26
Nov
15

Uang Parkir dan Suasana Hati

Kalau bicara uang parkir, rasanya apa yang kita masing-masing rasakan mungkin akan berbeda. 😀 Saya mau bicara soal parkir ini di Kota Bandung. Di sini, parkir sepeda motor masih 1000 rupiah. Ini tarif parkir di pinggir jalan dan di beberapa supermarket. Parkir di mall jelas nggak masuk hitungan. Kalau di kampus saya, parkir sepeda motor kurang dari setengah jam (atau satu jam, saya nggak yakin) masih bisa dapat 1000 aja. Lebih dari itu hingga 24 jam, tarifnya flat 2000 rupiah. Kalau parkir di pinggir jalan di depan kampus, di Jl. Ganeca misalnya, tarif flat 2000 rupiah (nggak tahu deh Juru Parkir-nya resmi apa nggak).

Haikyuu (3)

Seingat saya, duluuu sekali, beberapa tahun lalu, di Perda Kota Bandung atau Perwal (Peraturan Walikota), tarif parkir sepeda motor di Kota Bandung adalah 750 rupiah. Mungkin saya salah ingat, mungkin yang benar 500 rupiah. Saya lupa. :mrgreen: Tapi yang pasti, sejak tahun 2006 menetap di Bandung, saya masih merasakan saat-saat tarif parkir yang 500 rupiah itu. Lalu saya lupa tepatnya kapan tarifnya merangkak naik jadi 1000 hingga sekarang.

Iseng-iseng saya coba googling, dan ternyata benar tarif parkir dulu itu hanya 500 rupiah. Menurut Perda Kota Bandung No. 16 Tahun 2012 yang saya lihat di sini, tarif parkir dibedakan menurut lokasinya. Ada tarif parkir di pinggiran kota, di kawasan penyangga kota, dan di pusat kota. Paling mahal adalah di pusat kota, sejak dulu sudah dua kali lipat, yaitu 1000 rupiah.

Dan tampaknya nggak lama lagi akan naik jadi 1500 atau bahkan 2000…

Ternyata benar apa yang saya pikirkan. o_O  Mungkin nggak lama lagi tarif parkir akan naik. Di artikel yang ini yang saya baca, ada Peraturan Wali Kota baru (No. 1005 tahun 2014) yang mengatur bahwa tarif parkir sepeda motor di pelataran parkir dan gedung-gedung naik menjadi 1500 rupiah minimal, dan akan naik setiap jamnya. Tetapi, Perwal ini hanya mengatur tarif parkir di gedung perkantoran, mall, dan rumah sakit, dan nggak mengatur tarif parkir di pinggir jalan.

Jadi, untuk tarif parkir di pinggir jalan, berapa ya tarif resminya? Apakah masih memakai tarif lama sesuai dengan Perda tahun 2012 yang lalu? :mrgreen:

Apakah semua memang 1000 rupiah di sini?

Tadi saya katakan di awal bahwa parkir pinggir jalan dan di beberapa supermarket dan minimarket di Bandung adalah 1000 rupiah. Tapi nyatanya nggak semuanya segitu. Kenyataannya, tergantung sang juru parkir (jukir). Kadang-kadang, ketika saya memberi uang 2000 rupiah, akan dikembalikannya 1000 rupiah. Pada kesempatan lain, 2000 itu dia ambil. 😀 (kalau sudah begitu, saya biarkan saja) Kalau sedang tak ada uang kecil, saya berikan 5000 rupiah. Terkadang dikembalikan 3000 rupiah, terkadang lain dikembalikan 4000 rupiah. Tapi uniknya, di lokasi dengan tarif 2000 rupiah tersebut, kalau semisal saya kasih 1000 pas, mereka tidak meminta kurangnya. Mereka menerima saja diberi 1000 rupiah.

Gabungan Koin

Makanya itu, saya bukannya hitung-hitungan atau pelit. Tapi saya mencoba jujur. Seperti judul posting-an ini, bahwa saya memberi uang parkir tergantung suasana hati dan tergantung bagaimana perilaku sang jukir kepada saya. Saya akan ikhlas memberi lebih kalau mereka:

  1. Ramah dan tersenyum
  2. Ada pada saat saya masuk ke parkir, dan ada pada saat saya akan keluar.
  3. Membantu saya mengeluarkan motor ketika saya memerlukannya.

Dan satu lagi tambahan: kalau mood saya sedang baik atau suasana hati lagi senang. 😆

Sesimpel itu. 😆

Saya nggak akan mau memberi uang lebih pada jukir yang tidak ada saat saya datang, dan tiba-tiba muncul saat saya mau pergi. Apalagi jukir yang tidak membantu saya saat saya kesusahan mengeluarkan sepeda motor.  😡 Kalau sudah begini, saya hanya akan memberi 1000 pas. Kalau nggak ada uang pas, ya saya terpaksa memberi lebih. 😀

Bicara soal jukir magabut…

Magabut. Makan gaji buta. Bicara soal jukir yang menyebalkan, saya malah mengalaminya di Surabaya, kota kelahiran yang amat saya cintai. Hehe. Saya masih ingat ketika bulan januari lalu saya pulang ke sana. Ternyata, kelakuan jukir di Surabaya beda jauh dengan di Bandung. Pertama, tarif parkir pinggir jalan di sana 2000 rupiah. Saya agak kaget waktu saya kasih 1000 rupiah, sang jukir malah minta 1000 lagi. Ini nggak hanya di satu lokasi saja, tapi di SEMUA lokasi yang saya datangi (kebetulan semuanya warung makan). Kedua, sang jukir tidak membantu saya sama sekali ketika mengeluarkan motor. Berbeda dengan di Bandung, nggak peduli apakah itu lelaki berotot atau wanita hamil, sang jukir akan membantu mengeluarkan sepeda motor yang akan keluar. Setidaknya mereka akan membantu menarik motor sehingga kita jadi lebih mudah keluar. Di Surabaya nggak begitu. Setelah saya memberi uang, sang jukir malah diam saja melihat saya mengeluarkan motor. Bahkan ada yang ngeloyor aja pergi.

Pernah suatu kali saya coba cara lain. Biasanya saya memberi uang parkir sebelum naik dan mengeluarkan motor. Kali ini saya coba naik dan mengeluarkan motor dulu baru membayar. Ternyata respons mereka juga sama. Mereka hanya diam melihat, tanpa berusaha membantu. Seakan-akan mereka hanya bertugas menerima uang 2000 itu. 🙄

Semoga perlakuan mereka terhadap ibu-ibu pengendara nggak seperti itu ya. Barangkali mereka cuek begitu karena melihat saya adalah laki-laki sehat. Nggak perlu dibantu. 😆

Kalau tarif parkir terus merangkak naik, saya jadi ingat sama meme Nassar KDI yang ini. 😀

meme nassar uang fotokopi

Saya yakin beda kota beda tarif parkirnya. Kalau di Jakarta pasti sudah 2000 rupiah. Beda dengan di Solo atau di Serang, Banten. 🙂

Kalau narablog sekalian, gimana dalam memberi uang parkir? Suka kasih seadanya atau kasih banyak? :mrgreen:

———————————————————————————————————————————————————————

Gambar anime di awal diambil dari cuplikan anime “Haikyuu.” Sumber meme Nassar di atas diambil dari sini. Foto koin di atas hasil jepretan hapenya Asop. Seluruh terbitan ini sangat dilindungi oleh hak cipta, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

47 Responses to “Uang Parkir dan Suasana Hati”


  1. 26 November 2015 at 06:49

    Rata-rata, mungkin gak sadar ya, tiap parkir di minimarket macam Indo atau Alfa suka ngasih 2000. Meski kalo di Alfa ada tulisannya Parkir Gratis, tapi suka ada bapak-bapak yang bantu gitu. Karena ngebantu, jadi ya moodnya juga suka ikutan baik kayak Asop bilang, hehe.

    • 26 November 2015 at 10:57

      Waaaaah Alfa. Masih ada ya? 😀

  2. 26 November 2015 at 08:15

    aku baru aja mo bikin postingan tentang jukir inih sop..disini tuh parkir 2000 dimana2..yang suka bikin kesel itu dan bikin ga ikhlas bayarnya kalo jukirnya cuma datang waktu minta uang parkrnya doang, ga bantu ngeluarin motor,motor kita jg ga dijagain gt.. hih..

    • 26 November 2015 at 10:37

      Nah itu dia Mbak, ayo bikin posting-annya. 🙂

      Sama, saya juga kesel kalo tipe jukirnya kayak gitu. Kayaknya sih di Surabaya ada banyak yang begitu. Kalo di Bandung juga pasti ada, tapi rasa2nya semua jukir di Bandung baik2. :mrgreen:

  3. 5 Gara
    26 November 2015 at 09:56

    Saya kasih sesuai tarif, biasanya dua ribu perak… atau kalau saya tak tahu, ya tanya dulu sama jukirnya :haha, sebenarnya langsung kasih sih mestinya supaya tidak “diganjar” tarif parkir tinggi tapi ya saya bayar saja deh. Soal ikhlas atau tidak ya saya berusaha ikhlas sih, kalau memang bukan rezeki si tukang parkir nanti toh si tukang parkir yang tak baik akan ada ganjarannya :)) (tipe orang yang pasrah :haha).

    • 26 November 2015 at 10:36

      Iya, semisal saya ga ada uang kecil atau uang pas, saya juga main kasih aja ga pake tanya. Saya serahkan pada jukirnya aja mau ngasih berapa kembaliannya. Alhamdulillah selama ini di Bandung jukirnya selalu baik semua. Belom pernah dapet jukir yang preman. 🙂

  4. 26 November 2015 at 10:14

    Aku ngasih pas aja sih biasanya. Jarang dilebihin dgn sengaja…. #pelit

    • 26 November 2015 at 10:34

      Jiahahaha gapapa Mbak, pokoke ikhlas. Ikhlas gak? 😆

      • 26 November 2015 at 10:41

        mbuh sop ikhlas po gak, hahaha….. kadang mangkel seh, muter2 nyari barang gak ketemu, tp di tiap parkiran ruko ditarik parkir 2000 (mobil). lha iki barange durung enthuk, parkire ae wes enthek 6ewu…

        • 26 November 2015 at 10:51

          Buahahaha iyo Mbak, ngono iku nek aku nggolek fotokpian. Fotokopiane mek 700, parkire 2ewu. Rasane gak rela. 😆
          Eh maksudku, ya gitu itu kalo pake sistem jukir. Kita juga masih belom tahu apakah penghasilan yang didapat oleh Pemda dari perparkiran ini sudah full terserap semua atau masih ada yang “tercecer”. Entah itu karena jukir ilegal, premanisme, atau ditilep duitnya. 😀

          • 26 November 2015 at 11:03

            iya ya sop? jujur aku ngga terpikir, uang yg diperoleh Jukir ntar masuk ke kantong siapa.

          • 26 November 2015 at 22:34

            Itu masih jadi misteri…

  5. 26 November 2015 at 10:41

    Klo di pasar Jepara msh 500, pasar lain 1-2 rb soalnya pasaran, gak rame tiap hari. Swalayan jg sama 1-2 rb. Klo mau idul fitri malah mahal lg

    • 26 November 2015 at 10:52

      Nah betul kan, lain wilayah lain Perda, artinya lain ketentuan. 🙂

  6. 26 November 2015 at 11:36

    hahaha, suka sama meme yang terakhir, pas banget gambarnya… saya pernah ngalamin itu… foto copi ktp cuma 200 rupiah, etapi parkirnya dua ribu rupiah… hiks

    • 26 November 2015 at 22:34

      Hahahaha kalo udah kayak gitu rasanya sakit yaaa XD
      Mending cari fotokopian yang rada jauh tapi ga ada tukang parkir. 😀

  7. 26 November 2015 at 14:10

    Aku pernah baca di papan pengumuman, jalan braga apa dimana ya lupa… parkir motor tuh 500. Tapi gatau sih mungkin aja aku salah.

    Kalau dulu dikampus, parkir di dalem 1000/24 jam. Kalau aku lebih suka parkir diluar soalnya ada mamang nya yang bantuin, maklum cewe gak bisa parkir hahaha. Cuma bisa simpen motor terus titip kunci di mamang parkir, dan cabut ke kelas hahaha. Kalau hujan, helm nya di amanin sama si mamang. Kalau hujan jok nya basah, di lap in sama dia 😀 Biasanya kalau bentar doang kuliahnya bayar 2000, kalau lama sampe sore ngasih nya 3000.

    Beda lagi sama ditempat lain, biasanya ngasih 1000 doang. Kalau gak punya seribuan ya kasih 2000. Yang sebel tuh kalau cuma ke ATM semenit doang disuruh bayar parkir, dikasih 1000 katanya kurang -___- rrrr gemash ><

    • 26 November 2015 at 22:33

      Waduuuh si mamangnya baiiik amaaaaat kalo kayak gitu mah aku juga rela ngasih 4000 😆

      Soal ATM, itu juga sama ngegemesin XD Kasusnya, kalo pas ada uang 1000 aku kasih itu, dia nerima aja ga minta nambah. Pas hari lain aku bayar pake 2000, ga ada kembalian. hahaha nasib 😆

  8. 26 November 2015 at 15:50

    hahaha, kirain saya doang yang gak suka sama jukir, apa lagi yang seperti jin tiba-tiba ada. apa lagi di alfamart, indomart gitu dan ditempat makan pinggirjalan, terutama kalo yang ngurus parkirannya para ormas sudah deh mahal,
    10 kali tempat berhenti dan markir dengan harga 2.000 sudah habis 20.000 uang kita, apa lagi kalo sebulan habis di parkiran doang hahahahha.
    emang kudu jalan kaki atau pake sepedah deh ya sepertinya 😀

    • 26 November 2015 at 22:30

      Nah itu dia, untungnya di Bandung aku belom pernah ngerasain parkir preman. :mrgreen:
      Tapi kalo naik sepeda, rasanya waswas kan ya kalo ga ada tempat khusus parkir sepeda. Itu sepeda gampang dan cepet banget kalo dicolong. 😦

  9. 26 November 2015 at 17:06

    Dan yang masih membuat saya bingung sampai sekarang, bagaimana tukang parkir dipinggir jalan setor ke pemerintah, kan ga ada struk atau bon nya? apakah mereka sistem target atau malah masuk kantong mereka sendiri

    • 26 November 2015 at 22:29

      Nah iya itu dia Mas…. misteri ya… o_O

  10. 26 November 2015 at 20:35

    Kalo di Bengkulu parkir di Mall lebih murah daripada di pinggir jalan. Di mall masih 1000! Yay! Hihi kalo di pinggir2an udah 2000. Tapi ikhlas sih kasihnya asal jukirnya bantuin ngeluarin motor. 😀

    • 26 November 2015 at 22:28

      Waaaaw kok bisa ya parkir di mall lebih murah? 😀 biasanya kan mahalan di gedung karena dikelola sama swasta atau pihak ketiga. :mrgreen:

  11. 26 November 2015 at 23:23

    Di sekitar sini parkir sepeda gratis , nggak ada penjaga, ditinggal 24 jam juga nggak ada yang ngambil, yang ada malah pengumuman di koran yang mengumumakan sepeda siapa yang ditemukan di suatu tempat.

    Apa kabar Asop ? lama tak bersua kata ya 🙂

    • 29 November 2015 at 15:54

      Alhamdulillah enaknya di negara maju Mbak El. 😀 😀

      Alhamdulillah aku baik2 dan sehat. 🙂 Iya nih udah lama aku ga muncul. :mrgreen:

  12. 28 November 2015 at 21:39

    Kalau di Mataram sini tarif parkir motor masih 1000, dengan catatan jangan kasih uang pecahan 2000. Hehehe,, kemungkinan besar gak bakal dikasih uang kembalian 😀

    Di supermarket2 juga gitu. Kalau di mall tarifnya 2000 flat.

    Tapi yang bikin males itu kalau tukang parkirnya cuek-cuek aja. Giliran minta uang parkir paling cepet! Misalnya pas tempat parkir rame nih, sering tuh kita gak dibantuin atur posisi parkir. Pas mau keluarin motor juga dicuekin. Bikin males banget kan?

    Jadi biasanya kalau sekadar ke minimarket gitu. Saya sama sedja aja yang masuk. Papanya lebih milih duduk jagain motor sendiri. Ntar kalau tukang parkirnya nagih ya dicuekin aja hihihi

    • 29 November 2015 at 15:54

      Waaaah itu ide bagus, bapake nunggu di luar. 🙂
      Lah gimana kalo sendirian? 😆

  13. 29 November 2015 at 19:31

    Kalo saya ngasih uang parkir sesuai tarif. Tapi kalo parkir ditempat parkir liar alias gak ada resi pemda bayarnya suka-suka aja. Kadang suka ngotot sama jukirnya, hehe…

  14. 29 November 2015 at 21:52

    Itu termasuk enak dong dan murah seribu, bahkan kalo di tempat yang 2000 kang parkirnya gak nagih kalo ngasih seribu. Huhhuhu. Dambaan semua orang tuh. 😦

  15. 2 December 2015 at 07:06

    Di surabaya, tarif parkir pinggir jalan yg ga resmi 2000, malah di pinggir mol yg ga rsmi juga uda 4000 -___-

    • 2 December 2015 at 21:24

      Waduh bener ya berarti, parkir di sana mahal. 😦

  16. 2 December 2015 at 10:31

    Rata2 sekarang parkir motor pinggir jalan mmg 2000

    • 2 December 2015 at 21:23

      Saya ga terima. Gak sesuai dengan Perda. Hahahaha 😀

  17. 3 December 2015 at 09:09

    Jarang ada yang protes, jadi tukang parkir berasa gak masalah kalau tarif sudah melampaui aturan pemerintah.Kadang kasian juga, kerja segitu beratnya, panas-hujan, bayarannya kecil sekali. Mungkin lebih ke nilai moral ya yg kita lihat saat ini. Klo memang tidak memberatkan membayar 1000 atau 2000, ya mungkin itung-itung sedekah. Kalo gak sanggup mungkin bisa lebih disuarakan tentang ketidaksesuaian tarif ini biar lebih ditertibkan oleh pemerintah langsung.
    Keren neh tulisannya… Pengen bisa konsisten lagi ngeblog.

    • 5 December 2015 at 18:32

      Ah saya juga baru aja selesai hiatus. :mrgreen: Mari kita rajin posting lagi. 😀

      Itu dia, semua balik lagi ke kita masing2. Kalo kita punya hati nurani, harus dipakai nuraninya. Kalo kita mikir pake logika, dipakai juga logikanya. 🙂

      • 5 December 2015 at 20:07

        Iya bener tuh, siap dah, semangat 😀

  18. 4 December 2015 at 05:21

    Saya nggak akan mau memberi uang lebih pada jukir yang tidak ada saat saya datang, dan tiba-tiba muncul saat saya mau pergi. Apalagi jukir yang tidak membantu saya saat saya kesusahan mengeluarkan sepeda motor. 😡 Kalau sudah begini, saya hanya akan memberi 1000 pas. Kalau nggak ada uang pas, ya saya terpaksa memberi lebih. 😀

    Setuju banget sama kalimat itu.

    Tapi ya aku ini termasuk orang yang takut dan parnoan sama juru parkir. Ntahlah. Takut diapa2in aja motorku kalau aku ke situ lagi dan ada dia.

    • 5 December 2015 at 18:25

      Hehehe, kalo di tempat yang memang kamunya harus sering ke sana, ya terpaksa berbaik2lah dengan jukirnya, Dit. :mrgreen:

  19. 4 December 2015 at 13:57

    berarti Mas Asop belum pernah nemuin Juru Parkir yg ngamuk ya kalau kurang uang parkirannya, misal ngelempar uang koin ke jalan? Saya pernah liat tuh di Jakarta di parkiran alfa

    • 5 December 2015 at 18:21

      Itu jukir yang preman. 😡

  20. 6 December 2015 at 18:46

    Saya paling males untuk tukang parkir yang udah nongkrongin di depan Alfamaret atau indomaret, bagi saya mereka itu preman, toh sebenarnya parkir di depan minimarket itu gratis.

    • 7 December 2015 at 10:04

      Nah ini dia opini yang harusnya didengar sama pemerintah untuk menertibkan parkir. 😀

      Tapi ya itu, orang indonesia itu sangat permisif, sehingga nggak bisa terlalu tegas untuk masalah seperti ini. Nanti dikira menghilangkan lahan nafkah orang lain. Nanti pertimbangannya banyak. “Setelah ga ada jukir preman, nanti premannya pada kemana? Jangan2 malah jadi perampok? Masalah sosial bukannya selesai malah bertambah.” dll dll dll. :mrgreen:

  21. 8 December 2015 at 17:54

    Hahaha meme-nya Nassar bikin ngakak. Aku juga sebel banget sama jukir ilegal yang suka minta duit maksa dan tarifnya gila-gilaan. Rasanya pingin nyunat lagi tuh jukir :p

    • 10 December 2015 at 18:09

      Hehehe terlebih lagi kami mahasiswa Om, nasibnya persis kayak gitu. Fotokopi cuma 500, eh mbayar parkirnya 2000. Syediiih 😦

  22. 8 December 2015 at 20:19

    kalau di pasar sini tarif parkirnya 1000. cuma kebanyakan sekarang kalau parkir-parkir gitu 2000.

    Kalau di kampus gak bayar sih. Cuma.. nyari parkirnya yang susah. apalagi kalau hari padet gitu. hmmmm. hidup jalan kaki dah..

    Yang nyebelin itu waktu datang buat parkir, kitanya nata sendiri. parkir2 sendiri. berasa gak ada orang yang jaga. Eh. waktu mau pulang dianya nagih.. gak sopan.. -_-

    • 10 December 2015 at 18:04

      Sama, di kampus saya juga gitu. Agak siangan dikit aja, jam 9, udah ga bakal dapet parkir di dalem kampus. Akhirnya di luar deh. Harga 2000.

      Dan sama kayak saya, saya juga ga suka kalo ada jukir yang kayak gitu. Kita datang dia ga ada. Kita sendiri yang menggeser-geser motor supaya cukup. Kita sendiri yang masukin motor ke barisan. Berpeluh ria. Eh pas kita mau pergi udahan, dia dateng. -__-


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 973 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: