
Ini foto yang saya dapet waktu tadi saya survey di daerah Banyu Urip.
Beruntung sekali saya bisa menemukan yang seperti ini…
Saya gak tahu apa ini bisa disebut sebagai “sunset”… -_-’
Apa suasana sunset harus di pantai?
…… Entahlah….

Kota Batu (ternyata) lebih dingin dari Bandung. Malam harinya entah bagaimana udara dingin dari luar masuk, dan saya terpaksa berkemul lebih erat ke selimut.



Saya juga mencoba menjepret foto yang disorientasi arah (pernah saya baca di KOMPAS, lupa edisi kapan), tapi kurang jelas… Gak ada objek selain pohon soalnya….
Foto awal:

Setelah Dibalik:

Benar2 gak penting….
Well, bagi penggemar Final Fantasy, kayaknya harus punya kaos ini deh.
Kaos ini menurut saya keren banget. Dan yang membanggakan, ini buatan cetakan teman saya sendiri.
Ini gambarnya:

Jadi, teman saya, Iqbal, dan dua temannya yang lain membentuk sebuah start-up company bernama Envyoo yang berbasis online clothing store di Bandung. Impian mereka adalah membangun sebuah portal web 2.0 yang menggabungkan antara fitur ecommunity (komunitas online) dan ecommerce (toko online).
Mau tahu lebih lanjut mengenai kaos ini? Silahkan bagi yang punya facebook kunjungi alamat ini.
Cara memesan yang saya ambil dari blog Envyoo (http://blog.envyoo.com):
Cara pemesanan di envyoo sangat gampang! Teman-teman bahkan tidak perlu mengisi form yang cukup banyak menyita waktu, caranya MUDAH jika melalui SMS atau Telepon!
- Order cukup melalui SMS dengan format [envyoo]_[kode]_[ukuran]_[nama lengkap]_[alamat lengkap]_[kota]_[no.kontak]. Yap…itu aja!
- SMS atau Telepon ke Nomor 0852 212 58430 (Iqbal-Operational Officer)
- Tinggal Tunggu! Nanti akan kami konfirmasi untuk mengikuti proses selanjutnya!
Pemesanan juga BISA dilakukan melalui media internet :
1. Melalui facebook (link1)
2. Melalui Yahoo messenger
3. Melalui Forum
4. Melalui Comment Box dibawah (Format sama dengan SMS)Ini foto yang saya ambil dari blog Envyoo:
Bangganya jadi orang Surabaya.
Kota yang membanggakan (setidaknya buat saya).
Ada banyak wahana dan tempat yang serba ter- di Surabaya. Mungkin bener, mungkin nggak. Ini yang di-klaim ama si pembuat. Saya males untuk mencari kebenaran infonya. Tempat2 itu adalah:
1. Punya kebun binatang (yang katanya) terbesar se-asia tenggara, yaitu Kebun Binatang Surabaya (KBS).
2. Punya rumah sakit (yang katanya) terbesar se-asia tenggara, yaitu RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Dr. Sutomo.
3. Punya water park (yang katanya) terbesar se-asia tenggara, yaitu Ciputra Water Park.
4. Punya jembatan (yang katanya) terpanjang se-asia tenggara, yaitu Jembatan Suramadu.
For your info:
1. Dapet penghargaan MURI, mencatat Surabaya sebagai pemrakarsa dan penyelenggara pembangunan taman kota dan perubahan SPBU dengan jumlah terbanyak (13 taman) di Indonesia.
2. Setiap bulan Mei, sebulan penuh ada aturan khusus pemerintah kota kepada pengusaha untuk memotong harga barang dagangannya alias DISKON di pusat perbelanjaan. Ini dalam rangka HUT Kota Surabaya.
3. Surabaya adalah pusat pengembangan wilayah Indonesia Timur.
4. Sampai saat ini, ruang terbuka hijau (RTH) di Surabaya baru mencapai 20,8 % dari 30% yang diharuskan sesuai dengan UU No. 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang.
Suatu pagi… (tadi pagi)
Menunggu waktu berangkat kerja….
Saya dan adik saya nonton acara di stasiun TV swasta lokal. Acaranya berupa kuis untuk anak SMA. Ada tiga SMA yang diundang. Saya ga sebutkan SMA berapa (selain karena lupa juga…). Pertanyaannya berhubungan dengan pelajaran. Terbagi atas kategori, seingat saya tadi lho, umum, matematika, bahasa Inggris, sosiologi, dan ekonomi.
Ada sesuatu yang bikin kami berdua tertawa ngakak. Pas pertanyaan pertama di sesi pertama, pertanyaannya begini: “Siapa nama raja termuda di Majapahit?“
Adik saya begitu tahu pertanyaan ini, dia bilang “Wah, gampang banget ini…”
Ada pilihannya di layar besar di sana. Pilihannya: a. Mpu Tantular b. Hayam Wuruk c. Ken Arok
Cepat sekali ada satu tim yang menjawab begitu pembawa acara selesai membacakan pertanyaan dan daftar jawabannya. TEEEEEET! Begitu bunyi bel-nya. Tim itu langsung menjawab “C, Ken Arok!“
Adik saya langsung ngakak gak karuan. Seminggu saya di Surabaya, baru kali ini saya ngelihat dia ngakak lepas kayak gini.
Saya pun tertawa juga. Sungguh jawaban yang tak kami duga.
Mpu Tantular, dia kan bukan raja. Dia (setahu saya) seorang pujangga yang hidup di jamannya Hayam Wuruk. Kalo Ken Arok, dia kan adanya di kisah kerajaan Singosari, ga ada sangkut pautnya ama Majapahit. Jadi, jawaban yang benar ya Hayam Wuruk….
Yang bikin lucu itu mereka yang jawab ini tegas banget, seperti yakin bahwa jawabannya itu benar….
Adik saya nyeletuk tadi sebelum dia pergi ke luar, “Wah, Kak, ini kayaknya ada script-nya ini, sengaja dibuat lucu gitu mungkin…“
Hahahaha… Pikir saya, “Pake script? emangnya Termehek-mehek?“
Hohoho… saya dapet dan disuruh majang nih award(s) ama Beta… (≠aku). Banyak pertanyaan yang bersifat pribadi nih…. Duh… Jawab aja deh… -_-’





Kok ada satu award buat blogspot yang nyasar? …… >_<’
Rules:
1. Put these awards into your blog
2. Tag 10 friends
3. Links those friends
4. Tell them about these awards
5. Share this link to others and to whom these awards tagged
1. Five things found in my bag:
Buku catetan, tempat pensil, tempat kacamata, macbook, payung lipat
2. Five things found in my purse:
Kartu ATM, KTM, KTP, SIM, kunci rumah (bukan kosan)
3. Five favourite things in my room:
Desktop PC, macbook, speaker 5.1, kasur, kulkas
4. Five things I always wanted to do:
Bekerja
Beribadah
Masuk surga
Berkeluarga sakinah mawahdah warahmah
Meng-haji-kan orang tua
5. Five things I currently into:
Kuliah, berteman, belajar, bermain, bersenang-senang (lho?)
6. The person who inspired you now is:
Sekarang? Gak ada….
1. Punya handphone?
Punya…
2. Merk + tipe handphone?
Sonyericsson, tipe rahasia….
3.Warna/gambar theme yang lagi dipakai sekarang?
Lupa namanya…
4. Wallpaper?
Langit biru bercampur awan hasil memfoto sendiri…
5. Warna casing?
Hitam.
6. Aplikasi/folder yang pertama keliatan begitu tekan tombol ‘menu’?
Semua menu.
7. Bahasa yang digunakan di handphone?
Indonesia.
8. Kapasitas baterai saat ini?
Pertanyaannya kurang jelas. Kapasitas penuhnya berapa mA h (saat ini) ato penuhnya batere?
9. Pakai slot memory? Jenis?
Rahasia. Ntar bisa ketahuan merek hape saya.
10. Total kapasitas slot memori? Sisa kapasitas yang belum terpakai saat ini?
Lupa. Males liat hape.
11. Choice: Banyak terisi untuk apa memorinya?
Musik.
12. Ada fitur koneksi Bluetooth?
Ada.
13. Nama Bluetooth kamu saat ini?
Rahasia.
14. Aplikasi yang paling sering kamu gunakan?
Kamus bahasa inggris-indonesia.
15. Sisa pulsamu saat ini?
Rahasia.
16. Provider seluler yang kamu pake?
Simpati.
17. Nomer handphone?
Apalagi ini…. >_<’
Siapa berikutnya yang jadi “korban”?
Ntar deh di-update lagi…. -_-’
——————————————————-[UPDATE]————————————————————
Yang dapet award selanjutnya:
1. Wildspeed
2. Mas SAID
3. Inkulla31
Pengalaman yang mungkin sulit terjadi…
Jadi, saya dengan dua orang teman saya lagi nongkrong di kampus, saya lagi kumpul bareng mereka, cuman nemenin mereka nunggu kuliah (bukan saya yang kuliah). Waktu itu mendung banget, langit gelap. Orang-orang pun tahu kalo itu udah mau hujan. Waktu itu sekitar jam 1 siang, gak lama lagi waktunya masuk kuliah. Kira-kira 20 menit lagi masuk.
Satu teman saya yang dari Semarang ini , si X, orangnya gampang panik. Tahu-tahu dia inget bahwa dia gak bawa payung. Dia paksain pulang ke kosannya, di daerah Plesiran. Buat yang gak tahu, daerah itu deket banget ama kampus. Di sana banyak banget kos-kosan, yang pastinya banyak anak ITB juga. Anak2 biasa jalan kalo kuliah.
Akhirnya, dia sendiri pergi juga pulang ke kosannya. Rencananya, dia pulang mau ambil payung doang, habis itu langsung ke kampus lagi ikut kuliah. Kenapa dia paksakan? Karena dia baru pulang nanti sekitar Maghrib. Dia gak mau repot kalo nanti sore hujan.
Lima menit setelah keberangkatannya pun berlalu….
Tahu-tahu hujan turun…. Deras!! Banget!!!
Sepuluh menit kemudian, si X nge-SMS teman saya, bilang: “aku ga bisa ke kampus, payungku masih dibawa temen kosan. Kosan sepi, ga ada siapa2. Terjebak nih…”
Dasar…. Temanku lucu sekali….
Tugas menumpuk, so, singkat aja..
Dapet award dari konohanasakuya….
Tapi saya bingung, kok ga ada peraturannya? Apa udah dipangkas? Tauk ah…
![]()
![]()
![]()
Ngasih ke berapa orang yah?? ga jelas juga.. >.<
Selanjutnya:
1. Big Zaman
2. Andyan
3. Mbak Desti
4. Deady
6. Grace
7. Sukma
8. Arm
9. Deeedeee
Wow, saya senang sekali waktu membaca koran KOMPAS edisi hari ini, Jumat (8/5). Di halaman 15, ada artikel mengenai tata bahasa oleh Kurnia JR. Beliau menulis mengenai kata “Syok“. Tentu kata ini diambil dari kata bahasa Inggris, Shock. Seberapa mendesak sih, kata rekaan syok harus ada? Di artikel itu dijelaskan bahwa kata ini diambil dari to be shocked, dipakai secara sporadis untuk menerangkan keadaan jiwa terpukul ato terguncang.
Beliau menjelaskan bahwa di antara mereka yang suka menggunakan kata ini, tidak semua mengerti dan memahami bahwa yang dipakai bukanlah kata dasarnya, melainkan bentuk pasif dari kata kerja shock, yaitu to be shocked. Di artikel ini ada contoh kalimat yang menggunakan kata shock, dan ada yang menggunakan kata shocked. Well, saya pikir kedua kata itu gak ada yang bener. Selain aneh dilihat dan dibaca, setelah melihat penjelasan Kurnia JR ini, masuk akal juga.
Dalam artikel dijelaskan, shock bermakna kejutan/guncangan (kata benda) dan mengejutkan/terkejut (kata kerja). Nah, bahasa kita, bahasa Indonesia punya padanan untuk kata itu, yang mengena, pas, dan jitu untuk menerangkan kondisi ini, yaitu “terguncang” dan “terpukul”. Seperti contohnya yang ada di dalam artikel: “Caleg itu terguncang setelah tahu tidak terpilih dalam pemilu”.
Kurnia JR menulis bahwa kata “terguncang” dan “terpukul” ini sangat kuat maknanya yang mengarah pada aspek kejiwaan yang tingkatnya lebih dari sekedar kaget, terkejut, terperanjat, dan terpana. Bener juga kata beliau, sayang banget kalo dua kata itu diabaikan dengan mereka-reka kata baru semacam syok. Kata beliau, kata ini tidak memperkaya khazanah leksikon (kosakata) bahawa Indonesia. Kata beliau juga, kita tidak membutuhkan kata pinjaman shock/shocked sampe harus mereka-reka kata syok.
Saya bener2 setuju ama beliau ini, bertambah deh wawasan saya tentang bahasa Indonesia… ^^
Tuh kan, jadi tidak semua kata yang diambil dari bahasa asing itu berguna….
*perihal mengenai mangrove dan bakau pernah dibahas gak yah?*
Duh…
Sungguh semakin berat kuliah saya ini….
Saya hanya mau tekankan di sini, untuk anak2 SMA, bahwa setelah kalian lulus SMA nanti, kalian akan memasuki suatu tahap yang “mengerikan” dan “tidak akan bisa santai”. Bohong kalo orang bilang bahwa kuliah itu banyak waktu kosongnya, dan kuliah itu lebih nyantai. Jangan percaya. Oke, ada benernya kalo kuliah itu banyak waktu kosongnya. TAPI, itu hanya selang waktu jadwal kuliahnya. Jadwal kuliah itu emang fleksibel, semau dosen (dengan persetujuan mahasiswa tentunya). Apa yang tertera di awal kuliah, pengumuman bahwa kuliah ini waktunya jam segini hari ini, itu bisa berubah sewaktu-waktu. Kadang ada satu hari yang jadwalnya full, hari lain bener2 kosong alias libur. Nah, yang membuat mahasiswa menjadi “tidak santai” dan sibuk itu adalah tugasnya yang banyak banget! Bersyukur banget kalo yang dapet dosen baik, udah tugas cuman dikit, waktu pengumpulan juga bisa sedikit diundur. Hmmm…. Tapi jarang deh ada dosen kayak gitu di ITB… Tekanannya besar lho, tekanan oleh deadline tugas, yang biasanya di akhir semester, ditambah tekanan dari adanya UAS dan UTS. Belom kalo dosennya suka ngadain quiz setiap kali pertemuan…. Waktu kosong antar jadwal kuliah itu pasti dipakai untuk ngerjain tugas. Apalagi kalo kita ikutan unit kegiatan mahasiswa (semacam ekskul), bakalan kepake semua tuh waktu kosong. Tapi unit kegiatan mahasiswa itu asik kok, justru itu ajang untuk membebaskan penat kuliah…
Ada yang ngomong bahwa kuliah itu nyantai. Ini juga saya tekankan bahwa ini tidak benar. Justru aneh kalo kuliah itu ga repot, karena “kerepotan”nya itu adalah salah satu nikmatnya kuliah…
Kalo udah baca paragraf yang di atas, pasti ga bakalan lagi mikir kalo kuliah itu santai. Santai itu cuman berlaku untuk di awal semester, di mana ujian, tugas, dan quiz masih jarang. Kalo udah habisnya UTS, itu udah jangan harap lagi minta “ketenangan”. Tugas pastinya udah menumpuk untuk dikerjakan dan dikumpul di akhir semester.
Manfaatkanlah waktu sebaik-baiknya bagi yang masih SMA. Masa2 SMA itu emang paling menyenangkan. Kecuali kalian pengen lulus kuliah muda, saya gak menyarankan ikutan kelas akselerasi.
Bagi yang masih semester awal, antara semester 1 – 4, nikmati juga waktu2 kosong nan indah. Kalo udah di atas semester itu bakalan susah punya waktu kosong. Boro2 waktu kosong, waktu untuk ngerjain tugas aja udah kurang…. Harus pinter2 ngatur waktu.
So, kalo punya waktu kosong dan merasa nyantai, manfaatkanlah sebaik mungkin buat istirahat, istirahat otak dan badan. Jangan sampe menyesal karena kita ga sampet istirahat, jangan sampe menyesal kenapa kok tugas ini gak dikerjakan dari kemaren, dan jangan menyesal yang macem2.
Kesimpulannya:
1. Kuliah itu banyak waktu kosong pas awal semester aja, pas belom banyak tugas dan ujian.
2. Kuliah itu nyantai pas awal semester aja, kalo udah pertengahn dan akhir, ga bisa nyantai lagi. Apalagi yang udah semester atas, dapet tekanan untuk Kerja Praktek (KP) dan Tugas Akhir (TA)
3. Walau bagaimanapun, kuliah tetep harus dinikmati, kuliah dengan segudang kegiatan2 sampingannya amat berharga buat pengalaman hidup dan buat kerja nanti.
4. Belajar mengatur waktu, antara ngerjain tugas, untuk kegiatan luar kuliah, dan untuk bersantai.
Saya akhir2 ini makin gemes ama banyaknya kata2 yang saya baca di berbagai media, entah itu koran, majalah, tabloid, sampe berita di TV, yang sering sekali (dan banyak) menggunakan kata2 serapan (bener gak nih istilahnya?). Kata2 itu SANGAT mirip sekali dengan bahasa Inggris, padahal sebenarnya bisa dengan bahasa Indonesia.
Saya ga bisa ngasih contoh banyak2, karena saya lupa mencatatnya, dan sekarang saya lagi cepet2 posting gara2 ada urusan lain yg lebih penting. Contohnya:
- Mangrove = Ini kan artinya bakau. Coba liat di koran2 dan di TV, semuanya menggunakan kata MANGROVE ketimbang dengan BAKAU!! Ya elah… saya ga habis pikir, kenapa sih??
- Imaturitas = Bahasa Inggrisnya immaturity. Di Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “maturitas” emang ada, tapi kenapa harus ditambahai I- didepannya? Saya cari Imaturitas di KBBI, ga ada tuh…. Kenapa kok ga pake kata “ketidakdewasaan“? Terlalu panjang dan rumit menulisnya? Kurang keren? Ayolah, emang inilah bahasa kita, gunakanlah meskipun jelek kata itu….
- Kustomisasi = Ini aneh. Ada yang pernah baca kata ini? Kalo ada yang belum pernah, gapapa, emang ini cuman ada di majalah game berinisial Z. Saya kaget juga waktu baca kata ini. Loh? Sekarang warga negara bisa bikin bahasa sendiri yah? Kata ini dari kata customization. Lebih baik buat saya menggunakan kata bahasa Inggris tapi katanya dimiringkan karena bahasa/istilah asing.
- Introduksi = Saya cari di KBBI, emang ada kata ini. Artinya ya perkenalan, dari kata introduction. Yang saya heran, kenapa kok tidak memakai kata “perkenalan” saja? Kenapa harus menyerap bahasa asing? ck ck ck….
Tolong, kalo ada yang bisa menambahkan kata2 serapan yang aneh, yang sebenarnya bisa menggunakan bahasa Indonesia, beri tahu saya. Kalo ada yang bisa memberikan penjelasan atas hal ini, saya bersyukur sekali…
Percakapan ini adalah percakapan saya dengan dua teman saya. Waktu itu tiba2 saya teringat pertanyaan mbanyol semasa saya SD. Saya iseng2 tanya ke temen saya yang bukan orang jawa.
Saya: “Eh, gw punya pertanyaan nih, teka-teki. Ibunya Nani punya lima anak, namanya Kuntul, Kintil, Kantal, Kentel. Nah, satunya lagi siapa namanya?”
Temen Y: <tersenyum> “Wah, parah lo Sop, ngeres lo…. masa’ namanya K*nt*l??”
Temen X: <Ngakak>
Saya: “BEGO! Ya Nani namanya!!”
Temen X & Y: <Diam sejuta bahasa>
Parah…. inilah akibat tidak mendengarkan pertanyaan secara serius… ^^
——————————————————————————————————————————————
Btw, hari Rabu (22/4) siang saya ngeliat seorang (ato mirip) Mario Lawalata di jalan Ganesha, depan kampus saya. Apa itu benar dia?

*ga penting banget*
Duh, celaka…
Preferensi helm yang saya gunakan mulai berubah…
Dulu, saya suka pakai helm full-face, dan saya memandang remeh helm half-face… Saya berpikir, pake helm kayak gitu apanya yang dilindungi?


Tapi sekarang berbeda…
Gara2nya cuman satu. Rambut.
Kalo pake helm full-face, setiap ngelepas helm, rambut selalu kacau. Itu yang saya ga suka. Rambut saya dulu masih pendek, ga masalah pake helm full-face, jadi rambut yang berantakan gampang dirapihin. Sekarang? Rambut saya udah mulai panjang. Setiap kali memakai helm dan ngelepasnya, rambut selalu berantakan. Entah apakah emang cara melepas saya yang salah?
Begitu saya iseng-iseng nyoba helm half-face, ternyata eh ternyata, rambut saya jadi ga begitu berantakan. Saya malah mulai suka memakai helm half-face.
Sudah saya putuskan, kalo rambut masih pendek, saya akan memakai helm full-face. Kalo rambut panjang, saya akan pakai helm half-face. Merepotkan juga…. >.<
——————————————————————————————————————————-
Akhirnya saya potong rambut juga… >.< Saya ternyata ga tahan dengan rambut panjang….
Sebagai obat dari postingan saya yang ini, saya dikasih obat sama mas Fuad, berupa award.
Yah, jadi langsung aja, syarat-syaratnya:
1. Put the logo on your blog or post
2. Nominate at least 7 blogs which you think are FABULOUS
3. Be sure to link to your nominees within your post
4. Let them know that they have received this award by commenting on their blog
5. Share the love and link to this post and to the person from whom you received your award

Gampang buanget kan?
So, award ini saya limpahkan lagi buat Deady, Gilang, mas Akbar, Grace, Kuchiki Rukia, Sukma, Andyan, dan Big Zaman.
Lagi ga mood bercanda, lagi tepar soalnya… Monggo diambil award-nya…
Balik lagi deh ke Bandung…
Oleh-oleh? Saya bawa penyakit yang ditularkan adik saya…
Adik saya yang pilek ngakunya “Ini bukan pilek kok, cuman gara2 udara kotor, berdebu…”
Buat saya, itu gombal…
Buktinya saya ketularan…
Hari minggu ini saya tepar di kasur….
Yang penting minum air putih banyak, dan banyak istirahat… Semoga saya cepat sembuh.
Btw, saya prihatin dengan makanan di Kereta Api Turangga Surabaya-Bandung. Kok rasanya lebih baik sarapan pagi di kosan saya yang saya buat sendiri ya? Makanan kayak gini untuk makan malam? Ayolah… buat apa penumpang bayar 310.000 rupiah untuk Sabtu malam kalo makanan yang disediakan cuman segini?
Recent Comments