Balada Mahasiswa #9

Kamu (Masih) Mahasiswa Saya?

Ini adalah lanjutan kisah si Cakra dari Balada Mahasiswa sebelum ini.

Pak Roy: “Kamu yang beberapa hari lalu ketemu saya itu ya?”
Cakra: “Iya Pak.”
Pak Roy: “Topik TA kamu kalo nggak salah tentang pengolahan limbah ya?”
Cakra: “Pengolahan limbah kimiawi, Pak.”
Pak Roy: “Hmmm… kenapa kamu nggak bimbingan sama Pak Joko?”
Cakra: “Pak Joko? Pak Joko S******* itu, Pak?”
Pak Roy: “Iya.”
Cakra: “Pak Joko kan bidangnya kimia organik, bukan kimia terapan seperti Pak Heru. Makanya saya bimbingan sama Pak Heru.”
Pak Roy: “….seingat saya Pak Heru yang organik, Pak Joko yang bidangnya terapan.”
Cakra: “Bukan Pak, Bapak kebalik.”
Pak Roy: “Ah, saya yakin kok.”
Cakra: “Nggak Pak, Bapak salah, kebalik itu, Pak….”

Kebetulan, Pak Heru menghampiri mereka berdua.

Pak Heru: “Ada apa ini, Pak? Ada perlu sama Cakra nih?”
Pak Roy: “Nggak, kebetulan ketemu. Pak Heru dosen pembimbing dia?”
Pak Heru: “Iya Pak. Topiknya kan tentang limbah kimiawi.”
Pak Roy: “……Kalo Pak Joko bidang keahliannya kimia organik apa terapan ya?”
Pak Heru: “Kimia Organik, Pak.”
Pak Roy: “………. Tuh ‘kan, tadi Cakra bilang Pak Joko itu bukan kimia organik.”
Cakra: “Hah?? Pak…. Keliru, Pak…. Aduh, Pak…….”
Pak Heru: “Hahaha… Saya ngerti kok, Cakra. Sudahlah, jangan dipikirkan. Pak Roy memang begini.”
Pak Roy: “Maksudmu, Her?”
Pak Heru: “Nggak, jangan dipikirkan, Pak. Saya ambil dulu Cakra ya Pak, ada yang mau saya bicarakan.”

<berdua ngeloyor>

Ketika sudah jauh dari Pak Roy

Cakra: “Ada apa, Pak? Ada perlu dengan saya?”
Pak Heru: “Nggak, saya cuman mau nyelamatkan kamu dari Pak Roy. Saya tahu memang begitu Pak Roy. Butuh cara jitu buat menghindar.”       <tertawa>
Cakra: “……Oh, makasih, Pak.”      <senyum geli>

Selamat lah si Cakra dari kebingungan kedua.

*

Sekali lagi, ini benar-benar terjadi. 😀

Kisah si Gondrong

Jakun dan Sule, sebut saja begitu, sedang ngobrol di salah satu kantin di ITB.

Sule: “Gue gak bakal motong rambut gue sebelum gue lulus.”
Jakun: “Serius lo?”
Sule: “Lu bisa pegang omongan gue.”

Sebulan kemudian…

Jakun: “Lah, kok lo potong rambut sih??”
Sule: “….iya nih, pas gue sidang, kata dosen penguji disuruh potong rambut, alasannya terlihat gak rapi. Sial… udah gitu musti direvisi lagi. Sidang lagi dah… “

Syukurlah, Sule bisa lulus tepat waktu. 🙂

————————————————————————————————————————————————

Sumber gambar dari sini dan sini.

Linglung dan Ngotot

Suatu hari, adik saya baru pulang malem, tahu-tahu dia telepon rumah mau ijin bawa temen-temennya. Sebagai keluarga yang memuliakan tamu (duh bahasanya), kami ingin menyajikan mereka makanan. Tapi apa daya, karena ibu saya baru pulang dari kantor, dan waktu itu kebetulan ibu saya gak masak, jadi harus terima kenyataan bahwa ga ada makanan di rumah. Dengan terpaksa kami berrencana beli McD, satu-satunya yang terdekat (ingat, kami keluarga yang sehat, menjauhi segala bentuk makanan junk food).

Ya, terus…?