03
May
11

Apalah Guna Karcis Parkir Ini?

Beberapa waktu yang lalu saya ke kantor reservasi tiket kereta api. Untuk beli tiket tentunya. 😀

Saya ke sana dengan sepeda motor. Waktu saya masuk halaman parkir, saya nggak diberi apa-apa. Langsung masuk dan parkir. Setelah itu, setelah urusan saya selesai dan mau keluar, barulah saya diberi karcis parkir dan bayar Rp 1.000,00.

Ini lucu. Lucu karena seharusnya karcis parkir diberi saat pengunjung masuk, dan diambil kembali oleh penjaga gerbang saat pengunjung selesai urusan (keluar).

Begitulah seharusnya kalau melihat poin nomor 1 dan nomor 4 di karcis tersebut. Dengan jelas poin nomor 4 dapat diartikan bahwa untuk bisa meninggalkan halaman parkir, pengunjung harus menunjukkan karcis ini sebagai tanda bukti masuk dan bukti telah membayar seribu rupiah. 🙂

Janggal? Ya, memang janggal bin aneh. :mrgreen:

Lalu, apalah guna karcis parkir ini kalau diberi saat akan keluar?

——————————————————————————————————————————

Semua foto hasil jepretan sendiri. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

167 Responses to “Apalah Guna Karcis Parkir Ini?”


  1. 3 May 2011 at 00:13

    Saya bingung, karena kemudian karcis/tiket parkir hanya menjadi sewa lahan saja, lalu tidak ada jaminan keamanan sama sekali. Saya tidak tahu bagaimana aturan resminya, hal ini malah seringkali membuat saya bertanya-tanya.

    • 3 May 2011 at 17:02

      Sama, saya pun memberi biaya parkir seadanya saja. Kalo mood lagi bagus, saya kasih lebih. Kalo nggak, ya saya kasih 500 aja. 😐

      • 6 May 2011 at 18:01

        wih di Bandung masi ada ya tukang parkir mau dibyr 500, di yogya??? jangan harap, malah kadang ada yg ngasih hrga 1500-3000 utk motor, kadang nada minta/maksanya pun ga enak.

        eh masih ada ding yg 500 di tempat warnet langganan saya, kalo jam2 tertentu. 🙂

        • 6 May 2011 at 22:00

          Wah, untung saya di Bandung. 😀

  2. 3 May 2011 at 00:59

    gunanya biar pengelola karcis dapat duit (?) hehe.. ^^v

    • 3 May 2011 at 17:04

      Oh itu pasti. 😀

  3. 3 May 2011 at 01:23

    mas Asop nggak menanyakan itu kepada pengelola parkir?

    • 3 May 2011 at 17:03

      Nggak ada waktu. *gaya* :mrgreen:

      • 3 May 2011 at 21:24

        tapi ada waktu buat posting tulisan. 😆

      • 3 May 2011 at 21:38

        Halo mas Asop.
        waktu scan foto2 tentang Nurdin yang lalu di ambil dari koran kompas kan?
        sampean berlangganan ya?
        Boleh minta tolong?
        Tolong scan Koran KOMPAS, Sabtu 2 April 2011 – Hal. 3

        Bisa nggak ya..? :mrgreen:

        • 4 May 2011 at 20:58

          Maap baru nanggapi. Sebentar, koran KOMPAS tanggal segitu masih ada gak ya…. nanti saya email kabarnya ke erwin agus gmail.com ya. 🙂

  4. 3 May 2011 at 05:15

    Klo ga gitu, bukan di Indonesia Sop 😀

    baru berapa hari yg lalu, suami sy eyel2an ama tk.parkir,
    katanya kok minta duit pas ngambil motor,
    eh ditinggal beneran ama dia hahaha
    tk.parkir jg lagi males berantem kali,
    diantepin aja hhiiih

    cuma masalahnya kebanyakan kita ogah begitu
    pasti rata2, mending bayarlah, seribu ini,
    daripada dimanyunin tk.parkir …
    iya kan? iya kan gitu? 😀

    • 3 May 2011 at 17:04

      Iya, saya sih bayar aja sekenanya, kalo lagi mood bagus saya kasih lebih gak usah pake kembalian, kalo nggak ya saya bayar 500 aja. 🙂

  5. 3 May 2011 at 05:38

    saya akhir2 ini sering berurusan dengna yang namanya karcis parkir. Syarat dan ketentuan yang tertulis di sana emang banyak yang nakut2in, tapi kenyataannya tidak demikian. Kalau karcis parkir dikasih pas di akhir, itu artinya mereka cuma pengen dapat duit aja…

    Ada yang lebih lucu kalau kita parkir di daerah pantai di Padang,
    – kalau kita berhenti di tepi jalan sambil memandang ke laut, maka “petugas parkir” akan segera mendatangi
    – kita diminta biaya parkir oleh orang tak berseragam tersebut (bahkan kadang masih anak-anak) segera setelah kita berhenti
    – kita tidak dikasih karcis parkir, boro-boro, orangnya aja gak jelas
    – setelah mereka menerima Rp 2.000, mereka akan segera ngacir lalu motor kita dibiarkan tanpa ada yang ngawasin..

    • 3 May 2011 at 17:05

      Nah, saya paling nggak suka dengan sikap tukang parkir yang terakhir Mas Yori sebut. 😡

  6. 3 May 2011 at 05:44

    Nggak ada yang mau perhatikan sampek ke situ. Kantor reservasi tiket kereta sudah berpikir bahwa konsumen pasti tetap akan datang ke tempat itu, tidak peduli apakah parkirnya gombal atau tidak. Akibatnya, siapa sih yang mau peduli soal penertiban parkir?

    • 3 May 2011 at 17:06

      Hahaha, entahlah, saya gak bawa-bawa sampai ke manajemen PT. KA-nya. 🙂

  7. 3 May 2011 at 05:47

    yang penting dapet duiit tukang parkirna..

  8. 3 May 2011 at 06:23

    Masih mending loh dikasih karcis parkir… biasanya tidak pakai hehehe.
    Ya begitulah orang Indonesia, selama bisa melanggar peraturan ya melanggar. Katanya kan peraturan dibuat untuk dilanggar 😀 Dan herannya (hampir) semua mendukung 🙂

    EM

    • 3 May 2011 at 17:08

      Hahahahahaha kayak di pilem2 dong, aturan ada untuk dilanggar. 😆

  9. 3 May 2011 at 06:28

    harusnya karcis parkir emang diberikan pas masuk sebagai tanda kalo mobil/motor kita ada di dalam gedung parkir itu. tapi pas keluar, setelah membayar, harusnya kita juga dikasih karcis tanda terima pembayaran sebagai tanda kalo kita udah bayar parkir. karcis yg dikasih ke kita setelah kita bayar dan keluar dari situ itu penting lho, terutama buat orang2 yang bisa reimburse expense ke kantornya (misalnya biasanya untuk sales/collector, kalo parkirnya emang untuk urusan kantor, bisa direimburse ke kantor dengan menunjukkan karcis/bukti pembayaran parkir).

    • 3 May 2011 at 17:09

      Yap, bener banget, Mas Arman, bisa jadi tanda bukti untuk penggantian biaya. 🙂

  10. 3 May 2011 at 07:24

    buat koleksi 😎

    • 3 May 2011 at 17:10

      Emoh ah, gak butuh. 😦

  11. 3 May 2011 at 08:05

    Lupa kali mas petugasnya….

    Tapi memang penghasilan lahan parkir ini gak pernah terdeteksi karena dokumen yg amburadul/…

    Sehingga pajak yg ditarik juga hampir pasti gak benar jumlahnya…hanya dinikmati segelintir kelompok orang yang berpesta atas bisnis parkir ini

    • 3 May 2011 at 17:10

      Iya ya, padahal kata sebuah koran tempo hari, pendapatan pajak dari parkir bisa sangat besar lho, mengingat jumlah kendaraan bermotor yang melimpah. 🙂

  12. 3 May 2011 at 08:17

    bapak parkirnya terlena 😀
    cuman dilihat tanpa sempat dicatat,

    atau mungkin sudah menerapkan sistem parkir baru :mrgreen:

    • 3 May 2011 at 17:11

      Sistem parkir baru dengan metode pengawasan telepati ya? 😆

  13. 3 May 2011 at 08:40

    apa gunanya? ga guna 😆 Masa karcis dikasih pas keluar, ntar kalo ada yg nyolong ga ketauan dong 🙄 Musti komplain tuh..

  14. 3 May 2011 at 10:08

    Wew, itu mah si abang tukang parkirnya yg ngaco ya Sop 😛

  15. 3 May 2011 at 10:11

    yah itulah masbro, bangsa ini memang pandai bikin peraturan, but miskin implementasinya….
    ====================
    penjarakan TV anda atau….

    • 3 May 2011 at 17:11

      Betul, miskin implementasi. 😐

  16. 3 May 2011 at 10:26

    masbro saya kok ndak nemuin link ke blog saya yah…? kalo dah di pasang, tolong diganti textnya masbro yah jadi:

    text: ahmad musyrifin
    link: http://coretankoe.blogdetik.com/

    makasih masbro……………..ditunggu eksekusinya…….

    • 3 May 2011 at 17:13

      Saya bukan masbro, ada narablog yang bernama masbro di sini. 😦
      Rasanya dulu udah pernah saya bilang deh. 😦

      Ya ya ya, udah saya pasang.

      • 6 May 2011 at 18:10

        😆 Nama panggilan barunya, Asop. Masbro. 😆
        #plaaaak

        • 6 May 2011 at 21:50

          Jangaaaan Masbro ada di acacicu.com. 😦

  17. 37 jarwadi
    3 May 2011 at 11:49

    saya juga malas dengan tukang tukang parkir yang cuman mau duitnya doang seperti itu, padahal hampir dimana mana kelakuannya sama ya 😦

    • 3 May 2011 at 17:15

      Iya…. 😦

  18. 3 May 2011 at 11:59

    aneh emang aneh, tapi apa mau di kata.

    regulasi sih, but bentar. Udah konfirmasi belum sama tukang parkir nya, jangan itu, ane aja nggak dapat karcir parkir juga kena charge, tak ada jelas emang

  19. 40 sunflo
    3 May 2011 at 12:50

    OOT… btw si asop dah punya rumah dewe yaah… ^^

    • 3 May 2011 at 17:17

      Rasanya dulu waktu Mbak Nov habis hibernasi (hiatus) udah pernah ke sini dan mengatakan hal yang sama. 😀

  20. 42 firmatha
    3 May 2011 at 12:59

    teledor petugas karcisnya tuh…

  21. 3 May 2011 at 13:03

    Yang penting 1000 perak masuk ke kas mereka Sop :mrgreen:

    • 3 May 2011 at 17:18

      Masuk ke kas saya juga boleh. 😉

  22. 3 May 2011 at 13:13

    Memang sebaiknya parkir dikelola oleh pemerintah daerah, sehingga uangnya lebih jelas. Tukang parkir boleh siapa saja (orang biasa kek atau preman sekalipun). Yang penting petugas tersebut harus melewati pelatihan dulu, supaya ngerti bagaimana melakukan pekerjaannya dengan baik.

  23. 3 May 2011 at 13:15

    mungkin maksud tukang parkirnya biar tiket parkirnya enggak hilang… klo dikasih pas masuk kemungkinan hilangnya lebih besar dibanding klo ngasihnya pas keluar hehehe
    :justJoke

  24. 3 May 2011 at 13:20

    Hmmm… Kayaknya pernah ngalamin kayak gini jg, deh.
    Tapi dimana, ya? /:)

    • 3 May 2011 at 15:11

      Pasti sering. 😀

  25. 3 May 2011 at 13:29

    bukannya PT kereta api memang banyak hal-hal aneh, Sop?
    hehehe… saatnya revolusi kereta api..

    sedj

    • 3 May 2011 at 15:11

      Eits, rasanya saya gak bawa2 manajemen PT. KA deh. 😛

  26. 3 May 2011 at 13:51

    hihi bisa ngak di artikan motor kita cuma di hargain 10rb doang. bro lu jeli amat pake baca baca ticket parkir. kalo gw mah ngak peduli tuh. hehe

    • 3 May 2011 at 15:06

      Saya emang peduli. 😳

  27. 3 May 2011 at 14:10

    Seringkali malah tdk dikasih karcis sama sekali. Pernah dikasih karcis tapi ternyata karcis buluk yg mungkin bekas dari orang lain.

    • 3 May 2011 at 15:05

      Huahahaha! 😆

  28. 3 May 2011 at 14:47

    aku tau…
    itu buat kenang-kenangan yg parkir di situ..hehe..
    kalee 😆

    • 3 May 2011 at 14:59

      Huh, saya gak perlu karcis ginian untuk disimpan. 😡

      • 4 May 2011 at 23:15

        kalo gt mungkin karcis itu bisa ditukar, semacam vocher gt..hehe

        • 5 May 2011 at 13:47

          Ditukar sama apa, Mas Ari? 😀

  29. 3 May 2011 at 14:55

    Setidaknya masih memberikan karcis sebagai bukti membayar parkir.

  30. 3 May 2011 at 15:46

    Hihi penjaganya kurang mungkin yah? 😉
    jadi pas keluar aja dikasiinnya haha

    • 3 May 2011 at 17:09

      Memang cuman seorang sih, Mbak, penjaganya… 😐

  31. 3 May 2011 at 16:06

    mungkin tukang parkirnya baru kali 😀 🙂

  32. 3 May 2011 at 16:10

    Paling males kalau parkir cuman untuk beli sesuatu yang cuman butuh 10 detik ke depan toko,gitu udah di tarik 1000 rupiah,kalau mau lihat2 barang di 10 toko bisa kena 10.000 sendiri

    • 3 May 2011 at 17:09

      Wow, 10rb bisa untuk sekali makan. 😛

    • 6 May 2011 at 18:19

      Setuju, sy pernah fotokopi yg hrganya di bawah 1000 tp beaya parkirnya 1000 😦 . Beaya fotokopi dan parkirnya mahalan parkirnya euy 😦 .

      • 6 May 2011 at 21:50

        Hahaha itu pas sial. :mrgreen:

  33. 3 May 2011 at 16:21

    Ealahhhh……modus modus cari lahan korup melanda berbagai sudut dan area rupanya ya, pake legalisasi lagi, duh kenapa udah jadi brands ya Indonesia itu si jago malak juga korup 😦

  34. 3 May 2011 at 16:27

    Aku juga pernah lewat jalan tol bintaro Sop ama teman. Terus kita dikasih kuisioner (yang seharusnya untuk diisi kan). Aku dan temanku yang juga pernah kerja jadi surveyor ngerasa aneh banget, karena kuisioner itu gak sempat kita isi udah diminta lagi. Bayangin dikasih di pintu masuk tol dan diminta balikin di keluar pintu tol yang jaraknya gak jauh, cuma 1 menit. Heran! Pemborosan kertas.

    • 3 May 2011 at 17:08

      Jangan2 Jasa MArga memang sedang mengadakan polling, Mbak. Tapi mungkin surveyor-nya gak niat… 😦 Akhirnya kerja ogah-ogahan dan hasilnya pun gak akurat.

  35. 3 May 2011 at 16:28

    mungkin tukang parkirnya sukanya prinsip keterbalikan :p

    • 3 May 2011 at 17:06

      Eaaaaa itu mending digunakan untuk pemberantasan korupsi… 😐

      *eeeh itu pembuktian terbalik yah?*

  36. 3 May 2011 at 17:27

    Masih ada gunanya kok karcis parkir tersebut… Buat bukti kalo kamu pernah ke Stasiun KA /kantor reservasi tiket KA.. 🙂
    dan bisa buat bukti cerita kalo kamu sebel di kasih karcis parkir pada episode terakhir mau meninggalkan loket…. hahaha

  37. 3 May 2011 at 20:52

    itu masih lebih bagus Sop,
    lebih menjengkelkan,jika ketika kita memparkir kendaraan tidak ada yang mengawasi apalagi memberi tiket parkir, tapi ketika kita telah beres urusan dan mau pergi….datang “petugas” menagih jasa parkir ❗

    • 4 May 2011 at 20:59

      Nah, sama, hal ini juga menjengkelkan. Magabut, gaji buta. 😆

  38. 3 May 2011 at 20:58

    ah, masak ada yang kek gitu, bang? lucu banget… kenapa nggak ditegur sekalian tuh si tukang parkir?

  39. 3 May 2011 at 21:41

    mungkin itu ongkos parkir orangnya Kang…

  40. 77 yanrmhd
    3 May 2011 at 22:41

    hehe…begitulah gunanya karcis dan tukang parkir
    mau keluar sibuk deh, hehehe… 😀

  41. 3 May 2011 at 23:51

    Sepeda motor biasanya parkir cuma 500 rupiah, tapi kalau diberi pecahan seribu rupiah sudah dijamin tak ada kembali 🙂

    • 4 May 2011 at 20:57

      Hahahah memang… 😆

  42. 3 May 2011 at 23:52

    Yah..aku juga pernah kaya gitu Sop..SAmaa..
    hmm..gi abok kale yah tukang parkirnya..
    sungguh membingungkan..

  43. 4 May 2011 at 00:03

    untuk koleksi aja mas..

    • 4 May 2011 at 20:57

      Saya gak minat. 😦

  44. 4 May 2011 at 00:52

    Biasanya yang seperti itu parkir liar ya.
    Di Monas, kan nggak bisa parkir di tamannya sekarang, tapi di luar, sudah pula nggak pakai karcis, langsung diketok bayar Rp 5000. Memang sih, sampai sepuas kita parkir di situ, tapi rasanya nggak rela saja.

    • 4 May 2011 at 20:56

      Nah, kalo memang di daerah Monas sana rawan hilang motor, sebaiknya kita ikhlaskan saja 5000 itu untuk pak tukang parkir… semoga dia benar2 menjaga motor2 yang ada… 🙂

  45. 85 Elvandro
    4 May 2011 at 07:15

    Wah, itu gara-gara tukang parkirnya males aja kali Sop…aq juga sering begitu dan (dulu) heran.

    Aku malah kepikiran, biasanya kan parkir begitu gak dikasih tiket, biar si tukang parkir gak usah kasih setoran ke pihak PTKA ato pengelola gedung. Nah, yang ini malah ngasih tiket, di akhir pula…apa kalau nggak pake tiket dia malah gak dapet setoran (baca: upah) ya?

    • 4 May 2011 at 20:55

      Nah, bisa ada dua kemungkinan. Itu tukang parkirnya gak digaji ama PT. KA (semua hasil parkir untuk tukang parkir), atau tukang parkir memang digaji PT. KA (beberapa persen hasil parkir diambil PT. KA) tapi PT. KA gak ambil pusing dengan jumlah tiket yang habis. 😀

  46. 4 May 2011 at 08:31

    maksudnya untuk mencari keuntungan sendiri lah, apalagi kalau satu karcis digunakan berkali-kali

  47. 4 May 2011 at 09:08

    Salam Takzim
    Mungkin petugasnya lupa kali kang, suuzon aja
    Terima kasih sudah berkunjung ke halaman rumah saya kang
    Salam Takzim Batavusqu

    • 4 May 2011 at 20:52

      Hiks…. saya hanya bertanya, pengennya sih ber-husnudzon…. 😦

  48. 4 May 2011 at 13:11

    biar ada tambahan revenue buat bayar karyawan di stasiun bro….

    • 4 May 2011 at 20:49

      Oh, sistemnya begitu ya? 😕

  49. 4 May 2011 at 13:43

    wah kalo aku ya protes mas… .

  50. 4 May 2011 at 14:29

    haha jadi kalau nanti ada yang maling motor g ketahuan dong xixix

    • 4 May 2011 at 20:48

      Iya itu dia… 😦

  51. 4 May 2011 at 14:36

    ea bner, aneh bin ajaib .. hehe 🙂

  52. 4 May 2011 at 14:56

    kayaknya emang aneh mas … tapi mungkin pelayanan prima, pakai dulu baru bayar …

  53. 4 May 2011 at 15:24

    Udah dirubah kali mas tekniknya.. cuma tiketnya masih yang lama karena stok tiket masih bannyak hahaha kan mubadzir

  54. 4 May 2011 at 15:52

    sampe sekarang saya gak berempati ama tukang parkir. kerena pekerjaanya gak pake otak gak pake tenaga besar, eh dapet uwang. saya cuman ngasi 5ratus doang. dah syukur kan dikasi

    • 4 May 2011 at 16:45

      ya kan pakai (lahan) dulu baru bayar om he… 🙂

    • 4 May 2011 at 20:17

      Tapi kadang saya merasa kasihan sama mereka… Berpeluh, menghirup udara kotor setiap hari… Penghasilan gak seberapa… 😦

      • 6 May 2011 at 18:41

        Klo sy merasa terbantu dg adanya tukang parkir, krn sy ga kuat dan jago geserin/ngangkat motor saat mau ngeluarin motor apalg saat rame.

        Klo penghasilan dr parkir itu sebenarnya banyak lho, sop. Apalg klo di tempat2 yg rame pengunjung, mslhnya yg dpt uang itu tukang parkirnya atau bosnya tukang parkir???

        • 6 May 2011 at 21:47

          Ah pokoknya saya kasih aja deh, uangnya. 🙂

  55. 4 May 2011 at 16:03

    salam kenal……….

    kunjung balik ya….

    • 4 May 2011 at 20:16

      Salam kenal! 🙂

      Gak lihat-lihat laman posting-an saya yang lain? 😀

  56. 4 May 2011 at 16:20

    Seharusnya ada point yang ke 5, jika tidak diberikan karcis pada saat masuk, berarti parkir gratis :))

    • 4 May 2011 at 20:15

      Hahahahaha saya tak terpikirkan itu, ide cerdas! 😀

  57. 4 May 2011 at 18:45

    kadang juga nilainya tidak sesuai dengan yang di karcis

    • 4 May 2011 at 20:14

      Itu sudah biasa ya tampaknya… 😦

  58. 4 May 2011 at 19:17

    janggal.ada hantunya.hhee

    • 4 May 2011 at 20:13

      Hantu? 😕

  59. 4 May 2011 at 19:51

    bikin kolase aja

    • 4 May 2011 at 20:13

      Ooooh iya ya, itu ide bagus… Tapi saya gak telaten ngeguntingnya… 😳

  60. 4 May 2011 at 20:17

    ongkos produksi cetak dikali 3…dibagi oplag…jatohnya rp. 1000,-/karcis 🙄

  61. 4 May 2011 at 20:48

    mungkin mereka buat sedikit perbedaan dari tempat karcis-karcis yang lainya ya. haha

  62. 115 Les Privat Malang
    4 May 2011 at 21:02

    dikira kayak kuitansi gitu mas…

  63. 4 May 2011 at 21:04

    hahahah..aneh banget yah.. “:D

  64. 4 May 2011 at 21:30

    keliatan klo nggak tanggung jawab, emang, dasarrrr….
    paling gemes baca poin 2 dan 3

    • 5 May 2011 at 13:47

      Hahahaha 😆

  65. 4 May 2011 at 23:06

    Yang janggal itu bikin seru haha… 😆

    • 5 May 2011 at 13:43

      Seru untuk didiskusikan, ‘kan Mas? 😀

  66. 121 bhiberceloteh
    4 May 2011 at 23:24

    sama halnya dengan tukang parkir liar..
    pas nyari parkir dia ga ada, giliran kita keluat tau2 udah nongol dibelakang mobil sambil niup2 peluit *hadeeeuuh*

    • 5 May 2011 at 13:49

      Yap, yang begini ini yang menyebalkan. 😡

  67. 5 May 2011 at 05:52

    Ada2 yang dibahas Asop… klo aku mah mana kepikiran gitu, hihihi,.. paling ngelirik sekilas ke tiket parkir lalu bergumam, “oooh that’s strange… well… whatever…” :-p

    • 5 May 2011 at 13:42

      Nah, saya sengaja mengangkat tema karcis parkir di sini pangen tahu aja gimana pendapat dan pengalaman narablog sekalian. 🙂

  68. 5 May 2011 at 07:43

    he he he di tempatku juga sering begitu mas…

  69. 5 May 2011 at 08:53

    tapi gak bertengkar kan gan?

    • 5 May 2011 at 13:41

      Bertengkar?? Ngapain bertengkar? 😆

  70. 5 May 2011 at 10:17

    Salam Takzim
    Izin menyampaikan Award kang, semoga berkenan
    Salam Takzim Batavusqu

    • 5 May 2011 at 13:41

      Okeeee, Pak! 😀 😀

  71. 130 Agung Rangga
    5 May 2011 at 11:02

    hmm…
    Ada-ada aja ya… 😕
    Jangan-jangan itu hanya iseng doang? 😐

  72. 5 May 2011 at 11:30

    wah sedikit berisiko atuh ya, klo motor ilang di parkiran, ga ada bukti karcis parkirnya…
    aneh bgt 😀

    • 5 May 2011 at 13:40

      Yap, si empunya motor yang salah. 😀

  73. 5 May 2011 at 11:53

    Ini peraturan yang aneh.
    Ya, sudahlah bayar saja 🙂

    • 5 May 2011 at 13:40

      Iya, bayar aja deh, ga usah mengeluh… 😐

  74. 5 May 2011 at 16:30

    eum… birokrasi tukang parkir tuh kak…

    • 7 May 2011 at 07:22

      Hahahaha dasar emang birokrasi ya… 😀

  75. 5 May 2011 at 16:37

    setahu ane sih biar motor engga keluar dengan orang yang tidak di kenal :p

  76. 5 May 2011 at 17:15

    indonesia bro.. hahaha

  77. 5 May 2011 at 22:50

    hahaha, trus lebih baik mana? cuma modal kardus buat nutupin jok motor apa modal karcis yang dikasih pas mau ngambil motor? heheheheh

    • 7 May 2011 at 07:21

      Mending kalo ada kardus yang nutupin, masalahnya gak dikasih apa-apa. 😦

  78. 6 May 2011 at 01:21

    si tukang parkir mau ambil keuntungaan ni..hehe

  79. 6 May 2011 at 10:33

    dianggap kwitansi kali Sop 🙂

    • 6 May 2011 at 22:09

      Haha… 😆

  80. 6 May 2011 at 14:02

    Cuman formalitas doang… 😦

    • 6 May 2011 at 20:19

      setuju ama mas bintangtimur.. 😀

      kadang meski karcisnya dikasih di muka tetep aja ga ada validasi karcis itu untuk motor yang mana (ga ditulisi nomor polisi).. kadang bikin bete juga.. 😀

      • 6 May 2011 at 21:34

        Artinya kita sebagai pengguna motor harus hati-hati ya, jangan bergantung pada tukang parkir. 🙂

  81. 7 May 2011 at 17:31

    Insya Allah itu menjadi bukti kita sudah menyerahkan uang yang kecil bagi kita besar artinya buat sang juru parkir… *meski agak gak ikhlas rasanya bila motor saya -yang kreditannya belum lunas- hilang karena prosedur parkir yang agak “aneh”.. 🙂

    • 8 May 2011 at 11:03

      Kalo sudah begini, masalah keamanan motor jadi tanggung jawab masing2 pemilik. 😐

  82. 7 May 2011 at 19:01

    Benar kata orang, aturan dibuat untuk dilanggar. 😀

  83. 7 May 2011 at 21:36

    yg penting itu duitya mas… wkakakaakakak

    • 8 May 2011 at 11:01

      Itulah kenyataannya. 😦

  84. 9 May 2011 at 20:38

    Formalitas doang yaa.. haha..

  85. 11 May 2011 at 08:25

    harusnya ngasih karcis di awal tuh bro

    • 12 May 2011 at 22:42

      Harusnya gitu ya…. 😦

  86. 15 May 2011 at 11:36

    Ya ampun,,, gapain tuh karcisnya diberikan,, dia cuma mau bertanggung jawab sama yang mau pulang yak,, yang motornya udah selamat gak ada apa2nya..
    klo ada kecurian jadi mereka bisa bilang gak tanggung jawab karena gak ada kertas parkirnya.. parah ah..

    • 15 May 2011 at 15:37

      Beginilah Indonesia…

  87. 16 May 2011 at 15:47

    itu karena anu sop…
    sebagai bukti bahwa karcisnya itu sudh keluar. buat laporan..
    tp bayarnya 1000 atau 2000? klo bayarnya 2ribu, berati emang nyar untung.

    • 16 May 2011 at 20:09

      seribu kok, Mas. 😀

  88. 19 May 2011 at 14:46

    hahaha mungkin waktu asop masuk tukang parkirnya terpesona sama asop jadi lupa kasih karcisnya..
    daripada gag dikasih sama sekali ya dah dikasih pas keluarnya aja wkkwkwkw 😆

    HIDUP!!! ^_^

    • 19 May 2011 at 15:07

      Whooooa seandainya itu benar. 😆
      Tapi saya kan pakai helm full-face, mana bisa wajah saya kelihatan??

  89. 20 May 2011 at 10:57

    service quality di pemerintahan / BUMN emang secara mindset manajemen aja udah ada disparitas, apalagi tun ke teknis lapangan *ups* he3

  90. 22 May 2011 at 09:52

    eta mah tukang parkirna lieur atawa pengelolanya sarap! heheheeh great blog dude 🙂

    • 22 May 2011 at 20:34

      Hohoho thanks. 😀

  91. 27 February 2012 at 12:27

    jangan heran..ini Indonesia, serba aneh…

    • 27 February 2012 at 18:05

      Yeah. Indonesians.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 971 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: