Tentang Puasa, Menu Berbuka, dan Salah Kaprah

Tadi, hari sabtu (13/8) ini (oh, sudah kemarin ya, sekarang tengah malam hari minggu), saya mencoba menu yang tidak biasa. Sekali-kali, saya ingin yang berbeda.

Menu kamu untuk berbuka puasa apa saja, Sop?

Saya berbuka dengan satu buah apel, tiga butir kurma, dan segelas air putih. Karena tadi saya baru saja lari sore, saya minum minuman sari kelapa pengganti ion tubuh. *ingat, ini bukan promosi*

air putih, apel, dan minuman elektrolit

Saya nggak suka Pocari Sweat, lebih enak Fatigon Hydro

Kalau orang lain (dan mungkin narablog sekalian) suka berbuka puasa dengan yang manis-manis (teh manis, kolak ubi, kolak pisang), saya cukup dengan buah. Saya tidak mau minum atau makan pertama berbuka yang terlalu manis, atau dengan kata lain yang mengandung gula pasir atau gula merah.

buah kurma

Kurmanya kering…

Tampaknya “berbuka dengan yang manis” itu salah kaprah…

Sekalian saya ingin sedikit berbagi informasi, bahwa tampaknya berbuka dengan yang manis itu salah kaprah. Saya menyaksikan penjelasan seorang dokter sekaligus ahli gizi di sebuah stasiun televisi, ia menjelaskan bahwa jika tubuh mengonsumsi banyak gula ketika kandungan gula dalam darah amat rendah (terjadi ketika waktu menjelang berbuka), kadar gula darah akan langsung melonjak naik. Ini tidak baik. Tubuh bisa terasa lemas. *apalagi kalau digabung dengan makanan atau minuman dingin… lengkap deh nggak sehatnya*

Penjelasan belum selesai sampai di situ saja. Kalau dilihat dari Glycemic Index (GI), ada penjelasan lagi.  Bisa dibilang, GI adalah laju perubahan makanan untuk diubah menjadi gula dalam tubuh (BSJSS). Nah, semakin tinggi GI dalam makanan, makin cepat makanan itu dirubah menjadi gula. Artinya, tubuh semakin cepat pula menghasilkan respons insulin. Sedangkan, kalau respons insulin tubuh meninggi, tubuh akan menimbun lemak. 😀

Nah, kita puasa pasti perut kosong seharian, ‘kan? Kalau begitu berbuka langsung makan makanan dengan GI tinggi, respons insulin dalam tubuh bakal langsung melonjak. Tubuh akan sangat cepat menimbun lemak. 😀

Hehe… barangkali itulah penyebab sebagian orang yang bobot badannya malah bertambah di bulan puasa. :mrgreen:  *apalagi bagi yang mudah gemuk*

Jadi benar ya, paling baik itu makan buah…

Masih dari tayangan televisi yang sama, paling baik berbuka itu dengan buah. Mau makan langsung atau di-jus, sama-sama baik. Buah-buahan itu Glycemic Index-nya rendah. Nggak bakal menggemuk, deh, kalau makan buah. 😀 Selain itu, makanan dengan GI rendah melepaskan glukosa lebih lambat dan stabil, sehingga pengubahan glukosa untuk dijadikan energi stabil juga. Artinya, kita akan merasa kenyang lebih lama, alias nggak laper-laper. 😆

Lagipula, nutrisi dan vitamin dari buah akan sangat bermanfaat sekali ketimbang kalau kita berbuka dengan teh manis, kolak, atau makanan/minuman manis yang lain.

Kamu nggak suka kolak, Sop?

Bukannya saya tidak suka dan tidak pernah memakan kolak. Jika disajikan itu atau jika diberi, saya tetap memakannya. Hanya saja, saya tidak meminum air kolak-nya. Saya hanya menyendok dan memakan buah pisang atau ubi-nya saja. 😀  Ubi itu GI-nya lumayan rendah lho, masuk taraf medium (nggak rendah dan nggak tinggi). 🙂

Lalu, Apa yang berbeda dari menu kamu itu, Sop?

Perbedaan hanya ada di minuman pengganti ion tubuh, sih. :mrgreen: Karena tadi (13/8) saya habis olahraga lumayan berat, jadi saya minum itu. Hari biasa sih, nggak. 😀

Oke lah, sebagai penutup, Sop…

Bagi kita yang ingin sehat dalam berpuasa, memang harus menjaga makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh. Jangan mau terseret arus gaya hidup zaman sekarang. 🙂

Pola makan yang baik dalam berbuka itu ada beberapa “aliran”. Seperti yang di-sunnah-kan Rasulullah SAW, berbuka cukup dengan kurma dan air putih. Setelah itu sholat maghrib dulu, setelah selesai, baru makan besar. Ada jeda waktu sekitar 15-25 menit antara berbuka pertama kali dan makan besar.

Pola “aliran” yang lain mengatakan bahwa untuk berbuka cukup dengan air putih saja, tanpa kurma. 😀 Pola setelahnya sih sama saja, makan besar setelah  sholat maghrib. 😉

Kalau saat sholat tarawih kita mengantuk, sebabnya bisa ada dua. (1)Kalau bukan karena kita makan terlalu banyak (berlebihan) saat makan besar, ya (2)kita makan makanan yang terlalu manis saat berbuka. 🙂

*****

Apa menu berbuka puasa narablog sekalian?

——————————————————————————————————————————————————–———-

Semua gambar adalah hasil jepretan sendiri. Seluruh terbitan ini beserta gambar-gambarnya sangat dilindungi, jadi sertakan alamat tautan dan nama pemilik blog jika ingin menggunakan sebagian ataupun seluruh bagian terbitan ini.

212 Comments

  1. Wah pantesan aku malah makin kurus ya sop. wong aku gak pernah makan yg manis saat berbuka kok. gak ada kebiasaan di rumah aku makan yg manis soalnya. klo makan terlalu manis aku malah mual

    Reply

    1. ….Tidak mungkin. Kalau manusia normal, nggak mungkin gak ngerasa lapar saat puasa. 😆

      Hanya saja, karena kita keasikan dengan aktivitas dan kerjaan, lapar yang seharusnya tidak terlalu terasa. Begitu… 🙂

      Makanya, paling asyik puasa itu sambil terus bekerja. 😀

      Reply

  2. Wah.. kalau saya mah karena memang sedang masa penggemukkan, jadi makannya (sama mbak-mbak) yang manis. Tapi ternyata teuteup saja, gak gemuk gemuk dan masih juga lahap buat makan lagi hahaha.. 😆

    Reply

  3. selama ini setiap berbuka ya cuma air mineral dingin, ga suka sih sama yg manis2 😀
    dan khusus tahun ini, menyengajakan tidak memasak/menyediakan makanan khas berbuka, dicukupkan dengan makanan besar saja:D
    agak aneh sih, ga berasa lagi puasa di bulan Ramadhan hehehe

    eh minuman itu, emangnya berkhasiat sop? pernah nyobain dan suka, cuma takut doyan hahaha

    Reply

    1. Hmmmm selama Mbak nggak langsung makan besar pas berbuka, tak masalah. 😀

      Ingat ya Mbak, jangan langsung makan besar (nasi dan lauk pauk) pas berbuka. Beri waktu 20 menit dari awal berbuka supaya lambung siap mengolah makanan. Gak baik kalo kita langsung makan besar pas berbuka.

      Reply

  4. tambahan lagi mas, pas taraweh kok ngantug, bisa juga karena imamnya sudah “terlalu tua” sehingga bacaannya gak begitu jelas dan panjang pula ayat yang dipilih… *just kidding*

    yups…, disunahkan untuk berbuka dengan kurma dan air putih. karena kurma itu manis, ada sebagian yang mengartikan bahwa berbuka dengan yang manis2, tanpa memperhatikan apa saja kandungan di dalam kurma itu. terleih lagi hal ini dipelintir oleh sebagian pengusaha kita untuk memasarkan produknya yang manis2 tersebut, sehingga makin parah lah kekeliruan yang diterima masyarakat kita.

    Reply

    1. Lho, sebenarnya ya, kurma itu gak manis. 😀
      Manis sih manis, tapi manisnya buah dan manisnya gula pasir jelas beda. Lebih sehat gula buah (fruktosa) ketimbang gula glukosa. 🙂

      Reply

  5. Hehe.. berarti banyak yang salah paham ya selama ini… 😀
    Tapi kebiasaan di rumahku sih apa aja ada diatas meja. Dari kurma, kue manis, gurih, sampai buah juga ada 🙂

    Reply

  6. lebih enak dogan aslinya lho kang, maknyus tenan kalo buka puasa pake kelapa muda. hadeeeh baru mulai puasa kok malah ngebahas menu buka puasa. #godaan godaan

    Reply

  7. ane biasanya langsung makan kurma ,teh atau kadang air ,dilanjut makan besar. .
    cos biasanya kalo pake shalat magrib dlu,ane kepikiran makanan . .jadi ga konsen alhasil makruh harus makan dahulu kalo gtu . .
    tapi ane pengen nerapin makan kurma + air + roti ..
    abis terawih baru makan..
    pengen cba aja wkwkw ..
    oye sop . .minuman entee itu (ga sebut merk)
    mending diganti dengna kelapa muda asli .. cos ada kandungan2 kimia. .ane uda takut,abis taw tetangganya bibi ane harus cuci darah bolak balik gara2 suka minum2 minuman instan .. 😦

    Reply

    1. Tapi, bukannya Fatigon Hydro itu air kelapa alami, ya?
      Kalau Pocari Sweat, saya masih percaya. 😆

      Iya juga, Bang, saya juga lebih suka kalau air kelapa segar… 😳

      Reply

  8. saya makan besarnya baru habis tarawih, biasanya habis maghrib ngemil gitu..
    soalnya kalau makannya sebelum tarawih, dijamin deh bakal teler gara-gara kekenyangan.. hehehe

    Reply

    1. Nah, itu bisa saja.
      Tapi, saya gak ngantuk tuh, pas tarawih padahal makan besar sebelumnya. Kalo ngantuk, porsi makan Amel kebanyakan. 🙂

      Reply

      1. iih, asop tau aja :malu
        soalnya kalau makan besar habis maghrib, perutnya masih ngerasa laper, jadi tambah terus
        nah kalau makan habis isya, perutnya udah mencerna cemil2an yang tadi, jadi udah agak kenyang dikit,
        jadi porsinya berkurang…
        hehehe

        Reply

        1. Hah? Tunggu. Kok sepertinya terbalik ya? 😀

          Kalo makan besarnya habis sholat maghrib, seharusnya kenyang dong. Apa yang menyebabkan Amel kurang kenyang? 😆 Apa… jangan2…memang porsinya yang kurang? Wah wah… 😛

          Lalu, perihal makan habis tarawih atau isya’, itu yang dimaksud “cemilan” yang mana ya? Makanan yang kapan? 😀

          Reply

    2. wah, sama kaya Amel tu Mas. saya juga makan besar abis tarawih. habisnya (kalau menurut saya), saya ini tipe lambung kecil. jadi minum sedikit, makan gorengan dua buah aja udah kenyang.

      Reply

      1. Hmmm kalo bisa jangan gorengan deh… 😐
        Kalo buat saya, itu menyeramkan…. gorengan yang seperti ubi, pisang, dan cireng itu, ‘kan? 🙄

        Reply

  9. Buka puasa? Saya biasanya malah pakai es teh… plus mie ayam. *gubrak* malah makin tidak jelas ya… 😛

    Hehe, tapi disesuaikan juga. Kadang-kadang pakai buah, terus sering juga pakai kolak seperti Mas Asop, tapi sudah lama sekali tidak berbuka pakai kurma 😦 Susah soalnya nyari kurma yang bener-bener bagus di sini, hehe.

    Reply

    1. Waduh, jangan pakai es teh dong… Minuman dingin utk berbuka itu gak baik, bisa bikin lemas… apalagi kalo teh manis pakai gula, lengkap deh gak sehatnya… 😐

      Ngomong2, ciri kurma yang bagus itu kayak apa ya? 😀

      Reply

  10. Waduh,, tapi saya makan dgn apa adanya saja. Gak pernah mikir pingin makan ini itu..
    Dan anehnya kok sekarang prosi makan saya makin sedikit ya, gak tahu kok cepet banget kenyangnya. Biasanya kalo puasa gitu kan kita bisa makan sampe 2x lipat. hihi… 😆

    Reply

    1. Nah, bagus begitu, Mas Masyhury, memang bulan puasa itu jangan sampai makanan kita bertambah banyak. Harusnya sama saja dengan hari-hari biasa. 🙂
      Hanya saja bedanya, waktu makan saja yang berubah. 🙂

      Reply

  11. lbh sering, saya cuma buka dgn segelas teh or air putih. lalu makan deh. klo sup buah beli pas lg pengen banget or diaksi tetangga 🙂

    Reply

    1. Sup buahnya jangan pakai susu kental manis, sirup atau gula, lho Mas. 😀
      Mending beli jus atau sari buah aja. 😛

      Dan, lebih baik beri jeda waktu dari saat berbuka pertama kali dan makan besar.

      Reply

      1. betul,sudah pake jeda kok. ntah kenapa puasa kali ini napsu makan saya tak seperti dulu, he3. karna timbunan daging dan lemak masih already stock 😀

        Reply

  12. betul sekali kang,,,,
    malahan kalo kata ustad di salman, makan besar setelah berbuka itu ntar aja pas abis tarawih… tpi kagak cocok cara itu ma saya yang notabene skit maagh… akhirnya saya cma memberi jeda shalat magrib+tilawah baru deh makan besar tapi tak berlebihan… 😀
    terimakasih telah berbagi…

    Reply

  13. aduh, jadi takut berbuka sama kue nih.. solanya udah kebiasaan berbuka dengan cake atau kue manis .. kalo ndak gitu minuman yang juga manis-manis..
    ampun dah kalo tahu yang seperti ini..

    Reply

  14. kalau aku begini gimana, sop? makan dari yang ringan dulu. minum air. makan snack atau roti atau buah terus nasi. terus kalau makan usahakan nggak penuh. kan kita bisa ngerasa toh perut kita penuh atau belum?
    emang kalau belum penuh masih laper, tapi kita kan harus mikirin tarawih 23 rakaat jadi biar nggak limbung waktu sholat tarawih. betul nggak?

    Reply

    1. Hmmmm yang ideal sudah saya tulis di atas ya, di akhir posting-an. 🙂

      Minum air putih pas berbuka? Itu bagus sekali. Airnya jangan yang dingin ya. Selama puasa, bisa dibilang organ pencernaan kita dalam keadaan panas. Kalau dikasih dingin, bisa lemas tubuh kita. Saran saya, setelah minum air lebih baik makan buah, jangan roti. Roti itu bukan karbohidrat kompleks, tapi karbohidrat simpel, sama seperti nasi. Jadi, meski makan roti tanpa gula (roti tawar), Indeks Glikemik roti itu tinggi, dan efeknya seperti yang saya jelaskan di atas.

      Berhubung saya sholat hanya 11 rakaat, jadi saya pikir memang benar, butuh energi lebih banyak kalau ingin sholat 23 rakaat. Jadi, benar kata Wahyu, makan besar sebelum tarawih jangan kenyang-kenyang. Saran saya, bawa saja air minum atau jus buah dalam botol ke masjid. Pasti boleh lah. Minum saat jeda dua atau empat rakaat. 🙂

      Reply

    1. Boleh. Asal jangan makan atau minum yang bergula pasir ya.

      Kalo menunya kolak, makan aja pisangnya. Kalo menunya kacang hijau, makan aja kacang hijaunya, jangan minum airnya. 🙂

      Reply

  15. “kan? Kalau begitu berbuka langsung makan makanan dengan GI tinggi, respons insulin dalam tubuh bakal langsung melonjak. Tubuh akan sangat cepat menimbun lemak. ”

    OKE SOP, dicatet… that means, starting from today, es blewah dan es kelapa (yg dikasih air gula, tanpa sirup) sebaiknya dimakan belakangan aja.

    biasanya sih aku:
    kurma dulu (krn suami maunya berbuka dgn makanan segar yg blm tersentuh api kompor), lanjut air putih/zam-zam jika ada. barulah es blewah/kelapa muda. sholat maghrib, baru deh makan nasi 😀

    dilanjut nyemal-nyemil coklat dan eskrim (jika ada, hehe…..) s.d sebelum tidur 😀

    Reply

    1. Tapi, Mbak Tyk, kalau hanya makan blewah dan airnya atau kelapa dan airnya aja, tanpa gula dan sirup, itu sehat. 😀
      Bukannya air kelapa aja udah seger ya, Mbak? Jangan pakai sirup atau gula lagi.

      Reply

  16. btw, kurma MEDJOOL sudah pernah nyobain? buat yang aslinya gak doyan kurma (kyk aku gini, coz gak tahan sama manisnya) kurma Medjool ini pas banget rasanya deh. top! gak terlalu manis tapi empuuukk…… walo mahal-nya itu loh yg kagak nahan 😦

    Reply

    1. Wahahaha saya gak paham tentang perkurmaan, Mbak. 😆
      Saya pribadi lebih suka makan kurma yang permukaannya kering. Saya nggak suka makan kurma yang benyek. 🙂

      Reply

  17. oooh gitu ya, berarti bener juga selama ini kebiasaan di rumah nggak langsung makan besar
    eh mas ini anak ITB dari SMA 5 toh? salam kenal mas, saya juga 🙂

    Reply

  18. High GI *ala iklan* 😀
    lagian buah banyak airnya ya 😀 sahur minum jusnya buka makan buahnya, lagian ak gg suka kurma, kolak juga kurang suka, terlalu manis >.< tapi minumnya tetep teh manis 😀

    Reply

  19. memang makanan yang manis bagus untuk memulihkan kondisi tubuh setelah puasa, tapi secukupnya saja..

    disarankan memang lebih baik berbuka dengan kurma dan air putih, bahkan Rasulullah pun mencontohkannya begitu. Setuju deh.. 😀

    Reply

  20. Sebagai manusia yang menyukai penghematan, saya biasa berbuka di masjid.
    Dan hampir dapat dipastikan bahwa ta’jil yang disediakan di masjid adalah makanan manis.
    Jadi, apakah besok saya harus berbuka dengan air keran masjid saja ya? 🙂

    Btw, nice info

    Reply

    1. Masa’ sih di masjid gak ada air putihnya?? 😐
      Atau, teh tawar, begitu? 😐 Jangan pakai es. Kasihan lambungmu. 😦

      Gimana kalau mencontoh gaya saya. SIlakan makan kolak ato apapun itu, hanya makan pisang, uni, atau kolang-kalingnya aja. Jangan minum airnya. Biasanya gula ada di kuahnya, ‘kan? 😀

      Reply

  21. tapi habis makan buah itu makan biasa kan?? hehehe 🙂 Kalo engga, ngga kebayang deh gimana laparnya 😛

    Makan buah itu memang penting ya, bagus untuk tubuh. Harus dibiasakan nih 🙂

    Reply

  22. eh bener banget lho. setuju banget klo ada yg bilang sebaiknya buka puasa itu lebih baik jgn pake kolak.
    karena kolak itu yaa terlalu manis, apalgi campur santan dsb tersebut.

    sebenernya pake kurma itu bagus, tp klo makan lebih dari 2 biji kayaknya dah kenyang, dan jd males makan yg berat-berat.
    oh ya, fatigon hydro enak ya? duuh, gw belum pernah nyobain >.<

    Reply

    1. Nah, ada yang sepakat ama saya. 😳

      Ternyata benar ya, kurma itu banyak serat. Buktinya, makan sedikit kurma aja udah kenyang. Bagus, jadi bisa langsung sholat maghrib, dan makan besarnya nanti. 🙂

      Buat saya sih enak banget, habis rasa kelapa. :mrgreen:

      Reply

  23. ahli gizi juga to kang asop ini… 🙂
    lalu bagaimana dengan kebutuhan kita akan kadar gula yang rendah sehabis puasa?? tentu ga bisa diabaikan juga kan? apa enaknya makan yang manis2nya abis traweh ja biar ga drastis kenaikan kadar gula akibat buka yang manis2?

    Reply

    1. Saya hanya mencoba membantu memperbaiki ke-salahkaprah-an di masyarakat. 😀

      Begini. Dalam buah itu ada namanya fruktosa, zat gula yang berfungsi sama seperti glukosa pada gula biasa. Fruktosa itu lebih baik ketimbang glukosa, karena setahu saya, fruktosa itu ber-GI rendah. Jadi, seperti yang saya jelaskan di atas, dengan GI rendah, pengubahan zat gula ini ke energi lebih stabil ketimbang gula dengan GI tinggi seperti glukosa dan maltosa. 🙂

      Saya malah tidak menyarankan makan yang manis-manis saat selesai tarawih. 😆 Kalo kita makan yang manis2 habis tarawih, buat apa? Toh energi sudah terisi sebelum tarawih, karena kita telah makan besar. 😉

      Saya menyarankan, saat berbuka konsumsilah makanan yang ber-GI tinggi. Contohnya, buah, kacang-kacangan, gandum, dan segala makanan yang mengandung fruktosa. 🙂 Atau gini deh, makanan atau minuman yang karbohidratnya rendah. Jadi, roti biasa dan nasi putih itu terlarang. 😀

      Kalau mau makan nasi atau roti, tunggu hingga 20 menit dari berbuka. Gampang, ‘kan?

      Reply

  24. kalo gak pake air gula, lak kuwi jenenge : blewah….
    Bukan es blewah 😛

    Aku suka yg manis2 sih sop…
    Kenikmatan bgt deh air dari es kelapa ato es blewah itu, hmmmm..
    Sueger 😛

    Reply

    1. Oh yo wis lah, Mbak, kalo gitu blewah. 😀

      Hmmmm gini aja Mbak, silakan minum es blewah (dengan gula dan sirup itu) TAPI saat makan besar, sekitar 20-30 menit setelah berbuka. Jangan makan es blewah langsung pas buka. 🙂

      Reply

    1. Iya sih… harus diakui, godaan nafsu makan sangat besar, jadi makanan manis sangat merangsang… 😐

      Tapi… yah, kalo mau sehat harus ada pengorbanan. :mrgreen:

      Reply

  25. Mungkin yag dimaksud yang manis-manis iu bukan gula 1/4 kilo, atau sirup yang gak dicampur air, atau juga minum madu sebotol tapi cukup bebrapa butir kurma seperti yang di sunnahkan oleh Nabi. Selain itu, hm …….. cewek manis juga boleh. :mrgreen:

    Salam hangat serta jabat erat selalu dari Tabanan

    Reply

  26. ngomongin makan minuman sehat, apa minuman pengganti ion tubuh yang diatas juga sehat ya? 😆
    tambah bagus-bagus y fotonya. saya masih heran sama bang asop ini, satu bulan berapa posting sih? kuliahnya sudah kelar ya? PR yang kemaren dikasih, saya juga belum buat tuh.. sibuk kuliah 😦

    Reply

    1. Soal minuman pengganti ion tubuh, saya gak minum tiap hari kok. Kalo cuman habis olahraga berat aja saya minum, dan seminggu hanya 2 kali. 😀

      Sebenarnya memang lebih baik minum sari kelapa alami sih. Jauh lebih baik. 🙂

      Reply

  27. puasa taun lalu, hampir tiap hari saya buka puasa dengan makanan minuman yang manis-manis yang banyak mengandung gula. Hasilnya, selesai lebaran saya sukses menimbun lemak tambahan seberat 5 kilo… 😛

    rasanya berbuka dengan makanan dan minuman manis udah jadi kebiasaan di Indonesia..,
    kalau kita lihat kebiasaan orang-orang timur tengah sana, ternyata memang buka puasa itu ya baiknya makan buah, misalnya kurma, pisang, apel

    Reply

    1. Itu betul, buah pisang, apel, pir, bagus banget buat nambah energi secara cepat, tapi ga bikin gemuk. 🙂

      Yah, kalo mau sehat, kita memang harus bisa melawan arus. 😀

      Reply

  28. di cina, kaum muslimnya malah berbuka dengan makanan sejenis asinan :mrgreen: saya dulu waktu buka puasa di madinah (umroh dibulan puasa) buka puasanya dengan yoghurt tawar (asem), teh tawar dan roti khas timur tengah yang sama sekali enggak manis …. mana waktu mau ke masjid di paksa lagi menerima makanan itu 😥 soalnya di bulan puasa banyak orang kaya nyumbang makanan dan mereka mau kita menerimanya …

    Reply

    1. Tuh ‘kan, barangkali asinan itu bisa memberi tubuh energi secara cepat. 😀

      Wah… ternyata begitu ya di arab saya…. 😀

      Reply

  29. pada ramadhan kali ini, seringnya saya mulai berbuka puasa dengan air putih hangat, makanan lain menyusul kemudian, saya rasa seperti ini membuat saya lebih nyaman … 🙂

    Reply

  30. Baru tau kalau salah kaprah,,tapi hubungannya dengan hdist nabi itu gimana Mas, yang menyuruh kita agar berbuka dengan yang manis²..hehehehe

    Reply

    1. Mas Sofyan, mohon jangan salah sangka. Hadits-nya sendiri ‘kan menyuruh kita buka dengan kurma. Ingat, kurma. Kurma jangan disamakan dengan yang manis-manis dari gula. Kurma itu seratnya tinggi lho, dan nutrisinya banyak. Lagipula, rasa manis dari buah jangan disamakan dengan rasa manis gula. Gula buah itu fruktosa, ber-GI rendah, sangat beda dengan glukosa yang ber-GI tinggi.

      Jadi, seharusnya inti yang harus kita dapatkan adalah berbuka dengan buah, bukan berbuka dengan yang manis-manis. 😛 Kalau mau sehat begitu.

      Barangkali karena kurma rasanya manis, orang2 jaman sekarang malah mengalihkannya menjadi “yang manis-manis”. Itu kurang tepat.

      Saya beri contoh buah yang bisa memberi asupan energi cepat, tapi ber-GI rendah, yaitu buah yang nggak terlalu manis, seperti pisang, apel, dan pir. 🙂

      Reply

  31. alhamdulillah saya selalu berbuka bersama di masjid. Dengan tiga biji kurma dan segelas air mineral merk “cheers” yang dari surabaya itu, hehe..
    setelah itu langsung sholat maghrib, barulah menuju tempat makan di masjid itu untuk menyantap hidangan besar “makan nasi”

    salam

    Reply

  32. Paling bagus mah buka puasa emang makan kurma dengan air putih, seperti Rasululullah. Di abdan juga langsung terasa kuat, tidak terlalu kenyang seperti ketika makan kolak, dan perut cukup tersedia untuk diisi makanan berkarbohidrat setelah sholat magrib.

    Reply

  33. wah, baru tau saya Sop, kalu yang manis buat buka juga bisa ada dampak jeleknya.
    kalo saya buka puasa teh aja, terus makan dikit, baru shalat magrib. abis magrib baru makan besar.

    Reply

  34. info yang mencerahkan mas… jadi setidaknya bisa sedikit meluruskan pola pikir yang selama ini telah tertanam dalam lingkungan kita.

    sama seperti mas Asop, menu awal berbuka saya Air Putih + Kurma tapi ga pake produk yang mejeng disebelahnya itu… heheee

    Salam kenal mas…

    Reply

  35. Sip deh!
    Emang bener… kalau makan terlalu manis…
    gula darah akan melonjak drastis…
    kurma pun nggak terlalu manis… nggak semanis makanan dengan kadar gula yg tinggi…
    so… memang gaya hidup Rasulullah itu yg paling baik utk dijadikan panutan! 😀
    selamat berpuasa Sop!

    Reply

  36. sepertinya asop mule beralih menjadi ahli gizi khusus untuk menu buka puasa, nih.. ^_^

    Seep, sop…
    tetap semangat selama ramadhan, ya !

    Reply

  37. Sama, Bung. Lebih suka **tigon Hydro. Rasanya lebih maknyus! 😀

    Tapi entah mengapa saya tidak terlalu merasakan khasiat dari minuman-minuman pengganti ion tubuh semacam itu. Karena cukuplah bagi saya dengan meminum banyak-banyak air putih secara teratur untuk tidak merasakan dehidrasi atau semacamnya.

    Reply

    1. Sama! *tos!*

      Hmmm barangkali semacam sugesti juga. 😀
      Atau mungkin dampak minuman elektrolit semacam itu tak bisa dirasakan tubuh secara langsung? ❓

      Reply

  38. hebring pisan asop ini euy, masih rajin olahraga di bulan puasa ini. salut2 ah. perihal menu pembuka. karena di kantor di sedia in nya teh manis hangat dan gorengan, jadi sikat aja yang ada. hehe. kalau buah-buahan saya lebih doyan dimakan pas sahur atau malam hari 😀

    Reply

  39. waaah informatif banget ini. nanti dipraktekin ah. beli buah aja buat buka biar pas teraweh gak kreyep2. hhi makasih infonya mas ganteeeng 😀

    Reply

  40. nabi aja berbuka puasanya dengan kurma dan air putih, manis-manis lebih sehat manis kurma atau buah, apalagi kalo saya jadi ta’jilnya cukup dipandang saja, nyiahahahahahah

    Reply

  41. Menu wajib saya, buah di blender Sop ( bukan karena tau aturannya seperti Asop, tapi karena anaknya ikut puasa, dia malas ngunyah buah, makan nasi dan lauknya juga ga begitu, tapi kalau buah di jus, dianya hayuk aja) 😀

    Reply

    1. Nggak apa2 Mbak, di-blender. Itu sangat membantu sekali bagi yang malas mengunyah. Toh kalau di-blender itu tak ada yang terbuang, jadi serat tetap termakan. Lain dengan di-jus yang memisahkan ampas dan cairannya. 🙂

      Reply

  42. Ini sponsornya Hydro ya mas? 😆
    Saya sih kok gak suka ya sama Hydro, rasanya aneh 😀
    Oh..iya, kasian itu kurmanya kering amat 😆

    Reply

  43. Alhamdulillah, kebiasaan dirumah begitu bedug maghrib, kita semua minum teh hangat Sop
    kalau ada kurma atau buah saja
    setelah sholat maghrib, baru deh makan yg agak2 berat gituh aka nasi 🙂
    salam

    Reply

  44. selama ini aku minumx pocari
    eh masa si enakan fatigon hydro ??
    Besog coba aaahhhh 🙂
    #nanggepin iklan

    Reply

  45. memang repot kalo TV dijadikan patokan, apalagi kalo pas iklan. semua yang ditawarkan selalu yang “terbaik” padahal sesungguhnya yang terbalik 👿
    berbuka dengan yang manis memang benar, tapi manisnya buah yang masih segar (asli) bukan buah yang telah dijadikan manisan.
    sekedar berbagi, dua tahun ini saya dan keluarga lebih mengutamakan jus buah sebagai menu buka puasa. dan manfaatnya luar biasa, badan terasa segar dan rasa kantuk tidak segera mengejar.

    Reply

  46. Kalau saya biasanya air putih, kecuali ada acara buka bersama dalam acara tasyakuran tetangga
    sholat magrib dan roko’an dulu plus kopi baru hajar yang lain sob

    salam dari pamekasan madura

    Reply

  47. Kalo sy pas buka biasanya minum air putih, SHalat magrib, baru makan. Sy hampir ga suka yg manis2 termasuk kurma 😦

    Penjelasan ttg berbuka dgn yg manis yg salah kaprah itu, boleh juga. Tapi namanya juga penelitian manusia kadang salah.
    Selamat berpuasa Sahabat.
    Salam sukses & Piss 🙂

    Reply

  48. sedikit memperbaiki mas Asop, Glycemic Index itu besarnya perubahan kadar gula dalam darah diukur terhadap satuan waktu, sesuai dgn jenis makanan yg dimakan. misalnya coca cola itu glycemic indexnya tinggi, karena bisa menaikkan kadar gula dalam waktu cepat dan bertahan lama. sedangkan oat gandum/buah-buahan glycemic indexnya rendah, karena hanya terjadi kenaikan sedikit kadar gula darah, lalu cepat kembali normal..
    he..he..
    😀

    Reply

    1. Okeeeeee ini dia nih komentar yang saya tunggu dan harapkaaan! 😀
      Harus ada komentar dari orang yang ahli, seorang dokter! 😀

      Makasih atas perbaikannya, Bang Tobing! 🙂

      Reply

  49. Kemarin saya berbuka dengan aqua dan kurma, di mall. Baru setelah itu gabung juga sama teman-teman di restoran…
    Berbuka dengan kurma itu enak banget…. dan cukup mengganjal kok meski hanya 3 butir.
    Tapi saya favoritnya ya teh manis panas….. biar perut gak kembung…

    Reply

  50. Baiklah Sop, hari ini saya akan mencoba berbuka puasa dengan buah. Nyoba ah, ntar aku ceritain rasanya gimana 😛

    Reply

  51. wah ta biasa berbuka puasa pake es buah, termasuk gak sehat juga ya 😦
    makanya jadi sering lemes ples ngantuk pas taraweh 😀

    Reply

  52. setuju….cocok jdi pakar giji nichhhh..heeee :), klo dlm agama makanan utk berbuka yg dihasilkan langsung dari bumi hukumnya sunah, apalagi makan buah-buahan udah sehat dapat poin lagi..^_^ tq infonya

    Reply

  53. Iya Sop, aku jg kalo buka ya pasti minum air putih dulu, kalo minum teh manis aja, biasa lgsg mual. Kalo kolak, malah aku makan biz taraweh, sebagai cemilan hahahaha… tapi makan nasi emang jadi jauh berkurang, coz aku lebih ga bs nahan haus drpd lapar, jadi pas puasa biasanya BB menurun (dikit doang sih, dan naik lg pas lebaran *ups* hihihi)

    Reply

  54. Salam Kang, wah setelah 16 hari berpuasa, kemarin beberapa kali berbuka dgn air dingin+manis, ada benernya sih…kadang buat badan lemes, Tapi kalo misalnya pake kurma yg notabene makanan manis, sepertinya kita dpt 2 manfaat setahu saya (bisa jalanin sunnah rasul sma kurma itu bisa trnyta balikin tenaga krna zat yg dikandungya). Keep bloging…

    Reply

  55. Kalau saya biasanya buka puasa pake teh hangat, beberapa gorengan (tempe & tahu), dan air putih. Biasanya saya banyak2in minum air putih pada waktu jeda antara maghrib sampai menjelang isya. Setelah taraweh, baru deh makan nasi, hehe….

    Reply

    1. Pola ini boleh juga. Tapi kalo bisa jangan makan gorengan. 😦
      Makan gorengannya habis maghrib aja deh, beri waktu 20-30 menit setelah buka pertama. 😐

      Reply

  56. haduh makin kurus tuh sop …hiks..kapan kamu mudik ?? segera atuh biar ada perbaikan menu buka puasa bersama ibu tercinta..:) dijamin cepat naik lagi Berat badannya ..:) mudik ke sby kan??

    Reply

  57. iyahh… saya akuin memang kalo buka puasa itu.. KALAP!! hahaha.. eh tapi enggak juga sih. saya kalapnya tuh sama air, apalagi yang manis…seger seger.. sruput sruput.. glek glek
    hm.. ternyata gitu tooh.. kalo menurut saya sih gak papa buka dengan yang manis, buat menaikkan kadar gula kita, tapi ya memang lah secukupnya aja. kalo saya cukup segelas teh anget manis dulu. sama sepotong kue takjil (berlebihan gak ya)??

    Reply

    1. Paling enak itu buka ama kurma, air kelapa, dan pisang satu aja. 😀
      Udah cukup itu. 😆

      Menurut saya gak masalah kamu buka dengan teh manis hangat, asal kamu yakin bahwa gula yang kamu masukkan ke dalam teh bener2 sedikit, mungkin satu sendok teh aja. 🙂
      Tapi tetap, kalo emang kamu bisa memilih dan bisa dapat buah, lebih baik makan buah aja. 😉

      Reply

  58. istilah berbukalah dengan yang manis itu tidak lebih sekedar trik marketing saja..

    btw saya juga berbuka puasa cukup dengan air putih saja..

    Reply

    1. Eits, itu yang salah hadits-nya. 😀
      Bukan “dengan yang manis” tapi “dengan kurma”. Karena kurma itu manis, orang jaman sekarang menggunakannya untuk iklan minuman mereka yang manis. 😐

      Reply

  59. saya dari dulu ga suka kolak, dan alesannya sama kayak mas : gulanya terlalu nyengat
    wah kalo uda yang namanya dihidangin kolak, pasti saya cuma makan satu dua biji pisangnya, sisanya pasti aku kasi ke sodaraku yang suka kolak tapi ga dapet (bekas ga bekas trima kok :lol:)

    Reply

  60. eh iya betul….Salman bin Amir Ad Dhabiy Ash Shahabiy ra. berkata bahwa Nabi saw. bersabda, “Jika seorang dari kalian berbuka puasa, maka berbukalah dengan kurma. Jika tidak ada kurma, maka berbukalah daengan air, karena sesungguhnya air itu dapat memebrsihkan (mensucikan).” (H.R. Abu Dawud dan Tirmidzi. Dia berkata, “hadits ini hasan shahih”)

    Penelitian di Cina telah berhasil memberikan suatu kesimpulan, bahwa dalam keadaan perut (lambung) kosong akan tidak baik jika memulai dengan hal yang manis. Kandungan di dalamnya akan merusak kesehatan secara “perlahan”. Sudah tentu kurma itu sangat berbeda dengan makanan manis yang lain. Dan kesimpulan menyatakan daripada makanan manis, jelas bahwa air putih itu jauh lebih baik bagi kesehatan untuk berbuka pertama kali. Lambung tidak kaget dan dinetralisir terlebih dahulu.

    copas dari http://www.facebook.com/notes/muhammad-syukron-fauzi/salah-satu-kesalahan-sebagian-besar-umat-muslim-tentang-puasa/10150287996535747)

    Reply

  61. salam kenal 😀

    oke pertama-tama harus diperjelas..berbuka dengan yang manis itu salah, kalau berbukanya dengan kadar gula yang terlalu tinggi, yang ada di makanan dengna pemanis buatan. Tapi kalo pemanis alami yang ada dibuah sama sekali enggak salah.
    Sebab bagaimanapun juga, tubuh memerlukan gula sebagai bahan yang harus dibakar dan dikonversi menjadi energi.
    disarankan berbuka dengan buah [kurma]:
    1. Kadar gulanya tidak terlalu tinggi
    2. Kadar airnya cukup
    3. Perut tidak terlalu kaget setelah sekian jam

    Tapi gak salah juga berbuka dengan yang manis seperti gula pasir [teh manis, kopi manis] selama tidak terlalu banyak kadarnya..

    bagaimanapun kita butuh energi untuk kegiatan selanjutnya setelah berbuka dan keesokan harinya

    Salam MagaHaya!

    Reply

  62. nice info, Gan! pantesan suka lemas kalau sehabis buka puasa.. berarti tagline iklan yg sekarang itu bisa dibilang menyesatkan ya, sop? 🙂

    Reply

  63. Whoaa kita sealiran ternyata yah..air putih ples kurma *kecuali gorengannya tentu saja* Haha
    Nice inpo tentang berbuka dg yang manis itu,gan..
    Danke ^^

    Reply

  64. aku emank gak suka kolak gak enak kataku,heehehe
    oiya dari pada minum hydro mending kelapa asli.. harga’a juga gak jauh.. sehatan air kelapa asli meski di iklan hydro bilang’a air kelapa asli, kalo dirasa gak kayak kelapa..pasti udah ditambah bahan2 kimia..

    kalo buka puasa biasanya segelas air teh manis dengan gulan sesendok aja sisanya minum air putih yang banyak, kdg klo ada yg jual kelapa minum air kelapa..

    Reply

  65. Bener juga ya Sop …
    Sesuatu yang bersifat kagetan itu biasanya tidak baik …
    demikian juga dengan saat berbuka puasa …

    Dicatat ni Sop..

    Thanks ya

    Salam saya

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s