Ada dua mahasiswa yang ingin menjadi asisten seorang dosen.
Dosen : “Jadi kalian berdua mau jadi asisten saya?”
Betty & Ireng : “Iya, Pak.”
Dosen : “Oke, boleh. Saya lihat di sini IP kalian bagus-bagus. Untuk akademis, kalian lolos. Tapi saya nggak sembarangan ngangkat asisten.”
Ireng : “Jadi, apalagi yang harus kami lakukan, Pak?”
Dosen : “Kalian harus jawab pertanyaan, mudah sekali kok, cuman satu lagi.”
Betty : “Pertanyaannya apa, Pak? Akan kami jawab sebisa kami.” *muka serius
Dosen : “Sangat mudah. Pertanyaannya, apakah saya ini ganteng?” *sambil bertopang dagu
Betty & Ireng : “…….”
Ada seorang mahasiswa yang sedang berjuang dengan Tugas Akhir-nya. Dia mengeluh kepada dosen pembimbingnya karena si dosen tersebut sulit ditemui di kampus.
Kuncar : “Pak, mohon maaf sebelumnya, tapi kenapa Bapak sulit sekali ditemui di kampus ya, jadi saya sulit sekali kalau mau bimbingan.”
Dosen : “Oh, itu. (diam sebentar) Saya lagi ada proyek di Semarang, jadi memang sulit ditemui.”
Kuncar : “Yaaah, Bapak… Gimana dengan TA saya, Pak? Bapak ‘kan pembimbing saya…”
Dosen : “Kamu sudah coba ke asisten saya, untuk bertanya-tanya seputar TA-mu ini?”
Kuncar : “(mulai kesal) Dia selalu ada di sini, Pak, tapi dia terlalu sibuk sama proyek Bapak yang di Bandung ini. Saya mau tanya dia tapi dia selalu nggak bisa, jawabnya selalu sibuk.”
Dosen : “Oooh… (diam sebentar) Ganti pembimbing saja ya kamu.”
Kuncar : “Hah?? Ganti pem—“
hape berdering..
Dosen : “Halo? ….. Oh, yang dari Semarang ya? …bla bla…” *ngeloyor ke luar ruangan
Kuncar : “…….”
Entahlah apakah kisah di atas ini nyata atau fiksi. Mungkin ada yang pernah mengalami?









































Recent Comments