06
Oct
13

Perihal Pot Tanaman dan Puntung Rokok

Lama sekali nggak update posting-an, sekarang posting gambar aja ya. :mrgreen:

pot tanaman ber-tanda peringatan

Lihatlah, beginilah di kampus saya. Bahkan pot tanaman pun harus diberi peringatan begini. Entah ya, apakah di tempat lain juga ada yang seperti ini. Tapi, ini seakan-akan mencerminkan watak dan perilaku orang perokok Indonesia yang mau gampangnya aja dan nggak mau repot sedikit. Lihat foto berikut ini dan narablog sekalian akan tahu mengapa saya bilang demikian.

Kebiadaban perokok, membuang puntung rokok ke pot tanaman.

Sudah lihat? Hebat ya, para perokok di sini. 😎

Saya nggak tahu apakah orang-orang yang membuang puntung di pot tersebut berpendidikan tinggi apa nggak. Barangkali ada yang menganggap nggak ada hubungannya antara tingkat pendidikan dengan hal sepele macam ini. Mungkin ada benarnya. Orang berpendidikan magister bisa jadi perilakunya sama seperti orang yang berpendidikan sekolah dasar. Tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Apalagi kalau sudah berhubungan dengan manusia. 👿

Memang sih, tak ada tempat sampah untuk membuang puntung rokok di dekat pot ini. Bahkan dalam radius 50 meter seingat saya nggak ada. Perokok mesti berjalan ke satu lantai di bawah atau satu lantai di atas. Naik tangga tentunya. Mungkin karena itulah para perokok malas membuang puntung rokoknya dengan benar, dengan semestinya.

Saya kurang paham apakah hal ini dapat mengganggu tumbuh kembang si tanaman. Tanamannya sendiri memang nggak begitu subur tampaknya, karena kurang kena matahari. *sotoy* Eh, siapa tahu itu tanaman memang tanaman jenis indoor, jadi nggak butuh banyak sinar matahari. Hahaha.

Tolong, wahai para perokok sekalian, jangan membuang puntung rokok kalian sembarangan. Taruhlah di dalam saku baju atau kantong celana kalian masing-masing. Ini demi keberlangsungan hidup kita semua, para makhluk hidup ciptaan Tuhan.

😀 😀 😀 😀

———————————————————————————————————————————————————————

Foto di atas adalah hasil jepretan saya sendiri, dengan menggunakan kamera Motorola Fire XT. Seluruh terbitan ini sangat dilindungi oleh hak cipta. Jadi, sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.
Advertisements

100 Responses to “Perihal Pot Tanaman dan Puntung Rokok”


  1. 6 October 2013 at 21:01

    Haaaii asoppp…

    Kalau masalah perokok aku paling gemes deh.. serasa dunia punya mereka sendiri dan kalau kita tegur serasa mereka yang punya hak sendiri untuk merokok.. kan kita juga punya hak sama buat gak menghirup.asap rokok mereka.. pokoknya perokok itu egois lah..

    • 22 November 2013 at 18:25

      betul

      • 6 March 2014 at 22:18

        Singkat.

    • 7 March 2014 at 11:44

      Dikiranya merokok itu keren. 😛

  2. 7 October 2013 at 00:05

    hey bang… lama tak bertamu kesini yaa 🙂
    kasian kalii itu tanamannya… aku turut berduka cita untuknya…
    mungkin orangnya gag bisa baca, atau gag ngerti bahasa indonesia (kayak di iklan, apa yaa? lupa)

    • 7 March 2014 at 11:43

      Yoooo aku juga lama gak berkunjung ke blogmu. 😀

      Atau mungkin tempelan itu terlambat, baru ada setelah perokok menempelkan rokoknya ke pot itu. 🙄

  3. 7 October 2013 at 07:51

    lebih baik lagi klw perokok itu berhenti jadi perokok.. #eh :mrgreen:

    • 7 March 2014 at 11:42

      Itu benarrrr sekali. 😆

  4. 7 October 2013 at 07:52

    puun aja bisa layu cuma ditempelin tuh puntung, gimana manusia?! 👿

    • 7 March 2014 at 11:42

      Kalo manusia ditempel itu (baca: disundut) ya marah Mbak…. 😆

  5. 7 October 2013 at 07:59

    ck ck, bener tuh harusnya puntungnya masukin kantong/tas masing2.. kayak gw klo buang bon belanjaan, ngga dipamer2.. *ngga nyambung2 amat sih* dan pasti bukan di kampus lo doang yang kayak gini deh. pot2 lain pun banyak yang bernasib sama..

    • 7 March 2014 at 11:41

      Yaaaay! Masukin ke tas juga yahud tuh. 😆 jadi kelihatan mana tas perokok dan mana tas non-perokok. 😀

  6. 7 October 2013 at 09:08

    Banyak banget, apa lagi di depan pintu masuk gedung-gedung ber-AC. 😦

    • 7 March 2014 at 11:40

      Butuh didenda kali ya biar jera. 😆

  7. 7 October 2013 at 11:44

    di kantorku juga dipasang tulisan begitu di tiap pot di depan kelas..
    Besok deh kuuploadkan fotonya ya… 🙂

    • 7 March 2014 at 11:40

      Ditambah dengan perilakunya ya Mbak. :mrgreen:

  8. 7 October 2013 at 11:52

    Itu sih perokoknya kebangeteeen, Mas. Miriis. . .

  9. 8 October 2013 at 10:37

    sdh begitu parahkah ? atau perlu kacamata ya Sop ? 😛

    btw, apa kabar Sop ? maaf sekali ya aku telat baca komentarmu 😦

    • 7 March 2014 at 11:38

      Iyap, aku baik2 aja, sehat, Mbak Ely. 😉 iya nih, Mbak Ely telat bgt njawab pertanyaanku yg dulu itu. 😆

  10. 8 October 2013 at 10:52

    Memang tidak berhubungan langsung dengan tingkat pendidikannya sih, tapi berhubungan langsung dengan kesadarannya.

    • 7 March 2014 at 11:37

      Saya yakin civitas akademika di kampus saya berbudi baik dan berperilaku apik. 🙂

  11. 8 October 2013 at 23:16

    Aku dulu juga perokok, tapi aku usahakan tidak menganggu orang dengan asap rokokku atau puntungnya.. Sampai aku berhenti ngerokok aku masih ngga ngerti dengan jalan pikiran orang yang gak bisa mengontrol dirinya untuk merokok sembarangan dan buang puntung nya asal..

    • 7 March 2014 at 11:36

      Sip deh. Justru pemikiran dan pendapat dr mantan perokok adalah yg paling bagus buat melawan perokok aktif. 🙂

  12. 9 October 2013 at 08:36

    Barangkali ada yang menganggap nggak ada hubungannya antara tingkat pendidikan dengan hal sepele macam ini. Mungkin ada benarnya. Orang berpendidikan magister bisa jadi perilakunya sama seperti orang yang berpendidikan sekolah dasar.

    >> hahaha, nicely written sop!

    • 7 March 2014 at 11:36

      Damn right! 😆

  13. 9 October 2013 at 19:16

    kasihan pohonnya ya dijadikan tempat buang puntung rokok

  14. 9 October 2013 at 22:48

    Dikiranya asbak kali ya.

    • 7 March 2014 at 11:35

      Bukan, itu dikira pot. 😛

  15. 29 Teguh Budi Santoso
    12 October 2013 at 23:16

    Parah banget. Apalagi kalau di toilet-toilet, heuuuh.

    • 7 March 2014 at 11:34

      Buang puntung di toilet? Disiram gak? 😀

      • 31 Teguh Budi Santoso
        10 March 2014 at 18:17

        bukan diclosetnya :v

  16. 21 October 2013 at 17:49

    Salahin yang naro pot bunga di situ donk.. Hehe.. Becanda..

    Yah begitulah sop, jangankan puntung roko, beser aja bisa sembarangan… Wkwkwk

    • 7 March 2014 at 11:34

      Apalagi kalo di jalan tol yg macet. Beser tinggal buka pintu mobil aja ya. :)))

  17. 23 October 2013 at 12:14

    Hai asop… akhirnya bisa komen lagi diblog ini..
    negara kita masalah buang sampah udah menjadi kebiasaan yang buruk….

    udah ada tulisan jug kdang tetap aja dibuang disitu… walau udah berpendidikan tinggi belum tentu tingkat kesadarannya tinggi ya….

    • 7 March 2014 at 11:33

      Yah biasanya yg buang puntung ke situ bukan mahasiswa juga sih. Biasanya petugas kebersihan atau pegawai fotokopian. 😦

  18. 24 October 2013 at 09:57

    perokok, rokok, puntungnya sama2 merugikan. alo asop, gmn kabrnya, dah lama ga bw-an

    • 6 March 2014 at 23:09

      Hiks, iya Mbak Din…. Udah lama gak BW… Belum bener2 balik aktif nih saya…. 😦

  19. 26 October 2013 at 23:34

    ane pernah baca tulisan di salah satu WC “boleh merorkok disini asal asap dan puntung rokoknya DITELAN” 😀
    aneh yak, merokok menurut ane lbh banyak mudorot nya IMHO

    • 6 March 2014 at 22:45

      Iyap, karenanya jangan kita tiru. 😦

  20. 27 October 2013 at 23:48

    aku itu perokok aktif. sehari bisa habis sebungkus rokok, cuma engga sampai segiunya juga buang punttung rokok. kalo dulu jaman dikampus udah ada tempat sampah buat buang puntung rokok, dan saya selalu buang disitu.

    • 6 March 2014 at 22:44

      Alhamdulillah. Terima kasih, Mas, sudah mau membuang puntung rokok dengan semestinya. 😉

  21. 28 October 2013 at 12:45

    wah memang miris kita dengan kondisi ini pak.. mudah-mudahan dapat lebih baik untuk kedepannya…

    • 6 March 2014 at 22:43

      Semoga. 🙂

  22. 1 November 2013 at 18:33

    Biasanya kalo kayak gitu emang ga disediain tempat buat buang puntung rokok. Ya masa buang ditempat sampah, bisa-bisa kebakaran itu. Yang mirip sama tempat buang puntung rokok emang pot tanaman –a

    • 6 March 2014 at 22:37

      Tetap saja, harusnya bawa asbak portable masing2. 😀

  23. 1 November 2013 at 19:21

    Sepengalaman saya perokok memang tidak peduli dengan lingkungan, kesehatan dan keindahan. Kasian sekali tanaman itu…

    Masa sih kampus keren begitu gak disediakan tempat abu rokok dalam jarak tertentu?

    • 6 March 2014 at 22:36

      Kalau ditilik lagi, paragraf pertama Mas Alris bener banget… 😯

      Ada sih… Tapi ya itu gak ada di setiap sudut koridor…. 😦

  24. 11 November 2013 at 23:12

    waduh…kalo pot jadi asbak….bisa dibayangkan bagaimana cara mereka menjaga rumah mereka sendiri agar tetap nampak bersih dari puntung rokok 🙂

    • 6 March 2014 at 22:29

      Betul! Tercermin dari sikap mereka. 😀

  25. 12 November 2013 at 00:49

    Ada yang membuang puntung rokok di pot, ada pula yang membuangnya dalam guci/hiasan keramik. Parah deh. Trus paling sebel juga tuh sama yang sering buang puntung ke kloset 😦

    • 6 March 2014 at 22:29

      Itu menjijikkan, yang membuang puntung ke kloset. Kalo disiram, masih mending walaupun itu membuat mampet toilet… 😯

  26. 12 November 2013 at 14:50

    pastinya si puntung itu merusak hidup tanaman dalam pot Sop, semoga para pelaku ‘kejahatan’ ini segera kembali ke jalan yg benar..

    • 6 March 2014 at 22:28

      Semoga. Mari diamini. 🙂

  27. 13 November 2013 at 12:26

    Ckckckc. di tempat saya pun demikian sop.diruang ber AC para pejabat menggepulkan asapnya. di rumah sakit meski sudah dilarang dg tegas tetap saja tidak dihiraukan

    • 6 March 2014 at 22:27

      Ugh, di ruang berAC masih merokok? Tanda mereka kurang punya kapasitas otak yg mumpuni. 😦

  28. 14 November 2013 at 07:49

    mungkin harus ditaroh asbak yang berdiri itu biar pada buang puntung pada tempatnya. sayang pajangan buat memperindah ruangan malah jadi jelek. btw hepi ngeblog again sop. 😀

    • 6 March 2014 at 22:26

      Hiks… Saya baru posting lagi sekarang, Mas Ilham…. 😦

  29. 16 November 2013 at 05:09

    Wah, d’siapkn asbak adja 🙂 repot jga ya. Kasiang si tanaman diam tanpa kata

    • 6 March 2014 at 22:23

      Jikalau tanaman bisa bicara…

  30. 60 elsayellowlife
    19 November 2013 at 16:50

    aku juga sering menemui hal semacam itu
    bahkan pot bunga besar di depan rumahku dijadikan tempat sampah oleh orang orang yang tidak tahu diri
    padahal jelas jelas itu pot bunga dan ada tanaman bunganya!!

    • 6 March 2014 at 22:20

      Wow…. Itu orang2 yg membuang sampah di sana keterlaluan sekali. Kampungan. Patut dikasihani karena kapasitas otak mereka tidak mumpuni. 😦

  31. 21 November 2013 at 14:57

    Saya gak bisa lho bau asap rokok…apalagi kalau habis makan, kepala langsung nyut2an…

    • 6 March 2014 at 22:19

      Habis makan enaknya minum kopi. :mrgreen:

      • 7 March 2014 at 10:58

        Wo ho ho…
        kok tahu sih??
        Aku gitu lho….

        • 7 March 2014 at 11:31

          Iya deh, Mbak Hani gitu lho. 😀

  32. 23 November 2013 at 05:34

    Tanaman yang malang… 😦
    Tapi kagum sama ide ‘kalau gak ada tempat sampah puntung rokoknya ditaruh di saku baju’. Sayang susah sih kalo perokok mikir kesana…

    • 6 March 2014 at 22:18

      Dan perokok akan semakin merugi karena setiap habis merokok mereka harus membeli kemeja atau kaos baru. 😆

  33. 23 November 2013 at 20:44

    jadi, apa perlu menyiapkan asbak di setiap sudut. jangankan puntung rokok ya, karena sama halnya dengan sampah…;__;

    • 6 March 2014 at 22:17

      Puntung rokok termasuk sampah. Dan itu harus dibersihkan. 😎

  34. 25 November 2013 at 10:47

    haloo mas asop.. lama ga berkunjung, masih inget ga ya? 😀
    duh paling ga suka liat puntung rokok kayak gitu dimana-mana >,<

    • 6 March 2014 at 22:16

      Hmmm ingat dong, karena udah liat lagi ke blog kamu. Huahahaha 😆

  35. 72 Tina Latief
    28 November 2013 at 13:41

    lain kali harus ada kotak dengan sistem mirip toilet. Diguyur langsung hilang, jadi mereka yg membuat puntungnya sembarangan bisa langsung ilang..

    • 6 March 2014 at 22:14

      Wow. That’s an impressive tool if we really have one.

  36. 29 November 2013 at 07:41

    hahaha.. itu masih belum seberapa bro..
    teman saya kalau lagi main malah seenaknya aja masukin puntung ke gelas tempat minum

    • 6 March 2014 at 22:13

      …..ugh itu juga gak kalah menjijikkan bagi saya. 😦

  37. 2 December 2013 at 13:33

    bisa jadi ide bikin asbak portable nich… 😛

  38. 14 December 2013 at 08:24

    untung saya bukan perokok aktif sop. jangan sampai deh anak cucu kita merokok, dimulai ngasih contoh dari kita aja ya

    • 6 March 2014 at 18:42

      Iya mas, jangan sampe keturunan kita jadi perokok aktif…. 😥

  39. 16 December 2013 at 12:29

    bukan masalah tingkat pendidikan sepertinya Sop, tp masalah kepedulian bisa dikategorikan masalah moral gag ya? 😦

    • 6 March 2014 at 18:38

      Iyap. Masalah moral nih, bener katamu. 😦

  40. 18 December 2013 at 05:36

    Haha.. Perokok kayak gitu emang bikin gemesin tau.. 😛
    Aku jg pernah kok.. pas lagi duduk di taman, ada orang lagi jalan sambil ngerokok.. Trs setelah itu rokoknya malah dibuang ke tanaman yg ada disitu.. Asapnya pun masih nyala.. 😛 Heeh..

    • 6 March 2014 at 18:36

      Haduh, iya ya. Mereka itu. Sudah merokok, sikapnya juga buruk. 😦

  41. 2 January 2014 at 21:19

    buset, kasian bener itu taneman diperkosa rame 😦
    mending disuru emut aja rokoknya lah

    • 6 March 2014 at 18:35

      Puntung dan asapnya ditelen si perokok ya… 😆

  42. 9 January 2014 at 22:09

    halu bang asop, masih hiatus kah? perokok itu cuman 1 obatnya, kudu dirukyah.. haha

    • 6 March 2014 at 18:32

      Heeeei lama gak main ke blogmu. 😀 malu nih saya lama banget hiatusnya. Gak update banyak alasan. 😛

  43. 12 January 2014 at 08:18

    sop, sop .. jangankan pot tanaman, di musium gajah (nasional) saya liat ada yang buang puntung sama sampah di gentong bersejarah 😦

    • 6 March 2014 at 18:10

      Wah itu kurang ajar sekali. 😡

  44. 16 January 2014 at 07:23

    itulah masyarakat Indonesia…
    mampu menempatkan segala sesuatu mempunyai fungsi yang lebih….
    😛

    • 6 March 2014 at 18:10

      Fungsi lebih tapi tidak berdaya guna. 😆

  45. 18 February 2014 at 05:57

    perokok emang gitu mas. kalo udah ada sangkut pautnya sama rokok, mereka jadi egois dan gak peduli sekitar. ya, nggak semuanya begitu sih, tapi sebagian besar.

    • 6 March 2014 at 17:51

      Mayoritas, iya memang begitu. 😦

  46. 20 February 2014 at 12:11

    Susah banget ngilangin kebiasan tersebut 😀

  47. 5 March 2014 at 07:43

    menurut saya pendidikan Indonesia itu lebih condong menciptakan orang-orang yang memiliki intelektualitas (IQ) tinggi dibandingkan dengan kepekaan emosional (EQ) tinggi jadi outputnya seperti masyarakat yang kita lihat saat ini. Contoh kecilnya seperti apa yang diceritakan diatas, walaupun pendidikan tinggi tapi perilakunya tidak menjadi contoh. Semoga masyarakat Indonesia menjadi leih dewasa lagi dan sistem pendidikannya menjadi lebih baik seperti Finlandia, Jepang, Kuba, dll.

    • 6 March 2014 at 17:39

      Iya sih memang ya, tingginya tingkat pendidikan nggak menentukan behavior orang ya. :mrgreen:

  48. 20 April 2014 at 20:32

    Mestinya pabrik rokok ngasih tambahan peringatan “JANGAN BUANG PUNTUNG ROKOK KE POT BUNGA”.

    • 19 November 2015 at 11:39

      Itu terlalu detail hahahaha tapi boleh juga 😀

  49. 31 October 2014 at 10:25

    Mulai keder keknya …gak bisa bedain mana asbak mana pot tanaman. Kebanyakan nikotin kali tuch otaknya

    • 19 November 2015 at 11:35

      Bisa jadi demikian hahahaha 😆


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s


Si Empunya Blog

Siapa saya? Monggo lihat halaman "Tentang Saia..." di atas. Tinggal klik! Mau meninggalkan jejak? Monggo klik halaman "Tinggalkan jejak..." di atas. Jangan lupa, nikmatilah hidup ini. ^_^

Hubungi saya di jejaring sosial

Kadang-kadang di blog ini saya menggunakan emoticon Parampaa. Silakan datang ke blog Bang Ova di sini. Dapatkan emoticon-nya di sini. HAJAR!!

Masukkan e-mail Anda di sini kalo mau dapet pemberitahuan postingan baru saya via e-mail

Join 972 other followers

Powered by FeedBurner

Saya sedang membaca ini


Tulisan Saya Berdasarkan Bulan

Arsip Tulisan

Ups, maap, kalau mau melihat arsip semua tulisan saya, lihat halaman di atas ya, yang "Arsip Tulisan" itu lho....

TIPS!

Kalo tulisan di blog saia ini terlalu kecil, monggo diperbesar. Untuk pengguna windows, tahan [Ctrl] sambil di-scroll mouse tengah. Untuk pengguna Mac, tahan [Cmd] dan tekan [+] atau [-].

Ga nyambung sih ini, bukan promosi, tapi kalo mau browser Safari, donlot di sini.

Blogroll: By Name


Abed Saragih "disave" |
Abi Harestya dan Bidadarinya |
Abu Aufa |
Abu Bakar "Bchree" |
Abu Ghalib |
Achmad Edi Goenawan |
Achoey El Harris |
Ade Kurniawati |
Adi Surya Pamungkas "bacelzone" |
Fan Adie Keputran |
Adya Ari Respati "abstractdoodle" |
Afra Afifah |
Ageng Indra |
Agry Pramita |
Agung Budidoyo |
Agung Firmansyah |
Agung Hasyim |
Agung Rangga "Popnote" |
Agung Yansusan Sudarwin |
Agustantyono |
Agyl Ardi Rahmadi |
Ahmad Musyrifin |
Akhmad Fauzi |
Alfi Syukrina |
Alid Abdul |
An Fatwa "Siho" |
Andi Nugraha |
Andi Sakab |
Andhika |
Andreas A. Marwadi |
Andrew Paladie |
Andrik Prastiyono |
Andyan |
Angga "SERBA BEBAS" |
Angga Dwinovantyo |
Anies Anggara |
Anindita |
Anistri |
Anita Rosalina |
Anto "Kaget" |
Anyes Fransisca |
Are 3DRumah |
Ari Artanto "Cah Gaul" |
Ari Muhardian "Tunsa" |
Ariana Yunita |
Arief Hartawan |
Arif "Bangkoor" Kurnia |
Arif Nurrahman |
Arif Sudharno Putro |
Ariyanti "Sauskecap" |
Arnolegsa Maupasha |
Arundati R.A. |
Aruni Yasmin Azizah |
Aryes Novianto |
Asep Saiba |
Asrul Sani |
Atha "kepompong" |
Aul Howler |
Awalul Hanafiyah "Masyhury" |
Baha Andes |
Baiq Fevy Wahyulana |
Bernadine Hendrietta |
Betania G. Rusmayasari |
Big Zaman |
Budi Nurhikmat |
Budi Prastyo "Kimbut" |
Calvin Sidjaja "Republik Babi" |
Cempaka Ariyanti |
Chocky Sihombing |
Citra "ceetrul" Hapsari |
Dadi Huang |
Danar Astuti Dewirini |
Daniel Hendrianto |
Daniel Maulana |
Deady Rizky |
Dede A. Hidayat |
Deny Marisa |
Depriyansyah Ramadhan "Iamcahbagus" |
Desita Hanafiah |
Destiana |
Desy Arista Y. |
Dewi Puspitasari |
Dewisri Sudjia "Desudija-DSK" |
Dhanika Budhi |
Dhewi Buana |
Dhimas Nugraha |
Didot Halim |
Dina Aprilia |
Dismas |
Ditya Pandu |
Doni Ibrahim |
Edda Nainay |
Efinda Putri |
Eko Ghesi Bardiyanto |
Elfa Silfiana |
Ella "Brokoli Keju" |
Erick Azof |
Erika Paraminda |
Erlin Fitriyanti |
Evan Ramdan |
Evet Hestara |
Fadhilatul Muharram |
Fahmi Nuriman |
Faisal Afif Alhamdi |
Faiza "MIDWIFE'S NOTES" |
Fandy Sutanto |
Fanny Azzuhra |
Fatra Duwipa |
Febe Fernita |
Felicia |
Ferry Irawan Kartasasmita "makhluk lemah" |
Fier "Pelancong Nekad" |
Fikri "Blue Zone" |
Fira "Fiya" |
Fitri Melinda |
Fitriyani |
Galih Gumilang "Gege House" |
Galuh Ristyanto |
Ghani Arasyid |
Gilang F. Pratama "Babiblog" |
Gitta Valencia |
Gugun "idebagusku.com" |
Gusti Ramli |
Hanif Ilham |
Hanny Aryunda Herman |
Hendrawan Rosyihan |
Hera Prahanisa |
Herni Bunga |
Herry "negeribocah" |
I Gede Adhitya Wisnu Wardhana |
Husfani A. Putri |
Ibnu Fajar "Ikky" |
Ilham JR |
Inge "Cyberdreamer" |
Intan Permata Kunci Marga |
Iqmal |
Irfan Andi|
Isdiyanto |
Ivan Prakasa |
Januar Nur Hidayanto "Yayanbanget" |
Jasmine Aulia |
Joko Santoso |
Joko Setiawan |
Juhayat Priatna |
Julianus Ginting |
Kang Ian . info |
Kang Ian . com |
Karina Utami Dewi |
Khalid Abdullah |
Khalifatun Nisa |
Kuchiki Rukia |
Lailaturrahmi Sienvisgirl Amitokugawa |
Lambertus Wahyu Hermawan |
Lerryant K. |
Lina Sophy |
Lucky DC |
Maghfiraa Alva |
Marchei |
Mario Sumampow |
Mas Ardi |
Mas Bair |
Mas Yudasta |
Mikhael Tobing |
Mirwanda |
Miswar Rasyid |
Mochammad AHAO |
Mohamad Husin |
Muhammad Abdul Azis |
Muhammad Hamka Ibrahim |
Muhammad Ihfazhillah |
Muhammad Riyan |
Muhammad Saiful Alam |
Muhammad Zakariah |
Nadia Fadhilah Riza |
Nanang Rusmana |
Nandini R.A. |
Necky Effendi |
Ninda Rahadi |
Nindy Ika Pratiwi |
Novina Erwiningsih |
Nur Azizah |
Nuri |
Perwira Aria Saputra |
Pipin Pramudia |
Pratita Kusuma |
Puji Lestari |
Pungky "PHIA" Widhiasari |
Putri Chairina |
Qori Qonita |
Radinal Maruddani |
Rahad Adjarsusilo |
Rahmat Hidayat |
Randi Rahmat |
Rasyida |
Regina |
Reisha Humaira |
Rie "Cerita Rie" |
Richie Lanover |
Rif'atul Mahmudah |
Rina Sari |
Rini Andriani "Athamiri" |
Riza Saputra |
Rizki "Hitam Putih Jingga" |
Rizki Akbar Maulana |
Ronie "Ravaelz" |
Rowman |
Rudi Wahyudi |
Ruri Octaviani |
Saipuddin Ar |
Septirani Chairunnisa Kamal |
Shafiqah Adia Treest |
Silvi Mustikawati |
Surya "Javanes" Pradhana |
Tasya Myanti |
Thyar |
Tiffany Victoria "Tiffa" |
T I W I |
Tony Koes "Macsize" |
Triana Frida Astary |
Triyani Fajriutami |
Uka Fahrurosid |
Ummu El Nurien</a. |
Upik "Pemburu Konstruksi Makna" |
Wahyu Asyari Muntaha |
Wahyu Nurudin |
Wahyu Putra Perdana |
Wendy Achmmad |
Widyan Fakhrul Arifin |
Wien Wisma |
Wildan Lazuardi |
Wiwin Siswanty |
Wiwing Fathonah Pratiwi |
Yori Yuliandra |
Yuli Anggeraini |
Zuli Taufik |

I’m a Liverpudlian!



%d bloggers like this: