film komedi, The Other Guys.

Pertama kali lihat sampulnya, saya berpikir, “Wow, ada Mark Wahlberg dan Will Ferrell main dalam satu film!” Apakah Will Ferrell yang main film aksi, ataukah Mark Wahlberg yang main film komedi? Kedua aktor ini adalah aktor favorit saya dalam dua genre film yang berbeda. Will jagonya komedi, Mark jagonya film thriller dan aksi. Lihat aja The Happening, Shooter, dan Max Payne, luar biasa aktingnya di sana. Begitu pula Will Ferrell di Talladega Nights: The Ballad of Ricky Bobby, Step Brothers, dan Anchorman: The Legend of Ron Burgundy. Masing-masing jago dalam genre-nya. 😀

Hasilnya, ternyata Mark Wahlberg yang main film komedi! 😆  Saya benar-benar nggak menyangka. Di film ini, Mark pun tampaknya harus menutup tubuhnya yang berotot sebisa mungkin. Entah apakah memakai pengganjal di perutnya (supaya tampak tak berbentuk) atau memang sengaja menaikkan berat badan. Kalau Will Ferrell sendiri nggak usah ditanya lagi, permainannya khas seperti saat di Talladega Nights dan Anchorman. 😀

Oh ya, di film ini ada Samuel L. Jackson dan Dwayne Johnson juga, meskipun durasi mereka tampil nggak terlalu lama. 🙂 Juga tampil Michael Keaton, yang dulu berperan sebagai Bruce Wayne dalam Batman Returns tahun 1992. Kagum juga rasanya melihat beliau main film komedi.

Sedikit Pendahuluan

Sutradara film ini adalah Adam McKay, sekaligus sebagai produser eksekutif bersama Will Ferrell. Film ini adalah kerja sama keempat yang dilakukan oleh Ferrell dan McKay setelah Anchorman, Talladega Nights, dan Step Brothers. Pengalaman gak usah diragukan lagi, baik sebagai sutradara maupun produser. Karyanya udah banyak, dan memang kebanyakan ber-genre komedi. 🙂

Lanjut baca, Gan!

[Film] Repo Men: Jika Organ Tubuh Dikuasai Swasta

Siapa yang tahan melihat sampul film ini? Forest Whitaker, peraih penghargaan Academy Award (2007, The Last King of Scotland) dan pernghargaan Golden Globe, serta Jude Law, pernah ternominasi juga dalam dua penghargaan besar itu. 😀

Semakin lama dirasa, saya ini termasuk orang yang melihat kualitas film dari pemainnya. Contoh, ketika saya melihat Gerard Butler pada sampul, saya langsung membeli DVD RocknRolla. Waktu saya melihat Jake Gyllenhaal dan Tobey Maguire dalam Brothers, langsung saya sikat. Saya lihat Solitary Man ada Michael Douglas main, saya sambet DVD-nya. Ada Mark Wahlberg dan Will Ferrel dalam satu film, “pasti komedi”, pikir saya, langsung saya ambil. Begitu pula film ini, saya lihat ada Whitaker dan Law, siapa yang tahan untuk tidak mengambil film berharga 5000 rupiah sekeping DVD-nya? 😆

Sedikit Penduhulan

Film keluaran tahun 2010 ini dibuat berdasarkan novel karangan Eric Garcia, berjudul asli The Reposession Mambo. Dalam film ini, Garcia berperan dalam penulisan screenplay1. Di bangku sutradara diisi oleh Miguel Sapochnik, karya-karyanya memang kurang dikenal. Jangan kuatir, di kursi komponis musik diduduki oleh Marco Beltrami, komponis musik di film The Hurt Locker, Underworld: Evolution, Jonah Hex, dan Terminator 3. Melihat jejeran film-film yang ditangani oleh Marco tersebut (dan kemungkinan besar udah narablog tonton), tampak jelas bahwa beliau berpengalaman di film yang penuh aksi dan pertempuran. 🙂

Baca ulasan selengkapnya dengan klik sini!