Kerapian Sajadah dan Keinginan Salat

Sebagai awalan, sudah tahukah narablog sekalian bahwa bentuk baku dari sholat adalah salat? :mrgreen:  Kalau sudah tahu dan terbiasa menggunakan salat, syukurlah. Jika belum, mari membiasakan diri menggunakan salat mulai sekarang. 🙂

Kerapian dan Mood

Kerapian dan mood itu berhubungan. Entah itu kerapian meja belajar di rumah, meja kerja di kantor, hingga kerapian tempat sajadah dan sarungpun berpengaruh ke semangat kita untuk beraktivitas. Saya rasa, jika diri kita masing-masing hidup dengan “rapi”, mood kita akan senantiasa baik.  🙂

Bagi saya, meja belajar/kerja di kamar tidak rapi tak masalah. :mrgreen:  *Toh saya hanya menggunakan meja saya untuk ber-laptop ria, bukan untuk menulis (dengan pensil atau bolpen)*  Tapi, cara menyimpan sajadah dan sarung berpengaruh langsung ke hati saya saat salat. 😀

Coba lihat. Ketika sajadah dan sarung terlipat rapi seperti pada gambar berikut, rasanya hati itu enak saat akan salat (dan tentunya saat salat juga). Jadi, kalau melihat peralatan salat yang tertata rapi, bawaannya nggak malas untuk salat, begitu. Apakah narablog sekalian juga merasakan hal yang sama? 🙂

sajadah dan sarung yang rapi

Sajadah dan sarung terlipat di lantai

Ada banyak cara menyimpan dan merapikan sajadah saat setelah salat. Bisa ditaruh begitu saja di lantai dengan keadaan terlipat rapi, bisa juga dilipat lalu ditaruh di atas ranjang, atau sajadah dibiarkan tergelar di lantai dengan sarung terlipat di atasnya. 🙂  Simak lanjutan posting-an ini!

Their Expression, Funny for Me

Hahaha… Orang asing, orang luar negeri, kadang mereka kasar dalam mengungkapkan perasaan mereka. Mungkin memang kasar, tapi bagi saya itu lucu. 😀

Here, I found this expression at animetake.com, in “Iron Man” section. Read the sentences below the picture.

When I read those sentences, I laughed. 😆   I don’t know why, I think it’s funny. The way he/she express their feelings is funny for me. Who doesn’t know Iron Man? 😀

Saya gak tahu orang mana dia yang menulis kalimat itu, karena identitas di sebuah webforum bisa saja palsu. :mrgreen: Mungkin saya berlebihan, tapi saya belum pernah melihat yang seperti ini di bahasa Indonesia. Paling cuman “Lu gak tahu? Ke mana aja lo?”, atau “Lu gak tahu? Ke laut aje!!”, atau mungkin “Lu gak tahu? Ke Hongkong aje sono!” 😀  But for this smack-your-parents-in-the-face thing, I never find it in Indonesian expression… :mrgreen:

—————————————————————————————————————————————————————–

Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

Tinggalkan komentar narablog sekalian di sini ya….

Tahukah Kamu?

Tahukah kamu?
Meskipun semua orang tak memperhatikanmu…
Ada seseorang yang memperhatikanmu
Ketika tak ada seorang pun yang mempedulikanmu…
Ada seseorang yang mempedulikanmu
Ketika semua mata tertuju ke lain arah…
Mataku tertuju ke arahmu seorang

Tak bisa kulepaskan pandanganku ini
Dari dirimu…
Tak bisa kusampingkan rasa perhatianku
Untuk dirimu…
Tak bisa kuhilangkan rasa peduliku
Terhadapmu…

Sungguh ada apa denganku ini?

Gundah Gulana

Aku sendiri tak menyangka
Kaulah yang menjadikan diriku seperti ini
Kembalikan aku seperti dulu lagi
Buat aku kembali tersenyum seperti halnya kau membuat dia tersenyum

Aku tahu kau tidak menaruh perasaan padaku
Hatimu ada padanya…hanya padanya….
Aku sadar kau tak akan pernah berpaling padaku…
Dengan segala kelebihannya, aku tidak bisa apa-apa di depanmu

Apakah yang bisa kulakukan?
Apa yang bisa kulakukan agar kau mau menaruh hatimu padaku?
Apa aku harus mempunyai kelebihan yang seperti dia miliki?
Atau bahkan yang melebihi dia?
Beritahu aku… beritahu aku….
‘Kan kulakukan apapun untukmu
‘Kan kulakukan apapun agar kau berpaling padaku
‘Kan kulakukan apapun…. sampai kau menjadi milikku…