Dua Buku Novel Lagi Siap Untuk Dilahap

Sial, saya benar-benar jadi jarang posting sesuai dengan apa yang saya katakan di posting-an yang dulu. Saya memasuki fase jarang posting! 😦   *saya akan selalu merindukan blogwalking dan kalian semua, narablog sekalian*

Jadi, ada dua buku…

Iya, ada dua buku novel nih… apa? Oh, bukan, bukan untuk giveaway, bukan. Maap ya. :mrgreen:   Dua buku ini —lagi-lagi novel genre thriller dan sebuah yang ber-genre fantasi— adalah deretan buku baru yang siap saya “lahap”. 😀  Di posting-an yang dulu itu (1/11), dari tiga novel sudah saya habisi dua —yang All The Pretty Girls oleh J.T. Ellison dan The Stolen karya Jason Pinter. Entah mengapa minat saya sampai saat ini masih ingin terus membaca novel ber-genre thriller, tidak yang lain, hingga akhirnya saya melupakan Pelangi Melbourne karya Zuhairi Misrawi. Belum saya baca. 😦

Satu posting-an yang membahas tentang buku Every Dead Thing karangan John Connolly dua minggu setelah itu (14/11) juga membuktikan bahwa saya sedang gandrung dengan yang namanya novel thriller. Sampai-sampai genre fantasi yang saya suka pun tidak saya gubris. :mrgreen:   Jadi, jangan tanya apakah saya sudah membaca The Siege dan The Leap karya Jonathan Stroud, Ranger’s Apprentice: The Icebound Land karangan John Flanagan, dan Abarat: Days of Magic, Nights of Wars karangan Clive Barker. Bahkan The Necromancer oleh Michael Scott belum saya baca. :mrgreen:

Kedua buku itu adalah…

#1 “18 Seconds”, karangan George Shuman

Buku ini yang saya sebut di atas ber-genre thriller. Cerita masih seputar pembunuhan berantai dengan latar belakang negara Amerika di tahun 2000-an. Satu-satunya sebab saya tertarik dengan buku ini karena saya suka dengan konsep “18 detik”-nya. 🙂 Mengapa berjudul “18 detik”? Karena sang tokoh utama novel ini, Sherry Moore, adalah seseorang yang dikaruniai kemampuan untuk melihat 18 detik terakhir ingatan seseorang sesaat sebelum orang itu meninggal. Entah ya, kemampuan itu adalah karunia atau malah musibah, karena Sherry sendiri mendapatkan kemampuan itu setelah sebuah kecelakaan yang ia alami waktu masih berumur 5 tahun dan kecelakaan itu membuatnya buta. Ya, Sherry Moore diceritakan adalah wanita buta nan cantik (sangat cantik dan menarik kalau melihat deskripsi yang disajikan Pak Shuman :mrgreen: ) yang mampu “melihat” sisa ingatan mayat yang ia sentuh. Sherry bekerja sebagai konsultan investigasi, dia sering dimintai bantuan oleh polisi dan berbagai macam pihak untuk membantu menyelesaikan kasus yang berakhir buntu. Tentu, polisi tak terang-terangan memberitahu pers bahwa mereka meminta bantuan Sherry. Semua dilakukan lewat diam-diam, karena pihak polisi tak yakin cara investigasi mereka akan diterima oleh hakim dan para juri, apalagi kalau dihadapkan pada pengacara tersangka yang handal.

Buku fantasi yang saya maksud adalah Incarceron…

[Film] Due Date: Dua Orang Pria Menyeberangi Daratan Amerika

Bisa dibilang saya adalah penggemar Robert Downey Jr. Karena alasan simpel itulah, saya langsung cari dan unduh film keluaran tahun 2010 ini di thepiratebay.org. Nggak apa-apa lah, meskipun film ini cuman dapat nilai 6,7 di imdb.com. Setelah saya lihat trailer-nya, cukup menarik, kok. 😀

Sedikit Pendahuluan…

Dari sampulnya, saya nggak tahu siapa itu Zach Galifianakis. Saya belum pernah sama sekali menonton film-filmnya. Ternyata, dia seorang komedian, juga pernah main di film komedi seperti The Hangover (2009) dan The Hangover part II (2011, belum rilis), juga di film cukup serius seperti Up in The Air (2009) dan Into The Wild (2007). Karena film ini ber-genre komedi, jadi cocok Zach bermain di sini. 🙂

Saya sudah mengikuti sepak terjang Robert Downey Jr. sejak film Kiss Kiss Bang Bang (2005), terus ke Zodiac (2007), Iron Man (2008), Tropic Thunder (2008), sampai Iron Man 2 (2010) dan Sherlock Holmes (2009). Di film-film itu, hanya Tropic Thunder aja yang ber-genre komedi. Sebagai penggemar komedi, tentu Due Date ini nggak bisa dilewatkan. 🙂

Bermain juga dalam film ini Michelle Monaghan dan Jamie Foxx. Michelle main sebagai “pemanis” dalam film ini, berperan sebagai istri Downey Jr. Sebelum ini, saya nggak terlalu mengetahui sepak terjangnya, yang ternyata dia bermain dalam film Eagle Eye (2008), Mission: Impossible III (2006), Bourne Supremacy (2004), dan di film Source Code (2011) yang baru tayang 1 April kemarin.

Jamie Foxx, siapa sih yang nggak kenal. 😀  Peraih penghargaan Academy Award untuk perannya dalam film Ray (2004) ini udah banyak main film bagus, semacam The Kingdom (2007), Law Abiding Citizen (2009), Collateral (2004), dan Stealth (2005). Meski perannya di film ini cuman sedikit, dia tetap aktor kulit hitam favorit saya selain Will Smith. 🙂

Sedikit Jalan Cerita….
Eiitss, klik sini untuk baca lanjutannya…

[Film] Cyrus: Duda Memasuki Keluarga Baru

Saya tertarik beli film ini karena saya pikir ber-genre komedi. Pemain utamanya John C. Reilly (The Promotion, Step Brothers, Talladega Nights: The Ballad of Ricky Bobby), pernah main bareng Will Ferrell di sebuah film komedi, dan saya suka. Karena Reilly yang main di sini, dan ditambah tipe genre yang tertulis di imdb.com untuk film ini adalah komedi, saya ambil film ini. Ternyata, isinya malah drama kaluarga. 😥

Menyesal membeli film ini? Nggak. Well, saya bohong sih, kalo bilang nggak… :mrgreen:  Saya nggak terlalu demen ama genre drama, tapi saya berusaha nonton sampai habis film ini dan berusaha menikmatinya.

Saya nggak terlalu kenal Jonah Hill, yang jadi pemeran Cyrus (ya, Cyrus nama orang). Dia pernah bermain di film Evan Almighty (2007),  Knocked Up (2007), dan jadi pengisi suara Snotlout di How to Train Your Dragon (2010). Saya pun baru tahu Jonah Hill ini dari film Get Him to The Greek (2010). Setelah melihat perannya di film tersebut, saya bener-bener nggak nyangka dia bisa berperan jadi seorang anak yang terkesan penurut (tapi nyatanya memiliki rencana misterius…). Wajahnya emang muda banget, dan tubuh tambunnya mendukung sekali. 😀

Begitu pula untuk Marisa Tomei, saya nggak terlalu kenal. Menurut imdb.com, Tomei pernah main di film yang bagus, The Wrestler (2008, Mickey Rourke sebagai tokoh utama), entah berperan sebagai pemeran utama atau sampingan. Selain itu, dia main juga di Before the Devil Knows You’re Dead (2007), Anger Management (2003), dan Wild Hogs (2007). Dua film terakhir ber-genre komedi. 😀

Sedikit Pendahuluan…

Ikuti terus ulasan film ini…

[Film] The Town: Distrik Perampok Bank

Pertama kali lihat sampul film ini, saya tertarik sama embel-embel tagline-nya yang berkata “Welcome to the bank robbery capital of America“. Kedua, tentu saya tertarik ama jajaran pemainnya, ada Ben Affleck (State of Play, Daredevil, Paycheck), Jeremy Renner (The Hurt Locker, 28 Weeks Later), dan Rebecca Hall (The Prestige, Dorian Gray). “Film tentang perampokan, dan pemainnya mereka, pasti menarik,” pikir saya. 😀

Ternyata benar, nggak menyesal saya membeli film keluaran tahun 2010 ini. Setelah saya tonton, luar biasa. Udah lama saya gak nonton film ber-genre kriminalitas dengan adegan tembak-menembak cukup intens, ditambah bumbu percintaan pula. 😀 Saya pun terkejut waktu membalik sampulnya, dan membaca ringkasan di bagian belakang, Ben Affleck adalah sutradaranya! Belum lama ini juga saya nonton The Hurt Locker, saya masih inget dengan pemeran tokoh utamanya, Jeremy Renner. Wah, top dah nih pilem, pikir saya gitu.

Sebagai penghibur, ada Blake Lively di sini. :mrgreen: Bagi yang ngikutin serial Gossip Girl pasti tahu dengan karakter Serena, Serena van der Woodsen. Dia juga main di film The Sisterhood of The Traveling Pants 1 & 2 sebagai Bridget. 😉

Sedikit Pendahuluan….

Film ini diadaptasi dari novel buatan Chuck Hogan yang berjudul Prince of Thieves, terbitan tahun 2004.

Selama ini saya hanya sebatas tahu Ben sebagai aktor, bukan sutradara. Ternyata, Ben udah pernah jadi sutradara sebelum film ini di Gone Baby Gone. Di film ber-genre kriminalitas dan misteri itu, dia menyutradarai adik kandungnya, Casey Affleck, sebagai tokoh utama. Di The Town ini, selain sebagai sutradara, Ben menulis skenario dan screenplay1 (seperti yang dia lakukan juga saat proyek Gone Baby Gone). Melihat nilai film sebelumnya di imdb.com, Gone Baby Gone dapet nilai bagus, 7,9 dari 10. Efeknya terasa juga saat menyutradarai film The Town ini. Gak mengecewakan. 🙂

Mari ikuti pembahasan saya…

[Film] The Other Guys: Komedi yang Layak Ditonton

Lagi-lagi, saya membeli film tanpa melihat dulu resensi dan penilaian dari imdb. Kali ini film komedi, The Other Guys.

Pertama kali lihat sampulnya, saya berpikir, “Wow, ada Mark Wahlberg dan Will Ferrell main dalam satu film!” Apakah Will Ferrell yang main film aksi, ataukah Mark Wahlberg yang main film komedi? Kedua aktor ini adalah aktor favorit saya dalam dua genre film yang berbeda. Will jagonya komedi, Mark jagonya film thriller dan aksi. Lihat aja The Happening, Shooter, dan Max Payne, luar biasa aktingnya di sana. Begitu pula Will Ferrell di Talladega Nights: The Ballad of Ricky Bobby, Step Brothers, dan Anchorman: The Legend of Ron Burgundy. Masing-masing jago dalam genre-nya. 😀

Hasilnya, ternyata Mark Wahlberg yang main film komedi! 😆  Saya benar-benar nggak menyangka. Di film ini, Mark pun tampaknya harus menutup tubuhnya yang berotot sebisa mungkin. Entah apakah memakai pengganjal di perutnya (supaya tampak tak berbentuk) atau memang sengaja menaikkan berat badan. Kalau Will Ferrell sendiri nggak usah ditanya lagi, permainannya khas seperti saat di Talladega Nights dan Anchorman. 😀

Oh ya, di film ini ada Samuel L. Jackson dan Dwayne Johnson juga, meskipun durasi mereka tampil nggak terlalu lama. 🙂 Juga tampil Michael Keaton, yang dulu berperan sebagai Bruce Wayne dalam Batman Returns tahun 1992. Kagum juga rasanya melihat beliau main film komedi.

Sedikit Pendahuluan

Sutradara film ini adalah Adam McKay, sekaligus sebagai produser eksekutif bersama Will Ferrell. Film ini adalah kerja sama keempat yang dilakukan oleh Ferrell dan McKay setelah Anchorman, Talladega Nights, dan Step Brothers. Pengalaman gak usah diragukan lagi, baik sebagai sutradara maupun produser. Karyanya udah banyak, dan memang kebanyakan ber-genre komedi. 🙂

Lanjut baca, Gan!

[Film] Repo Men: Jika Organ Tubuh Dikuasai Swasta

Siapa yang tahan melihat sampul film ini? Forest Whitaker, peraih penghargaan Academy Award (2007, The Last King of Scotland) dan pernghargaan Golden Globe, serta Jude Law, pernah ternominasi juga dalam dua penghargaan besar itu. 😀

Semakin lama dirasa, saya ini termasuk orang yang melihat kualitas film dari pemainnya. Contoh, ketika saya melihat Gerard Butler pada sampul, saya langsung membeli DVD RocknRolla. Waktu saya melihat Jake Gyllenhaal dan Tobey Maguire dalam Brothers, langsung saya sikat. Saya lihat Solitary Man ada Michael Douglas main, saya sambet DVD-nya. Ada Mark Wahlberg dan Will Ferrel dalam satu film, “pasti komedi”, pikir saya, langsung saya ambil. Begitu pula film ini, saya lihat ada Whitaker dan Law, siapa yang tahan untuk tidak mengambil film berharga 5000 rupiah sekeping DVD-nya? 😆

Sedikit Penduhulan

Film keluaran tahun 2010 ini dibuat berdasarkan novel karangan Eric Garcia, berjudul asli The Reposession Mambo. Dalam film ini, Garcia berperan dalam penulisan screenplay1. Di bangku sutradara diisi oleh Miguel Sapochnik, karya-karyanya memang kurang dikenal. Jangan kuatir, di kursi komponis musik diduduki oleh Marco Beltrami, komponis musik di film The Hurt Locker, Underworld: Evolution, Jonah Hex, dan Terminator 3. Melihat jejeran film-film yang ditangani oleh Marco tersebut (dan kemungkinan besar udah narablog tonton), tampak jelas bahwa beliau berpengalaman di film yang penuh aksi dan pertempuran. 🙂

Baca ulasan selengkapnya dengan klik sini!

[Film] Blindness: Seorang Diri Di Tengah Kebutaan

[UPDATED!] Ada taut untuk mengunduh film ini di akhir posting-an. Tautan oleh Mas Ahmed. 🙂

*

Ini adalah ulasan film ketiga saya, setelah beberapa minggu lalu saya mengulas film perang buatan Australia. Sekarang giliran film yang menyentuh. 🙂 Sebisa mungkin saya mengulas film yang kurang dikenal (di Indonesia), tapi tetap sangat layak ditonton. 🙂     ….tapi, ingatkan saya, apakah film yang satu ini pernah muncul di bioskop Indonesia apa nggak… 😎   *sotoy*

Saya ingat film keluaran tahun 2008 ini pernah ditayangkan seklias di sebuah stasiun televisi. Saya ingat sekali, waktu itu pagi hari di kosan, di segmen acara terakhir sebuah program berita, cuplikan (teaser/trailer) film ini ditayangkan (sayang sekali saya nggak ingat tahun berapa). Dari situ, saya tertarik dengan jalan ceritanya, seseorang yang hidup di tengah-tengah penyakit misterius yang tiba-tiba muncul dan menyebabkan semua orang buta, kecuali dirinya. Bisa dibayangkan betapa menariknya. 😀 Harus hidup normal sendiri di antara orang buta… sebuah cerita yang unik waktu itu.

Setelah lama saya melupakan keberadaan film itu, tahu-tahu akhir bulan Oktober lalu saya tiba-tiba ingat. Pas juga ingatnya waktu saya ada di toko DVD bajakan langganan saya. Lebih menakjubkannya lagi, secara aneh mata saya langsung tertuju ke rak lemari deretan abjad “B”, secara tak sengaja dan tanpa disuruh, mata langsung melihat bungkus film ini. 😆   Betapa senangnya waktu saya ngebaca rangkuman cerita di bagian belakang, mirip sekali dengan yang dulu saya inginkan. Gak pake mikir lama, saya beli. 🙂

Film ini membuat saya benar-benar menyadari bahwa betapa berharganya salah satu panca indera yang diberikan oleh Tuhan. Satu indera aja udah berharga sekali, apalagi kalo kelima indera kita ini sempurna. Betapa meruginya seseorang yang nggak memanfaatkan kelima inderanya dengan baik. 😐

Jadi, sesuai dengan judulnya, bisa dibilang film ini bercerita tentang kebutaan. Bayangkan, entah kenapa secara misterius (tak diketahui) tiba-tiba semua orang di sekitar narablog sekalian terserang kebutaan, gak bisa melihat. Awalnya hanya seorang yang kena, dan lama kelamaan “menular” ke orang lain yang terdekat. Perantara penularan tidak diketahui, dan penyebab bisa terkena juga gak diketahui. Penderita mengatakan bahwa matanya hanya melihat latar belakang yang putih, sama sekali tak ada apa-apanya. Bayangkan juga, orang terdekat narablog udah buta semua, tapi anehnya narablog sendiri nggak buta. Menteri-menteri, pejabat pemerintahan, orang kaya, orang miskin, semua buta. Hanya narablog yang nggak buta.

Menarik juga, ‘kan? 😀

Sedikit Pendahuluan

Film ini dibuat berdasarkan novel karangan José Saramago, yang berjudul Ensaio Sobre a Cegueira (terbitan tahun 1995). Novelnya berbahasa portugis, dan memang kelihatannya nggak diterjemahkan ke bahasa kita, hanya ke bahasa Inggris.

Lanjut! Ada bonus screenshot lho!

Blog Saya Ditinjau Ulang

Senangnya, ada kawan narablog yang me-review blog ini. 😳

Siapa yang mau-maunya meninjau ulang blog ini? Mas Lambert namanya. 😀 Huahaha, tapi saya memanggilnya Mas Wahyu. Tahu lah, itu lho, narablog yang sering ke sini dengan gravatar “L” besar, inisial dari namanya. 😆

Beberapa hari yang lalu, Mas Wahyu yang kuliah di Sistem Informasi ITS ini bilang ke saya, apa blog saya boleh di-review. Yah, selama hal ini tidak merepotkan Mas Wahyu, nggak mengganggu kuliah atau kerjaannya, ya mengapa tidak? :mrgreen:

Tinjauan blog saya bisa dilihat di sini.

Nb: Ini lho, foto Mas Wahyu. 😀   *Mas Wahyu, nampang ya*

—————————————————————————————————————————————————————–

Semua foto dan gambar jelas diambil dari blog Mas Wahyu. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.