Menang Tapi Mengecewakan

Singkat saja. Saya mencoba bikin posting-an yang singkat setelah nonton pertandingan Turkmenistan lawan Indonesia. Waktu mengetik ini rasanya masih geregetan, gemas sekali sama permainan timnas kita di akhir-akhir babak kedua. 😡

Saya dan adik saya sepakat mengucapkan, “menang sih menang, tapi mengecewakan.” 😀

Hanya ayah saya yang berkata positif, “Yah, yang penting menang…”  😆

Tapi, kami semua sepakat dalam satu hal, yaitu Ferry Rotinsulu main amat baik di pertandingan kali ini. :mrgreen: Kami sepakat, ketiga gol Turkmenistan karena kesalahan pemain belakang (bek), bukan karena Ferry. Sekadar info, kami bertiga tidak menyukai performa Markus Horison. Kami bertiga adalah pendukung Ferry Rotinsulu. 😆   *kami amat senang ketika Markus tidak jadi pemain starter*   Terbukti, bisa dibilang berkat Ferry-lah gawang Indonesia selama babak pertama dan awal babak kedua nggak kebobolan. Bukan salah Ferry dua bola bersarang di gawangnya dalam kurun waktu lima menit. 😉

Heran deh… bikin jengkel saja barisan pertahanan Indonesia. Kebobolan dua gol dalam lima menit tadi benar-benar kesalahan yang tidak perlu terjadi. 👿 Malah bikin pertandingan yang seharusnya bisa diakhiri dengan bangga, dada membusung setelah menang 4-0, menjadi pertandingan yang menegangkan di akhir-akhir. 😈

Ayo baca lagi lanjutannya!

Italia Kandas…

Perkiaraan gw Italia bakalan lolos ngalahin Spanyol salah rupanya… 😀 Bukannya gw mendukung Italia, tapi melihat fakta bahwa ketiga tim juara grup udah pada rontok semua. Portugal, Kroasia, bahkan Belanda. Jadi, kalo gw lagi hoki (halah…), Spanyol bakalan dikalahkan ama Italia, dan lengkaplah sudah keajaiban Euro kali ini, yaitu semua juara grup digulingkan ama runner-up grup. Gapapa, gw emang pesimis Italia bisa lolos kalo terus bermain dengan formasi seperti itu. Seandainya Italia bisa menang, asik kan, karena semua runner-up dari semua grup bakalan berperang untuk mencapai final.

Gw ga suka dengan strategi Donadoni yang terus masang Luca Toni sebagai striker. Kenapa gak masang aja Marco Boriello ato penyerang laen? Padahal sudah terlihat selama pertandingan di penyisihan grup Toni MANDUL dalam mencetak gol! Padahal, seperti yang dikatakan temen gw, kemampuan sorang striker itu dinilai saat dia mencetak gol. Nyatanya, si Toni ini selama penyisihan ga pernah nyetak gol! Kenapa gak diganti aja dia!! Kalo alasannya “memberi kesempatan”, jelas gak bener! Ini udah di babak perempat final, dan terbukti tiga pertandingan penyisihan Toni ga bisa nyetak gol. Apa yang bisa diandalkan lagi dari seorang Luca Toni? Inilah yang membuktikan bahwa Donadoni ragu untuk menurunkan striker selain Luca Toni. Bisa jadi kayaknya diacenderung meng-“anak emas”-kan beberapa pemain yang menurut gw lebih layak dibangkucadangkan. Contohnya, si Panucci, Barzagli, Ambrosini, Camoranesi, sama si Toni. Entah kenapa, menurut gw permainan pemain2 ini jelek. Tapi si Donadoni tetep aja keukeuh mainin mereka. Pemain yang layak di timnas menurut gw malah ga dibawa. Vincenzo Iaquinta contohnya. Dia dibawa Marcello Lippi saat Italia Juara Piala Dunia 2006. Christian Panucci justru ga dibawanya saat itu. Dan memang benar, menurut gw sampe saat ini pun Panucci ga pantes berada di Timnas. Memang sih, pengaruh kehilangan bek Cannavaro sangat besar. Italia memang sial kehilangan pemain sekaliber dia. Padahal Cannavaro adalah jantung tim, seorang kapten yang hebat di lapangan. Terbukti selama Piala Dunia 2006. Gawang Buffon hanya sedikit kemasukan gol. Permainan barisan bek Italia di bawah kepemimpinan Cannavaro sungguh menawan. Bandingkan dengan saat ini. Jauh banget…. Permainan duet bek tengah Barzagli dengan Materazzi jauh dari memuaskan waktu lawan Belanda. Gw yang liat sendiri saat itu sampe ga percaya bahwa yang main pake seragam biru-putih tersebut adalah Italia yang kemarin juara Piala Dunia 2006. Ditambah kesalahpahaman antara Zambrotta dan Buffon yang menyebabkan gol ketiga Belanda. Panucci di kiri juga ga terlalu berguna menahan gempuran pemain sayap Belanda.

Berhubung gw pendukung Jerman (HIDUP JERMAN…!), so gw ga bisa menilai lebih jauh lagi tim Italia. Kalo Jerman sih, oke2 ajah, tapi entar aja, hari Rabu pas Jerman mau maen hari Kamis dini hari. Perkiraan gw, Jerman bakalan lawan Rusia di final. Hohoho… saatnya Jerman juara tahun ini!

Kejutan Rusia di Euro 2008

Hmmm…. event yang satu ini wajib diikuti bagi penggila bola. Gak terkecuali gw. Selain Piala Dunia, Piala Eropa ini udah suatu keharusan untuk diikuti. Dan, semalem gw emang sengaja ga nonton pertandingan satu ini, karena gw pengen dapet kejutan pagi2, siapakah yang lolos, Belanda ato Rusia? Dan ternyata…. berita yang membuat gw ternganga…. gw kaget banget waktu ngeliat berita olahraga di TV pagi ini, bahwa semalem tim yang gw jagokan, Belanda, kalah lawan Rusia!! Uuuh…. secara materi pemain, jelas lah kalo Belanda di atas Rusia. Pemainnya banyak yang muda2, dapat bersatu dengan pemain2 veteran macem Mario Melchiot, Andre Ooijer, Van Der Sar, dan Giovanni Van Bronckhorst. Berkat kesatuan yang apik inilah, strategi total football khas Belanda racikan Van Basten bisa berjalan dengan baik. Terbukti mereka memenangkan semua pertandingan di penyisihan grup C. Terakhir yang membuktikan bahwa Belanda adalah calon juara, adalah saat mengalahkan Romania dengan kebanyakan pemain cadangan. Ini membuktikan bahwa perbedaan kemampuan dan kualitas tim lapis kedua tidak terlalu jauh dibandingkan dengan tim utama. Dibandingkan dengan Belanda, jelas Rusia ga ada apa-apanya. Pemain Rusia kebanyakan hanya bermain di liga lokal, dan sebelum kepelatihan Guus Hiddink, Rusia tidak bersinar seperti ini. Pemain yang bersinar di Euro ini hanya Pavlyuchenko, yang mencetak gol penentu kemenangan atas Swedia, dan Ivan Saenko, yang bermain cukup bagus di pertandingan2 penyisihan grup D.

Dilihat dari sisi mental juga, Belanda sedikit di atas Rusia, karena Belanda moralnya lagi terangkat karena berhasil memenangkan semua laga di penyisihan grup. Rusia juga sebenernya lagi bagus moralnya, karena mereka yang gak diunggulkan di grup D bisa lolos dengan posisi runner-up, menyisihkan tim sekelas Swedia dan juara Euro 2004 Yunani. Mungkin, perbedaan ada pada pemberian motivasi oleh pelatihnya kali ya. Hiddink dikenal pandai memberikan motivasi. Gw baca di koran, itulah yang membawa Rusia mampu mengalahkan Swedia. Berkat motivasi Hiddink kepada anak asuhnya. Kalo Van Basten, gimana yah? Dia masih muda (untuk ukuran pelatih), dan belum terlalu banyak pengalaman melatihnya. Dia jago di segi pemilihan taktik. Dia jago banget mengkombinasikan pemain2 mudanya dengan pemain veteran. Liat aja, Belanda punya stok pemain depan muda yang banyak. Ada Arjen Robben, Robin van Persie, Dirk Kuyt, dan Ryan Babel. Udah tahu kan, mereka ini bermain di tim2 besar macem Real Madrid, Liverpool, dan Arsenal. Begitu pun di barisan tengah dan belakang. ada sang “kapten kedua” John Heitinga, Nigel De Jong, Demy de Zeeuw, dan Joris Mathijsen. Dan Van Basten lah yang mengatur semua lini hingga padu.

So… dengan keunggulan di semua lini yang ada, apa kira2 yang menyebabkan Belanda kalah? Gw udah liat siaran ulang sore ini. Permainan Belanda ga jelek kok. Cuman, Sneijder tuh kebanyakan melepaskan tembakan di luar kotak penalti. Dia terlalu tergesa-gesa. Padahal gw yakin kalo dia mau dribble dikit aja, dia bakalan ngelewatin bek Rusia. Terhitung kalo ga salah inget ada tiga kesempatan di babak pertama di mana Sneijder dapet bola, tapi dia terlalu buru2. Terus, gw baru tahu, ternyata Van Der Vaart jago banget mengeksukesi tendangan bebas yak. Hehehe… gw sampe dibuatnya takjub selama babak pertama. Bola2 dari Van Der Vaart hasil tendangan bebas sebenernya pas banget. Ada tiga kesempatan bola mati yang menurut gw hampir bisa diselesaikan dengan baik sama Nistelrooy, De Jong, dan Kuyt. Untuk Rusia, gw baru kali ini nonton pertandingannya, dan gw kaget, ternyata pemain muda Rusia mainnya bagus! Contohnya si Andrei Arshavin. Juga ada dua kali tuh tendangan jarak jauh gelandang, siapa namanya lupa, Zhirkov ato Zyryanov, keras banget pas ke gawang Belanda.

Di babak kedua, permainan Rusia berkembang, dan entah kenapa kok Belanda jadi aneh mainnya. Akhirnya, gol pertama Rusia terjadi juga. Umpan dari kiri oleh Sergei Semak di menit ke-56, berhasil diselesaikan sama Pavlyuchenko. Hebat… Kombinasi Engelaar dan De Jong rasanya jadi ga berkutik di babak kedua ini. Engelaar sampe diganti sama Ibrahim Afellay. Masuknya Van Persie juga kok rasanya ga terlalu berpengaruh juga? Sampe menit ke berapa gitu, gw ga tau, pertahanan Belanda semakin kelihatan “lemes”. Gimana nggak, Gelandang Rusia Zyryanov dengan mudahnya bergerak di deket gawang tanpa dikawal! Untung ada Van Der Saar yang langsung nahan bola. Walopun di menit ke-86 Belanda berhasil menyamakan kedudukan 1-1 lewat sundulan Nistelrooy, ga ada artinya kalo Rusia mencetak dua gol lagi jadi 3-1 di perpanjangan waktu. Gol ketiga Rusia memalukan banget buat Belanda. “Ini bukan Belanda yang biasanya,” gw pikir gitu. Gampang banget bola lolos dari pinggir ke Arshavin, bahkan si Ooijer ama Heitinga dilewatin. Heitinga ga bisa disalahin, justru menurut gw si Ooijer yang gagal menghalau bola operan ke Arshavin. Gw pikir dia bisa ngehalang bola itu. Tapi entah kenapa, mungkin udah capek, dia ngebiarin aja bola itu. Kayaknya Van Der Saar kaget, kok bisa si Arshavin lolos? Makanya dia ga bisa mengantisipasi tendangan rendah Arshavin yang lewat di antara kakinya.

<menghela nafas panjang banget…> Yah…. inilah sepak bola. Bola itu bundar, apapun bisa terjadi. Tim sekelas Belanda bahkan ga berkutik lawan Rusia. Total Football Belanda ga kelihatan lawan sepak bola gaya Guus Hiddink. Dia emang pelatih yang fenomenal, hebat banget dia… Tim jagoan gw tinggal Jerman nih. Impian Jerman ketemu Belanda di final gagal deh…